METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Sejarah Singkat Perusahaan
Berdiri sejak tahun 1975 oleh keluarga Chu Sok Sam, dimana pada waktu itu hanya diproduksi kecap saja. Perusahaan ini memang dirintis dari perusahaan keluarga, segenap keluarga banyak yang ikut serta berperan dalam perkembangan perusahaan.
Kemudian dengan keberhasilan dalam produk kecap, dan dengan berkembangnya pangsa pasar, pada tahun 1978, perusahaan ini mulai memproduksi Syrup Squash dan Syrup Consentrates. Produk ini juga mengalami boming sejak di produksi hingga kini, apalagi waktu bulan puasa Lebaran dan Natal sampai menjelang datangnya Tahun Baru. Syrup ABC lebih dikenal di masyarakat kita ketimbang merk lainnya, sehingga dari segi positioning, merk ABC sudah menjadi brand image di benak konsumen.
Peran serta marketing dalam inovasi produk baru sangat besar kontribusinya pada perusahaan ini, sehingga dengan ide yang sekaligus mengetahui akan kebutuhan konsumen yang akan datang, maka secara cepat mengambil kesempatan yang ada dan tahun 1979, muncul produk baru yaitu produk Kecap ABC yang sampai sekarang menjadi primadona diantara banyak produk ABC yang ada. Seiring dengan adanya produk kecap, maka pada tahun 1980 di luncurkan produk baru lagi yaitu Tomato ABC.
Duet produk ini dipasaran sangat berarti bagi perusahaan, dimana pada waktu itu pula mulai banyak tumbuh fast food atau restoran cepat saji yang datangnya dari luar negeri seperti
24
KFC, CFC, Texas Fried Chicken, Hoka-Hoka Bento, kemudian disusul oleh pendatang baru yaitu Mc Donald/Mc D.
Pasar terus tumbuh dan berkembang seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi, dan tahun 1982 mulai di produksi minuman dalam kemasan kotak atau yang dikenal dengan minuman Tetrapack yang mengambil inovasi dari anak-anak muda yang baru gede/ABG, yang selalu ingin tampil beda. Produk ini juga mengalami boming, terutama pada anak-anak sekolah dan mahasiswa kampus. Jenis produk minuman dalam kemasan yang diproduksi pada waktu itu adalah Teh dan jenis minuman rasa buah. Itemnya seperti Teh Alam, Kacang Hijau, Kacang Hitam, Orange Juice, Mangga Juice, Sirsak, Leci, Apel dan lainnya. Produk susu dalam kemasan kotak juga sempat di produksi, sehingga variant produk ini benar-benar menambah kontribusi bagi kemajuan perusahaan ABC.
Perkembangan dunia bisnis menjelang era tahun 2000 semakin komplek dan penuh dengan persaingan yang semakin ketat, banyak perusahaan yang menjalin kemitraan dengan perusahaan sejenis untuk kemajuan dan persaingan perusahaannya dengan competitor.
Pebruari 1999, PT. Foods menjalin kerjasama dengan H.J. Heinz Company dan berdirilah yang namanya PT. Heinz ABC Indonesia. H.J. Heinz adalah perusahaan makanan yang terkenal, dimana berkedudukan di Negara Amerika Serikat. Pasarnya hampir ada di semua negara di dunia, produk yang dihasilkannya pun hampir sama dengan produk yang dihasilkan oleh ABC yaitu Souce dan Chili. Ciri khas produk yang dihasilkan dengan menggunakan logo Heinz ABC pada setiap kemasannya.
Hampir setelah lebih dari 32 tahun berdirinya banyak produk berkualitas yang dihasilkannya. PT. Heinz ABC Indonesia menjadi market leader di dalam empat produk besar yang dihasilkannya, yaitu :
1. Produk kecap
2. Produk syrup squash dan consentrate 3. Produk saus sambal dan
4. Produk saus tomato
Di samping pemasaran yang dilakukan dalam negeri, perusahaan ini juga melakukan eksport produknya di negara seperti Singapore, Malaysia, Australia, Arab Saudi, Holland, USA dan negara yang lain seperti : Japan, Taiwan, Hong Kong, New Zealand dllnya.
Di Indonesia perusahaan ini mempunyai dua pusat pendistribusian/gudang yang menjadi andalannya seperti : Wilayah Barat yaitu di Kalideres dan Wilayah Timur yaitu di Rungkut Surabaya. Dari kedua gudang inilah produk ABC di distribusikan ke seluruh wilayah Indonesia. Jumlah sales office yang ada semuanya berjumlah 25 yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan jumlah keseluruhan karyawan 992 orang dan jumlah kendaraan ada 379 buah yang setiap hari beroperasi.
