• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Kepala Kanreg Ibu Imas Sukmariah

N/A
N/A
N/A

Academic year: 2017

Membagikan "Materi Kepala Kanreg Ibu Imas Sukmariah"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1. UNDANG-UNDANG NO.5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA

2. PERATURAN PEMERINTAH NO. 11 TAHUN 2017 TENTANG MANAJEMEN PNS

3. UNDANG-UNDANG NO.31 TAHUN 1999 jo. UNDANG-UNDANG NO.20 TAHUN 2001

TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI (pasal-3)

4. PERATURAN PEMERINTAH NO.53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PNS DAN

PERKA BKN NO. 21 TAHUN 2010

5. PERATURAN PEMERINTAH NO.4 TAHUN 1966 TENTANG

PEMBERHENTIAN SEMENTARA

File : PP NO 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PNS +PENILAIAN PRESTASI KERJA - ANRI-06-02-2012

Badan Kepegawaian Negara

1. UNDANG-UNDANG NO.5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA

2. PERATURAN PEMERINTAH NO. 11 TAHUN 2017 TENTANG MANAJEMEN PNS

3. UNDANG-UNDANG NO.31 TAHUN 1999 jo. UNDANG-UNDANG NO.20 TAHUN 2001

TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI (pasal-3)

4. PERATURAN PEMERINTAH NO.53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PNS DAN

PERKA BKN NO. 21 TAHUN 2010

(3)

Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam

kelancaran pelaksanaan tugas, PNS wajib mematuhi

disiplin PNS.

Instansi Pemerintah wajib melaksanakan penegakkan

disiplin terhadap PNS serta melaksanakan berbagai

upaya peningkatan disiplin.

PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi

hukuman disiplin.

(Pasal 86 )

DISIPLIN PNS

3

Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam

kelancaran pelaksanaan tugas, PNS wajib mematuhi

disiplin PNS.

Instansi Pemerintah wajib melaksanakan penegakkan

disiplin terhadap PNS serta melaksanakan berbagai

upaya peningkatan disiplin.

PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi

hukuman disiplin.

(4)

PNS diberhentikan

dengan hormat

karena:

meninggal dunia;

atas permintaan sendiri;

mencapai batas usia pensiun;

perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun

dini; atau

tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan

kewajiban.

PNS

dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan

karena:

dihukum penjara/kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah

memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan

hukuman pidana penjara singkat 2 (dua) tahun dengan tidak berencana.

PNS

diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri

karena:

melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat.

(Pasal 87 sd 90)

PEMBERHENTIAN PNS

4

PNS diberhentikan

dengan hormat

karena:

meninggal dunia;

atas permintaan sendiri;

mencapai batas usia pensiun;

perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun

dini; atau

tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan

kewajiban.

PNS

dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan

karena:

dihukum penjara/kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah

memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan

hukuman pidana penjara singkat 2 (dua) tahun dengan tidak berencana.

PNS

diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri

karena:

melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat.

(5)

PNS

diberhentikan tidak dengan hormat

karena:

a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUDNRI 1945;

b. dihukum penjara/kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang

telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana

kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada

hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum;

c. menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik; atau

d. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki

kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana

penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan

dengan berencana.

PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT

5

PNS

diberhentikan tidak dengan hormat

karena:

a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUDNRI 1945;

b. dihukum penjara/kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang

telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana

kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada

hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum;

c. menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik; atau

(6)

PNS diberhentikan sementara, apabila:

diangkat menjadi pejabat negara;

diangkat menjadi komisioner atau anggota lembaga

nonstruktural; atau

ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana.

Pengaktifan kembali PNS yang diberhentikan

sementara dilakukan oleh Pejabat Pembina

Kepegawaian.

PEMBERHENTIAN SEMENTARA PNS

6

PNS diberhentikan sementara, apabila:

diangkat menjadi pejabat negara;

diangkat menjadi komisioner atau anggota lembaga

nonstruktural; atau

ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana.

