• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Daya Manusia PENDUKUNG BISNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sumber Daya Manusia PENDUKUNG BISNIS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

156

BISNIS

Sumber Daya

Manusia

Melayani jutaan nasabah di

seluruh Indonesia Jumlah karyawan

Dengan

mengembangkan basis karyawan yang terlatih dan berdedikasi, BCA mampu memperkuat hubungan dengan nasabah melalui penyediaan solusi perbankan yang efektif dan tepat waktu sesuai kebutuhan finansial nasabah

ribu

22

(2)

157

Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan

aspek penting dalam mempertahankan keunggulan kompetitif dan mendukung strategi bisnis BCA. Bank senantiasa berupaya dalam meningkatkan kapabilitas dan kemampuan sumber daya manusia, baik melalui pelatihan profesional yang berkelanjutan maupun dengan merekrut staf berkualitas. BCA memiliki program rekrutmen karyawan dan pengembangan kompetensi yang terstruktur serta program pengembangan karir secara berjenjang, guna mempersiapkan staf untuk menempati posisi senior dan strategis di masa depan.

Budaya perusahaan terus ditanamkan melalui serangkaian program internalisasi Visi, Misi dan Tata Nilai BCA. Penerapan budaya perusahaan adalah suatu hal penting bagi Bank untuk memastikan kegiatan usaha berjalan selaras dengan strategi dan arahan Bank secara keseluruhan.

Dengan memiliki karyawan yang terlatih dan berdedikasi, BCA memperkuat hubungan dengan nasabah melalui kemampuan untuk menawarkan solusi-solusi perbankan yang efektif dan tepat waktu sesuai dengan kebutuhan finansial nasabah. Pencapaian BCA dalam mengembangkan sumber daya manusia telah menjadikan BCA sebagai salah satu perusahaan idaman di Indonesia, serta memperoleh pengakuan publik di antaranya dari Majalah SWA yang memberi penghargaan “Sangat Baik” dalam HR Excellence Award 2014.

Pelatihan dan Pengembangan

BCA menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan pengembangan yang dirancang untuk membekali karyawan dengan keahlian yang dibutuhkan agar dapat berprestasi di industri keuangan saat ini, serta membangun budaya kebersamaan sesuai dengan tata nilai BCA. Kegiatan pelatihan dan pengembangan karyawan dipusatkan di BCA Learning Center. Melalui kombinasi program in-house dan eksternal, BCA Learning Center fokus pada

program-program pelatihan operasional perbankan, layanan penyelesaian pembayaran, kredit dan pemasaran, pengendalian internal dan manajemen risiko. Program-program tersebut disusun sejalan dengan arahan strategis Bank. BCA Learning Center juga menekankan pada pengembangan soft skills karyawan sebagai suatu hal yang sama penting dengan peningkatan keterampilan teknis. Untuk itu, BCA Learning Center menyelenggarakan berbagai program kepemimpinan, pengembangan kepribadian, praktik coaching, serta mendorong keanggotaan dalam klub maupun kegiatan sesuai dengan minat karyawan.

Sepanjang tahun 2014, jumlah peserta pelatihan mencapai 55.713 karyawan dalam 1.785 kelas selama 241.909 hari pelatihan. Selain pelatihan yang bersifat tatap muka, Bank terus mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi untuk memaksimalkan kepraktisan dan efisiensi. Sejak tahun 2009, Bank telah menyediakan pelatihan melalui media e-learning yang dapat menjangkau peserta secara masal. Materi pelatihan e-learning terus diperkaya dan diperbaharui secara berkala agar materi-materi tersebut selalu relevan dan berkualitas. Kapasitas jaringan senantiasa ditingkatkan untuk mendukung layanan e-learning agar materi dapat cepat diakses dari kantor cabang, kantor wilayah dan kantor pusat tanpa adanya hambatan waktu. Selain itu, BCA juga menggunakan metode pelatihan interaktif seperti Video Based Training yang terus berkembang dan menarik lebih banyak peserta di luar kota-kota besar. Jumlah peserta e-learning pada 2014 mencapai 18.443 peserta, meningkat signifikan dibandingkan 12.863 peserta pada tahun 2013. BCA terus mengembangkan dan menyempurnakan program-program, materi pelatihan maupun fasilitas pendukung proses pembelajaran. Pada tahun 2014, Bank memulai proyek percontohan dalam memperkenalkan sistem gamification, yaitu proses pembelajaran yang menggunakan game atau permainan edukatif yang interaktif dan menghibur,

(3)

