• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh attractiveness, trustworthiness, expertise dan power model iklan terhadap niat beli ulang konsumen - USD Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Pengaruh attractiveness, trustworthiness, expertise dan power model iklan terhadap niat beli ulang konsumen - USD Repository"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

(1)

i SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Disusun Oleh : Nama : Reo Susanto NIM : 04 2214 071

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(2)
(3)
(4)

iv

HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN

"

Skripsi ini kupersembahkan untuk : Jesus Christ

(5)
(6)

vi ABSTRAK

PENGARUH ATTRACTIVENESS, TRUSTWORTHINESS, EXPERTISE DAN POWER MODEL IKLAN TERHADAP

NIAT BELI ULANG KONSUMEN

Studi pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Pemakai dan Pemirsa-Iklan Rokok Star Mild

Reo Susanto

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

2008

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1). Pengaruh Attractiveness, Trustworthiness, Expertise dan Power model iklan secara simultan terhadap niat beli ulang konsumen, 2). Pengaruh Attractiveness, Trustworthiness, Expertise dan Power model iklan secara parsial terhadap niat beli ulang konsumen.

Penelitian ini adalah studi kasus pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang pernah menyaksikan iklan dan pernah mengkonsumsi rokok Star Mild. Sampel yang diteliti sebanyak 100 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Uji Validitas menggunakan teknik Korelasi Pearson’s Product Moment dan Uji Reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda, Uji F dan Uji t pada taraf signifikansi 5%.

Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa : 1). Secara simultan variabel Attractiveness, Trustworthiness, Expertise dan Power model iklan berpengaruh signifikan terhadap Niat Beli Ulang konsumen. 2). Secara parsial masing-masing variabel Attractiveness, Trustworthiness, Expertise dan Power model iklan tidak ada yang berpengaruh secara signifikan terhadap Niat Beli Ulang konsumen.

(7)

vii

EXPERTISE, AND POWER OF ADVERTISEMENT MODEL ON CONSUMER’S RE-PURCHASING INTENTION

A Study on Sanata Dharma University Yogyakarta Students, Star Mild Cigarette Consumers and the Advertisement Viewers

Reo Susanto

Management Study Program of Economy Faculty Sanata Dharma University Yogyakarta

2008

The research is aimed to find out: 1). The simutancous influence of Attractiveness, Trustworthiness, Expertise, and Power of an advertisement model on consumers’ re-purchasing intention, 2). The partial influence of Attractiveness, Trustworthiness, Expertise, and Power of an advertisement model on the consumers’ re-purchasing intention.

The research was a case study conducted on students of Economy Faculty of Sanata Dharma University Yogyakarta who had watched Star Mild cigarette advertisement on television and those who were its consumers by distributing questionnaire to them. There were 100 respondents as the sample. The sampling technique was Purposive Sampling. Pearson’s Product Moment correlation technique was used as the Validity Test while Cronbach’s Alpha formula was used to test the reliability. To analyze the data, Multiple Linier Regression Analysis, F - Test and t Test were used.

Based on the data analysis, it was found out that: 1). simultaneously, Attractiveness, Trustworthiness, Expertise, and Power variables of the advertisement model influenced consumer’s re-purchasing intention significantly, 2). partially, each of the variabels of Attractiveness, Trustworthiness, Expertise, and Power did not influence consumer’s re-purchasing intention.

(8)
(9)

ix

di Surga atas segala berkat, kasih serta anugrahNya yang senantiasa penulis rasakan dari awal sampai akhir penulisan skripsi yang berjudul “PENGARUH ATTRACTIVENESS, TRUSTWORTHINESS, EXPERTISE DAN POWER MODEL IKLAN TERHADAP NIAT BELI ULANG KONSUMEN : Studi pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Pemakai dan Pemirsa-Iklan Rokok Star Mild”. Skripsi ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa tanpa adanya motivasi, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak akan selesai tepat pada waktunya. Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini dengan kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Bapak Drs. G. Hendra Poerwanto, M.Si., selaku Kepala Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Bapak Dr. H. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dosen Pembimbing I yang telah

(10)

x

4. Bapak Drs. Hg. Suseno, TW., M.S., selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan, koreksi, dan saran dalam penulisan skripsi ini.

5. Segenap Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan bekal ilmu yang sangat berguna bagi penulis selama proses perkuliahan.

6. Alm. Papaku (Budi Santoso) dan Almh. Mamaku (Sri Wigati) tercinta, I always missing you…..

7. Ketiga kakakku : Agus Nugroho (Denpasar, Bali), Octi Mariana (Sangata, Kalimantan Timur), dan Serly Mariani (Yogyakarta), makasih buat doanya, dukungan, dan kesabarannya.

8. Keluarga besarku di Wonosobo, khususnya buat Bulekku (Siko) dan Budeku (Mama Siko) makasih buat perhatian, dukungan, dan doanya selama ini. 9. Teman-temanku Skripsi (Roy, Amandus, Tanto, Yosep, Neno, Marji, Bayu,

Sanny, Ade, Meta, Tika, Maya).

10.Teman-temanku Manajemen USD angkatan ‘2004, khususnya kelas Man. C (Bety, Edo, Robin, Wing, Wisnu, Arie, Restu, Bunglon, Hari, Dani, Oscar, Pongki, Tyas, Fika, Foni, Dian, dll).

11.Teman-temanku di kontrakan Puren (Wisnu-Puput, Indra-Dian, Yosi-Caca, Iyok-Teteh, N’teb), good luck bro….

(11)
(12)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR BAGAN ...xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Batasan Masalah ... 2

D. Tujuan Penelitian ... 3

E. Manfaat Penelitian ... 3

BAB II LANDASAN TEORI ... 5

A. Pengertian Manajemen ... 5

(13)

xiii

F. Pengertian Promosi dan Promotional Mix ... 10

G. Tujuan Promosi ... 11

H. Pengertian Artis atau Model Iklan ... 12

I. Pengertian Attractiveness, Trustworthiness, Expertise dan Power Model Iklan ... 13

J. Produk ... 13

K. Periklanan dan Tujuan Periklanan ... 14

L. Media ... 15

M. Penelitian Sebelumnya ... 16

N. Kerangka Pemikiran Teoritis ... 18

O. Hipotesis Penelitian ... 19

BAB III METODE PENELITIAN ... 20

A. Jenis Penelitian ... 20

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 20

C. Subyek dan Obyek Penelitian ... 20

D. Variabel Penelitian ... 21

E. Jenis dan Sumber Data ... 21

F. Teknik Pengumpulan Data ... 22

G. Teknik Pengukuran Data ... 22

(14)

xiv

I. Sampling ... 24

J. Teknik Pengujian Instrumen ... 24

K. Alat Analisis Data ... 27

L. Uji Asumsi Klasik ... 27

M. Pengujian Hipotesis ... 32

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 38

A. Gambaran Umum Universitas Sanata Dharma ... 38

B. Perusahaan Bentoel ... 50

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 58

A. Karakteristik Responden ... 59

B. Analisis Kuantitatif ... 67

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 75

A. Kesimpulan ... 75

B. Saran ... 77

C. Keterbatasan Penelitian ... 78

(15)

xv

Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 59

Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Prodi atau Jurusan ... 60

Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 61

Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Tempat Tinggal ... 62

Tabel 5.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku Rata-rata Perbulan Responden ... 62

Tabel 5.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya Merokok .... 63

Tabel 5.7 Karakteristik Responden yang Menyaksikan Iklan Rokok Star Mild ... 64

Tabel 5.8 Karakteristik Responden yang Mengetahui Model Iklan Rokok Star Mild ... 65

Tabel 5.9 Karakteristik Responden yang Mengkonsumsi Rokok Star Mild ... 65

Tabel 5.10 Karakteristik Responden Berdasarkan Keunggulan dari Rokok Star Mild ... 66

Tabel 5.11 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian ... 68

Tabel 5.12 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian... 69

Tabel 5.13 Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas ... 70

(16)

xvi

DAFTAR BAGAN

(17)

A. Latar Belakang Masalah

Iklan sebagai salah satu alat komunikasi pemasaran, salah satu fungsinya adalah menginformasikan pesan mengenai produk dan merek tertentu. Selain kemampuan pesan iklan untuk menginformasikan produk dan merek kepada khalayak, kemampuan iklan untuk menghibur merupakan usaha yang penting untuk diperhatikan. Unsur hiburan pada iklan sering disajikan dengan menyisipkan diantara informasi yang disampaikan, misalnya dengan artis terkenal atau kocak sebagai model iklan.

