• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SISTEM AKUNTANSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI PRIOR KNOWLEDGE MAHASISWA I Ketut Suandi I Ketut Parnata Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali ABSTRAK - METODE III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SISTEM AKUNTANSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI PRIOR KNOWLEDGE MAHASISWA I Ketut Suandi I Ketut Parnata Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali ABSTRAK - METODE III"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI COOPERATIVE LEARNING

DALAM PEMBELAJARAN SISTEM AKUNTANSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI

PRIOR KNOWLEDGE MAHASISWA

I Ketut Suandi I Ketut Parnata

Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar mahasiswa antara yang mengikuti model pembelajaran kooperatif dan model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal tinggi dan mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal rendah, dan (3) menganalisis pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan pengetahuan awal terhadap hasil belajar mata kuliah sistem akuntansi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan penelitian kuasi eksperimen pada mahasiswa semester III di jurusan akuntansi pada tahun ajaran 2006/2007. Eksperimen menggunakan pengukuran dua faktor dengan versi faktorial nonequivalent pretest-postest control group design. Penelitian ini melibatkan beberapa variabel, yaitu: hasil belajar, model pembelajaran, dan pengetahuan awal. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester III pada jurusan akuntansi. Total sampel sebanyak 54 orang mahasiswa. Pada masing-masing perlakuan ditetapkan 13 subjek sebagai unit analisis, sehingga unit analisis keseluruhan adalah 52 subjek.

Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem akuntansi antara mahasiswa yang belajar dengan model kooperatif dan konvensional (F=11,273; p<0,05). Hasil belajar kelompok mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem akuntansi antara mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal tinggi dan rendah (F=42,557; p<0,05). Hasil belajar kelompok mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal tinggi, lebih tinggi dari kelompok mahasiswa yang memiliki pengetahuan awal rendah. (3) Tidak terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan pengetahuan awal terhadap hasil belajar sistem akuntansi (F=2,717; p>0,05). Konsekuensi logis dari hasil penelitian ini, model pembelajaran kooperatif tepat diacu sebagai alternatif pembelajaran sistem akuntansi khususnya dalam meningkatkan hasil belajar.

Kata kunci: cooperative learning, prior knowledge, hasil belajar mahasiswa

ABSTRACT

(2)

interaction effect between learning model and prior knowledge to the learning achievement of accounting system.

To achieve those research objectives, quasi experiment was conducted in the third semester at accounting department. in the academic year 2006/2007. The experiment used two-factor measurement with a factorial version of nonequivalent pretest-postest control group design. This research involved several variables, namely: students’ achievement, learning model, and prior knowledge. The samples for this research are third semester students at accounting department. The total samples are 54 students. For each treatment decided 13 subjects as analysis unit, therefore total analysis unit are 52 subjects.

Base on the analysis, the results of the study are as follows. (1) there is a significant deference of the students’ achievements between the students following cooperative learning and conventional learning models (F=11,273; p<0,05). The accounting system learning achievement of students group who followed the cooperative learning model is higher than those who followed conventional learning model. (2) there is a significant difference of the students’ achievements between the students have high prior knowledge and low prior knowledge (F=42,557; p<0,05). The accounting system achievement of students group having high prior knowledge got higher than those students having low prior knowledge. (3) There isn’t a significant interaction effect between learning model and prior knowledge in achieving students’ achievement (F=2,717; p>0,05). Logical consequences of this research is suggested, that the cooperative learning model is appropriate to be referred as accounting system teaching alternative especially in improving the students’ achievement.

Keywords: cooperative learning, prior knowledge, students’ achievements

1. Pendahuluan

Proses pendidikan yang semula dipandang sebagai proses sosialisasi telah bergeser menuju proses pembelajaran dimana pendidik berperan untuk mengatur, menyiapkan, dan membantu peserta didik agar tercipta kondisi belajar yang kondusif. Dalam hubungan ini, maka peran pendidik yang semula sebagai sumber otoritas ilmu pengetahuan bergeser menuju perannya sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran. Disamping itu, perlu juga adanya pergeseran dari mengajar sebagai proses pembebanan menuju pembelajaran sebagai proses negosiasi. Paradigma pembelajaran seperti itu belum tampak pada proses pembelajaran termasuk pembelajaran mata kuliah sistem akuntansi di Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali (PNB).

