PENGARUH BRAND TRUST TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
SMARTPHONE BLACKBERRY
(Survei Pada Pengguna Smartphone BlackBerry di Outlet Erafone BEC Bandung) SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Ujian Sidang Sarjana Ekonomi Pada Program Studi Manajemen Universitas Pendidikan Indonesia
Oleh:
Wulan Purnama
0901218
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Pengaruh Brand Trust Terhadap
Keputusan Pembelian
(Survei Pada Pengguna Smartphone
BlackBerry di Outlet Erafone BEC
Bandung)
Oleh
Wulan Purnama
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Wulan Purnama 2014
Universitas Pendidikan Indonesia
Februari 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI UNTUK UJIAN SIDANG
DRAFT SKRIPSI
PENGARUH BRAND TRUST TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
SMARTPHONE BLACKBERRY
(Survey Pada Konsumen Outlet Erafone BEC Bandung Pengguna
Smartphone BlackBerry)
Wulan Purnama 0901218
Skripsi ini telah disetujui dan disahkan oleh :
1. Pembimbing I
Heny Hendrayati, S.IP. MM NIP. 19761011 200501 2 002
2. Ketua Program Studi
Dr. Vanessa Gaffar, SE.Ak., MBA NIP. 19740307 200212 2 001
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
ABSTRAK
Wulan Purnama (0901218),“Pengaruh Brand Trust terhadap Keputusan Pembelian
Smartphone BlackBerry (Survei Pada Pengguna Smartphone BlackBerry Outlet
Erafone BEC Bandung)” Di bawah bimbingan Heny Hendrayati, S.IP.MM
Banyaknya merek-merek smartphone yang ditawarkan dengan berbagai keunggulan dan kelebihan yang kemudian menyebabkan persaingan produk sejenis semakin ketat. Para produsen dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan produknya. Ini terlihat dari kondisi pemasaran yang tidak hanya mengandalkan kemampuan produk tetapi sudah mempengaruhi persepsi penggunanya.
Dilihat dari keputusan pembelian pengguna smartphone BlackBerry Outlet Erafone BEC Bandung, banyak faktor yang mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian, diantaranya : pemilihan produk, pemilihan merek, pemilihan saluran pembelian, penentuan jumlah pembeli, penentuan waktu pembelian, dan penentuan metode pembayaran. Sebagai upaya meningkatkan keputusan pembelian konsumen, BlackBerry terus berupaya meningkatkan brand trust (kepercayaan terhadap merek) yang dimensinya terdiri dari brand reliability dan brand intentions.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan verifikatif dengan populasi berjumlah 1200 orang responden dan sampel dengan jumlah 100 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah koefisien korelasi pearson dan analisis regresi sederhana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran brand trust yang dimiliki pengguna smartphone BlackBerry, mengetahui gambaran keputusan pembelian yang dilakukan pengguna smartphone BlackBerry dan sejauh mana pengaruh brand trust terhadap keputusan pembelian pengguna smartphone BlackBerry di Outlet Erafone BEC Bandung. Aspek yang diteliti meliputi dua hal yaitu brand trust dan keputusan pembelian smartphone BlackBerry.
Hasil penelitian menunjukan bahwa brand trust dan keputusan pembelian konsumen outlet Erafone BEC Bandung pengguna smartphone BlackBerry berada pada kategori cukup baik. Hasil perhitungan korelasi sebesar 0,663 artinya terdapat hubungan yang kuat antara brand trust dengan keputusan pembelian smartphone BlackBerry. Hasil perhitungan analisis regresi sederhana didapat pengaruh sebesar 0,795 dan KD= 43,9% sedangkan sisanya 56,1% dipengaruhi oleh faktor yang tidak diteliti.
Saran yang diberikan sebaiknya perusahaan dapat merencanakan strategi pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan brand trust agar dapat mempengaruhi dan merubah persepsi konsumen untuk tetap percaya dan membeli produk BlackBerry karena brand trust memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian.
ABSTRACT
Wulan Purnama (0901218), ͞The Influence of Brand Trust towards Purchasing Decision of Blackberry Smartphone (Survey on Blackberry Smartphone user of Erafone Outlet in BEC Bandung)͟ under guidance of Heny Hendrayati, S.IP.MM
The more various smartphone type from many brands with their own specialty creates the more intense competition between them. The company has to be very creative in creating their products. This is showed by the marketing condition that not only lean towards the product capability but also towards the user perception.
According to the purchasing decision of blackberry smartphone user from Erafone Outlet BEC Bandung, there are many factor that influence the consumer to purchase a product, like product selection, brand selection, distributor selection, buyer selection, time of purchase selection and payment methods selection. In order to increase the purchasing decision of consumers, BlackBerry always trying to increase their brand trust derived from brand reliability and brand intentions.
This study employs the descriptive and verificative methods with the population of 1200 and sample of 100 respondents. The analytical technique used by this study are pearson product moment correlative coefficient and simple regression analysis.
The objective of this study is to describe the brand trust execution BlackBerry smartphone users, to know the description of the purchase decision made BlackBerry smartphone users and the extent to which the effect of brand trust on purchase decisions BlackBerry smartphone users Outlet Erafone BEC Bandung. There are two aspects of this study, the brand trust and the purchasing decision of BlackBerry smartphone.
The result shows that the brand trust and purchasing decision BlackBerry smartphone users Outlet Erafone BEC Bandung are at the fairly good category. The correlation calculation is 0.663 means that there is strong relationship between brand trust and purchasing decision of blackberry smartphone. The results of calculation of simple regression analysis of the effect obtained 0.795 dan KD= 43,9% while the remaining of 56,1% were influenced by another factor undefined.
The suggestion for the company is that they should be able to plan a marketing strategy that aims to increase brand trust in order to influence and change the perception of consumers to continue to believe and buy BlackBerry products as brand trust has an influence on purchasing decisions.
