• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKUMPULAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI INDONESIA 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERKUMPULAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI INDONESIA 2013"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Pembuatan Dokumentasi, Laporan

USG & KTG, serta Komunikasi

KOLEGIUM OBSTETRI GINEKOLOGI INDONESIA

PERKUMPULAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

INDONESIA

(2)

AGENDA

PENDAHULUAN

TUJUAN

PEMBUATAN DOKUMENTASI

PEMBUATAN LAPORAN

KOMUNIKASI

PESAN DIBAWA PULANG

KEPUSTAKAAN

Kolegium

POGI/2013/06/10

(3)

PENDAHULUAN

Bukti dokumentasi & laporan

aspek

mediko legal

Komunikasi yang tidak baik

sebab terbanyak keluhan pasien

Setiap dokter harus mampu membuat

dokumentasi

membuat laporan

mengkomunikasikan hasil

pemeriksaan USG & KTG dengan baik

& benar

Kolegium

POGI/2013/06/10

(4)

TUJUAN

UMUM

Mampu mendokumentasikan, membuat laporan, dan

menginformasikan hasil pemeriksaan USG & KTG

KHUSUS

Mampu mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan

dengan pembuatan dokumentasi, laporan, dan pemberian

informasi

Mampu mendokumentasikan dengan baik semua hasil

pemeriksaan USG & KTG

Mampu membuat laporan USG & KTG dengan baik

Mampu mengkomunikasikan dengan baik segala hal yang

berkaitan dengan pemeriksaan USG OBGIN & KTG

Kolegium

POGI/2013/06/10

(5)

PEMBUATAN

DOKUMENTASI

PERSIAPAN

PASIEN

Informed consent, cara menyimpan hasil

pemeriksaan USG atau KTG

PERALATAN

Sistem komputer :

hard disc, fash-disc

Printer : kertas thermal, polaroid, kertas biasa, dll

PEMERIKSA

Tau tatacara dan pencegahan kegagalan

dokumentasi hasil pemeriksaan

CARA

Kolegium

POGI/2013/06/10

(6)

Cara Pembuatan Dokumentasi

Periksa kembali kesiapan semua peralatan

USG dan sarana pendukungnya

Data rekam medik :

masukkan ke dalam

program USG

Gambar/video yang baik

save

hard disc

USG

print (pilih yang diperlukan)

KTG :

kertas KTG

bila memungkinkan di

scanning simpan dalam media digital

Semua hasil pemeriksaan

disimpan minimal

5 tahun

Kolegium

POGI/2013/06/10

(7)

PEMBUATAN LAPORAN

USG

PERSIAPAN

PASIEN : informed consent

PERALATAN : formulir laporan, ATK

PEMERIKSA : kompeten, sehat,

profesional

BENTUK

Standar POGI

CARA

Tertulis

Kolegium

POGI/2013/06/10

(8)

Faktor yang Memengaruhi Data

Kualitas mesin

Cara pemeriksaan:

UTV

HPHT dan usia ibu

Terapi hormonal

Status fisik ibu: obese

Zat perangkai

(coupling

agent)

Penyakit ibu:

metastasis

Asites atau

perlekatan

Jenis tumor

ginekologi

Keterampilan

pemeriksa :

pengetahuan,

keterampilan dan sikap →

CPD

Kenyamanan dan

keamanan ruang

periksa

(9)

Bentuk Laporan USG

Anatomi Laporan

Institusi

Identitas pasien

Diagnosis klinis

Hasil pemeriksaan USG

Penilaian

Saran (bila perlu)

Jenis Laporan

Ginekologi

Obsstetri : trimester 1, 2, dan 3

Kolegium

POGI/2013/06/10

(10)

Laporan USG Ginekologi

Pasien : identitas, status perkawinan, keluhan

utama, kenapa dirujuk ?

Fisik diagnostik

Diagnosis klinis

Diagnosis sonographi : pendekatan organ,

mulai struktur normal,

do not jump to the

conclusion (s)

Penilaian

Saran : bila perlu

Arsipkan 5 tahun

aspek medikolegal

Kolegium

POGI/2013/06/10

(11)

KLINIK FETOMATERNAL

RSIA HERMINA JATINEGARA

Jl. Raya Jatinegara Barat No.126 Jakarta Timur 13320

Telp : 8191223 Fax : 8190111

PERHATIAN : PERHATIAN : USG merupakan alat bantu diagnostik yang bekerja dan menilai secara tidak langsung melalui pencitraan suara frekuensi ultra yang diubah menjadi gambar. Oleh karena USG hanya menilai sesaat (pada waktu diperiksa), maka mungkin saja tidak setiap kelainan dapat dideteksi. Konfirmasi adanya kelainan organ kandungan ditentukan berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi jaringan yang diambil. Hal ini penting untuk dipahami oleh pasien dan dokter pemeriksa.