Pada saat ini sudah banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan model iklan atau orang-orang terkenal seperti artis, selebritis, olahragawan, seniman, musisi dan model dalam menyampaikan pesan-pesan iklan dari produk yang mereka hasilkan atau dalam upayanya melakukan usaha persuasif kepada konsumen agar dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang ditawarkannya. Dari iklan-iklan pada berbagai media yang melibatkan model iklan di Indonesia misalnya seperti : Alice Norin dan Ibnu Jamil (Rokok Star Mild), Komeng (Motor Yamaha), Dian Satro (Sabun Lux), Deddy Mizwar (Obat Maag Promag), Slank (Mie Sedaap), Agnes Monica (LG) dan lain-lain.

(18)

2

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang mengambil judul “Pengaruh Attractiveness, Trustworthiness, Expertise dan Power Model Iklan terhadap Niat Beli

Ulang Konsumen : Studi pada Mahasiswa Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta Pemakai dan Pemirsa-Iklan Rokok Star Mild”.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah attractiveness, trustworthiness, expertise dan power model iklan secara simultan berpengaruh positif terhadap niat beli ulang konsumen?

2. Apakah attractiveness, trustworthiness, expertise dan power model iklan secara parsial berpengaruh positif terhadap niat beli ulang konsumen?

C. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Penelitian dilakukan pada merek rokok Star Mild.

2. Responden yang dimaksud adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang pernah menyaksikan iklan dan pernah mengkonsumsi rokok Star Mild.

(19)

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui attractiveness, trustworthiness, expertise dan power model iklan secara simultan berpengaruh positif terhadap niat beli ulang

konsumen.

2. Untuk mengetahui attractiveness, trustworthiness, expertise dan power model iklan secara parsial berpengaruh positif terhadap niat beli ulang

konsumen.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat : 1.Bagi perkembangan industri rokok.

Untuk mengetahui apakah produsen telah berhasil dalam hal penyampaian iklan yang bisa mempengaruhi niat beli ulang konsumen secara positif.

2.Bagi penulis.

(20)

4

3.Bagi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(21)

A. Pengertian Manajemen

Manajemen menurut Stoner (dalam Handoko, 2003 : 8) adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Sedangkan Gulick (dalam Handoko, 2003 : 11) mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen merupakan sebuah proses karena semua manajer, tanpa mempedulikan kecakapan atau ketrampilan khusus mereka, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan.

B. Pengertian Pemasaran

Menurut Stanton(dalam Swastha D.H. dan Irawan, 2005 : 5) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditunjukkan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan

(22)

6

mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Sedangkan Boyd, Walker, & Larrence (2000 : 4) mengartikan pemasaran sebagai suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa kepada kelompok pembeli.

C. Pengertian Manajemen Pemasaran

(23)

Manajemen pemasaran terjadi bila sekurang-kurangnya satu pihak pelaku pertukaran potensial berpikir tentang sarana-sarana untuk melaksanakan tanggapan yang diinginkan oleh pihak pertama itu dan pihak lain.

D. Konsep Pemasaran

Falsafah konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli / konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Kegiatan-kegiatan tersebut pada semua bagian yang ada, seperti bagian personalia, produksi, keuangan, riset dan pengembangan.

Konsep pemasaran menurut Stanton (dalam Swastha D.H. dan Irawan, 2005 : 10) adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Penerapan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran dapat disusun dengan memasukan tiga elemen pokok, yaitu :

1. Orientasi konsumen / pasar / pembeli. 2. Volume penjualan yang menguntungkan.

(24)

8

Penerapan konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap calon konsumen maupun konsumennya, serta membantu memberikan petunjuk bahwa setiap perusahaan mampu memuaskan konsumen dengan caranya masing-masing.

E. Perilaku Konsumen

Amirullah (2002 : 3) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai sejumlah tindakan-tindakan nyata individu (konsumen) yang dipengaruhi oleh faktor kejiwaan (psikologis) dan faktor luar lainnya (eksternal) yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang-barang yang diinginkannya.

Perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan akhir seseorang dalam melakukan pembelian terhadap suatu produk atau jasa. Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih berhasil. Faktor-faktor tersebut diantarnya dalah faktor ekonomi, sosiologis, dan antropologis.

(25)

1. Tugas Baru

Tugas baru akan terjadi bilamana konsumen baru pertama kali melakukan pembelian suatu produk untuk kebutuhannya. Secara relatif, situasi pembelian yang pertama ini merupakan situasi yang paling sulit dan kompleks dibandingkan dengan yang lain. Dalam hal ini, pembeli memerlukan lebih banyak informasi karena baru pertama kali membeli. Apabila informasi yang diperlukan diperoleh langsung pada penjual, maka akan lebih mudah bagi penjual untuk mempengaruhinya.

2. Pembelian Ulang

Pembelian ulang merupakan pembelian yang pernah dilakukan oleh pembeli terhadap suatu produk yang sama, dan akan membeli lagi untuk kedua atau ketiga kalinya. Situasi kedua ini berada diantara situasi pertama dan ketiga dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan, informasi yang diperlukan, dan berbagai alternatif yang harus dipertimbangkan. Keputusan yang harus diambil dalam situasi kedua ini relatif lebih mudah daripada situasi yang pertama.

3. Pembelian Rutin atau Terus-menerus

(26)

1 0

F. Pengertian Promosi dan Promotional Mix

Menurut Nickels (dalam Swastha D.H. dan Irawan, 2005 : 349) promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran

Sementara itu, Bell (dalam Swastha D.H. dan Irawan, 2005 : 349) mendefinisikan promosi sebagai semua jenis kegiatan pemasaran yang ditunjukkan untuk mendorong permintaan.

Kedua definisi tersebut pada pokoknya sama meskipun titik-beratnya berbeda. Definisi pertama lebih menitik-beratkan pada penciptaan pertukaran, sedangkan definisi kedua lebih menitik-beratkan pada pendorongan permintaan. Kita telah mengetahui bahwa pertukaran itu akan terjadi karena adanya permintaan (dan juga penawaran); dan dari segi lain, permintaan itu akan mendorong terciptanya pertukaran. Jadi kedua definisi tersebut tidaklah bertentangan satu sama lain.

Promotional mix adalah kombinasi strategi yang paling baik dari

variabel-variabel periklanan, personal selling, dan alat promosi yang lain, yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan (menurut Stanton dalam Swastha D.H. dan Irawan, 2005 : 349).

(27)

1. Periklanan yaitu bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang, dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.

2. Personal selling yaitu presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu calon pembeli atau lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan. 3. Publisitas yaitu pendorongan permintaan secara non pribadi untuk suatu

produk, jasa, atau ide dengan menggunakan berita komersial di dalam media massa atau sponsor tidak dibebani sejumlah bayaran secara langsung. 4. Promosi penjualan yaitu kegiatan pemasaran – selain personal selling,

periklanan, dan publisitas – yang mendorong pembelian konsumen dan efektivitas pengecer. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain : peragaan, slogan, pertunjukkan dan pameran, demonstrasi, dan lain sebagainya.

Dalam kampanye promosi perusahaan dapat menggunakan salah satu variabel tersebut atau kombinasinya, yang dikoordinir dengan strategi produk, harga dan distribusi. Secara bersama-sama, variabel-variabel tersebut membentuk marketing mix yang ditunjukkan untuk mencapai pasar.

