Terjemah qomi’ tughyan
Terjemah qomi’ tughyan
1. Iman
1. Iman kepada Allah
kepada Allah
Iman kepada Allah
Iman kepada Allah, artinya percaya bahwa Allah Swt Maha Esa, tak, artinya percaya bahwa Allah Swt Maha Esa, takadaada sekutu bagi-Nya, Maha sekutu bagi-Nya, Maha Tunggal, tak ada yang menyamai-Nya dan menjadi tempat bergantung bagi hamba-Nya, tak ada Tunggal, tak ada yang menyamai-Nya dan menjadi tempat bergantung bagi hamba-Nya, tak ada yang membandinginya.
yang membandinginya. Eksistensi AEksistensi Allah adalahllah adalah Azali Azali masa yang tidak ada permulaannya!, masa yang tidak ada permulaannya!, berdiri sendiri, Maha A
berdiri sendiri, Maha Abadi. Tabadi. Tak ada permulaan bagi wujud-Nya dan tak ada akhir bagik ada permulaan bagi wujud-Nya dan tak ada akhir bagi
keabadian-Nya. Allah Maha Eksis, waktu tak akan merusak atau mengubah-Nya, karena Allah keabadian-Nya. Allah Maha Eksis, waktu tak akan merusak atau mengubah-Nya, karena Allah Maha A
Maha Awal, Maha Akhir, Maha "elas, Maha Swal, Maha Akhir, Maha "elas, Maha Samar. Aamar. Allah terlepas dari llah terlepas dari si#at-si#at #isik dan tak si#at-si#at #isik dan tak adaada sesuatupun yang menyerupai-Nya.
sesuatupun yang menyerupai-Nya.
2. Iman kepada Malaikat
2. Iman kepada Malaikat
Iman kepada Malaikat adalah membenarkan, bahwa mereka ada.
Iman kepada Malaikat adalah membenarkan, bahwa mereka ada. Mereka adalah makhlukMereka adalah makhluk dan hamba Allah yang dimuliakan. Mereka tak pernah membantah atau meninggalkan dan hamba Allah yang dimuliakan. Mereka tak pernah membantah atau meninggalkan segala yang diperintahkan-Nya.
segala yang diperintahkan-Nya. MalaikatMalaikat adalah makhluk yang memiliki fisik yang lembut adalah makhluk yang memiliki fisik yang lembut dan memiliki roh. Allah memberikan kemampuan kepada mereka untuk menjelmakan diri dan memiliki roh. Allah memberikan kemampuan kepada mereka untuk menjelmakan diri dengan segala bentuk fisik yang bagus.
dengan segala bentuk fisik yang bagus.
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
Iman kepada Kitab-kitab Allah adalah membenarkan bahwa sesuatu yang diturunkan oleh Iman kepada Kitab-kitab Allah adalah membenarkan bahwa sesuatu yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi dalam bentuk
Allah kepada para Nabi dalam bentuk kitab-kitab adalah wahyu darikitab-kitab adalah wahyu dari Allah Allah. Kitab-kitab itu. Kitab-kitab itu mengandung beberapa hukum dan
mengandung beberapa hukum dan warta Allah.warta Allah.
. Iman kepada para !abi
. Iman kepada para !abi
Iman kepada para Nabi Allah adalah menyakini, bahwa mereka benar
Iman kepada para Nabi Allah adalah menyakini, bahwa mereka benar dan jujur dalamdan jujur dalam segala yang disampaikan dari Allah. Sebagian dari mereka ada beberapa orang
segala yang disampaikan dari Allah. Sebagian dari mereka ada beberapa orang yang diutusyang diutus oleh Allah !asul" kepada makhluk-Nya untuk menunjukkan, men
oleh Allah !asul" kepada makhluk-Nya untuk menunjukkan, menyempurnakan kehidupanyempurnakan kehidupan dan masa depan akhirat" makhluk-Nya. Allah mengukuhkan mereka dengan beberapa dan masa depan akhirat" makhluk-Nya. Allah mengukuhkan mereka dengan beberapa mukji#at suatu keistimewaan yang mengalahkan semua yang dilakukan dan dibuat mukji#at suatu keistimewaan yang mengalahkan semua yang dilakukan dan dibuat
manusia" yang menjadi tanda-tanda kejujuran mereka. Mereka menyampaikan risalah dari manusia" yang menjadi tanda-tanda kejujuran mereka. Mereka menyampaikan risalah dari
Allah dan menerangkan kepada semua mukalaf orang dewasa" segala yang diperintahkan Allah.
