• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN EKONOMI universitas sumatera utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANAJEMEN EKONOMI universitas sumatera utara"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN EKONOMI

Oleh`

:

Kelompok 7

Anggota :

1. Sari Puspita Kusumawardani (31)

2. Raul Gunzales Widodo (28)

3. Silvia Meninawati Putri (33)

4. Wafda Ulin Nafishah (35)

(2)

A. MANAJEMEN DAN MANAJER

Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu mӗna-gement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur.

Mary Parker Follet : Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

Ricky W. Griffin : Manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pemim-pinan, dan pengawasan.

Stephen P. Robbins : Manajemen mengacu pada proses mengkoordinasi dan mengintegra-sikan kegiatan-kegiatan kerja agar dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.

Kesimpulannya, manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerjasama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

Ada 3 Hal Penting dalam manajemen, yaitu :

1. Proses

Proses menggambarkan fungsi-fungsi yang berjalan secara terus-menerus dan dikerjakan oleh para manajer seperti perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengawasan.

2. Efesiensi

Efisiensi merupakan bagian penting dari manajemen. Efisiensi berarti menghasilkan produksi lebih banyak dengan sejumlah input tertentu atau menghasilkan produksi yang sama dengan jumlah input yang lebih sedikit.

3. Efektivitas

Efektivitas diartikan sebagai melakukan sesuatu kegiatan dengan cara-cara yang tepat dan tidak memboroskan sumber daya yang dimiliki.

Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

Ada 10 Peran Manajer menurut Henry Mintzber (dalam Robbins, 2011), yaitu:

No Peran Deskripsi Peran Contoh Kegiatan

1. Pemimpin Lambang Pemimpin simbolis yang diperlukan untuk kegiatan rutin yang bersifat legal dan sosial.

Memberi ucapan selamat kepada pengunjung dan menandatangani dokumen resmi.

2. Pemimpin Bertanggung jawab

(3)

melibatkan karyawan.

3. Penghubung Memelihara suatu jaringan dengan pihak di luar organisasi yang berguna untuk memasok informasi dan dukungan.

Membalas surat-surat dari pihak lain, melakukan perjalanan bisnis, dan melakukan kegiatan yang melibatkan pihak di luar organisasi.

4. Pemantau Memantau informasi terkini yang terkait dengan

operasional organisasi.

Membaca terbitan periodik dan laporan-laporan.

5. Penyebar Informasi Meneruskan berbagai informasi yang diterima dari luar atau dari bawahan kepada anggota organisasi lainnnya.

Menelepon untuk

menyampaikan informasi dan untuk mengadakan pertemuan untuk

menyampaikan informasi.

6. Juru Bicara Meneruskan informasi kepada orang luar mengenai rencana organisasi,

kebijakan, dan tindakan organisasi.

Memberikan informasi kepada media.

7. Wirausaha Mencari kesempatan dan membuat inovasi serta memprakarsai berbagai proyek baru yang

menguntungkan organisasi.

Merancang produk baru dan melakukan perbaikan produk yang telah ada.

8. Pengendalian Gangguan Bertanggung jawab atas tindakan untuk mengoreksi bila organisasi mengalami gangguan mendadak.

Mengorganisasikan strategi menghadapi gangguan yang terjadi di organisasi.

9. Alokasi Sumber Daya Bertanggung jawab terhadap alokasi segala sumber daya organisasi.

Menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan anggaran dan sumber daya organisasi.

10. Perunding Mewakili Organisasi dalam Perundingan

Berunding dengan serikat pekerja.

Ada 5 Keterampilan Manajer, yaitu : Menurut Robert L. Katz

1. Keterampilan Teknik

Keterampilan teknik mencakup pengetahuan dan keahlian di bidang tertentu, seperti akuntansi, keuangan, dan komputer. Biasanya dimiliki oleh level manajer lini pertama dan menajer menengah yang terlibat dalam operasional.

(4)

Keterampilan manusiawi adalah kemampuan untuk bekerjasama dengan baik dengan orang lain secara perorangan maupun kelompok. Keterampilan manusiawi dibutuhkan dalm porsi yang sama oleh setiap tingkatan manajer.

3. Keterampilan Konseptual

Keterampilan Konseptual adalah kemampuan manajer dalam berpikir dan menggagas keadaan-keadaan abstrak.

Menurut Ricky W. Griffin

1. Keterampilan Manajemen Waktu

Keterampilan manajemen waktu merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu secara bijaksana.

2. Keterampilan Membuat Keputusan

Keterampilan membuat keputusan merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya.

