• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. satunya yaitu melalui sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Menurut

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. satunya yaitu melalui sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Menurut"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sumber pendapatan Negara Indonesia berasal dari beberapa sektor, salah satunya yaitu melalui sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Menurut UU No. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah seluruh penerimaan pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Indonesia juga terbagi dalam beberapa jenis, sama halnya seperti pendapatan Negara melalui sektor Perpajakan.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga merupakan salah satu poin penting sebagai penunjang APBN. Karena Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) memiliki banyak jenis yaitu yang berasal dari pengelolaan dana pemerintah, penerimaan dan pemanfaatan sumber daya alam, pelayanan yang dilaksanakan pemerintah, penerimaan berdasarkan putusan pengadilan, hibah, dan penerimaan lainnya yang diatur dalam undang-undang. Oleh karena itu Negara terus mengoptimalkan pendapatannya melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) agar pendapatan Negara dapat terjaga tingkat kestabilannya.

Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan peraturan terbaru tentang pengoptimalisasian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui sektor pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah yaitu melalui keanaikan tarif

(2)

administrasi pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor. Peraturan yang baru dijalankan sejak tanggal 6 Januari 2017 ini mendapatkan respon yang cukup buruk oleh masyarakat, dikarenakan masyarakat merasa keberatan dengan naiknya tarif administrasi tersebut. Selain itu, banyak masyrakat yang menganggap bahwa tarif Pajak Kendaraan Bermotor lah yang mengalami kenaikan, padahal sebenarnya yang mengalami kenaikan adalah tarif administrasi pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor yang merupakan bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Walaupun tempat pelaksanaan administrasinya sama-sama dilakukan di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) tetapi Pajak Kendaraan Bermotor yang merupakan bagian dari Pajak Daerah jelas berbeda dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Dasar Penetapan Kebijakan Kenaikan Tarif Administrasi Pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Pada Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara” sebagai objek menarik untuk dijadikan sebagai wadah Praktik Kerja Lapangan Mandiri.

(3)

B. Tujuan Dan Manfaat Tugas Akhir 1. Tujuan

Adapun tujuan dalam penulisan tugas akhir ini adalah :

1) Untuk mengetahui Dasar Penetapan Kebijakan Kenaikan Tarif Administrasi Pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

2) Untuk mengetahui data penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) pada Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara.

2. Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan tugas akhir ini adalah : 1) Bagi Mahasiswa

a. Mahasiswa dapat memenuhi salah satu syarat menyelesaikan studi pada Diploma III Administrasi Perpajakan.

b. Mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih dalam bidang Perpajakan khususnya pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan kebijakan-kebijakan yang berlaku.

c. Mahasiswa dapat menguji dan mengukur kemampuan melalui pengaplikasian disiplin ilmu yang diperoleh kedalam permasalahan perpajakan.

(4)

2) Bagi Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara

a. Sebagai sarana dalam membina kerja sama antara instansi pemerintah yaitu Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara dengan lembaga pendidikan atau Universitas.

b. Sebagai sarana untuk menyebar luaskan informasi secara transparan agar dapat terjalin hubungan yang baik dengan masyarakat.

c. Sebagai sarana untuk memperoleh evaluasi melalui kritik dan saran yang ditulis di dalam tugas akhir ini.

3) Bagi Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU a. Sebagai sarana dalam membina kerja sama antara pihak Program Studi

Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU dengan instansi pemerintah yaitu Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara.

b. Mempromosikan mahasiswa Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU sebagai sumber daya manusia yang mumpuni dalam dunia kerja.

c. Sebagai bahan untuk memperbaiki kurikulum khusunya dalam sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

(5)

C. Uraian Teoritis

1. Pengertian Pajak dan Penerimaan Bukan Pajak (PNBP)

Adapun Definisi pajak menurut Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan pada Pasal 1 ayat 1 berbunyi pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurut UU No. 20 Tahun 1997 Penerimaan Negara Bukan Pajak yang selanjutnya disingkat PNBP adalah semua penerimaan Pemerintah Pusat yang diterima dalam bentuk penerimaan dari sumber daya alam (SDA), pendapatan bagian laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PNBP lainnya, serta pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

2. Fungsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

a. Fungsi Budgeter, hal ini didasarkan karena Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) merupakan sumber penerimaan negara yang diperoleh setelah memberikan pelayanan jasa atau menjual barang milik negara oleh kementerian/lembaga negara kepada masyarakat.

