• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH NERACA PEMBAYARAN INDONESIA DAN RASIO INFLASI TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH NERACA PEMBAYARAN INDONESIA DAN RASIO INFLASI TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH NERACA PEMBAYARAN INDONESIA DAN RASIO INFLASI TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH

Skripsi Oleh:

Azhar Muhammad 01021281419145 Ekonomi Pembangunan

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS EKONOMI 2018

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN KOl\fPREHENSIF PENG AR UR NERACA PEMBA YARAN INDONESIA DAN RASIO

INFLASJ TERHADAP Nll.AJ TUKAR RUPIAH Disusun oleh :

Nama N1M

Fakultas Jurusan Konsentrasi

: Azhar Muhammad : 01021281419145 : Ekonomi

: Ekonomi Pembangunan : Ekonomi Monetcr

Disetujui untuk digunakan dalarn ujian komprehensif.

TANGGAL PERSETUJUAN

Tanggal: 14 November 2018

TanggaJ: 27 Desember 2018

DOSEN PEMBI.l\1BING

Ketua: Drs. H. Syaipan Djambak. M.Si NIP. 195506151984031002

Anggota: Dr. M. Subardin. S.E.11\LSi NIP.197110302006041001

(3)

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSJ

PENGARUH NERACA PE.MBA YARAN INDONESIA DAN RASIO I.NfLASJ TERHADAP NILAI TU KAR RUPIAH

Disusun oleh.

Nama NTM Fakultas Jurusan

Bidang Kajianl Konsenlrasi

: Azhar Muhamamd . 01021281419145 :Ekonomi

: Ekonomi Pembangunan : Ekonomi Moneter

Telah diuji dalam ujian komprchensif pada tanggal 31 Desember 2018 dan telah memenuhi syarat unrnk diterima.

Kenia Anggota

Panitia Ujian Komprehensif Palembang, 31 Dcscmber 2018

Anggota

Ors. H. Syaipan Djambak, M.Si Dr. M. b . . . M.Si Imelda, S.E .. M.S.E.

NlP. 195506151984031002 NIP.197110302006041001 NIP: 197703092009122002 Mengetahui,

Kellia J urusan Ekonomi Pembangunan

(4)

iii

SURAT PERNYATAAN INTEGRITAS KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Azhar Muhammad NIM : 01021281419145 Fakultas : Ekonomi

Jurusan : Ekonomi Pembangunan Bidang Kajian : Ekonomi Moneter

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh Neraca Pembayaran Indonesia dan Rasio Inflasi Terhadap Nilai Tukar Rupiah”.

Pembimbing:

Ketua : Drs. H. Syaipan Djambak, M.Si Anggota : Dr. M. Subardin, S.E., M.Si Tanggal Ujian: 31 Desember 2018

Adalah benar karya saya sendiri. Dalam skripsi ini tidak ada kutipan hasil karya orang lain yang tidak saya sebutkan sumbernya.

Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, dan apabila pernyataan saya ini tidak benar dikemudian hari, saya bersedia dicabut predikat kelulusan dan gelar kesarjanaan.

Palembang, 31 Desember 2018 Pembuat Pernyataan

Azhar Muhammad

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga skripsi yang berjudul “Pengaruh Neraca Pembayaran Indonesia Dan Rasio Inflasi Terhadap Nilai Tukar Rupiah” dapat diselesaikan sesuai waktu yang direncanakan. Skripsi ini adalah untuk memenuhi syarat kelulusan dalam meraih derajat Sarjana Ekonomi program Strata Satu (S-1) Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

Skripsi ini membahas mengenai sejauh mana pengaruh neraca pembayaran Indonesia dan rasio inflasi Indonesia dan Amerika Serikat terhadap nilai tukar Rupiah. Selama penelitian dan penyusunan skripsi ini, penulis tidak luput dari berbagai kendala. Kendala tersebut dapat diatasi berkat bantuan, doa, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak.

Palembang, 31 Desember 2018

Azhar Muhammad

(6)

v

UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillah Puji Syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena berkat limpahanan Rahmat, Taufiq, Hidayah serta Inayah-Nya penulis sampai saat ini masih diberikan kenikmatan tiada ternilai harganya hingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Neraca Pembayaran Indonesia dan Rasio Inflasi Terhadap Nilai Tukar Rupiah”.