Ada 3 Tingkatan Manajer, yaitu :

1. Manajer lini pertama

Manajer dengan tingkatan terendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyaman nonmajerial yang terlibat dalam proses produksi.

Contoh : manajer operasional, manajer area, manajer kantor, mandor dll.

2. Manajer tingkat menengah

Manajer yang berada antara manajer lini pertama dan puncak yang berfungsi sebagai penghubung keduanya.

Contoh : kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, manajer divisi, dll.

3. Manajer puncak

Manajer dengan tingkatan tertinggi yang bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan.

Contoh : CEO (Chief Executive Officer) , CIO (Chief Information Officer), CFO

(5)

Ada 6 Unsur Manajemen, yaitu :

1. Man (orang, manusia)

Manajemen timbul karena adanya orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang satu.

2. Uang

Uang merupakan alat yang penting untuk mencapai tujuan, karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional.

3. Materi/Bahan

Materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, karena tanpa materi (baik bahan setengah jadi maupun jadi) tidak akan tercapai hasil yang ingin dicapai.

4. Mesin

Mesin membawa kemudahan, efisiensi kerja, menekan biaya, dan menciptakan keuntungan.

5. Metode

Metode adalah jalan yang dipakai dalam pelaksanaan kerja suatu tugas dengan berbagai pertimbangan sasaran, fasilitas, waktu, uang, dan usaha.

6. Pasar

(6)

B. TEORI MANAJEMEN

Manajemen ilmiah

Manajemen Ilmiah pertama kali dikenalkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1999. Taylor

menyatakan bahawa manajemen ilmiah adalah penggunaan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Pedoman cara meningkatkan efisiensi produksi menurut Taylor, yaitu :

1. Menggunakan ilmu pengetahuan, bukan metode lama yang untung-untungan. 2. Sumber daya manusia yang unggul

3. Bekerja sama dengan sungguh-sungguh sesuai prinsip ilmu 4. Tanggung jawab merata antara manajemen dan para pekerja.

Pada akhirnya, manajemen ilmiah dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri

Frank & Lilian Gilbreth dan berhasil menciptakan mikronometer yang dapat mencatat setiap gerakan oleh pekerja dan lama waktunya.

Teori Administrasi Umum

Teori administrasi dikenalkan oleh sosiolog Jerman Max Weber dengan konsep birokrasi dan industrialis Perancis Henry Fayol dengan prinsip manajemennya. Teori administrasi umum adalah teori umum mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan cara praktik manajemen yang baik.

Max Weber (konsep birokrasi) : Manajemen sebagai organisasi yang dicirikan oleh

pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan rinci serta sejumlah hubungan impersoanal.

Heny Fayol (prinsip manajemen): Manajemen sebagai rangkaian fungsi-fungsi yang mencakup perencanaan, pengkoordinasian, dan pengendalian.

Pendekatan Kuantitatif

(7)

Kajian Hawthorne

(8)

C. PRINSIP DAN FUNGSI MANAJEMEN

1. Prinsip Manajemen

Prinsip manajemen adalah dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen. Prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut :

a. Pembagian Kerja. Pembagian kerja bisa meningkatkan hasil produksi dengan membuat anggota organisasi atau karyawan menjadi lebih efisien.

b. Wewenang dan Tanggung Jawab.

c. Disiplin. Karyawan harus taat dan menghormati terhadap peraturan yang telah ada pada organisasi tersebut, dan bagi yang melanggarnya harus mendapatkan hukuman.

d. Kesatuan Perintah e. Kesatuan Pengarahan

f. Subordinasi Kepentingan Individu terhadap Kepentingan Umum g. Penggajian Karyawan

n. Esprit de Corps. Esprit de Corps adalah semangat kesetiaan dan kecintaan yang mempersatukan anggota-anggota organisasi.

2. Funsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan ddijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi. Fungsi utama manajemen adalah sebagai berikut :

a. Perencanaan

Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber daya yang dimiliki untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk mencapai tujuan itu.

Langkah pertama dalam perencanaan adalah menentukan (rencana strategis) yaitu misi perusahaan. Untuk mencapai misi perusahaan diperlukan rencana-rencana sebagai berikut :

1) Rencana Taktis

Rencana taktis adalah rencana berskala lebih kecil dan berjangka waktu satu atau dua tahun yang konsisten dengan rencana strategis. 2) Rencana Operasional

Rencana operasional adalah metode atau cara-cara yang dilakukan untuk melaksanakan rencana taktis.