DAFTAR ISI
ABSTRAK………...………... i
ABSTRACT... ii
KATA PENGANTAR….………...……….. iii
DAFTAR ISI….………….………...……… vii
DAFTAR TABEL.……….………...………... x
DAFTAR GAMBAR…….………...… xiii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian…….………... 1
1.2 Identifikasi Dan Perumusan Masalah…….…... 10
1.3 Tujuan Penelitian………...………. 10
1.4 Kegunaan Penelitian………….……….. 11
BAB II KAJIAN PUSTAKA KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka………... 12
2.1.1 Konsep Pemasaran...………... 12
2.1.2 Bauran Pemasaran... 13
2.1.3 Produk………... 15
2.1.4 Konsep Brand... 16
2.1.4.1 Tingkatan Brand………..... 18
2.1.4.2 Karakteristik Brand………... 20
2.1.4.3 Manfaat Merek (Brand)………... 20
2.1.4.4 Keputusan Pemberian Brand……….... 21
2.1.5 Konsep Trust………... 24
2.1.5.1 Brand Trust………... 24
2.1.5.2 Pengukuran Brand Trust…………... 26
2.1.6 Perilaku Konsumen dalam Proses Pengambilan Keputusan... 28
2.1.6.1 Perilaku Konsumen……….. 28
2.1.6.2 Model Perilaku Konsumen………...…… 29
2.1.6.3 Proses Pengambilan Keputusan………... 36
2.1.6.5 Definisi Keputusan Pembelian………. 47
2.1.6.6 Peran Pembeli……….. 48
2.1.6.7 Dimensi Keputusan Pembelian…...………. 49
2.1.7 Pengaruh Brand Trust Terhadap Keputusan Pembelian………... 50
2.1.8 Penelitian Terdahulu……… 52
2.2 Kerangka Pemikiran... 53
2.3 Paradigma Penelitian……….……… 57
2.4 Hipotesis... 57
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian……...………….……… 58
3.2 Metode dan Desain Penelitian………...…... 59
3.2.1 Metode Penelitian……… 59
3.2.2 Desain Penelitian………. 61
3.3 Operasionalisasi Variabel………..……… 62
3.4 Sumber Dan cara Penentuan data... 66
3.4.1 Sumber Data……… 66
3.4.2 Cara Penentuan Data………... 67
3.5 Teknik Pengumpulan data... 67
3.6 Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan sampel...…... 69
3.6.1 Populasi... 69
3.6.2 Sampel...………. 69
3.6.2 Teknik Penarikan Sampel... 70
3.7 Rancangan Analisis Data dan Uji Hipotesis... 70
3.7.1 rancangan Analisis Data... 70
3.7.2 Validitas dan Reliabilitas... 72
3.7.2.1 Pengujian Validitas... 72
3.7.2.2 Pengujian Reliabilitas... 76
3.7.3 Tekinik Analisis data... 78
3.7.4 Rancangan Uji Hipotesis... 83
4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian……….. 85
4.1.1.1 Visi, Misi dan Tujuan BlackBerry... 86
4.1.1.2 Strategi Pemasaran BlackBerry... 87
4.1.1.3 Sejarah BlackBerry di Indonesia... 88
4.1.1.4 Produk Unggulan BlackBerry……… 89
4.1.1.5 Sistem Operasi Smartphone BlackBerry……… 90
4.1.1.6 Perangkat Lunak Smartphone BlackBerry………. 91
4.1.1.7 Model Smartphone BlackBerry……….. 92
4.1.2 Gambaran Umum Karakteristik dan Pengalaman Responden…. 93 4.1.3 Gambaran Umum Variabel Penelitian………..………… 102
4.1.3.1 Gambaran Variabel Brand Trust………...…. 102
4.1.3.1.1 Tanggapan Mengenai Brand Reliability………... 103
4.1.3.1.2 Tanggapan ,Mengenai Brand Intentions………... 107
4.1.3.2 Rekapitulasi Hasil Penelitian Variabel Brand Trust…….. 112
4.1.3.3 Gambaran Variabel Keputusan Pembelian……... 114
4.1.3.4 Rekapitulasi Hasil Penelitian Variabel Keputusan Pembelian………... 126 4.1.4 Hasil Pengujian Statistik………...……… 128
4.1.4.1 Koefisien Korelasi…..…...………... 128
4.1.4.2 Analisis Regresi Linier Sederhana……..………... 130
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian…………..……….. 133
4.2.1 Pembahasan Tingkat Brand Trust………... 133
4.2.2 Pembahasan Tingkat Keputusan Pembelian... 136
4.2.3 Pembahasan Pengaruh Brand Trust Terhadap Keputusan Pembelian………. 140 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1Kesimpulan……… 143
5.2 Saran………. 144
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Klasifikasi Smartphone Berdasarkan Sistem Operasi... 3
Gambar 1.2 Perbandingan Pengguna Smartphone Berdasarkan Sistem Operasi Tahun 2011-2012 di Dunia... 4 Gambar 1.3 Market Share Smartphone di Indonesia... 6
Gambar 2.1 Bauran Pemasaran (Marketing Mix)... 14
Gambar 2.2 Model Dua Komponen Dari Hubungan Brand Trust... 25
Gambar 2.3 Item of the Measurement Scales for Trust and Comitment…….... 26
Gambar 2.4 Mendapatkan dan Mempertahankan Kepercayaan………. 27
Gambar 2.5 Alur Kepercayaan Konsumen Pada Merek……… 28
Gambar 2.6 Model Prilaku Konsumen... 30
Gambar 2.7 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen ... 31
Gambar 2.8 Model Sederhana Proses Pengambilan Keputusan Konsumen... 37 Gambar 2.9 Model Lima-Tahap dalam Proses Keputusan Pembelian….... 42
Gambar 2.10 Tahapan Antara Evaluasi Alternatif dan Keputusan Pembelian... 45
Gambar 2.11 Kerangka Pemikiran... 56
Gambar 2.12 Paradigma Penelitian... 57
Gambar 3.1 Model Regresi……... 83
Gambar 4.1 Hasil Kontinum Brand Trust………... 113
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Perkembangan teknologi global yang semakin pesat membuat setiap
orang dituntut untuk bisa beradaptasi. Tidak sedikit teknologi baru muncul untuk
melengkapi teknologi yang sudah ada atau bahkan muncul untuk
menggantikannya. Dari waktu ke waktu industri telekomunikasi merupakan
industri yang berkembang sangat pesat dengan inovasi yang berkembang secara
terus menerus. Hal ini menjadi salah satu tuntutan untuk memenuhi standar
konsumen akan kebutuhan sarana telekomunikasi yang semakin meningkat.
Era globalisasi sekarang, menimbulkan tantangan-tantangan baru karena
menuntut suatu perusahaan untuk memperluas pasarnya di tengah persaingan
kompetitif. Produk yang memiliki merek yang kuat, akan lebih mudah
memenangkan persaingan.
Merek juga mempunyai peran yang penting dengan menjadi pembeda
antara produk yang ditawarkan suatu perusahaan dengan merek-merek saingannya
(Terence, 2000: 8). Sementara itu, kecenderungan perkembangan perang
pemasaran di masa mendatang akan menjadi perang antar merek, yaitu suatu
persaingan untuk memperoleh dominasi merek (Rangkuti, 2004: 10). Merek dapat
memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan dan menjadikan pembeda di
antara para pesaing jika dikelola dan dikembangkan dengan benar.
atau penghasilan. Belakangan ini banyak pengguna handphone yang
menginginkan berbagai aplikasi untuk menunjang aktivitas mereka, oleh karena
itu beberapa vendor papan atas yang terus mengembangkan ponsel cerdas yang
bisa memuaskan kebutuhan komunikasi sekaligus hiburan. Ponsel cerdas ini biasa
disebut sebagai smartphone.
Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan
tingkat tinggi, kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer. Bagi beberapa
orang, smartphone merupakan telepon yang bekerja menggunakan seluruh
perangkat lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan
mendasar bagi pengembang aplikasi. Dengan kata lain, smartphone merupakan
komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon.
Smartphone merupakan sebuah device portable yang bisa melakukan
banyak hal mulai dari sekedar telepon, sms, browsing, apps, games dan banyak
keinginan lainnya (Rama Mamuaya, dailysocial.net:2011).
Smartphone semakin banyak digunakan oleh berbagai kalangan
masyarakat di dunia termasuk di Indonesia. Peningkatan jumlah kepemilikan
smartphone kemungkinan besar disebabkan oleh trend gaya hidup masyarakat
(Budi Janto, What Indonews: 2013).