". Iman kepada #an$urnya Alam
Iman kepada hancurnya alam adalah yakin akan hancurnya alam dunia, baik yang tinggi maupun yang rendah. "uga percaya akan terjadinya hari akhir kiamat! dan segala yang berkait
kepadanya, yaitu balasan amal, perhitungan amal, timbangan amal, jembatan Shiratal Mustaqim, Surga dan Neraka.
%. Iman kepada kebangkitan manu&ia dari kubur
Iman ini adalah per$aya bahwa Allah akan membangkitkan orang-orang mati, baik mereka di kubur di tanah, tenggelam di laut ataupun mati dalam lainnya. %ang akan dibangkitkan oleh Allah adalah fisik manusia itu sendiri, bukan sesuatu yang di$iptakan sama dengan fisik itu. &al ini sesuai dengan ijma' kesepakatan ulama".
Allah ber#irman$
“Orang-orang kafir menyangka, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan (setelah mati) !atakanlah (wahai Muhammad)" “#a, $emi Allah kamu %asti akan dibangkitkan (setelah
mati)&&%S. At Taghabun$&!
'. Iman kepada takdir
Iman kepada takdir (adar" adalah dengan meyakini, bahwa Allah men$iptakan segala sesuatu sesuai dengan pengetahuan-Nya ilmu-Nya" sebelum sesuatu itu ada. Semua perbuatan makhluk sudah ditakdirkan oleh Allah. Maka seygyanya manusia merelakan segala yang telah menjadi )adha *onis" Allah.
'ikisahkan dari Syaikh A#i#uddin A((ahid, bahwa saat ia berada di Mesir, datang in#)rmasi kepadanya peristiwa di *aghdad, yaitu serangan )rang ka#ir kepada kaum Muslimin. +)ta *aghdad menjadi hancur, selama tiga setengah tahun aku m k)s)ng! dari pemimpin. Mereka mengalungkan musha# Al %uran di leher-leher anjing dan membuang kitab-kitab para Imam di sungai 'ajlah untuk dijadikan jembatan tempat kuda-kuda mereka menyeberang. Syaikh
A#i#uddin tak dapat mempercayai peristiwa tragis itu dan berkata$ /a Tuhanku, bagaimana ini bisa terjadi. 'iantara warga k)ta *aghdad itu banyak anak-anak yang tidak berd)sa.0 Setelah itu
ia bermimpi melihat se)rang lelaki yang membawa sebuah buku. 'iambilnya buku ternyata di dalamnya terdapat dua bait syair$
“'inggalkanlah %rotesmu, a%a urusanmu 'ak ada hukum yang berlaku bagi semua yang bergerak di akrawala ini $an anganlah kau tanyakan %ada Allah mengenai tindakan-*ya +arang sia%a menyelam di tengah samudera maka binasalah ia&
(. Iman kepada #a&yr )*ikumpulkannya makhluk di Mah&yar+
Imam kepada hasyr adalah meyakini bahwa semua makhluk setelah dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan akan digiring ke Mahsyar, yaitu suatu tempat berkumpul,berupa padang putih yang luas, rata dan lurus, tidak ada kelokan dan gundukan. +ak ada bukit yang dapat digunakan manusia untuk bersembunyi atau jurang untuk berlindung dari pandangan mata. Mahsyar adalah satu tanjakan yang membentang, tanpa naik turun. Mereka akan digiring kesana se$ara berbondong-bondong.
Tingkatan manusia dalam iring-iringan menuju mahsyar ini berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia. Ada yang menaiki kendaraan, yaitu )rang-)rang yang bertakwa. Ada
yang jalan dengan kakinya yaitu )rang-)rang islam yang kurang beramal sedikit amal baiknya!. Ada yang berjalan dengan wajahnya kepalanya! atau jungkir yaitu )rang-)rang ka#ir. 'ari tempat berkumpul itu kemudian mereka diarahkan ke surga atau neraka.
Setelah itu mereka akan melewati jembatan Shirat!. 'alam hal ini ummat Muhammad terbagi menjadi tujuh macam g)l)ngan, yaitu$
. Shiddiquun, yaitu )rang-)rang yang suka pada kebenaran atau sangat membenarkan ajaran Nabi, mereka berjalan melewati shirat dengan kecepatan tinggi bagaikan petir yang menyambar.
