• Tidak ada hasil yang ditemukan

GENETIKA Mudawamah Fapet UNISMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GENETIKA Mudawamah Fapet UNISMA"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

GENETIKA Mudawamah

Fapet UNISMA

(2)

Genetika berasal dari kata Yunani yaitu genno atau melahirkan.

Beberapa pengertian ilmu genetika adalah:

1) ilmu yang mempelajari tentang

pewarisan sifat dari tetua ke keturunannya dan variasi sifatnya;

2) ilmu tentang gen.

(3)

•  Tidak ada individu yang sama, bahkan individu kembar ada yg lebih tinggi, lebih gemuk atau lebih cepat pertumbuhannya.

•  Ada dua faktor utama yg menyebabkan perbedaan individu yi:

1.  Lingkungan

2.  Genetik (sebagai blue print makhluk

hidup).

(4)

kembar

•  Ada 2 macam:

•  Kembar identik (identical twins)à berasal dari satu telur dan satu sperma terbentuk embrio à membelah menjadi duaà

kembar (jenis kelamin dan genetik sama)

•  Kembar fraternalà berasal dari telur dan sperma yang berbeda (krn sel telur yg umumnya matang satu ternyata matang dua) à 2 embrio berkembang pd wkt yg samaà kembar (jenis kelamin bisa sama/beda, genetik berbeda krn berasal dari telur & sperma yg berbeda)

(5)

Rumus:

P = G + E

P = phenotype= ekspresi dari genetik dan lingkungan

G = genotype = susunan gen yang dimiliki individu

E = environment = lingkungan

(6)

Peranan genetika

•  Menghasilkan keturunan yg seragam

•  Konservasi/pelestarian makhluk hidup

•  Bibit unggul

•  Memenuhi kebutuhan manusia dengan

jumlah dan kualitas yang diinginkan

(7)

Peran genetika di dunia

peternakan

(8)

It is believed that all modern

domestic cattle evolved from a single ancestor , the Aurochs, which is now extinct.

Photo courtesy of Wikipedia.

semua ternak domestik modern diyakini berevolusi dari

nenek moyang tunggal, Aurochs, yang

sekarang sudah punah.

(9)

SAPI TX LONGHORN Angus (tdk

bertanduk

(10)

Brahman x angus à brangus

(11)
(12)
(13)

Specialized Animals

•  Cattle

–   Dairy , not selected for meat quality –   Beef , not selected for milk quality

•  Chickens

–   Layers , not selected for meat yield –   Broilers , not selected for egg yield

•  Global use of improved varieties

(14)

AYAM BROILER

PERTUMBUHAN LAMBAT

PERTUMBUHAN CEPAT

(15)

Reference

(16)

SELAMAT BELAJAR

(17)

Pewarisan Sifat

§  ilmu pengetahuan yang mempelajari pewarisan sifat disebut genetika

§  Hukum pewarisan sifat atau hukum

genetika diperkenalkan pertama kali oleh Gregor Johann Mendel yang dikenal

dengan hukum I Mendel dan hukum II Mendel.

§  Dari penemuannya ini, Mendel

dikukuhkan sebagai Bapak Genetika.

(18)

PEWARISAN SIFAT

§  Mendel mengamati melalui penyilangan kacang kapri (ercis / Pisum sativum ).

§  Karena alasan :

Memiliki banyak varietas (warna bunga, bentuk biji, warna biji, mengadakan

penyerbukan sendiri, dalam setiap

bunganya terdapat serbuk sari dan kepala putik).

Dalam genetika teori mendel sangat penting dan menjadi dasar dalam memahami

genetika.

(19)

Kacang ercis ( Pisum sativum )

§  Variasi kacang ercis

(20)

Kacang ercis ( Pisum sativum )

§  Bentuk bunga. §  Bentuk biji.

(21)

Kacang ercis ( Pisum sativum )

(22)

Kacang ercis ( Pisum sativum )

§  Bunga ercis.

(23)

HUKUM PEWARISAN SIFAT

Hukum Mendel I

Pada waktu pembentukan gamet terjadi pemisahan (segregasi) alel secara bebas dari diploid (2n) menjadi haploid (n). Contoh sederhana kalau ada individu

mempunyai genotipe suatu sifat Aa maka gamet yang dihasilkan adalah gamet A dan gamet a

Hukum Mendel II

Pada waktu pembentukan gamet, alel-alel berbeda yang telah bersegregasi bebas akan bergabung secara bebas membentuk genotip dengan kombinasi-kombinasi alel yang berbeda.

