• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam perlakuan akuntansi selalu disarankan agar tidak banyak kas yang menganggur (idle cash), cara untuk mencegah kas menganggur salah satunya adalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dalam perlakuan akuntansi selalu disarankan agar tidak banyak kas yang menganggur (idle cash), cara untuk mencegah kas menganggur salah satunya adalah"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

1 ABSTRAK

Dalam perlakuan akuntansi selalu disarankan agar tidak banyak kas yang menganggur dengan jalan investasi. Investasi merupakan penanaman sejumlah dana dalam bentuk uang ataupun barang yang diharapkan akan memberikan hasil yang lebih dikemudian hari.

Permasalahan dalam skripsi ini adalah penilaian investasi pada saham Jakarta Islamic Index (JII) dengan menganalisis risiko dan return menggunakan Capital Assets Pricing Model (CAPM).

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kalkulasi CAPM dalam menilai risiko dan return dan pilihan berinvestasi yang terbaik pada saham JII.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa harga penutup saham bulanan (monthly closing price), Indeks Harga JII dan suku bunga SBI bulanan. Sampel penelitian terdiri dari 9 saham JII yang masuk secara kontinyu dalam daftar saham JII periode 2006-2010, yaitu saham ANTM, BUMI, INTP, INCO, KLBF, PTBA, TLKM, UNVR, dan UNTR. Seluruh data dikalkulasikan dengan metode CAPM.

Simpulan hasil penelitian adalah ada 6 saham agresif yaitu ANTM, BUMI, INTP, INCO, PTBA, dan UNTR ; empat saham memiliki excess return positif yaitu KLBF, PTBA, UNVR, dan UNTR, semua saham berkorelasi linear positif dan β yang signifikan. Pilihan investasi terbaik dilakukan pada saham PTBA, dan UNTR.

Pendahuluan

Investasi merupakan penanaman sejumlah dana dalam bentuk uang ataupun barang yang diharapkan akan memberikan hasil yang lebih dikemudian hari. Investasi dalam bentuk surat berharga (sekuritas) biasanya dapat dilakukan melalui pasar uang atau pasar modal. Ditinjau dari sisi investor, pada umumnya tujuan investor berinvestasi di pasar modal pasti mengharapkan tingkat keuntungan. Tingkat keuntungan yang diperoleh di pasar modal dalam bentuk surat berharga khususnya saham lebih besar dibandingkan tingkat keuntungan di pasar uang yang ditanamkan dalam bentuk deposito.

(2)

2 Dalam perlakuan akuntansi selalu disarankan agar tidak banyak kas yang menganggur (idle cash), cara untuk mencegah kas menganggur salah satunya adalah dengan jalan investasi.

Tujuan investasi untuk memanfaatkan idle cash adalah investasi jangka pendek. Investasi merupakan penanaman sejumlah dana dalam bentuk uang ataupun barang yang diharapkan akan memberikan hasil yang lebih dikemudian hari. Investasi dalam bentuk surat berharga (sekuritas) biasanya dapat dilakukan melalui pasar uang atau pasar modal. Tujuan dari melakukan investasi adalah mendapat keuntungan, dan jika dibandingkan sudah pasti pasar modal dalam bentuk surat berharga khususnya saham lebih memberikan tingkat keuntungan yang lebih besar dibandingkan tingkat keuntungan di pasar uang yang ditanamkan dalam bentuk deposito.

CAPM adalah suatu model keseimbangan yang dapat menentukan hubungan antara risiko dan return yang akan diperoleh investor. Berdasarkan CAPM, tingkat risiko dan tingkat return yang layak dinyatakan memiliki hubungan positif dan linear. Ukuran risiko yang merupakan indikator kepekaan saham dalam CAPM ditunjukkan oleh variabel  (Beta). Semakin besar  suatu saham, maka semakin besar pula risiko yang terkandung didalamnya. Tingkat pengembalian pasar yang digunakan adalah tingkat pengembalian rata-rata dari kesempatan investasi di pasar modal (indeks pasar). Dalam hal ini digunakan Indeks Harga Saham Jakarta Islamic Index (JII). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil kalkulasi dan untuk menganalisis pilihan investasi yang terbaik pada saham JII di BEI menurut pendekatan CAPM dilihat dari sisi risiko dan returnnya .

Metode Penelitian

Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari pihak kedua.

Artinya, data tersebut sudah diolah dan dapat dijabarkan lebih lanjut. Data-data yang ada dapat diolah kembali dengan menggabungkannya pada data lain yang relevan sehingga diperoleh informasi yang diperlukan. Data-data sekunder tersebut, yaitu : harga saham bulanan, IHS JII, suku bunga SBI bulanan, dan data-data lain.

Variabel operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Return Saham / Stock Return (Ri)

Merupakan tingkat return yang diperoleh pada penanaman sejumlah dana dalam suatu investasi tertentu yang terlihat pada masing-masing harga saham.