. Alimun, yaitu )rang-)rang yang alim. Mereka berjalan melewati shirat bagaikan angin yang bertiup kencang.
. +udala , /aitu para wali Abdal mulya!, mereka berjalan melewati shirat bagaikan burung yang terbang dalam waktu singkat.
/. Syuhada, yaitu )rang-)rang yang mati syahid. Mereka berjalan melewati shirat bagaikan kuda balap dalam waktu setengah hari.
0. .ua, yaitu )rang-)rang yang telah menunaikan ibadah haji dengan baik. Mereka berjalan melewati shirat dalam waktu sehari penuh.
1. Muthiuun, yaitu )rang-)rang yang taat beribadah kepada Allah. Mereka berjalan melintasi shirat dalam waktu sebulan.
2. Ashun, yaitu )rang-)rang yang durhakaberbuat maksiat!, tetapi masih memiliki iman. Mereka meletakkan kaki pada shirat, sementara d)sa-d)sanya ada di punggung mereka. +etika mereka berjalan melintasinya, api neraka jah anam akan menjilat mereka. Tetapi saat itu api neraka jahanam akan melihat sinar iman di dalam hati mereka, maka
berkatalah ia $&Selamatlah kau wahai orang yang beriman Sesungguhnya sinarmu memadamkan baraku& +eterangan ini sebagaimana dikemukakan )leh Imam Muhammad Al 1amdani.
'i padang mahsyar semua makhluk merasa malu ketika dihadapkan kepada Tuhan /ang Maha 2erkasa. Masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri, bertebaran bagaikan lar)n. Teman-teman dekat bertemu,saling melihat dan saling mengenal, tetapi mereka tidak saling menyapa. Mereka dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat dan berjalan kaki.
3asulullah Saw bersabda$
“manusia dibangkitkan dalam keadaan telanang kai, telanang bulat dan belum dikhitan Mereka akan dikendalikan oleh keringat yang mena%ai daun telinga&
,. Iman kepada urga dan !eraka ahanam
Iman kepada adanya surga adalah per$aya, bahwa surga merupakan tempat yang abadi bagi orangMuslim, yaitu orang yang meninggal dalam keadaan Islam, meskipun pernah menjadi orang kafir.
/ang termasuk muslim adalah )rang muslim yang berbuat maksiat selain syirik!, tempat
kembali dan tempat abadi baginya adalah surga. Maka apabila ia masuk neraka, tidak akan abadi di dalamnya. *ahkan siksa neraka tidak selalu dirasakannya selama berada di dalamnya, karena sejenak setelah masuk ke dalamnya ia akan mati mati sejenak, ini hanya Allah yang mengetahui ukurannya!. Ia tidak akan hidup lagi sebelum keluar dari neraka. /ang dimaksud mati disini adalah bahwa ia tidak merasakan pedihnya neraka, karena ia mengalami kematian yang sesungguhnya dengan lepas nyawa.
Iaman kepada neraka jahanam adalah percaya bahwa jahanam nama bagi beberapa neraka yang ada, adalah tempat yang abadi bagi )rang ka#ir, yaitu )rang yang meninggal dalam keadaan ka#ir meskipun sepanjang hidupnya sebelum detik kematiannya ia beriman. /ang termasuk ka#ir
adalah )rang yang sudah mampu berpikir baligh!, kemudian ia tidak mencari kebenaran iman dan islam! dan tidak menjalankan ta4lid mengikuti )rang lain yang beriman tanpa mengetahui dalil-dalilnya! yang wajib baginya. Anak-anak yang belum baligh! dari )rang-)rang musyrik tidak termasuk ka#ir, mereka berada di surga menurut pendapat yang sahih. +riteria ka#ir dan muslim ini tidak berbeda bagi manusia dan jin.
1/. 0inta kepada Allah
Imam Sahal berpendapat, bahwa tanda kecintaan kepada Allah adalah kecintaan kepada Al-%ur5an, Tanda kecintaan kepada Allah dan Al-%ur5an adalah kecintaan kepada
Nabi Muhammad Saw. Tanda kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw adalah kecintaan kepada sunnah hadis!. Tanda kecintaan kepada sunnah adalah kecintaan kepada akhirat. Tanda
kecintaan kepada akhirat adalah kebencian kepada dunia. 'an kebencian kepada dunia adalah tidak mengambil mencari! dunia kecuali hanya untuk bekal dan sarana menuju akhirat.
