Lingkungan Bisnis global lingkungan (4)

10 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

TUGAS MATA KULIAH

LINGKUNGAN BISNIS

LINGKUNGAN BISNIS

Oleh:

Ummul Choironi

NIM 141102587

MAGISTER MANAJEMEN STIE WIDYA WIWAHA

(2)

2015

MAKALAH LINGKUNGAN BISNIS

A. PENDAHULUAN

Secara umum aktifitas perusahaan dalam menghasilkan barang dan atau jasa adalah bertujuan mendapatkan laba. Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan dihadapkan pada tantangan yang ada mulai dari penyediaan bahan baku sampai pada penjualan barang dan atau jasa yang mereka hasilkan. Tantangan bisa berupa keterbatasan bahan baku, system atau aturan yang berlaku di masyarakat atau negara tempat perusahaan tersebut berada, ketertarikan calon pelanggan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan, persaingan dengan perusahaan sejenis dalam penguasaan pasar dan sebagainya.

Dalam menghadapi persaingan dalam dunia bisnis diperlukan suatu strategi yang tepat guna memenangkan persaingan tersebut. Strategi di tingkat operasional akan memegang kendali utama terlaksananya tujuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Memberikan perhatian kepada lingkungan merupakan cara terbaik untuk merumuskan strategi yang akan diterapkan guna menghadapi persaingan. Ada dua jenis lingkungan yang perlu diperhatikan yaitu lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan Internal berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Lingkungan eksternal adalah lingkungan umum serta lingkungan industri di luar internal perusahaan yang merupakan suatu peluang atau hambatan bagi perusahaan. Lingkungan tidak hanya semata-mata merefleksikan lingkungan ekologi, tetapi juga menjelaskan gambaran keseluruhan terhadap kekuatan lingkungan eksternal. Hal tersebut dapat berdampak pada aktivitas organisasi dari segala aspek.

B. BISNIS

1. PENGERTIAN BISNIS

(3)

menawarkan jasa kepada para konsumen ataupun kegiatannya yang berupaya memperoleh laba.

Para ahli mendefinisikan istilah bisnis sebagai berikut: a. Brown and Petrello (1976)

Business is an institution which produces goods and services as demanded by people

Artinya bisnis adalah lembaga atau institusi yang menghasilkan barang dan jasa yang sedang diperlukan oleh masyarakat.

b. Steinford (1979)

Business is all activities involved in providing the goods and services needed or demanded by people

Artinya bisnis adalah semua kegiatan yang terkait dengan upaya penyediaan barang dan jasa yang diperlukan oleh masyarakat

c. Huat, T Chwee (1990)

Business is then simply a system which produces the goods and services to satisfy the needs of our society

Artinya bisnis adalah sebuah system yang menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

d. Musselmann dan Jackson (1992)

Bisnis adalah keseluruhan kegiatan yang diorganisir oleh orang yang berkecimpung dalam bidang industry dan perniagaan yang menyediakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan memperbaiki kualitas hidup.

2. IDEOLOGI BERBISNIS

Dalam kehidupan sehari-hari tata cara orang menjalankan bisnis menurut sistem ideologi yang dianut oleh pelaku bisnis tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu:

a. System bisnis kapitalis yaitu system bisnis yang banyak dibangun oleh pihak swasta yang dibangun hanya sekedar untuk menambah kesejahteraan dan memperoleh keuntungan. Pemilik dan pekerja akan memperoleh upah sesuai dengan usaha, waktu atau modal yang sudah mereka berikan.

b. System bisnis sosialistik yaitu system bisnis dimana bisnis-bisnis besar kebanyakan dibangun oleh serikat pekerja, masyarakat umum atau pemerintahan

c. System bisnis kooperatif yaitu system bisnis yang lebih banyak bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota atau rakyat.

3. JENIS BISNIS

(4)

a. Monopsoni adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu

pasar komoditas. Contoh penguasaan bisnis kereta api di Indonesia oleh PT KAI.

b. Monopoli suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".

c. Oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.

d. Oligopsoni adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.

C. LINGKUNGAN BISNIS

1. PENGERTIAN LINGKUNGAN BISNIS

Kini, terminologi “lingkungan“ tidak hanya semata-mata merefleksikan lingkungan ekologi, tetapi juga konsep umum yang menjelaskan gambaran keseluruhan konsep terhadap kekuatan sesuatu yang dapat berdampak pada aktifitas organisasi dari segala aspek. Begitu juga dengan istilah “bisnis” yang membentuk tipe organisasi, apakah berbentuk perusahaan yang berorientasi laba, badan pemerintah, atau pun lembaga nirlaba.