(7)

Tingkat dan jenis hukuman disiplin

:

1. Hukuman disiplin

ringan

:

a. Teguran lisan

b. Teguran tertulis

c. Pernyataan tidak puas secara tertulis

2. Hukuman disiplin

sedang

:

a. Penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun

b. Penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun

c. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah

selama 1 (satu) tahun

3. Hukuman disiplin

berat

:

a. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah

selama 3 (tiga) tahun

b. Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan dalam jabatan

setingkat lebih rendah

c. Pembebasan Jabatan

d. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai

PNS

e. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS

Tingkat dan jenis hukuman disiplin

:

1. Hukuman disiplin

ringan

:

a. Teguran lisan

b. Teguran tertulis

c. Pernyataan tidak puas secara tertulis

2. Hukuman disiplin

sedang

:

a. Penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun

b. Penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun

c. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah

selama 1 (satu) tahun

3. Hukuman disiplin

berat

:

a. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah

selama 3 (tiga) tahun

b. Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan dalam jabatan

setingkat lebih rendah

c. Pembebasan Jabatan

d. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai

PNS

e. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS

7

(8)

No KEWAJIBAN

Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran

KET Ringan Sedang Berat

1 2 3 4 5 6

1 Mengucapkan sumpah/janji PNS;

Mengucapkan sumpah/janji PNS tanpa alasan yang sah

2 Mengucapkan sumpah/janji jabatan;

Mengucapkan sumpah/janji Jabatan tanpa

MATRIKS TENTANG KEWAJIBAN DAN LARANGAN BAGI PNS

DIKAITKAN DENGAN TINGKAT HUKUMAN DISIPLIN

I. KEWAJIBAN

8

jabatan; Jabatan tanpa

alasan yang sah

3

Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah;

Pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara 4

Menaati kepada segala peraturan perundang undangan;

Pelanggaran

berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran

berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara 5 Melaksanakan tugas

kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;

Pelanggaran

berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran

berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan

Pelanggaran

(9)

No KEWAJIBAN KET Ringan Sedang Berat

1 2 3 4 5 6

6

Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat PNS;

Pelanggaran

berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran

berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara 7 Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang dan/atau golongan;

Pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan

Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara

Memegang rahasia jabatan

Pelanggaran Pelanggaran Pelanggaran

9

8

Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan;

Pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara 9

Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara;

Pelanggaran

berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran

berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara 10

Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara atau Pemerintah

terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil;

Pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan

(10)

No KEWAJIBAN

Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran

KET Ringan Sedang Berat

1 2 3 4 5 6

11

Masuk kerja dan

menaati ketentuan jam

•5 hari kerja (teguran lisan) •6-10 hari kerja

(teguran tertulis)

•16-20 hari kerja (penundaan gaji berkala selama 1 (satu) tahun) •21-25 hari kerja

(penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu)

• 31-35 hari kerja (penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun)

• 36-40 hari kerja (pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jab. Struk atau fungs tertentu)

Keterlambatan

masuk kerja dan/ataupulang cepatdihitung

10

11 menaati ketentuan jam kerja;

(teguran tertulis) •11-15 hari kerja

(pernyataan tidak puas secara tertulis)

selama 1 (satu) tahun)

•26-30 hari kerja (penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun)

atau fungs tertentu) • 41-45 hari kerja

(pembebasan dari jabatan bagi PNS yg menduduki jab. struk atau fungs tertentu) • 46 hari kerja atau lebih

(pemberhentian dengan hormat tidak atas

permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS)

cepatdihitung

secara kumulatif dan

dikonversi 7½ jam

(11)

No KEWAJIBAN KET Ringan Sedang Berat

1 2 3 4 5 6

12 Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;

Pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% s/d 50%

Pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun kurang dari 25%

13

Menggunakan dan

memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya;

Pelanggaran

berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran

berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara Memberikan pelayanan Pelayanan tidak sesuai dengan Pelayanan tidak sesuai dengan Pelayanan tidak sesuai dengan

11

14 Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat; sesuai dengan peraturan perundang-undangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan

15 Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;

Tidak sengaja tidak membimbing bawahan Sengaja tidak membimbing bawahan 16 Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier; dan

Tidak sengaja tidak memberi

kesempatan

Sengaja tidak

memberi kesempatan

17

Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

Pelanggaran

berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran

berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan

Pelanggaran

(12)

No LARANGAN

Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran

KET Ringan Sedang Berat

1 2 3 4 5 6

1 Menyalahgunakan wewenang Menyalahgunakan wewenang

2

Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain;

Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain

Tanpa izin Pemerintah menjadi Tanpa izin Pemerintah

II. LARANGAN

12

3

Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional

Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara asing dan/atau lembaga internasional

4

Bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing atau lembaga swadaya asing.

Bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing atau lembaga swadaya asing

5

Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah;

Pelanggaran

berdampak negatif pada unit kerja

Pelanggaran

berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan

Pelanggaran

(13)

No LARANGAN KET Ringan Sedang Berat

1 2 3 4 5 6

6

Melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun diluar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara;

Pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja Pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara Memberi atau menyanggupi akan

13

7

Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan.

menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan

8

Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang

berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya

Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang

(14)

No LARANGAN

Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran

KET Ringan Sedang Berat

1 2 3 4 5 6

9 Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya; Pelanggaran dilakukan dengan tidak sengaja Pelanggaran dilakukan dengan sengaja 10

Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani;

Tidak sesuai dengan ketentuan

perundang-undangan

Tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

11 Menghalangi berjalannya tugas kedinasan;

Pelanggaran berdampak negatif

Pelanggaran

berdampak negatif pada instansi yang Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah

14

11

kedinasan; berdampak negatif

pada unit kerja instansi yang bersangkutan

pada pemerintah dan/atau negara

12

Memberikan dukungan kepada calon Presiden/ Wakil Presiden, DPR, DPD, atau DPRD dengan cara:

a. ikut serta sebagai pelaksana kampanye;

b. menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS; c. sebagai peserta kampanye

dengan mengerahkan PNS lain; dan/atau

d. sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara.

• Ikut serta sebagai pelaksana kampanye • Menjadi peserta

kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS • Sebagai peserta

(15)

No LARANGAN KET Ringan Sedang Berat

1 2 3 4 5 6

13

Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara:

a. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye; dan/atau

b. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada

keberpihakan terhadap

pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum,

Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa

kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon

15

peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan

masyarakat.

pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat. pasangan calon selama masa kampanye 14

Memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara

memberikan surat dukungan disertai photo copy Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan;

(16)

No LARANGAN

Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran

KET Ringan Sedang Berat

1 2 3 4 5 6

Memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, dengan cara:

a. terlibat dalam kegiatan kampanye untuk

mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah;

b. menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye; c. membuat keputusan dan /

atau tindakan yang

Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala DaerahMengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakanMenggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan

16

15

atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye; dan/atau d. Mengadakan kegiatan yang

mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat

(17)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

1

PRESIDEN

1. Pejabat Struktural

eselon I

2. Jabatan lain yang yang

pengangkatan dan

pemberhentiannya menjadi

Hukuman berat, jenis HD :

Pemindahan dalam rangka

penurunan jabatan setingkat lebih

rendah

PRESIDEN

PEJABAT YANG BERWENANG

MENJATUHKAN HUKUMAN DISIPLIN

pemberhentiannya menjadi

wewenang Presiden

Pembebasan dari jabatan

Pemberhentian dengan hormat

tidak atas permintaan sendiri

sebagai PNS

Pemberhentian tidak dengan

hormat sebagai PNS

Keterangan:

Penjatuhan Hukuman Disiplin

ditetapkan berdasarkan usul PPK

(18)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

2

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

A. YG MENDUDUKI

JABATAN :

1. Struktural

eselon I

dilingkungannya

a.

Hukuman ringan

b.

Hukuman sedang

c.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

2. Fungs

Utama

dilingkungannya

a.

Hukuman ringan

b.

Hukuman sedang

INSTANSI PUSAT

dilingkungannya

b.

Hukuman sedang

c.

Hukuman berat

3. Fungs Umum

golru IV/d

dan

IV/e

dilingkungannya

a.

Hukuman

ringan

b.

Hukuman sedang

c.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

Pemberhentian dgn hormat

tidak atas permintaan sendiri

sbg PNS

Pemberhentian tidak dengan

(19)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

A. YG MENDUDUKI

JABATAN ....

4. Struktural

eselon II

,

dilingkungannya

5. Fungs

Madya

dan

Penyelia

dilingkungannya

a.

Hukuman sedang

b.

Hukuman berat

6. Struktural

eselon II

dilingk instansi vertikal

dan pejabat yang setara

a.

Hukuman ringan

b.

Hukuman sedang

c.

Hukuman berat

INSTANSI PUSAT

dan pejabat yang setara

yg berada dibawah dan

bertanggungjawab

kepada PPK

c.

Hukuman berat

7. Fungs Umum

golru IV/a

s/d

IV/c

dilingkungannya

a.

Hukuman sedang

b.

Hukuman berat

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

Pemberhentian dgn hormat

tidak atas permintaan sendiri

sbg PNS

(20)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

A. YG MENDUDUKI

JABATAN ....

8. Struktural

eselon III

ke

bawah, dilingkungannya

9. Fungs

Muda

dan

Penyelia

ke bawah

dilingkungannya

a.

H

ukuman sedang, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 1 (satu)

tahun

b.

Hukuman berat

10.Fungs Umum

golru III/d

ke bawah

dilingkungannya

a.

H

ukuman sedang, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 1 (satu)

INSTANSI PUSAT

dilingkungannya

lebih rendah selama 1 (satu)

tahun

b.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

Pemberhentian dgn hormat

tidak atas permintaan sendiri

sbg PNS

Pemberhentian tidak dengan

hormat sbg PNS

(21)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

B.

YG

DIPEKERJAKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon I

Hukuman ringan

2. Fungs

Utama

a.

Hukuman ringan

b.

Hukuman berat, jenis HD

Pemindahan dalam rangka

penurunan jabatan setingkat

lebih rendah

Pembebasan dari jabatan

INSTANSI PUSAT

Pembebasan dari jabatan

3. Fungs Umum

golru IV/d

dan

IV/e

Hukuman ringan

4. Struktural

eselon II

ke

bawah

5. Fungs

Madya

dan

Penyelia

ke bawah

Hukuman berat, jenis HD

Pemindahan dalam rangka

penurunan jabatan setingkat

lebih rendah

Pembebasan dari jabatan

(22)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

C.

YG

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon I

a.

Hukuman ringan

b.

Hukuman sedang

c.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

2. Fungs

Utama

a.

Hukuman ringan

INSTANSI PUSAT

2. Fungs

Utama

a.

Hukuman ringan

b.

Hukuman sedang

c.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

Pemindahan dalam rangka

penurunan jabatan setingkat

lebih rendah

Pembebasan dari jabatan

(23)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

C.

YG

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

....

3. Fungs Umum

golru IV/d

dan

IV/e

a.

Hukuman ringan

b.

Hukuman sedang

c.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

4. Struktural

eselon II

5. Fungs

Madya

a.

Hukuman sedang

b.

Hukuman berat, jenis HD

INSTANSI PUSAT

5. Fungs

Madya

b.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

Pemindahan dalam rangka

penurunan jabatan setingkat

lebih rendah

Pembebasan dari jabatan

6. Fungs Umum

golru IV/a

s/d

IV/c

a.

Hukuman sedang

b.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

(24)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

C.

YG

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

....

7. Struktural

eselon III

ke

bawah

8. Fungs

Muda

dan

Penyelia

ke bawah

a.

Hukuman sedang, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 1 (satu)

tahun

b.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

Pemindahan dalam rangka

INSTANSI PUSAT

Pemindahan dalam rangka

penurunan jabatan setingkat

lebih rendah

Pembebasan dari jabatan

9. Fungs Umum

golru III/d

ke bawah

a.

Hukuman sedang, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 1 (satu)

tahun

b.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

(25)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

D.

YG

DIPEKERJAKAN

KELUAR INSTANSI

INDUKNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon I

a.

Hukuman sedang

b.

Hukuman berat, jenis HD

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

2. Struktural

eselon II

ke

a.

Hukuman sedang

INSTANSI PUSAT

2. Struktural

eselon II

ke

bawah

3. Fungs

Utama

ke bawah

4. Fungs Umum

golru IV/e

ke bawah

a.

Hukuman sedang

b.

Hukuman berat

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

Pemberhentian dgn hormat

tidak atas permintaan sendiri

sbg PNS

Pemberhentian tidak dengan

hormat sbg PNS

(26)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

E.

YG

DIPERBANTUKAN

KELUAR INSTANSI

INDUKNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon II

ke

bawah

2. Fungs

Utama

ke bawah

3. Fungs Umum

golru IV/e

ke bawah

Hukuman berat, jenis HD

Pemberhentian dgn hormat

tidak atas permintaan sendiri

sbg PNS

Pemberhentian tidak dengan

INSTANSI PUSAT

ke bawah

Pemberhentian tidak dengan

hormat sbg PNS

F.

YG

DIPEKERJAKAN

ATAU DIPERBANTUKAN

PADA PERWAKILAN RI DI

LUAR NEGERI

Hukuman sedang

Hukuman berat

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

Pemberhentian dgn hormat

tidak atas permintaan sendiri

sbg PNS

Pemberhentian tidak dengan

hormat sbg PNS

(27)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

PEJABAT

PEMBINA

KEPEGAWAIAN

PUSAT

G.