Imam 1a(im Ibnu Alwan, sem)ga Allah mensucikan jiwanya, berpendapat, bahwa )rang yang mengakui tiga hal tanpa tiga bukti yang lain, maka ia pemb)h)ng besar. *arangsiapa mengakui cinta kepada Allah tanpa menjauhi larangan-larangan-Nya maka ia pe mb)h)ng besar.
*arangsiapa mengaku cinta kepada Nabi Muhammad Saw tanpa kecintaan kepada kemiskinan, maka ia pemb)h)ng besar. *arangsiapa cinta kepada surga tanpa meng in#akkan hartanya
bersedekah!, maka ia pemb)h)ng besar.
Sebagian )rang yang ma5ri#at kepada Allah berpendapat, Apabila iman berada diluar hati, maka ia mencinta Allah dengan kecintaan yang biasa-biasa saja. *ila iman sudah masuk ke dasar hati paling dalam, maka ia mencinta Allah dengan kecintaan yang sangat dan meninggalkan
maksiat-maksiat.
'engan demikian pengakuan cinta merupakan sesuatu yang amat penting dan rawan. +arenanya Imam 6udail berkata$7Apabila sese)rang ditanya, apakah ia mencintai Allah, sebaiknya dia diam, *ila ia mengatakan 7tidak7 berarti ia ka#ir, sedang bila mengatakan 7ya7 sementara si#at-si#atnya tidak mencerminkan si#at-si#at )rang yang mencintai Allah.
Tingkat terendah takut kepada siksa Allah adalah menghindarkan diri dari larangan-larangan Allah, dan sikap yang demikian ini disebut wara/ . *ila rasa takut itu lebih besar, maka ia
menghindarkan diri dari hal-hal yang belum diyakini keharamannya, dan sikap yang demikian ini disebuttaqwa. *ila sikap tersebut ditambah dengan sejumlah pelayanan atau pengabdian kepada Allah, hingga ia tidak membangun harta tempat be rnaung, tidak mengumpulkan harta yang dimakannya, tidak berpaling kepada dunia, meyakini bahwa ia akan meninggalkannya, tidak meman#aatkan setiap hembusan na#as untuk selain Allah, maka sikap ini disebut shidqu dan )rangnya disebut shiddiq
"adi ta4wa masuk dalam criteria shidqu 0aramasuk dalam kriteria taqwa'an iffah masuk dalam kriteria wara . 'emikianlah yang diterangkan )leh Imam Al-8ha(ali di dalam kitab Ihya 9lumuddin.
12. mengharap ahmat Allah
Allah ber#irman$
“!atakanlah ( Muhammad ), wahai orang-orang yang kelewat batas atas diri mereka sendiri, anganlah kalian ber%utus asa dari rahmat Allah&%S. A(-:umar$;<!
3asulullah Saw bersabda$
“Orang ahat (maksiat) yang masih menghara% rahmat Allah, lebih deka t ke%ada Allah dari%ada orang yang tekun beribadah yang %utus asa (dari rahmat Allah)&
'ikisahkan dari 9mar, dari :aid bin Aslam, bahwa ada sese)rang lelaki dari umat-umat terdahulu yang sangat tekun beribadah dan sangat mengekang hawa na#sunya serta memupus harapan manusia dari rahmat Allah. +emudian )rang itu meninggal, bertanyalah )rang itu kepada Allah$&0ahai 'uhanku, a%a (yang akan !au berikan) untukku dari sisi-Mu1& Allah menjawab$&(Akan kuberikan) untukmu neraka& =rang itu bertanya lagi $“!emanakah
gerangan (%ahala) ibadah dan ketekunanku1& Allah menjawab$&!amu telah memu%us manusia dari hara%an !u di dunia Maka sekarang Aku akan memu%usmu dari hara%an rahmat- !u&
1akikat harapan pada rahmat Allah! adalah kelapangan hati untuk menanti sesuatu yang disukainya. Tetapi sesuatu yang dinantinya itu tentu saja akan datang dengan suatu sebab. *ila sebab-sebab itu rusak, maka harapan itu berarti tipuan dan memb)d)hkan.
*ila sebab-sebab yang dapat menimbulkan terwujudn ya sesuatu yang dinanti itu tidak jelas ada dan tidaknya, maka harapan tersebut disebuttamanni harapan k)s)ng>angan-angan k)s)ng!.