Secara ringkas hkm mendel ke-2 bahwa ada pertemuan secara acak antara gamet jantan dan betina

Bab 5 Pola-Pola Hereditas

(24)

Dominan (dominan penuh) dan resesif

Individu genotipe heterosigot (BB) dan homosigot dominan (Ab) mempunyai fenotipe yang sama

(25)

Pewarisan Sifat dominan &

resesif

R r

r Rr rr

r Rr rr

Feno(pe

Kucing Geno'pe Keterangan

Coklat RR Homosigot dominan Rr heterosigot

Abu-abu rr Hhomosigot resesif Simbol gen dominan huruf besar dan gen

resesif huruf kecil

Catatan:

(26)

Dominan tidak sempurna (kodominan)

Individu genotipe heterosigot mempunyai fenotipe yang berbeda dengan homosigot

Variasi Sapi roan

(27)

Pewarisan Sifat Kodominan

R r

r Rr rr

r Rr rr

Feno(pe Geno'pe Keterangan

Red/merah RR homosigot

Roan RW heterosigot

Putih WW hhomosigot

Khusus sifat kodominan simbol gen ditulis dengan huruf yang berbeda tapi huruf besar

semua atau dengan cara pada slide berikut

Catatan:

(28)

Kodominan pada ayam

blue Andalusia

(29)

Persilangan— Kodominan

(30)

Back cross/silang balik

§  Pengertian ada 2:

1)   Persilangan yang merupakan kebalikan dari semula

2)   persilangan antara F1 (filial 1) atau

keturunan pertama dengan salah satu tetuanya.

Contoh pengertian 1):

Jantan roan x betina black maka back

crossnya adalah jantan black x betina roan

(31)

contoh back cross 2)

Contoh persilangan antara jantan ayam pelung dengan betina ayam broliler dan dihasilkan turunan pertama (F1) ---dilakukan back cross berarti

F1 disilangkan lagi dengan tetua pelung atau F1 disilangkan lagi dengan tetua broiler

(32)

Materi Genetik

Materi genetik memegang peranan penting dalam proses pewarisan sifat.

Warna kulit, bentuk telinga, atau bahkan jenis penyakit yang kamu miliki tidak serta- merta hadir di dalam tubuh kamu. Materi genetik dari pejantan dan induk akan bergabung dalam proses fertilisasi. Oleh karena adanya penggabungan materi genetik inilah pada dirimu muncul karakteristik yang mirip dengan pejantan dan karakteristik yang mirip dengan induk. Materi genetik tersebut yaitu, kromososm, gen, DNA, dan RNA.

A.Kromosom Kromosom terdapat di dalam nukleus berupa benda-benda halus berbentuk lurus atau bengkok. Nama kromosom pertama kali diberikan oleh Waldeyer (1888) berasal dari kata chroma artinya warna dan soma artinya tubuh. Jadi, kromosom dapat diartikan sebagai badan yang mudah menyerap zat warna. Bahan yang menyusun kromosom yaitu kromatin sehingga sering disebut benang kromatin.

Gambar 1. Kromosom (ukurannya sebelah kiri dan bagian-bagiannya sebelah kanan)

Kromosom merupakan badan berbentuk batang atau bengkok, mulai tampak pada saat sel akan membelah dan selama proses pembelahan. Kromosom tampak jelas pada fase pembelahan metafase karena kromosom berjajar di bidang ekuator. Ukuran kromosom dalam sebuah sel tidak pernah sama. Panjangnya 0,2–50 μ dan diameternya 0,2–20 μ. Di dalam sel tubuh, kromosom biasanya berpasangan.

Kromosom memiliki beberapa fungsi, sebagai berikut:

a.Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan materi genetik.

Materi genetik inilah yang akan menentukan sifat dan kekhasan setiap individu.

b. Menentukan jenis kelamin.

Terdapat dua jenis kromosom yaitu X dan Y. Apabila kromosom embrio XX, maka ia akan terlahir sebagai betina. Sedangkan jika kromosomnya XY maka ia terlahir sebagai pejantan.

c. Berperan penting dalam proses transkripsi DNA untuk melakukan sintesis protein.

Ini dikarenakan kromosom lah yang membawa materi genetik seperti DNA.

d. Berperan dalam proses pembelahan sel dan memastikan masing-masing sel yang telah membelah mendapatkan gen yang sama.

Sepasang kromosom merupakan homolog sesamanya, artinya keduanya mempunyai bentuk yang sama dan lokus gen-gen yang bersesuaian.

Secara umum, sebuah kromosom terdiri atas bagian-bagian, yaitu:

(33)

a. Kromonema berupa pita spiral yang terdapat penebalan.

b. Kromomer merupakan penebalan-penebalan pada kromonema. Di dalam kromomer terdapat protein yang mengandung molekul DNA. Beberapa DNA bergabung membentuk gen yang berfungsi sebagai pembawa bagian sifat keturunan dan menempati suatu bagian yang disebut sebagai lokus gen.

c. Sentromer merupakan bagian kromosom yang menyempit dan tampak lebih terang.