158

baik untuk mengembangkan kemampuan teknis maupun soft skills. Hasil dari proyek percontohan ini menunjukkan bahwa gamification adalah metode pelatihan yang efektif karena peserta dapat lebih cepat memahami konsep-konsep inti dan lebih mudah mengingat materi-materi yang diberikan. Selanjutnya, untuk mendukung pengembangan diri karyawan, pada tahun 2014 BCA menyelenggarakan BCA Innovation Awards sebagai ajang inovasi dan ekspresi diri karyawan. Ajang ini memberi kesempatan bagi karyawan di seluruh tingkatan untuk menyalurkan ide-ide kreatif dalam berinovasi dan dalam mengembangkan layanan serta solusi perbankan maupun penyempurnaan proses internal.

Rekrutmen dan Pengembangan Karir

BCA menyadari bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas bersandar pada proses rekrutmen karyawan yang efektif, dengan memperhatikan kebutuhan khusus organisasi. BCA meningkatkan upayanya dalam merekrut karyawan yang dapat beradaptasi terhadap perubahan keterampilan yang dibutuhkan di tengah kondisi pasar yang terus berkembang, serta untuk proses regenerasi karyawan yang telah pensiun atau mengundurkan diri. Di tahun 2014, BCA merekrut sebanyak 1.167 orang sebagai karyawan tetap dan menerima 3.429 orang untuk bekerja sebagai teller dan customer service melalui program magang bakti BCA yang berbasis kontrak.

Guna mendapatkan kandidat karyawan bertalenta, BCA terus membina hubungan dengan berbagai institusi pendidikan sebagai sumber untuk memperoleh kandidat yang prospektif. BCA juga aktif meningkatkan reputasinya sebagai salah satu perusahaan idaman (employer of choice) di Indonesia. Pada tahun 2014, BCA menyelenggarakan beberapa kegiatan Job Fair dan Campus Hiring, dan mengundang mahasiswa berkunjung ke BCA serta menawarkan program magang jangka panjang bagi calon karyawan yang potensial. BCA juga terus memperbanyak jalur rekrutmen karyawan untuk memperluas jangkauan dan untuk meningkatkan jumlah pelamar dengan memasang iklan di perguruan tinggi dan membuka rekrutmen online via

website karir.bca.co.id. BCA juga aktif mensponsori

acara-acara perguruan tinggi bergengsi, seperti PPM

Regional Business Case Competition (RBCC) ke-5 yang

diselenggarakan oleh PPM School of Management, melibatkan mahasiswa S2 dari 26 sekolah bisnis dan universitas di Asia Tenggara dan Tiongkok. Dalam

event tersebut, BCA merupakan obyek studi kasus.

Bank akan terus mendukung program serupa dalam upaya mempromosikan BCA sebagai perusahaan pilihan utama para pencari kerja.

Pada tahun 2014, BCA merekrut sekitar 366 sarjana untuk bergabung dalam program pengembangan manajemen BCA, atau BCA Development Program (BDP). Para peserta pelatihan harus menyelesaikan program pelatihan komprehensif selama satu tahun penuh sebelum ditempatkan di berbagai unit kerja sebagai account officer, relationship officer, staf operasional kantor cabang, serta berbagai posisi di kantor wilayah dan kantor pusat. Program yang telah berjalan lama ini secara konsisten dilaksanakan sejak tahun 1991 dan sejumlah lulusan BDP kini berhasil menduduki berbagai posisi penting di BCA.

Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia bagi segmen kredit komersial dan UKM, BCA menyelenggarakan Program Account Officer (PAO). Sama halnya dengan BDP, metode pembelajaran PAO ini diawali dengan mengikuti satu tahun pelatihan yang lengkap sebelum kandidat tersebut ditempatkan sebagai account officer pada berbagai cabang di daerah asalnya. Tujuan program ini adalah untuk merekrut dan pada akhirnya menempatkan para karyawan terlatih ke daerah asal mereka, dimana mereka diharapkan dapat berkontribusi dengan pengetahuan mereka tentang kondisi bisnis dan budaya setempat.

Di tahun 2014, BCA memperkenalkan program baru yang dikhususkan untuk mencetak kader-kader staf

frontline customer service, teller dan back office.

Sepanjang tahun, sebanyak 205 orang mengikuti program ini yang terdiri dari 13 grup yang berbeda. Program tersebut juga meliputi pelatihan di bidang

customer relationship management, sejalan

dengan peran baru relationship officer yang tengah dikembangkan guna mengoptimalkan customer

engagement, serta mempertahankan hubungan dan

kepuasan nasabah.