Smartphone memiliki berbagai macam klasifikasi untuk menarik minat
konsumen. Salah satu klasifikasi smartphone yaitu berdasarkan sistem operasi
Sumber: Elib.Unikom. ac. id
Gambar 1.1
Klasifikasi Smartphone Berdasarkan Sistem Operasi
Dengan banyaknya merek dan jenis smartphone yang memiliki kelebihan
dan kecanggihan yang ada di pasaran menuntut konsumen untuk lebih selektif
dalam memilih smartphone yang berkualitas sesuai dengan dana dan kebutuhan,
mulai dari smartphone yang memiliki sistem operasi yang sederhana sampai
dengan smartphone yang memiliki sistem operasi yang super canggih.
S
Sistem operasi Windows Mobile
Smartphone berada di jalur 14.5% peningkatan dalam jumlah unit yang
terjual di seluruh dunia pada tahun 2009, dan tingkat pertumbuhan tahunan
mencapai 21% pada tahun 2008-2013. Peningkatan ini disebabkan oleh jaringan
data berkecepatan tinggi di AS, Eropa dan negara-negara Asia Pasifik, yang
memungkinkan pengguna smartphone menggunakan layanan internet saat
bepergian, serta mengakses musik, video streaming, karena smartphone lebih dari
sekedar membuat dan menerima panggilan. (www.waspada.co.id)
Salah satu merek smartphone ternama saat ini yaitu BlackBerry.
BlackBerry merupakan salah satu produk smartphone yang diproduksi oleh
BlackBerry Ltd, yang secara khusus memposisikan diri sebagai suatu solusi
mobile office yang lengkap.
Sumber: Global Statcounter 2012
Gambar 1.2
Perbandingan Pengguna Smartphone berdasarkan Merek Tahun2011-2012 Di Dunia
Berdasarkan data pada Gambar 1.2 terlihat bahwa dari Maret 2011 –Mei
Berbanding terbalik dengan pengguna Android dan i Phone yang mengalami tren
peningkatan.
Data lain mengenai pangsa pasar BlackBerry dalam penjualan smartphone
di dunia juga mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1.1
Tabel 1.1
Top Smartphone Operating Systems Market Share Q2 2011 –2012 (Units in Millions)
Operating System Q2 2011 Market Share Q2 2012 Market Share
Android 46.9% 68.1%
iOS 18.8% 16.9%
BlackBerry OS 11.5% 4.8%
Symbian 16.9% 4.4%
Windows Phone 7 / Windows Mobile
2.3% 3.5%
Linux 3.0% 2.3%
Others 0.5% 0.1%
Grand Total 100.0% 100.0%
Sumber: IDC Wordwide Mobile Phone Tracker August 2012
Berdasarkan Tabel 1.1 terlihat bahwa Market Share BlackBerry OS
mengalami penurunan sebesar 6.7% dari 11.5% di tahun 2011 menjadi 4.8% di
tahun 2012, sementara Android dan Windows 7 / Windows Mobile mengalami
kenaikan dalam penjualannya.
Tidak hanya di dunia, di Indonesia sendiri Market share BlackBerry
mengalami penurunan meskipun pada tahun 2011 BlackBerry sempat mengalami
Sumber: IDC (Bloomberg Businessweek,Data)
Gambar 1.3
Market Share Smartphone di Indonesia
Berdasarkan Gambar 1.3, tercatat Indonesia merupakan Negara yang
mengalami perubahan yang signifikan, dimana device berbasis Android
mengambil alih penjualan BlackBerry.
Pertumbuhan yang terjadi pada pengguna Blackberry dan berubahnya
orientasi masyarakat mengenai produk ponsel merupakan suatu fenomena yang
terjadi di mana-mana. Banyak faktor yang menjadi pemicu perubahan
pertumbuhan pengguna BlackBerry.
Untuk dapat melihat fenomena pertumbuhan pengguna BlackBerry yang
terjadi saat ini, maka penulis mengambil sample pada konsumen khususnya
pengguna BlackBerry di Outlet Erafone BEC Bandung.
0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00% 140,00%
Nokia Samsung BlackBerry i Phone
Nokia Samsung BlackBerry i Phone
2010 31,00% 33% 14,00% 3%
2011 19,00% 36,00% 43,00% 1,20%
Tabel 1.2
Presentase Penjualan Smartphone di Outlet Erafone BEC Bandung Tahun 2009 – Juli 2013
2009 2010 2011 2012 Juli 2013
Nokia 27.4 28.3 26.1 16.2 14.5
BlackBerry 23.6 24.1 27.3 24.2 20.7
Samsung 15.8 16.2 20.0 27.5 29.3
LG 6.4 8.3 5.8 6.7 5.3
i Phone 9.6 10.4 11.2 13.8 15.2
Lain-lain 17.2 12.7 9.6 11.6 15.0
Sumber: Bag. Pendataan Outlet Erafone BEC Bandung (data telah diolah kembali)
Dari tabel 1.2 diperoleh informasi bahwa fenomena yang dialami
BlackBerry mengalami peningkatan dari tahun 2009- 2011 sebesar ±3%, tetapi
untuk tahun berikutnya BlackBerry mengalami penurunan sebesar 3.1%.
Banyaknya merek-merek smartphone yang beredar di pasaran dengan
berbagai keunggulan dan kelebihan menyebabkan persaingan produk yang sejenis
semakin ketat. Para produsen dituntut untuk lebih kreatif dan mampu berinovasi
dalam mengembangkan produknya. Ini terlihat dari pemasaran yang tidak hanya
sekedar persaingan produk tetapi juga adanya perbedaan persepsi konsumen.
Pada saat yang sama, konsumen dihadapkan dengan berbagai macam
preferensi brand smartphone. Sedangkan konsumen bebas memilih merek yang
akan dibelinya karena pengambilan keputusan ada pada konsumen (Schiffman &
Kanuk, 2004: 547).
Untuk mengetahui seberapa banyak pengunjung atau konsumen yang
penelitian pada Outlet Erafone BEC Bandung. Hasil pra penelitian dapat dilihat
pada tabel 1.3
Tabel 1.3
Merek Smartphone Yang Paling Banyak Dibeli di Outlet Erafone BEC Bandung Januari - Juli 2013
Merek Smartphone Jumlah Penjualan Produk Per Pcs
Nokia 233
Samsung 283
BlackBerry OS 157
LG 87
i phone 82
Oppo 111
TOTAL 953
Sumber: Data Erafone Juli tahun 2013
Tabel 1.3 menunjukkan dari total 953 pembeli selama 7 bulan di Outlet
Erafone BEC Bandung ternyata smartphone yang paling banyak dibeli adalah
Android. Hal ini terjadi karena menurut salah satu karyawan Erafone, Android
memiliki lebih banyak pilihan sesuai dengan budget yang mereka miliki, sudah
menggunakan prosessor quad-core, memiliki aplikasi messenger yang tidak kalah
hebat dan memiliki fitur-fitur yang lebih canggih.
Dari hasil wawancara yang dilakukan pada pengunjung Outlet Erafone
BEC Bandung juga didapat alasan mengapa mereka tidak menggunakan
smartphone BlackBerry atau mereka yang pada awalnya merupakan pengguna
konsumen mengatakan bahwa Trackball atau trackpad BlackBerry bermasalah,
layar berdebu, layar sering nge-blank, boros batrei, elemen bagian samping tidak
bekerja, biaya langganan BBM terlalu mahal.