*ila ia muncul di dalam hati sesuatu yang ada pada masa lalu maka disebuttadzakkur ingat!. *ila sesuatu yang bergerak dalam hati itu terwujud pada masa sekarang
disebut wudanmendapatkan!, dzauqmerasakan! atauidrak memper)leh!. *ila terbesit dalam hati sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang, maka disebut
dengan intidhar penantian! dantawaqquharapan atau kekhawatiran!. *ila sesuatu yang dinantikan itu merupakan sesuatu yang tidak disukai atau dibenci yang akan menimbulkan kepedihan hati disebut khaufketakutan! danisyfaqkekhawatiran!. *ila yang dinantikan itu merupakan sesuatu yang disukai yang akan menimbulkan rasa nyaman di hati
disebut raaharapan!. 'emikian diterangkan di dalam kitab 2hya 3lumuddin
13. Taakkal )a&rah Kepada Allah+
Allah ber#irman$
“Maka tawakkallah (%asrah ke%ada Allah) kamu sekalian orang-orang yang beriman&%S. Al-Maidah$?<!
Tawakkal dibagi menjadi tiga tingkatan$
@. Sikap tawakkal di dalam hak Allah dan kepercayaan pada tanggungan dan pert)l)ngan-Nya sebagaimana sikapnya kepada )rang yang dipercaya sebagai wakil.
?. Sikap yang tawakkal kepada Allah sebagaimana sikap anak kecil dalam naungan ibunya. Ia tidak kenal kepada selain ibunya, tidak kaget atau tertarik kepada sese)rang selain ibunya dan tidak bersandar kecuali pada ibunya. *ila ia melihat ibunya, ia akan langsung bergelayut kepadanya.
*ila ia mengalami sesuatu ketika ibunya tidak ada, yang serta merta terucap di mulutnya adalah )h ibu0, dan yang serta merta muncul di dalam hatinya adalah bayangan ibunya. Anak itu betul- betul telah percaya penuh pada tanggung jawab dan kasih sayang ibunya.
<. Adalah segala gerak dan diamnya di depan Allah sebagaimana mayat di depan )rang yang memandikannya. Ia tak akan meninggalkan tawakkal, kecuali ia melihat dirinya sebagai mayat. /ang menggerakkanya adalah kemampuanazalimasa yang tidak ada permulaannya!
sebagaimana tangan )rang yang akan memandikan menggerakkannya. =rang yang tawakkal seperti ini adalah )rang yang imannya kuat, bahwa Allah Swt adalah (at yang mengatur g erakut itu. Tingkatan ketiga ini adalah tingkatan tertinggi dan tingkatan pertama adalah tingkatan
terendah.
3asulullah Saw bersabda$
“Seseorang diantara kamu sekalian tidak beriman hingga aku lebih diintainya dari%ada dirinya sendiri, hartanya, anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia&
/ang dimaksud dengan manusia diatas adalah selain yang disebutkan sebelumnya, yaitu kerabat, para kenalan, tetangga, sahabat dan lain-lain.
inta kepada Nabi Saw berarti cinta kepada Allah. *egitu pula cinta kepada 9lama
dan Atqiya )rang-)rang yang bertakwa!, karena Allah Swt mencintai mereka dan mereka pun mencintai Allah. +ecintaan-kecintaan kepada Nabi, 9lama dan At4iya itu semua dikembalikan pada kecintaan yang asal sebenarnya dan tidak akan beralih kepada yan g lain. +ecintaan yang
asal itu adalah kecintaan kepada Allah.
Tidak ada yang dicintai secara hakiki bagi )rang yang memiliki mata hati kecuali Allah Swt. 'an tidak ada yang berhak dicintai selain-Nya.
1". Mengagungkan derajat !abi Muhammad a
Mengagungkan Nabi adalah dengan mengetahui keluhuran derajatnya, menjaga adab dan tata krama ketika menyebutnya, mendengar nama dan hadisnya, memperbanyak sh)lawat kepadanya dan sungguh-sungguh dalam mengikuti sunnahnya ajarannya!.
Allah ber#irman$
“4anganlah kamu sekalian mem%erkeras suaramu diatas suara *abi&%S. Al-1ujurat$?!
1%. Kikir )ual mahal+ dengan memegang teguh agama I&lam
+ikir dalam hal ini seperti sikap sese)rang, bahwa kematian dan masuk dalam lautan api lebih menyenangkan baginya daripada terjerumus dalam keku#uran keluar dari agama islam! serta mengakui bahwa agamanya islam! lebih luhur baginya dibanding semua anak-anak dan hartanya.