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN USG GINEKOLOGI

Kepada Yth Ts

: dr. , SpOG

Telah diterima dengan baik dan dilakukan pemeriksaan USG pada :

Nama

: Ny.

Umur

: tahun

CM

:

DIAGNOSA KLINIS :

HASIL PEMERIKSAAN :

Uterus

:

Endometrium

:

Adneksa kanan :

Adneksa kiri :

Rongga pelvik :

PENILAIAN

:

SARAN

:

Terima kasih atas konsultasinya

Jakarta, 22 Agustus 2010

Hormat saya,

dr. J udi J anuadi Endjun, SpOG,

Sonologist

(12)

KLINIK FETOMATERNAL

RSIA HERMINA JATINEGARA

Jl. Raya Jatinegara Barat No.126 Jakarta Timur 13320

Telp : 8191223 Fax : 8190111

PERHATIAN : PERHATIAN : USG merupakan alat bantu diagnostik yang bekerja dan menilai secara tidak langsung melalui pencitraan suara frekuensi ultra yang diubah menjadi gambar. Oleh karena USG hanya menilai sesaat (pada waktu diperiksa), maka mungkin saja tidak setiap kelainan dapat dideteksi. Konfirmasi adanya kelainan organ kandungan ditentukan berdasarkan pemeriksaan patologi anatomi jaringan yang diambil. Hal ini penting untuk dipahami oleh pasien dan dokter pemeriksa.

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN USG GINEKOLOGI

Kepada Yth Ts

: dr. Puji Ichtiarti, SpOG

Telah diterima dengan baik dan dilakukan pemeriksaan USG pada :

Nama

: Ny. Susilowati

Umur

: 38 tahun

CM

: A.136880

DIAGNOSA KLINIS :

Kista endometriosis dan adenomioma

HASIL PEMERIKSAAN :

Uterus

: retrofleksi, ukuran 72 x 49 x 56 mm; miometrium tidak homogen. Tampak satu

lesi hiperekhoik intramural di korpus depan, batas tidak tegas, ukuran 25x16x20

mm, menekan kavum uteri; kemungkinan suatu adenomiosis

Endometrium

: tipis dan iregular

Adneksa kanan : lesi kistik berisi ekhointernal halus, ukuran 25x21x24 mm, melekat pada uterus

Adneksa kiri : lesi kistik berisi ekhointernal kasar, ukuran 26x24x25 mm

Rongga pelvik : tidak tampak cairan bebas

PENILAIAN

: 1. Suspek adenomiosis uteri dengan kista endometriosis bilateral

2. Perlekatan adneksa kanan dengan uterus

3. Distorsi kavum uteri

Terima kasih atas konsultasinya

Jakarta, 9 Maret 2010

Hormat saya,

dr. J udi J anuadi Endjun, SpOG,

Sonologist

(13)

Kolegium

POGI/2013/06/10

(14)

Laporan USG Trimester 1

Diagnosis klinis

Urutan pemeriksaan sesuai standar

Uterus : pembesaran, AF/RS, GS

Kantong gestasi : intra atau ekstra uterin, janin, YS, DJJ

Janin : tunggal atau ganda, kembar siam, biometri

Yolk sac : bentuk, biometri normal, ekhointernal, jumlah

Tanda kehidupan : DJJ < 90 x/m (abnormal), regularitas

Penapisan anomali : soft markers, gangguan pertumbuhan

Adneksa : ovarium normal, massa

Kavum Douglas dan Retzii : kehamilan ektopik, cairan bebas, massa

abnormal

Penilaian

Saran : bila perlu

Laporan tertulis aspek medikolegal rekam medik

Arsipkan : 5 tahun

Kolegium

POGI/2013/06/10

(15)

PERHATIAN

: pemeriksaan USG merupakan alat bantu diagnostik. Janin setiap saat mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai

dengan usia kehamilan yang mungkin saja mengalami gangguan atau penyakit sehingga terjadi kelainan. Pemeriksaan USG berikutnya yang

dianjurkan adalah pada kehamilan 18 – 22 minggu untuk penapisan cacat bawaan. Oleh karena USG hanya menilai sesaat (pada waktu

diperiksa), maka mungkin saja tidak setiap kelainan dapat dideteksi. Hal ini penting untuk dipahami oleh pasien dan dokter pemeriksa.

