• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA :"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Afonso, A., Hunt, P., Cheesman, S., Alves, A.C., Cunha, C.V., do Rosario, V., dkk., 2006. Malaria Parasites Can Develop Stable Resistance to Artemisinin but Lack Mutations in Candidate Genes atp6 (Encoding the Sarcoplasmic and Endoplasmic Reticulum Ca2+ ATPase), tctp, mdr1, and cg10. Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 50: 480–489.

Aunpad, R., Somsri, S., Na-Bangeang, K., Udomsangpetch, R., Mungthin, M., Adisakwattana, P., and Chaijaroenkul, W., 2009. The effect of mimicking febrile temperature and drug stress on malarial development, Ann. of Clinic microbiol and Antimicrob, 8:1-9.

Arinaitwe, E., Sandison, T.G., Wanzira, H., Kakuru, A., Homsy, J., Kalamya, J., dkk., 2009. Artemether-lumefantrine versus dihydroartemisinin-piperaquine for falciparum malaria: a longitudinal, randomized trial in young Ugandan children. Clinical infectious diseases: an official publication of the Infectious Diseases Society of America, 49: 1629–1637. Ashley, E.A., Krudsood, S., Phaiphun, L., Srivilairit, S., McGready, R.,

Leowattana, W., dkk., 2004. Randomized, controlled dose-optimization studies of dihydroartemisinin-piperaquine for the treatment of uncomplicated multidrug-resistant falciparum malaria in Thailand. The Journal of infectious diseases, 190: 1773–1782.

Ashley, E.A., McGready, R., Hutagalung, R., Phaipun, L., Slight, T., Proux, S., Thwai, K.L., Barends, M., Looareesuwan, S., White, N.J., Nosten, F., 2005. A randomized, Controlled study of a simple, once-daily regimen of dihydroartemisinin-piperaquine for the treatment of uncomplicated, multidrug-resistent falciparum malaria. Clin. Infect. Dis. 41: 425-432. Biro Pusat Statistik Kabupaten Purworejo, 2012. Kabupaten Purworejo Dalam

Angka 2012, BPS, Purworejo.

Carlton, J. M., Fidock, D.A., Djimde, A., Plowe, C.V., and Wellems, T. E., 2001. Conservation of a Novel Vacuolar Transporter in Plasmodium Spesies and Its Central Role in Chloroquine Resistance of Plasmodium falciparum. Curr Opin Microbiol, 4(4): 415-420.

CDC, 2011, Life Cycle of the Malaria Parasite, diakses tanggal 20 Januari 2014 Chin, J., 2000. Control of Communicable Disease Manual 17th edition. Am J of

Epidemiol. 154(8): 783-784.

Dahlan, M. S., 2013. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan, Penerbit Salemba Medika, Jakarta.

(2)

Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan; Depkes RI, 2008, Buku Saku Pelayanan Kefarmasian Untuk Penyakit Malaria, Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Darundiati, Y.H., 2003. Analisis Faktor-faktor Resiko malaria Di Daerah Endemis Dengan Pendekatan Spasial Di Kabupaten Purworejo, tesis, Universitas Diponegoro Semarang, Semarang.

Departemen Kesehatan, RI, 2013, Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria, Jakarta : Ikatan Dokter Indonesia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, 2012, Profil Kesehatan Kabupaten Purworejo Tahun 2012, Dinas Kesehatan, Purworejo.

Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, 2013, Profil Kesehatan Kabupaten Purworejo Tahun 2013, Dinas Kesehatan, Purworejo.

Garcia, L.S., Bruckner, D.A., 1996. Malaria dan Babesia spp. Dalam: Diagnostik Parasitologi Kedokteran. Alih bahasa: Makirnian R. Editor: Padmasutra L., Hal. 81-102. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Gargano, N., Ubben, D., Tommasini, S., Bacchieri, A., Corsi, M., Bhattacharyya, P.C., dkk., 2012. Therapeutic efficacy and safety of dihydroartemisinin-piperaquine versus artesunate-mefloquine in uncomplicated Plasmodium falciparum malaria in India. Malaria Journal, 11: 233.

