METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Metode Pengumpulan Data
3.1.1. PopulasiUntuk mengetahui aspek apa saja yang mempengaruhi daya saing suatu perusahaan yang menerapkan e-commerce sebagai strategi bisnisnya, maka perlu pembatasan pada perusahaan mana saja yang akan dilakukan penelitian sehingga hasil analisa mempunyai validitas yang tinggi karena diambil dari perusahaan yang mempunyai model bisnis yang sejenis.
Perusahan-perusahaan tersebut diambil dengan memilih model bisnis yang mempunyai konsentrasi dalam penjualan buku, stationery atau peralatan kantor dan consumer goods yang lain seperti kaset, CD dan VCD. Populasi perusahaan e-commerce di Indonesia diambil dari beberapa sumber seperti melalui pencarian melalui search engine seperti Google.com dan beberapa majalah seperti majalah Warta Ekonomi, Swasembada dan Kompas.
3.1.2. Sample
Dari pengumpulan melalui beberapa media tersebut didapat sejumlah 235 perusahaan, namun tidak semua perusahaan tersebut memiliki alamat e-mail untuk dapat dihubungi, sehingga dipilih 100 perusahaan yang memiliki e-mail yang lengkap sebagai sample yang akan digunakan sebagai bahan untuk penelitian ini. Dari sample ini akan diberikan beberapa pertanyaan yang ditujukan untuk manajemen tingkat menengah dan atas untuk mengetahui secara lengkap kinerja perusahaan tersebut dengan penerapan e-commerce ini pada bisnisnya.
Sample yang digunakan diharapkan dapat mewakili perusahaan-perusahaan e-commerce yang memiliki model bisnis hampir sama dan memiliki strategi pasar yang mirip.
3.1.3. Teknik Sampling
Jumlah sample yang dihitung menggunakan model Slovin (Umar, 2000, p78).
2
1
Ne
N
n
+
=
n=jumlah sample (dalam jumlah perusahaan) N=jumlah populasi
e=level kesalahan yang diijinkan dalam hal ini adalah 10%
Kuesioner yang diberikan kepada manajemen perusahaan tersebut dibagikan melalui pengiriman lewat e-mail. Karena kemungkinan kuesioner tersebut bisa tercecer atau tidak dijawab, maka akan disebar kuesioner lebih banyak dari jumlah sample yang ada. Menurut Sheehan (1999) respon yang diberikan dalam melakukan penelitian melalui metode online adalah 23% sehingga akan disebar kuesioner dengan harapan respon yang didapat bisa mencapai 10% dari kuesioner yang tersebar.
Responden yang diberikan kuesioner akan dihubungi dan ditunggu responnya selama dua minggu sehingga cukup waktunya bagi mereka untuk mengisi dan mengembalikan. Untuk memudahkan komunikasi dengan responden maka disediakan alamat e-mail untuk mengembalikan kuesioner tersebut yaitu : [email protected]
3.2. Analisa Validitas dan Reliabilitas
3.2.1. Uji ValiditasDalam suatu penelitian maka keabsahan data dan hasil analisa sangat diperlukan untuk mendukung teori dan hipotesa yang diambil. Untuk itu hasil dari kuesioner yang disebar sebagai instrumen pengumpulan data harus diuji validitasnya. Data yang tidak valid dapat dihilangkan untuk menjamin bahwa hasil penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu setiap responden diharapkan dapat mengisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tanpa tekanan dan interferensi dari pihak lain.
Menurut Umar, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam melakukan uji validitas ini, yaitu (Umar, 2000):
• Uji Validitas
o Dalam melakukan uji validitas berasal dari konsep para ahli dan dari literatur yang dapat dipertanggungjawabkan
o Gunakan pre-test atau uji awal dengan membuat pertanyaan-pertanyaan awal sebelum membuat kuesioner yang siap edar
o Tabulasi data
o Hitung korelasi dengan model Pearson Product Moment Correlation Coefficient
(
) (
)
(
)
[
∑
∑
−
∑
]
∑ ∑
[
∑
−
( )
∑
]
−
=
2 2 2 2X
N
Y
Y
X
N
Y
X
XY
N
r
• Validitas InternalValiditas Internal dapat dihitung dengan membandingkan model yang dibangun dengan yang tertera dalam literatur
Validitas Eksternal dapat dihitung dengan membandingkan kriteria-kriteria dari instrumen pengukuran data dengan fakta yang ada di kehidupan nyata 3.2.2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dimaksudkan agar suatu fakta mempunyai ketergantungan dan konsistensi dengan hal yang lain, sehingga bukan hanya menjadi suatu teori atau hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga menurut Neuman (Neuman, 2000), reliabilitas berarti ketergantungan dan konsistensi. Hal ini berlaku jika suatu hal yang terjadi dalam suatu kondisi yang sama maka hal tersebut akan terulang. Dalam dunia nyata sebenarnya sulit untuk mengukur hal yang intangible atau bersifat kualitatif, sehingga dibutuhkan uji ini.
