• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesadaran Berdemokrasi peserta didik studi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kesadaran Berdemokrasi peserta didik studi "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KESADARAN DEMOKRASI DI DESA BULU KECAMATAN SEMEN KABUPATEN KEDIRI

STUDY PEMILIHAN KEPALA DESA

Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas observasi mata kuliah CIVIC EDUCATION (Pkn)

Dosen Pengampu:

Dr. Ilham Tohari SH. MHi

Disusun oleh:

AHMAD BAKHTIAR PAKUSADEWO (932117913) (KELAS E)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkah limpahan rahmat, taufiq, serta hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepan nabi Muhammad SAW.

Saya sangat berterima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Civiv Education, karena saya telah diberi kesempatan untuk mengerjakan karya tulis ilmiah ini dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Civic Education. Saya juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung saya dalam mengerjakan makalah ini.

Makalah yang saya kerjakan ini memang masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu kritik dan saran sangat membantu penulis demi kebaikan makalah ini untuk masa mendatang. Dan apabila terdapat banyak kekurangan dari makalah ini penulis mohon maaf. Semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Penyusun

(3)

SAMPUL

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI i

BAB I PENDAHULUAN 1

A. LATAR BELAKANG 1

B. RUMUSAN MASALAH 2

BAB II PEMBAHASAN 3

A. PENGERTIAN DEMOKRASI 3

B. PENGERTIAN PEMILIHAN KEPALA DESA 5

C. GAMBARAN DEMOKRASI DI DESA BULU 6

D. PERAN MASYARAKAT 6

E. FAKTOR ADANYA TRANSAKSI POLITIK 6

BAB III PROFIL DESA 7

A. IDENTITAS DESA 7

B. STRUKTUR PEMERINTAHAN 7

C. LUAS WILAYAH DAN BATAS DAERAH 7

D. JUMLAH PENDUDUK 7

BAB IV ANALISIS DATA 8 BAB V KESIMPULAN 9

DAFTAR PUSTAKA 10

(4)

A. LATAR BELAKANG

Semua negara mengakui demokrasi sebagai alat ukur untuk kebebasan berpolitik. Kehendak masyarakat merupakan dasar utama kewenangan pemerintah menjadi basis tegaknya sistem politik demokrasi. Masyarakat menjadi aktor penting dalam demokrasi, hal ini karena masih memegang teguh rakyat selaku pemegang kedaulatan. Negara yang tidak memegang demokrasi disebut negara otoriter. Negara otoriterpun masih mengaku dirinya negara demokrasi. Ini menunjukkan pentingnya demokrasi dalam kehidupan bernegara dan pemerintahan.

Salah satu perwujudan keterlibatan rakyat dalam proses politik adalah pemilihan umum. Pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk ikut menentukan figure dan arah kepemimpinan negara dalam periode waktu tertentu. Ide demokrasi yang menyebutkan bahwa dasar penyelenggaraan negara adalah kehendak rakyat merupakan dasar bagi penyelenggaraan pemilu. Maka ketika demokrasi mendapatkan perhatian yang luas dari masyarakat dunia, penyelenggaraan pemilu yang demokratis menjadi syarat penting dalam pembentukan kepemimpinan sebuah negara.

Pemilu memiliki fungsi utama dalam hal sirkulasi elit yang teratur dan berkesinambungan. Sebuah kepemimpinan yang lama tanpa dibatasi periode tertentu, dapat menjurus pada pada kepemimpinan yang korup dan sewenang – wenang. Banyak contoh dalam sejarah dunia yang memperlihatkan betapa kekuasaan yang absolut, tanpa pergantian elit yang teratur dan berkesinambungan, mengakibatkan daya kontrol melemah dan kekuasaan menjadi korup dan sewenang-wenang.

Tetapi pemilu yang teratur dan berkesinambungan saja tidak cukup untuk menghasilkan kepemimpinan yang benar-benar mendekati kehendak rakyat. Pemilu merupakan sarana legitimasi bagi sebuah kekuasaan. Setiap penguasa, betapapun otoriternya pasti membutuhkan dukungan rakyat secara formal untuk melegitimasi kekuasaannya. Maka pemilu sering kali dijadikan alat untuk pelegitimasian kekuasaan semata. Cara termudah yang dilakukan adalah mengatur sedemikian rupa teknis penyelenggaraan pemilu agar hasil dari pemilu memberi kemenangan mutlak bagi sang penguasa dan partai politiknya. Pemilu merupakan icon demokrasi yang dapat dengan mudah diselewengkan oleh penguasa otoriter untuk kepentingan melanggengkan kekuasaannya. Maka selain teratur dan berkesinambungan, masalah system atau mekanisme dalam penyelenggaraan pemilu adalah hal penting yang harus diperhatikan.