Hal tersebut menunjukkan adanya permasalahan yang terjadi pada
keputusan pembelian smartphone merek BlackBerry. Keadaan ini berkaitan
dengan banyaknya para pesaing yang menawarkan produk smartphone dengan
berbagai aplikasi dan fitur yang lebih baik dengan harga yang lebih murah.
Melihat banyaknya potensi smartphone di Indonesia, fenomena
meningkatnya pengguna smartphone masih akan terus berlanjut untuk beberapa
waktu mendatang. Untuk BlackBerry Ltd hal ini akan sangat menguntungkan,
karena semakin banyak pengguna smartphone maka sudah pasti akan
memperbesar potensi yang bisa digarap di pasar dengan mengembangkan
aplikasi-aplikasi yang sudah ada. Maka solusi untuk semakin besarnya potensi
smartphone dan meningkatnya keputusan pembelian adalah motivasi, integritas
merek, persepsi seseorang dan brand trust (kepercayaan terhadap merek).
Banyaknya smartphone yang dipasarkan dengan berbagai merek dan
keunggulannya menjadikan preferensi konsumen smartphoneBlackBerry menjadi
lebih tinggi. Maka, penting bagi BlackBerry Ltd untuk membangun brand trust
dalam pemasarannya.
Brand trust mampu berperan dalam menghadirkan sebuah merek di hati
para konsumen sesuai dengan harapan yang melekat pada merek tersebut serta
membedakannya dengan merek pesaing.
Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
“Pengaruh Brand Trust Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Merek
Blackberry” survey pada Konsumen di Outlet Erafone BEC Bandung.
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
Semakin banyaknya para pesaing yang menawarkan berbagai aplikasi dan
fitur smartphone yang lebih baik dengan harga yang lebih murah membuat
menurunnya penjualan smartphone BlackBerry. Menurunnya pengguna
BlackBerry dan berubahnya orientasi masyarakat mengenai produk ponsel
merupakan suatu fenomena yang terjadi di mana-mana. Banyak faktor yang
menjadi pemicu menurunnya pengguna BlackBerry.
Penyebab turunnya peminat BlackBerry di Indonesia diprediksikan karena
tidak mampunya BlackBerry bersaing dengan smartphone lain yang memiliki
lebih banyak keunggulan dan dengan hadirnya layanan BlackBerry Messenger
pada perangkat iOS dan Android. Maka, penting bagi BlackBerry untuk
membangun brand trust dalam pemasarannya. Berdasarkan latar belakang di atas
maka dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran brand trust pengguna smartphone merek
Blackberry di Outlet Erafone BEC Bandung?
2. Bagaimana gambaran keputusan pembelian pengguna smartphone
merek Blackberry di Outlet Erafone BEC Bandung?
3. Seberapa besar pengaruh brand trust terhadap keputusan pembelian
pengguna smartphone merek Blackberry di Outlet Erafone BEC
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Gambaran brand trust yang dimiliki pengguna smartphone merek
Blackberry di Outlet Erafone BEC Bandung
2. Gambaran keputusan pembelian yang dilakukan pengguna smartphone
merek Blackberry di Outlet Erafone BEC Bandung
3. Meneliti pengaruh brand trust terhadap keputusan pembelian
pengguna smartphone merek Blackberry di Outlet Erafone BEC
Bandung
1.4 Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian yang diharapkan baik secara teoritis, maupun praktis,
sehubungan dengan dilaksanakannya penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Secara Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi
pengembangan ilmu manajemen khususnya manajemen pemasaran yang
terkait dengan brand trust dan keputusan pembelian serta memberikan
pengalaman nyata dan pengetahuan di bidang manajerial tentang ilmu dan
teori-teori yang diperoleh selama perkuliahan dibandingkan dengan realita
yang terjadi di masyarakat secara umum.
2. Secara Praktis
Sebagai bahan pertimbangan bagi BlackBerry Ltd dalam merancang
strategi untuk meningkatkan brand trust agar dapat meningkatkan
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian
Penelitian ini menguji bagaimana upaya mempertahankan brand trust
terhadap keputusan pembelian smartphone Blackberry, penelitian ini akan
meneliti dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas
(Independent variable) yang diteliti yaitu Brand trust ,dengan sub variable: brand
reliability dan brand intention. Kemudian yang menjadi di variabel terikat
(dependent variable) adalah keputusan pembelian smartphone merek Blackberry.
Responden dalam penelitian ini adalah konsumen smartphone Blackberry
di Outlet Erafone BEC Bandung. Dilihat dari berbagai kasus dan masalah yang
terjadi pada berbagai merek smartphone maka penulis memilih Blackberry
sebagai objek penelitian.
Selain itu, karena penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu kurang dari
satu tahun yaitu dari bulan Juli sampai November 2013, maka menurut (Husein
Umar 2008:45) metode penelitian dengan cara mempelajari objek dalam satu
kurun waktu tertentu/tidak berkesinambungan dalam jangka waktu panjang.
Informasi dan sebagian populasi dikumpulkan langsung di tempat kejadian
dengan tujuan untuk mengetahui langsung pendapat dari sebagian populasi
3.2 Metode dan Desain Penelitian 3.2.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang dirumuskan dalam bentuk tabel untuk
mempermudah melihat metode penelitian yang digunakan berdasarkan
masing-masing tujuan penelitian. Tabel tersebut terdiri dari tujuan penelitian, sifat
penelitian, pendekatan penelitian, tipe penelitian, unit analisis atau unit observasi,
dan time horizon. 1. Untuk mengetahui brand
trust yang dimiliki digunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif dari sumber dan data primer
yang diperoleh dari hasil wawancara observasi, dan kuesioner pada konsumen
Outlet Erafone BEC Bandung yang menjadi pengguna smartphone merek
penelitian yang dimaksudkan menyelidiki keadaan, kondisi atau hal-hal yang lain
yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan
penelitian. Sifat penelitian deskriptif yaitu digunakan suatu metode dalam meneliti
status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran
ataupun suatu peristiwa pada masa kini yang bertujuan untuk membuat deskripsi
karakteristik dari pengguna suatu produk, dengan cara membuat profil para
pengguna produk dengan mengelompokannya berdasarkan kelompok umur, jenis
kelamin, tingkat pendidikan dan lainnya.
Untuk menjawab dan mengungkapkan tujuan penelitian ketiga digunakan
metode penelitian yang bersifat verifikatif dari sumber data primer yang diperoleh
dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden ditambah dengan data
sekunder. Penelitian verifikatif menurut suharsimi Arikunto (2010:15) penelitian
yang bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian lain. jenis penelitian
verifikatif menguji kebenaran suatu hipotesis yang dilakukan melalui pegumpulan
data di lapangan. Sifat verifikatif pada dasarnya ingin menguji kebenaran suatu
hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan, dimana
dalam penelitian ini penelitian verifikatifbertujuan untuk mengetahui brandtrust
dan seberapa pengaruhnya terhadap keputusan pembelian.
Mengingat penelitian ini bersifat deskriptifdan verifikatif
yangdilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan, maka metode
penelitianyang akan digunakan adalah explanatory survey.
Maholtra (2010:96) menyatakan bahwa:
manajemen atau para peniliti tersebut. Penjelasan penelitian dalam bentuk wawancara mendalam atau kelompok fokus dapat memberikan wawasan yang berharga.