Sebagaimana diketahui, penyusunan skripsi ini ditujukan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Strata Satu (S1) Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Palembang. Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam memberi bimbingan, petunjuk serta bantuan dalam penyelesaianskripsi ini, khususnya kepada:

1. Allah SWT yang telah memberikan kelancaran dalam menyelesaikan skripsi ini

2. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Anis Seggaff, MSCE, sebagai Rektor Universitas Sriwijaya

3. Bapak Prof. Dr. Taufiq Marwah, M.Si, Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

4. Bapak Dr. Suhel, M.Si, sebagai Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

5. Bapak Drs. H. Syapan Djambak, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah meluangkan waktu, memberikan nasehat serta masukan-masukan kepada penulis, dan membimbing penulis dengan sabar dalam menyelesaikan Skripsi ini.

6. Bapak Dr. M. Subardin, S.E., M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah meluangkan waktu, memberikan nasehat serta masukan-masukan

(7)

vi

kepada penulis, dan membimbing penulis dengan sabar dalam menyelesaikan Skripsi ini.

7. Ibu Imelda, S.E., M.S.E selaku Dosen penguji yang telah membantu memberikan kritik dan saran.

8. Seluruh Dosen, Staff dan Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya atas pembelajaran, serta bantuan dan kemudahan-kemudahan yang telah diberikan selama ini sampai penulis menyelesaikan perkuliahan.

9. Kedua Orang Tua serta Adik yang penulis sayangi, yang dengan tulus ikhlas telah mendidik dan memberikan pengorbanan yang tak ternilai, dorongan moril dan materil serta doa dan cinta yang selama ini diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan studi pada Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

10. Andrew Sepam PA, Ari Sepam Lion, Anggu Salazar, More “morecle”

Alcerity, Esa Manganang, Kodok 322, Adil Syahputra, Rhiki Kesuma, Z.A.

Muazim, Ibrahim, M. Agung Nugraha dan teman-teman lainnya yang selalu membantu, mendoakan, menasihati, menyemangati penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

11. Teman-teman Ekonomi Pembangunan angkatan 2014 dan Ekonomi Moneter angkatan 2014

12. Pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang juga ikut memberikan dorongan, bantuan, dan dukungan nya kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan setiap orang yang membacanya.

Palembang, 31 Desember 2018

Penulis

(8)

vii ABSTRAK

PENGARURXERACA PEMBAYARAN L"IJDONESIA DAN RASIO L"iFLASI TERll.\DAP MW Tl KAR RUPLUI

Oleh:

Azhar Muhammad: Drs H Syaipan O.,ambak. MSi, Dr \1 Subardan, SE .• ~lSt

Penelitian ini bertujuan mengkaji "Pcngaruh Neraca Pembayaran lndontsia Dan Rulo lnflasi Tuhadap Nilai Tukar Rupiab" rujuan yang mgm dicapa1 dao penehuan mt adalah Unmk menge1ahu1 apakah neraca pembayaran l!xlonesia dan Rasio inflas1 mempengiiruha nilaa tukar Rupiah sccara s1gnifikan. Data yang digunakan adalah data lime 1er1es penode wal'tll 2007-2017. Me1odc anahsJS yang dt gunakan ldalab analisis Kwmntauf dengan ala! analisis regresi sederllana me11ggunakan metode Ordinary wur Square (OLS). Hasil dari penehuan ini adalah (I) Vanabel Ra:.10 mflasi berpengaruh negarif dan signifikan terhadap mlru mkar Rupiah dengan tingkat detemunas1 sebesar 39°·,: (2) Variabel ncraca pcmbayaran lndoDCSia berp(ngaruh ne1t1uf dan sigrufikan terlladap nilai mkar Rupiah dengan tingkat detenninasi scbesar 8%.