Ada beberapa metode dalam pengukuran reliabilitas ini yaitu test-retest, split half method, dan equivalent forms (Umar, 2000). Test-retest digunakan dengan menanyakan pertanyaan yang sama terhadap koresponden yang sama dalam waktu 15-30 hari kemudian. Jawaban kedua akan di-korelasi-kan terhadap jawaban pertama. Dalam split half method, peneliti akan menggunakan minimal 50 pertanyaan dalam kuesionernya, kemudian membagi indikator menjadi dua kelompok secara acak dan menentukan apakah kedua kelompok akan memberikan hasil yang sama (Neuman, 2000). Metode yang lain adalah menyusun dua bentuk pertanyaan dan memberikan pada kelompok responden yang sama dan kemudian dihasilkan korelasi antara dua bentuk kuesioner tersebut. Dalam penelitian ini maka reliabilitas akan diuji dengan menghitung korelasi menggunakan metode Cronbach dari SPSS software.
3.3. Metode Analisis
3.3.1. Model PenelitianDalam penelitian ini menggunakan suatu model penelitian yang berasal dari beberapa model dan teori mengenai bagaimana penerapan e-commerce dalam mendukung kinerja dan daya saing suatu perusahaan. Dari beberapa konsep, teori dan beberapa model yang ada berkaitan dengan penelitian ini maka ada beberapa hal yang menjadi perhatian utama dalam penerapan e-commerce ini yaitu :
Gambar 3.1. Model Penelitian Penerapan E-commerce terhadap Peningkatan Daya saing suatu Perusahaan
Penerapan E-Commerce Pada Suatu Perusahaan
Infrastructure (X5) • Koneksi Internet • Web Application • Intranet • Extranet Strategi Bisnis (X4) • Business Model • Revenue Model • Using 6P’s Model Customer Relationship (X3) • Customer Loyalty • Attract new customer Keamanan (X2) • Encryption • Payment Method • Privacy Revenue Stream (Y2) Market Share (Y1)
PENINGKATAN DAYA SAING
Partner (X1) • Value Chain • Merchants • Advertisers • Web Developer • Network Provider 3.3.2. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel yaitu variabel bebas (dependent variables) dan variabel tidak bebas (independent variables). Independent variables adalah variabel-variabel dalam penelitian yang menunjukkan aspek-aspek
yang terkait sehubungan dengan penerapan e-commerce dalam perusahaan yaitu hubungan dengan rekanan (Partner Relationship), masalah keamanan bertransaksi (Security), hubungan dengan pelanggan (Customer Relationship), strategi bisnis (Business Strategy), dan infrastruktur (Infrastructure). Sedangkan dependent variables adalah variabel-variabel yang terkait dengan hasil dari penerapan e-commerce ini sehubungan dengan peningkatan daya saing perusahaan tersebut, yaitu, peningkatan pangsa pasar (Market Share) dan peningkatan arus pendapatan (Revenue Stream).
Baik variabel bebas maupun variabel tak bebas memiliki nilai ordinal dengan keterangan sebagai berikut :
• Sangat Tidak Setuju (nilai ordinal = 1) • Tidak Setuju (nilai ordinal = 2)
• Netral (nilai ordinal = 3) • Setuju (nilai ordinal = 4)
• Sangat Setuju (nilai ordinal = 5)
Keterangan rinci mengenai variabel-variabel ini dapat dijelaskan di bawah ini:
X1 = Partner atau rekanan, dimana hubungan dengan rekanan termasuk merchants, advertisers, web developer dan network provider.
X2 = Keamanan, meliputi keamanan waktu mengirim data dengan enkripsi, penggunaan metode pembayaran dengan perusahaan otorisasi pembayaran, data pribadi yang bersifat privasi pelanggan.
X3 = Hubungan dengan konsumen atau Customer Relationship, meliputi bagaimana memperlakukan calon konsumen, konsumen dan menarik konsumen baru.
X4 = Strategi Bisnis, meliputi bagamana model bisnis yang dibentuk, strategi dalam menarik pasar dan mempertahankan inovasi dengan menggunakan Model 6P.
X5 = Infrastruktur, meliputi pemanfaatan jaringan sebagai infrastruktur bisnis yang berguna bagi komunikasi baik di dalam (Intranet) maupun ke luar (Internet dan Extranet).