Ada beberapa pengertian tentang lingkungan bisnis di kalangan akademisi. Dua pengertian yang agak berbeda kami termukan di internet adalah sebagai berikut:

a. Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Faktor – factor yang mempengaruhi tersebut tidak hanya dalam perusahaan (intern), namun juga dari luar (ekstern).

b. Lingkungan bisnis adalah keseluruhan hal-hal atau keadaan ekstern badan usaha atau industry yang mempengaruhi kegiatan organisasi atau kekuatan atau institusi diluar organisasi bisnis yang dapat mempengaruhi kinerja bisnis. Dua perbedaan pengertian tersebut terletak pada faktor yang mempengaruhi kegiatan organisasi. Hal ini karena istilah “lingkungan bisnis” memiliki arti yang luas dan menunjukkan seluruh pengaruhnya terhadap organisasi. Wilson (1992) mengemukakan bahwa lingkungan bisnis memiliki tiga konsep yang luas:

(5)

b. Fakta subjektif merupakan karakteristik khusus tergantung dari interprestasi dan persepsi individu.

c. Pembagian antara organisasi dan lingkungan tidak jelas, dan lingkungan tercipta dan didefinisikan oleh individu.

Berdasarkan definisi tersebut di atas, maka lingkungan bisnis diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu:

Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan bisnis internal meliputi : a. Tenaga kerja (Man)

b. Modal (Money)

c. Material / bahan baku (Material)

d. Peralatan/perlengkapan produksi (Machine) e. Metode (Methods)

Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk menentukan Strength (kekuatan) perusahaan, dan juga mengetahui Weakness (kelemahan) perusahaan.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan bisnis eksternal dibagi menjadi dua yaitu

a. Lingkungan mikro

Adalah para pelaku yang secara langsung berkaitan dengan lingkungan, yang mempengaruhi perusahaan. Dalam hal ini perusahaan dapat melakukan aksi – reaksi terhadap faktor–faktor penentu Opportunty (peluang pasar) dan juga

(6)

7. Pemasok 8. Konsumen b. Lingkungan makro

Adalah kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada diluar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi operasional perusahaan yang karenanya perusahaan hanya dapat merespon faktor tersebut sesuai kondisi yang ada. Faktor – faktor yang mempengaruhi lingkungan makro adalah:

1. Ekonomi

Factor ekonomi mengacu pada sifat, cara dan arah dari perekonomian dimana suatu perusahaan akan atau sedang berkompetisi. Indicator dari kesehatan perekonomian suatu Negara antara lain adalah tingkat inflasi, tingkat suku bunga, deficit atau surplus perdagangan, tingkat tabungan pribadi dan bisnis, serta produk domestic bruto.

2. Teknologi

Kemajuan teknologi secara dramatis telah mengubah produk, jasa, pasar, pemasok, distributor, pesaing, pelanggan, proses manufaktur, praktik-praktik pemasaran dan posisi persaingan. Kemajuan teknologi dapat menciptakan pasar baru, perkembangan produk, dan lain sebagainya. Perubahan teknologi dapat mengurangi atau menghilangkan perbedaan biaya antar perusahaan, menciptakan proses produksi yang lebih singkat, menciptakan kelangkaan pada tenaga tehnikal serta mampu merubah nilai-nilai dan harapan para stakeholders.

Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah perkembangan teknologi informasi yang berpengaruh terhadap cara masyarakat melakukan transaksi bisnis.

3. Politik-hukum (pemerintahan)

Faktor politik dan hukum mendefinisikan parameter-parameter hukum dan pengaturan bagaimana perusahaan harus beroperasi. Kendala politik diberlakukan terhadap perusahaan melalui keputusan perdagangan yang wajar, program perpajakan, penentuan upah minimum, kebijakan polusi dan harga serta banyak tindakan lainnya yang bertujuan untuk melindungi karyawan, konsumen, masyarakat umum dan lingkungan. Beberapa tindakan politik dan hokum juga didesain untuk member manfaat dan melindungi perusahaan.

(7)

Faktor sosial adalah kebiasaan dan nilai-nilai sosial lingkungan masyarakat, khususnya langganan dan karyawan yang mempengaruhi suatu perusahaan. Di dalamnya mencakup keyakinan, nilai, sikap, opini yang berkembang, dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan mana perusahaan beroperasi. Faktor-faktor ini biasanya dikembangkan dari kondiasi cultural, ekologis, pendidikan, dan kondisi etnis.

