• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Sang Surya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Sang Surya"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

http://sandiblue.blogs

http://sandiblue.blogspot.co.id/2015/05pot.co.id/2015/05/mars-muham/mars-muhammadiyah-dan-mmadiyah-dan-makna.htmlakna.html

Mars Muhammadiyah

Mars Muhammadiyah

(

(

K

K

.H

.H

. D

. D

j

ja

a

r

r

na

na

w

w

i

i H

H

a

a

d

d

i

ikusum

kusum

o

o

)

)

Sang

Sang Surya Surya Telah Telah BersinarBersinar

Syahadat Dua Melingkar

Syahadat Dua Melingkar

Warna Yang Hijau Berseri

Warna Yang Hijau Berseri

Membuatku Rela Hati

Membuatku Rela Hati

Ya Allah Tuhan Rabbiku

Ya Allah Tuhan Rabbiku

Muhammad Junjunganku Muhammad Junjunganku Al Islam Agamaku Al Islam Agamaku Muhammadiyah Gerakanku Muhammadiyah Gerakanku

Di Timur fajar Cerah Gemerlapan

Di Timur fajar Cerah Gemerlapan

Mengusir Kabut Hitam

Mengusir Kabut Hitam

Menggugah Kaum Muslimin

Menggugah Kaum Muslimin

Tinggalkan Peraduan

Tinggalkan Peraduan

Lihatlah Matahari Telah Tinggi

Lihatlah Matahari Telah Tinggi

Di Ufuk Timur Sana

Di Ufuk Timur Sana

Seruan Illahi Rabbi

Seruan Illahi Rabbi

Samina Wa Atthona

Samina Wa Atthona

Ya Allah Tuhan Rabbiku

Ya Allah Tuhan Rabbiku

Muhammad Junjunganku Muhammad Junjunganku Al Islam Agamaku Al Islam Agamaku Muhammadiyah Gerakanku Muhammadiyah Gerakanku Bait 1 Bait 1 Bait 2 Bait 2 Bait 3 Bait 3 Bait 4 Bait 4

(2)

MAKNA LAGU MARS MUHAMMADIYAH

a. Bait Pertama

Menjelaskan tentang lambang muhammadiyah yang terdiri dari kalimat syahadat, lambang matahari dan warna hijau yang merupakan ciri khas Islam.

 b. Bait Ke-Dua

Menjelaskan arti tentang syahadat bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb yang wajib disembah, kemudian Muhammad merupakan nabi yang wajib diikuti, islam merupakan jalan hidup kita, dan melalui organisasi Muhammadiyah kita berdakwah dan mengabdi kepada umat.

c. Bait Ke-Tiga

Memberikan semangat kepada kaum muslimin bahwa ketika Fajar telah menyingsing dan mengganggu kabut hitam yang di ibaratkan sebagai awan malam untuk beranjak pergi meninggalkan segala perbuatan yang membuat sibuk dengan urusan dunia sehingga lupa akan urusan akherat. Dan kaum muslim di serukan untuk bersama  –   sama bangkit dari kemalasan untuk menuju hari yang cerah.

d. Bait Ke-Empat

Dalam bait ke-empat ini masih berhubungan dengan bait ketiga bahwa untuk selalu Sami’na Wa At-Tho’na artinya selalu mendengar dan taat kepada perintah ALLAH SWT atau dengan kata lain menjalankan Islam dengan rela hati tanpa ada paksaan sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

SEJARAH

http://rohismuhgubug.blogspot.co.id/2014/09/makna-lirik-mars-muhammadiyah.html

Mars Muhammadiyah atau yang biasa dikenal dengan Sang Surya merupakan lagu resmi Muhammadiyah yang digubah oleh K.H. Djarnawi Hadikusumo. Lagu Sang Surya ini merupakan gubahan dari lagi A'tiny An Nay yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi yang  bernama Fairouz.

https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.co.id/2015/11/biografi-ki-bagus-hadikusuma- pahlawan-nasional.html

(3)

Ki Bagus Hadikusuma adalah tokoh Pengurus Besar Muhammadiyah, yang telah memimpin selama 11 tahun sejak 1942 sampai 1953. Beliau merupakan satu dari 5 tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional pada Novenber 2015.

Biografi

Bagus Hadikusuma dilahirkan di kampung Kauman Yogyakarta dengan nama R. Hidayat  pada 11 Rabi’ul Akhir 1038 Hijriyah (24 November 1890). Ia putra ketiga dari lima

 bersaudara Raden Haji Lurah Hasyim, seorang abdi dalem putihan agama Islam di Kraton Yogyakarta.

