• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. PENDAHULUAN. ibukota yaitu Dumai. Kota Dumai berada di pesisir pantai pulau Sumatera

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "I. PENDAHULUAN. ibukota yaitu Dumai. Kota Dumai berada di pesisir pantai pulau Sumatera"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

I. PENDAHULUAN

Kota Dumai merupakan salah satu Kota di Propinsi Riau, dengan nama ibukota yaitu Dumai. Kota Dumai berada di pesisir pantai pulau Sumatera sebelah timur. Wilayah Dumai berada pada posisi antara 1010.23".37' - 1010.28".13' bujur timur dan 10.23".23' - 10.24".23' lintang utara. Berdasarkan posisi ini, zona waktu Dumai adalah UTC+7. Dumai memiliki luas wilayah 1.727.385 Km2. Batas-batas wilayah Kota Dumai bersebelahan dengan wilayah sebagai berikut :

1. Sebelah utara berbatasan dengan Selat Rupat

2. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis

3. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis

4. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tanah Putih dan Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.

Kota Dumai merupakan salah satu daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis yang dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Dumai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3829).

Letak Kota Dumai sangat strategis karena berdekatan dengan dua negara asing yaitu Malaysia dan Singapura. Hal ini merupakan suatu

(2)

keunggulan dan keuntungan yang bersifat komparatif dibanding daerah lain terutama di Provinsi Riau. Posisi yang strategis ini sangat mendukung untuk kegiatan ekspor produk dalam negeri dan impor produk asing. Peluang lain yang mungkin adalah terciptanya suatu kawasan perdagangan bebas antar negara di Kota Dumai.

Berbagai bidang industri berkembang di Kota Dumai. Selain sebagai kota pengolah minyak bumi, bidang industri lainnya adalah :

 Pengolahan Crude Palm Oil (CPO) (minyak kelapa sawit)  Jasa tangki timbun

 Pupuk

 Pengemasan semen

 Kontainer dan jasa angkut kepelabuhanan  Developer perumahan, dan sebagainya.

Perkembangan berbagai bidang industri ini juga didukung dengan adanya beberapa kawasan industri, yaitu :

 Kawasan Industri Bukit Kapur  Kawasan Industri Bukit Timah

(3)

 Kawasan Industri Dock Yard

 Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung.  Kawasan Industri Lubuk Gaung

Perkembangan industri ini juga didukung dari sektor pendidikan serta kependudukan berupa tersedianya sumber daya manusia terutama lokal sebagai tenaga kerja yang potensial.

A. Topografi dan Jenis Tanah

Dumai sebagian terdiri dari dataran rendah di bagian utara dan di sebelah selatan sebagian adalah dataran tinggi. Kondisi tanahnya mayoritas berupa tanah rawa yang bergambut dengan kedalaman antara 0 - 3 m. Struktur tanah umumnya terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan endapan, alluvial dan tanah organosol dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa atau tanah basah.

Dengan demikian kemampuan lahan di Kota Dumai berada pada tingkat rendah sampai sedang, namun demikian masih memungkinkan untuk digunakan sebagai lahan perkebunan. Kondisi seperti ini menjadi salah satu andalan Kota Dumai yang perlu dibangun agar menjadi suatu kekuatan dan peluang pembangunan (comparative advantage) di masa yang akan datang.

Terdapat 15 sungai di wilayah Dumai. Sungai-sungai tersebut dapat dilayari kapal pompong, sampan dan perahu sampai jauh ke hulu sungai. Sungai Buluala, Sungai Senepis dan Sungai Mesjid merupakan tiga sungai

(4)

Sebagian wilayah Dumai masih berupa hutan. Banyak flora maupun fauna yang ada di hutannya. Fauna utama yang ada di hutan Dumai adalah harimau Sumatera. Binatang ini dilindungi di wilayah khusus yaitu Senepis. B. Pembagian Wilayah

Kota Dumai dalam melaksanakan pemerintahannya dibagi menjadi 7 kecamatan, 33 kelurahan serta 527 Rukun Tetangga. Pembagian tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kecamatan Bukit Kapur

a. Kelurahan Bagan Besar d. Kelurahan Gurun Panjang b. Kelurahan Bukit Kayu Kapur e. Kelurahan Kampung Baru c. Kelurahan Bukit Nenas

2. Kecamatan Dumai Barat

a. Kelurahan Bagan Keladi c. Kelurahan Purnama b. Kelurahan Pangkalan Sesai d. Kelurahan STDI

3. Kecamatan Dumai Kota

a. Kelurahan Bintan d. Kelurahan Rimba Sekampung

b. Kelurahan Dumai Kota e. Kelurahan Sukajadi c. Kelurahan Laksamana

(5)

4. Kecamatan Dumai Selatan

a. Kelurahan Bukit Datuk d. Kelurahan Mekar Sari b. Kelurahan Bukit Timah e. Kelurahan Ratu Sima c. Kelurahan Bumi Ayu

