EFISIENSI KOLOM
Pertemuan 3
Bentuk-bentuk kromatogram
- Linier (simetris, bentuk gaus), ideal
(puncak sempit)
- Tidak linier dan tidak ideal
K = CS/Cm
K < CS/Cm K > CS/Cm
CS CS CS
K = CS/Cm K < C S/Cm
K > CS/Cm
CS CS CS
Cm Cm Cm
Isoterm ideal isoterm konveks
Isoterm Konkaf
Simetris
peak tailing peak leading
(overload)
Faktor yang mempengaruhi
efisiensi kolom
Difusi Eddy (A)
Difusi longitudinal (B/V)
Transfer massa (CV)
4
HETP = A + B/V + CV
Persamaan Van Deemter:
Suku A
dp = diameter partikel isis kolom
7
Packing kolom tidak seragam, jalur yang dilalui analit berbeda, sampai di ujung kolom dalam waktu yang berbeda
1. Faktor Difusi Eddy
Suku B/V (difusi longitudinal)
Dg = koef difusi analit pada fasa pembawa (gas)
= 10
5D
2. Faktor Difusi Longitudinal
9
Arah aliran fasa gerak berbeda dengan
arah aliran (gas)
Suku C.V
(efek perpindahan massa)
k’= faktor kapasitas
d
f= tebal lapisan cairan fasa diam
D
l= koef difusi komponen dalam fasa diam
ω = tetapan gas
Dp = diameter partikel isi kolom
D
g= koef difusi komponen dalam fasa gerak
3. Faktor Efek perpindahan massa
11
Analit yang ada di pusat aliran bergerak
lebih cepat dibandingkan dengan analit
di dekat dinding kolom
12
Fasa diam Fasa gerak
Grafik Van Deemter
13 V optimal H min HETP V, LajuLaju alir operasional : 2 Vopt
Berilah penjelasan:
Makna dari grafik Van Deemter:
Suku A ?
Suku B
Suku C
15
Mengapa kolom dapat memisahkan campuran komponen ?
Karena perbedaan interaksi
komponen-komponen
dengan kolom/fasa diam
Komponen
2keluar dari kolom
Dalam waktu yang berbeda-beda
Waktu retensi (tr)
Berbeda-beda pula
16 Prinsip Pemisahan
Perbedaan distribusi komponen
diantara fasa gerak dan fasa diam
yang menyebabkan perbedaan migrasi diferensial
komponen-komponen analit dalam kolom
kromatografi
Selektivitas kolom
Kemampuan kolom untuk membedakan suatu komponen dari komponen lain
Perbedaan k`
dasar
17 1. Faktor Selektivitas () 1 2 K K
K adalah Koef partisi komponen1 dan 2 ) 0 ( ) 1 ( ) 0 ( ) 2 ( ' 1 ' 2 r t r t r t r t r t r t
Untuk Pemisahan:
>>1
Apakah parameter menjamin
pemisahan sempurna ??
Tr, menit
I
3,2
4,5
T
0= 0,99
:………
menjamin pemisahan bagian atas (puncak)
kromatogram
Tidak memperhitungkan overlap
puncak-puncak
19
2. Resolusi (Rs)
1 2 ) ( ( 2 ) ( 2 1 2 1 ) 1 ( ) 2 ( 2 1 ) 1 ( ) 2 ( w w t t w w t t Rs r r r r W = lebar puncak
w 20 w W1/2 ) ( 699 , 1 ) ( 2 ) 2 ( 2 / 1 ) 1 ( 2 / 1 ) 1 ( ) 2 ( w w t t Rs r r Rs ideal = 1,25
(97,5% terpisah)
21
Cara lain menghitung Rs :
memperhitungkan
selektivitas
efisiensi
faktor kapasitas
N
k
k
R
)(
1
)
`
1
`
(
4
1
Faktor kapasitas Faktor selektivitas Faktor efisiensiINSTRUMENTASI
HPLC
23 KCKT
Teknik untuk pemisahan dan analisis zat yang sukar dipisahkan dan termolabil Teknik untuk kontrol ketakmurnian
Eluat dikumpulkan
Tempatelue n
pompa injektor kolom
detektor
rekorder
Diagram blok alat KCKT
24 GAMBAR HPLC
25 1. Tempat eluen/pelarut
Botol terbuat dari bahan yang bereaksi dgn pelarut (gelas)
Dilengkapi dgn penyaring (stainless steel)
Pipa kecil polietilen eluen harus di degassing
Eluen harus disaring dengan saringan
2. Pompa eluen
Gambar Pompa
Gunanya memompa eluen ke dalam kolom Terbuat dari stainless steel/teflon
Seals terbuat dari mas atau teflon/grafit Tekanan sampai 400 bar
27
Spesifikasi pompa yang baik: Repeatability (keberulangan)
Presisi jangka pendek (short term precision) Noise pompa (menyebabkan pulsa) karena gerakan piston dan check valve
Drift (perubahan kecepatan alir pompa karena waktu alir lama)
3. Injektor Valve Injektor Syringe injection 28 Syarat injektor:
dapat memasukkan contoh ke dalam kolom dalam bentuk sesempit mungkin untuk menghindari pelebaran puncak
Mudah digunakan Keberulangan tinggi
Dapat bekerja meskipun ada tekanan balik tinggi
4. Kolom
29
Kolom yang baik
bahan kolom kuat dan tidak mudah berkarat
partikel Isi kolom berdiameter kecil (5–10m), ukuran
seragam, bulat, berpori
Efisiensi kolom tinggi (N >>, H<<) Tahan terhadap tekanan tinggi
Menghasilkan puncak simetri dan sempit
31
Jenis kolom
1. Kolom polar : silika, amina 2. Kolom non polar : C-8, C-18
Struktur fasa diam silika Struktur fasa diam C-18 terikat pada silika
silika C-18 yang terikat silika
Si O O Si Si O O H Si O Si O R Si O R Si 32 5. Detektor Syarat detektor
• Tingkat noise dan drift rendah • Sensitivitas tinggi
• respons cepat
•Tidak sensitiv terhadap perubahan tipe pelarut, laju alir pelarut dan temperatur
• mudah pengoperasiannya • awet
Detektor dalam KCKT
•detektor spektrofotometrik (UV/VIS) • detektor fluoresensi
•Detektor indeksrefraksi (Optis) •Detektor elektrokimia
33
1. Kromatografi fasa terbalik: Fasa diam lebih nonpolar dari fasa gerak
2. Kromatografi fasa normal: Fasa diam lebih polar dari fasa gerak
Pemeliharaan kolom
1. Saring eluen dgn saringan membran
2. Hindari pengaliran eluen ke dalam kolom dari arah yang sebaliknya 3. Gunakan kolom pengaman (column guard)
4. Simpan kolom dalam pelarut yang sesuai jika tidak digunakan (kolom polar dalam metanol, kolom nonpolar dalam kloroform)