5. Demografi

Yang perlu diperhatikan oleh perusahaan menyangkut factor demografi ini diantaranya adalah ukuran populasi, struktur umum, distribusi geografis, pencampuran etnis serta distribusi pendapatan.[4]

6. Internasional / global

Menyangkut hubungan-hubungan internasinal dengan negara-negara lain dan perusahaan-perusahaan asing. Aliran dana ke luar negeri untuk membiayai impor dan pemasukan kedalam negeri dari hasil ekspor pembayaran internasional dan mutinasional untuk menunjang pengembangan bisnis di Indonesia, dapat dianggap sebagai lingkungan internasional.

3. ANALISIS TERHADAP LINGKUNGAN EKSTERNAL

Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui ancaman dan peluang. Ancaman adalah suatu kondisi dalam lingkungan umum yang dapat menghambat usaha-usaha perusahaan untuk mencapai daya saing strategis. Sedangkan peluang adalah kondisi dalam lingkungan umum yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing strategis.

Proses yang dilakukan secara kontinyu untuk melakukan analisis lingkungan eksternal adalah dengan melakukan pemindaian (scanning), pengawasan (monitoring), peramalan (forecasting), dan penilaian (assessing).

1. Pemindaian

(8)

Melalui pengawasan perusahaan mendeteksi perubahan dan trend-trend lingkungan melalui pengawasan yang berkelanjutan. Kritikal bagi pengawasan yang berhasil adalah kemampuan untuk mendeteksi makna dalam peristiwa-peristiwa lingkungan yang berbeda.

3. Peramalan

Pada peramalan, analis mengembangkan proyek-proyek yang layak tentang apa yang mungkin terjadi, dan seberapa cepat, perubahan-perubahan dan trend-trend itu dideteksi melalui pemindaian dan pengawasan.

4. Penilaian

Tujuan penilaian adalah untuk menentukan waktu dan signifikansi efek-efek dari perubahan-perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemen strategis suatu perusahaan. Selangkah lebih maju tujuan penilaian adalah untuk menspesifikasi implikasi pemahaman tersebut pada organisasi. Tanpa penilaian perusahaan dibiarkan dengan data-data yang menarik, tapi tidak diketahui relevansi kompetitiifnya.

D. RANGKUMAN

Aktifitas perusahaan dalam menghasilkan barang dan atau jasa adalah bertujuan mendapatkan laba. Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan dihadapkan pada tantangan dalam bentuk persaingan, Untuk memenangkannya diperlukan suatu strategi yang tepat guna. Memberikan perhatian kepada lingkungan merupakan cara terbaik untuk merumuskan strategi yang akan diterapkan guna menghadapi persaingan. Ada dua jenis lingkungan yang perlu diperhatikan yaitu lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan yang berpengaruh terhadap aktifitas peusahaan ini disebut sebagai lingkungan bisnis.

(9)

diperlukan oleh masyarakat baik dengan menghasilkan, mendatangkan maupun menyediakan. Cara orang menjalankan bisnis menurut sistem ideologi yang dianut oleh pelaku bisnis tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu system bisnis kapitalis, sosialistis dan kooperatif. Sedangkan berdasarkan penguasaan pasar atas kegiatan bisnis yang ada, ada empat jenis bisnis yang berkembang di masyarakat yaitu monopoli, monopsony, oligopoly, dan oligopsoni.

Sedangkan lingkungan bisnis dalam ilmu ekonomi adalah keseluruhan hal-hal atau keadaan ekstern badan usaha atau industri yang mempengaruhi kegiatan organisasi atau kekuatan atau institusi diluar organisasi bisnis yang dapat mempengaruhi kinerja bisnis. Lingkungan bisnis dikelompokkan menjadi dua yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Faktor yang ada pada lingkungan internal adalah tenaga kerja (Man), modal (Money), material / bahan baku (Material), peralatan/perlengkapan produksi (Machine), metode (Methods). Sedangkan lingkungan eksternal dikelompokkan menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro. Faktor yang mempengaruhi aktifitas bisnis di lingkungan mikro adalah pemerintah, pemegang saham (shareholders), kreditor, pesaing, public, perantara (broker), pemasok dan konsumen. Sedangkan faktor yang terdapat pada lingkungan makro adalah ekonomi, teknologi, hukum dan politik, sosio kultur, demografi dan internasional.

Analisis terhadap lingkungan bisnis eksternal ini perlu dilakukan untuk mengetahui ancaman dan peluang. Analisis dibuat dengan melakukan pemindaian (scanning), pengawasan (monitoring), peramalan (forecasting), dan penilaian (assessing).

DAFTAR PUSTAKA

A. Hitt Michael Dkk, 2001, Manajemen Strategi, Daya Saing dan Globalisasi, Jakarta: Salemba

Kismono gugup. 2001. Pengantar bisnis. Yogyakarta: BPFI

Kuncoro, M. 2006. Strategi bagaimana meraih keunggulan kompetitif, Jakarta: Erlangga.

(10)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...