5. Kecamatan Dumai Timur

a. Kelurahan Bukit Batrem d. Kelurahan Tanjung Palas b. Kelurahan Buluh Kasap e. Kelurahan Teluk Binjai c. Kelurahan Jaya Mukti

6. Kecamatan Medang Kampai

a. Kelurahan Guntung c. Kelurahan Pelintung b. Kelurahan Mundam d. Kelurahan Teluk Makmur 7. Kecamatan Sungai Sembilan

a. Kelurahan Bangsal Aceh d. Kelurahan Lubuk Gaung

b. Kelurahan Basilam Baru e. Kelurahan Tanjung Penyembal c. Kelurahan Batu Teritip

C. Jumlah Penduduk

Penduduk Kota Dumai heterogen, diakui terdiri dari berbagai suku diantaranya Melayu, Minang, Jawa, Batak, Bugis, Tionghoa dan sebagainya. Berbagai suku ini dihimpun dalam naungan Lembaga Kerukunan Keluarga Masyarakat Dumai.

(6)

Jumlah penduduk Kota Dumai Tahun 2013 berdasarkan Dumai Dalam Angka 2014 adalah 280.027 jiwa. Terdiri atas 145.356 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 134.671 jiwa berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarga (KK) adalah 70.007 KK. Jumlah penduduk yang besar menjadi salah satu unsur pendukung perkembangan bidang perindustrian terutama dari sisi tenaga kerja.

D. Iklim

Kota Dumai sangat dipengaruhi oleh sifat iklim laut, dimana musim hujan jatuh pada bulan September hingga Desember dan periode kering dimulai pada bulan Januari hingga Maret dan Juni hingga Agustus. Disamping itu di Kota Dumai mempunyai iklim tropis basah yang dipengaruhi oleh sifat iklim laut dengan curah hujan berkisar antara 1.500 mm sampai dengan 2.600 mm dan jumlah hari hujan sebanyak 75 sampai dengan 130 hari hujan per tahun. Kondisi ini didukung pula oleh suhu udara rata-rata berkisar antara 25oC – 32oC, dengan tingkat kelembaban antara 82 – 84 persen dan kecepatan angin rata-rata berkisar antara 6 – 7 knot per jam.

(7)

II. POTENSI SUMBER DAYA PERKEBUNAN

A. Peran Sub Sektor Perkebunan

Kota Dumai memiliki kemampuan tinggi untuk tumbuh kembang mandiri dari hasil bumi dan kekayaan alam lainnya, sehingga banyak diminati investor lokal bahkan asing untuk menanam modal lewat kegiatan industri pengolahan yang sangat menjanjikan bagi Pemerintah, pihak investor sendiri, dan tentunya penduduk lokal.

Indikator ekonomi makro berupa Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Kota Dumai yang terus meningkat tiap tahunnya sejak tahun 2011 - 2013 merupakan gambaran keberhasilan pembangunan perekonomian di Kota Dumai. Untuk mendukung peningkatan PDRB tersebut maka titik berat pembangunan ekonomi Kota Dumai adalah dengan mempertahankan dominasi pembangunan pada sektor industri, perdagangan, angkutan serta bangunan disamping memperhatikan sektor pertanian sebagai penghasil bahan baku industri. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat juga telah memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di Kota Dumai sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

Peran sub sektor perkebunan dalam menunjang keberhasilan pembangunan ekonomi Kota Dumai menunjukkan sumbangsih yang sangat berarti. Hal ini dapat dilihat dari salah satu indikatornya yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Adapun besarnya kontribusi

(8)

sub sektor perkebunan tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan nilai PDRB Kota Dumai sebagaimana pada tabel 1.

Tabel 1. PDRB Kota Dumai Tanpa Migas Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011 - 2013 (dalam jutaan rupiah)

No. Lapangan Usaha 2011*) 2012**) 2013***) Perkembangan rata-rata (%)

1 Pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan 434,367.42 484,844.11 535,288.23 11.01

2 Pertambangan dan penggalian 37,441.40 47,598.11 57,508.04 23.97

3 Industri

pengolahan 2,149,127.26 2,569,762.41 3,087,055.58 19.85 4 Listrik, gas dan air minum 53,724.85 59,974.51 67,378.19 11.99

5 Bangunan 1,107,799.15 1,331,188.59 1,573,598.03 19.19

6 Perdagangan, hotel dan

restoran 2,157,948.76 2,528,940.50 2,983,274.12 17.58 7 Pengangkutan dan komunikasi 950,482.59 1,122,722.78 1,322,205.73 17.94

8 Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan

264,837.79 321,073.64 386,921.98 20.87

9 Jasa-jasa 751,177.08 865,278.10 997,961.23 15.26

JUMLAH 7,906,906.29 9,331,382.74 11,011,191.14 18.01

Catatan : *) Angka perbaikan **) Angka sementara

***) Angka sangat sementara Sumber : Dumai Dalam Angka 2014

Dari tabel 1 di atas terlihat bahwa PDRB Kota Dumai untuk bidang usaha pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan dari tahun 2011 sampai tahun 2013 menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu sekitar Rp. 100.920.810.000,-

(9)

Industri pengolahan minyak sawit (CPO) PT. BKR (Bukit Kapur Reksa) merupakan industri ketiga yang turut serta memajukan Dumai secara tidak langsung setelah PT. CPI (Chevron Pacific Indonesia) yang bergerak mayoritas dalam bidang pertambangan dan ekspor minyak dan gas bumi, kemudian PT. PERTAMINA yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri.