G. Tujuan Promosi

Tujuan dari kegiatan promosi mempunyai hubungan erat dengan sebuah kerangka tindakan yang disebut dalam bentuk singkatan AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) yaitu :

(28)

1 2

3. Menimbulkan keinginan (Desire) 4. Memperoleh perlakuan (Action)

Mendapatkan perhatian (attention) adalah diperlukan lebih dulu jika pembeli potensial sudah mulai menyadari terhadap penawaran perusahaan. Kemudian, dengan adanya komunikasi akan terdapat kesempatan untuk menciptakan minat calon pembeli dan untuk dipertahankan seterusnya. Menimbulkan keinginan (desire) akan berpengaruh baik terhadap proses evaluasi. Dan Memperoleh perlakuan (action) terjadi dari tahap percobaan, keputusan dan konfirmasi.

H. Pengertian Artis atau Model Iklan

Artis menurut Badudu J.S. (2003 : 29) yaitu seniman dan seniwati (penyanyi, pemain film atau sinetron, dramawan atau dramawati). Artis mewakili suatu gaya hidup yang ideal dimana sebagian orang atau paling tidak penggemar dan pengikutnya ingin meniru gaya hidup tersebut.

Badudu J.S. (2003 : 229) juga mengartikan model sebagai orang yang dipakai sebagai contoh, barang tiruan dalam bentuk kecil.

Sedangkan ahli lain (Yasyin, 1997 : 334) mendefinisikan model sebagai mode, ragam, acuan, ukuran, yang dicontoh.

(29)

I. Pengertian Attractiveness, Trustworthiness, Expertise dan Power Model

Iklan

Attractiveness model iklan diindikasikan dengan model iklan suatu produk tertentu dirasa menarik, berkelas, idola kaum muda dan dipandang sebagai selebritis yang mempesona.

Trustworthiness model iklan adalah berkaitan dengan model iklan

produk tertentu dapat dipercaya (believability) oleh pemirsa (audience), model iklan jujur (honesty) dalam menyampaikan pesan iklan, dan model iklan merupakan cerminan image produk yang dibintangi.

Expertise model iklan adalah hal model iklan suatu produk tertentu

mampu memerankan karakter tokoh yang dibintangi dengan baik, mempunyai keahlian dalam berakting dan merupakan selebritis yang berkualitas.

Power model iklan merupakan proses “menuruti” (complience) yang timbul melalui suatu hubungan kekuatan diantara para peserta dalam sebuah proses komunikasi (Shimp dalam Hermawan, 1999 : 256). Dalam hal ini si penerima pesan (audience) mengikuti usaha-usaha persuasif dari sumber (source) karena sumber tersebut memiliki kekuatan (power) untuk menentukan “rewards” dan “punishment”.

J. Produk

(30)

1 4

Kotler bersama dengan A.B. Susanto (2001 : 560) juga mendefinisikan produk sebagai apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.

Sedangkan produk baru didefinisikan sebagai barang dan jasa yang pada pokoknya berbeda dengan produk yang telah dipasarkan oleh sebuah perusahaan (Swastha D.H. dan Irawan, 2005 : 181).

Jadi dengan kata lain, produk merupakan apa saja yang dapat ditawarkan atau dijual ke pasar yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

K. Periklanan dan Tujuan Periklanan

Kegiatan periklanan (sebagai bagian dari marketing mix) yang dilakukan perusahaan tergantung pada beberapa faktor, seperti :

1. Jenis produk 2. Sifat pasarnya

3. Keadaan persaingan, dan lain sebagainya

Dengan adanya berbagai faktor tersebut di mana setiap perusahaan mempunyai perbedaan, kegiatan periklanan yang dilakukan juga berbeda.

(31)

panjangnya. Sedangkan organisasi non laba lebih mementingkan manfaat daripada laba.

Tujuan periklanan bagi suatu barang akan tergantung pada tahap yang ada di dalam siklus kehidupan produk (product life cycle) tersebut. Biasanya periklanan produk baru dilakukan untuk :

1. Memberikan kesadaraan pada pembeli tentang adanya produk baru tersebut. 2. Mendorong distribusi merek baru.

3. Menunjukkan kepada pembeli dengan suatu alasan bagi pembelian produk tersebut.

Semua itu ditujukan untuk mempertahankan posisi pasar produk tersebut. Sedangkan pokok dari periklanan adalah untuk meningkatkan permintaan bagi produk. Permintaan dapat ditingkatkan dengan cara :

1. Menaikkan jumlah pembeli.

2. Dan atau menaikkan tingkat penggunaan barang di antara pembeli yang ada.

L. Media

Media merupakan alat yang digunakan dalam kegiatan periklanan. Media bukanlah suatu alat penyampaian berita yang pasif, bahkan sering media itu dapat mempengaruhi efektivitas beritanya. Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan di dalam pemilihan media periklanan yaitu :

(32)

1 6

4. Kemampuan teknis media 5. Strategi periklanan saingan 6. Sasaran yang dapat dicapai 7. Karakteristik media 8. Biaya

Dalam kenyataan sering kita jumpai bahwa perusahaan menggunakan beberapa media sekaligus dalam periklanannya. Misalnya, di samping menggunakan media televisi juga menggunakan media surat kabar, slogan dan kemasan atau tampilan produk yang menarik. Hal ini dipandang perlu karena masing-masing jenis media memiliki karakteristik yang berbeda.

M. Penelitian Sebelumnya

Noviandra (2006) dengan judul “Analisis Pengaruh Model Iklan terhadap Perilaku Pembelian Remaja : Kasus Bintang Akademi Fantasi Indosiar (AFI)”.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Variabel attractiveness, trustworthiness dan expertise berpengaruh secara signifikan

terhadap niat beli konsumen dan juga berpengaruh secara signifikan terhadap rekomendasi konsumen pada orang lain. (2) Ada perbedaan perilaku pemberian rekomendasi pada orang lain maupun pada niat beli konsumen diantara kelompok pria dan kelompok wanita.

(33)

tinggal di Yogyakarta. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 386 orang. Sedangkan, variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel terikat yaitu variabel niat beli dan variabel rekomendasi pada orang lain. Variabel bebas terdiri dari variabel attractiveness, variabel trustworthiness dan variabel expertise. Alat analisis data yang digunakan

dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Untuk menguji apakah koefisien regresi valid atau tidak, maka digunakan uji t. Alat analisis yang kedua adalah independent sample t test.

(34)

1 8

Niat Beli Ulang Konsumen

(Y)

dalam memberikan rekomendasi pembelian produk yang dibintangi oleh bintang AFI pada orang lain. Hasil uji beda variabel rekomendasi menunjukkan bahwa variabel niat beli rata-rata kelompok wanita pada variabel ini lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pria. Dan dari uji beda dengan probabilitas 5 persen diperoleh hasil bahwa dua kelompok ini ternyata berbeda, sehingga bias ditarik kesimpulan bahwa, pria dan wanita mempunyai perbedaan perilaku niat beli produk yang dibintangi oleh bintang AFI.

N. Kerangka Pemikiran Teoritis

Untuk memudahkan pemahaman bagi pembaca, maka penulis menyususun kerangka pemikiran teoritis dari penelitian ini sebagai berikut :

Bagan 2.1

Kerangka Pemikiran Teoritis Attractiveness

Model Iklan (X1)

Trustworthiness

Model Iklan (X2)

Expertise

Model Iklan (X3)

(35)

Dimana :

: Pengaruh secara parsial. : Pengaruh secara simultan.

O. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah yang diajukan dan jawaban itu masih akan diuji kebenarannya. Jawaban yang diungkapkan dalam hipotesis masih didasarkan atas teori-teori yang relevan dan belum dilakukan suatu pengujian terhadap data-data yang dikumpulkan. Karena masih dilakukan pengujian, maka hasilnya bisa saja menyimpang dari pernyataan hipotesis atau sesuai dengan jawaban sementara (Widayat dan Amirullah, 2002 : 30). Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah :

1. Attractiveness, trustworthiness, expertise dan power model iklan secara simultan berpengaruh positif terhadap niat beli ulang konsumen.

(36)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus. Menurut Umar

(dalam Wicaksono, 2005 : 30), studi kasus merupakan penelitian yang rinci

mengenai suatu obyek tertentu selama kurun waktu tertentu dengan cukup

mendalam dan menyeruluh termasuk lingkungan dan kondisi masa lalunya.

Penelitian ini hanya dilakukan pada obyek tertentu dan kesimpulan yang ditarik

hanya berlaku pada obyek yang diteliti.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi penelitian : Kampus I, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta.

2. Waktu penelitian : Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - Juni

2008.

C. Subyek dan Obyek Penelitian

1. Subyek penelitian

Subyek penelitian ini adalah kalangan para mahasiswa Fakultas

Ekonomi, Jurusan Manajemen dan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta tanpa memandang angkatan dan jenis kelamin.

(37)

2. Obyek penelitian

Obyek penelitian ini adalah pengaruh attractiveness, trustworthiness,

expertise dan power model iklan terhadap niat beli ulang konsumen.

D. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel Bebas (Independent Variabel)

Variabel bebas adalah variabel yang tidak tergantung pada variabel

lain. Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah attractiveness,

trustworthiness, expertise dan power model iklan.

2. Variabel Terikat (Dependent Variabel)

Variabel terikat adalah variabel yang tergantung pada variabel lain.

Dalam penelitian ini, variabel terikatnya adalah niat beli ulang konsumen.

E. Jenis dan Sumber Data

1. Data Primer

Data primer yaitu data yang dikumpulkan oleh individu sendiri

(Boedijoewono, 2001 : 12). Data primer yang dibutuhkan dalam penelitian

ini seperti hasil dari wawancara, kuesioner, dan observasi.

2. Data Sekunder

Data sekunder yaitu data yang dikumpulkan oleh fihak lain

(38)

2 2

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu :

1. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis

kepada responden untuk dijawab (Sugiono, 1999 : 135).

2. Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila

peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan

permasalahan yang diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui

hal-hal dari respondennya sedikit atau kecil (Sugiono, 1999 : 130).

3. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara teliti dan

sistematis atas gejala-gejala (fenomena) yang sedang diteliti. Observasi

harus dilakukan secara teliti dan sistematis untuk mendapatkan hasil yang

bisa diandalkan (Utari B.R., 2005 : 23).

G. Teknik Pengukuran Data

Teknik pengukuran data yang digunakan adalah skala likert, karena

metode ini mudah dipahami. Metode skala likert ini menjelaskan responden

diminta menyatakan setuju atau tidak setuju atas berbagai pertanyaan yang

berhubungan dengan atribut obyek yang diteliti. Setiap jawaban diberi skor

(39)

Sangat setuju (SS) = 4

Setuju (S) = 3

Tidak setuju (TS) = 2

Sangat tidak setuju (STS) = 1

H. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi atau Universe adalah jumlah dari keseluruhan obyek

(satuan-satuan atau individu-individu) yang karakteristiknya hendak diduga

(Djarwanto Ps. dan Subagyo, 2000 : 107).

Populasi dalam penelitian ini adalah jenis populasi tidak terbatas yaitu

mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang

pernah menyaksikan iklan dan pernah mengkonsumsi rokok Star Mild.

2. Sampel

Menurut Djarwanto Ps. dan Subagyo (2000 : 108) sampel adalah

sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki, dan

dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (jumlahnya lebih sedikit dari

pada jumlah populasinya).

Karena dalam penelitian ini adalah jenis populasi tidak terbatas yaitu

mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang

pernah menyaksikan iklan dan pernah mengkonsumsi rokok Star Mild,

maka penulis memutuskan menggunakan sebanyak 100 orang mahasiswa

(40)

2 4

I. Sampling

Sampling adalah cara atau teknik yang dipergunakan untuk mengambil

sampel (Djarwanto Ps. dan Subagyo, 2000 : 111).

Sedangkan Nawawi (dalam Utari B.R., 2005 : 15) mendefinisikan

sampling atau teknik pengambilan sampel sebagai cara untuk menentukan

sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan

sumber data sebenarnya dengan memperhatikan sifat dan penyebaran populasi

agar diperoleh sampel yang representatif atau benar-benar mewakili populasi.

Agar sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan

dijadikan sumber data sebenarnya, maka penulis menggunakan teknik

pengambilan sampel dengan Non Random Sampling yaitu dengan teknik

purposive sampling yang artinya pengambilan sampel hanya untuk mahasiswa

yang pernah menyaksikan iklan dan pernah mengkonsumsi rokok Star Mild.

J. Teknik Pengujian Instrumen

Teknik pengujian instrument dapat dilakukan dengan melakukan

pengujian validitas dan reliabilitas.

1. Uji Validitas

Uji Validitas yaitu alat pengukuran yang menunjukkan seberapa jauh

suatu alat ukur memiliki ketepatan dan kecermatan dalam melakukan fungsi

ukurnya dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment. Pengukuran

atau pengujian validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara nilai

(41)

dapat diketahui seberapa besar masing-masing sumbangan item pertanyaan

terhadap skor total.

Rumus koefisien korelasi Product Moment (Sutrisno dalam Utari BR, 2005 :

29):

Dimana :

rxy : Koefisien korelasi antara X dan Y (product moment)

X : Nilai total jawaban dari masing-masing nomor dari

responden

Y : Total butir dari jawaban responden

X : Jumlah skor butir

XY : Jumlah hasil kali antara X dan Y

N : Banyaknya sampel uji coba

Untuk menentukan instrumen itu valid atau tidak maka ketentuannya

adalah sebagai berikut :

a. Jika r hitung r tabel dengan taraf keyakinan 95 %, maka instrumen

tersebut dikatakan valid.

b. Jika r hitung < r tabel dengan taraf keyakinan 95 %, maka instrumen

(42)

2 6

2. Uji Realibilitas

Reliabilitas adalah derajat ketepatan, ketelitian, atau keakuratan

yang ditunjukkan oleh instrumen pengukuran (Umar, 2005 : 57). Reliabilitas

menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk

digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah

baik. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka

berapa kali pun diambil tetap akan sama.

Dalam menghitung reliabilitas, peneliti menggunakan rumus

C r o n b a c h ’ s Alpha. Rumus C r o n b a c h ’ s Alpha digunakan untuk

mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya

kuesioner atau soal bentuk uraian.

Rumus C r o n b a c h ’ s Alpha :

Keterangan :

r 11 : Reliabilitas instrumen

k : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

: Jumlah varian butir

(43)

K. Alat Analisis Data

Menghitung pengaruh attractiveness, trustworthiness, expertise dan

power model iklan terhadap niat beli ulang konsumen dalam iklan rokok Star

Mild dapat menggunakan alat analisis Regresi. Pertimbangan penulis

menggunakan alat analisis Regresi karena walaupun sifat asli data ordinal

(persepsi) tetapi setelah dianalisis diasumsikan data menjadi interval

(tingkatan).

Persamaan Regresi Linier Berganda (Djarwanto Ps dan Pangestu

Subagyo, 2000 : 309) :

Y = a + b1X1 + b2X2 b3X3 + b4X4

Dimana :

Y : Niat beli ulang konsumen

a : Konstanta

b1 ; b2 ; b3 ; b4 : Koefisien regresi

X1 : Attractiveness model iklan

X2 : Trustworthiness model iklan

X3 : Expertise model iklan

X4 : Power model iklan

L. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas (Sunyoto, 2007 : 89 - 90)

Uji asumsi klasik jenis ini diterapkan untuk analisis regresi berganda

yang terdiri dari atas dua atau lebih variabel bebas (independent variabel)

(44)

2 8

hubungan atau pengaruh antar variabel bebas tersebut melalui besaran

koefisien korelasi ( r ). Dikatakan terjadi multikolinieritas, jika koefisien

korelasi antar variabel bebas (X1 dan X2, X2 dan X3, X3 dan X4, dan

seterusnya) lebih besar dari 0,60 (pendapat lain : 0,50 dan 0,90). Dikatakan

tidak terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasi antar variabel bebas

lebih kecil atau sama dengan 0,60 (r 0,60).