Kolegium POGI/2013/06/10

HANYA UNTUK PENDIDIKAN &

PENELITIAN

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN USG TRIMESTER 1

Kepada Yth Ts

: Dr. , SpOG

Telah diterima dengan baik dan dilakukan pemeriksaan USG pada :

Nama

:

Ny. Umur

: tahun

CM

:

DIAGNOSA KLINIS

:

HASIL PEMERIKSAAN :

Janin

:

Kantong gestasi

:

Yolk sac

:

Amnion

:

Uterus

:

Adneksa

:

Rongga pelvik

:

Doppler

:

Lain-lain

:

PENILAIAN

:

SARAN

:

Terima kasih atas konsultasinya

Jakarta, 23 Oktober 2007

Hormat saya,

(16)

Laporan USG Trimester 2

Utama : penapisan anomali

Sistematika

Janin

Plasenta

Amnion

Biometri

Jantung

Anomali

Doppler

Aktivitas

Lain-lain

Penilaian

Saran

Laporan harus dibuat tertulis aspek medikolegal rekam medik

Arsip : 5 tahun

Kolegium

POGI/2013/06/10

(17)

PERHATIAN

: pemeriksaan USG merupakan alat bantu diagnostik. Janin setiap saat mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usia

kehamilan yang mungkin saja mengalami gangguan atau penyakit sehingga terjadi kelainan. Oleh karena USG hanya menilai sesaat (pada waktu diperiksa),

maka mungkin saja tidak setiap kelainan dapat dideteksi. Hal ini penting untuk dipahami oleh pasien dan dokter pemeriksa.

Kolegium POGI/2013/06/10

HANYA UNTUK PENDIDIKAN &

PENELITIAN

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN USG TRIMESTER KEDUA

Kepada Yth Ts

: Dr., SpOG

Telah diterima dengan baik dan dilakukan pemeriksaan USG pada :

Nama

: Ny.

Umur :

tahun

CM :

A.

Diagnosis

:

HASIL PEMERIKSAAN

:

Janin

: tunggal, hidup, presentasi

Plasenta

: normal, berimplantasi di dengan derajat maturasi

Amnion

: volume amnion cukup

Biometri

:

BPD

mm,

HC

mm,

AC

mm,

HL

mm,

FL

mm,

EFW

gr.

Jantung

: DJJ dpm, regular.

Anomali

: saat ini tidak tampak anomali mayor.

Doppler

: SDAU =

Aktivitas

: baik

Lain – lain

:

PENILAIAN

:

SARAN

:

Terima kasih atas konsultasinya

Jakarta, 23 Oktober 2007

Hormat Saya

(18)

Laporan USG Trimester 3

Utama : penapisan anomali

Sistematika

Janin

Plasenta

Amnion

Biometri

Jantung

Anomali

Doppler

Aktivitas

Lain-lain

Penilaian

Saran

Laporan harus dibuat tertulis aspek medikolegal rekam medik

Arsip : 5 tahun

Kolegium

POGI/2013/06/10

(19)

PERHATIAN

: pemeriksaan USG merupakan alat bantu diagnostik. Janin setiap saat mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usia

kehamilan yang mungkin saja mengalami gangguan atau penyakit sehingga terjadi kelainan. Oleh karena USG hanya menilai sesaat (pada waktu diperiksa),

maka mungkin saja tidak setiap kelainan dapat dideteksi. Hal ini penting untuk dipahami oleh pasien dan dokter pemeriksa.

Kolegium POGI/2013/06/10

HANYA UNTUK PENDIDIKAN &

PENELITIAN

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN USG TRIMESTER KETIGA

Kepada Yth Ts : Dr. SpOG

Telah diterima dengan baik dan dilakukan pemeriksaan USG pada :

Nama

: Ny. Umur : tahun CM :

Diagnosis

:

HASIL PEMERIKSAAN

:

Janin

: tunggal, hidup, presentasi

Plasenta

: normal, berimplantasi di dengan derajat maturasi

Amnion

: volume amnion cukup

Biometri

: BPD mm, HC mm, AC mm, HL mm, FL mm, EFW gr.