3) Rencana Darurat

Rencana darurat adalah rencana alternatif yang dikembangkan untuk menghadapi berbagai kondisi yang mungkin saja terjadi.

(9)

Pengorganisasian adalah pengaturan sumber daya perusahaan, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lain, secara konsisten sesuai dengan sasaran perusahaan yang telah ditetapkan melalui fungsi perencanaan.

Beberapa tujuan yang hendak dicapai :

1) Mengkoordinasikan berbagai tugas dalam organisasi 2) Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan ke dalam unit-unit

3) Membangun hubungan antara individu, kelompok dan departemen 4) Menetapkan garis-garis wewenang formal

5) Mengalokasikan dan memberikan sumber daya organisasi.

Dalam pengorganisasian hendaknya membentuk struktur organisasi. Struktur organisasi adalah suatu model yang bisa menjelaskan wewenang, batas wewenang, dan koordinasi antara satuan-satuan yang ada dalam organisasi. Macam-macam struktur organisasi :

1) Struktur Organisasi Garis Ciri struktur organisasi garis :

a) Jumlah karyawan sedikit

b) Selain manajer puncak, manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana.

c) Sarana dan alat terbatas

d) Hubungan antara atasaan dan bawahan bersifat langsung. e) Bentuk organisasi ini banyak dipakai pada perusahaan

perseorangan yang pemiliknya merupakan manajer puncak. 2) Struktur Organisasi Fungsional

Ciri struktur organisasi fungsional : a) Organisasi kecil

b) Di dalamnya terdapat kelompok kerja staf ahli. c) Spesialisasi dalam pengerjaan tugas.

d) Memiliki target kerja yang jelas dan pasti. e) Pengawasan dilakukan dengan ketat. 3) Struktur Organisasi Garis dan Staf

Ciri-ciri :

a) Hubungan atasan dengan bawahan tidak seluruhnya secara langsung.

b) Karyawan banyak c) Organisasi besar

d) Terdapat dua kelompok kerja dalam organisasi, yaitu personel lini dan personel staf.

c. Pengarahan

Pengarahan adalah kegiatan yang khususnya ditujukan untuk mengarahkan bawahan agar mau bekerja secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Pengarahan dan perintah sangat diperlukan agar anggota organisasi mau

(10)

Pengarahan dilakukan dengan cara memberikan informasi yang diperlukan yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi karyawan. Cara ini biasa digunakan untuk karyawan baru.

2) Perintah

Perintah dilakukan secara lisan atau tulisan dan harus dimengerti oleh atasan dan karyawan yang diperintah. Komunikasi dan motivasi sangat diperlukan agar pengarahan yang dilakukan berhasil dengan baik.

a) Komunikasi

Komunikasi sangat berguna dalam menciptakan suasana kerja sama antara atasan dan bawahan yang dilandasi saling pengertian.

b) Motivasi

Motivasi merupakan pemberian dorong dari atasan kepada bawahan sehingga karyawan mau meningkatkan prestasi kerja mereka.

Motivasi dengan cara memberikan penghargaan, kenaikan gaji, atau menaikkan jabatan merupakan motivasi positif. Sedangkan motivasi negatif dilakukan dengan cara skorsing, pemotongan gaji, atau peringatan

d. Koordinasi

Koordinasi berfungsi untuk menciptakan suatu komunikasi dan kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik.

e. Pengawasan

Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan tertentu. Tujuan pengawasan adalah untuk mencegah atau memperbaiki kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, dan kegiatan lain yang tidak sesuai rencana.

Keberhasilan pengawasan tergantung pada hal-hal berikut : i. Harus ada rencana yang dilaksanakan

ii. Harus ada ketegasan mengenai manajer yang mengontrol kegiatan. iii. Bagaimana proses kontrol akan dilakukan.

iv. Para manajer harus memiliki keahlian dalam melakukan observasi untuk menentukan permulaan kesalahan dan melakukan koreksi. v. Para manajer harus memiliki kewenangan secara resmi untuk

melakukan pengawasan.

(11)

D. BIDANG-BIDANG MANAJEMEN

Bidang manajemen dibagi berdasarkan bentuk pekerjaan yang berbeda antara satu sama lainnya agar hasil yang diperoleh efektiff dan efisien sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.

1. Manajemen produksi

Bagian dari manajemen yang berhubungan dengan pembuatan barang dan jasa yang pelaksanaannya menggunakan sumber daya manusia, material, modal, mesin, serta kewirausahaan yang akan mengkoordinasikan keempat faktor lainnya.