(5)

KABUPATEN KEDIRI STUDY PEMILIHAN KEPALA DESA. Dengan demikian dapat dirumuskan seperti di bawah ini.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian demokrasi?

2. Apa pengertian pemilihan kepala desa?

3. Bagaimana gambaran demokrasi di desa Bulu?

4. Bagaimana peran masyarakat dalam pemilihan kepala desa? 5. Apa factor penyebab terjadinya transaksi politik?

BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN DEMOKRASI

(6)

fundamental dalam pemerintahan. Namun sebenarnya, apa hakikat dari demokrasi itu sendiri?.

Secara etimologis, demokrasi merupakan gabungan antara dua kata dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat dan cratein atau cratos yang berarti kekuasaan. Jadi, secara terminologis demokrasi berarti kedaulatan yang berada di tangan rakyat. Dengan kata lain, kedulatan rakyat mengandung pengetian bahwa system kekuasaan tertinggi dalam sebuah Negara dibawah kendali rakyat.1

Pengertian demokrasi secara istilah menurut para ahli, adalah sebagai berikut2:

Joseph A. Shumpter

“Demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik dimana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat”.

Sidney Hook:

“Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan pemerintahan yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa”.

Henry B. Mayo:

“Demokrasi sebagai system politik merupakan suatu sistem yang menunjukan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik”.

Makna demokrasi dalam sebuah ideology adalah bahwa ketika sebuah Negara sebagai sebuah organisasi tertinggi dalam wilayah tertentu menganut demokrasi, Negara tersebut harus mau menyerahkan kekuasaan kepada rakyat, sehingga:

· Rakyat yang membuat aturan dasar, · Rakyat yang membentuk pemerintahan

· Rakyat yang membuat kebijakan untuk dilaksanakan oleh pemerintah tersebut, dan

· Rakyat yang mengawasi dan menilai pelaksanaan kebijakan tersebut atau kinerja pemerintah.3

Jadi, dalam pelaksanaannya merupakan system pemerintahan dimana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, dalam pengorganisasian suatu Negara.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa, hakikat demokrasi dalam sistem pemerintahan memberikan penekanan pada keberadaan kekuasaan di

1R.Masri Sareb Putra (ed), Etika dan Tertib Warga Negara, (Jakarta: Salemba Humanika, 2010),hal.148 2Ibid, hal. 148

(7)

tanagan rakyat, baik dalam pemeritahan maupun dalam penyelenggaraan Negara, yang mencangkup tiga hal: pertama, pemerintahdarirakyat (government of the people); kedua, pemerintah oleh rakyat (government by people); ketiga, pemerintahan untuk rakyat (government by people).4

Tak lepas dari hakikatnya, demokrasi mempunyai norma-norma sebagai pandangan hidup, menurut Nurcholis Madjid, yaitu :

1) Pentingnya kesadaran akan pluralisme 2) Terdapatnya musyawarah mufakat 3) Mempunyai tujuan

4) Pemufakatan yang jujur dan sehat 5) Terpenuhinya keperluan pokok

6) Kerjasama antar warga masyarakat dan sikap saling mempercayai itikad yang baik

7) Pentingnya pendidikan demokrasi.5

B. PENGERTIAN PEMILIHAN KEPALA DESA

Pemilihan Kepala Desa, atau seringkali disingkat Pilkades, adalah suatu pemilihan Kepala Desa secara langsung oleh warga desa setempat. Berbeda dengan Lurah yang merupakan Pegawai Negeri Sipil, Kepala Desa merupakan jabatan yang dapat diduduki oleh warga biasa.

Pilkades dilakukan dengan mencoblos tanda gambar Calon Kepala Desa. Pilkades telah ada jauh sebelum era Pilkada Langsung. Akhir-akhir ini ada kecenderungan Pilkades dilakukan secara serentak dalam satu kabupaten, yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah. Hal ini dilakukan agar pelaksanaannya lebih efektif, efisien, dan lebih terkoordinasi dari sisi keamanan.6

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa

1. BPD memproses pemilihan kepala desa, paling lama 4 (empat) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan kepala desa.

2. Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat; Pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil; Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan melalui tahap pencalonan dan tahap pemilihan.