Atau dalam menentukan ada tidaknya multikolinieritas dapat

digunakan cara lain yaitu dengan :

a. Nilai tolerance adalah besarnya tingkat kesalahan yang dibenarkan

secara statistik ( ).

b. Nilai variance inflation faktor (VIF) adalah faktor inflasi penyimpangan

baku kuadrat.

Nilai tolerance dan nilai variance inflation faktor (VIF) dapat dicari

dengan menggabungkan kedua nilai tersebut sebagai berikut :

1) Besar nilai tolerance ( ) :

= 1 / VIF

2) Besar nilai variance inflation faktor (VIF) :

VIF = 1 /

Variabel bebas mengalami multikolinieritas jika : hitung < dan

VIF hitung > VIF.

Variabel bebas tidak mengalami multikolinieritas jika : hitung >

(45)

2. Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas (Sunyoto, 2007 : 93 - 94)

Dalam persamaan regresi linier berganda perlu juga diuji mengenai

sama atau tidak varians dari residual observasi yang satu dengan observasi

yang lain. Jika residualnya mempunyai varians sama disebut terjadi

homoskedastisitas dan jika variansnya tidak sama atau berbeda disebut

terjadi heteroskedastisitas. Persamaan regresi yang baik jika tidak terjadi

heteroskedastisitas. Misalkan :

a. Nilai statistik dari 5 mahasiswa kelas A yaitu 70, 69, 71, 73, 70

cenderung lebih seragam atau tidak bervariasi karena selisihnya kecil,

kejadian ini disebut homoskedastisitas.

b. Nilai statistik dari 5 mahasiswa kelas B yaitu 30, 90, 60, 80, 40

cenderung tidak seragam atau sangat bervariasi karena selisihnya besar,

kejadian ini disebut heteroskedastisitas.

Analisis uji asumsi heteroskedastisitas hasil output SPSS melaui

grafik scatterplot antara Z prediction (ZPRED) yang mempunyai variabel

bebas (sumbu X = Y hasil prediksi) dan nilai residualnya (SRESID)

merupakan variabel terikat (sumbu Y = Y prediksi – Y riil).

Homoskedastisitas terjadi jika pada scatterplot titik-titik hasil

pengolahan data antara ZPRED dan SRESID menyebar dibawah maupun di

atas titik origin (angka 0) pada sumbu Y dan tidak mempunyai pola teratur.

Heteroskedastisitas terjadi jika pada scatterplot titik-titiknya

mempunyai pola yang teratur baik menyempit, melebar maupun

(46)

3 0

3. Uji Asumsi Klasik Normalitas (Sunyoto, 2007 : 95 - 102)

Selain uji asumsi klasik multikolinieritas dan heteroskedastisitas, uji

asumsi klasik yang lain adalah uji normalitas, dimana akan menguji data

variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi

yang dihasilkan. Berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal.

Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel bebas

dan data variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal sama

sekali. Uji asumsi klasik normalitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

a. Cara Statistik

Dalam menguji data variabel bebas dan data variabel terikat

berdistribusi normal atau tidak pada cara statistik ini melalui nilai

kemiringan kurva (skewness = 3) atau nilai keruncingan kurva (kurtosis =

4) diperbandingkan dengan nilai Z tabel.

1) Rumus nilai Z untuk kemiringan kurva (skewness) :

Z skewness = Skewness / 6 / N atau Z 3 = 3 / 6 / N

2) Rumus nilai Z untuk keruncingan kurva (kurtosis) :

Z kurtosis = Kurtosis / 24 / N atau Z 4 = 4 / 24 / N

(47)

Ketentuan analisis :

a) Variabel (bebas atau terikat) berdistribusi normal jika Z hitung (Z 3 atau

Z 4) < Z tabel. Misal diketahui Z 5% = 1,96 (Z tabel) lebih besar dari Z

hitung atau dengan kata lain Z hitung lebih kecil dari Z tabel (1,96),

dapat dituliskan Z hitung < 1,96.

b) Variabel berdistribusi tidak normal jika Z hitung (Z 3 atau Z 4) > Z

tabel. Misal nomor (a), dapat ditulis Z hitung > 1,96.

b. Cara Grafik Histogram dan Normal Probality Plots

Cara grafik histogram dalam menentukan suatu data berdistribusi

normal atau tidak, cukup membandingkan antara data riil atau nyata

dengan garis kurva yang terbentuk, apakah mendekati normal atau

memang normal sama sekali. Jika data riil membentuk garis kurva

cenderung tidak simetri terhadap mean (U), maka dapat dikatakan data

berdistribusi tidak normal dan sebaliknya. Cara grafik histogram lebih

sesuai untuk data yang relatif banyak, dan tidak cocok untuk banyak data

yang sedikit, karena interpretasinya dapat menyesatkan.

Cara normal probality plots lebih handal daripada cara grafik

histogram, karena cara ini membandingkan data riil dengan data

distribusi normal (otomatis oleh komputer) secara kumulatif. Suatu data

dikatakan berdistribusi normal jika garis data riil mengikuti garis

(48)

3 2

4. Uji Asumsi Klasik Autokorelasi (Sunyoto, 2007 : 104 - 105)

Persamaan regresi yang baik adalah yang tidak memiliki masalah

autokorelasi, jika terjadi autokorelasi maka persamaan tersebut menjadi

tidak baik atau tidak layak dipakai prediksi. Masalah autokorelasi baru

timbul jika ada korelasi secara linier antara kesalahan pengganggu periode

t-1 (sebelumnya).

Salah satu ukuran dalam menentukan ada tidaknya masalah

autokorelasi dengan uji Durbin-Watson (DW) dengan ketentuan sebagai

berikut :

a) Terjadi autokorelasi positif, jika nilai DW di bawah -2 (DW < -2)

b) Tidak terjadi autokorelasi, jika nilai DW berada diantara -2 dan +2 atau

-2 DW +2

c) Terjadi autokorelasi negatif, jika nilai DW di atas +2 atau DW > +2

M. Pengujian Hipotesis

Dalam statistik, hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol. Hipotesis nol

(H0) merupakan pernyataan tidak adanya perbedaan antara parameter dengan

statistik (sampel). Sebaliknya, di lain pihak ada hipotesis alternatif (Ha) yang

menyatakan bahwa ada perbedaan antara parameter dan statistik (Emory

dalam Sumarni dan Wahyuni, 2006 : 112).

Menguji hipotesis berarti menaksir parameter populasi berdasar data

sampel, yaitu point estimate dan interval estimate. Point estimate merupakan

(49)

Kemudian, interval estimate merupakan suatu taksiran parameter populasi

berdasarkan nilai interval rata-rata data sampel.

Sedangkan menurut Purwanto S.K. (2004 : 523 – 524), pengujian

hipotesis digunakan untuk melihat apakah variabel bebas mampu secara

menyeruluh bersama-sama menjelaskan tingkah laku variabel tidak bebas.

1. Uji Global (Uji-F)

Uji F dimaksudkan untuk melihat kemampuan menyeruluh dari

variabel bebasnya X1, X2, X3,...Xn untuk dapat atau mampu menjelaskan

tingkah laku atau keragaman variabel tidak bebas memiliki koefisien

regresi sama dengan nol. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam uji

F yaitu :

a. Menyusun hipotesis

Hipotesis yang ingin diuji adalah kemampuan variabel bebas

menjelaskan tingkah laku variabel tidak bebas. Penyusunan hipotesis

selalu ada hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Hipotesis nol selalu

mengandung unsur kesamaan, maka dapat dirumuskan hipotesis nol

adalah koefisien regresi sama dengan nol. Sedangkan hipotesis

alternatif adalah koefisien regresi tidak sama dengan nol. Rumusan

hipotesisnya adalah sebagai berikut :

H0 : b1; b2; b3; b4 0

(50)

3 4

b. Menentukan daerah keputusan hipotesis

Pengujian ini menggunakan tabel F. Derajat bebas pembilang

pada kolom, derajat penyebut pada baris dan taraf nyata perlu

diketahui terlebih dahulu sebelum mencari nilai F-tabel.

Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan taraf nyata

sebesar 5%. Derajat pembilang menggunakan nilai k-1, yaitu jumlah

variabel dikurangi 1. Sedangkan derajat penyebut menggunakan n-k

yaitu banyaknya pengamatan dikurangi jumlah variabel.

c. Menentukan nilai F-hitung

Nilai F-hitung dapat ditentukan dengan rumus :

!

" #

Dimana :

F : Nilai F-hitung

R2 : Nilai koefisien korelasi

K : Jumlah variabel

n : Jumlah sampel

d. Menentukan daerah keputusan

Menentukan wilayah H0 dan Ha serta membandingkan dengan

nilai F-hitung utnuk mengetahui apakah menerima H0 atau menerima

(51)

F-hitung

Bagan 3.1 Uji F satu sisi kanan (positif)

e. Memutuskan hipotesis

Nilai F-hitung F-tabel pada 0,05 atau F-hitung pada

p-value 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Nilai F-hitung < F-tabel pada 0,05 atau F-hitung pada

p-value > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.

2. Uji Signifikan Parsial (Uji-t)

Menurut Purwanto S.K. (2004 : 525 – 527) uji signifikan parsial

adalah untuk menguji apakah suatu variabel bebas berpengaruh nyata atau

tidak terhadap variabel tidak bebas. Langkah-langkah dalam melakukan

uji-t adalah sebagai berikut :

a. Menentukan hipotesis

Variabel bebas berpengaruh tidak nyata apabila nilai

koefisiennya sama dengan nol, sedangkan variabel bebas akan

berpengaruh nyata apabila nilai koefisiennya tidak sama dengan nol.

Hipotesisnya adalah sebagai berikut : D a e r a h H o d i t e r i m a

(52)

3 6

H0 : b1; b2; b3; b4 0

Ha : b1; b2; b3; b4 > 0

b. Menentukan daerah kritis

Daerah kritis ditentukan oleh nilai t-tabel dengan derajat bebas

yaitu n-k dan taraf nyata .

c. Menentukan nilai t-hitung

Nilai t-hitung untuk koefisien b1, b2, b3 dan b4 dapat

dirumuskan sebagai berikut :

t - h i t u n g $"%

%

Dimana :

t-hitung : Nilai yang dicari

r : Koefisien korelasi antara hipotesis 1 dan hipotesis 2

dengan niat beli ulang konsumen

n : Jumlah sampel

d. Menentukan daerah keputusan

Daerah keputusan untuk menerima H0 atau menolak Ha dengan

derajat bebas dan taraf nyata.

0 t ( ; n-k)

Bagan 3.2 Uji t Satu sisi kanan (positif).

D a e r a h H o d i t o l a k

(53)

e. Menentukan keputusan

Nilai t-hitung t-tabel pada 0,05 atau t-hitung pada p-value

0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Nilai t-hitung < t-tabel pada 0,05 atau t-hitung pada p-value

(54)

38

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A.Gambaran Umum Universitas Sanata Dharma

1. Latar Belakang Berdirinya Universitas Sanata Dharma

Gagasan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru

(PTPG) oleh Prof. Moh. Yamin, S.H selaku Menteri Pendidikan,

Pengajaran, dan Kebudayaan RI tahun 1950-an disambut baik oleh

paraimam Katolik, terutama Ordo Societas Jesus (Serikat Yesus yang lazim

disingkat S.J.) ketika itu Ordo ini telah membuka kursus-kursus B1, antara

lain B1 Mendidik (Yayasan De Britto) di Yogyakarta yang dikelola oleh

Pater H. Loeff, S.J. dan B1 Bahasa Inggris (Yayasan Loyola) di Semarang

yang dikelola oleh pater W.J. Van der Meulen, S.J. dan Pater H. Bastiaanse,

S.J. Setelah mendapat dukungan dari Conggregatio de Propaganda Fide,

Pater Kester yang menjabat sebagai Superior Misionaris Serikat Yesus

menggabungkan kursus-kursus ini menjadi sebuah perguruan tinggi dan

lahirlah PTPG Sanata Dharma pada tanggal 20 Oktober 1955 dan

diresmikan oleh pemerintah pada tanggal 17 Desember 1955. Empat jurusan

pertama PTPG Sanata Dharma, yaitu Bahasa Inggris, Sejarah, IPA, dan

Ilmu Mendidik. Para pembesar misi Serikat Yesus menunjuk Pater Prof.

Nicolaus Driyarkara, S.J. menjadi Dekan PTPG Sanata Dharma dan Pater H.

Loeff sebagai Wakil Dekan.

(55)

Nama “Sanata Dharma” diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J.

sebagai salah satu pejabat Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan

Kebudayaan di Kantor Wali Gereja Indonesia. Nama “Sanata Dharma”

sebenarnya dibaca “Sanyata Dharma”, yang berarti “kebaktian yang

sebenarnya” atau “pelayanan yang nyata”. Kebaktian dan pelayanan itu

ditujukan kepada tanah air dan gereja (Pro Patria et Eclessia).

2. Perkembangan Selanjutnya

Agar dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, dalam

hal ini Kementrian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tentang

perubahan PTPG menjadi FKIP, maka PTPG Sanata Dharma pada bulan

November 1958 berubah menjadi FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu

Pendidikan) Sanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas Katolik

Indonesia cabang Yogyakarta. Pada masa FKIP ini Sanata Dharma berhasil

memperoleh status DISAMAKAN dengan negeri berdasarkan SK Menteri

PTIP No.1 / 1961 pada tanggal 6 Mei 1961 jo No. 77 / 1962 tanggal 11 Juli

1962. Diatas kertas Sanata Dharma memang merupakan bagian dari

Universitas Katolik Indonesia, tetapi secara de facto FKIP Sanata Dharma

tetap berdiri sendiri. Untuk menghilangkan keganjilan ini, pemerintah

menetapkan agar FKIP harus berdiri sendiri dan berubah menjadi IKIP.

Dengan ini FKIP Sanata Dharma berubah menjadi IKIP Sanata Dharma

berdasarkan SK Menteri PTIP No. 237 / B – Swt / U / 1965. Surat

Keputusan ini berlaku mulai tanggal 1 September 1965. Sejak saat itu

(56)

40

aspek, baik yang menyangkut perkembangan sarana, fisik, administrasi,

sistem pengajaran atau kurikulum dan visi-misi kepada masyarakat.