BCA menyadari bahwa proses regenerasi karyawan adalah aspek penting untuk mempertahankan dan

(4)

159

mengembangkan keunggulan kompetitif jangka

panjang Bank. Oleh karena itu, BCA berupaya untuk menawarkan kesempatan luas dalam pelatihan dan pembinaan karir serta untuk mempersiapkan generasi muda agar dapat memikul tanggung jawab yang lebih besar. BCA mengadakan program pengembangan karir berkala guna mempersiapkan karyawan menapak ke jenjang karir yang lebih tinggi dan untuk mengisi kebutuhan karyawan strategis. Karyawan yang berpotensi diidentifikasi melalui sistem penilaian yang dirancang untuk menganalisa keunggulan dan kompetensi serta didiskusikan melalui sebuah panel yang terdiri dari Divisi Human

Capital Management dan unit kerja terkait. Karyawan

potensial tersebut selanjutnya diusulkan sebagai kandidat pada rencana suksesi manajemen di berbagai tingkat dalam organisasi. Melalui program ini, unit kerja terkait bersama Divisi Human Capital

Management akan memantau dan mengevaluasi

kinerja setiap kandidat, sekaligus memberikan pelatihan dan pengarahan yang tepat kepada mereka. Pada tahun 2014, terdapat 1.517 karyawan yang telah menyelesaikan program pengembangan karir tersebut.

BCA juga menyediakan kesempatan bagi para karyawan yang telah ditempatkan dalam talent pool untuk mendapat beasiswa dalam gelar magister (S2) serta mengikuti program pendidikan eksekutif di Singapura, Tiongkok, Eropa, dan Amerika Serikat. BCA memprioritaskan pengembangan sumber daya internal untuk memenuhi kebutuhan staf, namun merekrut pula talenta-talenta eksternal guna menyeimbangkan kebutuhan sumber daya manusia secara keseluruhan.

BCA terus membangun budaya coaching untuk memaksimalkan potensi karyawan. Sejak tahun 2013, aktivitas coaching yang terstruktur dijalankan pada setiap jenjang organisasi dan menjadi bagian dari penilaian kinerja para pimpinan BCA. Melalui program coaching culture ambassador, BCA memilih 12 pimpinan cabang utama sebagai duta coaching untuk mensosialisasikan proses coaching yang efektif. 12 orang pimpinan cabang utama tersebut, yang merupakan perwakilan dari setiap kantor wilayah, telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan

coaching yang efektif agar dapat diterapkan secara

langsung di unit kerjanya serta disebar-luaskan ke unit dan cabang lain di wilayah masing-masing.

BCA menerapkan program penghargaan yang menarik dan memberikan apresiasi kepada karyawan dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya berdasarkan pencapaian target yang telah ditetapkan. Sejak tahun 2012, sebagian dari bonus tahunan karyawan dibayarkan dalam bentuk saham BCA yang diperoleh melalui pembelian di Bursa Efek Indonesia. Bonus saham tersebut wajib disimpan selama 3 tahun sebelum para karyawan memiliki hak untuk menjual saham mereka. Skema bonus saham dirancang guna meningkatkan rasa kepemilikan dan kebersamaan dalam keluarga besar BCA, yang pada akhirnya diharapkan dapat mempertahankan loyalitas karyawan.

Community of Practice & Team Engagement Sebagai sebuah organisasi pembelajar (learning

organization), BCA terus menerapkan program Knowledge Management yang dirancang untuk

menghimpun dan menyebarluaskan pengalaman-pengalaman berharga dari setiap karyawan sehingga bermanfaat bagi kalangan yang lebih luas di BCA. Pada tahun 2009, BCA memperkenalkan program

Community of Practice (COP) sebagai sarana bagi

karyawan untuk berbagi pengetahuan dan keahlian diantara unit kerja. Selain itu, COP juga bermanfaat untuk memfasilitasi interaksi antar karyawan di dalam suatu unit kerja, sehingga dapat memperkuat kebersamaan dan memperkokoh budaya BCA. BCA juga menyelenggarakan Community of Practice bagi jajaran pimpinan BCA. Di level pimpinan, program ini bermanfaat dalam mensosialisasikan situasi terkini dari berbagai unit kerja. COP juga mengundang para pembicara atau pakar eksternal dengan berbagai latar belakang dan pengalaman. Melalui program COP diharapkan para pimpinan BCA memperoleh pengetahuan baru sekaligus meningkatkan interaksi sosial, yang pada akhirnya meningkatkan team engagement.