(3)

3 b. Expected Stock Return [E(Ri)]

Merupakan tingkat return rata-rata saham yang diharapkan akan diperoleh investor saham tertentu selama periode tertentu.

c. Return Pasar / Market Return (Rm)

Market return secara kasar yang akan diperoleh investor dari investasi pada saham-saham yang tercermin dari perubahan indeks harga untuk periode tertentu. Indeks harga yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Jakarta Islamic Index (IHS JII).

d. Expected Market Return [E(Rm)]

Merupakan tingkat return rata-rata pasar modal dalam periode tertentu, yang dinilai dari rata-rata Indeks Harga Saham JII.

e. Indeks Pasar / Market Index

Merupakan pencerminan dari Indeks Harga Saham JII di Bursa Efek Indonesia.

f. Tingkat Aset Bebas Risiko / Risk Free Rate (Rf)

Merupakan tingkat return yang diperoleh dari investasi pada aktiva bebas risiko (riskless asset). Di Indonesia yang dijadikan dasar untuk menghitung Rf adalah tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

g. Risiko Sistematis / Systematic Risk ()

Merupakan risiko yang berkaitan dengan keadaan pasar dan tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi.

h. Required Return [E(Rj)]

Merupakan besarnya tingkat return yang dibutuhkan oleh investor dalam berinvestasi dengan tingkat risiko yang ada. Tingkat return yang dibutuhkan ini akan melebihi Rf

ditambah dengan besarnya kompensasi untuk menanggung risiko investasi pada saham tertentu.

i. Excess Return [E(R)]

Merupakan selisih antara Expected Stock Return dengan Required Return , yang menentukan pengambilan keputusan bagi investor pada saat pembelian saham.

Untuk menilai pilihan berinvestasi yang terbaik bagi investor dalam melakukan penanaman modal pada saham-saham tertentu harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:

(4)

4

 Saham tersebut merupakan saham agresif ( > 1).

 Excess return bernilai positif (+) atau E (Ri) > E (Rj).

 Ada hubungan yang linear antara risiko dan return saham.

  bernilai signifikan

Penelitian ini menggunakan alat bantu statistik, yaitu metode analisis regresi sederhana dengan program SPSS 17 untuk mencari korelasi risiko dan return serta menilai signifikan atau tidaknya  yang diperoleh. Ketentuan level of significance () adalah sebesar 5%.

Adapun persamaan regresi sederhana yang digunakan adalah persamaan CAPM, yaitu:

= + −

Dimana : Ri= Tingkat return yang layak untuk sekuritas i (variabel dependen / Y) Rf= Tingkat return dari investasi bebas risiko (konstanta/)

Rm-Rf= Premium Risk (variabel independen / X) βi= Beta (ukuran risiko) sekuritas i

Untuk mencari dan menilai korelasi antara risk dan return saham dapat dilihat pada output tabel correlations. Jika angka koefisien korelasi yang dihasilkan bernilai positif (+) maka terdapat hubungan yang searah antara risiko dan return. Artinya, bila return mengalami peningkatan maka risiko pun akan naik, dan sebaliknya. Jika angka koefisien korelasi yang dihasilkan bernilai negatif (-) maka terdapat hubungan yang berlawanan antara risiko dan return.

Artinya, bila return meningkat akan diikuti oleh penurunan risiko, dan sebaliknya.

Pengujian apakah terjadi hubungan yang nyata antara risiko dan return saham yang dilakukan sesuai hipotesa berikut:

H0: Tidak ada korelasi yang nyata antara risiko dan return saham H1: Ada korelasi nyata antara risiko dan return saham.

Aturan keputusan : bila nilai signifikan < 0.05 maka Tolak H0.

Tinggi rendahnya hubungan antara risiko dan return saham dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1

Tingkat Korelasi dan Interpretasi Antar Variabel

(5)

5 Koefisien Korelasi Interpretasi

0.80 – 1.00 0.60 – 0.80 0.40 – 0.60 0.20 – 0.40 0.00 – 0.20

Sangat Kuat (Korelasi Sempurna) Kuat

Agak Rendah (Sedang) Rendah

Sangat Rendah (Tidak Berkorelasi)

Menguji ada atau tidaknya hubungan linear antara Premium Risk sebagai variabel independen terhadap return saham sebagai variabel dependen, perlu dirumuskan terlebih dahulu karena hal ini merupakan bagian terpenting dalam analisis regresi. Adapun hipotesisnya adalah sebagai berikut:

H0: Tidak ada hubungan linear antara risiko dan return saham H1: Ada hubungan linear antara risiko dan return saham.

Untuk menguji hipotesis tersebut, kita dapat melihat nilai Fhitung atau nilai signifikan pada tabel Anova yang dihasilkan.

Aturan keputusan: bila Fhitung > Ftabel atau nilai signifikan < 0.05 maka tolak H0.

Selain uji di atas, kita juga perlu menguji nilai  yang diperoleh dari sampel. Adapun hipotesisnya adalah sebagai berikut:

H0:  tidak signifikan sehingga tidak mampu menjelaskan hubungan antara risiko dan return saham

H1:  signifikan sehingga mampu menjelaskan hubungan antara risiko dan return saham.

Untuk pengujian  dapat dilakukan dengan melihat thitung atau nilai signifikan pada tabel Coefficients yang dihasilkan.

Aturan keputusan: bila thitung > ttabel atau nilai signifikan < 0.05 maka tolak H0.

Hasil dan Pembahasan

Bentuk instrumen keuangan yang dapat diinvestasikan oleh investor, antara lain berupa Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan saham yang ada di pasar modal. Sertifikat Bank Indonesia diterbitkan oleh pemerintah sehingga memperoleh kepastian jaminan. Bagi investor yang

(6)

6 menginginkan perputaran dana yang lebih cepat dan fluktuatif dapat menginvestasikan dananya dalam bentuk saham yang diterbitkan oleh pihak swasta. Beberapa data yang diperlukan untuk menilai return yang diterima bila berinvestasi dalam SBI maupun saham (dalam penelitian ini adalah saham-saham JII) adalah sebagai berikut:

Tabel 2

Tingkat Suku Bunga SBI dan Indeks Harga Saham JII (IHS JII)

Periode Suku Bunga SBI (%) Indeks JII (IHS JII)

