HAK ASUH ANAK PASCA PERCERAIAN SUAMI ISTRI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Mohammad Hifni
Teks penuh
Dokumen terkait
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan berkatNya yang melimpah, sehingga penulis mampu menyusun skripsi dengan
[r]
Alhamdulillahirabbil’alamin, segalapuji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat
Pada amar putusan nomor 19/Pdt.G/2013/PA.Pp, Majelis Hakim menolak permohonan Pemohon karena Pemohon tidak bisa membuktikan bahwa anak yang diajukan permohonan hak asuh nya
Karena disinyalir hukum keluarga (lebih tepatnya KHI) tidak mampu mengcover permasalahan ini, maka Musdah Mulia dan Tim Pokja merumuskan pembaharuan dalam bidang
Tidak seperti perceraian karena talaq suami yang dijatuhkan kepada isterinya, sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan
Di sana masih ada tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkannya, walaupun lebih keras, tetapi masih lebih ringan dan lebih kecil dampaknya dibandingkan dengan kehancuran rumah
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung