PP Presisi membidik Rp 2,33 triliun dari IPO.
BTN proyeksi NIM 4,75% pada akhir 2017.
Ekonom perkirakan inflasi Oktober dekati 0,13%.
Pangkas utang, FASW galang dana dari rights issue.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
A
ksi beli kembali mendominasi
perdagangan saham kemarin.
IHSG berhasil tutup menguat
20,477 poin (0,34%) di 5950,026.
Penguatan IHSG pada perdagan‐
gan kemarin ditopang aksi beli
atas saham Bank Central Asia Tbk
(BBCA) yang menguat 3% di
Rp21000. Pemodal juga memburu
saham batubara seperti Bumi
Resocurces Tbk (BUMI) yang men‐
guat 11,3% di Rp236. Penguatan
sejumlah saham tersebut dipicu
antisipasi pasar atas rilis laba 3Q17
yang
diperkirakan
melampaui
ekspektasi. Redahnya arus dana
asing yang keluar dari pasar saham
ikut menopang penguatan IHSG.
Nilai pembelian bersih asing men‐
capai Rp372 miliar pada perdagangan kemarin.
Sementara Wall Street tadi malam mengalami technical correction.
Indeks DJIA setelah enam hari perdagangan berturut‐turut menguat, tadi
malam terkoreksi 54,67 poin (0,23%) di 23273,96. Indeks S&P dan Nasdaq
masing‐masing koreksi 0,40% dan 0,64% di 2564,98 dan 6586,83. Koreksi
terutama diipicu saham teknologi dan industri. Pasar saat ini tengah wait
and see memasuki pekan yang sibuk dengan rilis laba 3Q17 sejumlah
emiten. Selain sentimen rilis laba 3Q17, pemodal juga tengah memonitor
perkembangan kemajuan pembahasan regulasi pajak baru usulan Trump.
Terkait harga komoditas, tadi malam harga minyak mentah di AS menguat
mendekati level USD52/barel ditutup di USD51,86/barel naik tipis 0,04% dari
akhir pekan lalu. Harga logam nikel dan timah di LME menguat masing‐
masing 1,4% dan 0,4% di USD11905/MT dan USD19655/MT. Kemarin harga
CPO di Malaysia menguat ke RM2787/MT.
Melanjutkan perdagangan hari ini, pasar terutama akan digerakkan
dengan sejumlah isu rilis laba 3Q17 dan pergerakan sejumlah harga komodi‐
tas yang cenderung bullish. Secara technical pergerakan IHSG cenderung
bervariasi di kisaran support 5930 hingga resisten di 5970 rawan koreksi.
S1 5930 S2 5900 R1 5970 R2 6000
Index Last Chg % DJIA 23273.96 (54.67) (0.23) S&P 500 2564.98 (10.23) (0.40) FTSE 100 7524.45 1.22 0.02 CAC 40 5386.81 14.43 0.27 DAX 13003.14 11.86 0.09 NIKKEI 225 21689.18 45.02 0.21 HANGSENG 28305.88 (181.36) (0.64) STI 3343.62 (6.63) (0.20) SHENZHEN 2012.05 12.37 0.62 SHANGHAI 3380.70 2.05 0.06 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 51.95 (0.06) (0.12) CPO (RM/M.T) 2787.00 46.00 1.68 Gold (USD/T.oz) 1284.60 8.50 0.67 Nikel (USD/M.T 12090.00 0.00 0.00 Timah (USD/M.T) 19750.00 0.00 0.00 Coal (USD/M.T) 95.95 (0.80) (0.83) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13527.00 (3.00) (0.02) USD/EUR 1.176 (0.00) (0.03) JPY/USD 113.37 (0.51) (0.45) IDR/SGD 9943.44 8.98 0.09 IDR/AUD 10573.90 1.20 0.01 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 31.24 4226 (0.37) (1.17)Top Gainers IDR % Chg
MNCN 1,475 1.00 15 BUMI 200 1.00 2
BBNI 7,625 1.00 75 BBCA 20,700 1.00 200 PPRO 208 1.00 2
Top Losers IDR % Chg
GGRM 64,125 (0.50) (350) LPPF 9,600 (0.50) (50) PGAS 1,610 0.00 0 PTBA 10,750 0.00 0 SMGR 10,850 0.00 0
Top Value IDR % (miliar)
BBCA 20,700 1.00 6 B BBRI 15,400 0.00 5 B BMRI 7,100 1.10 5 B ASII 8,150 (1.20) 2 B BUMI 200 1.00 2 B
Top Volume IDR % (juta)
TLKM 4,400 0.00 3.773 PPRO 208 1.00 2.338 BMRI 7,100 1.10 0.634 BMTR 610 0.00 0.584 SRIL 404 0.50 0.409 IHSG 5,950.03 Change 20.48 Change (%) 0.35 Change (%/ytd) 12.33
Total Value (IDR triliun) 6.447 Total Volume (miliar saham) 9.293 Net Foreign Buy (IDR miliar) 375.000
News Update
2
Ekonom perkirakan inflasi Oktober dekati 0,13%. Ekonom Standard Chartered Bank Aldian Taloputra memperkirakan, inflasi bulan ini tidak jauh berbeda dengan inflasi September 2017. Sehingga, inflasi akhir tahun diperkirakan akan berada di bawah 4% year on year (YoY). Aldian bilang, dari sisi harga pangan yang bergejolak (volatile food) akan mencatat deflasi. Walaupun masih ada komoditas yang harganya mulai mengalami kenaikan. Misalnya, "harga beras mulai naik. Tetapi saya rasa kisaran (inflasi) Oktober tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya," kata Aldian saat dihubungi Kontan.co.id. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan September 2017 sebesar 0,13%. Sehingga, inflasi tahunan bulan lalu mencapai 3,72% YoY. Aldian melihat, inflasi bahan makanan hingga akhir tahun masih akan terjaga. Apalagi pemerintah juga telah mengumumkan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif listrik hingga akhir tahun. Dengan demikian, "Proyeksi inflasi kami hingga akhir tahun ini di 3,8%," tambahnya. Angka itu lebih tinggi dari inflasi di akhir 2016 yang sebesar 3,02%. (Kontan)
PP Presisi membidik Rp 2,33 triliun dari IPO. Setelah PT PP Properti Tbk (PPRO), kini ada satu lagi anak usaha PT PP Tbk (PTPP) yang akan melenggang ke Bursa Efek Indonesia. PT PP Presisi sudah siap menggelar penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Perusahaan jasa konstruksi ini akan melepas 35% sahamnya ke publik atau setara dengan 4,23 miliar saham. "Harga penawaran IPO PP Presisi sebesar Rp 430–Rp 550 per saham," kata Direktur Danareksa Boumediene H. Sihombing, Senin (23/10). Alhasil, PP Presisi membidik dana segar berkisar antara Rp 1,82 triliun hingga Rp 2,33 triliun dari hasil penjualan saham perdana. Danareksa bersama tiga perusahaan sekuritas lain, yakni Bahana Sekuritas, CIMB Sekuritas dan Mandiri Sekuritas telah ditujuk sebagai penjamin pelaksana emisi IPO PP Presisi. Rencananya, sekitar 70% dana IPO digunakan untuk kebutuhan belanja modal alias capital expenditure (capex), khususnya untuk menambah peralatan alat berat dan juga pembelian lahan untuk workshop. PP Presisi berniat menambah dump truck sekitar 1.000 unit hingga tahun depan. "Capex kami proyeksikan tahun depan masih di atas Rp 1 triliun" kata Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso. Selain itu, perusahaan ini menargetkan penambahan lahan workshop hingga 10 hektare. Perusahaan ini mengincar lahan di area dekat jalan tol untuk workshop, yakni di Cikampek atau Serang. Sementara, sisa dana IPO bakal dipakai untuk kebutuhan modal kerja perusahaan. Di antaranya modal kerja yang dibutuhkan untuk mendapatkan dan menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur yang akan diperoleh PP Presisi. PP Presisi juga menawarkan saham perdana ke investor asing. "Kami tawarkan ke Malaysia, Singapura dan Hongkong," kata Benny. (Kontan)
BTN proyeksi NIM 4,75% pada akhir 2017. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memproyeksi margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) sampai akhir tahun sebesar 4,75%. Proyeksi ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi akhir 2016 sebesar 4,98%. Mahelan Prabantarikso, Direktur BTN bilang pada tahun depan bank akan berusaha menjaga NIM tidak jauh dari 4,75%. "Karena efek penurnuan biaya dana yang lebih cepat dari bunga kredit maka NIM tidak bisa cepat naik," kata Mahelan ketika ditemui, Senin (24/10). Sebagai gambaran, NIM BTN sampai September 2017 sebesar 4,49%. Menurut Mahelan, NIM BTN nantinya akan sangat dipengaruhi oleh naik turunnya biaya dana dan suku bunga deposito dan kredit. Penurunan suku bunga kredit menurut Mahelan penurunannya tidak secepat bunga dana. Hal ini karena ada beberapa bunga kredit yang turunnya menunggu jatuh tempo. Hal ini menurut Mahelan sangat mempengaruhi NIM bank berkode BBTN ini. (Kontan)
Pangkas utang, FASW galang dana dari rights issue. PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) akan menerbitkan saham baru lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Perusahaan ini berencana meminta restu pemegang saham di akhir November mendatang. FASW berencana menerbitkan maksimum 500 juta saham baru, dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Itu artinya, lewat penerbitan saham baru, perusahaan ini mengincar tambahan modal Rp 250 miliar. Jumlah saham yang akan diterbitkan ini sekitar 20,18% dari modal ditempatkan dan disetor per akhir September tahun ini. Namun, jumlah ini bisa saja berubah tergantung pada keperluan dana yang dibutuhkan perusahaan dan harga pelaksanaan HMETD. Asal tahu saja, pada perdagangan kemarin, harga saham FASW melonjak 2,6% ke level Rp 4.730 per saham, dengan harga rata-rata dalam tiga bulan terakhir Rp 4.845 per saham. FASW berniat menggunakan dana rights issue untuk beberapa hal. "Di antaranya untuk mengurangi liabilitas perusahaan, pengembangan usaha, dan menambah modal kerja," papar manajemen FASW dalam pernyataan resminya, Senin (23/10). Lewat rights issue ini, produsen kertas dengan merek Fajar Paper ini berharap bisa mengurangi liabilitasnya dan memperbaiki debt to equity ratio (DER). Selain itu, saham baru ini akan meningkatkan jumlah saham beredar, sehingga dapat membuat saham FASW jadi semakin likuid. Hingga kuartal III-2017, penjualan FASW meningkat 7,99% year on year (yoy) menjadi Rp 4,91 triliun. Kontribusi terbesar datang dari penjualan produk di dalam negeri yang berkontribusi 93,84% dari total penjualan perusahaan. Sayangnya, kenaikan penjualan tak mampu meningkatkan laba perusahaan di periode ini. FASW hanya mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 286,35 miliar selama sembilan bulan terakhir. Jumlah ini merosot 58,29% dari laba bersih periode sebelumnya sebesar Rp 686,64 miliar. Ini karena adanya kenaikan beban pokok penjualan dan beban keuangan. FASW juga mengalami kerugian kurs sebesar Rp 33,7 miliar yang semakin menekan labanya. (Kontan)Stock Picks
3WIKA 1960‐2030.
Harga saham Wijaya Karya Tbk (WIKA) kemarin melanjutkan tren bullish reversal yang
terbentuk sejak pertengahan Oktober ini. Kemarin harga sahamnya berhasil break resisten di Rp1960 tutup
di Rp1990. Sebelumnya sepanjang tahun ini hingga awal Oktober ini sahamnya bergerak bearish. Terendah
sempat menyentuh Rp1725 (12/10). Akhir tahun lalu harga sahamnya tutup di Rp2360. Dalam waktu dekat
pasar akan merespon rilis pencapaian laba 3Q17. Memasuki kuartal empat tahun ini sentimen atas saham
BUMN Karya cenderung positif. Dari sisi kinerja, Pendapatan bersih perseroan sepanjang 1H17 tumbuh
57,19% mencapai Rp9,48 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp6,03 triliun. Pencapaian
pendapatan bersih tersebut mencerminkan 37% dari target tahun ini sebesar Rp25,75 triliun atau naik
64,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih 1H17 tumbuh 65% (yoy)
mencapai Rp435,92 miliar dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp256,51 miliar. Pencapaian laba
bersih hingga 1H17 baru mencerminkan 30,5% dari target laba bersih tahun ini sebesar Rp1,43 triliun atau
tumbuh 41,21% dari laba 2016 sebesar Rp1,01 triliun. Perseroan berhasil membukukan kontrak sebesar
Rp94,07 triliun hingga awal September 2017 atau setara 91,1% dari target tahun ini sebesar Rp103,25
triliun. Pencapaian ini melonjak 31,1% dibandingkan periode yang sama 2016. Kontrak baru mencapai
Rp30,76 triliun dari total kontrak atau mencerminkan 71,12% dari target tahun ini Rp43,25 triliun.
Kontribusi terbesar pencapaian kontrak baru dari sektor infrastruktur, gedung, dan properti dengan
pencapaian kontrak Rp20,66 triliun, disusul sektor energi dan pabrik industri Rp6,45 triliun. Perseroan pada
semester II 2017 berencana menerbitkan obligasi dalam bentuk rupiah sebesar Rp3 triliun dan obligasi
global dalam rupiah sebesar Rp3 triliun. Salah satu keunggulan perseroan adalah, kemampuan
mendapatkan proyek di luar negeri. Sebelumnya kami menargetkan harga sahamnya akhir tahun ini
berpeluang ditransaksikan dengan PE 17x (E/17) atau mencapai Rp2700. Dari harga saat ini di Rp1990 ada
ruang penguatan 36%. Secara technical, support saat ini bergeser ke Rp1960 dari sebelumnya Rp1870.
Target resisten akan menguji kisaran Rp2000 hingga Rp2030. Pergerakan harganya membentuk pola bullish
continuation. Maintain Buy, SL 1850
4
Stock Picks
BMRI 6800‐7200.
Pasca stock split dengan rasio 1:2 pertenghan September lalu, harga saham Bank
Mandiri Tbk (BMRI) cenderung bergerak bullish. Kemarin harga sahamnya ditutup di Rp6925 koreksi akibat
aksi ambil untung. Pekan ini pasar tengah menanti rilis laba 3Q17. Dari sisi kinerja hingga 1H17,laba bersih
bank dengan aset terbesar ini tumbuh 33,7% mencapai Rp9,5 triliun dibandingkan periode yang sama di
2016 (1H16) sebesar Rp7,1 triliun. Ini menunjukkan pertumbuhan di atas industri 20,28% pada periode
yang sama dan lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu mengalami penurunan laba 28,63%
(yoy). Pertumbuhan laba tersebut ditopang pertumbuhan kredit yang mencapai 11,6% (yoy), lebih tinggi
dari periode 1H16 yang tumbuh 10,51% dan di atas rata‐rata industri sebesar 7,74%.. Pertumbuhan kredit
perseroan tersebut sudah sesuai dengan proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini di kisaran 11%‐13%. Selain
ditopang pendapatan bunga bersih yang tumbuh 6%, pertumbuhan laba juga ditopang pertumbuhan fee
based income yang tumbuh 18,5% menjadi Rp10,9 triliun. Dari sisi kualitas aset, perseroan juga berhasil
memperbaiki kualitas aset produktif yang tercermin dari penurunan NPL Gross dari 3,86% menjadi 3,82%.
Akhir tahun ini perseroan menargetkan rasio NPL turun ke 3,5%. Dengan perbaikan kualitas kredit, pen‐
cadangan juga akan turun di paruh kedua tahun ini sehingga laba akan naik. Secara valuasi harga saham
perseroan berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,8x dengan estimasi ekuitas tumbuh 25% atau mencapai
Rp7400. Secara technical sepanjang bertahan di atas support Rp6800, peluang penguatan kembali akan
menguji resisten terdekat di Rp7200. Trading Buy, SL 6700
5
Stock Picks
TLKM 4200‐4320.
Dua sesi perdagangan terakhir, tekanan jual atas saham Telekomunikasi Indonesia Tbk
(TLKM) redah dan kemarin harga sahamnya berusaha menembus resisten sederhana di Rp4320 namun
masih tertahan dan tutup di Rp4250. Secara technical apabila berhasil tembus Rp4320, peluang penguatan
lanjutan akan menguji resisten di Rp4400. Saat ini support di Rp4200. Dalam waktu dekat pasar akan
merespon rilis laba 3Q17. Pemodal bisa memanfaatkan harga yang relatif murah saat ini untuk kembali
mengakumulasi sahamnya mengingat penguasaan perseroan yang dominan di bisnis data dan IT services.
Sebelumnya harga sahamnya diperkirakan berpeluang mencapai Rp5330 atau PE 21x (E/17) dalam kondisi
pasar bullish. Ini mencerminkan ruang penguatan sekitar 24% dari harga saat ini di Rp4290. Tahun ini
pendapatan diproyeksikan tumbuh 13,9% mencapai Rp132,5 triliun. Hingga 1H17 raihan pendapatan
mencerminkan 48,3% dari target tahun ini. Ini mencerminkan pencapaian di 1H17 sejalan dengan proyeksi
tahun ini. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan mencapai Rp25,2 triliun atau tumbuh 30% dari
tahun sebelumnya sebesar Rp19,3 triliun. Hingga 1H17 raihan laba bersih mencerminkan 48% dari target
laba tahun ini. EPS proyeksi tahun ini Rp254,14. Resiko pergerakan harga sahamnya saat ini adalah
fluktuasi rupiah atas dolar AS yang cenderung melemah. Maintain Buy, SL 4170
Selasa, 24 Oktober 2017
Saham Pilihan
ASII 8000-8400 Buy, SL 7850
PGAS 1650-1780 TB, SL 1630
INDF 8200-8550 Buy, SL 8100
BBTN 3000-3150 Buy, SL 2970
INCO 2900-3050 TB, SL 2860
LSIP 1420-1490 TB, SL 1400
BUMI 226-258 TB, SL 220
Stock View
6
Selasa, 24 Oktober 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5950.03 5962.24 5974.44 5941.58 5933.12
PERKEBUNAN AALI 14725 14,800.00 14,875.00 14,650.00 14,575.00 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 240 244.67 249.33 236.67 233.33 LSIP 1440 1,446.67 1,453.33 1,426.67 1,413.33 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2430 2,436.67 2,443.33 2,416.67 2,403.33 SIMP 540 548.33 556.67 533.33 526.67 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 228 236.00 244.00 222.00 216.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1850 1,863.33 1,876.67 1,833.33 1,816.67 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 33.33 16.67 33.33 16.67 BRAU 82 54.67 27.33 54.67 27.33 BUMI 236 243.33 250.67 221.33 206.67 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2330 2,383.33 2,436.67 2,303.33 2,276.67 ITMG 22700 22,991.67 23,283.33 22,166.67 21,633.33 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 10700 10,883.33 11,066.67 10,583.33 10,466.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1270 1,295.00 1,320.00 1,250.00 1,230.00
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 89 91.33 93.67 85.33 81.67
ELSA 320 324.67 329.33 316.67 313.33 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 102 111.00 120.00 84.00 66.00
ESSA 2100 2,166.67 2,233.33 2,066.67 2,033.33
MEDC 750 763.33 776.67 743.33 736.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 645 658.33 671.67 638.33 631.67 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2990 3,023.33 3,056.67 2,923.33 2,856.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 865 875.00 885.00 855.00 845.00 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 19600 19,758.33 19,916.67 19,358.33 19,116.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 840 845.00 850.00 835.00 830.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9200 9,308.33 9,416.67 9,108.33 9,016.67 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 88 88.67 89.33 87.67 87.33 JPRS 146 147.00 148.00 144.00 142.00 KRAS 498 502.67 507.33 495.67 493.33 PAKAN TERNAK CPIN 3050 3,083.33 3,116.67 3,023.33 2,996.67 JPFA 1355 1,395.00 1,435.00 1,335.00 1,315.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8050 8,133.33 8,216.67 7,983.33 7,916.67 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 705 711.67 718.33 701.67 698.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8850 8,950.00 9,050.00 8,700.00 8,550.00 INDF 8350 8,416.67 8,483.33 8,266.67 8,183.33 MYOR 2120 2,150.00 2,180.00 2,090.00 2,060.00 ROTI 1270 1,273.33 1,276.67 1,268.33 1,266.67 GGRM 62775 63,125.00 63,475.00 62,550.00 62,325.00 INAF 2620 2,683.33 2,746.67 2,563.33 2,506.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2680 2,706.67 2,733.33 2,666.67 2,653.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1685 1,711.67 1,738.33 1,666.67 1,648.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 250 258.00 266.00 246.00 242.00 ASRI 382 385.33 388.67 379.33 376.67 BKSL 135 137.67 140.33 132.67 130.33 BSDE 1770 1,785.00 1,800.00 1,755.00 1,740.00 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1145 1,150.00 1,155.00 1,140.00 1,135.00 CTRA 1205 1,213.33 1,221.67 1,193.33 1,181.67 CTRP 1205 1,213.33 1,221.67 1,193.33 1,181.67 CTRS 1205 1,213.33 1,221.67 1,193.33 1,181.67 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 306 310.00 314.00 302.00 298.00 MDLN 338 341.33 344.67 335.33 332.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2160 2,196.67 2,233.33 2,136.67 2,113.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 76 77.67 79.33 74.67 73.33 PTPP 2850 2,873.33 2,896.67 2,823.33 2,796.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 670 683.33 696.67 648.33 626.67 TOTL 760 765.00 770.00 750.00 740.00 WIKA 2300 2,343.33 2,386.67 2,233.33 2,166.67 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 1745 1,763.33 1,781.67 1,713.33 1,681.67 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1365 1,376.67 1,388.33 1,351.67 1,338.33 JSMR 5950 6,100.00 6,250.00 5,875.00 5,800.00 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 33.33 16.67 33.33 16.67 EXCL 3400 3,430.00 3,460.00 3,370.00 3,340.00 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6100 6,191.67 6,283.33 6,016.67 5,933.33 TLKM 4530 4,686.67 4,843.33 4,336.67 4,143.33 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 322 330.67 339.33 316.67 311.33 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 560 586.67 613.33 531.67 503.33 WINS 270 270.67 271.33 268.67 267.33 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 2230 2,330.00 2,430.00 2,170.00 2,110.00 BANK BBCA 21000 21,366.67 21,733.33 20,641.67 20,283.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 545 550.00 555.00 540.00 535.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 7550 7,650.00 7,750.00 7,500.00 7,450.00 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 15625 15,716.67 15,808.33 15,541.67 15,458.33 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 3060 3,100.00 3,140.00 3,030.00 3,000.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5275 5,358.33 5,441.67 5,233.33 5,191.67 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2430 2,490.00 2,550.00 2,400.00 2,370.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 6950 7,066.67 7,183.33 6,866.67 6,783.33 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1215 1,235.00 1,255.00 1,200.00 1,185.00 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 7450 7,516.67 7,583.33 7,366.67 7,283.33 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 332 340.00 348.00 328.00 324.00 UNTR 24150 24,550.00 24,950.00 23,575.00 23,000.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6450 6,541.67 6,633.33 6,316.67 6,183.33 RALS 885 890.00 895.00 880.00 875.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1510 1,538.33 1,566.67 1,488.33 1,466.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 70 74.00 78.00 62.00 54.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta
PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.