Kata KJJ111;1: Nilai Tit>.nr, R,mo lnjlasl Neraca Pembayaran I11dones1a Telab disemJui untuk ditempatkan pada lembar abstrak

,.--,

Drs H S)aipgn D,ambak. \I~

~lP. 195506151984031002

~

Dr.~ Si

NIP 1971103020060410

NIP. 1966104199'1031003

vii

(9)

viii ABSTRACT

THE EFFECT OF BALANCE OF PAYMENT OF INDONESIA AND RA TIO INFLATION RESERVES ON THE EXCHANGE RATE OF

RUPIAH

By:

Azhar Muhammad; Drs. R. Syaipan Djambak, M.Si; Dr. M. Subardin, S.E., MSi

This study aims lo examine "THE EFFECT OF BALANCE OF PAYMENT OF JNOONESJA ANO RATIO INFLATION RESERVES ON THE EXCHANGE RATE OF RUPIAH" The objectives to be achieved from this study are: To find out whether Indonesia's balance of payments and mflation ratio affect the Rupiah exchange rate significantly. The data used is time series data for the period 2007-2017. The analytical method used is quantitative analysis with a simple regression analysis tool using tbe Ordinary Least Square (OLS) method.

The results of this study are (I) Variable The inflation ratio has a negative a11d significant effect on the Rupiah exchange rate with a level of determination of 39%; (2) Indonesia's balance of payments variable has a negathe and sigruficant effect on the Rupiah exchange rate with a detennination level of 8%.

Keywords: Exchange Rate, Ratio lnjlallon, Indonesian 'sBalance of Payment first Advisor,

j't]\

,,---1

Ors H. Syaipan Djambak, M.Si NLP. 195506151984031002

Member,

viii

(10)

ix

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Azhar Muhammad

NIM : 01021281419145

Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 14 Juli 1996

Alamat

: Jl. Sapta Marga, Perum Citra Gardena Blok F.3 RT.38 RW.8 Kalidoni, Palembang

Handphone : +6282282508003

AGAMA : Islam

JENIS KELAMIN : Laki-Laki STATUS : Belum Menikah KEWARGANEGARAAN : Indonesia TINGGI : 170 cm BERAT BADAN : 70

KEGEMARAN : Bermain alat musik

EMAIL : [email protected] PENDIDIKAN

2001-2002 TK Pertiwi Sungailiat 2002-2008 SDN 191 Palembang

2008-2011 SMP YSP PUSRI Palembang 2011-2014 SMA Xaverius 1 Palembang

2014-2018 Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Sriiwijaya

(11)

x DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN KOMPREHENSIF ... i

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii

SURAT PERNYATAAN INTEGRITAS KARYA ILMIAH ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

UCAPAN TERIMA KASIH... v

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Konsep, Teori dan Definisi ... 8

2.1.1 Teori Nilai Tukar ... 8

2.1.2 Teori Purchasing Power Parity ... 12

2.1.3 Neraca Pembayaran ... 13

2.1.4 Inflasi……. ... 14

2.1.4.1 Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat ... 14

2.1.4.2 Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebab ... 15

2.2 Penelitian Terdahulu ... 17

2.3 Kerangka Pikir……… 20

2.4 Hipotesis………. 21

(12)

xi

BAB III METODE PENELITIAN ... 22

3.1 Ruang Lingkup Penelitian ... 22

3.2 Jenis dan Sumber Data ... 22

3.2.1 Jenis Data... ... 22

3.2.2 Sumber Data ... 22

3.2.3 Metode Pengumpulan Data ... 23

3.3 Teknik Analisis ... 23

3.4 Pengujian Model ... 24

3.5 Uji Statistik ... 26

3.6 Defini Operasional dan Pengukuran Variabel... 27

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 28

4.1 Gambaran Umum Penelitian………. ... 28

4.1.1 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD ... 28

4.1.2 Perkembangan Inflasi Indonesia dan Amerika Serikat ... 33

4.1.3 Perkembangan Neraca Pembaran Indonesiaw ... 36

4.2 .Hasil Estimasi Model dan Pembahasan ... 39

4.2.1 Hasil Estimasi Model dan Pembahasan Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 39

4.2.2 Uji Linearitas Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 40

4.2.3 Pengujian Akar Unit Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 43

4.2.4 Uji Asumsi Klasik Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 44

4.2.4.1 Uji Normalitas Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 44

4.2.4.2 Uji Autokorelasi Rasio Inflasi terhadap Kurs . 45 4.2.4.3 Uji Heterokedastisitas Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 45