'ikisahkan dari 9mar bin Abdul A(i(, pada masa kepemimpinannya pernah mengirim sejumlah )rang ke negara 3)mawi untuk berperang. 'alam peperangan itu mereka kalah dan sepuluh )rang diantara mereka ditawan )leh penguasa 3)mawi.
+aisar 3)mawi meminta salah satu diantara mereka agar masuk agama kaisar itu dan
menyembah berhala. Ia mengatakan$&+ila kamu mau masuk agamaku dan menyembah berhala, maka aku akan mengangkatmu sebagai %enguasa di daerah (wilayah) yang luas, aku akan memberimu %angkat yang tinggi , mahkota, bayaran yang banyak, dan terom%et (komando %erang) *amun bila kamu tidak bersedia masuk agamaku, maka aku akan membunuhmu,
memenggal lehermu dengan %edang&
Tawanan itu menjawab$&Aku tidak akan menual agamaku dengan harta dunia&
+aisar itu lalu memerintahkan untuk membunuh tawanan itu, kemudian ia dibunuh di alun-alun. +epala tawanan itu menggelinding dan berputar-putar di alun-alun itu sambil membaca ayat$ “0ahai iwa yang tenang, kembalilah kamu ke%ada 'uhanmu dalam keadaan ridha dan diridhai Masuklah ke dalam amaah hamba-!u dan masuklah kedalam Surga-!u&%S. Al-6ajr$?&-<B!
+aisar itu marah dan mengambil tawanan yang kedua ia berkata$&Masuklah kamu ke dalam agamaku, maka aku akan menadikanmu %emim%in di kota anu +ila kamu menolak, maka akan ter%enggal lehermu se%erti aku memenggal leher temanmu itu&
Tawanan itu menjawab$&Aku tidak akan menual agamaku dengan harta dunia +ila kamu memiliki kekuasaan untuk memenggal ke%ala maka kamu tidak akan memiliki kekuasaan untuk memenggal iman&
+aisar pun memerintahkan untuk memenggal leher tawanan kedua itu. Setelah dipenggal,
kepalanya menggelinding dan berputar-putar seperti tawanan yang pertama serta membaca ayat$ “Maka orang itu berada dalam kehidu%an yang diridhai, dalam surga yang tinggi yang buah-buahnya sangat rendah (untuk di%etik)&%S. Al-1a44ah$?@-?<!
+epala itu berhenti di sebelah kepala yang pertama. +aisar menjadi marah besar dan
memerintahkan untuk mengambil tawanan yang ketiga, kaisar itu berkata kepadanya$&A%a yang akan engkau katakan, a%akah kamu mau masuk agamaku dan aku akan menadikanmu
%emim%in1& =rang ketiga ini celaka dan berkata$&Aku akan masuk agamamu dan aku %ilih harta dunia dari%ada akhirat&Mendengar jawaban itu kaisar berkata kepada
pembantunya, “atat untuknya imbalan dan berikan %adanya mahkota, gai yang banyak serta %angkat yang tinggi&2embantu itu menyanggah$&0ahai raa, bagaimana aku memberi tan%a
menguinya, katakan ke%adanya"&+ila ua%anmu uur, bunuhlah seorang lelaki dari teman-temanmu !ami akan mem%erayaimu&&
Tawanan yang ketiga yang dilaknak itu kemudian mengambil salah se)rang teman dan membunuhnya. +aisar pun senang dan memerintahkan pembantunya untuk mencatat
imbalannya. Tetapi pembantunya menyanggah dan berkata kepada kaisar$&'idak masuk diakal, bahwa engkau mem%erayainya Orang ini tidak menaga hak saudaranya sendiri yang
dilahirkan dan tumbuh bersamanya +agaimana ia bisa menaga hak kita&
+aisar membenarkan pembantunya dan memerintahkan untuk membunuh tawanan malang itu, dipenggallah kepalanya dan menggelinding berputar-putar di alun-alun tiga kali sambil membaca ayat$
“A%akah (kamu hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah %asti ketentuan azabnya1 A%akah kamu akan menyelamatkan orang-orang yang berada d i neraka1&%S. A(-:umar$@C!
+epala itu berhenti di p)j)k alun-alun dan tidak menyatu dengan dua kepala sebelumnya. "adilah kepala itu menuju siksa Allah.
+ita mem)h)n perlindungan kepada Allah dari hal yang terjadi pada )rang yang malang itu dan kesesatan.