Bekerja sama dengan Gallup Polling Group (Gallup), BCA melakukan survei employee engagement di semua level karyawan. Survei pertama dilaksanakan pada tahun 2011 dan dilakukan secara berkala setiap tahunnya. Hasil survei dalam empat tahun terakhir terus menunjukkan perbaikan dan hasil yang positif. BCA meyakini bahwa budaya team engagement yang kuat merupakan hal penting untuk memastikan pemberian layanan terbaik bagi nasabah, serta

(5)

160

mendukung interaksi yang efektif antar anggota tim. BCA melakukan sosialisasi team engagement melalui

e-learning dan menyediakan sarana untuk sharing

sebagai bagian dari knowledge management.

Sejak tahun 2013, hasil survei Gallup, kegiatan

coaching dan budaya pembelajaran BCA dijadikan

sebagai indikator penilaian kinerja pejabat menengah sampai dengan senior. Program-program ini memiliki tujuan utama untuk memaksimalkan kepuasan karyawan dan pada akhirnya meningkatkan retensi karyawan.

BCA berusaha untuk memperluas wawasan dan menyebarkan budaya knowledge sharing kepada para nasabah dan masyarakat melalui program Indonesia Knowledge Forum (IKF) yang pertama kali diselenggarakan di tahun 2012. Di tahun 2014, IKF memiliki tema “Moving Our Nation to the Next Level” yang menanamkan paradigma kepemimpinan yang inovatif yaitu ‘technopreneurship’. Sejumlah tokoh terpandang dari berbagai industri dengan berbagai latar belakang diundang sebagai pembicara. Tokoh tersebut antara lain adalah Ibu Marie Elka Pangestu, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Bapak Ridwan Kamil, Walikota Bandung. Melalui kegiatan berbagi pengalaman yang dilengkapi dengan penelitian akademis, kegiatan ini menawarkan nilai tambah kepada semua peserta, serta kesempatan untuk berinteraksi bagi karyawan BCA, para nasabah dan masyarakat luas.

Work-Life Balance

BCA meyakini bahwa karyawan akan menjadi semakin produktif apabila tercipta keseimbangan yang baik antara aktivitas kerja dan kehidupan pribadi karyawan. Untuk itu, BCA menawarkan berbagai macam kegiatan maupun pelatihan yang tidak hanya memenuhi tuntutan profesional karyawan, namun juga kebutuhan mereka sebagai pribadi. BCA menyediakan lingkungan kerja yang nyaman dan membangun kebersamaan dengan mendorong keterlibatan antara sesama karyawan secara maksimal.

BCA menyediakan beragam program pelatihan untuk membekali karyawan dengan keterampilan dan dukungan dalam menapaki beberapa tahapan kehidupan, seperti Ring The Bell, yaitu pelatihan yang membantu karyawan merancang pensiun di masa

depan; Beautiful Life & Counseling yaitu pelatihan bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun;

Rebuilding Passion & Productivity yaitu pelatihan

untuk meningkatkan semangat dan produktivitas kerja; serta New Me yaitu pelatihan untuk memahami dan mengembangkan jati diri karyawan.

BCA memiliki berbagai macam komunitas yang mendukung karyawan dalam mengembangkan kreativitas dan penyaluran hobi. Beberapa komunitas tersebut antara lain adalah AsiaLens yang mewadahi penggemar fotografi, AsiaBike bagi mereka yang memiliki hobi olahraga bersepeda dan AsiaFish untuk karyawan dengan hobi memancing. Selain itu, BCA juga menyelenggarakan berbagai aktivitas yang mendukung kesehatan jasmani karyawan seperti yoga, futsal, basket, dan sebagainya. Dalam bidang seni, AsiaWangi adalah wadah yang menghimpun karyawan BCA pencinta dan pelestari seni wayang Indonesia.

Melangkah ke Depan

Menghadapi tahun 2015 dan ke depan, BCA akan terus mengembangkan sumber daya manusia dan meningkatkan employee engagement dengan menjajaki program dan inisiatif baru guna mewujudkan lingkungan kerja yang positif dan kondusif.