3. Kepala desa menjabat maksimal dua kali

4Tim Pokja UIN Sunan Kalijaga, Pancasila dan Kewarganegaraan, (Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2005), hal.69

5Ibid, hal. 71-74

(8)

4. Untuk pencalonan dan pemilihan Kepala Desa, BPD membentuk Panitia Pemilihan yang terdiri dari unsur perangkat desa, pengurus lembaga kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat.Panitia pemilihan melakukan pemeriksaan identitas bakal calon berdasarkan persyaratan yang ditentukan, melaksanakan peinungutan suara, dan melaporkan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa kepada BPD.

5. Panitia pemilihan melaksanakan penjaringan dan penyaringan Bakal Calon Kepala Den sesuai persyaratan;Bakal Calon Kepala Desa yang telah memenuhi persyaratan ditetapkan sebagai Calon Kepala Desa oleh Panitia Pemilihan.

6. Calon Kepala Desa yang berhak dipilih diumumkan kepada masyarakat ditempat-tempat yang terbuka sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

7. Calon Kepala Desa dapat, melakukan kampanye sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat; Calon Kepala Desa yang dinyatakan terpilih adalah calon yang mendapatkan dukungan suara terbanyak; Panitia Pemilihan Kepala Desa melaporkan hash pemilihan Kepala Desa kepada BPD; Calon Kepala Desa Terpilih sebagaimana dirnaksud pada ayat; ditetapkan dengan Keputusan BPD berdasarkan Laporan dan Berita Acara Pemilihan dari Panitia Pemilihan.

8. Calon Kepala Desa Terpilih disampaikan oleh BPD kepada Bupati/Walikota melalui Camat untuk disahkan menjadi Kepala Desa Terpilih.7

C. GAMBARAN DEMOKRASI DI DESA BULU

Demokrasi di desa Bulu pada pemilihan Kepala Desa periode 2013- 2018 sudah bisa dikatakan demokrastis. Pasalnya semua dilaksanakan secara transparan dan istimewa dikarenakan baru kali ini calaon Kepala Desa mengajukan peraturan untuk panitia penyelenggara. Walau masih ada budaya saat kampanye menggunakan uang. Tapi uang itu hanya sebagai ganti dari hasil kerja untuk menyalurkan hak suara, tak ada unsur paksaan untuk harus memilih dan semua diberi rata sama. Jadi, tidak bisa dikatan sebagai money politik. Karena money politik itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan pemaksaan untuk memilih yang memberi uang.8

D. PERAN MASYARAKAT

Peran masyakat desa Bulu dalam pemilihan kepala Desa sangatlah urgen. Karena di tangan masyarakatlah keputusan berada. Masyarakat sebagai pemegang

7ibid

(9)

kedaulatan. Mereka sangat antusias dalam menyalurkan hak suaranya. Hampir 99% hak suara tersalurkan untuk memilih.9

E. FAKTOR ADANYA TRANSAKSI POLITIK

Faktor yang mempengaruhi adanya transaksi politik adalah budaya dari dulu dan kemiskinan. Setiap kampanye calon Kepala Desa pasti ada bagi bagi uang. Tapi yang dilakukan Kepala Desa terpilih memberikan uang dalam kampanye bukan bertujuan untuk transaksi politik melainkan shodaqoh. Tidak menutup kemungkinan pihak lain menggunakan kesempatan ini untuk transaksi politik.10

BAB III

Dibawah ini merupakan struktur pemerintahan desa Bulu.

Kepala Desa: Hj. Siti Nurhasanah - - - BPD: Solikin

C. LUAS WILAYAH DAN BATAS DAERAH

Luas Wilayah: 1980,8 Ha

Batas Daerah Utara: Banjarmlati Batas Daerah Timur: Sungai Brantas Batas Derah Selatan: Petok

(10)

Batas Daerah Barat: Sidomulyo

D. JUMLAH PENDUDUK

Jumlah Penduduk seluruhnya berjumlah 1.240 Jiwa

BAB IV ANALISIS DATA

Pemakalah telah melakukan observasi dengan melakukan wawancara kepada empat warga yaitu: Bapak Zainal Arifin, Ibu Mudawaroh, Bapak Syamsul Huda, dan Bapak Rifa’i. Mendapatkan pemaparan seperti dibawah ini.