Jantung

: DJJ dpm, regular.

Anomali

: saat ini tidak tampak anomali mayor.

Doppler

: SDAU =

Aktivitas

: baik

Lain – lain

:

PENILAIAN

:

SARAN

:

Terima kasih atas konsultasinya

Jakarta, 25 Oktober 2007

Hormat Saya

(20)

Kolegium

POGI/2013/06/10

(21)

PEMBUATAN LAPORAN

KTG

Freeman

(2012) : Katagori I, II, dan III

Pahami dasar-dasar KTG dan Konsep

pemantauan kesejahteraan janin

Pelajari juga penuntun belajar KTG

meminimalkan kesalahan interpretasi

Kolegium

POGI/2013/06/10

(22)

Bentuk Laporan KTG

Anatomi Laporan

Institusi

Identitas pasien

Diagnosis klinis

Hasil pemeriksaan KTG

Penilaian

Saran (bila perlu)

Jenis Laporan

Kehamilan

Persalinan

Kolegium

POGI/2013/06/10

(23)

Kolegium

POGI/2013/06/10

HANYA UNTUK PENDIDIKAN &

PENELITIAN

RS PENDIDIKAN RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD Jl. Abdurachman Saleh no 24 Jakarta DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI Tel / Faks : (021) 34833234 DIVISI KEDOKTERAN FETO MATERNAL Email : [email protected]

CTG – J J E 20121101

LAPORAN KARDIOTOKOGRAFI (KTG)

Data Pasien

Nama Pasien

: ………No CM

: ………

Tanggal

: ………Jam

: ………

Posisi pasien

: ………Usia gestasi

: ………

TD awal

: ………TD menit ke 15

: ………

Cara pantau

: ……… Kecepatan kertas

: 1 / 2 / 3 cm/menit

Periksa dalam : tidak dilakukan/dilakukan, dengan hasil ……….

………..

Diagnosis ibu

: ……….

………..

Diagnosis janin

: ……….………

Obat-obatan

: ………

Denyut J antung J anin

Frekuensi dasar

:………… dpm,

variabilitas

:

tidak ada / minimal (1-5 DP M)

/ moderat (5-25 DP M) / meningkat (>25 DP M)

,

akselerasi

:

ada / tidak ada

,

deselerasi

:

tidak ada / ada

,

jenisnya

:

dini / lambat / variabel

/

prolonged

,

beratnya

:

ringan / sedang / berat.

Pola disfungsi SSP :

tidak ada / ada,

yaitu : flat FHR / blunted patterns / unstable baseline / overshoot / sinusoidal

patterns / checkmark patterns

Kontraksi Uterus / His

Tidak ada / ada / ada his ;

Frekuensi

: ……/ 10 menit ;

kekuatan

:

…..……mmHg ;

lamanya

: ……… menit ;

relaksasi

: ……… ;

konfgurasi

: ………;

tonus dasar

: ………….mmHg

Gerak J anin :

……….. kali dalam : ………. menit

Diagnosis KTG :

Katagori I / II / III

SARAN :

………...

PPDS OBGIN

Bidan Jaga

DPJP

(………..…) (……….)

(………)

(24)

Kolegium

POGI/2013/06/10

HANYA UNTUK PENDIDIKAN &

PENELITIAN

RS PENDIDIKAN RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD Jl. Abdurachman Saleh no 24 Jakarta DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI Tel / Faks : (021) 34833234 DIVISI KEDOKTERAN FETO MATERNAL Email : [email protected]

CTG – J J E 20121101

KATAGORI I : Pola DJ J Normal

1. Frekuensi dasar : 110 – 160 DPM

2. Variabilitas DJJ : moderat (5 – 25 DPM)

3. Tidak ada deselerasi lambat dan variabel

4. Tidak ada atau ada deselerasi dini

5. Ada atau tidak ada akselerasi

KATAGORI II : Pola DJ J Ekuivokal

Frekuensi Dasar dan Variabilitas

1. Frekuensi

dasar

:

Bradikardia

(<110

DPM)

yang

tidak

disertai

hilangnya variabilitas (

absent variability

)

2. Takhikardia (>160 dpm)

3. Variabilitas minimal (1 – 5 DPM)

4. Tidak ada variabilitas tanpa disertai deselerasi berulang

5. Variabilitas > 25 DPM (

marked variability

)