4.2.5 Uji Statistik Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 46

4.2.5.1 Uji t Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 46

4.2.5.2 Koefisien Korelasi Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 47

4.2.6 Hasil Data Tranformasi dalam Estimasi Model Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs ... 47

(13)

xii

4.2.7 Uji Linearitas Neraca Pembayaran Indonesia

terhadap Kurs ... 48

4.2.8 Pengujian Akar Unit Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs ... 51

4.2.9 Uji Asumsi Klasik Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs ... 52

4.2.9.1 Uji Normalitas Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs ... 52

4.2.9.2 Uji Autokorelasi Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs ... 52

4.2.9.3 Uji Heterokedastisitas Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs ... 54

4.2.10 Uji Statistik Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs ... 54

4.2.10.1 Uji t Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs 54

4.2.10.2 Koefisien Korelasi Neraca Pembayaran Indonesia terhadap kurs... 55

4.3 Interprestasi Hasil Analisis dan Pembahasan ... 55

4.3.1 Pengaruh Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 55

4.3.2 Pengaruh Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs . 57 BAB V PENUTUP ... 60

5.1 Kesimpulan ... 60

5.2 Saran ... 61

DAFTAR PUSTAKA ... 62

LAMPIRAN ... 64

(14)

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1 Neraca Pembayaran Indonesia 2007-2017 ... 6

Tabel 4.1 Tabel Perkembangan Kurs RP/USD 2007-2017 ... 30

Tabel 4.2 Data Perkembangan Inflasi Indonesia dan Amerika Serikat Tahun 2007-2017 ... 33

Tabel 4.3 Data Perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia Tahun ... 2007-2017 ... 36

Tabel 4.4 Hasil Regresi Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 40

Tabel 4.5 Ramsey Reset Test Kurs terhadap Rasio Inflasi ... 41

Tabel 4.6 Ramsey Reset Test Rasio Inflasi terhadap kurs ... 42

Tabel 4.7 Hasil Pengujian Akar Unit Tingkat Level dan First Difference untuk model inflasi terhadap kurs... 43

Tabel 4.8 Hasil Uji Autokorelasi Model Inflasi terhadap Kurs ... 45

Tabel 4.9Hasil Uji Heterokedastisitas Model Inflasi terhadap Kurs ... 45

Tabel 4.10 Hasil Uji Koefisien Korelasi Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 47

Tabel 4.11 Hasil regresi NPI terhadap Kurs ... 48

Tabel 4.12 Ramsey Reset Test Neraca pembayaran Indonesia terhadap ... Rasio Inflasi ... 49

Tabel 4.13 Ramsey Reset Test kurs terhadap Neraca Pembayaran Indonesia ... 50

Tabel 4.14 Hasil Pengujian Akar Unit Tingkat Level dan First Difference untuk model inflasi terhadap kurs ... 51

Tabel 4.15Uji Autokorelasi Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs ... 53

Tabel 4.16 Hasil Uji LM test menggunakan Model Var ... 53

Tabel 4.17 Hasil Uji Heterokedastisitas Model NPI terhadap Kurs ... 54

Tabel 4.18 Hasil Uji Koefisien Korelasi NPI terhadap Kurs ... 55

(15)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1 Nilai Tukar Rupiah Terhadap US Dollar 2007-2017 ... 2

Gambar 1.2 Tingkat Inflasi Indonesia dan USA Tahun 2007-2017 ... 3

Gambar 2.1 Kurva demand pull inflation ... 15

Gambar 2.2 Kurva cost push inflation ... 16

Gambar 2.3 Kerangka Pikir... 20

Gambar 4.1 Plot Data Asli Kurs Terhadap Rasio Inflasi ... 41

Gambar 4.2 Plot Data Asli Rasio Inflasi terhadap Kurs ... 42

Gambar 4.3 Hasil Uji Normalitas Inflasi terhadap Kurs ... 44

Gambar 4.4 Plot Data Asli Neraca Pembayaran Indonesia terhadap Kurs ... 49

Gambar 4.5 Plot Data Asli Kurs terhadap Neraca Pembayaran Indonesia ... 50

Gambar 4.6 Hasil Uji Normalitas NPI terhadap Kurs... 52

(16)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Data Kurs RP/USD, Inflasi Indonesia dan USA dan Neraca