(3)

bahan ajar yang relevan yang dapat digunakan untuk mendukung perkuliahan mata kuliah tersebut, terutama bahan ajar yang berkaitan dengan sistem akuntansi pendukung.

Berdasarkan observasi dan pengalaman selama ini, pembelajaran mata kuliah ini dilaksanakan secara konvensional, dan masih dinominasi oleh kegiatan pengajar, mahasiswa hanya sebagai penerima. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran mata kuliah ini, namun hasil belajar yang dicapai mahasiswa belum memenuhi harapan. Nilai rata-rata mata kuliah ini pada setiap angkatan selama lima tahun terakhir masih berada pada kisaran 6,88 (pada skala 11, nilai tertinggi 8,50 dan terendah 5,60). Hal ini menandakan bahwa ada masalah dengan proses pembelajaran yang sedang diterapkan. Masalah-masalah yang terjadi antara lain: (1) kreatifitas dan aktivitas belajar mahasiswa masih rendah, (2) kemampuan mahasiswa dalam mengevaluasi dan mendesain sistem akuntansi masih rendah, dan (3) para dosen pengajar belum memperhatikan prior knowledge mahasiswa sebelum mereka menerima informasi baru dalam proses pembelajaran. Sehubungan dengan prior Knowledge, Ausubel (1978) menyatakan bahwa faktor terpenting yang mempengaruhi belajar, adalah apa yang telah diketahui siswa. Brook & Brook (1993) mengatakan bahwa manusia mencoba mengerti dunianya dengan mensintesis pengalaman baru ke dalam pengetahuan yang telah dipahami sebelumnya.

(4)

akan lebih mudah mengkonstruksi pengetahuannya dan lebih mudah menemukan dan memahami pemecahan kompleks (Slavin, 1995).

Berdasarkan hal tersebut, maka salah satu strategi yang dapat ditempuh guna memperbaiki proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan hasil belajar adalah dengan melakukan redesain pembelajaran dari model pembelajaran konvensional menuju desain sesuai pandangan cooperative learning. Mahasiswa membutuhkan suatu model pembelajaran yang tepat agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Sehubungan dengan pembelajaran yang menggunakan seting pembelajaran kooperatif, Santyasa (2004) melakukan studi mengenai pengaruh model dan seting pembelajaran terhadap remediasi miskonsepsi, pemahaman konsep, dan hasil belajar. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan seting pembelajaran kooperatif lebih efektif daripada penggunaan setting pembelajaran konvensional. Dengan demikian, cooperative learning dipilih sebagai suatu studi eksperimental dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan memperhatikan prior knowledge yang dimiliki mahasiswa.

Tujuan penelitian ini adalah, (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang mengikuti model cooperative learning dan model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar antara mahasiwa yang memiliki prior knowledge tinggi dengan mahasiswa yang memiliki prior knowledge rendah, dan (3) menganalisis pengaruh interaktif antara learning model dengan prior knowledge terhadap hasil belajar sistem akuntansi.

2. Metode Penelitian

(5)

penelitian ini antara lain: rencana pembelajaran, job sheet, lembaran pengamatan, dan tes hasil belajar. Rencana pembelajaran dan job sheet didesain untuk kelas kontrol dan eksperimen. Lembaran pengamatan digunakan untuk merekam interaksi mahasiswa selama pembelajaran berlangsung. Tes hasil belajar disusun dalam bentuk uraian terbuka yang terdiri dari 9 butir soal dengan skor minimal ideal 0 dan skor maksimal ideal 37.

Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis varian faktorial 2×2. Pada masing-masing sel perlakuan ditetapkan 13 subjek sebagai unit analisis. Data mahasiswa yang menggunakan cooperative learning dan konvensional masing-masing unit analisisnya 26, dan data dari subjek yang termasuk tingkat pengetahuan awal tinggi dan rendah, masing-masing unit analisisnya 26. Analisis statistik inferensial menggunakan bantuan program komputer SPSS 13.0 for windows dengan keputusan hasil analisis ditetapkan pada taraf signifikansi 5%.