Perubahan Periodik

1. Tidak ada akselerasi DJJ setelah janin distimulasi

2. Deselerasi variabel berulang yang disertai variabilitas DJJ minimal atau

moderat

3. Deselerasi lama (

prolonged deceleration

) > 2 menit tetapi < 10 menit

4. Deselerasi lambat berulang disertai variabilitas DJJ moderat (

moderate

baseline variability

)

5. Deselerasi variabel disertai gambaran lainnya, misal kembalinya DJJ

ke frekuensi dasar lambat atau

overshoot

KATAGORI III : Pola DJ J abnormal

Tidak ada variabilitas DJJ (

absent FHR variability

) disertai oleh :

1. Deselerasi lambat berulang

2. Deselerasi variabel berulang

3. Bradikardia

(25)

Kolegium

POGI/2013/06/10

HANYA UNTUK PENDIDIKAN &

PENELITIAN

RS PENDIDIKAN RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD Jl. Abdurachman Saleh no 24 Jakarta DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI Tel / Faks : (021) 34833234 DIVISI KEDOKTERAN FETO MATERNAL Email : [email protected]

CTG – J J E 20121101

PENUNTUN PENGISIAN FORMULIR PEMERIKSAAN KARDIOTOKOGRAFI

NO PROSEDUR / LANGKAH KLINIK PARAF PPDS / BIDAN A PERSETUJ UAN TINDAK MEDIK (Konseling Pra Tindakan)

1 Sambut dan sapa klien (ucapkan salam), serta perkenalkan diri Anda.

2 Jelaskan apa yang akan dilakukan, apa yang akan dirasakan oleh klien, dan kemungkinan hasil yang akan diperoleh, berkaitan dengan keadaan ibu dan janin.

B PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN

3 Persiapan alat dan Bahan : stetoskop Laennec / Doppler, peralatan KTG, kertas KTG, jeli, tissue / kain lap, formulir jawaban dan penuntun pengisian KTG

4 Persiapan Pasien : berkemih, tidur setengah duduk/duduk/tidur miring ke kiri, perhatikan keamanan dan kenyamanan klien, bila haus atau lapar harus minum atau makan terlebih dahulu; dan bila masih kecapaian, istirahat beberapa waktu (sekitar 10 menit tirah baring).

5 Persiapan Petugas : mengetahui tatacara penyimpanan dan pemasangan peralatan KTG, mampu melakukan interpretasi KTG serta kemungkinan penyulit yang dapat terjadi dan kompeten berkomunikasi dalam bidang KTG

C PENCEGAHAN INFEKSI SEBELUM TINDAKAN

6 Prosedur pencegahan infeksi universal : cuci tangan sebelum dan setelah memeriksa pasien, lakukan pengelolaan limbah medis dengan benar.

D PEMERIKSAAN PASIEN

7 Anamnesis : riwayat penyakit dan kehamilan yang lalu (bila ada), usia gestasi, keadaan kehamilan saat ini, dan faktor risiko, terutama risiko hipoksia, kompresi tali pusat, insufisiensi uteroplasenter dan anomaly kongenital (lihat USG klien)

8 Pemeriksaan Fisik : status generalis dan Obstetri. tentukan punktum maksimum DJJ dan tinggi fundus uteri. Deteksi kecurigaan PJT atau makrosomia.

9 Pasien tidur dengan posisi setengah duduk, atau miring ke kiri, atau duduk.

10 Pemasangan peralatan Kardiotokografi : tokometer di pasang di fundus (TIDAK BOLEH DIBERI JELI) dan kardiometer (harus diberi jeli) dipasang di tempat punktum maksimum jantung janin.

11 Ukur tekanan darah pada awal pemeriksaan dan 15 menit kemudian

12 Perekaman KTG dimulai, petugas harus meyakini bahwa rekaman berjalan baik.

13 Pengawasan berkala kondisi ibu dan janin oleh petugas kesehatan, temani pasien selama pemeriksaan KTG

14 Lama perekaman MINIMAL 20 MENIT. Bila variabilitas minimal (1-5 DPM) atau tidak ada (absent), lakukan perangsangan bayi dengan bel VIBROAKUSTIK (beri tahu ibu sebelum tindakan tersebut dilakukan). Bila tidak memiliki bel vibroakustik, lakukan perangsangan dengan cara menggerakkan tubuh atau kepala janin.

