• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Faktor Risiko terjadinya Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Tahun 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Faktor Risiko terjadinya Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Tahun 2013"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang mempunyai risiko penyebab kematian cukup tinggi, akibat pola kebiasaan hidup santai, pola makan menjurus pada sajian siap santap, mengandung lemak, protein dan garam tinggi. Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000 menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025, terjadi peningkatan kasus hipertensi yang cukup tinggi. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31, 7%.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besar risiko faktor riwayat keluarga, obesitas, perokok, stres, konsumsi garam, aktivitas fisik, dan alkohol terhadap terjadinya hipertensi pada pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang tahun 2013.

Penelitian ini merupakan penelitian Studi Analitik dengan menggunakan desain study case control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah semua penderita hipertensi yang rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang tahun 2013. Populasi kontrol semua penderita yang bukan hipertensi yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang tahun 2013. Sampel kasus dan kontrol diambil dengan metode matching pair 1:1.

Jumlah sampel sebanyak 150 responden. Analisis yang digunakan adalah chi-square

dan analisis multivariat analisis regresi logistik ganda.

Ada hubungan variabel perokok (p=0,000), stress (p=0,001), dan aktifitas fisik (p=0,005) dengan kejadian hipertensi. Sedangkan riwayat keluarga, obesitas, konsumsi garam dan alkohol tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi. Faktor risiko yang paling dominan berpengaruh dengan kejadian hipertensi adalah perokok (p=0,001) pada pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Deli Serdang tahun 2013.

Perlu menyarankan peningkatan sosialisasi faktor risiko hipertensi kepada masyarakat melalui sarana kesehatan rumah sakit dan bagaimana cara pencegahannya. Meningkatkan kemampuan Komunikasi dan Edukasi (KIE) dengan melakukan pelatihan untuk petugas kesehatan tentang hipertensi. Serta pihak rumah sakit menganjurkan kepada penderita hipertensi secara berkala memeriksa kesehatannya.

Kata Kunci : Faktor Risiko, Hipertensi

(2)

ABSTRACT

Hypertension is a degenerative disease which takes the risk of high death rate, casual life habit, eating pattern which tends to be fast food, and food which contains high fat, protein, and salt. It is estimated that 80% of the hypertension cases will increase especially in the developing countries in 2025, from 639 cases in 2000, become 1.15 billion cases in 2025. The prevalence of hypertension in Indonesia has reached to 31.7%.

The objective of the research was to analyze the amount of risk factor of family history, obesity, smokers, stress, salt consumption, physical activity, and drinking alcohol in the incidence of hypertension in the outpatient Internal Medicine Polyclinic of RSUD Deli Serdang, in 2013.

This research an analytic study, using a case control study design. The population was all outpatients in the Internist Polyclinic of RSUD Deli Serdang, in 2013, while the control population was all non-hypertension patients who visited the Internal Medicine Polyclinic of RSUD Deli Serdang, in 2013. The case samples and control samples were taken by using matching pair 1:1 method. The number of samples were 150 respondents. The data were analyzed by using chi square test and multivatriate analysis with multiple logistic regression tests.

There was a correlation of the variable of smokers (p=0.000), stress (p=0,001) and physical activity (p=0.005) with the incidence of hypertension. Family history, obesity, salt consumption, and drinking alcohol did not have any correlation with the incidence of hypertension. The most dominant risk factor which influenced the incidence of hypertension was smokers (p=0.001) in outpatients of the Internal Medicine Polyclinic of RSUD Deli Serdang, in 2013.

It is recommended that socialization of the risk factor of hypertension to the community through the hospital health facility should be improved and how to prevent from it. The capacity of communication and education about hypertension should also be improved by conducting training for health cere providers, and the management of the hospital should advice the hypertensive patients regularly to examine their health.

Keywords : Risk Factor, Hypertension

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hipertensi antara lain umur, status gizi, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, pola makan, alkohol, stress, dan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko (obesitas, hipertensi, aktifitas fisik, merokok, tipe perilaku, dan stres) dan karakteristik penderita

Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang terbukti sebagai faktor risiko hipertensi adalah konsumsi alkohol, konsumsi garam berlebih, konsumsi lemak, olah

Hubungan Overweight – Obesitas dengan Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Daerah dr. Dewasa ini masalah overweight – obesitas

Apakah ada hubungan antara faktor risiko yang dapat dimodifikasi (obesitas, aktivitas fisik, hipertensi, konsumsi lemak, merokok, konsumsi alkohol, konsumsi kafein

Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan terjadinya hipertensi, namun prevalensi obesitas pada responden yang hipertensi

Faktor risiko hipertensi yang dapat dimodifikasi adalah kebiasaan merokok, konsumsi garam, minuman beralkohol, konsumsi lemak jenuh, obesitas, kurang aktifitas fisik, konsumsi kopi,

Faktor risiko yang dapat diubah Konsumsi garam, konsumsi lemak, merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik Faktor risiko yang tidak dapat diubah Usia, Jenis kelamin, riwayat