Pembayaran Indonesia Tahun 2007-2017 ... 64

Lampiran 2. Data Neraca Pembayaran Indonesia Tahun 2007-2017 per Triwulan ... 64

Lampiran 3. Data Perkembangan Kurs RP/USD Tahun 2007-2017 per Triwulan ... 65

Lampiran 4. Data perkembangan Inflasi Indonesia dan Amerika Serikat Tahun 2007-2017 per Triwulan ... 65

Lampiran 5. Hasil Regresi Inflasi Terhadap Kurs ... 66

Lampiran 6. Hasil Uji Normalitas Inflasi Terhadap kurs ... 66

Lampiran 7 hasil Uji Autokorelasi Inflasi Terhadap Kurs ... 66

Lampiran 8. Hasil Uji Heterokedastisitas Inflasi Terhadap Kurs ... 67

Lampiran 9. Hasil Regresi NPI Terhadap Kurs ... 68

Lampiran 10. Uji Autokorelasi NPI Terhadap Kurs ... 68

Lampiran 11. Hasil Uji LM Test Menggunakan Model Var NPI Terhadap Kurs 69 Lampiran 12 Hasil Uji Heterokedastisitas NPI Terhadap Kurs ... 69

Lampiran 13 Hasil Uji Normalitas NPI Terhadap Kurs... 70

Lampiran 14 Hasil Uji Heterokedastisitas NPI Terhadap Kurs ... 70

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan ekonomi makro yang stabil adalah tujuan dari setiap perekonomian di setiap negara. Ekonomi makro yang stabil dan tumbuh adalah gambaran bahwa perekonomian negara tersebut dalam keadaan baik dan kompetitif. Nilai tukar merupakan salah satu indikator perekonomian yang sehat dan kompetitif serta dapat mempengaruhi perekonomian. Dalam konsep perdagangan internasional setiap negara yang tergabung di dalamnya harus menyamakan dulu sistem moneternya yaitu alat pembayarannya, dalam melakukan transaksi perdagangan maka digunakanlah kurs valuta asing. Nilai tukar atau kurs menunjukkan seberapa besar rupiah yang dibutuhkan untuk memperoleh uang asing. Akan tetapi nilai tukar terhadap mata uang asing berfluktuasi karena menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang mempengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran terhadap mata uang asing tersebut.

Kurs (nilai tukar) adalah harga dari mata uang satu negara dalam mata uang negara lainnya (Mishkin, 2008:7). Dengan kata lain, nilai tukar atau disebut juga kurs adalah harga suatu mata uang jika ditukarkan dengan mata uang lainnya. Nilai tukar yang sering digunakan adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar. Karena dollar adalah mata uang yang relatif stabil dalam perekonomian (Nazir dalam Machtra et al., 2016:14). Nilai tukar berfluktuasi, terkadang terapresiasi (nilai tukarnya naik) atau terdepresiasi (nilai tukarnya turun). Hal ini menunjukkan kekuatan ekonomi serta kestabilan perekonomian suatu negara.

(18)

2

Gambar 1.1. Nilai Tukar Rupiah Terhadap US Dollar 2007-2017

Berdasarkan Gambar 1.1, tahun 2010 ke 2011 nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar terapresiasi yang merupakan dampak dari krisis ekonomi global yang disebabkan oleh subprime mortgage (kredit perumahan amerika serikat) dimana beberapa perusahaan financial di Amerika Serikat, salah satunya adalah Lehmann Brothers mengalami kebangkrutan sehingga Amerika Serikat mengumumkan paket penyelamatan sektor finansial sebesar USD 700 miliar (BI, 2009:45). Selepas dari tahun 2011, trend nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar cenderung melemah (Rupiah terdepresiasi). Mengapa rupiah terdepresiasi terhadap US dollar dari tahun 2012-2015? Untuk menjelaskan hal tersebut ada pengaruh dari beberapa variabel lain yang penulis ingin teliti, yaitu inflasi dan neraca pembayaran.