Saya dalam pemilihan Kepala Desa kemarin menggunakan hak suara untuk menunjukkan termasuk masyarakat yang demokratis. Hemat saya demokrasi di desa Bulu untuk pemilihan Kepala Desa belum bisa dikatakan demokratis pasalnya masih banyak prakter money politik yang tanpa sepengetahuan orang. Saya memilih dari hati nurani walaupun ada yang mengasih uang, saya tidak tergiur dan mantap terhadap hati nurani. Uang tidak akan mempengaruhi hak suara saya.11

Sebagai warga negara yang baik saya menggunakan hak suara dengan baik untuk pemilihan Kepala Desa. Demokrasi di desa Bulu tidak jujur dikarenakan terjadi transaksi Politik yaitu salah satu kadidat menggratiskan listrik selama tiga bulan dengan syarat memilih kadidat tersebut. Tapi saya tidak terpengaruhi oleh itu, saya tetap memilih yang tahu orang kecil paham akan keinginan masyarakat.12

Saya tidak golput dalam pemilihan Kepala Desa. Masih banyak dipengaruhi uang hak suara masyarakat di desa Bulu. Saya memilih orang yang bijaksana dan yang cocok menjadi pemimpin. Jika ada kadidat yang memberiuang saya terima tapi saya tetap pada pendirian suara hati saya.13

11 Pengakuan Bapak Zainal Arifin Dusun Gapuk berusia 48 tahun berprofesi penjahit. 12 Pengakuan Ibu Siti Mudawaroh Dusun Ngawian berusia 37 tahun berprofesi pedagang.

(11)

Saya menggunakan hak suara sdengan baik. Uang masih mempengaruhi beberapa masyarakat dalam menyalurkan aspirasi suaranya. Saya memilih pemimpin yang tidak obral janji dan mengerti kebutuhan masyarakat. Saya tidak terpengaruh oleh uang karena saya tidak menjual hak suara saya.14

BAB V KESIMPULAN

Secara etimologis, demokrasi merupakan gabungan antara dua kata dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat dan cratein atau cratos yang berarti kekuasaan. Jadi, secara terminologis demokrasi berarti kedaulatan yang berada di tangan rakyat. Dengan kata lain, kedulatan rakyat mengandung pengetian bahwa system kekuasaan tertinggi dalam sebuah Negara dibawah kendali rakyat.

Pemilihan Kepala Desa, atau seringkali disingkat Pilkades, adalah suatu pemilihan Kepala Desa secara langsung oleh warga desa setempat. Berbeda dengan Lurah yang merupakan Pegawai Negeri Sipil, Kepala Desa merupakan jabatan yang dapat diduduki oleh warga biasa.

Di desa Bulu pemilihan Kepala Desa masih banyak terjadi praktek transaksi politik yang sudah menjadi kebudayaan. Banyak kadidat yang memanfaatkan budaya ini untuk menjadikan money politik. Dan tidak banyak dari masyarakat yang tergiur oleh uang tersebut sehingga menjual hak suaranya.

Namun dilain sisi sudah bisa dikatan demokratis. Pasalnya Kepala Desa terpilih tidak melakukan transaksi politik untuk menarik hak suara masyarakat. Uang yang diberikan saat kampanye itu merupakan ganti rugi atas kerja atau uang transport dan shodaqoh. Yang diberikan secara transparan dan sama rata. Dan masyarakat ingin suatu perubahan yang baik untuk desa Bulu.

Jadi kemenangan Kepala Desa terpilih ini bukan merupakan hasil transaksi politik. Melainkan murni dari kesadaran masyarakat akan urgennya demokrasi. Walaupun banyak tawaran uang tapi masyarakat tetap teguh terhadap hati nuraninya masing-masing.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Tim Pokja UIN Sunan Kalijaga, Pancasila dan Kewarganegaraan,Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2005

Sareb Putra, R.Masri (ed), Etika dan Tertib Warga Negara, Jakarta: Salemba Humanika, 2010

Referensi

Dokumen terkait

Hal yang berbeda dalam penelitian ini dengan kedua penelitian tersebut adalah, penelitian ini akan menggunakan cerpen Neko No Jimusho karya Miyazawa Kenji berdasarkan

Dalam tugas akhir ini dilakukan studi perencanaan jembatan kali Surabaya pada akses tol Surabaya-Mojokerto di Kabupaten Mojokerto dengan balok beton pratekan tipe I

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kepuasan kerja dengan motivasi kerja penyuluh pertanian, terdapat hubungan positif antara sikap terhadap

[r]

Media masa seperti koran yang mempunyai komposisi teks lebih banyak dari pada gambar menggunakan tipe huruf serif, dikarenakan pembaca yang membaca koran dengan dominasi teks

(8) Bagi calon Kepala Desa yang berasal dari Kepala Desa yang sedang menjabat dan penjabat Kepala Desa dapat mencalonkan diri sebagai calon Kepala Desa dengan

5.data luas dan lokasi lahan dimutakhirkan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun; dan 6.data jenis komoditas pangan pokok dimutakhirkan paling sedikit 1 (satu) kali dalam