YG

DIPEKERJAKAN

ATAU DIPERBANTUKAN

PADA NEGARA LAIN

ATAU BADAN

INTERNASIONAL, ATAU

TUGAS DI LUAR NEGERI

a.

Hukuman ringan

b.

Hukuman sedang

c.

Hukuman berat

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 3 (tiga)

tahun

Pemberhentian dgn hormat

tidak atas permintaan sendiri

sbg PNS

Pemberhentian tidak dengan

INSTANSI PUSAT

Pemberhentian tidak dengan

hormat sbg PNS

(28)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

3

Pejabat

eselon I

dan pejabat

yang setara

A. YG MENDUDUKI

JABATAN

1. Struktural

eselon II

dilingkungannya

2. Fungs

Madya

dilingkungannya

3. Fungs Umum

golru IV/a

s/d

IV/c

dilingkungannya

Hukuman ringan

4. Struktural

eselon III

Hukuman sedang, jenis HD :

INSTANSI PUSAT

4. Struktural

eselon III

dilingkungannya

5. Fungs

Muda

dan

Penyelia

dilingkungannya

6. Fungs Umum

golru III/b

s/d

III/d

dilingkungannya

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

(29)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

Pejabat

eselon I

dan pejabat

yang setara

B. YG

DIPEKERJAKAN ATAU

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon II

2. Fungs

Madya

3. Fungs Umum

golru IV/a

s/d

IV/c

Hukuman ringan

C. YG

DIPERBANTUKAN

INSTANSI PUSAT

C. YG

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon III

2. Fungs

Muda

dan

Penyelia

3. Fungs Umum

golru III/b

s/d

III/d

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

(30)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

4

Pejabat

eselon

II

dan pejabat

yang setara

A. YG MENDUDUKI

JABATAN

1. Struktural

es III

dilingkungannya

2. Fungs

Muda

dan

Penyelia

dilingkungannya

3. Fungs Umum

golru III/c

s/d

III/d

dilingkungannya

Hukuman ringan

4. Struktural

es. IV

Hukuman sedang, jenis HD :

INSTANSI PUSAT

4. Struktural

es. IV

dilingkungannya

5. Fungs

Pertama

dan

Pelaksana Lanjutan

dilingkungannya

6. Fungs Umum

golru II/c

s/d

III/b

dilingkungannya

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

(31)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

Pejabat

eselon

II

dan pejabat

yang setara

B. YG

DIPEKERJAKAN ATAU

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon III

2. Fungs

Muda

dan

Penyelia

3. Fungs Umum

golru III/c

s/d

III/d

Hukuman ringan

C. YG

DIPERBANTUKAN

INSTANSI PUSAT

C. YG

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon IV

2. Fungs

Pertama

dan

Pelaksana Lanjutan

3. Fungs Umum

golru II/c

s/d

III/b

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

(32)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

5

Pejabat

eselon

II

yang atasan

langsungnya :

a.

PPK; dan

b.

Pejabat

Struktural

eselon I

yang

bukan

PPK

A. YG MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon III

dilingkungannya

2. Fungs

Muda

dan

Penyelia

dilingkungannya

3. Fungs Umum

golru III/c

s/d

III/d

di lingkungannya

Hukuman ringan

4. Struktural

eselon IV

ke

Hukuman sedang, jenis HD :

INSTANSI PUSAT

PPK

4. Struktural

bawah dilingkungannya

eselon IV

ke

5. Fungs

Pertama

dan

Pelaksana Lanjutan

dilingkungannya

6. Fungs Umum

golru III/d

kebawah dilingkungannya

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

Penurunan pangkat setingkat

lebih rendah selama 1 (satu)

tahun

(33)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

Pejabat

eselon

II

yang atasan

langsungnya :

a.

PPK; dan

b.

