• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 52

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Pra Tindakan

Setelah peneliti melaksanakan pengumpulan data, maka dapat disajikan data tentang kemampuan penguasaan kosa kata siswa Tunagrahita ringan kelas II semester Genap Tahun pelajaran 2014/2015. Adapun data awal/kondisi awal adalah sebagai berikut:

Tabel 3: Data Nilai Pratindakan

No Inisial Siswa Nilai

1 Ad 5,50 2 An 5,50 3 As 5,00 4 Fa 4,50 5 Fi 3,50 6 Ha 5,50 7 Ma 5,50 8 Ra 6,50 9 Te 4,50 10 Ve 4,50 Jumlah 50,50 Rata-rata 5,05

Data nilai pratindakan tersebut di atas dapat dilihat dalam grafik di bawah ini

(2)

commit to user

B. Deskripsi Hasil Penelitian Setiap Siklus

1. Siklus I

a. Perencanaan

Pada Siklus I ini dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, yang dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2015 dan tanggal 27 Januari 2015. Peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga gambar dan kartu kata untuk 2 kali pertemuan yang meliputi :

1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan Standar Kompetensi Mendengarkan memahami teks pendek dan dongeng yang dilisankan, kompetensi dasar menyampaikan pesan pendek yang didengarnya kepada orang lain. Materi pembelajaran pesan Pendek dengan kegiatan pembelajaran :

a) 4.1 membaca lancar teks pendek (3-5) kalimat b) 4.2 meceritakan isi teks

c) 4.3 membaca puisi sederhana

d) 4.4 menjawab pertanyaan tentang isi puisi

2) Media atau alat pembelajaran berupa alat peraga gambar dan kartu kata yang merupakan visualisasi dari bacaan tersebut.

b. Tindakan

Tindakan ini dilakukan selama dua kali pertemuan berturut-turut pada saat jam pelajaran bahasa Indonesia yaitu pada hari sabtu, tanggal 24 Januari 2015 dan hari selasa, tanggal 27 Januari 2015.

1) Pertemuan Pertama

Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2015 pada saat jam pelajaran bahasa Indonesia, langkah-langkah tindakannya meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.

a). Kegiatan Awal

(1) Peneliti memberi salam kepada siswa (2) Peneliti memimpin doa

(3)

commit to user

(3) Peneliti mengkondisikan kelas agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik.

(4) Menggali engalaman siswa tentang pengalaman diri sendiri (5) Memotivasi siswa berupa ajakan agar rajin belajar

membaca dan menjelaskan pentingnya belajar membaca dan menguasai kosa kata.

(6) Membuka pelajaran dengan menyanyikan lagu sebagai berikut :

Dua mata saya Hidung saya Satu Satu mulut saya Untuk berbicara

Dua teinga saya Yang kiri dan kanan Dua kaki saya Pakai sepatu baru b) Kegiatan Inti

1) Peneliti menyiapkan teks bacaan pendek (3-5 kalimat) 2) Peneliti membacakan teks bacaan tersebut dengan jelas 3) Peneliti mengajak siswa bersama-sama membacakan teks

bacaan pendek tersebut dengan bimbingan 4) Peneliti membagi siswa dalam dua kelompok

5) Peneliti menunjuk kelompok satu untuk membacakan teks bacaan tersebut.

6) Peneliti menunjuk kelompok dua membacakan teks bacaan tersebut.

7) Peneliti menunjuk seorang anak dari kelompok satu untuk membacakan teks tersebut

8) Peneliti menunjuk seorang dari kelompok dua untuk membacakan teks tersebut.

(4)

commit to user

10) Siswa mengidentifikasi pernyataan yang benar dan yang salah

11) Peneliti menugaskan siswa menuliskan kembali pesan yang telah didengar melalui teks bacaan tersebut.

12) Peneliti menugaskan siswa untuk menyampaikan pesan kepada orang lain berdasrkan teks bacaan tersebut.

c) Kegiatan Akhir

1) Siswa diminta merefleksi diri apakah sudah paham atau belum tentang materi yang telah diberikan.

2) Mengadakan evaluasi dengan mengerjakan lembar kerja siswa siklus I pertemuan pertama.

