BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 4 SD Negeri 4 Lebak Kecamatan GroboganKabupaten Grobogan, Siklus I Dilakasanakan pada bulan September Sedangkan Siklus II dilaksanakan Pada bulan Oktober 2012 sesuai dengan jadwal pembelajaran pada SD Negeri 4 Lebak. Mata pelajaran yang diteliti adalah matematika dengan kopetensi Dasar : menentukan besar sudut dengan satuan tidak baku dan satuan derajat.
Siswa kelas 4 SD Negeri 4 Lebak pada tahun pelajaran 2012/2013 memiliki jumlah murid 10 anak laki-laki dan 13 anak perempuan jumlah nya 23 siswa .SD Negeri 4 Lebak terletak di sebelah selatan Pegunungan kapur utara, sebagian besar pekerjaan orang tua siswa petani dan buruh tani.. Tingkat ekonomi orang tua siswa termasuk dalam kategori menengah ke bawah. Sebagian besar orang tua siswa mempercayakan sekolah sebagai tempat satu-satunya menuntut ilmu. Tingkat kepedulian orang tua siswa kurang memadai. Interaksi antara orang tua siswa dan sekolah hanya terjadi beberapa kali saja dalam setahun. Selebihnya jarang sekali kunjungan orang tua siswa untuk berkomonikasi masalah pendidikan anaknya dengan pihak sekolah.
Penelitian memilih pelajaran matematika dengan pertimbangan nilai rata-rata ulangan siswa kelas 4 SD Negeri 4 Lebak sangatlah rendah dibandingkan dengan pelajaran lainya.Siswa kelas 4 D Negeri 4 Lebak kurang motivasi dan minat dalam belajar matematika karena sulit dan membosankan. Waktu belajar sangat sempit karena sebagian besar siswa pada sore hari belajar mengaji atau sekolah dekat masjid. Selain itu, sebagian siswa tidurnya di masjid sehingga menyita waktu belajarnya. Yang mengakibatkan hasil belajar matematika siswa rendah.
3.2 variabel yang Akan diteliti
Dalam penelitian ini ada dua variable yang diteliti, yaitu variable bebas atau variable terikat. Variable tersebut adalah sebagai berikut:
a) Variabel bebas adalah merupakan Varable yang menjadi sebab perubahannya atau timbulya variable terikat. Variable terikat adalah metode Jigsaw ( x ).
b) Variable bebas /terikat adalah merupakan variable yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variable bebas. Variable terikat/variable bebas dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika pada siswa kelas 4 semester I SD Negeri 4 Lebak ( Y ).
3.3 Rencana Tindakan.
Sebelum mengadakan penelitian, maka diadakan identifikasi masalah yang berhubungan dengan materi. Setelah itu, peneliti menyusun perangkat pembelajaran kooperatif jigsaw dengan materi tersebut disesuaikan dengan KTSP. Penelitian ini dirancang dalam dua Siklus. Setiap siklus ada empat tahapan yaitu perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Acting), Obervasi (Obseving), dan Refleksi (Reflecting) terhadap pelaksanaan. Langkah-langkah dilakukan antara lain:
Siklus I
1) Perencanaan
(1) Menyusun rencana pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan materi mengenal sudut
(2) Menyiapakan lembar observasi kinerja guru dan aktivitas belajar siswa untuk mengamati kegiatan situasi dan kondisi selama proses belajar mengajar berlangsung.
2) Tindakan
Pelaksanaan siklus 1 dilakukan selama tiga kali pertemuan, untuk pertemuan pertama dan kedua dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
(1) Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri dari 5-6 siswa dengan karakteristik yang heterogen.
(2) Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut.
(3) Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memilki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut.Kumpulan siswa semacam itu disebut kelompok pakar ( expert group )
(4) Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula ( home teams) untuk mengajar anggota lain mengenahi materi yang telah di pelajari dalam kelompok pakar.
(5) Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam kelompok semula ( home teams) para siswa dievaluasi secarara individual mengenahi bahan yang telah dipelajari. Dalam metode jigsaw versi Slavin,pemberian skor dilakukan seperti dalam Metode STAD.Individu atau tim yang memperoleh skor tertinggi di beri penghargaan oleh guru .
3. Observasi
Observasi pada setiap siklus 1 diamati satu orang observer. Observasi pada penelitian ini dilakukan terhadap kegiatan mengajar guru dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang dilakukan peneliti dan aktivitas belajar siswa pada tiap pertemuan.
4.Refleksi
Refeleksi merupakan analisis hasil observasi dan hasil tes akhir siklus 1. Refeleksi pada siklus 1 dilaksanakan segera setelah tahap implementasi/tindakan dan obsevasi selasai. Semua data yang diperoleh akan dipaparkan baik data hasil evaluasi siswa maupun hasil observasi pembelajaran yang dilkukan guru dan siswa. Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil tes pada siklus 1, jika sudah memenuhi indicator penelitian yang telah ditetapkan maka penelitian dihentikan dan jika belum memenuhi indicator penelitian dilanjutkan ke siklus 2, hasil refleksi juga digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan merencanakan tindakan pada siklus 2. Siklus II
1) Perencanaan.
(1) Menyusun rencana pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sudut.
(2) Menyiapakan lembar observasi kinerja guru dan aktivitas belajar siswa untuk mengamati kegiatan situasi dan kondisi selama proses belajar mengajar berlangsung.
(3) Menyiapakan soal evaluasi dengan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sudut.
(4) Menyiapakan Soal perbaiakan dan pengayaan. 2) Tindakan.
Pelaksanaan siklus 2 dilaksanakan sama pada siklus 1 dengan langkah- langkah sebagai berikut:
(1) Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri dari 5-6 siswa dengan karakteristik yang heterogen.