Bagian ini tidak mengandung gen dan merupakan tempat melekatnya benang spindel.

d. Lekukan kedua berperan dalam pembentukan nucleolus (anak inti sel).

e. Telomer merupakan bagian ujung-ujung kromosom yang menghalang-halangi bersambungnya ujung kromosom yang satu dengan kromosom yang lain. f. Satelit yaitu suatu tambahan atau tonjolan yang terdapat pada ujung kromosom. Tidak semua kromosom mempunyai satelit. Berdasarkan bentuknya, kromosom digolongkan menjadi enam macam, yaitu: Bentuk bulat, bentuk batang, bentuk cerutu, bentuk huruf V, bentuk koma, dan bentuk huruf L

Letak Sentromer. Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibedakan menjadi empat macam, yaitu metasentris, submetasentris, akrosentris, dan telosentris.

a. Metasentris, sentromer terletak di tengah-tengah kromosom sehingga kromosom berbentuk seperti huruf V.

b. Submetasentris, sentromer terletak submedian atau kirakira ke arah salah satu ujung kromosom. Bentuk kromosom seperti huruf J.

c. Akrosentris, sentromer terletak pada subterminal atau di dekat ujung kromosom.

Satu lengan kromosom sangat pendek dan satu lengan lainnya sangat panjang. Bentuk kromosom lurus atau seperti batang.

d. Telosentris, sentromer terletak pada ujung kromosom. Kromosom hanya memiliki satu lengan saja. Pada setiap sel tubuh, kromosom selalu dalam keadaan berpasangan.

Kromosom yang berpasangan mempunyai bentuk, ukuran, dan komposisi sama atau hampir sama disebut kromosom homolog.

Jumlah dan Macam Kromosom.

Istilah jumlah kromosom disebut ploid atau set, perangkat atau genom. Dalam sel tubuh setiap kromosom terdapat berpasangan, berarti terdiri 2 set sehingga disebut diploid (2n). Sebaliknya, pada sel gamet satu sel kelamin memiliki kromosom tidak berpasangan, berarti terdapat satu set kromosom sehingga disebut haploid.

Pada dasarnya kromosom semua organisme mempunyai dua tipe, yaitu autosom dan kromosom kelamin (seks kromosom = gonosom). Autosom merupakan kromosom yang tidak mempunyai hubungan dengan penentuan jenis kelamin. Sedangkan Kromosom kelamin atau seks kromosom merupakan sepasang kromosom yang menentukan jenis kelamin. Ada dua macam seks kromosom, yaitu kromosom-X dan kromosom-Y.

B.Gen

Gen merupakan unit fungsional terkecil materi genetik. Gen terdapat dalam setiap lokus yang khas pada kromosom. Gen adalah substansi genetik terkecil yang terdiri atas sepenggal DNA yang menentukan sifat individu melalui pembentukan polipeptida. Jadi, gen berperan penting dalam mengontrol sifat-sifat individu yang diturunkan.

Gen-gen yang ada dalam kromosom tidak memiliki batas-batas yang jelas. Walaupun demikian, gen-gen dapat diumpamakan dalam satu deretan berurutan dan teratur pada benang kromosom. Setiap gen dalam kromosom dimulai dari kodon AUG (start)

(34)

disebut pula sebagai kodon permulaan, karena memulai sintesis polipeptida. Kodon UGA, UAG, dan UAA disebut kodon tak bermakna (stop = tanda akhir dari suatu protein) karena kodon-kodon ini tidak mengkode asam amino. Setiap gen terletak pada suatu lokus. Gen memenuhi lokus suatu kromosom sebagai zarah kompak yang mengandung satuan informasi genetik dan mengatur sifat-sifat menurun tertentu. Pada kenyataannya, batas-batas lokus satu sama lain tidak seperti kotak dan gen itu sendiri masing-masing tidak kompak seperti butir-butir kelereng. Setiap gen pada organisme mengendalikan produksi suatu enzim khusus. Enzim-enzim itu akan melakukan semua kegiatan metabolism organisme tersebut sehingga mengakibatkan perkembangan suatu struktur dan fisiologi yang khas, yaitu fenotipe organisme tersebut.

Gen memiliki beberapa fungsi, antara lain:

a. Sebagai unit fungsional (tidak bisa dilihat dibawah mikroskop tetapi dilihat dari fungsi/perannya) terkecil pewarisan sifat yang ada pada kromosom.

b. Menyampaikan informasi genetik dari induk kepada keturunannya.

c. Mengatur proses metabolisme dan perkembangan.

C.DNA

DNA (Deoxyribonucleic Acid = Asam Deoksiribo Nukleat) Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa DNA adalah unit struktural (yang bisa dilihat dibawah mikroskop) terkecil pewarisan sifat, pembawa sebagian besar atau seluruh sifat-sifat genetik di dalam kromosom. DNA terdapat di dalam nukleus dan bersama senyawa protein membentuk nukleo protein. Selain di dalam nukleus, molekul DNA juga terdapat dalam mitokondria, plasmid, dan centriole/sentriol. DNA memiliki beberapa fungsi di antaranya membawa informasi genetik, membentuk RNA, dan mengontrol aktivitas sel baik secara langsung maupun tidak langsung. DNA juga berperan penting dalam proses sintesis protein.