2) Pertemuan Kedua

Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2015 pada saat jam pelajaran bahasa Indonesia. Adapun langkah-langkah tindakannya meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.

a) Kegiatan Awal

(1) Peneliti member salam kepada siswa (2) Peneliti memimpin berdoa

(3) Peneliti mengkondisikan siswa agar dapat berkonsentrasi dalam mengikuti pelajaran dengan baik

(4) Peneliti mengadakan Tanya jawab tentang hewan piaraan (5) Memotivasi siswa supaya menyanyangi binatang piaraan

sebagai sesama makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

(6) Membuka pelajaran dengan menyanyikan lagu sebagai berikut :

Ku ku ku ku ku ruyuk Begitulah bunyinya Kaki nya bertanduk Ayam jantan namanya

(5)

commit to user b) Kegiatan Inti

(1) Peneliti mengajak siswa bersama-sama mengamati gambar yang sudah disiapkan.

(2) Peneliti menceriterakan tentang gambar tersebut (3) Peneliti membagi siswa dalam dua kelompok

(4) Peneliti menunjuk kelompok satu untuk menceriterakan gambar yang sudah diamati tadi.

(5) Peneliti menunjuk kelompok dua untuk melakukan hal yang sama dilakukan oleh kelompok satu

(6) Peneliti menugaskan kepada siswa untuk menyebutkan nama-nama hewan yang ada pada gambar

(7) Peneliti menyiapkan gambar dan kartu kata

(8) Siswa agar memasangkan gambar dan kartu kata dengan benar.

(9) Peneliti menugaskan siswa untuk membuat kalimat sederhana sesuai gambar dan kartu kata yang sudah disiapkan.

c) Kegiatan Akhir

(1) Siswa diminta merefleksi diri apakah sudah paham atau belum tentang materi yang telah diberikan.

(2) Mengadakan evaluasi dengan mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) siklus I pertemuan kedua.

c. Observasi/Pengamatan

Pada tahap observasi peneliti merekam atau mencatat segala peristiwa atau aktivitas yang dilakukan siswa selama proses kegiatan tindakan berlangsung.

1. Hasil Observasi Pertemuan Pertama

(1) Dari siswa sebanyak sepuluh orang tidak ada yang berani bertanya walaupun dirinya belum begitu paham tentang materi yang disampaikan.

(6)

commit to user

(2) Konsenterasi siswa terhadap pelajaran pada umumnya masih kurang perhatiannya mudah beralih dan terganggu oleh lingkungan sekitarnya, serta sulit memusatkan perhatiannya. (3) Motivasinya terhadap pelajaran masih sangat rendah.

(4) Cepat lelah pada saat mengerjakan soal-soal tes. (5) Nilai perolehan tes masih sangat rendah.

2. Hasil Observasi Pertemuan Kedua

a. Sudah ada satu siswa yang berani bertanya walaupun dirinya mengalami kesulitan dalam materi yang disampaikan.

b. Konsenterasi siswa terhadap pelajaran pada umumnya sedikit ada peningkatan, perhatiannya agak bertahan lama.

c. Motivasinya terhadap pelajaran masih kurang.

d. Terdapat peningkatan nilai dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua.

3. Hasil Evaluasi/Tes

Hasil Evaluasi/Tes siklus I sebagai berikut :

Tabel 4 : Nilai Ulangan harian siklus I

No Inisial Siswa Nilai

1 Ad 6,25 2 An 6,47 3 As 6,62 4 Fa 6,87 5 Fi 5,25 6 Ha 5,75 7 Ma 6,75 8 Ra 7,25 9 Te 7,12 10 Ve 6,75 Jumlah 65,10 Rata-rata 6,51

Data table nilai ulangan harian Siklus I dapat dilihar dalam grafik di bawah ini

(7)

commit to user

Grafik 2. Data Nilai Siklus I

d. Refleksi

Kegiatan refleksi dilakukan berdasarkan hasil selama kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama dan kedua, pada siklus 1 dan hasil ulangan yang diperoleh siswa. Refleksi dilakukan pada masalah-maslalah yang muncul adalah sebagai berikut :

1. Keberanian siswa untuk bertanya perlu ditumbuhkan

2. Konsenterasi siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan ada peningkatan, dan perlu terus dikembangkan.

3. Motivasi siswa terhadap kegiatan pembelajaran perlu peningkatan. 4. Sebagian besar siswa belum menguasai kosa kata.

5. Perolehan nilai ulangan pada pertemuan pertama dan kedua pada umumnya mengalami peningkatan, baik nilai ulangan tiap-tiap siswa maupun nilai rerata kelasnya. Pada pertemuan pertama nilai rerata kelasnya 5,79 dan pada pertemuan kedua nilai rerata kelasnya adalah 6,72.