Gunawan, C.,A., 2009, ‘Obat Anti Malaria’ dalam P.N., Harijanto, Malaria Dari Molekuler Ke Klinis, Edisi 2, Ed P.N., Harijanto, 2009, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp 118-144.

Harijanto, P. N., 2007. Malaria. Dalam Ilmu Penyakit Dalam 4th, eds. A.W., Sudoyo. FKUI Press. Jakarta.

Harijanto, P. N., 2009, Gejala Klinis Malaria ringan, Dalam: Malaria dari Molekul ke klinis, eds P.N. Harujanto, hal: 85-102, EGC, Jakarta.

Hasugian, A.R., Purba, H.L.E., Kenangalem, E., Wuwung, R.M., Ebsworth, E.P., Maristela, R., dkk., 2007. Dihydroartemisinin-piperaquine versus artesunate-amodiaquine: superior efficacy and posttreatment prophylaxis against multidrug-resistant Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax malaria. Clinical infectious diseases: an official publication of the Infectious Diseases Society of America, 44: 1067–1074.

Hopskins, H., Kambale, W., Kamya, M.R., Staedke, S.G., Dorsey, G., & Rosenthal, P.J, 2007, Comparison of HRP2 and PLDH-Base Rapid Diagnostic Test for Malaria with Longitudinal Follow Up in Kampala, Uganda, Am. J. Trop. Med Hyg., 78 (6) 1092-1097.

(3)

Keating, Gillian M. “Dihydroartemisinin/Piperaquine.” Drugs 72, no. 7 (May 1, 2012): 937–61. doi:10.2165/11203910-000000000-00000.

Kementrian Kesehatan, RI., 2007. Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor 044/Menkes/SK/I/2007 tentang Pedoman Pengobatan Malaria. Biro Hukum dan Organisasi Kemenkes RI tahun 2007.

http://www.hukor.depkes.go.id/2007

Kementrian Kesehatan, RI., 2011. Epidemiologi Malaria di Indonesia. Dalam: Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Edisi I. 1:1-16.

Kementrian Kesehatan, RI., 2013. Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Tatalaksana Malaria. Kemenkes RI tahun 2013.

Kremsner, P.G., 2009. Pharmacokinetic Characteristics of Two Paediatric Formulations of Artesunate-Mefloquine in African Children with Acute Uncomplicated Plasmodium falciparum Malaria (Disertasi).Univ. Of Eberhard Karls, Tuebingen, Munchen.

Kusumaningsih, M., 2005. Uji Efikasi Kombinasi Artesunat-Amodiakuin Dibandingkan dengan Sulfadoksin-pirimetamin dan primakuin pada Penderita Malaria falciparum tanpa Komplikasi di Kabupaten Purworejo (Tesis). Univ. Gajah Mada. Yogyakarta.

Kusriastuti, R. dan Surya, A., 2012. New treatment Policy of Malaria as a part of Malaria Control Program in Indonesia. Acta Medica Indonesiana, 44: 265. Kusriastuti R, 2009. Towards malaria elimination in Indonesia. Executive board

meeting, ACT Malaria. Vientene, 16-18th Maret 2009.

Kuswantoro, 2011. Situasi Malaria di Purworejo tahun 2006-2010 dan Strategi Percepatan Pencapaian Eliminasi. Makalah dipresentasikan pada Simposium Desiminasi Kondisi Malaria di Purworejo. Tanggal 1 Maret 2011. Purworejo.

Laihad, F.J dan Arbani, P.R., 2009. Situasi Malaria di Indonesia dan Penanggulangannya. Dalam Malaria dari Molekuler ke klinis, eds. P.N. Harijanto, hal: 1-16. EGC. Jakarta.

Lederman E.R., Maguire J.D., Sumawinata I.W., Chand K., Elyazar I., Estiana L., Sismadi P., Bangs M.J., and Baird J.K., 2006. Combined chloroquine, sulfadoxine/pyrimethamine and primaquine against Plasmodium falciparum in Central Java. Malaria J. 5:108.