2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010 Januari 12.75 9.50 8.00 9.00 6.45 215.357 296.958 476.969 213.634 427.680 Februari 12.74 9.25 7.93 8.74 6.41 218.261 294.062 508.945 214.121 413.519 Maret 12.73 9.00 7.96 8.21 6.27 233.821 315.245 448.424 236.786 443.667 April 12.74 9.00 7.99 7.59 6.20 260.193 344.963 428.093 279.869 474.796 Mei 12.50 8.75 8.31 7.25 6.30 237.238 345.580 441.664 307.138 444.598 Juni 12.50 8.50 8.73 6.95 6.26 233.272 356.853 430.291 321.457 460.260 Juli 12.25 8.25 9.23 6.71 6.36 239.301 388.630 387.806 385.216 483.322 Agustus 11.75 8.25 9.28 6.58 6.38 251.352 368.153 356.095 380.655 473.787 September 11.25 8.25 9.71 6.48 6.39 263.497 399.747 286.391 401.528 526.519 Oktober 10.75 8.25 10.98 6.49 6.41 268.992 463.055 193.683 383.665 540.291 November 10.25 8.25 11.24 6.47 6.22 295.479 483.964 195.691 397.893 508.782 Desember 9.75 8.00 10.83 6.46 6.01 311.281 493.014 216.189 417.182 532.901

Sumber : www.bi.go.id dan Perpustakaan Bursa Efek Indonesia

Hipotesa dalam pengujian CAPM menyebutkan bahwa titik potong dengan sumbu tegak (saat =0) haruslah sama dengan Rf dengan slope [E(Rm)–Rf]. Rumus-rumus Rf dan Rm

digunakan untuk mengetahui besarnya nilai Rf dan Rm yang dihasilkan E(Rm) adalah rata-rata dari Rm. Besarnya selisih E (Rm) dan Rf akan sama besarnya dengan slope dalam kurva regresi linear pada pengujian CAPM. Nilai dari Rf dan Rm juga merupakan elemen-elemen yang dibutuhkan dalam perhitungan rumus .

Salah satu aset bebas risiko yang ada di Indonesia adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Risiko yang didapat oleh investor bila berinvestasi dalam aset ini adalah 0 karena diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah (Bank Indonesia) sehingga kemungkinan Bank Indonesia tidak sanggup membayar bunga sertifikatnya sangat kecil. Return yang akan diterima oleh investor sesuai dengan besarnya tingkat suku bunga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk menghitung return dari aset bebas risiko ini digunakan tingkat suku bunga SBI bulanan.

(7)

7 Tabel 3

Return Aset Bebas Risiko (Rf)

Periode Suku

Bunga SBI Periode Suku Bunga

SBI Periode Suku Bunga

SBI Januari 2006 0.12750 Oktober 2007 0.08250 Juli 2009 0.06710 Februari 2006 0.12740 November 2007 0.08250 Agustus 2009 0.06577 Maret 2006 0.12730 Desember 2007 0.08000 September 2009 0.06482 April 2006 0.12740 Januari 2008 0.08000 Oktober 2009 0.06489 Mei 2006 0.12500 Februari 2008 0.07930 November 2009 0.06471 Juni 2006 0.12500 Maret 2008 0.07960 Desember 2009 0.06459

Juli 2006 0.12250 April 2008 0.07990 Januari 2008 0.06448

Agustus 2006 0.11750 Mei 2008 0.08310 Februari 2008 0.06407 September 2006 0.11250 Juni 2008 0.08730 Maret 2008 0.06272

Oktober 2006 0.10750 Juli 2008 0.09230 April 2008 0.06199

November 2006 0.10250 Agustus 2008 0.09280 Mei 2008 0.06302 Desember 2006 0.09750 September 2008 0.09710 Juni 2008 0.06262 Januari 2007 0.09500 Oktober 2008 0.10980 Juli 2008 0.06360 Februari 2007 0.09250 November 2008 0.11240 Agustus 2008 0.06382 Maret 2007 0.09000 Desember 2008 0.10830 September 2008 0.06388 April 2007 0.09000 Januari 2009 0.09000 Oktober 2008 0.06406 Mei 2007 0.08750 Februari 2009 0.08740 November 2008 0.06220 Juni 2007 0.08500 Maret 2009 0.08210 Desember 2008 0.06014

Juli 2007 0.08250 April 2009 0.07590 Total 5.17987

Agustus 2007 0.08250 Mei 2009 0.07250 Rf 0.08633

September 2007 0.08250 Juni 2009 0.06950 Rf per bulan 0.00719

Sumber : www.bi.go.id (diolah)

Perhitungan Rf untuk periode 2006 – 2010 adalah sebagai berikut :

= ∑

= ,

= ,

Berdasarkan perhitungan di atas terlihat bahwa return aset bebas risiko rata-rata (Rf) yang akan diterima oleh investor adalah sebesar 0,08633 atau 8,633% per Tahun atau 0,719% per bulan yang meliputi suku bunga minimum sebesar 6,01% per tahun pada bulan Desember 2010 dan suku bunga maksimum sebesar 12,75% per tahun pada bulan Januari 2006.

Dengan melihat kenaikan dan penurunan indeks pasar, kita dapat mengatakan apakah pasar dalam keadaan bullish (meningkat) ataupun bearish (lemah). Indeks pasar ini membantu investor sebagai alat analisis dalam pengambilan keputusan apakah akan berinvestasi di pasar modal atau tidak. IHS JII terbentuk dari pergerakan keseluruhan saham JII di Bursa Efek Indonesia. IHS JII digunakan untuk menentukan return pasar (Rm).