Ukuran kinerja manajemen produksi dapat ditinjau dari tiga hal berikut : 1. Ongkos Produksi

Meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk hingga produk sampai ke tangan konsumen.

(12)

Baik buruknya manajemen produksi juga diukur dari kualitas produk yang dihasilkan yaitu disesuaikan dengan selera konsumen, bukan hanya ukuran kualitas secara tekhnologi.

3. Tingkat pelayanan

Ukuran tingkat pelayanan dapat diketahui dari ketersediaan dan kemudahan untuk mendapatkan produk serta kecepatan pelayanan, baik yang berkaitan dengan waktu pengiriman maupun waktu pemrosesan

Untuk mencapai kinerja sistem operasi di atas, seorang manajer produksi dituntut sedikitnya memiliki kompetensi teknikal dan manajerial

1. Kompetensi teknikal : Kompetensi yang berkaitan dengan pemahaman atas teknologi proses produksi dan pengetahuan atas jenis jenis pekerjaan yang harus dikelola.

2. Kompetensi manajerial : Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan pengelolaan faktor produksi dan kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain.

Agar dapat menjalankan tanggung jawabnya, manajemen produksi melibatkan serangkaian proses pengambilan keputusan operasional, taktikal bahkan keputusan strategis. Keputusan keputusan tersebut mencakup lima hal berikut.

1. Keputusan tentang proses produksi

Keputusan ini berkaitan dengan penentuna fasilitas fisik yang dipergunakan untuk terjadinya transformasi input menjadi produk. Keputusan yang dimaksud meliputi teknologi produksi, tipe peralatan, jenis proses dan aliran proses produksi, serta tata letak fasilitas.

2. Keputusan tentang kapasitas produksi

Keputusan ini berkaitan dengan penentuankemampuan sistem produksi untuk

menghasilkan barang dalam jumlah dan waktu yang tepat. Keputusan yang dimaksud adalah penentuan kapasitas, desain sistem produksi, penentuan subkontrak,

penambahan mesin, dan perekrutaan tenaga kerja. 3. Keputusan tentang persediaan

Keputusan ini berkaitan dengan pengaturan material yang diperlukan untuk keperluan produksi, mulai dari pengaturan bahan baku, barang setengah jadi hingga produk jadi. 4. Keputusan tenaga kerja

Keputusan ini dimulai sejak proses seleksi karyawan sampai dengan pensiun. Adapun keputusan-keputusan rutin diantaranya penugasan karyawan, pengaturan lembur dan cuti, penggiliran kerja, dan sebagainya.

5. Keputusan tentang kualitas produksi

Keputusan ini berkaitan dengan kualitas produk yang dihasilkan, apakah sudah sesuai atau belum dengan standaryang telah ditetapkan.

2. Manajemen Keuangan

Bagian dari manajemen yang berhubungan dengan fungsi-fungsi keuangan, meliputi bagaimana memperoleh dana dan bagaimana menggunakan dana tersebut. Untuk memperoleh dana manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar

perusahaan. Sumber dana dari luar perusahaan dari pasar modal, bisa berbentuk utang atau modal sendiri.

Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha, dan pembagian dividen suatu perusahaan. Dengan demikian tugas manajemen keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai

(13)

1. Bekerja sama dengan manajer lain dan bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.

2. Memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.

3. Bekerjasama dengan manajer diperusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.

4. Mampu menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, dimana perusahaan dapat memperoleh dana dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.

3. Manajemen Sumber Daya Manusia

Bagian dari manajemen yang melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan terhadap sumber saya manusia sehingga efektivitas dan efisiensinya dapat ditingkatkan semaksimal mungkin. Titik berat perhatiannya pada persoalan-persoalan yang berhubungan dengan sumber daya manusia di dalam perusahaan.

Manajemen sumber daya manusia memiliki tugas sebagai berikut. 1. Analisis jabatan

Analisis jabatan adalah suatu kegiatan memberikan analisis pada setiap jabatan

sehingga bisa memberikan gambaran tentang syarat syarat yang diperlukan bagi setiap karyawan untuk jabatan tertentu. Hal ini merupakan landasan atau pedoman untuk penerimaan dan penempatan karyawan serta kegiatan lainnya dalam bidang manajemen personalia.

 Deskripsi jabatan adalah penjelasan tentang suatu jabatan, tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenangnya, dan sebagainya.