(2) Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut.
(3) Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memilki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut.Kumpulan siswa semacam itu disebut kelompok pakar ( expert group )
(4) Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula ( home teams) untuk mengajar anggota lain mengenahi materi yang telah di pelajari dalam kelompok pakar.
(5) Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam kelompok semula ( home teams) para siswa dievaluasi secarara individual mengenahi bahan yang telah dipelajari. Dalam metode jigsaw versi Slavin,pemberian skor dilakukan seperti dalam Metode STAD.Individu atau tim yang memperoleh skor tertinggi di beri penghargaan oleh guru .
3) Observasi
Observasi pada siklus 2 diamati satu orang observer. Observasi pada penelitian ini dilakukan terhadap kegiatan mengajar guru dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang dilakukan peneliti dan aktivitas belajar siswa pada tiap pertemuan.
4) Refleksi
Refleksi merupakan analisis hasil pengamatan dan hasil tes. Pada siklus 2 ini diharapkan dapat memenuhi indikator penelitian yang telah ditetapkan sehingga hasil belajar matematika pada siswa kelas 4 SD Negeri 4 Lebak dapat meningkat.
3.4 Data dan Cara Pengumpulannya 3.4.1 Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Data kuantitatif yaitu hasil belajar siswa melalui tes tertulis pra siklus, siklus 1 dan siklus 2.
b. Data kuantitatif yaitu hasil penilian pengamatan aktivitas belajar siswa dan penilaian kinerja guru dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.
3.4.2 Cara Pengumpulan Data
Jenis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri 4 Lebak Dalam Mata pelajaran Matematika setelah memperoleh tindakan Antara lain :
(1) Test
Test digunakan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa setelah mendapat tindakan.
3.4.3 Alat Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menyusun Instrumen penelitian. Langkah-langkan yang ditempuh dalam penyusunan intrumen dilakukan dalam beberapa tahap,. baik dalam pembuatan maupun uji coba. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan :
a. Lembar Obsevasi.
Obsevasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek peneliti. Obsevasi dilakukan dengan obsevasi partisipasi yaitu suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam domain objek yang diamati. Data yang ingin diperoleh dari kegiatan observasi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, serta perkembangan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajarnya, adapun kisi-kisi observasi tersebut
Tabel. 3.1
Kisi-kisi intrumen penilaian pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Indikator Langakah – langakah pembelajaran
kooperatif tipe JIGSAW 1. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran. 2. Mengkomunikasikan
kompetensi dasar yang akan dicapai.
3. Memotivasi siswa.
4. Menyajikan informasi kepada siswa
5. Mengelompokkan siswa
6. Guru memfasilitasi kerja siswa untuk membahas pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar.
7. Membahas lembar kerja kelompok.
8. Memberikan evaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
9. Berasama-sama siswa membuat rangkuman terhadap materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10. Guru memberikan
penghargaan kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari nilai awal ke nilai berikutnya.
11. Melakukan tindak lanjut.
a) Kelas di bagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri dari 5-6m siswa dengan karakteristik yang heterogen. b) Bahan akademik di sajikan kepada
siswa dalam bentuk teks dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut .
c) Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut.
Kumpulan siswa semacam itu di sebut kelompok pakar ( expert group ).
d) Selanjutnya para siswa yang berada dalam pakar kembali ke kelompok semula ( home teams ) untuk mengajar anggota lain mengenahi materi yang telah di pelajari daqlam kelompok pakar. e) Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam kelompok semula ( home teams ) para siswa di evaluasi secara individual mengenahi bahan yang telah di pelajari.Dalam metode Jigsaw versi Slavin,pemberian skor di lakukan seperti dalam metode STAD,individu atau tim yang memperoleh skor tertinggi di beri penghargaan oleh guru.
b. Evaluasi
Evaluasi digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah melakukan pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw Evaluasi diberikan pada akhir putaran setiap siklus pertemuan kedua. Adapun kisi-kisi evaluasi yang dipakai dapat dilihat pada table 3 dibawah ini:
Table. 3 .2
Kisi-kisi pengembangan intrumen penilaian pada pembelajaran Matematika. Standar
Kompentensi Kompetensi dasar Indikator
3. Menggunakan pengukuran sudut, panjang dan berat dalam pemecahan masalah .
3.1.Menentuakan besar sudut dengan satuan tidak baku dan satuan derajat .
1. Membuat satuan sudut dengan satuan tidak baku.
2. Menentukan besar sudut dengan satuan tidak baku. 3. Membandingkan sudut ABC
dengan sudut KLM.
4. Menentukan besar sudut dengan satuan derajat.
bagi subjek yang diteliti. Sehingga intrumen yang tidak valid dibuang dan intrumen yang valid digunakan.
3.5 Indikator Kinerja.
Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah dengan menerapakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran dapat meningkatakan kemapuan siswa dalam pemahaman materi pembelajaran matematika sehingga ketuntasan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri 4 Lebak dapat meningkat.
Sebagai tolak ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari meningkatnya hasil belajar matematika pada siswa kelas 4 SD Negeri 4 Lebak dengan ketuntasan 75% dari jumlah siswa sebanyak 23 .
3.6 Analisis Data.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriftif komparatif untuk data kuantitatif. Data yang diperoleh akan analisis dalam bentuk kata atau penjelasan yaitu data deskriptif kualitatif dan dalam bentuk angka yaitu data kuantitatif. Data deskriptif kualitatif diperoleh dari hasil observasi terhadap pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dilakukan oleh guru terhadap siswa (kegiatan guru dan siswa), sedangkan untuk keperluan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes siswa setiap akhir pertemuan, dihitung : persentase dari jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas belajar.