1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu keunggulan daerah tropis adalah kelimpahan sinar matahari yang melalui berbagai reaksi biologis dalam tanaman menghasilkan produk yang bermanfaat bagi umat manusia. Oleh karena itu memungkinkan berlangsungnya kegiatan pertanian terus menerus sepanjang tahun sehingga menjadi keunggulan komparatif bagi wilayah tropis dibanding dengan wilayah lainnya.
Sektor pertanian memiliki peranan penting di Indonesia karena sektor pertanian mampu menyediakan lapangan kerja dan mampu mendukung sektor industri baik industri hulu maupun industri hilir. GBHN-pun telah memberikan amanat bahwa prioritas pembangunan diletakkan pada pembangunan bidang ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian. Struktur tenaga kerja kita sekarang masih didominasi oleh sektor pertanian yaitu sekitar 37,770,165 jiwa bekerja pada sektor pertanian, selanjutnya sektor perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi sebesar 26,689,630 jiwa, dan sector konstruksi sebanyak 7,978,567 jiwa (BPS 2016).
Menurut data statistik perkebunan Indonesia komoditas kelapa tahun 2014 – 2016, salah satu sektor pertanian yang menonjol di Indonesia adalah kelapa, Pohon ini dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Luas perkebunan kelapa di Indonesia tercatat tahun 2016 sekitar 3,544 juta hektar (Ha) yang terdiri dari perkebunan rakyat seluas 3,506 juta Ha; perkebunan milik pemerintah seluas 3,939 Ha; serta milik swasta seluas 33.391 Ha. Selama 46 tahun, luas tanaman kelapa meningkat dari 1,80 juta hektar pada tahun 1970 menjadi 3,544 juta hektar pada tahun 2016. Sebagian besar produksi kelapa di Indonesia yakni sekitar 60 persen digunakan untuk ekspor.
Kelapa merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan secara komersial mulai dari batang pohon, buah, sabut, tempurung, hingga air kelapanya. Produk-produk yang dapat dihasilkan dari buah kelapa dan banyak diminati karena nilai ekonominya yang tinggi diantaranya adalah Virgin Coconut Oil (VCO), activated carbon (AC), coconut fiber (CF), coconut charcoal
(CCL), serta oleokimia yang dapat menghasilkan asam lemak, metal ester, fatty alkohol, fatty amine, fatty nitrogen, glyserol, dan lain-lainnya. Produk kelapa yang sudah berkembang di dalam negeri diantaranya adalah Coconut Crude Oil (CCO) dan turunannya, Dessicated Coconut (DC), Virgin Coconut Oil (VCO), activated carbon (AC), coconut fiber (CF), coconut charcoal (CCL).
Dalam hal ini produk kelapa yang akan kami usung adalah coconut charcoal (arang briket), salah satu bentuk kewirausahaan yang sedang berkembang beberapa tahun terakhir ini, usaha ini berkembang luas di Indonesia, bahan bakunya tersedia hampir di seluruh wilayah nusantara. Bahkan di berbagai pelosok daerah, limbah tempurung kelapa bisa ditemukan dengan cukup mudah.
Arang briket yang didefinisikan sebagai bahan bakar yang berwujud padat dan berasal dari sisa-sisa bahan organik yang telah mengalami proses pemampatan dengan daya tekan tertentu. Arang briket ini mampu menjadi sumber energi alternatif dan penyimpan energi alternatif yang perlu dikembangkan untuk mengatasi masalah kesulitan energi yang melanda Indonesia dan negara lain di dunia saat ini. Tempurung kelapa sendiri mengandung karbon sebanyak 75-95%. Tempurung kelapa juga mengandung bahan – bahan lainnya yaitu: H2O sebanyak 8,7 %; nitrogen sebanyak 2,9% ; oksigen sebanyak 7,0% ;dan pH sebanyak 6,4%.