Linggi, B.M.D., Tjokorosonto S., Pramono D., 2003. Efikasi Kombinasi Klorokuin-Primakuin dan Sulfadoksin Pirimetamin- Primakuin terhadap Malaria falsiparum dan Dampaknya terhadap siklus Sporogoni di

(4)

Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Dalam Sain kesehatan. 16(2): 285-299.

Meremikwu, M., Alaribe, A., Ejemot, R., Oyo-Ita, A., Ekenjoku, J., Nwachukwu, C., dkk., 2006. Artemether-lumefantrine versus artesunate plus amodiaquine for treating uncomplicated childhood malaria in Nigeria: randomized controlled trial. Malaria Journal, 5: 43.

Myint, H.Y., Ashley, E.A., Day, N.P.J., Nosten, F., dan White, N.J., 2007. Efficacy and safety of dihydroartemisinin-piperaquine. Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene, 101: 858–866.

Natadisastra, D., Agoes, R., 2009. Parasitologi Kedokteran Ditinjau Dari Organ Tubuh, hal: 56-62. EGC. Jakarta.

Noviyanti, R., 2010. Patogenesis Molekuler Plasmodium falciparum. Dalam Malaria dari Molekuler ke Klinis, eds. P.N. Harijanto, EGC 2010.

Pusponegoro, H.D., Oswari, H., Astrawinata, D., & Fridawati, V., 2005. Malaria Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak, Edisi 2004, Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Ratcliff, A., Siswantoro, H., Kenangalem, E., Maristela, R., Wuwung, R., Laihad, F., dkk., 2007. Two fixed-dose artemisinin combinations for drug-resistant falciparum and vivax malria in Papua, Indonesia: an open-label randomised comparison. The Lancet, 369: 757–765.

Rampengan, T.H., 2000, Malaria Pada Anak (In) P.N. Harijanto (ed): Malaria Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klini&Penanganan, Cetakan 1, EGC, Jakarta.

Roepe, P.D., 2009. The Molecular and Physiologic Basis of Quinolone Drug Resistance in P. falciparum Malaria. Fut Microbiol. 4(4):441-455.

Sardjono T.W., dan Fitri L.E., 2007, Malaria, Mekanisme terjadinya Penyakit dan Pedoman Penanganannya, Malang: Lab Parasit FKUB.

Sewa, M.Y. Dan Prof. Dr. Mustofa, M.K., 2013. 'Evaluasi Penggunaan Dihydroartemisinin+Piperakuin Dan Primakuin Pada Pengobatan Malaria Falciparum Tanpa Komplikasi Di Kota Sorong Provinsi Papua Barat'. Universitas Gadjah Mada.

Siswantoro, H., Avrina, R., Risniati Y., Tjitra E., 2011, efikasi dan keamanan dihidroatemisinin-piperakuiin (DHP) pada penderita malaria falciparum tanpa komplikasi di Kalimantan dan Sulawesi, Media Litbang Kesehatan, Volume 21 Nomor 3.

Smithuis, F., Kyaw, M.K., Phe, O., Win, T., Aung, P.P., Oo, A.P.P., dkk., 2010. Effectiveness of five artemisinin combination regimens with or without

(5)

primaquine in uncomplicated falciparum malaria: an open-label randomised trial. The Lancet infectious diseases, 10: 673–681

Soedarmono, S.P. & Soesanto, S.S., 2008, Malaria, Buku Ajar Infeksi & Pediatri Tropis, Edisi Kedua, Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Sukowati, S., 2011. Perilaku vector malaria di Purworejo. Makalah dipresentasikan pada Simposium Desiminasi Kondisi Malaria di Purworejo, tanggal 1 Maret, Purworejo.

Susiawan, L.D., 2006, Efikasi artesdiaquine pada Pengobatan Malaria falciparum tanpa Komplikasi di Banjarnegara (Tesis), Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sutanto, I., Pribadi, W., 2008. Parasitologi Kedokteran 4th rev. FKUI Press. Jakarta.

Syafruddin, D., 2009. Dasar Molekul Resistensi Parasit terhadap Obat Antimalaria. Dalam Malaria dari Molekuler ke Klinis. 2nd. Ed. P.N. Harijanto. pp:64-84. EGC. Jakarta.