6. Dari sepuluh orang siswa, baru dua anak yang memperoleh nilai rata-rata diatas 7,00 atau diatas nilai rata-rata indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu 7,00. Sedangkan delapan siswa lainnya nilai rata-rata masih dibawah indikator kinerja yang telah ditetapkan, berarti baru 20 % anak yang memperoleh nilai rata-rata diatas indikator keberhasilan sehingga perlu dilanjutkan siklus kedua.

(8)

commit to user 3. Siklus II

a. Perencanaan

Pada siklus kedua ini juga dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 7 Maret 2015 dan hari Selasa, tanggal 20 Maret 2015. Peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga gambar dan kartu kata yang meliputi :

1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan standar Kompetensi membaca dan Kompetensi Dasar sebagai berikut : a) Membaca teks bacaan

b) Menjawab pertanyaan sesuai dengan isi teks

c) Menceriterakan kembali isi teks dengan kata-kata sendiri d) Menyimpulkan isi teks yang dibaca

2) Alat peraga pembelajaran berupa gambar dan kartu kata b. Tindakan

Tindakan ini dilakukan selama selama dua kali pertemuan berturut-turut pada saat jam pelajaran bahasa Indonesia yaitu pada hari hari Sabtu, tanggal 7 Maret 2015 dan hari Selasa, tanggal 20 Maret 2015.

1) Pertemuan Ketiga

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 7 Maret 2015 pada saat jam pelajaran bahasa Indonesia. Langkah-langkah tindakannya meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.

a) Kegiatan Awal

(1) Peneliti memberi salam kepada siswa (2) Peneliti mengabsensi siswa

(3) Peneliti memimpin doa

(4) Peneliti mengkondisikan kelas agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik

(9)

commit to user

(5) Menggali pengalaman siswa tentang pengalaman diri sendiri

(6) Memotivasi siswa berupa ajakan agar rajin belajar membaca dan menulis

(7) Mengulas kembali tentang pentingnya kita menguasai perbendaharaan kata

(8) Membuka pelajaran dengan menyanyikan lagu sebagai berikut: Bangun tidur Ku terus mandi Tidak lupa Menggosok gigi Habis mandi Ku tolong ibu Membersihkan Tempat tidurku b) Kegiatan Inti

(1) Peneliti menyiapkan teks bacaan 5-7 kalimat

(2) Peneliti membacakan teks bacaan tersebut dengan intonasi yang tepat

(3) Peneliti mengajak siswa bersama-sama membacakan teks bacaan pendek tersebut dengan pembimbingan.

(4) Peneliti membagi siswa dalam dua kelompok

(5) Peneliti menunjuk kelompok satu untuk membacakan teks bacaan tersebut

(6) Peneliti menunjuk kelompok dua untuk membacakan teks bacaan tersebut

(7) Peneliti menunjuk salah seorang dari kedua kelompok untuk membacakan teks tersebut

(8) Peneliti menunjukkan gambar dan siswa memasangkan kartu kata yang sesuai dengan gambar.

(10)

commit to user

(9) Peneliti menjelaskan gambar dan kartu kata yang tepat. (10) Siswa mengidentifikasi pernyataan yang benar dan yang

salah berdasarkan pasangan gambar dan kartu kata.

(11) Peneliti menugaskan siswa untuk memasangkan antara gambar dan kartu kata yang tepat.

(12) Peneliti menugaskan siswa untuk menyampaikan pesan kepada orang lain berdasarkan gambar dan kartu kata yang sudah dipasangkan secara tepat.

c) Kegiatan Akhir

(1) Siswa diminta merefleksikan diri apakah sudah paham atau belum tentang materi yang telah diajarkan

(2) Siswa diminta untuk menyebutkan kosa kata yang ada dalam bacaan sesuai dengan gambar yang ditunjukkan

(3) Siswa diminta mengerjakan evaluasi dengan mengerjakan lembar kerja siswa siklus II pertemuan pertama.

2) Pertemuan keempat

Pertemuan keempat dilaksanakan pada Selasa, tanggal 20 Maret 2015 pada saat pelajaran bahasa Indonesia.