Adapun rumus-rumus yang digunakan berkaitan dengan return pasar adalah sebagai berikut.

(8)

8

= –

= −

= ,

Perhitungan Rm untuk bulan berikutnya sama dengan perhitungan di atas.

( ) =∑

= ,

= ,

= ∑ [ − ( )]

− = ,

= ,

= = , = ,

Berdasarkan perhitungan di atas terlihat bahwa rata-rata return pasar yang akan diterima oleh investor adalah sebesar 0,01898 dengan besarnya standar deviasi adalah sebesar 0,08461.

Poin indeks JII periode 2006-2010 berada di tingkat minimum sebesar 193.683 pada bulan Oktober 2008 dan di tingkat maksimum sebesar 532.901 pada bulan Desember 2010. Nilai return rata-rata yang positif menunjukkan sentimen pasar yang positif dan meningkat walaupun pergerakannya sangat kecil. Nilai Rm dan IHS JII secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut ini.

(9)

9 Tabel 4

Periode IHS JII Rm Rm-E(Rm) [Rm-

E(Rm)]2 Periode IHS

JII Rm

Rm- E(Rm)

[Rm- E(Rm)]2

Januari 2006 215357 - - - September 2008 286391 -0.19575 -0.21473 0.04611

Februari 2006 218261 0.01348 -0.00550 0.00003 Oktober 2008 193683 -0.32371 -0.34270 0.11744 Maret 2006 233821 0.07129 0.05231 0.00274 November 2008 195691 0.01037 -0.00862 0.00007 April 2006 260193 0.11279 0.09380 0.00880 Desember 2008 216189 0.10475 0.08576 0.00736 Mei 2006 237238 -0.08822 -0.10721 0.01149 Januari 2009 213634 -0.01182 -0.03080 0.00095 Juni 2006 233272 -0.01672 -0.03570 0.00127 Februari 2009 214121 0.00228 -0.01670 0.00028 Juli 2006 239301 0.02585 0.00686 0.00005 Maret 2009 236786 0.10585 0.08687 0.00755 Agustus 2006 251352 0.05036 0.03138 0.00098 April 2009 279869 0.18195 0.16297 0.02656 September

2006 263497 0.04832 0.02933 0.00086 Mei 2009 307138 0.09743 0.07845 0.00615 Oktober 2006 268992 0.02085 0.00187 0.00000 Juni 2009 321457 0.04662 0.02764 0.00076 November 2006 295479 0.09847 0.07948 0.00632 Juli 2009 385216 0.19834 0.17936 0.03217 Desember 2006 311281 0.05348 0.03450 0.00119 Agustus 2009 380655 -0.01184 -0.03082 0.00095 Januari 2007 296958 -0.04601 -0.06500 0.00422 September 2009 401528 0.05483 0.03585 0.00129 Februari 2007 294062 -0.00975 -0.02874 0.00083 Oktober 2009 383665 -0.04449 -0.06347 0.00403 Maret 2007 315245 0.07204 0.05305 0.00281 November 2009 397893 0.03708 0.01810 0.00033 April 2007 344963 0.09427 0.07529 0.00567 Desember 2009 417182 0.04848 0.02949 0.00087 Mei 2007 345580 0.00179 -0.01720 0.00030 January 2010 427680 0.02516 0.00618 0.00004 Juni 2007 356853 0.03262 0.01364 0.00019 Februari 2010 413519 -0.03311 -0.05210 0.00271 Juli 2007 388630 0.08905 0.07006 0.00491 Maret 2010 443667 0.07291 0.05392 0.00291 Agustus 2007 368153 -0.05269 -0.07167 0.00514 April 2010 474796 0.07016 0.05118 0.00262 September

2007 399747 0.08582 0.06683 0.00447 Mei 2010 444598 -0.06360 -0.08259 0.00682 Oktober 2007 463055 0.15837 0.13939 0.01943 Juni 2010 460260 0.03523 0.01624 0.00026 November 2007 483964 0.04515 0.02617 0.00068 Juli 2010 483322 0.05011 0.03112 0.00097 Desember 2007 493014 0.01870 -0.00028 0.00000 Agustus 2010 473787 -0.01973 -0.03871 0.00150 Januari 2008 476969 -0.03254 -0.05153 0.00266 September 2010 526519 0.11130 0.09232 0.00852 Februari 2008 508945 0.06704 0.04806 0.00231 Oktober 2010 540291 0.02616 0.00717 0.00005 Maret 2008 448424 -0.11891 -0.13790 0.01902 November 2010 508782 -0.05832 -0.07730 0.00598 April 2008 428093 -0.04534 -0.06432 0.00414 Desember 2010 532901 0.04741 0.02842 0.00081

Mei 2008 441664 0.03170 0.01272 0.00016 Total 1.13904 Total 0.42271

Juni 2008 430291 -0.02575 -0.04473 0.00200 E (Rm) 0.01898 m2 0.00716

Juli 2008 387806 -0.09874 -0.11772 0.01386 m 0.08461

Agustus 2008 356095 -0.08177 -0.10075 0.01015

Sumber : Perpustakaan Bursa Efek Indonesia (diolah)

Dari perhitungan sebelumnya, baik Rf maupun Rm dapat kita lihat bahwa nilai Rf lebih kecil dari E(Rm). Selisih di antara keduanya adalah sebesar 0,01179 (0,01898-0,00719). Ini berarti selama periode 2006-2010 akan lebih menguntungkan jika berinvestasi dalam saham JII di pasar modal dibandingkan dengan berinvestasi dalam bentuk saham SBI karena JII memberikan return yang lebih besar daripada return yang diberikan oleh SBI. Hal ini

(10)

10 menunjukkan bahwa harga saham yang sempat menurun pada tahun 2006-2007 tidak banyak mempengaruhi permintaan akan investasi pasar modal karena diikuti pula dengan turunnya suku bunga SBI pada tahun 2006-2010 dan memang tidak dapat dipungkiri pasar modal lebih memberikan return yang besar . Namun, itu semua tergantung kembali pada preferensi dari masing-masing investor dalam memilih bentuk investasi yang diinginkan, karena tidak boleh dilupakan juga bahwa pasar modal juga mengandung resiko yang tidak terdapat pada SBI.