B. Perkembangan Komoditi Perkebunan

Jenis komoditi perkebunan rakyat yang diusahakan oleh petani di Kota Dumai yang paling dominan berkembang saat ini adalah komoditi kelapa sawit dengan luas kebun 37.129 Ha, kemudian diikuti komoditi karet dengan luas kebun 2.395 Ha, komoditi kelapa dengan luas kebun 1.728 Ha, komoditi pinang dengan luas 101.5 Ha dan komoditi kakao dengan luas 25.50 Ha. Secara total luas areal perkebunan untuk seluruh komoditi tersebut sampai akhir tahun 2014 adalah 41,379 Ha. Perkembangan luas areal masing-masing komoditas perkebunan sebagaimana tertera pada tabel 2.

Tabel 2. Perkembangan Luas Tanam Komoditi Perkebunan di Kota Dumai

No. Komoditi s/d Tahun 2013 (Ha) Penambahan (Ha) s/d Tahun 2014 (Ha) Perkembangan (%) 1 Kelapa Sawit 36,345.00 784.00 37,129.00 2.16 2 Karet 2,355.50 39.50 2,395.00 1.68 3 Kelapa 1,928.00 (200) 1,728.00 (10.37) 4 Pinang 102.50 (1.00) 101.50 (0.97) 5 Kakao 25.50 0.00 25.50 0.00

(10)

Dari tabel 2 di atas terlihat bahwa kelapa sawit menunjukkan peningkatan pengembangan yang sangat signifikan yaitu 784 Ha atau sekitar 2.16 %. Hal ini membuktikan bahwa animo petani untuk membudidayakan tanaman kelapa sawit cukup tinggi karena nilai ekonomisnya dan telah adanya pabrik pengolahan kelapa sawit di Kota Dumai. Komoditi lain yang mengalami peningkatan signifikan yaitu karet 39.50 Ha atau sekitar 1.68 %. Komoditi perkebunan ada juga yang mengalami penurunan luasan karena alih komoditi dan alih fungsi lahan baik untuk pemukiman maupun kegunaan lain yaitu kelapa mengalami penurunan seluas 200 Ha atau sekitar 10.37 % dan pinang 1 Ha atau 0.97 %. Komoditi kakao tidak mengalami penambahan luas tanam, namun hanya pergeseran dari Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) menjadi Tanaman Menghasilkan (TM).

Tabel 3. Perkembangan Produksi Perkebunan Kota Dumai Tahun 2011 – 2014

No. Komoditas Jenis Produk

Jumlah & Peningkatan Produksi (Ton) Perkem bangan

rata-rata (%) Thn. 2011 Thn. 2012 Thn. 2013 Thn. 2014

1 Kelapa sawit CPO 74,867.60 75,984.81 75,125.94 79,884.16 2.23

2 Kelapa Kopra 747.90 922.45 908.95 907.28 7.23

3 Karet Karet kering 1,306.00 1,496.61 1.522.08 1,716.55 9.69

4 Pinang Biji kering 14.17 43.36 43.96 44.90 69.84

5 Kakao Biji kering 2.90 4.31 5.74 7.24 35.98

1. Kelapa Sawit

Perkembangan komoditi kelapa sawit di Kota Dumai sangat dominan. Hal ini tercermin dari perkembangan luas dan produksi kelapa

(11)

sawit yang setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan, mengingat animo masyarakat untuk mengembangkan kelapa sawit sangat tinggi karena dari segi ekonomi cukup menjanjikan. Perkembangan luas dan produksi kelapa sawit per kecamatan di Kota Dumai dapat dilihat pada tabel 4 dan 5.

Tabel 4. Data Luas Perkebunan Kelapa Sawit Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ha) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur 11,203.00 11,378.00 11,678.00 12,058.00 12,192.00 2.14 2 Medang Kampai 3,235.00 3,366.00 3,537.00 3,636.00 3,657.00 3.13 3 Sungai Sembilan 17,984.00 18,717.00 19,469.00 20,074.00 20,727.00 3.61 4 Dumai Barat 425.00 441.00 141.00 143.00 134.00 (17.28) 5 Dumai Selatan - - 350.00 356.00 349.00 (0.06) 6 Dumai Timur 88.00 101.00 90.00 78.00 70.00 (4.93) 7 Dumai Kota - - - - Jumlah 32,935.00 34,003.00 35,265.00 36,345.00 37,129.00 3.04

Tabel 5. Data Perkembangan Produksi Kelapa Sawit Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ton) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur 26,396.60 28,115.40 28,200.50 26,852.75 29,391.41 2.87 2 Medang Kampai 4,712.70 4,675.00 4,975.20 5,433.75 5,728.35 5.06 3 Sungai Sembilan 38,583.00 41,445.50 41,819.50 41,702.32 43,567.00 3.13 4 Dumai Barat 695.30 599.70 250.15 267.57 280.25 (15.08) 5 Dumai Selatan - - 693.98 806.68 816.05 4.35 6 Dumai Timur 29.00 32.00 45.48 62.87 101.1 37.88 7 Dumai Kota - - - - Jumlah 70,416.60 74,867.60 75,984.81 75,125.94 79,884.16 3.25

(12)

Berdasarkan data perkembangan luas kelapa sawit dari tabel di atas, sentra pengembangan kelapa sawit di Kota Dumai terdapat di Kecamatan Sungai Sembilan dan Bukit Kapur.