Melalui program-program pelatihan komprehensif dan perhatian terhadap keseimbangan kehidupan kerja, BCA bertekad untuk mengembangkan diri sebagai perusahaan idaman terbaik. Dengan status tersebut akan mudah bagi BCA untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dalam merekrut lulusan terbaiknya guna memenuhi kebutuhan yang terus berubah di bidang sumber daya manusia. Untuk mendukung kebutuhan pelatihan yang terus berkembang, BCA saat ini sedang membangun sebuah pusat pelatihan baru yang diharapkan dapat selesai pada pertengahan tahun 2015. Pusat pelatihan ini dirancang untuk memiliki fasilitas yang lengkap termasuk kelas-kelas pelatihan, akomodasi dan ruang konferensi. Didesain secara modern dan dilengkapi dengan fasilitas pelatihan yang menggunakan teknologi terkini, pusat pelatihan tersebut akan sangat bermanfaat bagi BCA dalam mendidik sumber daya manusia yang andal.

(6)

161

Jumlah Karyawan berdasarkan Level Organisasi

2014 2013

Non Staf 1.701 1.803

Staf 16.718 15.648

Manajer 3.672 3.487

Eksekutif (termasuk Dewan Komisaris & Direksi) 70 75

Total 22.161 21.013

Jumlah Karyawan berdasarkan Masa Kerja

2014 2013 ) 1 Tahun 2.033 1.525 > 1 – 5 Tahun 2.906 1.890 > 5 – 10 Tahun 986 909 > 10 – 15 Tahun 1.623 1.913 > 15 – 20 Tahun 6.188 6.445 > 20 Tahun 8.425 8.331 Total 22.161 21.013

Jumlah Karyawan berdasarkan Usia

2014 2013 ) 25 Tahun 2.002 1.414 > 25 – 30 Tahun 2.990 2.150 > 30 – 35 Tahun 1.059 1.183 > 35 – 40 Tahun 3.128 3.762 > 40 – 45 Tahun 5.497 5.807 > 45 – 50 Tahun 5.008 4.674 > 50 Tahun 2.477 2.023 Total 22.161 21.013

Jumlah Karyawan berdasarkan Tingkat Pendidikan

2014 2013

Sampai dengan tingkat SMU 5.564 5.764 Diploma dan Sarjana 15.934 14.639 Pasca Sarjana 663 610 Total 22.161 21.013 Pelatihan Karyawan 2014 2013 Jumlah Kelas Jumlah Hari Jumlah Peserta Jumlah Kelas Jumlah Hari Jumlah Peserta

Manajerial Kepemimpinan & Pengembangan Diri 730 123.163 25.035 763 75.961 28.140 Manajemen Kredit 84 12.805 2.825 171 9.427 3.496 Program Sertifikasi Manajemen Risiko 31 1.339 681 164 5.388 4.518 Penjualan 43 5.294 1.039 29 1.570 687 Pelayanan 9 1.710 468 44 2.416 2.129 Operasi & TI 778 90.342 21.276 962 93.301 22.711 Lainnya 110 7.256 4.389 40 2.632 2.339

Total 1.785 241.909 55.713 2.173 190.695 64.020

Jumlah Karyawan berdasarkan Status Kepegawaian

2014 2013

Karyawan Tetap (Permanen) 21.077 20.235 Karyawan Tidak Tetap* 1.084 778

Total 22.161 21.013

* termasuk karyawan kontrak, percobaan dan trainee

Biaya Pelatihan Karyawan (dalam juta Rupiah)

Referensi

Dokumen terkait

Pembelajaran pragmatik pada aspek kemampuan berpendapat mahasiswa melalui PBL sebagai pendukung pencapaian KKNI dilaksanakan dengan mengajak mahasiswa untuk

Selain itu, untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan PDRB agar diperoleh prioritas kebijkan yang tepat untuk meningkatkan laju pertumbuhan itu sendiri

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT atas berkah, rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “

Dalam penelitian ini diperoleh hasil dari ketiga dimensi webqual yaitu variabel usability, information dan service bahwa web kota prabumulih memiliki penilaian

Berdasarkan hasil penelitian tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, gravida, paritas, ekonomi, konsumsi tablet besi dengan kejadian anemia pada

Tindakan dari Pemerintah Kabupaten Tuban dalam menyikapi ketegangan antara masyarakat desa Kebonagung dengan warga lokalisasi Cangkring yang berujung pada

Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga pada bulan Juli 2015 dibandingkan Juni 2015 juga menunjukkan terjadinya Inflasi perdesaan pada bulan Juli 2015, indeks ini mengalami

Oricntasi serba materiil ekonomi ini mendorong mereka bersikap tcrtutup (ekslusiQ menghadapi lantangan yang datang. Bersamaan dengan mcnurun- nya kondisi sosial, ekonomi dan budaya,