(6)

b. Fungsi regulasi, yakni sebagai sarana untuk mengatur kebijakan pemerintah dalam berbagai aspek dalam rangka menggerakan roda pembangunan.

3. Sumber-Sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak

Sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbagi atas :

a. Penerimaan Umum, yaitu Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang secara umum terdapat pada setiap departemen/lembaga seperti :

1) Penerimaan penjualan seperti penjualan barang yang dihapuskan, penjualan kenderaan bermotor.

2) Penerimaan sewa seperti sewa rumah dinas, sewa gedung dan sewa barang milik negara lainnya.

3) Penerimaan jasa meliputi penerimaan jasa giro.

4) Penerimaan kembali dan penerimaan lain-lain, contohnya penerimaan kembali kelebihan pembayaran gaji/pensiun serta penerimaan denda. b. Penerimaan Fungsional, yaitu Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

yang bersumber dari hasil penyelenggaraan tugas/fungsi teknis suatu departemen/lembaga seperti:

1) Penerimaan rutin luar negeri seperti penerimaan visa/paspor, penerimaan pemeriksaan, dan sebagainya.

2) Penerimaan khusus seperti pembagian laba BUMN, penerimaan kembali pinjaman, dan penerimaan lain-lain Departemen Keuangan.

(7)

3) Penerimaan penjualan seperti penjualan hasil pertanian, hasil farmasi, hasil penerbitan, dan sebagainya.

4) Penerimaan jasa seperti jasa rumah sakit, jasa kantor catatan sipil, jasa Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT), dan sebagainya.

5) Penerimaan pendidikan seperti uang pendidikan, uang ujian masuk, uang ujian praktek, dan Sebagainya.

6) Penerimaan kejaksaan dan pengadilan seperti legalisasi tanda tangan, denda tilang, ongkos perkara, uang leges dan sebagainya.

4. Pengertian Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) adalah dokumen yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian Ranmor yang berbentuk surat atau bentuk lain yang diterbitkan Polri yang berisi identitas pemilik, identitas Ranmor dan masa berlaku termasuk pengesahannya.

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) adalah Buku yang dikeluarkan/diterbitkan oleh Satuan Lalu Lintas Polri sebagai bukti kepemilikan kendaraan bermotor.

(8)

5. Tarif Administrasi Pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

Sebelum PP No. 60 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Pada Kepolisian Republik Indonesia diterbitkan, pemerintah memakai PP No. 50 tahun 2010. Kedua aturan tersebut membahas hal yang sama namun mempunyai perbedaan pada tarif yang berlaku. Untuk PP No. 50 tahun 2010 tarif yang berlaku adalah :

a. Penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)

1) Kendaraan Bermotor roda 2, roda 3, dan Angkutan umum = Rp 50.000,- / Penerbitan

2) Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih = Rp 75.000,- / Penerbitan

3) Pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) = Rp 0,- / Penerbitan (Setahun)

b. Penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) 1) Kendaraan Bermotor roda 2 atau roda 3

a) Baru = Rp 80.000,- / Penerbitan

b) Ganti Kepemilikan = Rp 80.000,- / Penerbitan

2) Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih

a) Baru = Rp 100.000,- / Penerbitan

(9)

Sedangkan untuk PP No. 60 Tahun 2016 tarif yang berlaku adalah : a. Penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)

1) Kendaraan Bermotor roda 2, dan roda 3

a) Baru = Rp 100.000,- / Penerbitan

b) Perpanjangan = Rp 100.000,- / Penerbitan (5 Tahun)

2) Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih

a) Baru = Rp 200.000,- / Penerbitan

b) Perpanjangan = Rp 200.000,- / Penerbitan (5 Tahun)

3) Pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) a) Kendaraan Bermotor roda 2, dan roda 3

= Rp 25.000,- / Pengesahan (per tahun) b) Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih

= Rp 50.000,- / Pengesahan (per tahun)

b. Penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) 1) Kendaraan Bermotor roda 2 atau roda 3

a) Baru = Rp 225.000,- / Penerbitan

b) Ganti Kepemilikan = Rp 225.000,- / Penerbitan

2) Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih

c) Baru = Rp 375.000,- / Penerbitan

(10)

D. Ruang Lingkup

Adapun yang menjadi ruang lingkup tugas akhir, yaitu :

1. Dasar Penetapan Kebijakan Kenaikan Tarif Administrasi Pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

2. Data Penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) pada Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara setahun terakhir.