(13)

Grafik 2: Perkembangan Produksi Kelapa Sawit 2. Karet

Komoditi karet merupakan komoditi unggulan setelah kelapa sawit. Perkembangan luas dan produksi karet per kecamatan di Kota Dumai dapat dilihat pada tabel 6 dan 7.

Tabel 6. Data Luas Perkebunan Karet Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ha) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur 1,153.00 1,163.00 1,202.00 1,221.00 1,251.00 2.06 2 Medang Kampai 763 747 751.5 748.50 722.00 (1.36) 3 Sungai Sembilan 271 328 340 386.00 422.00 11.89 4 Dumai Barat - - - - 5 Dumai Selatan - - - - 6 Dumai Timur - - - - 7 Dumai Kota - - - - Jumlah 2,187.00 2,238.00 2,293.50 2,355.50 2,395.00 2.30

(14)

Berdasarkan data perkembangan luas kebun karet dari tabel di atas, sentra pengembangan karet di Kota Dumai terdapat di Kecamatan Bukit Kapur dan Medang Kampai.

Tabel 7. Data Perkembangan Produksi Karet Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ton) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur 704.10 720.30 833.80 843.95 969.00 8.52 2 Medang Kampai 375.40 369.00 381.55 391.41 422.34 3.05 3 Sungai Sembilan 166.65 216.70 281.26 286.72 325.20 18.80 4 Dumai Barat - - - - 5 Dumai Selatan - - - - 6 Dumai Timur - - - - 7 Dumai Kota - - - - Jumlah 1,246.15 1,306.00 1,496.61 1,522.08 1,716.55 8.47

(15)

Grafik 4: Perkembangan Produksi Karet 3. Kelapa

Komoditi kelapa di Kota Dumai merupakan kebun masyarakat yang banyak ditanam di Kecamatan Sungai Sembilan dan Dumai Barat sebagaimana dapat dilihat pada tabel 8 dan 9.

Tabel 8. Data Luas Kebun Kelapa Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ha) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur 105.00 100.50 100.50 87.50 87.00 (4.45) 2 Medang Kampai 176.00 176.00 176.00 171.00 150.00 (3.78) 3 Sungai Sembilan 1,304.00 1,294.00 1,286.00 1,282.00 1,114.00 (3.70) 4 Dumai Barat 373.00 373.00 287.00 285 278.00 (6.55) 5 Dumai Selatan - - 53.00 52.5 50.00 (1.43) 6 Dumai Timur 53.00 52.00 52.00 50 49.00 (1.93) 7 Dumai Kota - - - -

(16)

Berdasarkan data perkembangan luas kebun kelapa dari tabel diatas, terjadi penurunan luas kebun kelapa karena terjadinya alih komodi dan alih fungsi lahan.

Tabel 9. Data Perkembangan Produksi Kelapa Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ton) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur 26.00 14.80 21.21 20.92 20.65 (0.61) 2 Medang Kampai 52.40 53.00 73.90 74.48 74.99 10.51 3 Sungai Sembilan 469.60 477.20 586.60 584.36 582.81 5.97 4 Dumai Barat 185.40 184.00 190.62 177.98 177.75 (0.98) 5 Dumai Selatan - - 26.50 26.89 26.45 (0.04) 6 Dumai Timur 20.40 18.90 23.62 24.32 24.63 5.46 7 Dumai Kota - - - - Jumlah 753.80 747.90 922.45 908.95 907.28 5.23

(17)

Grafik 6: Perkembangan Produksi Kelapa 4. Pinang

Pinang banyak ditanam oleh petani sebagai tanaman pekarangan dengan sebaran dan luas tanam pinang sebagaimana tertera pada tabel 10 dan 11.