Berdasarkan pengertian tersebut penelitian yang digunakan dalam metode
ini adalah informasi dari sebagian populasi yang dikumpulkan langsung di tempat
kejadian secara empirik dengan tujuan untuk mengetahui pendapat dari sebagian
populasi terhadap objek yang sedang diteliti. Adapun unit analisis dari penelitian
ini yaitu konsumen Outlet Erafone BEC Bandung yang menggunakan smartphone
merek Blackberry.
3.2.2 Desain Penelitian
“Desain penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh
peneliti, sebagai ancar-ancar kegiatan yang akandilaksanakan” (Suharsimi
Arikunto 2010:90). Dalam desain penelitian tercakup penjelasan secara terperinci mengenai tipe desain riset yang memuat prosedur yang sangat dibutuhkan dalam
upaya memperoleh informasi serta mengolahnya dalam rangka memecahkan
masalah. Tipe riset desain ini berhubungan dengan tingkat analisis yang
direncanakan oleh peneliti terhadap data yang dikumpulkan.
Desain riset dapat dibagi menjadi tiga macam. Pertama, riset eksplanatori
yaitu desain riset yang digunakan untuk mengetahui permasalahan dasar. Kedua,
riset deskriptif yaitu desain riset yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu.
Ketiga, riset kausal yaitu untuk menguji hubungan “sebab akibat”. Ketiga jenis
riset ini menghasilkan informasi yang berbeda-beda sehingga penentuan desain
riset yang akan digunakan tergantung pada informasi yang akan dicari dalam riset
Oleh karena itu desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah desain kausalitas. Desain kausalitas ini tujuan utamanya adalah untuk
mendapatkan bukti hubungan sebab akibat, sehingga diketahui mana yang
menjadi variabel yang mempengaruhi, mana variabel yang dipengaruhi. Hal ini
sesuai dengan yang dikatakan oleh (Malhotra 2005:100) bahwa desain kausalitas
tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan bukti mengenai hubungan
sebab-akibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya mempertahankan
keputusan pembelian terhadap pengaruh brand trust smartphone merek
Blackberry.
3.3 Operasionalisasi Variabel
Operasional adalah seperangkat petunjuk yang lengkap tentang apa yang
harus diamati dan bagaimana mengukur suatu variabel atau konsep definsi
operasional tersebut membantu kita untuk mengklasifikasikan gejala disekitar ke
dalam kategori khusus dari variabel (Arikunto, 2010:91). Menurut Sugiyono
(2012:39) dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang digunakan sebagai
berikut :
1. Variabel bebas/independent variable, (X)
yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang sebab perubahannya atau
timbulnya variabel terikat (dependent variable). Dalam hal ini yang
dijadikan variabel independennya adalah brandtrust (X) yang terdiri
dari dua dimensi brand reliability, brand intention.
yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena
adanya variabel bebas. Dalam hal ini yang menjadi variabel
dependennya adalah Keputusan keputusan pembelian (Y).
Untuk memudahkan dalam memahami variabel-variabel yang dibahas
dalam penelitian ini, operasionalisasi variabel ini dijelaskan secara rinci dalam
Tabel sebagai berikut:
Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel
variabel Dimensi Indikator Ukuran skala
3.4 Sumber dan Cara Penentuan Data 3.4.1 Sumber Data
Untuk mengumpulkan data objek penelitian, digunakan metode
pengumpulan sebagai berikut:
1. Data Primer
Data primer yaitu data yang diperoleh dengan cara menyebarkan
kuisioner kepada konsumen Outlet Erafone BEC Bandungyang
menggunakan smartphone Blackberry, pengumpulan data primer
dilakukan melalui penelitian lapangan.
2. Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh untuk mendukung kebenaran
dari data primer dengan referensi atau bahan acuan dari buku-buku
ekonomi dan manajemen yang membahas mengenai topik penelitian
dan keterangan serta informasi yang dimuat di jurnal, majalah, atau
dokumen-dokumen perusahaan yang mendukung.
3.4.2 Cara penentuan data
Data yang digunakan dalam penelitian ini dapat berupa populasi atau
sampel. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki
karakteristik tertentu, jelas dan lengkap. Populasi dalam penelitian ini (N) yaitu
konsumen Outlet Erafone BEC Bandung yang menggunakan smartphone
Blackberry. Sedangkan sample adalah bagian dari populasi yang diambil dengan
cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik, jelas dan lengkap yang
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan
melalui dua teknik, yaitu Observasi dan Wawamcara, serta Kuesioner.
Data primer
Untuk memperoleh data primer penulis melakukan penelitian dengan
menggunakan metode:
1. Observasi dan Wawancara
Observasi dilakukan kepada pengguna Blackberry yang menjadi
konsumen di Outlet Erafone BEC Bandung. Sedangkan wawancara
dilakukan dengan cara berbincang-bincang kepada pengguna
Blackberry di Outlet Erafone BEC Bandung.
2. Kuesioner
dilakukan dengan menyebarkan seperangkat daftar pertanyaan tertulis
kepada responden yaitu konsumen Outlet Erafone BEC Bandung yang
merupakan pengguna Blackberry. Responden tinggal memilih
alternatif jawaban yang telah disediakan pada masing-masing alternatif
jawaban yang dianggap paling tepat. Dalam kuesioner ini penulis
mengemukakan beberapa pertanyaan yang merupakan elemen-elemen
dari Brand reliability, Brand intention, dan
Data sekunder
Untuk memperoleh data sekunder penulis melakukan pengkajian pada
sumber informasi berupa textbook, jurnal, artikel dari internet
yangberhubungan dengan pembahasan penelitian ini.
3.6 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 3.6.1 Populasi
Untuk mendapatkan data-data yang relevan dan valid maka diadakan
penarikan sampel dari suatu populasi yang akan diteliti. Populasi adalah wilayah
generelasasi yang terdiri atas objek dan subjek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulan Sugiyono (2012:80).
Populasi dari penelitian ini adalah pengunjung yang merupakan konsumen
pengguna smartphone BlackBery di Outlet Erafone BEC Bandung dengan jumlah
pengunjung weekday 486 orang dan jumlah pengunjung weekend 714 orang
sehingga total pengunjungnya adalah 1200 orang (sumber: hasil Pra Penelitian
Selasa, 16 Juli 2013).
3.6.2 Sampel
Menurut Arikunto (2010:174) Sampel adalah sebagian atau wakil dari
populasi yang diteliti. Tidak terdapat batasan tertentu mengenai berapa besar
sampel yang diambil dari populasi, karena absah tidaknya sampel bukan terletak
pada besar atau banyaknya sampel yang diambil tetapi terletak pada sifat
Dalam penentuan jumlah sampel, peneliti dengan rumus perhitungan
slovin yaitu :
Dimana :
n = Jumlah Sampel
N = Jumlah populasi
D = presesi (10%)
Maka dengan rumus tersebut jumlah dalam sampel penelitian ini adalah:
n =
n =
n = 92,31 dibulatkan menjadi 100
Dari hasil perhitungan sampel diatas, maka diputuskan penelitiakan
mengambil sampel sebanyak100 orang dari jumlah populasi.
3.6.3 Teknik Penarikan Sampel
Dikutip dari buku Sugiyono (2012:81) teknik sampling adalah teknik
pengambilan sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi bergerak
(mobile population) dan bersifat homogen, maka metode pengambilan sampel
yang digunakan adalah teknik Systematic random sampling atau pengambilan
sampel acak sistematis.