9141 9698 10389

9090 8770 9386 10461

11865

13389 13308 13380

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000

2 0 0 7 2 0 0 8 2 0 0 9 2 0 1 0 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 3 2 0 1 4 2 0 1 5 2 0 1 6 2 0 1 7

RP

TAHUN

Sumber: World bank 2017, diolah 2018

(19)

3

Kestabilan nilai tukar suatu negara adalah salah satu perhatian pemerintah terutama otoritas moneter karena kestabilan nilai tukar dapat mempengaruhi performa perekonomian negara. Salah satu cermin untuk melihat kestabilan nilai tukar terhadap barang dan jasa adalah dari tingkat inflasi. Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus menerus selama suatu periode tertentu (Nopirin, 1987:25). Terjadinya inflasi dapat menyebabkan nilai riil mata uang menurun (daya beli uang menurun) serta dapat mengguncang kestabilan perekonomian nasional apabila inflasi tinggi dan terjadi terus-menerus.

Gambar1.2. Tingkat Inflasi Indonesia dan USA Tahun 2007-2017

Selisih tingkat inflasi di Indonesia dan Amerika Serikat cukup besar, jika di rata-ratakan mencapai 3,73%. Tingkat inflasi di Indonesia cenderung berfluktuasi lebih dari 2% dan tingkat tertinggi pada tahun 2008 mencapai 9,78% menjadi 3,53%

pada tahun 2016 menjadi tingkat inflasi terendah pada periode 2010-2016. Berbeda dengan tingkat inflasi Amerika Serikat yang cenderung stabil dan fluktuasinya tidak melebihi 1,5%.

6.4 10.2

4.3 5.1 5.3

4.2

6.4 6.3 6.3

3.5 3.8 2.8

3.8

-0.3 1.6

3.1

2 1.4 1.6

0.1 1.2

2.1

-2.0 0.0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0 12.0

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Tingkat Inflasi (%)

Tahun Indonesia USA

Sumber: World Bank 2017, diolah 2018

I I t I . II I , I I - I . 1 1

• •

(20)

4

Menurut Bank Indonesia (1999), kestabilan inflasi merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat:

 Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin.

 Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.

Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

 Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah.

Dari penjelasan tersebut menjelaskan bahwa inflasi yang tinggi, terlalu fluktuatif (tidak stabil) dan tingkat inflasi yang rendah pada akhirnya dapat mempengaruhi nilai tukar Rupiah. Poin pertama, inflasi tinggi menyebabkan pendapatan riil masyarakat berkurang, sehingga daya beli masyarakat turun.

Tentunya hal ini berdampak pada sektor riil dan mempengaruhi permintaan agregat.

Poin kedua, inflasi tidak stabil menciptakan ketidakpastian bagi para pelaku

(21)

5

ekonomi, baik produsen, konsumen dan investor. Yang menjadi fokus dari poin ini adalah produsen dan investor dimana inflasi tidak stabil mempengaruhi produktivitas produsen serta minat investor untuk berinvestasi, terutama investor asing yang sangat sentimen dengan hal-hal seperti ini yang akhirnya mempengaruhi arus modal. Dan poin ketiga, apabila tingkat inflasi domestik lebih tinggi daripada tingkat inflasi negara tetangga, maka tingkat bunga riil akan naik, mempengaruhi biaya produksi (cost of production) sehingga mempengaruhi kekompetitifan harga barang domestik barang domestik sehingga preferensi konsumen untuk mengkonsumsi produk domestik akan kalah bersaing dengan produk luar negeri.

Dampak luasnya akan mempengaruhi net export dan cadangan devisa.

Batiz dan Batiz dalam Machpudin (2013:229) menyatakan neraca pembayaran merupakan suatu catatan atas semua transaksi antara penduduk domestik dan warga negara asing untuk periode tertentu, biasanya satu tahun.pencatatan dilakukan dengan system double entry book keeping yaitu dengan menggunakan debit dan kredit.

Neraca pembayaran tidak hanya mencatat perdagangan barang dan jasa, transaksi berbagai macam instrumen keuangan juga ikut tercatat dalam satu periode tersebut. Sehingga neraca pembayaran lebih kompleks ketimbang neraca perdagangan. Dalam neraca perdagangan terdapat tiga komponen, yaitu neraca transaksi berjalan, neraca finansial dan neraca modal. Neraca transaksi berjalan mencatat transaksi kegiatan sektor riil seperti kegiatan ekspor impor barang dan jasa, neraca finansial mencatat transaksi investasi langsung, investasi portofolio dan investasi lainnya di luar cadangan devisa dan terakhir neraca modal mencatat transaksi transfer modal.