Pejabat

Struktural

eselon I

yang

bukan

PPK

B. YG

DIPEKERJAKAN ATAU

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon III

2. Fungs

Muda

dan

Penyelia

3. Fungs Umum

golru III/c

s/d

III/d

Hukuman ringan

C. YG

DIPERBANTUKAN

INSTANSI PUSAT

PPK

C. YG

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon IV

2. Fungs

Pertama

dan

Pelaksana Lanjutan

3. Fungs Umum

golru II/c

s/d

III/b

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

(34)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

6

Pejabat

eselon

III

dan pejabat

yang setara

A. YG MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon IV

dilingkungannya

2. Fungs

Pertama

dan

Pelaksana Lanjutan

dilingkungannya

3. Fungs Umum

golru II/c

s/d

III/b

dilingkungannya

Hukuman ringan

INSTANSI PUSAT

4. Struktural

eselon V

dilingkungannya

5. Fungs

Pelaksana

dan

Pelaksana Pemula

dilingkungannya

6. Fungs Umum

golru II/a

s/d

II/b

dilingkungannya

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

(35)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

Pejabat

eselon

III

dan pejabat

yang setara

B. YG

DIPEKERJAKAN ATAU

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon IV

2. Fungs

Pertama

dan

Pe

laksana Lanjutan

3. Fungs Umum

golru II/c

s/d

III/b

Hukuman ringan

INSTANSI PUSAT

C. YG

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon V

2. Fungs

Pelaksana

dan

Pelaksana Pemula

3. Fungs Umum

golru II/a

s/d

II/b

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

(36)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

7

Pejabat

eselon

IV

dan pejabat

yang setara

A. YG MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon V

dilingkungannya

2. Fungs

Pelaksana

dan

Pelaksana Pemula

dilingkungannya

3. Fungs Umum

golru II/a

s/d

II/b

dilingkungannya

Hukuman ringan

INSTANSI PUSAT

4. Fungs Umum

golru I/a

s/d

I/d

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

(37)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

Pejabat

eselon

IV

dan pejabat

yang setara

B. YG

DIPEKERJAKAN ATAU

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

1. Struktural

eselon V

2. Fungs

Pelaksana

dan

Pelaksana Pemula

3. Fungs Umum

golru II/a

s/d

II/b

Hukuman ringan

INSTANSI PUSAT

C. YG

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

Fungs Umum

golru I/a

s/d

I/d

Hukuman sedang, jenis HD :

Penundaan KGB selama 1 (satu)

tahun

Penundaan KP selama 1 (satu)

tahun

(38)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

8

Pejabat

eselon

V

dan pejabat

yang setara

A. YG MENDUDUKI JABATAN

Fungs Umum

golru I/a

s/d

I/d

dilingkungannya

Hukuman ringan

B. YG

DIPEKERJAKAN ATAU

DIPERBANTUKAN

DILINGKUNGANNYA

YG

MENDUDUKI JABATAN

Fungs Umum

golru I/a

s/d

I/d

Hukuman ringan

INSTANSI PUSAT

Fungs Umum

golru I/a

s/d

I/d

Hukuman ringan

(39)

NO

PEJABAT

TERHADAP PNS

JENIS HUKUMAN DISIPLIN

9

Kepala

Perwakilan

RI

YANG

DIPERKERJAKAN

ATAU DIPERBANTUKAN

PADA PERWAKILAN RI DI

LUAR NEGERI

a.

Hukuman ringan

b.

Hukuman berat, jenis HD

Pemindahan dalam rangka

penurunan jabatan setingkat

lebih rendah

Pembebasan dari jabatan

INSTANSI PUSAT

(40)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ditetapkan Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat, semua unit pelayanan instansi pemerintah baik yang langsung maupun tidak langsung memberikan

MENGUNGKAP PEMAHAMAN APARATUR TERHADAP SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (STUDI KASUS PADA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA SURABAYA I)..

Dalam upaya menjadikan BPTP Balitbangtan Papua sebagai instansi Pemerintah yang memberikan pelayanan secara baik, bersih, transparan, dan akuntabel sesuai dengan

Melihat kondisi kemampuan memberikan pelayanan masya- rakat dari aparat pemerintah kelurahan yang terbatas dan berdampak pada terhambatnya pelayanan kepada masyarakat, maka upaya

Pada sisi lainnya, pembangunan pariwisata juga dapat berdampak negatif terhadap sebuah negara atau destinasi jika pembangunan tersebut tidak dikoordinasi dan direncanakan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan laporan yang memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja sesuai Perjanjian Kinerja Tahun 2020, sekaligus

Pelamar wajib membuat surat pernyataan bersedia mengabdi pada Instansi Pemerintah yang bersangkutan saat melamar dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apapun paling

Agar pemerintah selaku negara tidak dianggap telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yaitu hak P N S untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, maka pemerintah harus