Adapun langkah-langkah tindakannya meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.

a) Kegiatan Awal

(1) Peneliti memberi salam kepada siswa (2) Peneliti mengabsensi siswa

(3) Peneliti memimpin berdoa

(4) Peneliti mengkondisikan kelas agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik

(5) Menggali pengalaman siswa tentang materi pelajaran yang telah disampaikan terdahulu.

(6) Mengajak siswa bersama-sama membaca kosa kata tentang tema Kebersihan

(11)

commit to user

(8) Membuka pelajaran dengan menyanyikan lagu sebagai berikut :

Aku anak sehat Tubuhku kuat Karena ibuku Rajin dan cermat

Semasa aku bayi Slalu diberi ASI Makanan bergizi Dan imunisasi Berat badanku Ditimbang slalu Posyandu menunggu Setiap waktu

Bila aku diare Ibu slalu waspada Pertolongan oralit Slalu siap sedia b) Kegiatan Inti

(1) Peneliti menyiapkan teks bacaan 5-8 kalimat dengan tema kebersihan

(2) Peneliti membacakan teks bacaan tersebut dengan intonasi yang tepat

(3) Peneliti mengajak siswa bersama-sama membacakan teks bacaan pendek tersebut dengan bimbingan.

(4) Peneliti membagi siswa dalam dua kelompok

(5) Peneliti menunjuk salah satu siswa dari kelompok satu untuk membacakan teks bacaan tersebut

(6) Peneliti menunjuk salah satu siswa dari kelompok dua untuk membacakan teks bacaan tersebut

(12)

commit to user

(7) Peneliti memasang gambar benda pada papan yang sudah disiapkan

(8) Peneliti menunjuk siswa dari kelompok satu untuk memilih kartu kata yang sesuai dengan gambar untuk dipasangkan. (9) Peneliti menunjuk siswa dari kelompok dua untuk memilih

salah satu kartu kata yang sesuai dengan gambar untuk dipasangkan secara tepat.

(10) Siswa mengidentifikasi pernyataan yang benar dan yang salah berdasarkan pasangan gambar dan kartu kata.

(11) Peneliti menugaskan siswa untuk memilih kartu kata dan gambar yang sesuai dengan tema kebersihan, kemudian ditempelkan dipapan yang sudah disiapkan.

(12) Peneliti mengajak siswa bersama-sama untuk membaca kartu kata tersebut.

(13) Peneliti melepas gambar dan membiarkan kartu kata menempel di papan.

(14) Peneliti mengajak siswa membaca kartu kata tersebut. 3). Kegiatan Akhir

(1) Siswa diminta merefleksikan apakah sudah paham atau belum tentang materi yang telah diberikan.

(2) Siswa diminta untuk mengulang menyebutkan kosa kata yang sudah diberikan.

(3) Siswa diminta mengerjakan evaluasi dengan mengerjakan lembar kerja siswa siklus II pertemuan kedua (pertemuan keempat).

c. Observasi/Pengamatan

Pada tahap observasi/pengamatan ini peneliti merekam atau mencatat segala peristiwa atau aktivitas yang dilakukan siswa selama proses kegiatan tindakan berlangsung.

(13)

commit to user

a. Siswa sudah mulai berani menyebutkan kosa kata sesuai tema yang diberikan.

b. Siswa sudah mulai memasangkan gambar dan kartu kata secara benar

c. Suasana pebelajaran di kelas sudah berubah menjadi lebih menyenangkan.

d. Komunikasi antara guru dan siswa mulai terbangun dengan baik dan terjadi komunikasi timbal balik.

e. Keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat mulai tumbuh. f. Siswa mulai bertahan lama dan tidak cepat lelah pada saat

mengerjakan soal-soal tes.

Hasil pengamatan pertemuan ketiga (Siklus II pertemuan pertama) dapat dilihat pada lampiran 5.

2. Hasil Observasi/pengamatan Pertemuan Keempat (Siklus II pertemuan kedua)

a. Siswa semakin berani mengungkapkan tentang kosa kata yang telah dipahami.

b. Siswa semakin tumbuh keberanian untuk maju ke depan memasangkan gambar dan kartu kata yang tepat.

c. Suasana belajar di kelas lebih menyenangkan.

d. Komunikasi antara guru dan siswa semakin hidup dan terjadi komunikasi timbal balik.

e. Motivasi terhadap pelajaran semakin meningkat f. Terdapat peningkatan hasil ulangan harian.