E MELAKUKAN INTERPRETASI HASIL

15 Kategori I : Pola DJ J Normal

1. Frekuensi dasar : 110 – 160 DPM 2. Variabilitas DJJ : moderat (5 – 25 DPM) 3. Tidak ada deselerasi lambat dan variabel 4. Tidak ada atau ada deselerasi dini 5. Ada atau tidak ada akselerasi

16 Kategori II : Pola DJ J Ekuivokal Frekuensi Dasar dan Variabilitas

1. Frekuensi dasar : Bradikardia (<110 DPM) yang tidak disertai hilangnya variabilitas (absent variability)

2. Takhikardia (>160 dpm)

3. Variabilitas minimal (1 – 5 DPM)

4. Tidak ada variabilitas tanpa disertai deselerasi berulang 5. Variabilitas > 25 DPM (marked variability)

Perubahan Periodik

1. Tidak ada akselerasi DJJ setelah janin distimulasi

2. Deselerasi variabel berulang yang disertai variabilitas DJJ minimal atau moderat 3. Deselerasi lama (prolonged deceleration) > 2 menit tetapi < 10 menit

4. Deselerasi lambat berulang disertai variabilitas DJJ moderat (moderate baseline variability) 5. Deselerasi variabel disertai gambaran lainnya, misal kembalinya DJJ ke frekuensi dasar lambat

(26)

Kolegium

POGI/2013/06/10

HANYA UNTUK PENDIDIKAN &

PENELITIAN

RS PENDIDIKAN RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD Jl. Abdurachman Saleh no 24 Jakarta DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI Tel / Faks : (021) 34833234 DIVISI KEDOKTERAN FETO MATERNAL Email : [email protected]

CTG – J J E 20121101

PENUNTUN PENGISIAN FORMULIR PEMERIKSAAN KARDIOTOKOGRAFI

(lanjutan)

17 Kategori III : Pola DJ J Abnormal Tidak ada variabilitas DJ J (absent FHR variability) disertai oleh :

1. Deselerasi lambat berulang 2. Deselerasi variabel berulang 3. Bradikardia

4. Pola sinusoid (sinusoidal pattern)

18 Data pasien dan hasil KTG diisikan pada formulir laporan KTG (pelajari panduan pengisian formulir KTG, Departemen OBGIN RSPAD)

19 PPDS dan atau Bidan melaporkan hasil pemeriksaan KTG kepada DPJP.

20 Lembar laporan KTG dimasukkan kedalam rekam medik pasien dengan rapi. Pengarsipan dilakukan selama 5 tahun (sebaiknya hasil KTG di fotokopi atau skanning)

F PEMANTAUAN PASCA TINDAKAN

21 Tanyakan apakah ada keluhan pada ibu (terutama yang berkaitan dengan gerak janin dan kontraksi rahim), bila tidak ada keluhan, pemeriksaan sudah selesai.

22 Bila ada keluhan pada ibu, lapor pada DPJP dan lakukan penanganan yang sesuai dengan etiologi (misalnya resusitasi intra uterin, periksa USG, dll).

G PERAWATAN ALAT PASCA TINDAKAN

23 Bersihkan semua peralatan dengan seksama. Lakukan dekontaminasi, terutama limbah infeksious. Kabel-kabel pada peralatan KTG jangan dilepas.

24 Simpan kembali semua peralatan pada tempatnya dengan rapih.

H KONSELING / NASEHAT PASCA TINDAKAN

25 Penjelasan PPDS dan atau DPJP kepada Klien dan Keluarganya tentang hasil KTG tersebut. 26 Penanganan klien selanjutnya dikembalikan kepada DPJP.

(27)

KOMUNIKASI DALAM BIDANG

USG dan KTG

Komunikasi

dua arah

penyampaian

informasi

kesepahaman

Kegagalan berkomunikasi yang baik

cikal

bakal masalah

Komunikasi medik dengan masyarakat umum

diubah menjadi bahasa awam

kesepahaman

altruisme

Komunikasi antar tenaga kesehatan

melalui

standarisasi

kompetensi berjenjang

saling menghargai

kolegialitas

Kolegium

POGI/2013/06/10

(28)

Komunikasi USG

Persiapan yang baik

hasil baik

Harapan versus kenyataan

Alat bantu diagnostik

pencitraan gambar

distorsi

salah diagnostik

Akurasi sesuai standar kompetensi

Jangan semua diajak kearah USG 3D

edukasi masyarakat

cukup 2D dengan

resolusi baik dan Doppler baik

Laporan USG harus dibuat

sarana

komunikasi dan medikolegar

rekam medik

Kolegium

POGI/2013/06/10

(29)