Pada penelitian ini, peneliti menyebarkan secara langsung kuesioner
sebelumnya, telah didapatkan jumlah sampel yang akan digunakan yaitu sebanyak
100 orang pengunjung Erafone BEC Bandung pengguna smartphone BlackBerry.
3.7 Rancangan Analisis Data dan Uji Hipotesis 3.7.1 Rancangan Analisis Data
Data yang diperoleh dari lapangan diolah dan dianalisa dengan
menggunakan dua metode, yaitu:
a. Metode Kuantitatif, metode ini dapat dibantu dengan alat bantu statistik.
Metode statistik ini digunakan untuk menganalisa pengaruh variabel X
terhadap variabel Y.
b. Metode Kualitatif, metode ini hanya menggunakan data-data yang masuk
dengan cara mengelompokkan dan ditabulasikan untuk memudahkan
dalam menjelaskan.
Setelah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner terkumpul,
kemudian data tersebut diolah dan ditafsirkan sehingga dari hasil tersebut dapat
dilihat apakah antara variabel program Brand trust (X) ada pengaruhnya atau
tidak terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y).Maka prosedur yang harus
dilakukan pengelolaan data penelitian dilakukan sebagai berikut :
1. Proses Editing
Tahap awal analisis data yaitu melakukan editing/pemeriksaanpada data
yang telah dikumpulkan dari hasil survei di lapangan. Pada dasarnya
proses editing data ini bertujuan agar data yang akan dianalisis akurat dan
2. Proses Scoring
Proses penentuan skor atas jawaban responden yang dilakukan dengan
membuat klasifikasi dan kategori yang cocok tergantung pada anggapan
atau opini para responden. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala
likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan
persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial
(sugiyono 2007:107). Jawaban setiap instrumen skala ini mempunyai
gradiasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa
kata-kata. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.3 berikut :
Tabel 3.3
Pola Skoring Kuesioner Skala Lima
No Alternatif Jawaban Skor
1 Sangat kuat 5
2 Kuat 4
3 Sedang 5
4 Rendah 2
5 Sangat rendah 1
Sumber : Sugiyono (2007: 108)
3. Tabulasi
perekapan data hasil scoring pada langkah ke dalam tabel sehingga
diharapkan para pembaca dapat melihat hasil peneltian dengan jelas.
4. Tahap uji coba kuesioner
untuk menguji layak tidaknya kuesioner disebarkan kepada responden,
maka penulis melakukan dua tahap pengujian yaitu uji validitas dan
5. Untuk menjawab tujuan penelitian yang bersifat deskriptif adalah melalui
tinjauan kontinum dan perbandingan rata-rata data sampel, sedangkan
untuk menjawab tujuan penelitian yang bersifat asosiatif atau verifikatif
maka digunakan teknik analisis regresi berganda
3.7.2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas 3.7.2.1pengujian Validitas
Uji Validitas adalah suatu derajat ketepatan antara data yang
sesungguhnya terjadi dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti
(Sugiyono 2009:117). Validitas dalam penelitian dijelaskan dalam salahsatu
derajat ketepatan pengukuran tentang isi dari pernyataan yang dibuat penulis.
Teknikuji yang digunakan adalah teknik korelasi melalui koefisien korelasi
product moment. Skor ordinal dari setiap item pertanyaan yang diuji validitasnya
dikorelasikan dengan skor ordinal keseluruhan item, jika koefisien korelasi
tersebut positif, maka item tersebut valid, sedangkan jika negatif maka item yang
tersebut tidak valid dan akan dikeluarkan dari kuisioner atau digantikan dengan
pernyataan perbaikan. Rumus korelasi yang dapat digunakan adalah rumus
Korelasi Product Moment. Dengan rumus :
rxy
=
∑ ∑ ∑√{ ∑ ∑ }{ ∑ ∑ }
Keterangan :
r
xy : Koefisien Validitas item yang dicari∑Y : Jumlah hasil pengamatan variabel Y
∑ : Jumlah dari hasil kali pengamatan variabel X dan variabel Y
∑X2
: Jumlah dari hasil pengamatan variabel X yang telah dikuadratkan
∑Y2
: Jumlah dari hasil pengamatan variabel Y yang telah dikuadratkan
Keputusan pengujian validitas item responden adalah sebagai berikut :
1. Item pertanyaan atau pernaytaan responden penelitian dikatakan valid
apabila r hitung> r tabel.
2. Item pertanyaan atau pernyataan responden penelitian dikatakan tidak
valid apabila r hitung< r tabel.
Perhitungan validitas item instrumen dilakukan dengan bantuan program
SPSS 19.0 for windows. Dengan menggunakan rumus dan langkah yang sama,
maka dapat dilakukan pengujian validitas untuk seluruh item yang seluruhnya ada
20 item. Pengujian validitas instrumen ini dilakukan terhadap 30 responden
dengan tingkat signifikan 5%, dengan derajat kebebasan (df) n-2 (30-2=28).
Didapat r tabel sebesar 0,374. Uji validitas untuk variabel Brand Trust dan
Tabel 3.4
Hasil Pengujian Validitas Penelitian Variabel X (Brand Trust)
No Item r Hitung r Tabel Keterangan
1 0,629 0,374 Valid
2 0,610 0,374 Valid
3 0,475 0,374 Valid
4 0,422 0,374 Valid
5 0,514 0,374 Valid
6 0,624 0,374 Valid
7 0,545 0,374 Valid
8 0,439 0,374 Valid
9 0,673 0,374 Valid
10 0,652 0,374 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013 dengan SPSS 19.0 For Windows
Berdasarkan tabel 3.4 diatas, maka dapat disimpulkan seluruh kuesioner
Brand Trust (X) dinyatakan valid, karena setiap item pertanyaan memiliki r hitung
lebih besar dari r tabel. Sehingga item pertanyaan tersebut dapat dinyatakan
sebagai alat ukur untuk variabel yang diteliti.
Peneliti juga melakukan pengujian validitas untuk varibel Y yaitu keputusan
Tabel 3.5
Hasil Pengujian Validitas
Penelitian Variabel Y (Keputusan Pembelian)
No Item r Hitung r Tabel Keterangan
1 0,536 0,374 Valid
2 0,406 0,374 Valid
3 0,610 0,374 Valid
4 0,653 0,374 Valid
5 0,600 0,374 Valid
6 0,454 0,374 Valid
7 0,554 0,374 Valid
8 0,537 0,374 Valid
9 0,438 0,374 Valid
10 0,424 0,374 Valid
11 0,580 0,374 Valid
12 0,720 0,374 Valid
13 0,640 0,374 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013 dengan SPSS 17.0 For Windows
Berdasarkan tabel 3.5 diatas, maka dapat disimpulkan seluruh kuesioner
keputusan pembelian (Y) dinyatakan valid, karena setiap item pertanyaan
memiliki r hitung lebih besar dari r tabel. Sehingga item pertanyaan tersebut dapat
3.7.2.2Pengujian Reliabilitas
Instrumen penelitian disamping harus valid, juga harus dapat dipercaya
(reliabel). Reliabilitas adalah sejauh mana skala mampu menciptakan hasil yang
konsisten jika pengukuran berulang dilakukan terhadap karakteristik tertentu
(Malhotra 2005:309). Jika suatu instrumen dapat dipercaya maka data yang
dihasilkan oleh instrumen tersebut pun dapat dipercaya. Pengujian reabilitas
kuesioner penelitian dilakukan dengan rumus Alpha. Rumus Alpha digunakan
untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket
atau soal bentuk uraian (Suharsimi Arikunto 2009:196).