Molekul DNA pertama kali diisolasi oleh F. Miescher pada tahun 1869 dari sel spermatozoa. Ia tidak dapat mengenali sifat zat kimia tersebut secara pasti, kemudian menyebutnya sebagai nuklein. Nuklein ini berupa senyawa kompleks yang mengandung unsur fosfor sangat tinggi. Nuklein selanjutnya dikenal sebagai gabungan asam nukleat dan protein sehingga sering disebut nukleoprotein. Dalam kedua jenis asam nukleat ini (DNA dan RNA) terdapat dua basa nitrogen yaitu purin dan pirimidin. Keduanya ditemukan oleh Fischer pada tahun 1880. Pada penelitian selanjutnya, Kossel menemukan dua jenis pirimidin, yaitu sitosin dan timin serta dua jenis purin, yaitu adenin dan guanin. Selain basa purin dan pirimidin, dalam asam nukleat Levine pada tahun 1990 mengenali gula berkarbon lima, yaitu ribose dan deoksiribosa. Ia juga menyatakan adanya asam fosfat dalam asam nukleat. W.T.

Atsbury merupakan orang pertama yang mengemukakan gagasan tentang struktur tiga dimensi DNA. Ia menyimpulkan bahwa DNA sangat padat, polinukleotida penyusunnya berupa timbunan nukleosida pipih yang teratur tegak lurus terhadap sumbu memanjang.

Susunan kimia DNA adalah sebuah makromolekul yang kompleks. Molekul DNA disusun oleh dua rantai polinukleotida yang amat panjang. Satu rantai polinukleotida terdiri atas rangkaian nukleotida. Sebuah nukleotida tersusun atas: a. Gugus gula deoksiribosa (gula dengan lima atom karbon atau pentosa) b. Gugus asam fosfat (fosfat terikat pada C kelima dari gula) c. Gugus basa nitrogen (gugus ini terikat pada C pertama dari gula) Basa nitrogen dapat digolongkan menjadi dua, yaitu basa purin dan basa pirimidin. Basa purin terdiri atas adenin (A) dan Guanin (G), sedangkan basa

(35)

pirimidin terdiri atas sitosin (S) dan timin (T). Rangkaian kimia antara deoksiribosa dengan purin dan pirimidin disebut nukleosida (deoksiribonukleosida). Nukleosida tersebut akan berikatan dengan fosfat membentuk nukleotida (deoksiribonukleotida).

Gabungan dari nukleotidanukleotida akan membentuk suatu DNA. Jadi, molekul DNA merupakan polimer panjang dari nukleotida yang dinamakan polinukleotida.

Replikasi DNA akan menghasilkan DNA baru. Ada tiga hipotesis yang menjelaskan terjadinya replikasi DNA. Hipotesis pertama menyatakan bahwa bentuk double helix DNA yang lama tetap dan langsung menghasilkan double helix yang baru disebut konservatif. Hipotesis kedua menyatakan double helix akan terputus-putus, selanjutnya segmen-segmen tersebut akan membentuk segmensegmen baru yang bergabung dengan segmen lama membentuk DNA baru. Hipotesis ini disebut dispersif. Hipotesis ketiga menyatakan dua pita spiral double helix memisahkan diri dan setiap pita tunggal mencetak pita pasangannya disebut semikonservatif.

D.RNA

RNA (Ribonucleic Acid = Asam Ribonukleat) RNA merupakan seutas benang tunggal yang tersusun molekul gula ribosa, gugus fosfat, dan asam nitrogen. Pada RNA tidak terdapat basa nitrogen timin (T), basa nitrogen timin ini pada RNA digantikan oleh basa nitrogen urasil. Struktur DNA yang heliks terbentuk karena adanya beberapa jenis ikatan kimia. Antara untai DNA diikat oleh ikatan hidrogen.

Gambar 11.6 (a) Struktur untai tunggal molekul RNA (b) Struktur kimia RNA Sumber: Dok. Kemdikbud Antara basa nitrogen dan gula diikat oleh ikatan glikosida, sedangkan antar nukleotida dihubungkan dengan ikatan fosfodiester. RNA hanya terdiri atas satu untai saja, sehingga struktur RNA tidak membentuk helix ganda.

Berbeda halnya dengan DNA yang terletak dalam nukleus, RNA banyak terdapat dalam sitoplasma terutama ribosom walaupun ada pula beberapa di antaranya dalam nukleus. Dalam sitoplasma, kadar RNA berubah-ubah. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas sintetis protein. Ketika suatu protein akan disintetis, kandungan RNA dalam sel meningkat begitu pula sebaliknya.