Sebagian investor mengharapkan return saham yang besar dengan risiko yang kecil pada dana yang diinvestasikan. Ternyata ini membutuhkan proses analisis yang tepat dan akurat sehingga dapat membantu investor dalam mengambil keputusan investasi.

Sebagian investor mengharapkan return saham yang besar dengan risiko yang kecil pada dana yang diinvestasikan. Ternyata ini membutuhkan proses analisis yang tepat dan akurat sehingga dapat membantu investor dalam mengambil keputusan investasi.

Adapun return saham ini menggunakan fluktuasi dari harga saham penutup setiap akhir bulan (monthly closing price) pada sejumlah perusahaan publik. Besarnya monthly closing price dari setiap sampel perusahaan dapat dilihat dalam lampiran.

Salah satu sampel perusahaan yang dijadikan contoh dalam perhitungan return saham adalah saham Aneka Tambang (Persero) dengan perhitungan sebagai berikut.

= −

= −

= − .

Return saham untuk bulan-bulan berikutnya menggunakan perhitungan yang sama.

Dari perhitungan tersebut dapat diketahui tingkat return yang sebenarnya diperoleh, varians dan standar deviasi dari saham Aneka Tambang (Persero) adalah sebagai berikut.

( ) =∑

= ,

= ,

= ∑ [ − ( )]

− = ,

= ,

= = , = .

Perhitungan untuk seluruh sampel perusahaan secara lengkap disajikan dalam lampiran 5 hingga lampiran 13. Varians dari perhitungan di atas menunjukkan seberapa besar kuadrat

(11)

11 penyimpangan tiap return terhadap penyimpangan rata-rata return saham dalam periode tertentu, sedangkan standar deviasi menunjukkan tingkat risiko saham. Semakin besar standar deviasinya maka semakin besar pula risiko setiap saham.

Tabel 5

Return Saham Seluruh Perusahaan Periode 2006-2010

No. Nama Perusahaan (Tbk.) E(Ri) i

1 Aneka Tambang (Persero) 0.01522 0.17280 2 Bumi Resources 0.01440 0.22821 3 Indocement Tunggal Prakasa 0.01571 0.15300 4 International Nickel Indonesia 0.02090 0.20214 5 Kalbe Farma 0.02474 0.20214 6 Tambang Batubara Bukit Asam 0.03519 0.13885 7 Telekomunikasi Indonesia 0.00653 0.15447 8 Unilever Indonesia 0.02697 0.09659 9 United Tractors 0.04379 0.14018

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa ke-9 saham menunjukkan nilai E(Ri) yang positif.

Nilai E(Ri) yang positif mengindikasikan kenaikan harga saham yang lebih besar dari penurunannya sehingga akan menguntungkan investor, dan sebaliknya. Standar deviasi (risiko) yang ditunjukkan tabel di atas relatif cukup tinggi karena berada pada kisaran diatas 9% (lihat

i). Hal ini pun perlu menjadi perhatian investor.

Covarian menunjukkan gambaran dari hubungan antara return saham tertentu dengan return pasar. Covarian bernilai positif menunjukkan hubungan yang searah antara return saham dengan return pasar, dan sebaliknya. Hubungan (covarian) ini digunakan untuk mencari besarnya  saham.  adalah ukuran kepekaan return saham terhadap perubahan pasar. Apabila return saham tertentu peka terhadap segala perubahan pasar yang terjadi sekecil apapun maka  akan menunjukkan nilai yang tinggi ( > 1) dan saham itu disebut saham agresif (agresive stock).

Bila return saham tersebut menunjukkan nilai yang stabil walaupun pasar mengalami perubahan maka  pun akan bernilai tetap (=1) dan saham itu disebut saham netral, sedangkan untuk

(12)

12 return tertentu yang memiliki kepekaan lebih kecil dari fluktuasi pasar maka  akan menunjukkan nilai yang rendah ( < 1) dan saham itu dinamakan saham lemah (defensive stock).

Perhitungan untuk covarian dan beta saham Aneka Tambang (Persero) adalah sebagai berikut :

( , ) =∑, [ − ( )] [ − ( )]

− = ,

= ,

= ( , )

= ,

, = ,

Tabel 6

Risiko Sistematis () Seluruh Perusahaan Periode 2006-2010

Nama Perusahaan (Tbk.) Covarian (Ri,Rm) Varian Pasar (m2

) 

Aneka Tambang (Persero) 0.00854 0.00716 1.19134

Bumi Resources 0.01160 0.00716 1.61921

Indocement Tunggal Prakasa 0.00788 0.00716 1.10039 International Nickel Indonesia 0.01044 0.00716 1.45705

Kalbe Farma 0.00628 0.00716 0.87668

Tambang Batubara Bukit Asam 0.00781 0.00716 1.08951 Telekomunikasi Indonesia 0.00384 0.00716 0.49404 Unilever Indonesia 0.00230 0.00716 0.32070

United Tractors 0.00915 0.00716 1.27716

Berdasarkan tabel di atas, ada 5 saham agresif dan 4 saham defensif. Apabila investor menginginkan return dan risiko saham yang lebih besar dari return dan risiko pasar maka investor tersebut akan memilih saham agresif, dan sebaliknya. Berdasarkan tabel di atas, ada 6 saham agresif dan 3 saham defensif. Apabila investor menginginkan return dan risiko saham yang lebih besar dari return dan risiko pasar maka investor tersebut akan memilih saham agresif, dan sebaliknya.