Arang briket yang terbuat dari arang tempurung kelapa memiliki nilai kalor tinggi. Selain bernilai kalor tinggi, asap yang dihasilkan dari pembakaran tersebut tidak menimbulkan asap pedih. Penggunaan arang briket sebagai pemanas ruangan di negara bersalju (negara dengan 4 musim) tergolong sangat tinggi. Arang briket merupakan sumber daya alam terbarukan. Seiring dengan terjadinya peningkatan suhu dunia (global warming), arang tempurung kelapa semakin diminati dunia sebagai green energy. Tidak hanya berguna sebagai pemanas ruangan, arang briket juga digunakan sebagai bahan bakar rokok ala timur tengah yang disebut Shisha. Dengan banyak tersedia-nya bahan baku tempurung kelapa di indonesia, tentu merupakan berkah yang harus digarap secara serius.
Briket arang batok kelapa sangat diminati di pasar luar negeri, hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor briket tempurung kelapa dan briket dari biomassa lainnya di Indonesia yang terus meningkat, yaitu pada tahun 2012 ekspor briket dari Indonesia mencapai US$ 24,284 juta, 2013 mencapai US$31,522 juta, 2014 mencapai US$ 47,386 dan terus meningkat pada tahun 2015 mencapai US$ 68,626 (Kemenperin 2016).
Salah satu produsen dan pemasar briket arang batok kelapa di Jawa Tengah adalah CV. Indoarab Interprise. Dalam satu bulan, kapasitas produksi CV. Indoarab Interprise rata-rata adalah 68,000 kg arang briket. Dengan total 60% produksi dijual ekspor ke luar negeri seperti Arab Saudi, Iraq, Turki dan sisanya 40% dijual didalam negeri. Dengan adanya permintaan pasar yang cukup tinggi, sumber daya pohon kelapa yang memenuhi di Indonesia ini dan pangsa pasar yang memenuhi baik di luar negri maupun lokal, maka perusahaan CV. Indoarab Interprise perlu mengenali kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam persaingan serta mengenali keunggulan pesaingnya. Hal ini akan membantu perusahaan untuk lebih memperluas, memanfaatkan kesempatan yang ada dan meminimalkan ancaman serta melindungi diri sendiri dengan sebaik baiknya terhadap tekanan persaingan. Dengan strategi bisnis yang tepat, perusahaan dapat memiliki keunggulan dalam persaingan dan akan menarik lebih banyak pelanggan karena kualitas dan kuantitas produk lebih unggul dari pada produk yang dimiliki oleh kompetitornya. CV. Indoarab Interprise mempunyai dua competitor yang berlokasi di daerah Kendal, Jawa Tengah. Berdasarkan data market share tahun 2017 (Tabel 1.2) yang diperoleh dari perusahaan, menjelaskan bahwa CV. Indoarab Interprise berada di urutan tertinggi, namun hal ini tidak menjamin CV. Indoarab Interprise akan unggul selamanya dalam persaingan tersebut, CV. Indoarab Interprise perlu mempunyai strategi yang tepat guna mempertahankan keunggulan perusahaan.
Gambar: 1.1. Grafik Data Penjualan CV. Indoarab Interprise (2017)
CV. Indoarab Interprise melakukan penjualan dalam 1 kontainer 20.000 kg arang briket. Pada tahun 2015, CV. Indoarab Interprise melakukan penjualan sebanyak 8 kontainer yang terdiri dari 4 kontainer arang briket grade A dengan harga Rp 1.200.000.000,- dan 4 kontainer grade B dengan harga Rp 880.000.000,- , Sedangkan pada tahun 2016 CV.Indoarab Interprise melakukan penjualan sebanyak 5 kontainer yang terdiri dari 3 kontainer grade A arang briket dengan harga Rp 900.000.000,- dan 2 kontainer grade B dengan harga Rp 440.000.000,-. Pada Tahun 2017, CV.Indoarab Interprise melakukan penjualan sebanyak 4 kontainer yang terdiri dari 2 kontainer grade A arang briket dengan harga Rp 600.000.000,- dan 2 kontaner grade B dengan harga Rp 440.000.000,-. Dapat disimpulkan bahwa CV.Indoarab Interprise mengalami penuranan penjualan dan memiliki keadaan penjualan yang tidak stabil.