Berdasarkan letak dan fungsinya, RNA dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

a. RNA duta (RNA-d) atau m RNA RNA duta adalah RNA yang menjadi model cetakan dalam proses penyusunan asam amino pada rantai polipeptida atau sintesis protein. Disebut RNA duta, karena molekul ini merupakan penghubung DNA dengan protein dan membawa pesan berupa informasi genetik dari DNA untuk membentuk protein. Informasi genetik berupa urutan basa N pada RNA duta yang memesan suatu asam amino yang disebut kodon. Penyusunan rantai polipeptida tergantung dari urutan kodon pada RNA duta. Urutan kodon pada RNA-d yang dicetak DNA tergantung pada macam protein yang akan disintesis.

b. RNA ribosom (RNA-r) RNA-r yaitu RNA yang terdapat dalam sitoplasma tepatnya di ribosom dan berfungsi mengatur dalam proses sintesis protein. RNA-r dapat mencapai 80% dari jumlah RNA sel. Molekul rRNA berupa pita tunggal tidak bercabang dan fleksibel.

c. RNA transfer (RNA-t) RNA-t mempunyai fungsi menerjemahkan kodon yang terdapat pada RNA-d menjadi satu jenis asam amino. Kemampuan menerjemahkan ini, disebabkan oleh adanya anti kodon yang merupakan komplemen dari kodon RNA-d. RNA-t juga berfungsi mengangkut asam amino ke permukaan ribosom pada saat translasi. Translasi adalah penerjemahan urutan nukleotida. RNA-d menjadi urutan asam amino polipeptida.

(36)

Perbedaan secara umum DNA dan RNA : DNA

1. Ditemukan dalam nucleus yaitu dalam kromosom, mitokonria, dan kloroplas.

2. Berupa rantai panjang dan ganda (double helix).

3. Fungsinya berhubungan erat dengan penurunan sifat dan sintesis protein.

4. Kadarnya tidak dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein.

5.Basa nitrogen terdiri atas purin: adenine (A) dan guanine (G), pirimidin: timin (T) dan sitosin (C).

6. Komponen gulanya deoksiribosa, yaitu ribose yang kehilangan satu atom oksigen pada atom C

RNA

1. Ditemukan dalam sitoplasma, terutama dalam ribosom dan juga dalam nucleus.

2. Berupa rantai pendek dan tunggal.

3. Fungsinya berhubungan erat dengan sintesis protein.

4. Kadarnya dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein.

5. Basa nitrogen terdiri atas purin: adenine (A) dan guanine (G), pirimidin: urasil (U) dan sitosin (C).

6. Komponen gulanya D-ribosa (pentose).

(37)

UJI KHI KUADRAT (Chi Square)

• PERBANDINGAN FENOTIP ATAU GENOTIP MENURUT HUKUM MENDEL JUMLAHNYA SUDAH TERTENTU

• JUMLAH KETURUNAN DARI SUATU

PERKAWINAN TIDAK SELALU HABIS DIBAGI SESUAI PERBANDINGAN HUKUM MENDEL

• PERLU DIUJI APAKAH HASIL TERSEBUT

SESUAI DENGAN HUKUM MENDEL ATAUKAH

TIDAK

(38)

X 2 (chi-square)

• JUMLAH YANG NYATA (OBSERVED) ATAU HASIL PENGAMATAN

• JUMLAH MENURUT HUKUM MENDEL (observed)

• X

2

= Nilai khi- kuadrat

• 0: observed(nilai hasil penelitian)

• E: expected (nilai yang diharapkan)

E

E X O

2

2 ( )

(39)

Tabel X2

(40)

Monohibrida dan chi-square

Seorang peternak menyilangkan ayam jantan dengan feno3pe jengger rose heterosigot dengan ayam be3na feno3pe jengger single diperoleh jumlah anak sebanyak 100 ekor, pertanyaan:

1) tentukan geno3pe tetua jantan dan be3na;

2) buat skema punnet square;

3) tentukan perbandingan feno3pe anak-anaknya;

4) secara teori harusnya jumlah anak rose dan single berapa ? Jika jumlah 100 ekor?