Seperti umumnya keluarga santri, Ki Bagus mulai memperoleh pendidikan agama dari orang tuanya dan beberapa Kiai di Kauman. Setelah tamat dari ‘Sekolah Ongko Loro’ (tiga tahun tingkat sekolah dasar), Ki Bagus belajar di Pesantren Wonokromo, Yogyakarta. Di Pesantren ini ia banyak mengkaji kitab-kitab fiqh dan tasawuf.

Kemahirannya dalam sastra Jawa, Melayu, dan Belanda didapat dari seorang yang bernama  Ngabehi Sasrasoeganda, dan Ki Bagus juga belajar bahasa Inggris dari seorang tokoh

Ahmadiyah yang bernama Mirza Wali Ahmad Baig.

Dalam usia 20 tahun Ki Bagus menikah dengan Siti Fatmah (putri Raden Haji Suhud) dan memperoleh enam anak. Salah seorang di antaranya ialah Djarnawi Hadikusumo, yang kemudian menjadi tokoh Muhammadiyah dan pernah menjadi orang nomor s atu di Parmusi. Setelah Fatmah meninggal, ia menikah lagi dengan seorang wanita pengusaha dari

(4)

Yogyakarta bernama Mursilah. Pernikahan ini dikaruniai tiga orang anak. Ki Bagus

kemudian menikah lagi dengan Siti Fatimah (juga seorang pengusaha) setelah istri keduanya meninggal. Dari istri ketiga ini ia memperoleh lima anak.

Pengalaman Berorganisasi

Tahun 1922 Ki Bagus menjadi Ketua Majelis Tabligh, tahun 1926 menjadi Ketua Majelis Tarjih dan anggota Komisi MPM Hoofdbestuur Muhammadijah. Tahun 1942 hingga 1953 terpilih menjadi Ketua PP Muhammadiyah.

Hadirnya Ki Bagus Hadikusumo sebagai Ketua PB Muhammadiyah berawal saat terjadi  pergolakan politik internasional, yaitu pecahnya Perang Dunia II. Ki Bagus diminta oleh KH.

Mas Mansoer untuk menggantikannya sebagai Ketua PB Muhammadiyah pada Kongres ke -26 tahun 1937 di Yogyakarta karena Mas Mansur dipaksa menjadi anggota pengurus Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) di Jakarta pada 1942.

Saat menjadi Ketua Muhammadiyah di masa pendudukan Jepang, Ki Bagus sering mengadakan dialog dengan Jepang agar siswa-siswa Muhammadiyah tidak menyembah matahari setiap hari atau melakukan Sekerei.

Ia sempat pula aktif mendirikan perkumpulan sandiwara dengan nama Setambul. Selain itu,  bersama kawan-kawannya ia mendirikan klub bernama Kauman Voetbal Club (KVC), yang

kelak dikenal dengan nama Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW).

Peran dalam perumusan Muqadimah UUD 1945

Di samping memimpin Muhammadiyah, Ki Bagus juga menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan

Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Beliau ikut merumuskan dasar negara bersama Ki Hajar Dewantara dan Muhammad Hatta, Ir Soekarno, Muhammad Yamin, AA Maramis, R Otto Iskandar Dinata, Mas Soetardjo

Kartohadikoesoemo dan KH Wahid Hasyim.

Ki Bagus Hadikusumo sangat besar jasa serta peranannya dalam perumusan Muqadimah UUD 1945. Dia memberikan masukan agar Muqaddimah UUD 1945 berlandaskan

(5)

ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan. Pokok-pokok pikirannya dengan memberikan landasan-landasan itu dalam Muqaddimah UUD 1945 itu disetujui oleh semua anggota PPKI.

Karya

Ki Bagus sangat produktif dalam menuliskan buah pikirannya. Buku-buku karyanya antara lain Islam sebagai Dasar Negara dan Achlaq Pemimpin. Terdapat pula karya-karyanya yang lain, yaitu Risalah Katresnan Djati (1935), Poestaka Hadi (1936), Poestaka Isl am (1940), Poestaka Ichsan (1941), dan Poestaka Iman (1954).

Dari buku-buku karyanya tersebut tercermin komitmennya terhadap etika bahkan syariat Islam. Dari komitmen tersebut, Ki Bagus termasuk seorang tokoh yang memiliki

kecenderungan kuat untuk pelembagaan Islam.