Sumber: CV. Indoarab Interprise (2017).
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ANALISIS STRATEGI BISNIS PADA CV. INDOARAB INTERPRISE”. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu CV. Indoarab Interprise untuk memperluas, memanfaatkan kesempatan yang ada, dan meminimalkan ancaman serta melindungi diri sendiri dengan sebaik baiknya terhadap tekanan persaingan dan menjadi tambahan pengetahuan dalam dunia bisnis, terutama tentang strategi bisnis perusahaan.
Terdapat berbagai metode untuk mengetahui strategi yang tepat untuk perusahaan, yaitu dengan metode SWOT. Metode SWOT dipilih untuk menyelesaikan penilitian ini dikarenakan lebih mudah untuk diimplementasikan ke perusahaan karena sesuai dengan kondisi perusahaan yang masih berkembang.
Cagar 34% Macra 29% Indoarab 37% Cagar Macra Indoarab Grafik 1.2 Market Share
Dengan metode SWOT, kondisi internal dan eksternal perusahaan dapat diketahui lebih rinci dan dapat diambil langkah berikutnya yaitu penentuan strategi yang tepat bagi perusahaan.
Untuk mengetahui strategi bisnis apa yang tepat untuk CV. Indoarab Interprise agar dapat mencapai target penjualan bersih perusahaan dan dapat mempertahankan permintaan pasarnya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengadakan penerapan konsep SWOT untuk merumuskan kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang ada disekitar perusahaan melalui beberapa tahap perumusan strategi yaitu, tahap input yang meliputi, IFE (Internal Factors Evaluation), EFE (External Factors Evaluation) , dan CPM (Competitive Profile Matrix), tahap pencocokan yang meliputi, Matriks SWOT (Strengths, Weakness, Oportunities, Threats) Matriks IE (Internal-Eksternal), Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix), dan tahap keputusan yang meliputi, Matriks QSPM (Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif). Pada penelitian ini penulis melakukan studi analisis strategi bisnis pada CV. Indoarab Interprise.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dirumuskan diatas, maka diperoleh identifikasi masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kondisi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) CV. Indoarab Interprise?
2. Bagaimana kondisi faktor eksternal (peluang dan ancaman) CV. Indoarab Interprise
3. Apakah rekomendasi strategi bisnis yang tepat bagi CV. Indoarab Interprise?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Melalui penelitian ini, peneliti memiliki tujuan penelitian, yaitu:
1. Untuk mengetahui kondisi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) CV. Indoarab Interprise.
2. Untuk mengetahui kondisi faktor eksternal (peluang dan ancaman) CV. Indoarab Interprise
3. Untuk memberikan rekomendasi strategi bisnis yang tepat bagi CV. Indoarab Interprise.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Setiap poin dalam melakukan penelitian yang akan di teliti memberikan manfaat nya masing-masing, yang mana manfaat tersebut menjadi suatu acuan yang akan di terapkan untuk menciptakan suatu strategi bisnis yang tepat untuk bisa mendapatkan konsumen. Berikut adalah manfaat-manfaat dari penelitian ini:
1. Bagi perusahaan CV. Indoarab Interprise:
CV. Indoarab Interprise dapat memperoleh informasi mengenai cara mengelola faktor internal perusahaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dan mengetahui sejauh mana perusahaan dapat merespon faktor eksternal seperti peluang dan ancaman bagi perusahaan CV. Indoarab Interprise serta dapat memperoleh strategi bisnis yang tepat.