Required Return [E(Rj)] dan Excess Return [E(R)]

Investor yang rasional akan memilih investasi yang berisiko lebih kecil jika dihadapkan pada 2 pilihan investasi yang memberikan return yang sama dengan risiko yang berbeda.

(13)

13 Investor dapat menilai hubungan antara risiko dan return tersebut dengan menggunakan pendekatan Capital Assets Pricing Model (CAPM) untuk menilai pilihan investasi yang layak.

Pengukuran risiko dalam CAPM menggunakan  dari perhitungan sebelumnya, sedangkan return diukur dengan besarnya penjumlahan return aset bebas risiko dengan selisih dari return rata-rata pasar dan return aset bebas risiko. Selisih rata-rata return pasar dan return aset bebas risiko disebut juga dengan Premium Risk.

Adapun perhitungan return yang diminta oleh investor (required return/CAPM standard) bila berinvestasi pada saham Aneka Tambang (Persero) adalah sebagai berikut :

( ) = + [ ( ) − ] = , + ( . [ , − , ])

= ,

CAPM standard untuk perusahaan-perusahaan lainnya menggunakan perhitungan yang sama dengan di atas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 7

Required Return/CAPM Standard (E[Rj]) Periode 2006-2010

Nama Perusahaan (Tbk.) Rf E (Rm)  E (Rj) Aneka Tambang (Persero) 0.00719 0.01898 1.19134 0.02124 Bumi Resources 0.00719 0.01898 1.61921 0.02628 Indocement Tunggal Prakasa 0.00719 0.01898 1.10039 0.02017 International Nickel Indonesia 0.00719 0.01898 1.45705 0.02437 Kalbe Farma 0.00719 0.01898 0.87668 0.01753 Tambang Batubara Bukit Asam 0.00719 0.01898 1.08951 0.02004 Telekomunikasi Indonesia 0.00719 0.01898 0.49404 0.01302 Unilever Indonesia 0.00719 0.01898 0.32070 0.01098 United Tractors 0.00719 0.01898 1.27716 0.02225

Setelah mengetahui besarnya required return dari tabel 7, langkah selanjutnya adalah menghitung Excess Return. Excess Return adalah selisih antara rata-rata return saham yang diperoleh investor dengan return yang diharapkan dari saham tersebut. Apabila nilai excess

(14)

14 return menunjukkan hasil yang positif maka investor akan mendapat keuntungan dari investasi saham tersebut karena return yang diterima melebihi return yang diharapkan, dan sebaliknya.

Perhitungan excess return atas saham Aneka Tambang (Persero) adalah sebagai berikut:

( )= ( ) − ( ) = , − , = − ,

Perhitungan excess return perusahaan lainnya menggunakan perhitungan yang sama dengan di atas dan keseluruhan hasilnya pada tabel di bawah ini.

Tabel 8

Excess Return Seluruh Perusahaan Periode 2006-2010

Nama Perusahaan (Tbk.) E (Ri) E (Rj) E (R)

Aneka Tambang (Persero) 0.01522 0.02124 -0.00602 Bumi Resources 0.01440 0.02628 -0.01188 Indocement Tunggal Prakasa 0.01571 0.02017 -0.00445 International Nickel Indonesia 0.02090 0.02437 -0.00347 Kalbe Farma 0.02474 0.01753 0.00721 Tambang Batubara Bukit Asam 0.03519 0.02004 0.01515 Telekomunikasi Indonesia 0.00653 0.01302 -0.00649 Unilever Indonesia 0.02697 0.01098 0.01599 United Tractors 0.04379 0.02225 0.02153

Untuk mengetahui apakah regresi yang digunakan adalah model regresi linear atau tidak, maka terlebih dahulu kita perlu melihat visualisasi bentuk diagram pencar (scatterplot) dari variabel-variabel yang diamati. Apabila plot data yang diamati mendekati pola garis lurus maka kita dapat menggunakan model regresi linear.

Salah satu hipotesa dalam pengujian CAPM adalah return saham dan  yang mempunyai hubungan yang linear. Risiko sistematis saham () akan mempengaruhi nilai dari rata-rata return saham [E(Ri)] yang diperoleh. Scatterplot dari hasil pengujian dengan  sebagai sumbu X nya dan [E(Ri)] sebagai sumbu Y, dapat dilihat pada gambar berikut :

(15)

15 Sumber : output SPSS (diolah)

Gambar 1 Diagram Pencar ( Scatterplot )  dan E ( Ri ) Seluruh Sampel Perusahaan

Berdasarkan bentuk Scatterplot di atas, plot data yang diamati berada di dekat garis lurus maka dapat disimpulkan sementara bahwa hubungan antara  dan E (Ri) adalah linear.

Dengan demikian, kita dapat menggunakan analisis regresi linear.

Penentuan apakah seluruh sampel perusahaan termasuk dalam saham yang signifikan dalam teori CAPM, dilakukan suatu uji hipotesa dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Regresi linear sederhana digunakan sesuai dengan persamaan CAPM yang linear dengan 1 variabel dependen (terikat) dan 1 variabel independen (bebas).