5) hasil peneli3an anak berfeno3pe rose 70 ekor dan single 30 ekor, uji dengan xhi-square apakah hasil peneli3an sesuai dengan teori yang ada.

jawaban nomor 1): Rose dominan dan single resesif maka RR dan Rr adalah rose dan rr adalah single

Geno3pe tetua jantan rose heterosigot adalah Rr geno3pe be3na rose adalah Rr

(41)

Jawaban 2) Punnet square Rr x Rr

R r

r Rr rr

r Rr rr

Gamet be5na

jantan

R r

R RR (rose) Rr (single)

r Rr (rose) rr (single)

Perbandingan feno3pe anak= rose: single= 3:1 Perbandingan geno3pe anak= RR: Rr : rr =1: 2: 1 Jawaban soal nomor 3:

(42)

Jawaban nomor 4

jika jumlah 100 ekor, secara teori berapa anak berfeno3pe rose dan berapa anak yang berfeno3pe single?

karena perbandingan feno3pe hasil persilangan dari jawaban no 3 adalah

= rose: single= 3:1

Maka jumlah ayam secara teori:

ayam berjengger rose = 3/(3+1) x 100 ekor = 3/4 x 100 = 75 ekor

ayam berjengger single = 1/(3+1) x 100 ekor = 1/4 x 100 = 25 ekor

(43)

Chi-square (X 2 )

•  Nilai Expected = E => nilai teori dari rasio punnet square

Rose = 3/(3+1) x 100 = 75 ekor

Single = 1/(3+1) x 100 = 25 ekor Nilai observasi = O => observa3on = (nilai lapangan)

Rose 70 dan single = 100-70= 30 ekor

Nil O E (O-E)2/E

X2 tabel(db, ἀ) = X2 tabel(db, 0,05)= 3,8415 = 3,814à ἀ=5ngkat kesalahan 5%

=0,05 (sudah aturan internasional) ---X2 tabel lihat di slide 7 df=degree of freedom= db= derajat bebas=sumber keragaman-1

Jika X2hit < X2 tab=> tdk berbeda nyata è pewarisan sifat hasil peneli5an sesuai dengan teori yaitu rose dominan dan single resesif

Dari soal poin 5 hasil lapangan ayam rose heterosigot dengan ayam single dan diperoleh anak 75 ekor rose dan 30 ekor

single

(44)

•  Geno3pe tetua jantan Rr dan be3na Rr

•  Punnet square

•  Perbandingan feno3pe anak-2= Rose:single= 3:1

R r

R RR (rose) Rr (rose)

r Rr (rose) rr (single)

SK

(sumb.Keragaman)

O E (O-E)2/E

Rose 70 3/(3+1)x100=75 =(70-75)2/75=0,33

single 30 1/(3+1)x100=25 =(30-25)2/25=1

Total 100 100 X2hit=1,33

X2tabel (1, 0.05) = 3,8451 ar3nya 3dak berbeda nyata karena X2hitung < X2 tabel

(45)

d. X2 hitung = 1,33 vs X2 tabel = 3,84 X2 hitung < X2 tabel

berar3 hasil persilangan yang dilakukan

peternak sesuai dengan teori yang ada (3dak

berbeda nyata) ar3nya rose bersifat dominan

dan single bersifat resesif.

(46)

Tabel chi- square

(X 2 )

Df=degree of freedom=

derajat bebas = db

X2 0,05= 3ngkat kesalahan 5 %

(47)

Contoh soal Ayam

•  Seorang peternak menyilangkan ayam hitam (HH) dan abu-abu (blue andalusian/Hh) serta pu3h

(hh). Jantan BA (blue andalusian) disilangkan dengan be3na BA, pertanyaan: 1) tentukan

geno3pe tetua jantan dan be3na; 2) buat skema punnet square; 3) tentukan perbandingan

feno3pe anak-anaknya; 4) jika jumlah anak

berfeno3pe hitam 30 ekor, BA 32 ekor serta pu3h 29 ekor? Uji dengan X2 apakah hasil peneli3an

pola pewarisannya sesuai dngan teori yang ada yaitu hitam, BA dan pu3h bersifat intermediate/

dominan 3dak lengkap.

(48)

•  Geno3pe tetua jantan Hh dan be3na Hh

•  Punnet square

•  Perbandingan feno3pe anak-2= hitam: BA: pu3h = 1: 2:1

H h

H HH (hitam) Hh (BA)

h Hh (BA) Hh (pu3h)

SK

(sumb.Keragaman)

O E (O-E)2/E

Hitam 30 1/(1+2+1)x91=22.75 =(30-22,75)2/22.75=2.31

BA 32 2/(1+2+1)x91=45.5 =(32-45.5)2/45.5=4.01

Pu3h 29 1/(1+2+1)x91=22.75 =(29-22.75)2/22.75=1.72

Total 91 91 X2hit=8.03

X2tabel (2, 0.05) = 5,99 ar3nya berbeda nyata atau X2tabel (2, 0.01)= 9,21 sgt nyata

(49)

Pedigree pada ternak

(50)

Difinisi Pedigree:

pedigree atau silsilah adalah

gambaran secara berurutan keluarga

Pedigree umumnya digambarkan

dalam bentuk skema dan simbol

(51)

Simbol Pedigree 1

Jantan be(na

I P

F1

I P

F1

= keturunan/generasi ke-1

= parent = tetua

= filial I atau keterunan pertama

(52)

Simbol Pedigree 2

(53)