Pengangkatan sebagai Pahlawan Nasional

Ki Bagus Hadikusumo meninggal di Jakarta, 4 November 1954 pada umur 64 tahun. Pada hari Selasa, 10 November 2015 bertepatan dengan Hari Pahlawan, ia diberi gelar Pahlawan  Nasional Republik Indonesia oleh Presiden Joko Widodo Dengan Keppres No 116/TK/Tahun

2015 tanggal 4 November 2015 bersama Keempat tokoh lainnya, yakni Almarhum Bernard Wilhem Lapian (tokoh Provinsi Sulawesi Utara), Almarhum Mas Isman (tokoh Provinsi Jawa Timur), Almarhum Komjen (Pol) Dr H Moehammad Jasin (tokoh Jawa Timur), dan

Almarhum I Gusti Ngurah Made Agung (tokoh Provinsi Bali).

https://kwarta.wordpress.com/2008/12/14/atini-al-nay-dan-sang-surya/

A’tini al-Nay dan Sang Surya

(6)

A’tini al-Nay (Give me the flute) adalah syair karya Sang Pujangga Arab-Libanon termasyhur ‘Kahlil Gibran’ yang kemudian dinyanyikan oleh Sang Diva Arab -Libanon legendaris ‘Fairuz’ dan musiknya diaransemen begitu agung oleh Sang Maestro ‘Najib Hankash’. Fairuz yang terlahir dengan nama Nouhad Haddad adalah seorang Kristen Maronit yang fasih melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sesuai tajwidnya ini selalu memikat siapapun yang memahami seni musik dan sastra arab klasik.

Lagu ‘Sang Surya’ yang liriknya ditulis oleh Bapak H. Djarnawi Hadikusumo ini hingga kini tetap menjadi Mars Muhammadiyah:

Mars Muhammadiyah Sang surya telah bersinar

Syahadat dua melingkar Warna yang hijau berseri

 Membuatku rela hati Ya Allah Tuhan Robbiku  Muhammad junjunganku

 Al Islam agamaku  Muhammadiyah gerakanku

 Reff 

 Di Timur fajar cerah gemerlapan  Mengusir kabut hitam

 Menggugah kaum muslimin Tinggalkan peraduan  Lihatlah matahari telah tinggi

(7)

Seruan Illahi Robbi

Sami’na waatho’na

::

A’tini al-Nay

Singer: Fairuz Lyrics: Kahlil Gibran Music: Najib Hankash

terjemahannya: Give Me the Flute

Lyrics: Kahlil Gibran Music: Najib Hankash Give me the flute, and sing

immortality lies in a song and even after we’ve perished

the flute continues to lament have you taken refuge in the woods

away from places like me  followed streams on their courses

(8)

 Did you ever bathe in a perfume and dry yourself with a light

drink the dawn as wine rarefied in goblets of ether  give me the flute then and sing

the best of prayer is song and even when life perishes the flute continues to lament

have you spent an evening as I have done

among vines

where the golden candelabra clusters hang down

did you sleep on the grass at night and let space be your blanket abstaining from all that will come

 forgetful of all that has passed  Give the flute then and sing in singing is Justice for the heart

and even after every guilt has perished

the flute continues to lament  give the flute and sing  forget illness and its cure  people are nothing but lines which are scribbled on water.

::

A’tini al-Nay dan Sang Surya keduanya adalah gairah untuk selalu..

mencintai dan mencerdaskan sesama seperti yang diteladankan oleh kekasihku..

Referensi

Dokumen terkait

Tugas Akhir Ini Disusun Untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana S-1 Pada Jurusan Teknik Mesin.. Universitas

Pimpinan beserta staff Koperasi Jasa Keuangan S yari’ah Baitui Tamwil Muhammadiyah Surya Utama Tuban yang telah memberikan ijin penelitian untuk menyusun

Dengan penerapan konsep dasar iptek bahan (keterkaitan struktur, sifat perilaku dan pemrosesan) pada fabrikasi sel surya struktur p-i-n PECVD a-Si-H diharapkan mampu mencapai

H 0 : tidak ada pengaruh disiplin terhadap kepuasan anggota Kopsyah BTM Surya Dana.. Dengan demikian, maka H a diterima yang artinya disiplin karyawan berpengaruh

Dalam membuat produksi film Sang Kiai yang bisa diterima oleh masyarakat umum tentu tidaklah mudah, akan tetapi film ini mampu menyampaikan pesan perjuangan dan

Film Sang Kiai ini bisa dianggap sebagai sebuah lompatan besar dalam karir Rako Prijanto, yang banyak. dikenal dengan film-film bertemakan komedi a a D Bijis 7 da

Perbandingan intensitas radiasi surya global hasil analisis menggunakan model matematis dengan hasil pengukuran yang dilakukan pada suatu lokasi, dikenal sebagai bilangan

"Cong nghiep van hda sang t a o " cua Dai L o a n : Khai niem, tinh chat va p h a n loai I.I.Khdi niem Ngay nay, "nganh cdng nghiep van boa sang tao" Tieng Anh: Cultural and