Adapun persamaan CAPM tersebut adalah sebagai berikut : Ri = Rf + (Rm – Rf) βi

Dimana : Ri = Tingkat keuntungan yang layak untuk sekuritas i Rf = Tingkat keuntungan dari investasi bebas risiko Rm = Tingkat keuntungan pasar

βi = Beta (ukuran risiko) sekuritas i

(16)

16 Dari pengolahan data sebelumnya, ada 6 saham yang termasuk dalam golongan saham yang agresif, yaitu saham Aneka Tambang (Persero), Bumi Resources, Indocement Tunggal Prakasa, International Nickel Indonesia, Tambang Batubara Bukit Asam, dan United Tractors. Sedangkan 3 saham lainnya termasuk dalam saham yang bertahan (deffensive stock), yaitu saham Kalbe Farma, Telekomunikasi Indonesia, dan Unilever Indonesia.

Berdasarkan nilai excess return saham, ada 4 saham yang memiliki excess return positif dan 5 saham yang excess returnnya negatif. Saham-saham yang memiliki excess return positif adalah saham Kalbe Farma, Tambang Batubara Bukit Asam, Unilever Indonesia, dan United Tractors. Saham-saham yang memiliki excess return negatif adalah Aneka Tambang (Persero), Bumi Resources, Indocement Tunggal Prakasa, International Nickel Indonesia, dan Telekomunikasi Indonesia.

Suatu model keseimbangan untuk menentukan hubungan antara risiko dan return yang diperoleh investor adalah Capital Assets Pricing Model (CAPM). Tingkat risiko dan return yang layak dalam CAPM dinyatakan memiliki korelasi yang positif dan linear. Nilai  yang diperhitungkan adalah  yang signifikan. Digunakan analisis regresi linear sederhana sesuai dengan persamaan CAPM untuk menguji linearitas dan signifikan saham. Pengujian dilakukan dengan Correlation, R Square, F test, dan T test. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa semua saham JII yang diteliti mempunyai korelasi yang positif, linear, dan  bernilai signifikan, sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa hubungan yang linear dan positif pada risiko dan return dalam perhitungan CAPM dapat diimplementasikan pada saham JII.

Untuk dapat menentukan saham JII yang dapat diinvestasikan sekaligus memberikan keuntungan bagi investor haruslah ditetapkan beberapa kriteria. Kriteria-kriteria tersebut antara lain saham tersebut merupakan saham yang agresif (>1), excess return bernilai positif, hubungan yang linear antara risiko dan return, serta  yang signifikan. Berdasarkan pembahasan sebelumnya, baik melalui pengolahan data maupun analisis regresi linear sederhana, ada 2 saham JII yang memenuhi kriteria tersebut dan layak untuk diinvestasikan yaitu saham Tambang Batubara Bukit Asam, dan United Tractors.

(17)

17 Tabel 9

Penilaian Investasi Pada Saham Jakarta Islamic Index (JII)

Nama Perusahaan (Tbk) β E ( R ) Correlation

R2 Significants Interpretasi

Pearson Sig. ANOVA Coefficients β E ( R ) Correlation ANOVA Coefficients

Aneka Tambang (Persero) 1.19134 -0.00602 0.532 0.000 0.283 0.000 0.000 agresif - Nyata Linear  signifikan Tidak Layak Bumi Resources 1.61921 -0.01188 0.606 0.000 0.368 0.000 0.000 agresif - Nyata Linear  signifikan Tidak Layak Indocement Tunggal Prakasa 1.10039 -0.00445 0.609 0.000 0.371 0.000 0.000 agresif - Nyata Linear  signifikan Tidak Layak International Nickel Indonesia 1.45705 -0.00347 0.610 0.000 0.372 0.000 0.000 agresif - Nyata Linear  signifikan Tidak Layak 0.87668 0.00721 0.534 0.000 0.285 0.000 0.000 defensif + Nyata Linear  signifikan Tidak Layak Tambang Batubara Bukit Asam 1.08951 0.01515 0.597 0.000 0.356 0.000 0.000 agresif + Nyata Linear  signifikan Layak Telekomunikasi Indonesia 0.49404 -0.00649 0.411 0.001 0.169 0.001 0.001 defensif - Nyata Linear  signifikan Tidak Layak Unilever Indonesia 0.32070 0.01599 0.281 0.016 0.079 0.031 0.031 defensif + Nyata Linear  signifikan Tidak Layak United Tractors 1.27716 0.02153 0.771 0.000 0.595 0.000 0.000 agresif + Nyata Linear  signifikan Layak

(18)

18 Simpulan

Berdasarkan rumusan masalah, uraian dan pembahasan mengenai risiko dan return dengan pendekatan Capital Assets Pricing Model (CAPM) untuk menilai pilihan berinvestasi pada saham JII, penulis menarik beberapa simpulan, sebagai berikut.

1. Kalkulasi dari pendekatan CAPM dalam menilai risiko dan return pada saham JII menghasilkan 6 saham agresif dan 4 saham yang excess returnnya positif. Saham- saham yang agresif tersebut adalah Aneka Tambang (Persero), Bumi Resources, Indocement Tunggal Prakasa, International Nickel Indonesia, Tambang Batubara Bukit Asam, dan United Tractors. Saham-saham yang excess returnnya bernilai positif adalah saham Kalbe Farma, Tambang Batubara Bukit Asam, Unilever Indonesia, dan United Tractors.