 Syarat-Syarat jabatan, dibuat berdasarkan deskripsi jabatan, jadi, syarat jabatan adalah suatu informasi tentang syarat-syarat yang diperlukan untuk mengisi suatu jawaban tertentu.

2. Merekrut Karyawan

Setelah menetapkan ciri-ciri dan jumlah karyawan yang dibutuhkan, tugas manajemen personalia berusaha mendapatkan karyawan dengan ciri-ciri yang telah ditetapkan melalui sumber berikut

 Sumber internal yaitu menempatkan karyawan yang sudah ada pada jabatan yang kebetulan lowong atau suatu tugas baru diadakan.

 Menggunakan jasa karyawan, untuk menarik teman, tetangga, dan saudara dari mereka untuk bekerja pada perusahaan tersebut.

 Lembaga-lembaga pendidikan kualifikasi tertentu dan bisa juga memberikan ikatan dinas atau beasiswa.

 Perusahaan lain. Ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang baru berdiri dan lebih mengutamakankaryawan yang sudah punya pengalaman.

 Iklan lowongan pekerjaan. 3. Menyeleksi karyawan

Seleksi karyawan adalah kegiatan menyeleksi karyawan yang paling tepat untuk mengisi posis-posisi yang ditentukan sebelumnya dalam seleksi hharus jujur, efektif, efisien, memperhatikan peraturan dasn ketentuan pemerintah yang berlaku, serta ahli dibidangnya

4. Pelatihan karyawan

Pelatihan adalaah suatu kegiatan dari perusahhan yang bermaksud untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku, keterampilan, dan pengetahuan dari para karyawan sesuai dengan keinginan perusahaan.

(14)

Mutasi merupakan suatu kegiatan dari suatu perusahaan untuk dapat melaksanakan prisnsip orang yang tepat.pelaksanaan mutasi didasarkan kepada kemampuan kerja, rasa tanggung jawab, kesenangan, dan sebagainya, sehingga meningkatkan efektifitas, agar tidak mempengaruhi bidang-bidang lain secara berantai untuk itu perlu

dilaksanakan secara terkoordinasi.

Promosi merupakan proses kegiatan pemindahan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan yang lebih tinggi pada umumnya promosi selalu di ikuti oleh tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang lebih tinggi dari jabatan yang diduduki sebelumnya, peningkatan pendapatan serta fasilitas-fasilitas yang lain. Pelaksannan promosi harus memperhatikan syarat-syarat tertentu antara lain pengalaman, tingkat pendidikan, loyalitas, dan kejujuran dalam promosi dilakukan evaluasi rutin, lengkap, dan

objektif.persyaratan promosi harus tegas, hendaknya menjamin kestabilan perusahaan dan mampu meningkatkan moral kerja para karyawan. Mencegah dan menimalkan kemungkinan timbulnya pilih kasih.

Tujuan pelatihan Harapan dari pelatihan

1. Agar karyawan bekerja lebih cepat dan lebih baik

2. Karyawan bekerja lebih efektif 3. Penggunaan mesin dan peralatan

diharapkan dapat lebih lama

4. Angka kecelakaan diharapkan lebih kecil 5. Biaya produksi diharapkan lebih rendah

1. Mengurangi pengawasan

2. Meningkatkan kerjasama antar karyawan 3. Memudahkan pelaksanaan mutasi dan

promosi

4. Memudahkan pelaksanaan pendegelasian wewenang

6. Penggajian karyawan

Penggajian atau kompensasi adalah balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya yang dinilai dengan uang dan diberikan secara tetap. Agar

kompensasi yang diberikan mempunyai dampak positif, maka minimal jumlah yang diberikan harus bisa memenuhi kebutuhan secara minimal dan sesuai dengan peraturan berlaku serta mampu mempertahankan atau meningkatkan efektivitas dan efisiensi karyawan. Biasanya kompensasi yang diberikan didasarkan atas berat

ringannya pekerjaan, sulit mudahnya pekerjaan, besar kecilnya resiko pekerjaan, perlu tidaknya ketrampilan dalam pekerjaan.

7. Pemutusan Hubungan Kerja dengan Karyawan

Pada prinsipnya PHK dapat terjadi karena salah satu atau kedua belah pihak merasa rugi bilamana hubungan kerja tersebut dilanjutkan tidak hanya merugikan karyawan tetapi merugikan perusahaan.

4. Manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran adalah bagian dari manajemen yang berhubungan dengan analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian program yang dirancang untuk

menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan target pembeli untuk mencapai tujuan organisasi.