Aplikasi pedigree pada ternak dengan

monohibrida persilangan sapi polos heterosigot (Aa) sesamanya, diketahui sapi polos dominan dan belang resesif

3 polos

1 belang

AA polos

Aa polos AA

polos

aa belang

(54)

Pedigree pada ternak

(55)

1 2

1

2 3

2 3 II

I

III

Latihan soal : pada sapi polos tanpa warna sedangkan belang dengan warna abu-abu, tentukan genotipe dari I.1, II.2 dan II.3

aa

aa aa

(56)

1 2

1

2 3 5

2 3 II

I

III

Jawab:

genotipe I.1 = AA (karena anaknya semua polos) genotipe II.2 = Aa

genotipe II.3 =Aa (karena anaknya ada aa (III.3 dan III.4)

aa

Aa

1 2

Aa

aa aa

Aa atau AA

Soal 1: tentukan genotipe dari I.1 dan

I.2 (sebelah kanan), II.1, III.2, III.5

(57)

Soal 2) tolong tentukan genotipe semua generasi dari pedigree ini jika warna ungu muda adalah sapi polos (AA atau Aa) dan warna ungu tua adalah sapi

belang (aa)

Contoh jawaban: Genotipe generasi I untuk jantan adalah AA dan betina Aa atau dibalik jantan Aa dan betina AA karena kalau AA semua generasi ketiga ada aa

(58)

Soal 3) tolong tentukan geno(pe semua generasi dari

pedigree ini jika warna ungu tua adalah sapi polos (AA

atau Aa) dan warna ungu muda adalah sapi belang (aa)

Tolong teli( pada soal 3) ungu tua sapi polos

(59)

DIHIBRIDA

• HIBRID: PERSILANGAN DUA INDIVIDU YANG MENGHASILKAN SIFAT BEDA

• DI HIBRIDA : PERSILANGAN ANTARA DUA

INDIVIDU YANG MENGHASILKAN DUA SIFAT

BEDA

(60)

CONTOH

• SAPI  SIFAT YANG DIPERHATIKAN 2 SIFAT (WARNA KULIT &

TANDUK)

• P = G + L  difinisi P (phenotype, genotype, Lingkungan)

FENOTIPE GENOTIPE GAMET

WARNA KULIT

HITAM (dominan) HH Hh

2 H H dan h

COKLAT (resesif) hh 2 h

Tanduk

Tidak bertanduk (dominan)

TT Tt

2 T T dan t

Bertanduk (resesif) tt 2t

(61)

Sifat pada Sapi

(62)

CONTOH

• SAPI hitam, tidak bertanduk heterosigot disilangkan dengan sapi coklat bertanduk

HhTt x hhtt

gamet HhTt  HT , Ht, hT , ht

gamet hhtt  ht, ht, ht, ht  4 ht

(63)

CONTOH

gamet HhTt  HT, Ht, hT, ht

gamet hhtt  ht, ht, ht, ht  4 ht

4 ht Fenotipe

HT 4 HhTt Hitam tidak bertanduk

Ht 4 Hhtt Hitam bertanduk

hT 4 hhTt Coklat tidak bertanduk

ht 4 hhtt Coklat bertanduk

Perbandingan fenotipe F1= HTB : HB: CTB: CB= 4:4:4:4=1:1:1:1

(64)

Sapi

• .

Keterangan Sifat Alel

Tanduk Tidak Bertanduk T

Bertanduk t

Warna Kulit Hitam H

Coklat h

Fenotipe Genotipe

Hitam Tdk bertnd HhTt HHTT HHTt HhTT

Hitam Bertanduk HHtt Hhtt

Coklat tdk bertanduk hhTt hhTT

Coklat bertanduk hhtt

(65)

Soal 1

1. Seorang peternak melakukan test cross sapi tidak bertanduk hitam. Diperoleh keturunan sebagai berikut:

Sapi tidak bertanduk hitam, tidak bertanduk coklat, bertanduk hitam dan bertanduk coklat.

a. Tentukan perbandingan fenotipe hasil persilangan anak-anaknya

b. Bagaimana genotipe sapi yang dimiliki peternak tersebut?

Buktikan dg diagram persilangan

(66)

Soal 2

1. Seorang peternak melakukan test cross sapi kaki cloven hoved dan berambut coklat.

Diperoleh keturunan sebagai berikut:

Sapi Kaki cloven hoved hitam, kaki cloven hoved coklat.

a. Tentukan perbandingan fenotipe hasil persilangan anak-anaknya

b. Bagaimana genotipe sapi yang dimiliki peternak tersebut?

Buktikan dg diagram persilangan

(67)

Tugas

• Kirim email [email protected]

• Nama file genetikakelasa_P2_NPM….

(68)

Pengamatan DNA

(69)

DNA?

DNA adalah asam nukleat yang

mengandung materi gene5k dan

berfungsi untuk mengatur

perkembangan biologis seluruh bentuk kehidupan secara seluler. DNA terdapat pada

nukleus,

mi5kondria, dan kloroplas.