(18)

Tabel 10. Data Luas Kebun Pinang Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ha) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur 6.00 6.00 7.00 7.00 6.00 0.60 2 Medang Kampai 11.00 11.00 11.00 11.00 11.00 - 3 Sungai Sembilan 46.00 53.50 56.50 61.00 61.00 7.47 4 Dumai Barat 20.00 20.00 18.00 18.00 18.00 (2.50) 5 Dumai Selatan 2.50 2.50 2.50 - 6 Dumai Timur 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 - 7 Dumai Kota - - - - Jumlah 86.00 93.50 98.00 102.50 101.50 4.29

Tabel 11. Data Perkembangan Produksi Pinang Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ton) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur 1.00 1.00 2.65 2.10 2.03 35.23 2 Medang Kampai 1.00 1.00 2.25 2.77 3.20 40.91 3 Sungai Sembilan 12.28 14.05 28.05 28.01 28.12 28.58 4 Dumai Barat 4.75 5.60 8.37 8.36 8.28 16.57 5 Dumai Selatan 1.37 1.78 1.77 7.34 6 Dumai Timur 5.00 0.67 0.94 1.52 3.85 7 Dumai Kota - - - - Jumlah 19.03 26.65 43.36 43.96 44.90 26.57

(19)
(20)

5. Kakao

Kakao merupakan komoditi yang paling sedikit ditanam oleh petani dan pada umumnya sebagai tanaman pekarangan dengan sebaran dan luas tanam kakao sebagaimana tertera pada tabel 12 dan 13.

Tabel 12. Data Luas Kebun Kakao Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ha) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur - 1.00 1.00 1.00 1.00 - 2 Medang Kampai 2.00 4.50 4.50 4.50 4.00 28.47 3 Sungai Sembilan 11.00 12.00 13.00 14.00 14.00 6.28 4 Dumai Barat 1.00 3.00 2.00 2.00 2.00 41.67 5 Dumai Selatan - - 4.00 4.00 4.50 3.13 6 Dumai Timur - 3.00 - (25.00) 7 Dumai Kota - - - - Jumlah 14.00 23.50 24.50 25.50 25.50 19.05

Tabel 13. Data Perkembangan Produksi Kakao Kota Dumai

No. Kecamatan

Tahun (Ton) Perkem

bangan rata-rata (%) 2010 2011 2012 2013 2014 1 Bukit Kapur - - 0.85 0.00 0.00 (25.00) 2 Medang Kampai - 0.4 0.4 1.65 2.04 84.03 3 Sungai Sembilan - 2.5 3.06 3.93 4.17 14.23 4 Dumai Barat - - - 0.00 0.18 - 5 Dumai Selatan 0.16 0.86 109.38 6 Dumai Timur - - - - 7 Dumai Kota - - - - Jumlah 0.00 2.90 4.31 5.74 7.24 26.98

(21)

Grafik 9: Perkembangan Luas Kebun Kakao

(22)

C. Perkembangan Harga Komoditi Perkebunan

Perkembangan harga rata-rata komoditas perkebunan yang dominan seperti Kelapa Sawit, Karet, Kelapa, Pinang dan Kakao di Kota Dumai pada tahun 2014 cukup fluktuatif, untuk komoditi karet terjadi penurunan harga yang sangat tajam. Adapun perkembangan harga komoditas perkebunan di Kota Dumai tahun 2014 dapat dilihat pada tabel 14.

Tabel 14. Perkembangan Harga Rata - Rata Komoditi Perkebunan di Tingkat Petani Tahun 2013 - 2014

No. Komoditas Jenis Produk 2013 Harga Rp/kg 2014 1 2 3 4 5 Kelapa Sawit Kelapa Karet Pinang Kakao CPO Kopra Karet kering Biji kering Biji kering 7.230,- 4.250,- 23.210,- 6.250,- 15.000,- 7.850,- 4.500,- 16.300,- 7.000,- 17.500,-

D. Sarana dan Prasarana Penunjang

Pada sektor usaha industri perkebunan di Kota Dumai telah dikeluarkan Izin Usaha Perkebunan untuk Pengolahan (IUP-P) a.n. PT Murini Sam-Sam berdasarkan Keputusan Walikota Dumai Nomor : 636/Distanbunhut/2006 tanggal 30 Oktober 2006 di Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai dengan kapasitas 60 ton TBS per jam dan PT. Meridan Sejati Surya Plantation berdasarkan Keputusan Walikota Dumai Nomor : 775/Distanbunhut/2010 tanggal 30 Juli 2010 di Kelurahan Bangsal

(23)

Aceh Kecamatan Sungai Sembilan dengan kapasitas 45 - 60 ton TBS per jam. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tersebut telah menampung hasil produksi dari komoditas perkebunan yang dipasarkan oleh petani berupa Tandan Buah Segar (TBS) sehingga dapat diolah pada PKS tersebut dan diharapkan produksi TBS petani di Kota Dumai tidak perlu lagi dibawa keluar daerah untuk diproses (mengurangi biaya angkut), dan didukung dengan sarana infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai dari Ibukota Dumai menuju Kecamatan dan Kelurahan, sehingga transportasi produk komoditi perkebunan lancar serta meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit. Disamping itu, tumbuhnya kawasan-kawasan industri pengolahan minyak sawit dan turunannya (hilir) di sepanjang Kawasan Industri Bukit Kapur dan Lubuk Gaung yang memproduksi minyak makan nabati, pupuk, bio diesel dan lain-lainnya.