Berikut ini adalah tugas manajemen pemasaran

 Menciptakan konsep dalam bidang pemasaran

(15)

 Merencanakan dan menciptakan keuntungan

 Merencanakan, menciptakan serta mengembangkan permintaan produk.

 Merencanakan dan mengelola permintaan dan penawaran produk

 Menciptakan dan mengembangkan permintaan terhadap barang dan jasa.

 Mengatur dan mengendalikan organisasi pemasaran.

 Memproses pengambilan keputusan dalam bidang pemasaran.

 Mengendalikan usaha dalam bidang pemasaran barang dan jasa

 Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam bidang pemasaran.

 Menciptakan kepuasan para konsumen dari layanan perusahaan.

 Mengembangkan manfaat saling menguntungkan semua pihak.

 Merencanakan dan membina para langganan lama.

 Merencanakan dan mencaripara langganan baru.

 Memelihara dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

Ruang lingkup manajemen pemasaran bisa bisa ditinjau secara umum dan khusus

No Ruang lingkup secara umum Ruang lingkup khusus

1. Perencanaan pemasaran Perencanaan pemasaran meliputi menetapkan pembeli potensial, memperkirakan jumlah

penjualan, dan mengombinasi kebijakan pemasaran

2. Falsafah pemasaran Pelaksanaan pemasaran dengan sasaran

memaksimalkan kepuasan para konsumen terhadap barang-barang dan jasa sesuai kebutuhannya dan yang diinginkannya.

3. Organisasi pemasaran Pengendalian pemasaran bertujuan menilai seberapa jauh tujuan yang diharapkan oleh perusahaan telah tercapai.

4. Kebijakan dan strategi pemasaran

5. Strategi pemasaran terpadu

6. Sistem informasi pemasaran

E. PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN DI SEKOLAH

OSIS (ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH)

1. Perencanaan

OSIS merupakan organisasi siswa yang sah di sekolah. OSIS adalah kependekan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah. Dalam proses perencanaan, OSIS beserta anggotanya merumuskan visi dan misinya, yang kemudian dijabarkan dalam program-program kerja osis.

(16)

Dalam pengorganisasian, Ketua OSIS dan wakil OSIS terpilih melakukan

pengorganisasian komponen-komponen osis, seperti sekretaris, bendahara, dan kasi-kasi yang nantinya akan membantu dalam mencapai visi dan misi OSIS.

3. Pengarahan

Dalam pengarahan, Ketua OSIS menjelaskan apa yang harus dikerjakan wakil OSIS, sekretaris, bendahara, dan kasi-kasi yang ada di OSIS. Kasi-kasi yang terdapat di OSIS yaitu:

1. Kasi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Kasi Budi Pekerti Luhur atau Akhlak Mulia

3. Kasi Kepribadian Unggul Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara 4. Kasi Prestasi, Akademi, Seni, dan Olahraga

5. Kasi Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan danToleransi Sosial.

6. Kasi Kreatifitas, Keterampilan, dan Kewirausahaan 7. Kasi Kualitas Jasmani, Kesehatan, dan Gizi

8. Kasi Sastra dan Budaya

9. Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi 10. Kasi Komunikasi dalam Bahasa Inggris

4. Pengkoordinasian

Ketua OSIS dapat menjadwalkan secara berkala rapat OSIS yang didalamnya terdapat evaluasi pelaksanaan program kerja dan arahan yang harus dilaksanakan

5. Pengawasan

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil uji fitokimia ekstrak methanol daun sukun kering (Artocarpus altilis) mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, fenol dan

Mekanika yang dibutuhkan dalam tugas praktik ini meliputi beberapa bagian dasar, seperti casing  mekanik, sens"r tekanan, sistem minimum, dan adapt"r* Pada

Transparasi pengungkapan informasi kinerja Pemerintah Daerah melalui media internet dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah persaingan politik,

Dari hasil pengukuran tekanan udara tidak didapatkan perbedaan antara tekanan dari dalam ruang operasi dengan tekanan udara pada koridor. Hal ini menunjukan bahwa tidak

bekal ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan. Sekolah yang pada hakekatnya merupakan tempat mentranspormasikan. pemahaman bahwa siswa harus bermitra dan menjalin

Power supply merupakan komponen komputer yang berfungsi untuk memberikan daya ke komponen-komponen komputer seperti hardisk, motherboard, CD Room dan komponen yang lain

Dalam peraturan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 22 Tahun 2008 tentang “Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan Bagi Mahasiswa Program Kependidikan Universitas

memiliki waktu paro yang lebih kecil dari pada inti induk.