3.2. Desain Penelitian
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh citra merek kecap ABC terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah metode penelitian kausal. Metode kausal yaitu penelitian untuk mengetahui pengaruh antara satu atau lebih variabel bebas (independent variable) terhadap variabel terikat (dependent variable). Dimana variabel independen adalah citra merek (brand image) dan variabel dependen adalah keputusan pembelian.
3.3. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap masalah penelitian yang masih harus dibuktikan kebenarannya, sehingga harus di uji secara empiris. Penulis menyusun suatu hipotesis yang akan dijadikan dugaan sementara dalam mengatasi permasalahan dalam penelitian. Pada penelitian ini penulis menghipotesiskan bahwa : “Diduga Citra Merek (Brand Image) kecap ABC memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian”.
Hipotesis dalam penelitian ini bila ditulis dalam bentuk statistik adalah sebagai berikut:
a. Ho : Tidak terdapat pengaruh antara citra merek kecap ABC terhadap keputusan pembelian.
b. Ha : Terdapat pengaruh antara citra merek kecap ABC terhadap keputusan pembelian.
3.4. Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya
Variabel-variabel penelitian pada dasarnya adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Definisi operasional variabel digunakan untuk memberikan gambaran dan juga penjelasan mengenai beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian kali ini yaitu :
Tabel 3.1
Operasional variabel X :
Variabel Dimensi Indikator
Citra Merek (Brand Image) Variabel X
1. Atribut 1. Persepsi kualitas 2. Prestisius
2. Manfaat 3. Kepuasan (manfaat fungsional) 4. Kebanggan (manfaat emosional) 3. Nilai 5. Nilai merek ( Brand value)
6. Citra merek
4. Budaya 7. Citra diri perusahaan
5. Kepribadian 8. Kepribadian konsumen (perilaku konsumen) 6. Pemakaian 9. Persepsi konsumen
10. Citra konsumen Sumber : Freedy Rangkuti (2004), Gramedia Pustaka Utama
Tabel 3.2
Operasional variabel Y :
Variabel Perilaku
1 Kecap ABC menjadi salah satu pilihan yang
dipertimbangkan dalam melakukan pembelian
2 Kecap ABC mudah dibeli dan dijumpai dimana saja
3 Berminat untuk mencoba kecap ABC setelah
mengetahui bahwa produk ini bervitamin dan berprotein
sehingga dapat dikonsumsi setiap saat
Keputusan Pembelian 4
Nilai merek yang diberikan menjadi pemikiran(Variabel Y)
konsumen dalam keputusan pembelian5 Jenis-jenis yang ditawarkan kecap ABC sudah sesuai dengan keinginan konsumen
6 Merasa cocok menggunakan kecap ABC dan tidak
berminat untuk mencoba produk lain
7 Kecap ABC menjadi pilihan pertama dalam
keputusan pembelian
8 Cita rasa yang diberikan menjadi pemikiran
dalam keputusan pembelian
9 Pesan iklan yang ditampilkan pada kecap ABC membuat
konsumen terpengaruh untuk mau membeli produk kecap ABC
10 Lebih kentalnya kecap ABC dibanding dengan kecap lain
membuat keputusan pembelian
Sumber : Bilson Simamora 2004
Variabel dan Pengukurannya
Variabel adalah sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai. Dalam penelitian ini terdapat 2 (dua) variabel yang akan dianalisis. Terdiri dari satu variabel bebas dan satu variabel terikat, yaitu :
1. Variabel bebas (Independent variable) atau variabel X, dalam hal ini adalah Citra Merek (Brand image)
2. Variabel tidak bebas (Dependent variable) atau variabel Y, dalam hal ini adalah Keputusan Pembelian.
Dalam melakukan suatu hasil penelitian diperlukan adanya pengukuran sebagai dasar atas batasan-batasan agar dalam penelitian ini tidak menyimpang dari permasalahan yang akan dibahas. Maka metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala ordinal yaitu angka-angka yang dinilai berdasarkan tingkatan. Sebagai berikut :
Sangat Tidak Setuju ( STS ) Skor nilai = 1
Tidak Setuju ( TS ) Skor nilai = 2
Netral ( N ) Skor nilai = 3
Setuju ( S ) Skor nilai = 4
Sangat Setuju ( SS ) Skor nilai = 5
3.5 Jenis Data
Data Primer
Yaitu data yang diperoleh penulis melalui hasil pengisian kuisioner yang dilakukan pada pengguna Kecap ABC. Data primer dapat berupa opini atau pendapat subyek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian-pengujian. Peneliti dengan data primer dapat mengumpulkan
data sesuai yang diinginkan, karena data yang tidak relevan dengan tujuan penelitian dapat dieliminir atau setidaknya dikurangi.