Hasil perkebunan dari komoditas karet berupa ojol, kelapa berupa butiran serta pinang dan kakao berupa biji kering, untuk proses pengolahan lanjutannya masih dibawa ke luar daerah seperti ke Kab Rokan Hilir dan Kab. Bengkalis karena di Kota Dumai belum ada pabrik pengolahannya.

Dekatnya jarak antara Dumai dengan Sumber Benih resmi tanaman perkebunan yang ada di Pekanbaru dan Sumatera Utara memudahkan untuk mendapatkan benih guna pengembangan usaha perkebunan.

Kelembagaan petani yang menjadi wadah petani adalah kelompok tani, untuk tingkat desa/ kelurahan kelompok tani tersebut tergabung dalam

(24)

wadah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Adapun Gapoktan yang ada di Kota Dumai sebagaimana tabel 15.

Tabel 15. Data Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kota Dumai

No. Pembentukan Tahun Lokasi Nama Ketua

Kelurahan Kecamatan Gapoktan

1 2008 Bangsal Aceh Sungai Sembilan Naga Jaya Nurdin Abdullah 2008 Lubuk Gaung Sungai Sembilan Surya Jadi Rebin

2008 Tanjung Penyembal Sungai Sembilan Tanjung Lembayung Suharmai 2008 Basilam Baru Sungai Sembilan Basilam Bersatu Jamaluddin 2008 Batu Teritip Sungai Sembilan Maju Jaya Untung Sugianto 2011 Batu Teritip Sungai Sembilan Tanjung Bersatu Zakarya

2 2008 Bukit Nenas Bukit Kapur Nenas Bersatu Mislan 2008 Kayu Kapur Bukit Kapur Flora Abadi Johari Gultom 2010 Kampung Baru Bukit Kapur Kampung Baru Abdi Susilo 2009 Gurun Panjang Bukit Kapur Maju Jaya Sudiran 2004 Bagan Besar Bukit Kapur Bagan Besar Jaya Suryadi

3 2009 Mundam Medang Kampai Sejati Ismail

2011 Teluk Makmur Medang Kampai Sejahtera Jumari

2006 Guntung Medang Kampai Hasrat Heriyanto

2010 Pelintung Medang Kampai Jaya Tani Pelintung Ridwan

4 2011 Teluk Binjai Dumai Timur Teluk Binjai Johan Harahap 2010 Sukajadi Dumai Timur Generasi Amanah Eti Ruslaini 2008 Tanjung Palas Dumai Timur Palas Jaya Sudirman

5 2007 Purnama Dumai Barat Cahaya Purnama Subur Hartono 2007 Bagan Keladi Dumai Barat Harapan Jaya Sukatni 2008 Pangkalan Sesei Dumai Barat Lestari Solekhan

6 2010 Bumi Ayu Dumai Selatan Bumi Ayu Erawan

2007 Bukit Datuk Dumai Selatan Bukit Datuk Nasib 2010 Bukit Timah Dumai Selatan Bukit Timah Erawan Simamora 2009 Mekar Sari Dumai Selatan Mekar Sari Nurman

(25)

III. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERKEBUNAN

A. Visi, Misi, Uraian Tugas Dan Fungsi Dinas

Kebijakan Pengembangan Usaha Perkebunan Kota Dumai berada pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai yang merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah di bidang perkebunan. Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai yaitu ”Terwujudnya Pengelolaan Pertanian dan Kehutanan Berkelanjutan Menuju Petani Sejahtera dan Hutan Lestari”.

Dalam rangka mewujudkan Visi sebagaimana dicanangkan tersebut, maka Misi Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai yang ingin diwujudkan adalah sebagai berikut:

1. Mewujudkan usaha pertanian yang terintegrasi guna peningkatan produksi, penumbuhan usaha ekonomi produktif dan peningkatan kesejahteraan petani

2. Meningkatkan produktivitas dan mutu produk serta hasil pengolahan pertanian sebagai bahan pangan dan bahan baku industri untuk mendukung diversifikasi dan kemandirian pangan

3. Mengoptimalkan fungsi hutan yang seimbang dan lestari meliputi fungsi konservasi, jasa lingkungan, ekonomi serta meningkatkan daya dukung plasma nutfah.

(26)

Sebagai instansi teknis yang membidangi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perkebunan, Kehutanan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan maka Distanbunhut Kota Dumai memiliki tugas yang cukup banyak. Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 16 Tahun 2008 dan dijabarkan dengan Peraturan Walikota Nomor 30 Tahun 2008, Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan perumusan kebijaksanaan, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan bimbingan teknis di bidang perkebunan. Adapun fungsi dan uraian tugas bidang perkebunan sebagai berikut:

1. Penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan, koordinasi, perencanaan pembinaan dan pengendalian di bidang perkebunan

2. Penyiapan bahan bimbingan, pembinaan dalam rangka pengembangan usaha perkebunan dan usaha industri pengolahan hasil perkebunan 3. Penyiapan bahan perumusan rekomendasi dan perizinan usaha

perkebunan

4. Penyiapan bahan pengawasan terhadap peredaran, penggunaan bahan tanam, pupuk, pestisida dan sarana produksi perkebunan