2. Jika dilihat dari korelasi, linearitas dan signifikansi saham, seluruh saham JII yang diteliti berkorelasi secara nyata, linear dan  saham bernilai signifikan. Pilihan berinvestasi yang terbaik pada saham JII di Bursa Efek Indonesia menurut CAPM dilihat dari sisi risiko dan return harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, antara lain saham tersebut merupakan saham agresif ( > 1), excess return bernilai positif, risiko dan return berkorelasi linear, dan nilai  saham yang signifikan. Dari penelitian pada bab sebelumnya, ada 2 saham yang memenuhi kriteria tersebut dan layak untuk diinvestasikan yaitu saham Tambang Batubara Bukit Asam, dan United Tractors.

(19)

19 Daftar Pustaka

Ahmad, Kamaruddin. 1996. Dasar-dasar Manajemen Investasi. Jakarta:PT. Rineka Cipta.

Muttaqin, Hidayatullah. 2003.”Telaah Kritis Pasar Modal Syariah”.www.jurnal- ekonomi.org/2003/12/20/telaah-kritis-pasar-modal-syariah/.(diakses21 maret 2011)

Bank Indonesia. 2011. “Data Suku Bunga Bank Indonesia”. http://www.bi.go.id. (diakses 27 Juni 2011).

Fabozzi, Frank J. 1999. Manajemen Investasi. Jakarta:Salemba Empat.

Graham, Benjamin. 2003. The Intelligent Investor. New York:Harper Collins Publisher.

Hendriana, Evelyn. 2007. “Menaksir Besarnya  Dengan Menggunakan Market Model Pada PT. Semen Gresik, PT. United Tractor dan PT. Ramayana Lestari Sentosa”. Jurnal dan Publikasi Ilmiah Universitas Pelita Harapan, http://www.uph.ac.id/journals. (diakses 27 Juni 2011).

Husnan, Suad. 1998. Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi 3. Yogyakarta:UPP-AMP YKPN.

Husnan, Suad. dan Enny Pudjiastuti. 2004. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas.

Yogyakarta:UPP-AMP YKPN.

Indonesia Stock Exchange. 2011. “Data Listing Saham Jakarta Islamic Index. http://www.idx.com.

(diakses 27 Juni 2011).

Jogiyanto. 1998. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta:BPFE.

Miswanto. 1998. Manajemen Keuangan 1. Jakarta:Universitas Gunadarma.

Mulyono, Sri. 2006. Statistika Untuk Ekonomi Dan Bisnis. Jakarta:Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Naftali, Yohan. 2007. “Capital Assets Pricing Model”. www.yohannaftali.com. (diakses 21 Maret 2011).

Sarwoto. 2003. “Analisis Capital Arbitrage Pricing Model dan Arbitrage Pricing Theory di Bursa Efek Jakarta”. http://ojs.lib.unair.ac.id/index.php/. (diakses 21 Maret 2011).

Suharli, Michell. 2005. “Studi Empiris Terhadap Dua Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham Pada

Industri Food & Beverages Di Bursa Efek Jakarta”.

http://www.petra.ac.id/puslit/journals/dir.php?DepartmentID=AKU. (diakses 21 Maret 2011).

Susanto, Rudi. 2009. ”Pembentukan Portofolio Saham Yang Optimal DenganMenggunakan Beberapa Model Analisis”.http://artikel.staff.uns.ac.id/2009/01/05/. (diakses 21 Maret 2011)

Sulaiman, Wahid. 2004. Analisis Regresi Menggunakan SPSS. Yogyakarta:Andi.

Sularso, R. Andi. 2002. “Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga Saham (Return) Sebelum Dan Sesudah Ex-Dividend Date Di Bursa Efek Jakarta (BEJ)”.

http://www.puslit.petra.ac.id/journals/accounting. (diakses 21 Maret 2011).

Syahrir. 1995. Analisis Bursa Efek. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

(20)

20 Van Horne, James C, dkk. 1998. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan, Edisi 9. Jakarta:Salemba Empat.

Wahyono, Teguh. 2009. Analisis Statistika Dengan SPSS 17 Beserta Kasus dan Cara Pemecahannya.

Jakarta:PT. Elex Media Komputindo.

Yahoo. 2009. “Data Historis Harga Saham Jakarta Islamic Index”. http://www.finance.yahoo.com.

(diakses 21 Maret 2011).

http://www.bi.go.id

http://www.finance.yahoo.com http://www.idx.com

Gambar

Gambar 1 Diagram Pencar ( Scatterplot )  dan E ( Ri ) Seluruh Sampel Perusahaan

Referensi

Dokumen terkait

Bahkan dewasa ini banyak praktisi teknologi yang beralih pada Web service(WS) untuk alasan fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih tinggi .Serupa dengan RPC pada protokol

[r]

L7-filter is a packet classifier for the Linux kernel that doesn't look up port numbers or Layer 4 protocols, but instead looks at the data in an IP packet and does a regular

Elemen bakar 1/4, 1/2 dan 3/4 adalah elemen-elemen bakar yang mempunyai kandungan UZrH sebanyak 1/1, 1/2 dan 3/4 dari elemen bakar ST ANDAR dengan sisa roang volume lainnya

Label halal pada kosmetik membuat persepsi baru bagi masyarakat yaitu kosmetik berlabel halal tidak mengandung alkohol sesuai dengan uji pearson correlation dengan

Ilmu (science) merupakan bagian dari pengetahuan (knowledge), membahas bidang pengetahuan tertentu yang tersusun secara sistematis, diperoleh dengan observasi (tahapan

Yaitu data yang diperoleh melalui study kepustakaan, study terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang fungsi Legislasi DPRD. Undang-Undang No 32

Pengembangan media audiovisual untuk pembelajaran memperbaiki Komputer di SMK telah dikembangkan berdasarkan lima tahap atau langkah utama sederhana yaitu tahap