3. Hasil Penelitian dan Pembahasan 3.1 Hasil Penelitian

(6)

kelompok prior knowledge rendah. Nilai rata-rata hasil prates dan postes disajikan pada Tabel 1

Tabel 1: Nilai Rata-Rata dan Simpangan Baku dari Prates dan Postes

Prior Knowledge Model Pembelajaran Mean AnalisisUnit

Prates Postes

Tinggi 1. Kooperatif 23,62 29,77 13

2. Konvensional 22,31 26,62 13

TOTAL 22,96 28,19 26

Rendah 1. Kooperatif 19,46 24,62 13

2. Konvensional 17,85 23,54 13

TOTAL 18,65 24,08 26

TOTAL 1. Kooperatif 21,54 27,29 26

2. Konvensional 20,08 25,08 26

TOTAL 20,81 26,14 52

3.2 Pengujian Hipotesis

Sebelum melakukan analisis varian, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi tentang normalitas dan homogenitas. Berdasarkan hasil analisis, terungkap bahwa nilai-nilai statistik Kolmogorov-Smirnov dan Levene menunjukkan angka signifikansi lebih besar dari 0,05. Jadi, data penelitian berdistribusi normal dan homogen. Ringkasan hasil uji tersebut disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2: Ringkasan Hasil Uji

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable: Hasil Belajar

292,365a 3 97,455 18,886 ,000 ,541

35516,942 1 35516,942 6882,786 ,000 ,993

58,173 1 58,173 11,273 ,002 ,190

220,173 1 220,173 42,667 ,000 ,471

14,019 1 14,019 2,717 ,106 ,054

247,692 48 5,160

36057,000 52

540,058 51

Source Corrected Model Intercept MODEL PA

MODEL * PA Error Total

Corrected Total

Type III Sum

of Squares df Mean Square F Sig. Eta Squared

R Squared = ,541 (Adjusted R Squared = ,513) a.

(7)

3.4 Pembahasan

a. Model pembelajaran kooperatif dan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara model pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran konvensional berbeda secara signifikan dalam pencapaian hasil belajar, dengan signifikansi 0,002. Hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif lebih tinggi daripada yang difasilitasi dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Secara deskriptif hasil belajar berkategori “tinggi”, baik pada kelompok kooperatif maupun kelompok konvensional.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Santyasa (2004), yang menunjukkan bahwa pembelajaran dengan kooperatif yang di seting dengan model Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar. Secara teoretik, model belajar kooperatif menggunakan paradigma yang memusatkan perhatian pengkonstruksian makna pengetahuan berbasis pengetahuan awal. Dalam model pembelajaran konvensional, di mana teknik kooperatif digabung dengan teknik individual. Penerapan teknik ini cukup efektif dalam upaya mengatasi kelemahan pembelajaran individual.

Secara operasional empiris, kedua model pembelajaran menyajikan materi pembelajaran yang sama mencakup sistem akuntansi. Perbedaannya terletak pada job-sheet yang digunakan. Model pertama menggunakan job-job-sheet yang berorientasi pada tahapan dalam model pembelajaran kooperatif yang berorientasi pada model Group Investigation. Job-Sheet diawali dengan masalah yang dipecahkan pada akhir pengerjaan job-sheet. Sedangkan job-sheet pada model pembelajaran konvensional hanya menuntut mahasiswa untuk menjawab kasus-kasus yang ada pada job-sheet.

Berdasarkan perbandingan secara teori dan operasional empiris dari kedua model pembelajaran tersebut, tampak bahwa model pembelajaran kooperatif lebih mengakomodasi meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan model konvensional. b. Tingkat pengetahuan awal tinggi dan pengetahuan awal rendah dalam

meningkatkan hasil belajar

(8)

sudah diketahui oleh seorang yang sedang belajar untuk membentuk pengertian baru. Piaget berpendapat dalam pikiran seseorang ada struktur pengetahuan awal, melalui kontak dengan pengalaman baru struktur pengetahuan awal seseorang dapat berkembang. Ausubel (dalam Santyasa, 2004) juga mengemukakan tiga asumsi yang saling berkaitan, yaitu (1) pengetahuan awal adalah suatu variabel yang sangat penting, (2) derajat pengetahuan awal harus diketahui dan diukur dalam rangka meningkatkan prestasi belajar secara optimal, dan (3) pembelajaran hendaknya mengaitkan secara optimal dengan derajat pengetahuan awal. Pengukuran pengetahuan awal tidak hanya berfungsi sebagai suatu prediktor belajar yang tepat, tetapi juga menyediakan dasar yang lebih bermanfaat dalam pembelajaran (Santyasa, 2004).

Dalam pembelajaran kooperatif, pembelajaran bermakna dapat diwujudkan dengan menyediakan peluang bagi mahasiswa untuk melakukan seleksi terhadap fakta-fakta kontekstual, mengorganisasikan, dan mengintegrasikannya ke dalam pengetahuan awal yang telah dimili. Pembelajaran yang berorietansi pada pengetahuan awal akan memberikan dampak pada proses dan perolehan belajar yang memadai (Ardhana et al., 2003; Santyasa, et al, 2001). Dalam pembelajaran kooperatif, pengetahuan awal merupakan spring board bagi perolehan belajar. Hal ini mengindikasikan bahwa pengetahuan awal setidak-tidaknya berfungsi sebagai bekal ajar awal (entry level) yang cukup menentukan perolehan belajar. Sejalan dengan isu tersebut, penelitian ini telah mengungkap bahwa pengetahuan awal sebagai indikator bekal ajar awal mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Hasil penelitian ini ternyata sejalan dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Dochy (1996) menyimpulkan bahwa pengetahuan awal berkontribusi signifikan terhadap skor-skor pascates. Menurut Dochy (1996), pembelajaran yang menggunakan pengetahuan awal sebagai starting point menunjukkan bahwa varians hasil belajar dapat dijelaskan oleh varians pengetahuan awal sebesar 42%.

(9)

melakukan pemahahan konsep dan generalisasi secara utuh melalui proses akomodasi sosial-akademis (NCSS, 2003).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara tingkat pengetahuan awal tinggi dengan tingkat pengetahuan awal rendah berbeda secara signifikan dalam pencapaian hasil belajar dengan F=42,667 dan signifikansi 0,000. Hasil penelitian ini sesuai dengan harapan secara teoritik. Secara konseptual, tingkat pengetahuan awal tinggi diduga akan mencapai hasil belajar yang lebih dibandingkan dengan tingkat pengetahuan awal rendah.

c. Model pembelajaran kooperatif versus model pembelajaran konvensional dalam mengakomodasi tingkat pengetahuan awal

Dalam model pembelajaran konvensional, dosen memfokuskan diri pada penuangan pengetahuan ke dalam diri mahasiswa, tanpa memperhatikan pengetahuan awal mahasiswa. Di sisi lain, model cooperative learning memusatkan perhatian pada pengkonstruksian makna pengetahuan dan berbasis pengetahuan awal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara tingkat pengetahuan awal dan model pembelajaran tidak berinteraksi, dengan F=2,717 dan signifikansi 0,106. Hal ini menyatakan bahwa tingkat pengetahuan awal dan model pembelajaran tidak menunjukkan profil interaksi. Perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok mahasiswa (pengetahuan awal tinggi dan pengetahuan awal rendah) karena pada kelompok mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif dan memiliki pengetahuan awal tinggi terjadi proses meaningful learning. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional terjadi proses belajar dengan pola transfer secara utuh, sehingga pemahaman konsep secara utuh lebih lambat terjadi (NCSS, 2003).

(10)

yang utuh, yaitu melalui akomodasi konsep dari konsep yang bersifat formal menuju ke konsep yang bersifat konkret. Sebaliknya dalam pembelajaran model kooperatif pengetahuan awal rendah, tetap terjadi rote learning process.

4. Penutup

Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok mahasiswa yang menggunakan cooperative learning dengan kelompok mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar kelompok mahasiswa yang menggunakan cooperative learning lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kelompok mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.

Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok mahasiswa yang memiliki prior knowledge tinggi dengan kelompok mahasiswa yang memiliki prior knowledge rendah. Hasil belajar kelompok mahasiswa yang memiliki prior knowledge tinggi, lebih tinggi dari kelompok mahasiswa yang memiliki prior knowledge rendah.

Tidak terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan prior knowledge mahasiswa dalam meningkatkan hasil belajar. Cooperative learning tidak hanya berinteraksi dengan tingkat prior knowledge mahasiswa tertentu, namun terhadap semua tingkat prior knowledge mahasiswa.

Rekomendasi yang dapat diusulkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Cooperative learning yang diimplementasikan dalam penelitian ini hanya terbatas pada satu model, yaitu group investigation. Untuk penelitian lebih lanjut yang sejenis, sangat memungkinkan untuk menerapkan model belajar kooperatif yang lain, seperti MURDER, STAD, TGT, Jigsaw, TAI, dan CIRC. (2) Penelitian ini hanya terbatas pada cakupan materi siklus pengeluaran. Untuk penelitian lebih lanjut, sangat memungkinkan untuk melakukan pengujian ulang pada cakupan materi yang lebih luas. (3) Penelitian ini hanya mempertimbangkan faktor prior knowledge, sebaiknya melibatkan faktor psikologis lainnya seperti motivasi belajar, minat, lingkungan belajar, intelegensi, dan keadaan sosial-ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

(11)

Beyer. 1991. Critical Issue: Building on Prior Knowledge and Meaningful Student Contexts/Cultures. http://www/ncrel.org,

Budiningsih, C. A. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Brooks, J.G., & Brooks, M.G. 1993. In Search of understanding: The Case for constructivist classrooms. Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development.

Cummins, J. 1995. Teaching Strategies (Activating Prior Knowledge).

http://www.ncrel.org

Dahar, R. W. 1989. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga

Hasibuan dan Moedjiono. 2002. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Imron, A. 1996. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Pustaka Jaya

Kujawa dan Huske. 1995. Critical Issue: Building on Prior Knowledge and Meaningful Student Contexts/Cultures. http://www.ncrel.org.

Lickona, T. 1992. Education for character, how school can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books

Lie., A. 2002. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo.

Nurani, Y. 2003. Materi Pokok Strategi Pembelajaran. Cetakan I. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Sagala, S. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran, Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta.

Santoso, S. 2003. SPSS Statistik Multivariate. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Santyasa, I W. 2004. Pengaruh model dan seting pembelajaran terhadap remediasi miskonsepsi, pemahaman konsep, dan hasil belajar. Disertasi (tidak diterbitkan). Universitas Negeri Malang. Program Pasca Sarjana. Studi Teknologi Pendidikan. Santyasa, I W., Wirta, I M., Sudiatmika, A.A.R. 2001. Pengembangan model belajar

kooperatif bermodul sebagai upaya mengubah miskonsepsi dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA di LPTK. Laporan penelitian Domestic Collaborative Research Grant 2000. P3M STKIP Singaraja.

Slavin, R. E. 1995. Cooperative Learning. Boston: Allyn dan Bacon.

Sudjana, S. 2001. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung: Fallah Production.

Sukardi. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara

Surya, M. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Bani Quraisy Suryabrata, S. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Tuckman, B. W. 1978. Conducting Educational Research. New York: Harcourt Brace Jovanovich.

Gambar

Tabel 1Tabel 1: Nilai Rata-Rata dan Simpangan Baku dari Prates dan Postes

Referensi

Dokumen terkait

Sempoa adalah alat bantu hitung Tiongkok kuno yang sangat berperan.. penting dalam mengakumulasikan angka-angka dalam kehidupan

ventilasi untuk mengalirkan udara, baik dalam kondisi aliran besar atau kecil. • SBS lebih sering ditemukan

1, 3 23, 25 Kebutuhan partner yang bersedia mengambil alih kehidupannya 5, 7 27, 29 Kekuasaan 9, 11 31, 33 Kebutuhan mengeksploitasi orang lain 13, 15 35, 37 Kebutuhan pengakuan

Berdasarkan kelima faktor diatas penulis beranggapan bahwa faktor hukum atau undang-undang, faktor penegak hukum, dan faktor sarana atau fasilitas merupakan faktor

Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara fungsi kognitif terhadap kepatuhan minum obat anti hipertensi pada pasien lanjut usia di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah

Bagi kalangan taman kanak-kanak dan sekolah dasar, sudah tersedia berbagai media pembelajaran melalui komputer yang memungkinkan pembelajaran secara interaktif tanpa

perusahaan (corporate culture). Budaya organisasi mengarahkan perilaku untuk meningkatkan komitmen atau loyalitas pegawai terhadap organisasi sehingga mampu

Satu bagian penting dalam infrastruktur penyiaran tersebut adalah sistem pemancar yang berfungsi untuk memancarkan sinyal berisi data dalam bentuk audio dan video