Syamsudin, 2011, Efek Samping Obat. Salemba Medika, Jakarta.

Tarigan J., 2003, Kombinasi Kina Tetrasiklin pada Pengobatan Malaria falciparum tanpa Komplikasi di Daerah Resisten Multidrug Malaria. library.usu.ac.id/download/fk/penydalam-jerahim.pdf. Diakses tanggal 10 Januari 2014

Tjai, T.H., dan Rahardja, K., 2007, Obat-Obat Penting Khasiat dan Efek-Efek Sampingnya, 4th , Gramedia, Jakarta.

Tjitra, E., 2004. Pengobatan Malaria dengan Kombinasi Artemisinin. Makalah dipresentasikan dalam Simposium nasional Pengendalian Malaria di Surabaya, tanggal 29-30 Nov 2004.

Tjitra, E., Hasugian, A.R., Siswantoro, H., Prasetyorini, B., Ekowatiningsinh, R., Yusnita, E.A., et.al., 2012, Efficacy and safety of artemisininnaphthoquine versus dihydroartemisinin-piperaquine in adult patients with uncomplicated malaria: a multi centre study in Indonesia, Malaria Journal, 11:153

Wellems, T.E. dan Plowe, C.V., 2001. Chloroquine-Resistant Malaria. Journal of Infectious Diseases, 184: 770–776.

White, N.J., Pongtavornpinyo, W., Maude, R.J., Saralamba, S., Aguas, R., Stepniewska, K., dkk., 2009. Hyperparasitaemia and low dosing are an important source of anti-malarial drug resistance. Malaria Journal, 8: 253. Widoyono, 2011. Penyakit Tropis : Epidemiologi, Penularan, Pencegahan Dan

(6)

World Health Organization, 2005, Susceptibility of Plasmodiium Falciparum to Antimalarial Drugs: Report on global monitoring 1996-2004, WHO Press, Geneva Switzerland.

World Health Organization, 2010, Guidelines for the Treatment of Malaria Second edition, WHO, Geneva.

World Health Organization, 2011, World Malaria Report 2011, United Nations Children’s Fund, World Health Organization, Geneva, Switzerland.

http://www.rollbackmalaria.org/wmr2011/pdf/WMReport Ir.pdf

World Health Organization. 2013. Methods for Surveillance of Antimalarial Drug Efficacy. WHO, Switzerland.

.

Referensi

Dokumen terkait

Faktor risiko berupa jumlah pasangan seks dalam satu minggu terakhir, bilas vagina yang dilakukan sendiri dan/atau petugas kesehatan, dan kelompok usia yang lebih

Memecahkan masalah dalam perluasan jangkauan pemasaran produk-produk yang ada pada Toko Batik Lamongan dengan menggunakan sistem transaksi online ( E-Commerce ). Digunakannya

Animal biotechnology development is strongly related to the historical context of animal production in a country and the receiving environment, particularly social environment of

Dari kegiata pembelajaran meliputi: (1) kegiatan awal: melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan bila dianggap perlu, memberikan pretest; (2) kegiatan

berdasarkan pada morfologi koloni dan spora yang terbentuk, sedangkan 2 isolat lainnya merupakan hifa steril sehingga identitasnya hanya dapat diketahui melalui teknik PCR

Berdasarkan gambar 6.16 dapat dilihat bahwa penderita demam tifoid yang mempunyai komplikasi tertingi keadaan sewaktu pulangnya adalah PBJ dengan proporsi 66,7%, dan yang

Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan program komputer yaitu uji chi square dan fisher exact yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik (umur, jumlah

Risa T.Mukti: Analisis pembiayaan asuransi produk unggulan, 2007 USU e-Repository © 2008... Risa T.Mukti: Analisis pembiayaan asuransi produk unggulan, 2007 USU e-Repository

Introduction Thomas Clark Oden is a distinguished world scholar with almost 200 publications to his name.1 In 2011 he wrote a second ground-breaking work in a series of three on the