Y1 = Market Share, dimana market share dapat diperluas dengan pemanfaatan e-commerce ini.
Y2 = Pendapatan atau Revenue Stream, dimana pendapatan akan mengalami perubahan baik itu naik atau turun dalam jangka waktu tertentu akibat pemanfaatan e-commerce ini.
3.4. Hipotesis
3.5. Analisis Statistik
Untuk menganalisis data tersebut maka dibutuhkan alat uji statistik. Dalam penelitian ini akan digunakan beberapa metode statistik seperti untuk menghitung nilai rata-rata (Mean) dari jawaban yang diberikan menggunakan rumus :
n
Xi
X
n
i
∑
=
=
1
dimana :X = nilai rata-rata (mean) sample
n = jumlah elemen dalam sample
Rata-rata dari peningkatan daya saing perusahaan e-commerce dapat digunakan sebagai indeks daya saing perusahaan yang menerapkan e-commerce sebagai strategi bisnisnya. Hal ini dapat dibandingkan dengan hasil penelitian dari beberapa perusahaan tersebut untuk menunjukkan seberapa besar daya saing perusahaan tersebut terhadap perusahaan lain.
Dalam penelitian ini digunakan metode Chi-square untuk menguji hipotesis. Alasan digunakan metode ini adalah metode ini dapat digunakan untuk data yang bersifat ordinal atau nominal. Rumus dari metode ini adalah (Aczel, 1999):
(
)
∑
∑
= =−
=
c i ij ij ij r iE
E
O
1 2 1 2χ
χ2 = Chi-squareOij = jumlah yang diobservasi
Eij = jumlah harapan yang dihitung dalam sel
Chi-square digunakan untuk menghitung variabel dalam bentuk ordinal, meskipun observasi dilakukan dalam bentuk skala nominal, seperti jumlah perusahaan dalam sebuah sample tetapi dibagi menjadi level manajemen tingkat tinggi, menengah dan operasional dalam hal ini IT Manager. Jika nilai chi-square yang dihitung lebih kecil dari tabel maka tidak ada hubungan antara dependent dan independent variables namun jika nila chi-square yang dihitung lebih besar nilai chi-square dalam tabel maka dinyatakan bahwa ada hubungan positif antara kedua jenis variabel. Level signifikan yang digunakan adalah 10%.
Metode statistik lainnya yang dapat digunakan adalah Kendall’s Tau-b. Kendall’s Tau-b dapat digunakan jika kedua variabel berupa data ordinal (Singgih,
2001). Dalam penelitian ini baik variabel bebas maupun variabel tak bebas menggunakan data ordinal. Kendall’s Tau-b mempunyai rumus seperti dibawah ini:
)
)(
(
Ns
Nd
Ty
Ns
Nd
Tx
Nd
Ns
b
Tau
+
+
+
+
−
=
−
Dimana :Tau-b adalah nilai dari Kendall’s Tau-b
Ns adalah jumlah pasangan kasus yang memiliki ranking sama pada kedua variabel
Nd adalah jumlah pasangan kasus yang memiliki ranking berbeda pada kedua variabel
Ty adalah jumlah pasangan kasus yang terkait pada variabel tak bebas secara baris
Tx adalah jumlah pasangan kasus yang terkait pada variabel tak bebas secara kolom
Rentang nilai Kendall’s Tau-b adalah antara -1 dan +1. Tanda negatif dan positif menandakan ada atau tidak adanya hubungan dengan kedua data ordinal tersebut. Negatif berarti tidak ada hubungan dan positif berarti ada hubungan. Nilai absolutnya menandakan kuat atau tidaknya hubungan tersebut.
Jika Kendall’s Tau-b digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang memiliki data ordinal, maka untuk mengukur hubungan antara variabel yang memiliki data ordinal dan nominal digunakan koefisien kontigensi. Metode ini digunakan untuk mengukur variabel yang memiliki data ordinal seperti pada faktor demografi yaitu jabatan, peran dalam organisasi dan jenis bidang usaha perusahaan. Menurut Sugiyono (1999) koefisien kontingensi tersebut dapat dihitung dengan rumus :
N
C
+
=
2
2
χ
χ
Dimana :C adalah koefisien kontingensi χ2 adalah nilai Chi-Square N adalah jumlah kasus
Koefisien kontingensi memiliki rentang nilai antara 0 dan 1; untuk itu hasilnya akan bervariasi di antara 0 dan 1. Jika nilai yang diperoleh lebih dekat ke 0 maka hubungannya tidak signifikan. Sebaliknya jika nilai yang didapat lebih dekat ke 1 maka bisa dikatakan bahwa hubungan antara ke dua variabel tersebut signifikan.