(22)

6

Tabel 1.1.Neraca Pembayaran Indonesia 2007-2017

Tahun BOP (Juta US$)

Perubahan (Juta US$)

Perubahan (%) 2007

2008 2009 2010

12715.40 -1944.67 12505.90 30343.10

-1795.26 -14660.10 14450.54 17837.23

-0.12 -1.15 -7.43 1.43

2011 11856.61 -18486.49 -0.61

2012 215.12 -11641.49 -0.98

2013 -7324.73 -7539.85 -35.05

2014 15248.59 22573.32 -3.08

2015 -1098.05 -16346.64 -1.07

2016 12088.87 13186.92 -12.01

2017 11586.04 -502.83 -0.04

Sumber: Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia 2017, diolah 2018

Neraca pembayaran Indonesia tahun 2007-2009 mengalami surplus dan defisit, 2010-2012 berada dalam keadaan surplus, akan tetapi trendnya selalu menurun hingga pada 2013 mengalami defisit US$7,3 miliar. Hal ini disebabkan oleh neraca transaksi modal dan finansial (capital and financial account) terjadi defisit karena bank sentral memperbesar pasokan valuta asing (valas) untuk pembayaran impor minyak dari perbankan domestik. Pada tahun 2015 neraca pembayaran Indonesia kembali mengalami defisit US$1,1 miliar karena adanya penurunan aliran masuk modal portofolio asing yang cukup signifikan disebabkan oleh tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Bila dilihat secara bersamaan antara Gambar 1.1 Gambar 1.2 dan Tabel 1.1 pada tahun 2013 saat neraca pembayaran defisit tinggi dan inflasi naik, nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar mengalami depresiasi. Dari penjelasan tersebut menarik untuk diteliti bagaimana neraca pembayaran dan inflasi bisa mempengaruhi nilai tukar untuk melihat apakah teori nilai tukar Mankiw berlaku di negara berkembang seperti Indonesia. Sehingga penulis mencoba untuk melihat pengaruh neraca

(23)

7

pembayaran dan rasio inflasi terhadap nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar melalui tulisan ini.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana pengaruh neraca pembayaran dan rasio inflasi Indonesia dengan Amerika Serikat terhadap nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar?

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

Hubungan pengaruh neraca pembayaran dan rasio inflasi Indonesia dengan Amerika Serikat terhadap nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan bacaan atau referensi yang berguna untuk menambah wawasan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi, khususnya jurusan Ekonomi Pembangunan. Serta untuk memperdalam dan pemahaman ilmu Ekonomi Pembangunan khususnya dalam hal menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar menurut teori nilai tukar Mankiw.

(24)

62

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Eatzaz dan Saima Ahmed Ali. 1999. Exchange Rate and Inflation Dynamics. The Pakistan Development Review, Vol. 38, No. 3 (Autumn 1999), pp. 235-251. 20 Agustus 2017.

Anonim. Krisis Ekonomi Global dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia. Publikasi BI, Outlook Ekonomi Indonesia 2009-2014. 2 Februari 2017.

Anonim. 2014. Nilai tukar rupiah terus merosot. BBC Indonesia. 2 Februari 2017.

Bank Indonesia. 1999. Pengenalan Inflasi.

Boediono. 1985. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 5 Ekonomi Moneter.

Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta

Currie, David dan Stephen Hall, 1986. The Exchange Rate and The Balance of Payments. National Institute Economic Review, No. 115 (February 1986), pp.

74-82. 23 Agustus 2017.

Deravi, keivan dkk. 1995. Exchange Rates and the Inflation Rate. Quarterly Journal of Business and Economics, Vol. 34, No. 1 (Winter, 1995), pp. 4254. 20 Agustus 2017.

Dornbusch, Rodigersch dkk. 2004. Macroecononic 9th, Mc Graw Hill.

Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ginting, Ari Mulianta. 2013. Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Ekspor Indonesia the Influence of Exchange Rate on Indonesia’s Exports Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, VOL.7 NO.1, JULI 2013

Gujarati, Damodar N. 1995. Basic Econometrics. Third Edition.Mc. Graw-Hill, Singapore.