( ) ∑
Dimana:
r11 = Reliabilitas Instrumen
k = Banyaknya butir pertanyaan
∑σb2 = Jumlah Varians butir
∑12 = varians total
Untuk mencari tiap butir digunakan rumus varians sebagai berikut :
∑ ∑
Dimana:
σ2
= Varians
∑x = Jumlah skor
Perhitungan reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 19.0 for
windows. Berdasarkan jumlah kuesioner yang disebar kepada 30 responden
dengan tingkat signifikansi 5% dan derajat kebebasan (df) n-2 yaitu (30-2=28)
didapat r tabel yaitu sebesar 0,374. Adapun hasil pengujian reliabilitas Brand
Trust dan keputusan pembelian sebagai berikut:
Tabel 3.6
Hasil Pengujian Reliabilitas
Penelitian Variabel Brand Trust (X) dan Keputusan Pembelian (Y)
Varibel r Hitung r Tabel Keterangan
Brand Trust 0,742 0,374 Reliabel
Keputusan Pembelian 0,779 0,374 Reliabel
Sumber: Hasil pengolahanm Data, 2013 dengan SPSS 19.0 For Windows
Hasil pengujian pada tabel 3.6 menunjukan bahwa hasil pengujian
reliabilitas instrumen penelitian X dan Y dinyatakan reliabel, hal ini karena
masing-masing nilai r hitung lebih besar dari r tabel.
Dari hasil kedua pengujian instrumen yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Penenlitian ini dapat
dilanjutkan karena tidak ada sesuatu yang menjadi kendala terjadinya kegagalan
penelitian, dikarenakan oleh instrumen yang belum teruji kevalidan dan
3.7.3 Teknik Analisis Data
Dikutip dari Buku Sugiyono (2012:15) “Skala ordinal adalah skala yang
datanya berbentuk rangking atau peringkat, dan jarak antara satu data dengan data
yang lain tidak sama”. Untuk memberikan nilai terhadap jawaban dalam
kuesioner dibagi dalam lima tingkat alternatif jawaban yang disusun bertingkat
dengan pemberian bobot nilai (skor) .
Untuk penelitian kali ini, peneliti menggunakan regresi sederhana. Dengan
alasan karena peneliti hanya meneliti dua variabel saja yaitu :
1. Brand Trust sebagai Variabel X
2. Keputusan Pembelian sebagai variabel Y
Untuk mendapatkan data yang akurat, peneliti menggunakan data deskriptif.
Yaitu dengan menyebarkan kuesioner/survei lapangan. Ini dilakukan agar
memperoleh hasil untuk pemecahan masalah. Kuesioner ini disusun oleh peneliti
berdasarkan variabel-variabel yang akan diteliti, yaitu memberikan keterangan
dan data mengenai pengaruh Brand Trust terhadap keputusan pembelian.
Pengolahan data yang terkumpul dari hasil keusioner dapat dikelompokan
kedalam tiga langkah, yaitu persiapan, tabulasi, dan penerapan data pada
pendekatan penelitian.
Selain menggunakan data deskriptif, peneliti juga menggunakan data
verifikatif. Teknik analisa data yang digunakan untuk melihat pengaruh Brand
Trust (X) terhadap keputusan pembelian (Y) yaitu dengan menggunakan analisis
regresi linier sederhana dan analisis korelasi karena penelitian ini hanya
a. Analisis Korelasi
Analisis korelasi bertujuan untuk mencari hubungan antara kedua
variabel yang akan diteliti. Hubungan yang dimaksud adalah apakah
hubungan yang positif ataupun hubungan yang negatif. Hubungan X dan
Y dikatakan positif apabila kenaikan (penurunan) X pada umumnya diikuti
oleh kenaikan (penurunan)Y.
Hal serupa dinyatakan oleh Ghozali (2012:96) bahwa tujuan
analisis korelasi adalah untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan)
linear antara dua variabel. Korelasi tidak menunjukan hubungan
fungsional atau dengan kata lain analisis korelasi tidak membedakan
antara variabel dependen dengan variabel independen.
Ukuran yang dipakai untuk mengetahui kuat atau tidaknya
hubungan natara X dan Y disebut koefisien korelasi (r). Nilai koefisien
korelasi paling sedikit-1 dan paling besar 1, artinya:
r = 1, hubungan X dan Y sempurna dan positif (mendekati 1, hubungan
sangat kuat dan positif)
r = -1, hubungan X dan Y sempurna dan negatif (mendektai -1,
hubungan sangat kuat dan negatif)
r = 0, hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan.
Penentuan koefisien Korelasi (r) dalam penelitian ini menggunakan
koefisien korelasi Pearson (pearson’s Product Moment Coeficient Of Correlation)
Keterangan:
N = Banyaknya item yang diteliti
X = Nilai Variabel X yaitu Brand Trust
Y = Nilai Variabel Y yaitu Keputusan Pembelian
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Setuju
0,20 – 0,399 Setuju
0,40 – 0,599 Cukup Setuju
0,60 – 0,799 Tidak Setuju
0,80 – 1,000 Sangat Tidak Setuju
b. Analisis Regresi Sederhana
Ghozali (2012:7) „analisis Regresi sederhana digunakan untuk menguji
pengaruh satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Regresi sederhana
didasarkan pada hubungan fungsional atau kausal satu variabel independen
yaitu brand trust dengan satu variabel dependen yaitu keputusan pembelian.
Persamaan umum regresi linear sederhana adalah :
∑ ∑ ∑
Keterangan :
Yʹ = Subyek/nilai dalam variabel dependen yang diprediksikan
a = Harga Y bila Y = 0
b = Angka arah atau koefisen regresi, yang menunjukan angka peningkatan
atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel
independen. Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan.
X = subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.
Untuk dapat menemukan persamaan regresi, maka harus dihitung terlebih
dahulu harga a dan harga b. Cara menghitung harga a dan b dapat dihitung dengan
rumus menurut sugiyono (2008:272):
Keterangan :
Y = Sumbu keputusan pembelian
X = Sumbu Brand Trust
a = Konstanta
∑ ∑ ∑ ∑
∑ ∑
∑ ∑ ∑ ∑
b = koefisien regresi
n = banyaknya responden
1. Mencari Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui besarnya sumbangan sebuah variabel bebas
terhadap variasi (naik/turunnya) variabel terikat, maka digunkaan
koefisien determinasi (KD) dengan rumus berikut :
Keterangan :
KD = Koefisien Determinasi
r = Koefisien Korelasi
Sedangkan untuk mengetahui kuat lemahnya pengaruh dapat
diklasifikasikan pada tabel dibawah ini :
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Setuju
0,20 – 0,399 Setuju
0,40 – 0,599 Cukup Setuju
0,60 – 0,799 Tidak Setuju
3.7.4 Rancangan Uji Hipotesis
Objek penelitian yang menjadi variabel bebas atau independent variable
yaitu Brand trust (X) yang terdiri dari (X1)Brand reliability , (X2)Brand intention,
sedangkan variabel dependen adalah Keputusan pembelian(variabel Y). Yang
menjadi hipotesis utama dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif
antara Brand trust dengan keputusan pembelian smartphone Blackberry . Untuk
menguji hipotesis dalam penelitian ini meliputi uji kerartian koefisien arah
regresi. Hipotesi yang diajukan yaitu variabel independen Brand Trust (variabel
X) sedangkan variabel dependen adalah Keputusan Pembelian (variabel Y).