5. Jangan sampai kolom jatuh
6. Jangan menggunakan eluen yang terlalu asam 7. Cuci kolom sesudah digunakan.
8. Lakukan regenerasi kolom sesuai prosedur
Trouble shoot
Alat
Hasil pengukuran Trouble Shoot Penanggulangan 1. Pompa berhenti/tekanan
tinggi
Saring kembali fasa gerak Periksa saringan fasa gerak Periksa ujung-ujung kolom periksa klep pompa (harus dgn
ahlinya.)
Bersihkan kolom dengan laju alir minimal
ganti kolom 2. Keberulangan injeksi rendah Cuci kolom
Uji keberulangan pompa Periksa detektor 3. Puncak tidak terpisah Perlambat laju alir
Ubah komposisi fasa gerak Ganti fasa gerak
Ganti kolom 4. Puncak terlalu lebar dan tr >> - Percepat laju alir
35
TIPE-TIPE PUNCAK KROMATOGRAM
36
37
1. Dari kromaogram KCKT suatu campuran yang diketahui terdiri dari senyawa A dan B, diperoleh data sbb:
tr (A) = 13 menit, tr (B) = 21,5 menit, to = 2,0 menit W(A)= 2,1 menit, W(B) = 4,1 menit.
Hitung Resolusi dan faktor pemisahannya Soal efisiensi kolom:
Komponen x terelusi dalam KCKT dengan data sbb:
tr(x) = 21,5 menit , W = 4,1 menit, W1/2= 1,85 menit, to= 0,95 menit.
Hitung N , HETP, dan Faktor kapasitas, bila elusi dilakukan dalam kolom 12,5 cm
Analisis kualitatif
-Agak sukar dilakukan terutama bila dalam campuran
-Dapat dilakukan bila pemisahan baik dan tidak ada interferensi
-Dasar: membandingkan waktu retensi analit dengan standar
-Kondisi elusi analit harus sesuai dengan kondisi standar
39
Analisis Kuantitatif
Tahapan kerja:
*Penyiapan fasa gerak:
Pelarutan, pencampuran, penyaringan, degasing
*Preparasi sampel:
Pemisahan dgn ekstraksi Pengenceran/pelarutan ekstrak penyaringan/degasing
*Penyiapan larutan standar :
Induk : larutan 1000 ppm
pengenceran dengan fasa gerak. pembuatan larutan kerja:
40
*Pengukuran sampel
*Penentuan konsentrasisebenarnya analit dalam sampel
Pengukuran sampel:
-Teknik membandingkan area standar dengan area analit
Area standar = As , konsentrasi = Cs
Area analit = Ac , konsentrasi analit = Cc
41 C, ppm Area * * * * * Cx
-Teknik kurva kalibrasi
Dibuat beberapa seri larutan standar, dari
konsentrasi kecil sampai besar ( minimal 4 larutan standar)
Dibuat larutan sampelsedemikian sehingga area berada dalam range konsentrasi standar
Larutan standar diinjeksikanmulai dari konsentrasi kecil Larutan sampel diinjeksikan
Plot Area sampeldalam kurva kalibrasi (C vs area standar)
Teknik analisis kuantitatif dengan kalibrasi adisi standar
Untuk mendekatkan kondisi sampel dengan kondisi
larutan standar
Caranya: ke dalam sejumlah larutan standar (seri)
ditambahkan sejumlah yang sama sampel, kemudian diperlakukan sesuai prosedur seperti pada cara kalibrasi biasa C, ppm Area * * * * * Cx
43
Parasetamol adalah obat analgesik dan antipretik
yang biasanya dikemas dalam bentuk cair untuk
konsumsi anak-anak. Selain parasetamol sebagai
zat aktif, biasanya dalam kemasan tersebut
ditambahkan aditif gula dan etanol dalam jumlah
sedikit selain air sebagai pelarut.
OH
HN – C = O CH3
44
Bila senyawa parasetamol akan dianalisis dengan HPLC, teknik mana yang akan dipilih,
a. RPLC dengan fasa diam C-18 dan fasa gerak metanol/air
b. RPLC dengan fasa diam C-18 dan fasa gerak n-heksana/air
c. NPLC dengan fasa diam silika dan fasa gerak n-heksana
d. NPLC dengan fasa diam silika dan fasa gerak kloroform
Detektor apa yang dapat digunakan dalam analisis ini ?
Bagaimana gambaran kromatogram yang akan dihasilkan ?