• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGELOLAN KONFLIK DALAM KELUARGA POLIGAMI (Kasus: Tiga Keluarga Poligami).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGELOLAN KONFLIK DALAM KELUARGA POLIGAMI (Kasus: Tiga Keluarga Poligami)."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGELOLAN

KONFLIK

DALAM

KELUARGA

POLIGAMI

(Kasus:

Tiga

Keluarga

Poligami)

SKRIPSI

Oleh

MARISAYULIAMARSA

BP.0810811005

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS ANDALAS

(2)
(3)

ABSTRAK

Marisa Yulia Marsa 0810911005. Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial

danIlmuPolitik,UniversitasAndalas,Padang.JudulSkripsi:Pengelolaan KonflikDalamKeluargaPoligami,StudiTigaKeluargaPoligamidiKota Padang.Jumlahhalaman73Lembar.PembimbingIProf.Dr.Afrizal,M.A, PembimbingIIDra.Fachrina,MSi.

Monogamiadalahbentukperkawinanyangideal.Namunkenyataannya praktik perkawinan poligami kerap ditemukan dalam masyarakat. Perkawinan

poligami tidak tertutup kemungkinan menimbulkan masalah dalam hubungan

sosial dalam anggota keluarga. akibatnya keluarga poligami rentan terhadap

hubungansosialdisosiatif.Hubungandisosiatifitudapatdiminimalisirmelalui pengelolaan konflik yang dilakukan oleh keluarga tersebut untuk membangun

hubungansosial yangharmonisantaraanggotakeluargapoligami.Tujuandari

penelitianiniadalahuntukmendeskripsikanpengelolaankonflikdalamkeluarga poligami.

Pendekatanyangdipakaidalampenelitianiniadalahkualitatifdengantipe penelitiandeskriptif untuk memberikan gambaran terperinci dari realitas yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Informan penelitian ditentukan dengan Purposive Sampling (secara sengaja).Penelitianinimenggunakan

teorikonflikdariLewisA.Coserdenganmenggunakankatuppenyelamat(savety valve) sebagai suatu mekanisme untuk mempertahankan kelompok dari

kemungkinankehancuran.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam

keluargapoligamirentanterjadikonflikantarasuamidenganistri-istrinyaserta konflikantaraistridenganistri.Konflikyangterjadidalamkeluargapoligamiini adalah istri saling berebut perhatian suami dan ingin mendominasi suaminya,

pertengkarandankekerasan.Untukmeredamkonflikyangsedangterjadisuami menggunakanbeberapa strategidalammengelolakonfliksepertimenggunakan

ancaman, menghindari konfrontasi dan menciptakan suasana nyaman diantara

mereka. Upaya menciptakan suasan nyaman yang dilakukan oleh suami,

merupakansuatubentukkatuppenyelamat,karenadenganmenciptakansuasana nyaman,sikapbermusuhandapattersalurkan.Sepertiyangdilakukanolehsalah satu suami, ia mengajak semua keluarganya untuk pergi menghadiri pesta

(4)

ABSTRACT

MarisaYuliaMarsa0810911005.DepartmentofSociology,FacultyofSocial andPoliticalSciences,AndalasUniversity,Padang.Thesistitle:Managing ConflictintheFamilyPolygamy,Study:ThreeFamilyPolygamyinthecity ofPadang.Numberofpages73Sheets.SupervisorIProf.Dr.Afrizal,M.A, SupervisorII,Dra.Fachrina,MSi.

Monogamyistheidealformofmarriage.Butinrealitythepracticeof polygamousmarriagesareoftenfoundinthecommunity.Polygamousmarriage was likely to cause problems in social relationships within the family.

Polygamousfamiliesarevulnerabletotheconsequencesofsocialrelationships dissociative. Dissociative relationship can be minimized through conflict

managementbythefamilytobuildaharmonioussocialrelationsamongmembers of polygamous families. The purpose of this study was to describe the

managementofconflictsinpolygamousfamilies.

Theapproachusedinthisstudyisaqualitativedescriptivetypeofresearch toprovideadetailedpictureoftherealityunderstudy.Datawascollectedthrough in-depthinterviews.Researchinformantsisdeterminedbypurposivesampling. This study uses the theory of conflict of Lewis A. Coser using rescue valve

(savetyvalve)asamechanismtodefendthegroupfrompossibledestruction.

(5)
(6)

DAFTARISI

1.5.3. KonflikDalamKeluargaPoligami...10

1.5.4. TinjauanSosiologis...13

1.5.5. StudiRelevan...15

1.6. MetodePenelitian 1.6.1. PendekatandanTipePenelitian...17

1.6.2. MetodePengumpulanData...18

1.6.8. DefinisiOperasionalKonsep...26

1.6.9. JadwalPenelitian...29

BABIIDESKRIPSILOKASIPENELITIAN 2.1.KeadaanUmumKotaPadang 2.1.1.LetakdanKeadaanGeografis...30

2.1.2.KomposisiPenduduk...32

2.2.MataPencaharianPenduduk...34

(7)

2.3.1.SejarahPoligamidiMinangkabau... ....35

2.3.2.GambaranKeluargaPoligamidiKotaPadang...

..37

BABIIIPENGELOLAANKONFLIKDALAMKELUARGAPOLIGA MI

3.1.GambaranKeluargaPoligami... ....39

3.1.1.ProfilKeluargaPoligami... ...39

3.1.2.KondisiyangMelatarbelakangiPerkawinanPoligami...

...50

3.2.KonflikDalamKeluargaPoligami... ...56

3.2.1. IstriSalingBerebutPerhatianSuami... ....57

3.2.3.Pertengkaran... ...60

3.2.4.Kekerasan... ...62

3.3.PengelolaanKonflikDalamKeluargaPoligami...

...64

3.3.1. PenggunaanAncaman... ...64

3.3.2. MenghindariKonfrontasi... ....66

3.3.3.MenciptakanSuasanaNyaman... ....68

3.3.4.PengelolaanKonflikKeluargaPoligamiDariSudutTeoriSafety

(8)

....73

Referensi

Dokumen terkait

Objek dari penelitian Relasi Kuasa dalam Komunikasi Keluarga Poligami pada Masyarakat Kota Pekalongan adalah 3 (tiga) keluarga Muslim yang menjalani relasi pernikahan poligami di

Menurut penulis, kasus permohonan izin poligami di mana suami meminta izin poligami karena pemohon sangat khawatir apabila antara pemohon dengan calon istri pemohon tidak

Dan kedua ialah menambah ketentuan dalam Pasal 4 ayat 2 ”poligami dapat dilakukan jika berdampak positif terhadap keluarga, serta tidak mengurangi hak dan kewajiban suami

Konflik yang terjadi diantara pasangan suami istri ini juga tidak terselesaikan dengan benar, karena peran suami juga yang seharusnya sebagai kepala keluarga memiliki peran yang

Poligami itu sendiri merupakan bagian dari konsep keluarga sakinah menurut mereka, dengan syarat mendapatkan izin dari istri pertama, serta sama-sama satu

 Poligami adalah keluarga yang dibentuk mempunyai lebih dari satu suami atau istri.. Poligami ini terbagi ke dalam dua konsep perkawinan,

Bahkan dalam poligami, para istri pun dengan rela mencarikan wanita untuk suaminya masing-masing dan mam pu hidup bersama tanpa ada konflik antara istri

poligami adalah perkawinan yang dilakukan seorang laki-laki (suami) yang mempunyai lebih dari seorang istri atau banyak istri dalam waktu yang sama dan dalam