Komunikasi KTG

Pahami konsep dasar PKJ

kenapa perlu KTG

Sulit dipelajari

sulit dipahami

mudah

salah

harus kompeten

Sangat tergantung kepada alat

kalibrasi

berkala sangat penting

Perlu pelatihan terstruktur

standarisasi

laporan

tindak lanjut sesuai panduan

setempat

Laporan KTG

sarana komunikasi dan

medikolegal

rekam medik

Kolegium

POGI/2013/06/10

(30)

Masalah Komunikasi

Yang diharapkan pasien

tidak

sesuai

dengan yang disampaikan

dokter pemeriksa

Laporan memakai bahasa medis

penjelasan memakai bahasa awam

oleh DPJP

Arsip

jaga dengan baik

Kolegium

POGI/2013/06/10

(31)

Penanganan Masalah

Komunikasi

Berlatih berkomunikasi dengan baik

role

play

Pencapaian KOMPETENSI

komunikasi

baik

cegah masalah medikolegal

Modalitas

: verbal, visual, tulisan, dan bahasa

tubuh

Jangan menggurui

Jangan malu mengatakan bahwa “

saya tidak

tau atau tidak bisa

Semua harus tertulis, ditandatangani, dan ada

keterangan waktu

Kolegium

POGI/2013/06/10

(32)

Medical Protection Society (MPS)

Panduan Klinis

KOMUNIKASI

Rekam Medik

Problem Medik

Hindari tuntutan dalam bidang OBGIN

Kolegium

POGI/2013/06/10

HANYA UNTUK PENDIDIKAN &

PENELITIAN

(33)

http://science.uniserve.edu.au/projects/

skills/jantrial/images/

communication_skills_graded.jpg

http://

www.htmltutorials.ca/do-it-yourself-books/ebooks/

cover_4.jpg

Kolegium

POGI/2013/06/10

(34)

PESAN DIBAWA PULANG

Pembuatan dokumentasi, laporan,

dan mengkomunikasikannya kepada

TS dan Pasien memerlukan persiapan

yang baik dengan kompetensi yang

sesuai

Laporan USG dan KTG harus JUJUR,

komunikatif, dan runut

dampak

medikolegal

alat bukti

Kolegium

POGI/2013/06/10

(35)

KEPUSTAKAAN

1. Endjun JJ. USG Dasar Obstetri dan

Ginekologi. Edisi pertama, Cetakan

kedua, Balai Penerbit UI, 2009.

2. Kolegium OBGIN. Buku Acuan

Pelatihan USG Dasar OBGIN (Draft,

2013)

3. Freeman RK. Fetal heart monitoring.

4

th

Ed 2012.

Kolegium

POGI/2013/06/10

(36)

TERIMA KASIH

Kolegium

POGI/2013/06/10

Referensi

Dokumen terkait

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Pulic (1998), tidak mengukur langsung intellectual capital Perusahaan tetapi mengajukan suatu ukuran untuk menilai efisiensi

Apa alasan dipilih judul ini oleh penerjemah, mungkin judul dalam BIng dapat dipahami oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan judul tersebut dapat diidentikkan dengan karya

Kriteria pengambilan sampel dalam studi ini adalah (1) Pemerintah kabupaten/kota yang telah menyusun laporan keuangan tahun 2016 dan telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa

kepentingan yang beragam, tidak saja di tingkat nasional namun juga di tingkat daerah, mengenai apa yang harus dicapai oleh kebijakan luar negeri, sudah barang

ANGKA KEJADIAN DIC ( DISSEMINATED INTRAVASCULAR COAGULATION ) PADA PASIEN EKLAMSIA DI RUMAH SAKIT HAJI ADAM MALIK MEDAN..

Oleh karena itu, murabahah tidak dengan sendirinya mengandung konsep pembayaran tertunda ( deffered payment ), seperti yang secara umum dipahami oleh sebagian

Prosedur pemeriksaan poligraf mengandalkan perubahan reaksi tubuh maupun jawaban dari orang yang diperiksa atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh pemeriksa poligraf,

Kriteria jangka pendek a Sekurang-kurangnya 75% isi dan prinsip-prinsip pembelajaran dapat dipahami, diterima dan ditetapkan oleh siswa dan guru di kelas, b Sekurang-kurangnya 75%