Misalnya, IKIP Sanata Dharma dipercaya pemerintah untuk mengelola

Program Diploma I, II, dan III untuk jurusan Matematika, Fisika, Bahasa

Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan PMP. Berbagai program Diploma ini

ditutup pada tahun 1990 dan selanjutnya dibika program Diploma II PGSD

(Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Agar Sanata Dharma dapat

menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta

kemajuan zaman, maka pada tanggal 20 April 1993 berdasarkan SK

Mendikbut No.46/D/O/1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi

Universitas Sanata Dharma. Dengan ini, diharapkan Universitas Sanata

Dharma dapat terus memajukan sistem pendidikan guru sekaligus

berpartisipasi dalam memperluas wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sanata Dharma akhirnya terdorong untuk memperluas program

pendidikannya. Selain tetap membuka pendidikan guru FKIP (Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Sanata Dharma juga membuka beberapa

fakultas baru. Hingga kini Universitas Sanata Dharma memiliki 7 Fakultas

dengan 26 Program Studi, 3 Program Pasca Sarjana, 1 Program Profesi, dan

3 Program Kursus Bersertifikat. Selain itu perkembangan selanjutnya

meliputi aspek-aspek lainya seperti, sarana fisik (gedung, lab, perpustakaan,

dan fasilitas fisik lainnya), administrasi (sistem informasi, manajemen, biro /

lembaga / pusat / serta unit pendukung), peningkatan mutu akademik,

(57)

3. Nama-nama Rektor Sanata Dharma :

a. Prof. Dr. N. Drijarkara,S.J. (1955 - 1967)

b. Drs. J. Drost, S.J. (1968 - 1976)

c. Prof. Dr. A.M. Kadarman, S.J. (1977 - 1984)

d. Drs. F.X. Danuwinata, S.J. (1984 - 1988)

e. Drs. A. Tutoyo, M.Sc. (1988 - 1993)

f. Dr. M. Sastrapratedja, S.J. (1993 - 2001)

g. Dr. Paulus Suparno, S.J., MST (2001 - 2006)

h. Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc. (2006 - sekarang)

4.. Visi dan Misi Universitas Sanata Dharma

a. Visi

Universitas Sanata Dharma didirikan oleh Ordo Serikat Yesus (S.J.)

provinsi Indonesia bersama para imam dan awam Katolik untuk

berpartisipasi dalam usaha melindungi dan meningkatkan martabat

manusia melalui perpaduan keunggulan akademik dan nilai-nilai

kemanusiaan yang diwujudkan dalam penggalian kebenaran secara

objektif dan akademis dan pengembangan kaum muda yang didasarkan

pada nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan spiritualitas Ignatian, yaitu

menjadi manusia bagi sesama (human for and with others), perhatian

pribadi (cura personalis), semangat keunggulan (magis), dan semangat

(58)

42

b. Misi

Universitas Sanata Dharma didirikan sebagai lembaga akademis

yang menekankan perpaduan IPTEK dan nilai-nilai kemanusiaan,

lembaga kritis masyarakat, lembaga yang menjunjung tinggi kebebasan

akademis, lembaga pendidikan humanis dan dialogis yang

mengembangkan segi intelektual, moral, emosional, dan sprititual

mahasiswa secara terpadu, lembaga yang mendidik mahasiswa menjadi

manusia yang utuh, kritis, dewasa, dan memiliki kepekaan sosial,

lembaga yang memberikan pelayanan masyarakat, dan lembaga yang

mempersiapkan tenaga kependidikan secara profesional. Tujuan

Pendidikan di Universitas Sanata Dharma : Pendidikan di USD bertujuan

membantu mencerdaskan putra-putri bangsa dengan memadukan

keunggulan akademik dan nilai humanistik yang berlandaskan

nilai-nilai Kristiani yang universal dan cita-cita kemanusiaan sebagaimana

terkandung dalam Pancasila, sehingga memiliki kemampuan akademik

sesuai dengan bidang studinya dan integritas kepribadian yang tinggi.

5. Tujuan Fakultas Ekonomi

a. Fakultas Ekonomi (FE) USD bertujuan untuk :

1) Menghasilkan Sarjana Ekonomi dalam bidang Manajemen dan

Akuntansi yang mampu mengelola serta mengembangkan perusahaan

(59)

2) Menghasilkan Sarjana Ekonomi dalam bidang Manajemen dan Akuntansi

dengan kemampuan akademik yang memadai untuk melanjutkan

pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

b. Program Studi Fakultas Ekonomi

1) Program Studi Akuntansi

a) Misi

Memasuki era globalisasi, tantangan yang harus dihadapi

para pelaku bisnis semakin berat, persaingan semakin ketat.

Pengembangan dan penyesuaian dengan lingkungan bisnis yang

selalu berubah menjadi tuntutan yang mutlak bagi mereka yang

berhubungan dengan dunia bisnis, termasuk penyelenggara

pendidikan bisnis. Untuk menjawab tantangan tersebut Jurusan atau

Prodi Akuntansi memfokuskan misinya pada penyiapan sumber

daya manusia di bidang akuntansi yang profesional, berkepribadian

matang, serta memiliki integritas moral yang tinggi. Para lulusan di

bidang akuntansi ini akan mengisi kebutuhan tenaga penyedia

informasi yang akurat, lengkap dan tepat waktu yang berguna untuk

pengambilan keputusan dalam dunia bisnis.

2) Penyelenggaraan

Penyelenggaraan program pendidikan S1 dalam bidang

(60)

44

a) Menghasilkan tenaga profesional di bidang akuntansi.

b) Menghasilkan lulusan yang memiliki nilai lebih dalam pengelolaan

informasi keuangan yaitu mampu memanfaatkan teknologi

informasi secara memadai dalam menjawab perubahan dan

perkembangan dunia bisnis.

c) Menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja

bagi dirinya maupun masyarakat sekitar.

d) Menyiapkan lulusan memasuki dunia kerja baik sebagai internal

auditor maupun external auditor (akuntan publik) dengan memberi

bekal pemahaman bidang audit yang lebih banyak.

Untuk mencapai tujuan program S1 Jurusan atau Prodi

Akuntansi, diselenggarakan perkuliahan tatap muka, pemberian

tugas-tugas terstruktur maupun tugas-tugas mandiri baik teori maupun praktikum

kepada mahasiswa. Berbagai variasi metode belajar mengajar juga

dikembangkan sesuai dengan materi mata kuliah, seperti metode studi

kasus, diskusi, seminar, praktikum di UPT Komputer (BAPSI) atau di

Laboratorium Komputer FE, tugas lapangan, dsb. Mengingat bahwa

penyediaan informasi keuangan yang akurat, lengkap dan tepat waktu

menjadi misi program studi, maka pemahaman mahasiswa akan

kemajuan di bidang teknologi informasi menjadi sangat esensial.

Untuk itu dipadukanlah perkuliahan teori dengan berbagai aplikasi

program komputer serta ditawarkan berbagai mata kuliah yang terkait

(61)

mengembangkan dan menjawab tantangan perubahan lingkungan

bisnis, Jurusan atau Prodi Akuntansi senantiasa berusaha

memperbaharui buku-buku praktikum akuntansi baik secara manual

maupun terkomputerisasi, serta berusaha mendapatkan informasi

mengenai isu-isu kontemporer di bidang akuntansi dan

mengembangkan program aplikasi komputer ke dalam berbagai mata

kuliah pokok. Para dosen di Jurusan atau Prodi Akuntansi

berkualifikasi cukup memadai, yang terdiri dari sejumlah master

lulusan dalam dan luar negeri, akuntan, konsultan perusahaan maupun

para praktisi di dunia usaha. Secara rutin para konsultan perusahaan

dan para praktisi diundang untuk mengisi perkuliahan agar dapat

menjembatani apa yang diperoleh mahasiswa dari perkuliahan dengan

praktek nyata dalam dunia usaha baik usaha jasa secara umum,

perbankan, manufaktur, perdagangan, maupun industri sektor publik.

Penataran, seminar, lokakarya dan kerja sama dengan pihak luar, baik

lembaga pendidikan dalam negeri maupun luar negeri serta kalangan

dunia usaha bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia

(pendidikan, pelatihan, penelitian) mendapatkan perhatian besar.

Mahasiswa diharapkan berperan serta aktif dalam penyelenggaraan

pendidikan. Mereka dituntut disiplin dalam mengikuti kuliah,

menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan

(62)

46

3) Kurikulum

Kurikulum di Jurusan atau Prodi Akuntansi dirancang dalam

paket-paket per semester sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan

studinya dalam jangka waktu 4 tahun, bahkan bias kurang dari waktu

tersebut bagi mahasiswa berprestasi. Jurusan Akuntansi memilih

konsentrasi pada bidang audit dengan tujuan untuk menghasilkan

lulusan yang dapat bekerja sebagai internal auditor di

perusahaan-perusahaan atau sebagai external auditor di kantor akuntan publik.

Oleh karena itu mata kuliah yang ditawarkan lebih banyak di

konsentrasikan ke bidang audit.

4) Fasilitas Penunjang

Adapun fasilitas penunjang yang akan diberikan untuk

membantu dan mempermudah proses perkuliahan adalah :

a) Perpustakaan

b) Tempat kuliah yang nyaman di Kampus

c) Jaringan Internet

d) Lab Komputer Akuntansi

e) Pojok Bursa Efek Jakarta

f) Pusat Pengembangan Akuntansi

(63)

b. Program Studi Manajemen

1) Misi

Indonesia sudah memasuki abad ke-21. Hambatan-hambatan

perdagangan antar-negara semakin berkurang, sehingga lalu-lintas

modal, barang, jasa dan sumber daya manusia akan terjadi begitu

mudah. Sumber-sumber ekonomi yang semakin terbatas, yang juga

akan mewarnai abad ke-21, memerlukan kesadaran terhadap

lingkungan yang semakin tinggi. Kebutuhan akan peningkatan kualitas

hidup semakin diperlukan. Sementara itu peran dan pengetahuan

konsumen semakin tinggi sehingga setiap kegiatan bisnis hanya akan

sukses apabila memperhatikan selera konsumen dan kepentingan

masyarakat luas. Untuk menjawab tantangan itu, Jurusan / Prodi

Manajemen memfokuskan misinya untuk menyiapkan calon manajer

profesional yang mampu mengelola dan mengembangkan

perusahaan/lembaga tempat ia bekerja, dan memiliki ciri-ciri :

a) berkepribadian matang dan berdedikasi tinggi;

b) beretika bisnis dengan tetap memperhatikan kepentingan

organisasi;

c) berwawasan global dan peduli terhadap lingkungan.

2) Penyelenggaraan

Penyelenggaraan kuliah di Jurusan atau Prodi Manajemen

diberikan dengan tatap muka, pemberian tugas-tugas terstruktur

(64)

48

mengundang pakar atau praktisi untuk memberikan ceramah, seminar

dan lain sebagainya. Penggunaan komputer semakin ditekankan

sehingga sejak dini mahasiswa sudah terbiasa dengan alat-alat

modern. Untuk membantu terbentuknya kematangan pribadi

diciptakan suasana dialogis, tertib, disiplin, kuliah teratur, dan

didukung kegiatan di luar kuliah. Jumlah dan kualifikasi dosen

Jurusan atau Prodi Manajemen cukup memadai. Hampir semua dosen

telah berhasil menyelesaikan program S2 atau S3 untuk bidang-bidang

yang relevan dengan Jurusan / Prodi Manajemen. Upaya-upaya untuk

peningkatan mutu dosen terus dilakukan dengan cara aktif mengikuti

berbagai seminar, lokakarya, pelatihan dan sarasehan. Pengiriman

untuk studi lanjut para dosen mendapat perhatian utama, sementara itu

penelitian bagi para dosen juga terus digalakkan.

3) Dosen

Jumlah seluruh dosen pengajar di prodi Manajemen hingga

tahun ajaran 2007/2008 mencapai 23 orang. Dan hampir semua dosen

telah berhasil menyalesaikan program S2 atau S3 untuk bidang-bidang

yang relevan dengan jurusan manajemen. Upaya-upaya untuk

meningkatkan mutu dosen terus dilakukan oleh fakultas, misalnya

dengan mengikut sertakan para dosen pada pelatihan atau

seminar-seminar besar, sarasehan, atau lokakarya dan lebih penting lagi

pengiriman untuk studi lanjut para dosen menjadi perhatian utama dari

(65)

selalu melakukan pengawasan dan perbaikan secara terus-menerus

terhadap sistem kurikulum dan sistem pengajaran yang di berlakukan

para dosen kepada Mahasiswa.

4) Kurikulum

Kurikulum untuk Program Studi Manajemen disusun dengan

mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Republik Indonesia Nomor : 056/U/1994 tertanggal 19 Maret 1994

tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan

Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan Keputusan Menteri Nomor :

0313/TJ/1994 tertanggal 30 November 1994 tentang Kurikulum yang

berlaku secara nasional Program Sarjana Ilmu Ekonomi.

5) Fasilitas Penunjang

Adapun fasilitas penunjang yang akan diberikan untuk

membantu dan mempermudah proses perkuliahan adalah :

a) Tempat kuliah yang nyaman di Kampus

b) Perpustakaan

c) Jaringan Internet

d) Pojok Bursa Efek Jakarta

e) Pusat Pengembangan Manajemen

(66)

50

B. Perusahaan Bentoel

1. Sejarah Bentoel

Perjalanan Bentoel bermula pada tahun 1930-an ketika Ong Hok

Liong, yang memperoleh keahlian ayahnya di perusahaan penjualan

tembakau, memutuskan membuka perusahaan rokok kretek sendiri. Bersama

istrinya, Liem Kiem Kwie Nio, ia memulai perusahaan rokok kretek kecil-

The Strootjes Fabriek Ong Hok Liong. Keyakinan Ong di bisnis pengolahan

tembakau, digabung dengan kemampuan manajemen istrinya, membawa

bisnis rokoknya tumbuh, yang kemudian tahun 1951 berubah menjadi

perusahaan PT Perusahaan Rokok Rokok Tjap Bentoel. Menjelang akhir

tahun 1960-an, Bentoel menjadi perusahaan rokok modern dengan

memperkenalkan rokok filter olahan mesin ke pasar, yang kemudian

diadopsi menjadi standard industri rokok di Indonesia. Dalam dua dekade

berikutnya, Bentoel tumbuh dengan pesat dan menempatkan dirinya di

garda depan industri olahan tembakau di tanah air. Dalam usahanya untuk

melakukan ekspansi bisnis, tahun 1984 Bentoel bekerja sama dengan

perusahaan rokok putih Amerika Phillip Morris Inc. Bentoel mendapat

kepercayaan untuk menjadi pembuat dan penyalur tunggal rokok terkenal di

dunia, Marlboro. Tapi jalan tidak selamanya mulus karena depresiasi rupiah

pada akhir tahun 1980-an menimbulkan kesulitan keuangan kepada

perusahaan. Sesaat sebelum Indonesia mengalami krisis moneter, Bentoel

menginvestasikan uang dalam jumlah besar untuk memperbarui sistem

Gambar

Tabel 5.1
Tabel 5.3
Tabel 5.4
Tabel 5.8
+5

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1) Pengaruh bauran pemasaran (produk, harga, promosi dan tempat) dan store atmosphere secara simultan terhadap minat beli ulang

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1) Pengaruh bauran pemasaran (produk, harga, promosi dan tempat) dan store atmosphere secara simultan terhadap minat beli ulang

Tujuan penelitian sebagai berikut: Untuk mengetahui pengaruh iklan televisi berpengaruh terhadap niat beli ulang konsumen di Bandar Lampung terhadap brand L-Men..

Penilaian Konsumen Terhadap Expertise, Trustworthiness, Attractiveness, dan Minat Beli Konsumen Antara Iklan Yang Menggunakan Endorser Selebritis Dan Endorser Non

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui pengaruh simultan kualitas, harga, merek, kemasan dan daya tarik iklan terhadap minat beli ulang konsumen sabun mandi, dan:

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Celebrity Endorsers dilihat dari sumber kredibilitasnya (Attractiveness, Trustworthiness,

Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian dengan mengambil judul : Pengaruh visibility, credibility, attractiveness dan power endorser terhadap niat beli

merchandise , price, location , advertising &amp; promotion, customer service &amp; selling , store layout &amp; design dan atmosphere terhadap niat beli ulang