5. Penyiapan bahan bimbingan dan pembinaan dalam rangka meningkatkan pemanfaatan sumber daya perkebunan

6. Penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan usaha ekstensifikasi, intensifikasi, rehabilitasi dan diversifikasi usaha perkebunan

(27)

7. Penyiapan bahan bimbingan dan pembinaan dalam pemanfaatan dan aplikasi teknologi dan pengolahan hasil perkebunan

8. Penyiapan bahan bimbingan dalam rangka penyebaran informasi, promosi produk dan pemasaran hasil perkebunan

9. Penyiapan bahan pembinaan, pengawasan dan pengendalian terhadap perlindungan tanaman dan lahan perkebunan

10. Penyiapan bahan pembinaan dalam rangka meningkatkan pemanfaatan sarana prasarana perkebunan

11. Penyiapan bahan bimbingan teknis aktifitas pengadaan bibit dan perbenihan/ pembibitan perkebunan

12. Penyiapan bahan tugas-tugas lain yang diberikan sesuai dengan lingkup tugasnya.

Dalam mewujudkan visi dan misi Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai, maka disusunlah sasaran strategis Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai sebagai berikut :

1. Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan

Untuk mencapai sasaran strategis tersebut dilakukan melalui rencana aksi sebagai berikut :

a. Peningkatan produksi karet dan diversifikasi tanaman perkebunan b. Peningkatan penggunaan bibit unggul perkebunan yaitu bibit sawit

(28)

c. Peningkatan optimalisasi pengelolaan lahan kawasan pertanian terpadu

d. Berkembangnya kelompok tani pengolahan hasil perkebunan skala rumah tangga

2. Meningkatkan kesejahteraan petani

Untuk mencapai sasaran strategis tersebut dilakukan melalui rencana aksi sebagai berikut :

a. Pengentasan kemiskinan melalui usaha pengembangan kebun kelapa sawit untuk masyarakat kurang mampu.

b. Berkembangnya Gapoktan menjadi kelembagaan ekonomi pedesaan B. PENGEMBANGAN PERKEBUNAN

Sebagai acuan dalam pengembangan perkebunan di Kota Dumai yaitu Undang-Undang Nomor : 39 tahun 2014 tentang Perkebunan serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 26/Permentan/OT.140/2/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan, dan telah direvisi dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 98/Permentan/OT.140/9/2013 tanggal 30 September 2013 yang dipakai sebagai pedoman dalam pemberian izin di bidang perkebunan.

Luas lahan perkebunan di Kota Dumai setiap tahun semakin meningkat. Ini berarti bahwa luas hutan berkurang seiring peningkatan jumlah perkebunan. Menurut data dari Dumai Dalam Angka 2014, luas kawasan hutan di Kota Dumai berdasarkan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) Propinsi Riau adalah 197,311.17 Ha dan menurut peta RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) Propinsi, arahan pengembangan

(29)

kawasan perkebunan 26,250 Ha sedangkan luas perkebunan Kota Dumai sampai dengan tahun 2014 adalah seluas 41,379 Ha. Hal ini berarti kebun yang masuk dalam kawasan hutan seluas ± 15.129 Ha.

Saat ini pengembangan usaha perkebunan rakyat diarahkan untuk rehabilitasi tanaman perkebunan yang sudah tua/rusak dan tidak produktif, terhadap komoditas–komoditas perkebunan yang sudah berkembang di masyarakat antara lain kelapa sawit, kelapa, karet, pinang, kakao dan lain-lain. Pengembangan kebun pada tahun 2014 dilakukan melalui pola swadaya murni petani dan parsial atau berbantuan yang bersumber dari dana APBD Kota Dumai dan APBD Propinsi Riau.

C. PROGRAM DAN KEGIATAN BIDANG PERKEBUNAN

Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Dumai Tahun Anggaran 2014 antara lain :

1. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan,

Program ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan produksi pertanian/ perkebunan untuk mencukupi kebutuhan penduduk akan produk-produk pertanian/ perkebunan. Kegiatannya sebagai berikut : a. Kegiatan Penyuluhan Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan

 Temu lapang di 3 kecamatan 90 orang.

 Bimtek perlindungan tanaman perkebunan 3 kecamatan 90 orang

(30)

 Sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

98/Permentan/OT.140/9/2013 tanggal 30 September 2013 di 2 kecamatan 90 orang

 Penilaian Kelembagaan Usaha Perkebunan 3 (tiga) kecamatan 12 (dua belas) kelompok tani perkebunan

 Penyusunan profil perkebunan

b. Kegiatan Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/ Perkebunan

 Intensifikasi tanaman karet 50 Ha

 Penyediaan bibit karet unggul stump mata tidur 50.000 batang

 Pembinaan perlindungan perkebunan 50 KK

c. Kegiatan Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/ Perkebunan

 Pendistribusian bibit kelapa sawit unggul 14.300 batang

 Pengembangan kebun sawit untuk masyarakat kurang mampu 15 Ha (PII)

 Pemetaan data terhadap bantuan bibit kelapa sawit tahun 2006 s/d 2013.

2. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan

a. Pelatihan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan Modern Bercocok Tanam

(31)

 Pembangunan kebun extention center kelapa sawit di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) dengan kegiatan berupa pemeliharaan kebun kelapa sawit seluas 3 (tiga ) Ha, terdiri 3 (tiga ) varietas yaitu Dampy : 1 Ha, Simalungun : 1 Ha dan PPKS 540 : 1 Ha. b. Peyuluhan Penerapan Teknologi Pertanian/ Perkebunan Tepat Guna

 Demonstrasi/ pelatihan teknologi tepat guna pengolahan hasil perkebunan skala rumah tangga 30 orang

 Pembinaan penyuluhan pengembangan kelompok tani pengolah hasil perkebunan

D. INVESTASI DI BIDANG PERKEBUNAN

Investor yang berinvestasi pada sub sektor perkebunan di Kota Dumai dapat dilihat pada Tabel 16 dan Tabel 17.

Tabel 16. Investor PMA yang Berinvestasi pada Sub Sektor Perkebunan dan Turunannya di Kota Dumai Tahun 2014

NO INVESTOR BIDANG USAHA NILAI INVESTASI (US $)

1 PT. KLK Dumai Industri kimia dasar organik yang bersumber 45,200,373.18

dari hasil pertanian

2 PT. Sentana Adidaya Pratama Industri pupuk buatan 72,659,853.26 3 PT. Wilmar Bioenergi Indonesia Industri Kimia Dasar 123,400,773.00 4 PT. Wilmar Nabati Industri minyak makan kelapa sawit (CPO) 12,636,351.52

5 PT. Ciliandra Perkasa Industri kimia dasar 63,824,654.65

6 PT. Bumi Karya Tama Raharja Industri pupuk dan bahan senyawa nitrogen 1,992,634.00 7 PT. Meridan Sejati Surya Industri minyak makan dan lemak nabati dan 87,870,746.51

Plantation hewani lainnya

8 PT. Dumai Paricipta Abadi Tanki timbun 8,333,333.33

(32)

Tabel 17. Investor PMDN yang Berinvestasi pada Sub Sektor Perkebunan dan Turunannya di Kota Dumai Tahun 2014

NO INVESTOR BIDANG USAHA NILAI INVESTASI (Rp.)

1 PT. Murini Samsam Industri minyak makan lemak 247,230,182,876.00

nabati dan hewani

2 PT. Sumber Mutiara Indah Perdana Industri gula 48,290,036,339.00 3 PT. Energi Sejahtera Mas Industri kimia dasar 1,065,543,071,000.00 4 PT. Oleokimia Sejahtera Mas Industri kimia dasar 101,495,523,000.00 Sumber : Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal

Gambar

Tabel 1.  PDRB Kota Dumai Tanpa Migas Atas Dasar Harga Berlaku Menurut    Lapangan Usaha Tahun 2011 - 2013 (dalam jutaan rupiah)
Tabel 2.  Perkembangan Luas Tanam Komoditi Perkebunan di Kota Dumai
Tabel 3.   Perkembangan  Produksi  Perkebunan  Kota  Dumai                   Tahun 2011 – 2014
Tabel 5. Data Perkembangan Produksi Kelapa Sawit Kota Dumai
+7

Referensi

Dokumen terkait

PTPN III PKS Kebun Rambutan – Tebing Tinggi merupakan pabrik yang mengolah minyak kelapa sawit ( CPO ) mulai dari tandan buah segar ( TBS ) hingga menjadi minyak kasar.Dan hasil

Proses pengolahan tandan buah segar (TBS = fresh fruit bunches ) menjadi crude palm oil (CPO) dan seluruh aktifitas produksi pabrik kelapa sawit (PKS) menghasilkan biomassa

Tandan Buah Segar Kelapa Sawit yang selanjutnya disingkat TBS, adalah tandan buah segar kelapa sawit yang dihasilkan oleh Pekebun mitra yang diterima Pabrik Kelapa Sawit

Nusantara III PKS (Pabrik Kelapa Sawit) Sei Mangkei, dengan judul “PENENTUAN KADAR MINYAK DAN ALB TANDAN BUAH SEGAR (TBS) BERDASARKAN DERAJAT KEMATANGAN BUAH DI PTP.NUSANTARA III

Pengelolaan suatu perkebunan kelapa sawit mengacu pada pengeloaan tanaman agar dapat meningkatan produktivitas tandan buah segar kelapa sawit (TBS). Unsur- unsur

tandan buah segar kelapa sawit maupun dari proses pengolahan limbah. cair di pabrik

2.2.2 Tujuan Perusahaan PKS Sungai Dua sebagai unit pabrik pengolahan tandan buah segar TBS kelapa sawit menjadi CPO dan inti sawit memiliki tujuan kedepan sebagai unit yang palling

Perseroan juga memiliki Pabrik Kelapa Sawit PKS di area kebun yang mulai beroperasi sejak tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton per jam untuk mengolah tandan buah segar TBS menjadi crude