E. Metode Penulisan 1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini penulis melakukan persiapan yang ditujukan untuk membantu terhadap penulisan tugas akhir ini, mulai dari penentuan topik dan judul, penentuan lokasi penelitian, pengurusan administrasi serta izin yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian.

2. Studi Literatur

Pada tahap ini penulis mencari dan mengumpulkan sumber-sumber bacaan berupa informasi, landasan teori, dan hukum yang berhubungan dengan kajian penelitian yang dilakukan, antara lain Undang-Undang, buku, artikel, dan hal lainnya yang berhubungan dengan penelitian.

3. Observasi Lapangan

Pada tahap ini penulis melakukan observasi secara langsung untuk melihat apakah kejadian dilapangan sesuai dengan peraturan, landasan teori,

(11)

dan hukum yang berlaku. Sehingga informasi yang didapat lebih matang dan jelas.

4. Pengumpulan Data

Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data berupa data Primer dan Data Sekunder. Data Primer adalah data yang diperoleh melalui wawancara dengan narasumber yang berkompeten. Contohnya adalah pegawai Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara. Sedangakan Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari studi kepustakaan maupun dokumentasi yang kita lakukan. Data-data tersebut dikumpulkan dalam rangka menunjang penulisan tugas akhir.

5. Analisis Data dan Evaluasi

Pada tahap ini penulis melakukan analisis dan evaluasi terhadap data yang telah dikumpulkan, sehingga data yang diperoleh saling mendukung dan keakuratannya terjamin.

F. Metode Pengumpulan Data 1. Wawancara

Hal ini dilakukan langsung terhadap narasumber yang penulis anggap telah menguasai bidang Pengurusan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), salah satunya pegawai Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara. Sehingga data yang didapat tidak diragukan lagi keakuratannya.

(12)

2. Pengamatan (Observation)

Hal ini dilakukan atas kegiatan yang terjadi di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara secara langsung, sehingga penulis dapat mengumpulkan data menurut fakta yang sebenarnya.

3. Studi Dokumentasi

Hal ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi Pengurusan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang telah dilakukan pada Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara, maupun dari sumber lainnya, untuk memperkuat bahan dari penulisan tugas akhir tersebut.

G. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis menjelaskan tentang latar belakang penulisan Tugas Akhir, tujuan dan manfaat penulisan Tugas Akhir, uraian teoritis, ruang lingkup, metode penulisan Tugas Akhir, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan Tugas Akhir.

BAB II : GAMBARAN UMUM

Pada bab ini penulis memberikan gambaran umum mengenai lokasi penelitian dan pengumpulan data tugas akhir. Dalam bab

(13)

ini juga dijelaskan mengenai struktur organisasi, tugas dan fungsi dari Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara.

BAB III : GAMBARAN DATA

Pada bab ini penulis menguraikan tentang pengertian secara teoritis dan teori yang berkaitan dengan segala hal yang berkaitan dengan Dasar Penetapan Kebijakan Kenaikan Tarif Administrasi Pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). BAB IV : ANALISIS DAN EVALUASI

Dalam bab ini penulis menganalisis dan mengevaluasi topik masalah yang dibahas pada tugas akhir ini, beserta pemecahan masalah yang timbul dalam Pengurusan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan

Bermotor (BPKB) pada Kantor Sistem Administrasi

Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Medan Utara. BAB V : PENUTUP

Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran penulis terkait dengan uraian pada bab-bab sebelumnya.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswadapat menjelaskan prinsip komputer, dapat membuat algoritma dasar dan menuangkannya dalam program dengan menggunakan suatu bahasa

3.1 Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat STNK adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai

Melakukan pengurusan semua dokumen kepemilikan kendaraan bermotor, seperti BPKB dan STNK, termasuk pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Melakukan pemrosesan Tuntutan Ganti

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan perhitungan yang dilakukan peneliti selama kurang lebih tiga bulan di laboratorium teknik mesin unsrat yang dimana

bahwa penggunaan kendaraan bermotor dinas oleh pegawai negeri pada Kepolisian Negara Republik Indonesia harus dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan

Cerita roman Mes Amis Mes Amours karya Marc Levy berakhir dengan cerita yang memiliki kemungkinan untuk dilanjutkan.Tokoh utama dalam roman Mes Amis Mes Amours

Bab ini menguraikan pembahasan dari permasalahan yang diangkat serta menyelaraskan berdasarkan kenyataan yang ada pada objek yang diteliti (yang terjadi) dan dalam

Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran akan berdampak pada kurang baiknya proses pembelajaran. metode ceramah yang digunakan kurang mendukung siswa