Istiqomah. 2013. Pengaruh Inflasi Dan Investasi Terhadap Nilai Tukar Rupiah.

Signifikan Vol. 2 No. 1. 20 Agustus 2017.

Leonufna, Lucyana dkk. 2016. Analisis Pengaruh Neraca Pembayaran Internasional Terhadap Tingkat Kurs Rupiah/Dollar AS Melalui Cadangan Devisa Dalam Sistem Kurs Mengambang Bebas Di Indonesia Periode 1998.1 Sampai 2014.

Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 16 No. 02. 15 Agustus 2017.

Machpudin, Asep. 2013. Analisis Pengaruh Neraca Pembayaran Terhadap Nilai Tukar Rupiah (The Analysis of Balance Payment In. fluence on Rupiah’s Exchange Rate). Jurnal Dinamika Manajemen Vol. 1 No.3 Juli – September 2013

(25)

63

Machtra, Catona dan Fakhruddin. 2016. Analisis Efek Kebijakan Moneter Terhadap Output Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik. Volume 3 Nomor 1, Mei 2016. Universitas Syiah Kuala, Indonesia.

Mankiw, N. Gregory. 2007. Makroekonomi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Mishkin, Frederic S. 2008. Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan.

Jakarta: Salemba Empat

Nopirin. 1987. Ekonomi Moneter. Yogyakarta: BPFE

Puspitaningrum, Roshinta dkk. 2014. Pengaruh Tingkat Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Nilai Tukar Rupiah Studi Pada Bank Indonesia Periode Tahun 2003-2012. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol. 8 No. 1. 15 Agustus2017.

Roswita. 1994. Ekonomi Moneter Teori Masalah dan Kebijaksanaan. Palembang:

Universitas Sriwijaya.

Sarkar, Prabirjit. 2017. India's Balance of Payments and Exchange Rate Behaviour since 1971 A New Approach. Vol. 29, Issue No. 1-2, 01 Jan, 1994. 23 Agustus 2017.

Savosnick, K. M. 1950. National Income, Exchange Rates and the Balance of Trade. Economica, New Series, Vol. 17, No. 66 (May, 1950), pp. 188-195. 20 agustus 2017.

Sedyaningrum, Miranti dkk. 2016. Pengaruh Jumlah Nilai Ekspor, Impor Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Nilai Tukar Dan Daya Beli Masyarakat Di IndonesiaStudi Pada Bank Indonesia Periode Tahun 2006: IV-2015: III. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 34 No. 1. 15 Agustus 2017.

Teguh, Muhammad. Metodologi Penelitian Ekonomi Teori dan Aplikasi, Jakarta, Rajawali Press, 2005

Gambar

Gambar 1.1. Nilai Tukar Rupiah Terhadap US Dollar 2007-2017

Referensi

Dokumen terkait

Dari uraian latar belakang penelitian di atas maka dapat dirumuskan pokok- pokok permasalahan yang akan dilakukan pembahasan pada penelitian adalah Apakah ada

Koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 0.9985 berarti bahwa variabel GDP Indonesia, GDP Amerika, Ekspor Indonesia, Ekspor Amerika, Tingkat suku bunga deposito Indonesia, Tingkat

Penelitian ini akan menguji pengaruh variabel-variabel independen yang meliputi inflasi, Bank Indonesia rate , dan nilai tukar rupiah terhadap variabel dependen

Kerangka pikir dalam penelitian ini mengambarkan pengaruh selisih inflasi Indonesia dan Thailand terhadap kurs Rp/BHT, Untuk mengujinya mengunakan analisis regresi

Titik A mencerminkan kita sebelumnya dimana tingkat inflasi pada suatu negara asal dan tingkat inflasi negara lain, menyebabkan apresiasi mata uang negara lain sebesar

a) Hasil pengujian secara simultan (Uji F) bahwa tingkat suku bunga bi rate, jumlah uang beredar dan neraca pembayaran secara bersama-sama berpengaruh signifikan

Begitu juga dengan Bank Indonesia yang menyatakan bahwa tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik

iii PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, INFLASI, DAN PENDAPATAN MASYARAKAT TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR OTOMOTIF DAN KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN