• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seminar Nasional Manajemen Ekonomi Akunt (5)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Seminar Nasional Manajemen Ekonomi Akunt (5)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Abstract

Human resources is one of the most important aspects in the development of a region. the increase in human resources is a process that has the aim to the welfare of society. High rates of welfare society can be seen through the rise in the human development index (IPM) in east java region since 2010-2015 and analyze the influence of the original regional fund (PAD), general allocation fund (DAU), special allocation fund (DAK), and Profit Sharing Fund (DBH), against the human development index (IPM) in the east java region. The data used is the data panel with a span of 2010-2015 with amounts examined as much as 227 overs 38 countries/cities. This method use quantitative methods and multiple regression and this study using panel data analysid methods. The research of the study prove that variabel of PAD,DAU,DAH has significant effect against the human development index(IPM), while the variabel of DAK has no effect for the variabel of IPM.

Keywords: Original Region Fund (PAD), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), Profit Sharing Fund (DBH), Human Development Index (IPM).

Abstrak

Sumber Daya Manusia merupakan salah satu aspek terpenting dalam pembangunan suatu wilayah. Peningkatan sumber daya manusia adalah sebuah proses yang memiliki tujuan untuk kesejahteraan masyarakat, tingginya tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dilihat melalui meningkatnya Indeks Pembangunan manusia (IPM). Tujuan dari penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Jawa Timur tahun 2010-2015 dan menganalisis bagaimana pengaruh Pendapatan Asli daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provisi Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data panel dengan rentang waktu 2010-2015 jumlah data yang diteliti sebanyak 227 meliputi 38 wilayah kabupaten/Kota. Metode penelitian menggunakan Metode analisis kuantitatif menggunakan regresi berganda serta dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data panel. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel PAD, DAU, DAH berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sedangkan variabel DAK tidak berpengaruh terhadap variabel IPM.

Keywords: Original Region Fund (PAD), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), Profit Sharing Fund (DBH), Human Development Index (IPM).

.

PENDAHULUAN

Pembangunan merupakan suatu sarana dalam meningkatkan kualitas hidup manusia serta kesejahteraan masyarakat. Kebijakan dalam pembangunan merupakan sebuah langkah perubahan yang dilakukan pemerintah untuk proses perubahan di masa yang akan datang agar lebih baik dibandingkan di masa sekarang. Pelaksanaan pembangunan di

Provinsi Jawa Timur masih belum terlaksana secara merata khususnya di wilayah pedesaan sehingga terjadinya kesenjangan kesejahteraan antara wilaya kota dengan desa, kesenjangan atara wilayah kota dengan pedesaan disebabkan karena pelaksanaan pembangunan lebih dominan difokuskan di wilayah perkotaan. Akibat dari pembiasan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah adalah timbulnya daerah-daerah yang tertinggal sehingga sumber daya manusia di wilayah tertinggal tersebut tidak berkembang dengan baik. Pemerintah membuat suatu kebijakan Dyah Ayu Savitri

Universitas Trunojoyo Madura

[email protected]

(2)

otonomi daerah yang bertujuan untuk menanggulangi Kesenjangan pembangunan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia serta kesejahteraan masyarakat

Kebijakan otonomai daerah diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 mengenai pemerintahan daerah dan dilakukan revisi dengan undang No. 32 Tahun 2004 dan undang-undang No. 25 Tahun 1999 mengenai perimbangan keuangan pusat dan pemerintah keuangan daerah (Pamudi, 2008). Dalam undang-undang No. 32 Tahun 2004 diatur tentang daerah memiliki wewenang tersendiri untuk mengatur segala sesuatu kebutuhan rumah tangga daerah di setiap wilayah daerah. Pelaksanaan otonomi daerah membutuhkan tingkat kemandirian yang sangat tinggi, suatu daerah bisa dikatakan mandiri jika meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAK), Dana Alokasi Khusus (DAK) akan berdampak pada tingkat pembangunan sumberdaya manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (Ulupi, 2015). Semakin besar wewenang atau tanggung jawab yang dilimpahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah maka semakin besar dana yang dibutuhkan oleh daerah untuk membiayai segala kebutuhan rumah tangga daerah. Semakin tinggi pendapatan yang diterima oleh suatu daerah maka daerah tersebut akan mampu mengurus segala kebutuhan rumah tangga daerah tersebut yang sesuai dengan harapan masyarakat. Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) akan mengakibatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang diukur dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah suatu tolak ukur dalam mengetahui taraf kualitas fisik dan non fisik penduduk. Kualitas fisik tercermin dari angka harapan hidup, sedangkan kualitas non fisik (intelektualitas) melalui lamanya rata-rata penduduk bersekolah dan angka melek huruf, serta mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Dalam peningkatan sumber daya manusia merupakan suatu hal yang penting dalam kebijakan strategi pembangunan nasional, kualitas sumberdaya manusia di dalam suatu wilayah memiliki peran penting dalam penentuan keberhasilan pengelolaan pembangunan wilayah daerah. Kesejahteraan masyarakat ditandai dengan meningkatnya indeks pembangunan manusia, indeks pembangunan manusia akan tercapai pada saat produktivitas ekonomi meningkat. Pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan kualitas sumber daya manusia tidak akan bertahan lama karena pembangunan sumberdaya

manusia menjadi suatu komponen yang sangat penting dalam kebijakan pembangunan nasional (Firda,2014).

Indeks pembangunan manusia Provinsi Jawa Timur pada tahun 2011-2014 mengalami peningkatan sebesar 66,06 dan pada tahun 2014 indeks pembangunan manusia sebesar 68,14. Indeks pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2011 menduduki pringkat 19 di tingkat Nasional, pada tahun 2015 Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jawa Timur mendapat peringkat 18 di tingkat Nasional, Pembangunan sumberdaya manusia menjadi hal yang penting untuk strategi kebijakan pembangunan nasional. Melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana perimbangan berupa DAU,DAK, dan DBH pemerintah daerah dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur. Kualitas sumberdaya manusia ikut serta dalam keberhasilan pengelolaan pembangunan di setiap wilayah, karena indeks pembangunan manusia merupakan indikator keberhasilan suatu daerah dalam pencapaian pembangunan daerah, oleh karena itu peneliti akan mengangkat judul “KONTRIBUSI

PENDAPATAN DAERAH TERHADAP PERKEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DI WILAYAH PROVINSI JAWA TIMUR”.

Rumusan Masalah

Dengan adanya kebijakan desentralisasi fiskal setiap penyerahan atau pelimpahan wewenang oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurus segala kebutuhan rumah tangga daerah secara mandiri maka dibutuhkan pembiayaan dana dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga daerah secara besar. Dengan meningkatnya pendapatan daerah maka kemandirian daerah akan tercapai sehingga pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Jawa Timur dapat dioptimalkan dengan baik.Hasil pemaparan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur?

(3)

Tujuan Penelitian

Dari perumusan masalah di atas maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah:

1. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Indeks pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Timur.

2. Untuk mengetahui diantara keempat variabel independen tersebut, variabel manakah yang menjadi variabel dominan sehingga berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan hasil penelitian dapat diperoleh beberapa manfaat bagi peneliti maupun pihak pembaca antara lain sebagai berikut:

1. Untuk memperoleh gambaran seberapa jauh pengaruh kontribusi pendapatan daerah terhadap peningkatan sumber daya manusia di Provinsi Jawa Timur.

2. Penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi peneliti lain guna mengembangkan dan

menambah pengetahuan untuk penelitian selanjutnya.

Metode Penelitian

a. Konsep penelitian

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif, kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu 2010-2015, selain itu peneliti melakukan studi kepustakaan yaitu menggunakan buku-buku dan jurnal sebagai sumber refrensi yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, pengujian hipotesis dalam persamaan struktural untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana perimbangan: Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi hasil (DBH) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

b. Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini menggunakan data jenis data sekunder, data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung atau diperoleh melalui media perantara. Data sekunder yang bersumber dari badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur dengan periode waktu 2010-2015, setra sumber informasi yang didapatkan berasal daripenelitian terdahulu, literature, serta beberapa jurnal yang diambil dari penelitian terdahulu. Jenis data yang diguakan adalah data panel dengan jumlah data sebanyak 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

c. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan analisis analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Metode analisis kuantitatif ini digunakan untuk menganalisis regresi berganda serta dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data panel dengan program. Penelitian ini menggunakan data panel, data panel merupakan gabungan antara data silang (cross section) dengan data runtut waktu (time series). Data panel digunakan untuk melihat dampak ekonomis yang tidak bisa terpisahkan antar setiap individu dalam beberapa periode, data cross section dan data time series tidak dapat dipisahkan atau berdiri sendiri, ada beberapa manfaat dari penggunaan metode panel.

Dalam penelitian ini menggunakan data panel yaitu data cross secion 33 Kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Timur serta data time series tahun 2010-2011.

Y = f (X1,X2,X3,X4)………

……….(1)

Bentuk persamaan model dalam ekonometrika penelitian ini sebagai berikut:

Yit = α + β1 X1it +β2 X2it +β3 X3it +β4 X4it

+µ……….…(2) Dimana:

Yit = Indeks Pembangunan

Manusia (IPM)

X1it = Pendapatan Asli Daerah (PAD)

X2it = Dana Alokasi Umum

(DAU)

X3it = Dana Alokasi Khusus (DAK)

(4)

Β1,β2,β3,β4 = Koefisien regresi

µ = error term

1. Data panel meliputi data cross section dalam rentang waktu tertentu maka data akan rentan dari heterogenesis. Penggunaan teknik dan estimasi data panel akan memperhitungkan secara eksplisit heterogenitas tersebut.

2. Dengan kombinasi, data akan memberikan informasi yang lebih, tidak kolineritas yang lebih kecil antar variiabel dan lebih efisien. 3. Penggunaan data panel bisa

meminimalisirkan bias yang dihasilkan jika mengagregasikan data individu kedalam agregasi yang luas.

Tiga model yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi data panel:

1. Pooled Least Square (PLS) atau metode Common

2. Fixed Effect Model (FEM) 3. Random Effect Model (REM)

a. Pooled Least Square (PLS)

Model pertama menggunakan data yang digabungkan kemudian diestimasi merupakan metode pooled least squares. Koefisiennya menggambarkan dampak variable independen. Terhadap variable dependen konstan untuk setiap cross section dan time series. Persamaan model (PLS) sebagai berikut.

Yµ =α + βXіt

+µit……… ….(3)

I = 1,…,N dan t = 1,..,K

N adalah jumlah unit cross section (individu) dan T adalah jumlah time series (periode waktu), K adalah jumlah cross section dalam wilayah tertentu. Proses estimasi menggunakan metode PLS dilakukan dengan menggunakan unit time series dan unit cross section sehingga menghasilkaan jumlah observasi sebanyak NT. Asumsi dasar pada pendekatan PLS adalah nilai

intersep (α) dan nilai slope (β) antar unit cross dan

unit time series adalah konstan.

b. Fixed Effect model (FEM)

Fixed effect model memiliki beberapa kemungkinan asumsi yang digunakan :

• Intersep dan koefisien slope konstan dari setiap cross section di sepanjang waktu Error Term diasumsikan dapat mengatasi perupahan sepanjang waktu dan individu. Asumsi ini mengikuti asumsi metode OLS.

• Koefisien slope konstan tetapi intersepnya bervariasi di setiap cross section.

• Seluruh koefisien baik slope maupun intersep bervariasi setiap individu.

c. Random Effect Model (REM)

Kelemahan dari LSDV menambahkan variable bneka dapat mengurangi drajad kebebasan (degree of freedom) yang pada akhirnya dapat mengurangi efisiensi dari parameter yang diestimasi, kelemahan tersebut dapat diantisipasi dengan pendekatan ket tiga yaitu pendekatan efek acak (rondom effect). Asumsi dasar ada pendekatan efek acak adalah perbedaan nilai intersep antar unit cross section dimasukan kedalam error, pendekatan efek acak sering disebut model variance components. d. Pemilihan Model

a. Uji Statistik F (Chow test) adalah pengujian untuk memilih Fixed Effect atau Commond Effect.

b. Uji Husman digunakan untuk memilih fixed effect atau random effect

1. Uji Statistik F (Chow Tes)

Uji statistic F atau Chow Test adalah pengujian untuk memilih model Common Effect atau model Random Effect, dalam pengujian ini dilakukan hipotesis sebagai berikut:

H0: Model Common effect H1: Model random effect

Fhitung mengikuti nilai dari distribusi statistic F dengan drajad kebebasan (Degre of Freedom) sebanyak m untuk numerator dan sebanyak n-k untuk denumerator.

2. Husman Test

Uji husman digunakan untuk memilih model fixed effect atau random effect. Hipotesis pengujian ini sebagai berikut:

(5)

H1: fixed effect model

jika hasil estimasi pengujian lebih besar dari x² table. Maka hipotesis nol ditolah sehingga model yang dipakai adalah fixed effect model dan sebaliknya.

e. Pengujian Statistik

Uji statistik dilakukan untuk mengukur ketepatan fungsi regresi dalam menaksir nilai aktualnya. Uji statistik dilakukan dengan koefisien (R²). Pengujian koefisien regresi secara serentak (Uji F) dengan pengujian koefisien secara individual (Uji T).

f. Uji F

Uji F dilakukan untuk menganalisis apakah variable independen yang dimasukan kedalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variable dependen. Hasil hipotesis yang digunakan sebagai beriut:

H0 ; α1,α2,α3,α4 = 0

H1 : α1,α2,α3,α4 = 0

1. H0 diterima jika F statistik < nilai F table, artinya variable independen bukan penjelas signifikan trehadap variable dependen.

2. H1 diterima jika nilai F statistik > nilai F table, artinya niali suatu variable

independen merupakan penjelas yang signifikan terhadap variable dependen.

g. Uji T

Uji T statistik dilakukan untuk menguji pengaruh masing-masing variable bebas terhadap variable terikat secara individu dalam menganggap variable bebas yang lain konstan. Hipotesis nol yang digunakan:

H0 : β0 = 0

Artinya variable independen bukan merupakan variabl penjelas yang signifikan terhadap variable dependen. Dan hipotesis alternative adalah:

H1 : β1 = 0

Artinya variable independen merupakan variable penjelas yang berpengaruh signifikan terhadap variable dependen. Signifikan pengaruh dapat dilakukan dengan melihat t table dengan nilai t hitung, jika nilai t hitung >1 t table maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya variable independen berpengaruh terhadap variable dependen dan sebaliknya.

Kriteria pengambilan keputusan melalui uji t sebagai berikut:

a. Jik t hitung > t table maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel memiliki pengaruh yang signifikan.

b. Jika t hitung < t table maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya variabel memiliki pengaruh yang tidak signifikan.

Coeficient Std. Error

t-Statistic Prob

PAD 0.005310 0.001363 3.896131 0.0001 DAU 0.005697 0.001114 5.112012 0.0000 DAK 0.001642 0.001270 1.292842 0.1977 DBH 0.027946 0.003567 7.835200 0.0000 C 3.733176 0.041399 90.17495 0.0000

Y =

a+β1X1+β2X2+β3X3+β4X4+β5X5………

……… (2)

Y = 3.733176+0.005310X1+0.005697X2+0.001642X3+0. 027946X5

Dari persamaan regresi di atas dapat diperoleh penjelasan sebagai berikut:

1. Konstan (a)

(6)

2. PAD (X1) terhadap IPM (Y)

Hasil koefisien nilai PAD sebagai variabel X1 sebesar 0,005310. Hasil resgresi nilai tersebut berarti bahwa setiap kenaikan PAD satu satuan maka variabel IPM (Y) akan naik sebesar 0,005310 dengan asumsi variabel bebas lainnya dari model regresi nilainya tetap. Nilai signifikan yang diperolh sebesar 0,0001 yang menunjukan bahwa PAD berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), karena nilai signifikan yang diperoleh lebih dari 0,05.

3. DAU (X2) terhadap IPM (Y)

Hasil dari regresi nilai koefisien DAU sebagai variabel X2 sebesar 0,005697. Dapat diartikan bahwa setiap kenaikan DAU satu satuan maka variabel IPM (Y) akan naik sebesar 0,005697 dengan asumsi variabel bebas yang lain dari model regresi diatas adalah tetap. Angka signifikannya sebesar 0,0000 < 0,05 yang menunjukan varoabel DAU berpengaruh terhadap IPM.

4. DAK (X3) terhadap IPM (Y)

Dari hasil regresi didapat nilai koefisien DAK sebagai X3 sebesar 0,001642. Dapat diartikan bahwa setiap kenaikan DAK satu satuan maka variabel IPM (Y) akan anik sebesar 0,001642 dengan asumsi variabel bebas yang lain pada regresi diatas nilainya adalah tetap. Sedangakan untuk nilai signifikan nya sebesar 0,1977 dimana hasil estimasi menunjukan bahwa variabel DAK tidak berpengaruh terhadap IPM, karena tingkat nilai signifikannya lebih dari 0,05.

5. DBH (X4) terhadap IPM (Y)

Dari hasil regresi didapat nilai koefisien DBH sebagai X4 sebesar 0.027946. Dapat diartikan bahwa setiap kenaikan DBH satu satuan maka variabel IPM (Y) akan anik sebesar 0,027964 dengan asumsi variabel bebas yang lain pada regresi diatas nilainya adalah tetap. Sedangakan untuk nilai signifikannya sebesar 0,0000 dimana hasil estimasi menunjukan bahwa variabel DBH berpengaruh terhadap IPM, karena tingkat nilai signifikannya kurang dari 0,05.

Dari hasil estimasi table diatas menggambarkan beberapa wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur yang memiliki hasil cross-section positif sebanyak 16 kabupaten/kota diantaranya adalah: Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten madiun, Kabupaten Mojokerto, kabupaten Nganjuk, Kabupaten Sidoarjo, kabupaten Tulungagung, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota

Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Kota Batu. Hasil yang positif dan signifikan dapat mingkatkan terhadap Indeks Pembangunan Manusia.

b. ji pemilihan Model

1. Hasil Uji Chow Test (Pooled vs Fixed)

Uji Chow Test (Pooled vs Fixed) dilakukan dengan tujuan untuk pemilihan model yang lebih baik untuk digunakan, apakah model fixed effect atau common effect.

Hipotesis:

Ho: Common Effect

H1; Fixed Effect

Dengan catatan apabilah chi-square kurang dari 0,05 maka h0 ditolak, dan model yang digunakan adalah fixed effect. Berikut hasil estimasi menggunakan efek spesifikasi:

Tabel

Hasil Uji Chow

Effects

Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 118.295700 (37,186) 0.0000

Cross-section

Chi-square 729.594518 37 0.0000

Pada table 4.6 diperoleh probabilita chi-square sebesar 0,0000 dimana 0,0000< 0,05 shingga didapatkan sebuah kesimpulan H0 ditolak, sehingga model estimasi model yang digunakan adalah fixed effect adalah model yang sebaiknya digunakan.

Perhitungan F statistic dari uji Chow

Fn-1,nt,n-k = (1.076533 - 0.043883) / (38-1)

0.043883/ ((38x5) - 38 – 4)

= 0,0279094595

0,000296565067

(7)

F-tabel = ( ⍺ ; df (n-1, nT-n-k))

= 5% ; (38 - 1, 38x6 - 38 - 4)

= 5% ; (37, 228 - 38 - 4)

= 5% ; (37, 186)

= 0,0016

Hasil dari estimasi data diatas didapatkan nilai F hitung sebesar 118,295700 dengan nilai signifikasi 0,0000, disamping itu hasil dari kalkulasi dimana nilai F statistic didapat dari uji chow sebesar 118,3035, dan nilai perhitungan F-tabel dari numerator 37 dan denumenator 186 padaα: 5% adalah 0,0016. Dari hipotesis diatas dapat disimpulkan bahwa hasil regresi uji Chow test Ho ditolak karena F hitung lebih besar daripad F-tabel (118,3035 > 0,0016) dan probabilita menunjukan hasil yang signifikan sebesar 0,0000 sehingga model Fixed Effects lebih baik daripada model Common Effects.

2 Uji Hausman

Uji Husman bertujuan untuk melihat hasil estimasi model yang baik dimana hasil tersebut digunakan untuk pemilihanmodel Effect Model (FEM), atau model Random Effect Model (REM).

H0: Random Effect H1: Fixed Effect

Jika hasil estimasi menunjukan Chi-square kurang dari 5% maka model yang dipilih adalah Fixed effect, hasil estimasi sebagai berikut:

Tabel

Hasil Uji Husman

Test

Didapat hasil estimasi dari table 4.7 dapat dilihat bahwa probabilita chi-square sebesar 0,0000, dimana probabilita chi-square kurang dari 0,05 maka model yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM).

c. Uji Statistik

1. Uji signifikasi simultan (Uji Statistik F)

Uji signifikasi simultan (Uji Statistik F) dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui

apakah variabel independen yaitu PAD, DAU, DAk, DBH secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel independen yaitu IPM pada kabupaten/kota di Provinsi jawa Timur.

Hipotesis:

H0 = variabel independen (PAD, DAU, DAK, DBH) tidak memiliki pengaruh sinifikan terhadap IPM H1 = Variabel independen (PAD, DAU, DAK, DBH) memiliki pengaruh signifikan terhadap IPM.

Berikut hasil uji F pada table 4.9 dibawa ini :

Tabel 4.10

Hasil Uji Signifikasi Simultan (Uji Statistik F)

R-square 0,969294 Mean dependent va

Adjusted R-square 0,962525 S.D dependent var

S.E. of regression 0,015360 Akaike info creatio

Sum square resid 0,043883 Schwarz criterion

Log likelihood 651,8177 Hannan-Quinn crit

F-statistic 143,2057 Durbin-Watson sta

Prob (F-statistic 0,000000 a. (Constant), PAD,DAu,DAk,DBH b.Dependen Variabel:IPM

Hasil Pengujian statistik pada table 4.10 menunjukan bahwa hasil regresi dengan uji F menunjukan nilai F hitung sebesar 143,2057 dengan probabilita sebesar 0,0000, Nilai probabilita 0,0000 < 0,05 maka model regresi dapat memprediksi bahwa variabel independen yaitu PAD, DAu, DAk, DBH secara bersama-sama berpengaruh terhadap IPM, artinya Ho ditolak dan H1 diterima.

2.Uji Signifikasi Parameter Individu (Uji Statistik t)

Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen berpengaruh secara parsial atau tidak berpengaruh terhadap variabel independen. Pengujian ini dilakukan untuk menganalisa hasil regresi apakah PAD, DAU, DAK, DBH berpengaruh secara parsial terhadap IPM pada kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Hasil uji t digambarkan pada table 4.10 di bawah ini:

Tabel PAD 0,005310 0,00136

3

3,89613 1

0,000 1 DAU 0,005697 0,00111

4

5,11201 2

(8)

DAK 0,001642 0,00127 DBH 0,027946 0,00356

7

Hasil dari perhitungan ststistik table diatas menunjukan bahwa thitung variabel PAD sebesar 3,896 dengan probabilita signifikasi sebesar 0,0001 < 0,05, probabilita menunjukan sinifikan kurang dari 0,05 maka berpengaruh signifikan. Maka PAD berpengaruh signifikan terhadap IPM. Hasil perhitungan statistic thitung variabel DAU sebesar 5,112 dengan probabilita signifikan sebesar 0.0000 < 0,005, hasil estimasi menunjukan nilai probabilita signifikan kurang dari 0,005 maka DAU berpengaruh signifikan terhadap IPM. Untuk thitung Variabel DAK menunjukan hasil estimasi sebesar 1,292 dengan probabilita sebesar 0,1977, DAK tidak berpengaruh terhadap IPM karena secaara signifikan probabilita sebesar 0,1977 < 0,05. Untuk thitung variabel DBH sebesar 7,835 nilai probabilita menunjukan sebesar 0,0000 <0,05, nilai probabilita menunjukan signifikan maka dapat disimpulkan DBH berpengaruh signifikan terhadap IPM. Hasil Uji Signifikansi Parameter Individu (Uji Statistik t) dapat disimpulkan bahwa Variabel IPM dipengaruhi oleh PAD, DAU,DBH.

Pembahasan

a. Pendapatan Asli Daerah berpengaruh signifikan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia

Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu sumber keuangan daerah yang berpegangan pada peraturan daerah sesuai dengan peraturan undang-undang. Pendapatan Asli Daerah dialokasikan meliputi pengadaan sarana dan prasarana kesehatan, pendidikan, serta diharapkan perekonomian yang meningkat kualitas pembangunan manusia di Provinsi Jawa Timur, PP Np. 58 tahun 2005 mengenai pengolaan keuangan daerah bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) disusun berdasarkan kebutuhan rumah tangga daerah masing-masing sesuai dengan kemampuan daerah. Dimana setiap penyusunan APBD pemerintah daerah harus menyesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah dengan pertimbangan PAD yang diterima.

Hasil analisis data yang diolah menunjukan

bahwa koefisien regresi β1 yaitu PAD sebesar

0,00531 dengan nilai probabilita 0,0001 yang artinya pendapatan asli daerah berpengaruh signifikan

terhadap indeks pembangunan manusia. Secara spesifik menyatakan bahwa jika pendapatan asli daerah naik sebesar 1 satuan, maka ideks pembangunan manusia akan naik sebesar 0,531 persen.

Hasil penelitian ini menyatakan bawa Pendapatan asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), didukung dengan adanya penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Risma ( 2016) menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD, Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia.

a. Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh positif Terhadap Indeks Pembangunan Manusia

Pemerintah pusat melakukan transfer dana kepada pemerintah daerah yang berupa Dana Alokasi Umum (DAU) yang bertujuan agar mengurangi kesenjangan fiskal antar wilayah kabupaten/kota dari kebijakan tersebut diharapkan pemerintah daerah mampu meningkatkan pembangunan yang merata tanpa adanya kesenjangan di setiap daerah. Pemerintah daerah melakukan pengelolaan dana secara efisien dan mengalokasikan untuk pembiayaan daerah yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteranan masyarakat yang diukur melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan salah satu komponen dari dana perimbangan, dana perimbangan bersumber dari APBN yang dialokasikan oleh pemerintah pusat ke daerah yang bertujuan untuk pemerataan keuangan antar daerah yang bertujuan untuk mendanai kebutuhan daerah.

Hasil estimasi data yang telah diolah menunjukanbahwa hipotesis 2 dapat diterima, dengan hasil estimasi nilai coefisien sebesar 0,005697 dengan tingkat signifikan sebesar 0,0000 < 0,05, dapat disimpulkan dengan nilai probabilita < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak, dari estimasi diatas keadaan tersebut menunjukann bahwa variabel bebas DAU berpengaruh terhadap variabel terikat IPM dengan asumsi variabel bebas yang lain tetap. DAU berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, Jika Dana Alokasi Umum (DAU) naik sebesar satu satuan maka akan berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dimana IPM mengalami kenaikan akan sebesar 0,005697 satu satuan.

(9)

lain sepertibelanja pegawai, belanja belanja barang dan jasa serta belanja lain. Data sekunder yang telah diestimasi menunjukan nilai yang setabil setiap tahunnya, pada penelitian ini dapat disimpulkan Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengalokasian dana DAU lebih dominan digunakan untuk belanja modal sehingga berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

b. Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia

Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan salah satu komponen dari dana perimbangan. DAK merupakan transfer dana dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pelayanan publik antar daerah. DAK bersifat hibah sehingga pemerinta dapat mengalokasikan Dana Alokasi khusus (DAK) sesuai dengan kebutuhan daerah tanpa campur tangan pemerintah pusat., DAK lebih dominan untuk pendanaan pelayanan publik yang berada di wilayah kabupaten/kota hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kesenjangan pelayanan di wilayah kabupaten/kota. Dana Alokasi khusus (DAK) digunakan untuk pengalokasian kebutuhan fisik sarana dan prasarana dasar yang dianggap prioritas oleh pemerintahan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kelautan, dan perikanan, pertanian, prasarana pemerintah daerahdan lingkungan hidup. Dana Alokasi Khusus (DAK) dana yang bersumber dari APBN yang ditrasfer oleh pemerintah pusak kepada pemerintah daerah yang bertujuan untuk mendanai kegiatan khusus sesuai kriteria daerah sesuai dengan prioritas nasional. Porsi DAK sebagai sumber dana keuangan daerah untuk infrastruktur dan pertanian hanya sekitar 4% dari total pendapatan Jawa Timur. Setiap tahunnya DAK tumbuh sekitar 15% per tahun namun dengan kenaikan DAK masih kurang memadaiuntuk dana pembangunan di Provinsi jawa Timur. Kontribusi DAK yang dialokasikan dalam belanja modal hanya 51% dialokasikan untuk pendidikan, sumber data diperoleh dari Indonesia sub-Nasional Publik (2011).

Hasil estimasi data yag diatas menunjukan bahwa hipotesis ditolak, Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan MAnusia (IPM), nilai probabilita yang dihasilkan sebesar 0,1977 dimana probabilita DAK > dari 0,05 dengan nilai koefisen sebesar 0,001642, tidak signifikan tidak berarti DAK tidak berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan manusia melainkan DAK berpengaruh terhadap IPM namun memiliki pengaruh yang sangat kecil hanya 0,1642% jika

dibandingan dengan variabel lain yang diteliti. Dengan tidak adanya pengaruh yang signifikan DAK terhadap IPM kemungkinan disebabkan oleh pembangunan manusia tidak hanya dijelaskan dari sisi kuantitas fisik, namun melalui kualitas hidup manusia. Di sisi lain DAK digunakan untuk peningkatan pembangunan sarana dan prasarana bidang pelayanan pemerintah yang menerima sumbangan dana dari DAK terbesar meliputi pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur terlebih khususnya infrastruktur jalan di samping itu jumlah anggaran dana DAK lebih kecil jika dibandingkan dengan penerimaan lainnya.

Hipotesis tiga ditolak didukung dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh (Adiputra, 2004) yang menyatakan bahwa hasil penelitiannya menunjukan bahwa DAU, DAK, dan DBH tidak berpengaruh terhadap IPM. Selain itu penelitian telah dilakukan oleh (Risma, 2006) dimana DAK tidak berpengaruh indeks pembangunan manusia, hanya variabel PAD, DAU memiliki pengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

b. Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh signifikan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia

Dana Bagi hasil (DBH) adalah anggaran dana bersumber dari APBN yang ditransfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang bertujuan untuk meminimalisir ketimpangan vertikal pendapatan antara keuangan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Diberlakukannya sistem bagi hasil penerimaan pajak dan non pajak antara pemerintahan pusat dan daerah dan diatur berdasarkan permendagri, dana bagi Hasil (DBH) trdiri dari DBH pajak dan DBH sumber daya alam.

Hasil pengujian tabel diatas membuktikan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh signifkan

terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada α

= 5%, nilai koefisien yang didapatkan dari hasil estimasi sebesar 0,027946 dengan tingkat koefisien sebesar 0,0000 < 0,05, dapat ditarik kesimpulan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak sehingga berpengaruh signifikan terhadap IPM. Artinya jika Dana Bagi Hasil (DBH) meningkat sebesar satu satuan maka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) akan meningkat sebesar 0,027946 satu satuan. Dana Bagi Hasil memiliki hubungan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang artinya jika DBH mengalami kenaikan maka akan mempengaruhi IPM begitupula dengan sebaliknya.

(10)

Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian tersebut didukung oleh penelitian terdahulu (Riva, 2011) hasil penelitian tersebut DAU dan DBH berpengaruh signifikan positif pada α = 5% terhadap IPM.

c. Faktor Dominan yang Berpengaruh Dalam Indeks pembangunan manusia (IPM).

Dalam pengujian uji F statistik ditunjukan bahwa variabel Dana Bagi Hasil (DBH) memiliki nilai koefisien beta yang paling besar jika dibandingkan dengan ketiga variabel bebas lainnya yaitu PAD, DAU, DAK sehingga hipotesi ditolak. Dalam estimasi tersebut menunjukan bahwa faktor dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah Dana bagi hasil (DBH). Kesimpulan ini tidak sesuai dengan hipotesis yang diajukan dengan penelitian disisi lain pendapatan daerah memang meningkat.

Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi variabel dominan, hasil estimasi menunjukan bahwa DBH nilai koefisien sebesar 0,027946 dengan nilai t hitung sebesar 7,835200. Dengan kata lain variabel DBH memiliki pengaruh besar terhadap Indeks Pembangunan Manusia jika dibangdingkan dengan variabel PAD, DAU, DAK. Artinya pemerintahan di Provinsi Jawa Timur memfokuskan alokasi DBH untuk pembiayaan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Jawa Timur.

Hipotesis kedua diduga bahwa variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi faktor dominan dalam peningkatan Indeks Pembangunan manusia (IPM), hasil analisis menunjukan bahwa variabel DBH menjadi variabel dominan. Pendapatan Asli Daerah lebih difokuskan untuk peningkatan pelayanan publik hal tersebut tercermin dengan meningkatnya proporsi belanja pembangunan (Satiaji, 2007).

SIMPULAN

Simpulan

Penelitian dilakukan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh variabel independen yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap peningkatan sumber daya manusia yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dari beberapa hasil penelitian ada beberapa varabel yang tidak berpengaruh terhadap peningkatan IPM.

Hasil Penelitian menunjukan sebagai berikut:

1. Secara parsial melalui uji t didapatkan hasil kesimpulan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

2. Secara parsial melalui uji t didapatkan hasil kesimpulan bahwa Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh signifikan terhadap Indeks

Pembangunan Manusia (IPM).

3. Secara parsial melalui uji t didapatkan hasil kesimpulan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

4. Secara parsial melalui uji t didapatkan hasil kesimpulan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu hasil regresi menunjukan bahwa dana Bagi Hasil (DBH) menjadi variabel dominan, dapat diartikan bahwa sumbangan dana perimbangan yang terbesar terhadap peningkatan sumber daya manusia melalui IPM adalah Dana bagi Hasil (DBH).

Daftar Pustaka

Adi, Priyo Hari. 2009. Hubungan Antar Dana Alokasi Umum Belanja Modal Dan Kualitas Pembangunan Manusia. Fakultas Ekonomi. Universitas Kristensatya Walana Salatiga. Alhusin, Syahri MS. 2003. Aplikasi Statistik Praktis.

Graha Iilmu. Yogyakarta

Amalia, Risma. 2016. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dan dana Alokasi Khusus Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota Di Jawa Tengah 2012-2014). Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Muhamaddiah Surakarta.

Arini, Kurnia Rina. 2010. Pengaruh Belanja Modal Dan dana Alokasi Umum Terhadap tingkat kemandirian Keuangan daerah Dan Texeffort (Studi Kasus Pada Pemerintahan Kabupaten Kota Wilayah Eks Keresidenan Surakarta). Fakultas Ekonomi. Universitas Sebelas Maret Surakarta

(11)

Berita resmi Statistik No. 36/05/35/Th. XII. 2015. BPS Provinsi Jawa Timur

Deskripsi dan Analisis APBN 2011. 2011. Kementrian Keuangan Publik Indonesia Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan. DJPK-Kemenku Ri. Jakarta.

Effendi Sofian. 1991. Kebijakan Pengembangan Sumber Daya manusia Menghadapi Era Tinggal Landas. Ilmu Administrasi Negara. Universitas Gajah Mada

Halim Abdul. 2001. Analisis dskriptif pengaruh fiscal stress pada APBD pemerintah Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah. Sekolah Tinggi Ekonomi. Yogyakarta

http://WWW.bps.go.id

http://WWW.djpk.kemenkeu.go.id

Irwana Eva. 2014.Analisis Dana Perimbangan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Papua BaratPeriode Tahun 2008-2012. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas hasanudin. Makasar

Masjono, gregonus N. 2009. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan dana Perimbangan Terhadap Belanja daerah Serta Analisis Flypaper Effect Kabupaten/Kota Di Jawa Tengah Tahun 2006-2008. Fakultas Ekonomi. Universitas Situkubank.

Nachrowi Djalal Nachrowi.2002. Penggunaan Teknik Ekonometri. PT Raja grafindo. Jakarta

Novianti, Nina.2016. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Dengan Belanja Modal Sebagai Variabel Pemediasi Pada Kabupaten/Kota Di Indonesia 2010-2013. Ilmu Akuntansi. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Pamudi, Septian Bagus. 2002. Analisis Tingkat Kemandirian Fiskal Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Departemen Ilmu Ekonomi. Institusi Pertanian Bogor.

Putra, Imade Pradana Adi. 2009. Pengaruh PAD dana perimbangan Dan Silpa Terhadap Kualitas Pembangunan Manusia Dengan Alokasi Belanja Modal Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Pemerintahan/Kota di Bali). Universitas Pendidikan Ganesa.

Putra, Putu Gde mahendra. 2015. Pendapatan Asli Daerah, dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Untuk Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Udayana. Bali

Sari, ida Ayu Chandra Yunita. 2016. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Belanja Modal Pada Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia. Fakultas Ekonomi. Universitas Udayana.

Satiaji, Wirawan. 2007.Peta Kemampuan Keuangan Daerah Sesudah Otonomi Daerah. Fakultas Ekonomi. Universitas Kristen Satya.

Suparmoko,M. 2002. Ekonomi Publik. Andi. Jogjakarta.

Ubarharahab, Riva. 2011. Pengaruh Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Pada Provinsi Sumatra Utara. Universitas Muhammaddiah Sumatra Utara. Ulupi, I Gusti Agung. 2015. Pendapatan Daerah,

Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Untuk Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (Studi Kasus di Bali). Bali.

Universitas Trunojoyo madura. 2012. Buku pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi Dan Tugas Akhir). Fakultas Ekonomi. Universitas Trunojoyo Madura.

Gambar

Tabel

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Pasuruan Tahun 2014 ini mengambil tema Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pemantapan Sektor Industri, Perdagangan

Untuk meneliti pengaruh Outdoor Education dengan permainan di alam terbuka melalui experiential learning terhadap perubahan kepercayaan diri pada siswa, maka dibuat desain

Sehingga melalui hasil penelitian ini diharapkan para manajermampu melakukan analisis terlebih dahulu sebelum melakukan penempatan kerja terhadap tenaga kerja terdidik sehingga lebih

Mengetahui proses berpikir kreatif siswa kelas X SMK Negeri 1 Pacitan dalam menyelesaikan tugas pemecahan dan pengajuan masalah matematika, pada setiap tingkatan

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kasih dan anugrah-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir Program yang berjudul

Dari survei pendahuluan peneliti, di RS.SILOAM KEBON JERUK JAKARTA BARAT pada ruangan ICU dan ICCU yang menghasilkan limbah medis terlihat perawat lebih

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran trigonometri yang baik berdasar- kan kevalidan, kepraktisan dan

Alasan mengapa hukum humaniter internasional sangat berkaitan dengan keberadaan pasukan pemelihara perdamaian adalah bahwa dalam melaksakan tugasnya, pasukan pemelihara perdamaian