Hipotesis tersebut digambarkan sebagai berikut :
Gambar 3.1 Model Regresi
Keterangan :
X1 = Variabel Brand reliability
X2 = Variabel Brand intention
Y = Variabel Keputusan Pembelian
Untuk menguji hipotesis dilakukan uji dua pihak dengan rumus:
√ √
Keterangan :
r = koefisien korelasi pearson
n = banyaknya sampel
Kriteria pengambilan keputusan untuk hipotesis yang diajukan adalah :
Jika thitung> ttabel , maka H0 ditolak dan H1 diterima
Jika thitung< ttabel , maka H0 diterima dan H1 ditolak
(sugiyono, 2008:250)
Taraf kesalahan 0,05 dengan derajat kebebasan dk (n-2) serta pada uji satu
pihak, yaitu uji pihak kanan. Secara statistik, hipotesis yang akan diuji dalam
rangka pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan hipotesis dapat ditulis
sebagai berikut :
H1 : ρ = 0, artinya tidak terdapat pengaruh antara Brand trust dengan
keputusan pembeliansmartphone merek Blackberry.
H0: ρ > 0 , artinya terdapat pengaruh antara Brand trust dengan keputusan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada konsumen smartphone
BlackBerry di Outlet Erafone BEC Bandung mengenai pengaruh Brand Trust
terhadap Keputusan Pembelian maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai
berikut:
1. Gambaran Brand Trust konsumen smartphone BlackBerry di Outlet Erafone
BEC Bandung berada pada kategori cukup baik. Dilihat dari aspek tertinggi
pada dimensi brand Reliability yaitu perasaan puas dengan kualitas
produl-produk yang ditawarkan BlackBerry. Sedangkan aspek terendah yaitu
keunggulan yang lebih baik dibandingkan dengan merek smartphone lain
yang menunjukkan bahwa BlackBerry belum memiliki keunggulan yang lebih
baik dibandingkan pesaingnya.
2. Gambaran keputusan pembelian smartphone BlackBerry di Outlet Erafone
BEC Bandung berada pada kategori cukup baik. Dilihat dari aspek tertinggi
pada dimensi penentuan waktu pembelian yaitu smartphone BlackBerry dibeli
pada saat kebutuhan telekomunikasi meningkat sehingga konsumen dapat
memenuhi kebutuhan telekomunikasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sedangkan aspek terendah yaitu kebutuhan atau keinginan menggunakan
smartphone BlackBerry sangat tinggi karena BlackBerry bukan merupakan
3. Diketahui bahwa brand trust memiliki pengaruh terhadap keputusan
pembelian konsumen smartphone BlackBerry di Outlet Erafone BEC
Bandung. Hal ini berarti keputusan pembelian dipengaruhi oleh brand trust.
Koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan terdapat hubungan yang kuat
antara brand trust dengan keputusan pembelian.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian mengenai pengaruh brand trust
terhadap keputusan pembelian smartphone BlackBerry di outlet Erafone BEC
Bandung, peneliti mengajuka beberapa saran yang dapat dijadikan alternatif dari
permasalahan dan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam
menentukan kebijakan organisasinya di masa yang akan datang.
1. Pihak perusahaan harus dapat merencanakan strategi pemasaran yang
bertujuan untuk meningkatkan brand trust (kepercayaan terhadap merek) agar
dapat mempengaruhi dan merubah persepsi konsumen untuk tetap percaya dan
membeli produk BlackBerry.
2. BlackBerry harus terus melakukan inovasi-inovasi terhadap smartphone yang
diproduksinya dan menjaga kualitas agar tidak kalah saing, karena sudah
semakin banyak perusahaan smartphone yang berani membuat produk
smartphone dengan harga yang murah dan memiliki spesifikasi tinggi
3. Perbaikan dari aspek brand trust dalam produk hendaknya didasari oleh saran
dan keluhan konsumen agar produk yang diciptakan sesuai dengan keinginan,
4. Dari saran diatas sekiranya dapat memberi masukan yang baik bagi
perusahaan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen
untuk kedepannya. Selain itu perusahaan dapat membandingkan hasil
penelitian ini dengan hasil penelitian sebelumnya sebagai bahan acuan untuk
penetapan kebijakan yang berhubungan dengan brand trust untuk
DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Arikuto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: PT.Rineka Cipta
Dahlen, Micael, Fredrik Lange, & Terry Smith,. 2010. Marketing
Communications A Brand Narrative Approach. John Wiley & Sons Ltd
Delgado-Ballester, Elena, Munuera-Aleman, Jose Louis & Yogue-Guillen, Maria
Jesus. 2003. “Development and Validation of A Brand Trust and Scale”,
International Journal of Market Research, Vol.45/1,p. 35-53
Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro
Ing, Phang & Fumitaka Furuoka,. 2007. An Examination Of The Celebrity
Endorsers Characteristics And Their Relationship With The Image Of
Consumer Products. UNITAR E-JOURNAL Vol , No 2, Jun 2007
Kautonen, Teemu & Heikki Karjaluoto,. 2008. Trust And New Technologies:
Marketing And Management On The Internet And Mobile Media,Edward
Elgar Publishing
Kenning, Peter,. 2008. The Influence of General Trust and Specific Trust on
Behaviour.Vol. 36 No. 6, 2008 pp. 461-476
Kotler, Philip, & Gary Armstrong,. 2010, Principles of Marketing thirteen New
Jersey: Pearson Education Prentice Hall
Pujiastuti, Y. Sri; Tamtomo, T.D. Haryo; Suparno, N. IPS Terpadu Semester 1.
Erlangga: Jakarta. 2006
Rangkuti, Freddy (2004). The Power of Brand, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama
Schiffman , Keanuk. (2010). A Model Of Consumer Decision Making. Mc Graw
Hill
Simamora, Bilson. (2004). Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
(2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
(2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta
Thae, Lee Min,. 2005. The Impact Of Perceptions of Interactivity on Customer
Trust and Transaction Intention in Mobile Commerce. International Journal
of Marketing Research
Tjiptono, Fandy. (2008). Strategi Pemasaran Edisi 3. Yogyakarta : Penerbit Andi.
E-BOOK
Kotler, Philip, & Gary Armstrong,. 2012, Principles of Marketing 14E. New
Jersey: Pearson Education, Inc., publishing as Prentice Hall, One Lake
INTERNET
Beritaonline. (2012). Strategi Penjualan Smartphone BlackBerry. Tersedia:
http://toyota.add-news.com/strategi-penjualan-handphone-blackberry/
Answers Corporation. (2014). What is BlackBerry’s Vision and Missions
Statement?Tersedia:
http://wiki.answers.com/Q/What_is_blackberry%27s_vision_and_mission_s
tatement?#slide=1
Strategic Management Insight. (2013). Mission Statement Of BlackBerry.
Tersedia:
http://www.strategicmanagementinsight.com/missionstatements/blackberry