(14)

commit to user d. Hasil Evaluasi/Tes

Hasil Evaluasi/Tes siklus II sebagai berikut :

Tabel 5 : Nilai Ulangan harian siklus II No Inisial Siswa Nilai

1 Ad 6,75 2 An 7,00 3 As 7,12 4 Fa 7,25 5 Fi 6,50 6 Ha 7,50 7 Ma 7,00 8 Ra 7,50 9 Te 7,62 10 Ve 7,37 Jumlah 71,62 Rata-rata 7,162

Data dalam tabel tersebut di atas dapat dilihat dalam grafik di bawah ini

Grafik 3. Data Nilai Siklus II

e. Refleksi

Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan pembelajaran pada pertemuan ketiga dan keempat pada siklus II dan hasil ulangan harian yang diperoleh siswa diperoleh data sebagai berikut :

(15)

commit to user

2. Konsentrasi mengerjakan soal-soal yang diberikan meningkat. 3. Motivasi siswa terhadap kegiatan pembelajaran semakin meningkat 4. Sebagian besar siswa sudah menguasai kosa kata

5. Perolehan nilai ulangan pada pertemuan ketiga dan keempat umumnya mengalami peningkatan baik nilai ulangan tiap-tiap siswa maupun nilai rerata kelasnya. Pada pertemuan ketiga nilai rerata kelasnya 6,85 dan pada pertemuan keempat nilai reratanya adalah 7,162. Dari sepuluh orang siswa 2 orang siswa mendapat nilai di bawah 7,00 dan 8 orang lainnya mendapat nilai rata-rata di atas 7,00. Hasil nilai tersebut berada di atas nilai rata-rata indikator kinerja yang telah ditetapkan. Dengan demikian penggunaan alat peraga gambar dan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosa kata menunjukkan hasil yang signifikan.

C. Perbandingan Kondisi Awal dan Antar Siklus

Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan, hasil observasi/pengamatan, dan hasil refleksi pada kondisi awal, siklus I dan siklus II, maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut:

Tabel 6: Perbandingan Kondisi Awal dan Antar Siklus

No Inisial Siswa Kondisi Awal Siklus I Siklus II

1 Ad 5,50 6,25 6,75 2 An 5,50 6,47 7,00 3 As 5,00 6,62 7,12 4 Fa 4,50 6,87 7,25 5 Fi 3,50 5,25 6,50 6 Ha 5,50 5,75 7,50 7 Ma 5,50 6,75 7,00 8 Ra 6,50 7,25 7,50 9 Te 4,50 7,12 7,62 10 Ve 4,50 6,75 7,37 Jumlah 50,50 65,10 71,62 Rata-rata 5,05 6,51 7,162

(16)

commit to user

Grafik 4. Perbandingan Kondisi Awal dan Antarsiklus D. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan melaui dua siklus, pada tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : Tahap Perencanaan, Tindakan, Obsevasi dan Refleksi. Siklus I dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan pada kondisi awal. Masalah tersebut antara lain adalah : masih banyak siswa yang pasif, keberanian siswa untuk bertanya tidak ada, konsentrasnya terhadap pembelajaran masih kurang, motivasi belajarnya sangat rendah, mudah bosan dan penguasaan kosa kata khususnya pada membaca teks pendek masih sangat rendah, sehingga perolehan nilai pada sepuluh siswa nilai reratanya terendah 3,50, nilai rerata tertinggi 6,50 dan nilai rerata kelas 5,05.

Berdasarkan tindakan pada siklus yang dilakukan dalam dua kali pertemuan , diperoleh hasil antara lain : Siswa yang pasif dalam pembelajaran semakin berkurang, keberanian siswa untuk bertanya masih rendah, konsentrasi terhadap pembelajaran ada peningkatan meskipun sedikit, motivasi siswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia perlu terus ditingkatkan. Hasil ulangan harian pada siklus I nilai rerata terendah 5,25. Nilai rerata tertinggi 7,25, Nilai rerata kelas 6,51

(17)

commit to user

Dari hasil penelitian yang diperoleh pada siklus I tersebut dapat disimpulkan bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran perlu ditingkatkan. Keberanian siswa untuk bertanya baik terhadap guru maupun teman perlu dirangsang terus. Konsentrasi siswa dalam pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Motivasi siswa dalam pembelajaran perlu terus dirangsang. Hasil ulangan harian dari 5 siswa semuanya mengalami peningkatan. Nilai rerata terendah naik 50 % dari 3,50 menjadi 5,25. Nilai rerata tertinggi naik 11,5 % dari 6,50 menjadi 7,25. Nilai rerata kelas naik 29 % dari 5,05 menjadi 6,51. Namun demikian baru 2 siswa yang memperoleh nilai rerata diatas nilai rerata yang ditetapkan dalam indikator kinerja yaitu 7,00. Ini berarti baru 20% anak yang memperoleh nilai rerata diatas 7,00, sehingga dengan demikian harus dilanjutkan ke siklus II.

Siklus II merupakan solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang masih ditemukan pada siklus I. berdasarkan tindakan pada siklus II yang dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, diperoleh hasil antara lain : Semua siswa sudah aktif dalam pembelajaran, keberanian bertanya siswa semakin meningkat, konsentrasi terhadap pembelajaran banyak peningkatan, motivasi siswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia semakin meningkat, dan dalam penguasaan kosa kata tumbuh-tumbuhan dan kosa kata binatang sudah terkuasai dengan baik. Hasil ulangan harian pada siklus II diperoleh hasil rerata terendah 6,50. Nilai rerata tertinggi 7,62 dan Nilai rerata kelas 7,16.

Berdasarkan hasil penelitian pada siklus II terdapat peningkatan. Peningkatan ini terjadi pada aktifitas siswa pada pembelajaran maupun peningkatan dalam hasil belajarnya. Pada sisklus II ini tidak ada lagi siswa yang pasif, takut bertanya, semuanya aktif mengikuti pembelajaran serta termotivasi demi memperoleh nilai tertinggi.

Hasil ulangan harian siklus I ke siklus II nilai rerata terendah mengalami kenaikan sebesar 24 % dari 5,25 menjadi 6,50. Nilai rerata tertinggi mengalami kenaikan sebesar 5 % dari 7,25 menjadi 7,62. Sedangkan nilai rerata kelas mengalami kenaikan sebesar 9 % dari 6,51 menjadi 7,16. Dari ke 10 siswa, 8 diantaranya memperoleh nilai rerata diatas nilai rerata

(18)

commit to user

yang ditetapkan pada indikator kinerja. Itu berarti 80 % dari 10 siswa memperoleh nilai diatas nilai rerata yang ditetapkan pada indikator kinerja. Dan 2 siswa atau 20 % dari ke-10 siswa nilai reratanya masih dibawah nilai rerata indikator kinerja. Denagan demikian kesimpulan akhir adalah “ melalui pembelajaran dengan menggunakan alat peraga gambar kartu kata dapat meningkatkan kemampuan penguasaan kosa kata bagi anak tunagrahita ringan di kelas II semester II SLB Negeri Banjarnegara Tahun Pelajaran 2014/2015”.

Gambar

Tabel 3: Data Nilai Pratindakan
Tabel 4 : Nilai Ulangan harian siklus I
Grafik 2. Data Nilai Siklus I  d.  Refleksi
Tabel 5 : Nilai Ulangan harian siklus II
+3

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui suatu sistem dapat diperoleh dengan cara memperhatikan ciri-ciri yang ada pada suatu sistem dan intetraksi dari unsur- unsur yang saling terkait

Dengan melakukan pelatihan dan pengembangan di harapkan sumber daya manusia yang berada pada Caffe Jakulin dapat mendapatkan pengalaman kerja yang lebih baik, sehingga

1) Akan ada peningkatan dalam kemampuan system sirkulasi dan kerja jantung, 2)Akan ada peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan, dan lain-lain

Berdasarkan latar belakang tersebut penulis ingin melihat peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode peta pikiran melalui penelitian yang berjudul “Pengaruh

tersebut maka untuk aspek/dimensi kesehatan ternak dan tatalaksana usaha memperlihatkan criteria sangat baik; 3) Terdapat hubungan yang sangat kuat antara factor

The use of Light Detection and Ranging (LiDAR) to study agricultural crop traits is becoming popular. Wheat plant traits such as crop height, biomass fractions and plant

International Organization for Migratioan (IOM) berdedikasi untuk memajukan migrasi yang manusiawi dan teratur untuk kepentingan bersama, dilaksanakan dengan meningkatkan

Dalam kata sambutannya, Rektor menekankan pentingnya mahasiswa pararel untuk membagi waktu antara kuliah dengan waktu kerja, karena program pararel diikuti oleh banyak pegawai