3.6. Metode Pengumpulan Data
Untuk menunjang dalam penyusunan skripsi ini, penulis memperoleh data dan informasi dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu dengan :
► Penelitian Lapangan ( Field Research )
Yaitu merupakan penelitian yang dilakukan dengan mengadakan peninjauan langsung yang diteliti untuk memperoleh data primer yang erat hubungannya dengan masalah yang dibahas, yaitu dengan cara :
► Daftar Pertanyaan ( Kuesioner )
Adalah metode pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan secara tertulis kepada pihak – pihak yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.
3.7. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang mempunyai kesamaan karakteristik tertentu. Dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna kecap ABC di sekitar Jakarta Barat tepatnya di Kelurahan Kalideres sebagai konsumen Kecap ABC.
Sedangkan, sampel adalah sebagian dari subyek penelitian yang akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisis, sehingga kesimpulan yang diperoleh dari sampel dianggap berlaku juga untuk populasi. Maka penulis mengambil sampel sebanyak 100 responden didasarkan pada penentuan sampel ( Supranto, 2001 : 239) yang menyatakan bahwa sampel penelitian meliputi sejumlah responden yang lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden, dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang lebih akurat. Sehingga karena banyaknya responden yang menggunakan kecap ABC dan keterbatasan dana, tenaga, dan waktu maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Sampel ini diperoleh berdasarkan pendapat Sugiyono (2004:73)
Maka dari metode ini, sampel yang diambil oleh penulis dapat memberikan data yang representative (mewakili) mengenai pengaruh citra merek (brand image) dengan keputusan pembelian responden.
Metode pengumpulan sampel yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan metode convenience sampling yaitu sampel diambil berdasarkan ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkan responden yang siap diakses oleh penelitian.
3.8. Metode Analisis Data
Untuk mengetahui adanya pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian konsumen, dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif. Penelitian deskriptif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang citra merek dan keputusan pembelian konsumen.
- Analisis Regresi Linear Sederhana
Melalui data yang diperoleh penulis mencoba membandingkan hasil analisis tersebut dengan menggunakan metode analisis linear sederhana dalam buku statistik Sugiono (2005, Statistik Untuk penelitian), dengan uji statistik atau juga dihitung dengan menggunakan rumus, sebagai berikut.
Y = a + bX
Keterangan : Y = Keputusan Pembelian
X = Citra Merek (Brand Image)
b = Koefisien regresi yang ditaksir
a = Konstanta
Semua analisis tersebut menggunakan alat bantu statistik program aplikasi Statistical Program For Social (SPSS) version 16. Dimana setelah daftar kuesioner terisi dan terkumpul, maka data diolah melalui 4 tahap yaitu :
a. Editing, yaitu data mentah diedit terlebih dahulu guna melengkapi kelengkapan, konsistensi dan standarisasi untuk angka yang terdapat dalam kuesioner yang terjadi dalam menghilangkan keraguan-keraguan.
b. Coding, yaitu pemberian angka / kode pada tiap pertanyaan kegiatan ini memudahkan tabulasi angka.
c. Tabulating, yaitu memasukkan data kedalam tabel dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori. Kegiatan ini bertujuan untuk menghindari kesimpangsiuran dan memudahkan menganalisis data.
d. Analizing, yaitu merupakan pengelompokkan, membuat uraian, manipulasi, serta menyingkat data sehingga mudah dibaca. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap sesuatu yang diteliti. Mencari arti luas dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada.
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) berpengaruh nyata terhadap variabel dependen (Y).
Rumus statistik Uji t :
r n - 2
Dengan menggunakan rumus: t =
(1 – r2)
Pengambilan keputusan :
Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima
Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak
Nilai t ditentukan tingkat signifikan (a), tingkat signifikan yang penulis gunakan adalah sebesar 0,05 atau 5% dan derajat kebebasan (df= n-2) yang besarnya tergantung sample (n),(Sugiono:2005).