(70)

Tahapan

•  Pengambilan sampel à darah atau jaringan tubuh makhluk hidup

•  Isolasi DNA

•  Pengamatan DNA melalui RFLP, PCR, RAPD,

mikrosatelite, AFLP

(71)

AFLP

Amplified Fragment Length Polymorphism

P o l i m o r fi s m e p a n j a n g f r a g m e n

teramplifikasi (bahasa inggris: Amplified

Fragment Length Polymorphism, AFLP)

adalah teknik dalam biologi molekuler

yang digunakan untuk penandaan gene5k

berbasis hasil amplifikasi (perbanyakan)

P C R t e r h a d a p p o t o n g a n - p o t o n g a n

(fragmen) DNA yang terbentuk akibat

ak5vitas enzim restriksi tertentu. Oleh

pembuatnya, AFLP dimaksudkan sebagai

salah satu alat untuk pengujian DNA.

(72)

Animal laboratory di bidang

Gene5ka

(73)

Animal laboratory

•  Animal laboratory adalah hewan coba yang sering digunakan untuk peneli5an di laboratorium

•  Syarat:

•  Tidak butuh ruang yang besar

•  Jumlah anak banyak

•  Pertumbuhan cepat (dewasa cepat)

•  Siklus hidup pendek

•  Mudah berkembang biak dengan perawatan yang sederhana

•  Kema5an rendah

(74)

Drosophila

(75)

Drosophila jantan & be5na

(76)

Siklus hidup

(77)

Mencit/5kus

(78)

Hamster/kelinci

(79)

Contoh Animal laboratory

•  Drosophila melanogaster (lalat buah)

•  Tikus pu5h

•  Kodok

•  Burung puyuh, kenari, dara

•  Kelinci

•  Hamster

(80)

Hasil riset hewan coba mencit

(81)

Riset dengan hewan coba mencit dan

5kus

(82)

Drosophila sbg hewan coba

(83)

Melakukan pemeliharaan drosophila liar di rumah dengan cara:

1. Memuat media

Dengan cara sebagai berikut:a. menumbuk pisang ambon dan tape dengan perbandingan 6:1; b) masukan hasil tumbukan kedalam botol kultur/gelas aqua kosong yang terbuka; c) memberi kertas saring atau kertas merang/kertas biasa polos dalam posisi miring di dalam botol untuk tempat menempel sel telur setelah drosophila berkembang biak;

2. Memelihara drosophila

a) membiarkan botol/gelas yang memuat media dalam keadaan terbuka di ruangan sampai drosophila liar masuk tetapi jangan dibiarkan lalat dan hewan lain masuk; e) amati kalau sudah ada drosophila jantan dan betina beberapa pasang maka tutup botol/gelas dengan kain kasa atau tisue beri karet/benang agar penutup tidak terbuka; f) amati perkembangan

drosophila selama 14 hari dan catat perkembangannya dengan mengisi Tabel berikut:

No Fase Tanggal/lama (hari) Perkiraan jumlah

1 Kawin ….. pasang

2 Telur

3 Larva

4 Pupa

5 Dewas

2. Membuat laporan praktek dengan urutan sebagai berikut:

1. Pendahuluan

2. Prosedur kerja praktek 3. Hasil dan Pembahasan 4. kesimpulan

5. Daftar Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Hasil kedalaman current rose pada kedalaman 100 meter s/d 250 meter kecepatan dan arah arus cenderung menuju ke selatan dan barat daya, hal ini dipengaruhi oleh

pada pertemuan yang akan datang yaitu mengenai Melaksanakan prinsip-prinsip keselamatan kerja pada program studi keahlian teknik grafika dan Menerapkan Standard Operating

UU Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuaransian (UU Asuransi), 11 Pebruari 1992, Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung

Bersihkan permukaan lantai vinyl dari debu / tanah / pasir, dengan menggunakan loby duster atau sapu ijuk. Larutkan obat Wax strip dengan air dengan perbandingan 1 : 4, basahi

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aqaid Al-Khamsina adalah Sifat- Sifat Allah Swt dan RasulNya yang berjumlah 50 yaitu 20 Sifat Wajib Allah, 20 Sifat Mustahil Allah,

Industri yang mengalami nilai total produktivitas yang negatif ketika tahun krisis adalah industri tembakau, tekstil, kulit dan barang dari kulit, kayu, karet,

kreativitas, menciptakan kondisi yang menyenangkan, menantang dan kontekstual; (3) penilaian berbasis kelas yang bersifat internal sebagai bagian dari proses

Puasa adalah bukan suatu bentuk syarat keagamaan saja di mana kalau tidak dilakukan akan mendapat ganjaran (dosa). Namun lebih dari itu, puasa tenyata juga bisa bermanfaat