2. Bagi peneliti:
Sebagai bahan pengetahuan untuk peneliti mengenai masalah yang akan di hadapi oleh perusahaan dan dapat mengetahui suatu proses pengambilan keputusan strategi bisnis pada perusahaan.
3. Bagi pembaca:
Dapat dijadikan sebagai penambahan wawasan dan dapat menjadi bahan referensi atau acuan penelitian yang di lakukan oleh penulis selanjutnya.
1.3 State Of Art
Tabel 1.3 State Of Art
Judul Jurnal Penulis Keterangan
1. STRENGTH, WEAKNESSES, OPPORTUNITIES, AND THREATS (SWOT) ANALYSIS OF CV REJEKI MAPAN LESTARI
Binus Business Review,
Teguh Sriwidadi, Juwita Gautama, 2016.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh CV Rejek Mapan Lestari, dan untuk menetapkan strategi yang tepat. Penelitian ini
7(1), May 2016, 47-52, E-ISSN: 2476-9053.
menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan kuesioner dan wawancara diikuti dengan
menggunakan beberapa cara seperti IFE Matrix, EFE Matrix, SWOT / TOWS, IE Matrix, dan QSPM Matrix yang menghasilkan berbagai strategi alternatif yang bisa menjadi pilihan yang layak bagi perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa CV. Rejeki Mapan Lestari disarankan menggunakan strategi pengembangan produk dengan
memperluas varian produk dan menambahkan produk yang memenuhi pasar
Judul Jurnal Penulis Keterangan
2. Adoption of strategic management in medium and large manufacturing companies in Ethiopia ISSN 2224-6096 (Paper) ISSN 2225-0581 (Online) Professor D. Lalitha Rani Penelitian ini mengeksplorasi adopsi manajemen strategis dalam perusahaan
manufaktur menengah dan besar di Ethiopia dan memberikan wawasan tentang penerapan manajemen strategis. Temuan utama dari penelitian ini
mengungkapkan adopsi proses manajemen
untuk mengadopsi proses manajemen strategis dan alasan untuk tidak mengadopsi proses manajemen strategis pada perusahaan manufaktur di Ethiopia.
Judul Jurnal Penulis Keterangan
3. An approch to strategic
situation analysis using model as analitic tools
The Journal of Global Business Management Volume 10
Dr. Rodney Blackwell,
Assistant Professor, Troy University, USA, 2014
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenalisis strategis pada perusahaan kertas dan memastikan analisis yang lebih mendalam tentang kompleksitas dari lingkungan eksternal dan internal, serta dapat menentukan kekuatan dan kelemahan dan
menggunkan analisis model SWOT .
Tetapi tidak semua perusahaan telah
mengembangkan kekuatan dan kompetensi nya dalam mengembangkan
kompetensi perusahannya atau mencapai tujuannya
4. Corporate Strategic
Management Analysis of
PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk ISSN (Online): 2319-7064
Rina Nurlaelasari, Marza Yopita, Acep Durahman (2014)
Studi ini merupakan analisis manajemen strategis pada PT. Ultrajaya diukur dengan strategi matriks termasuk Boston Consulting Group Matrix, Matriks
SWOT, Matriks Space, dan Matriks QSPM. Penelitian ini akan menjelaskan implementasi strategi matrik pada PT. Ultrajaya. Berdasarkan perhitungan matrik, PT.Ultrajaya berada di posisi pemimpin pasar dengan inovasi, perbaikan dan
perkembangan di setiap bidang, sehingga mempengaruhi nilai bagi perusahaan dengan penciptaan produk baru, memberikan nilai lebih bagi pelanggan dan efisiensi.
Judul Jurnal Peneliti Keterangan
5. ANALISA
MANAJEMEN DAN STRATEGI BISNIS PADA UD. CAHAYA ABADI INDAH DI SURABAYA
Jonathan Gunawan, 2013 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi manajemen, lingkungan internal dan eksternal serta menyusun rencana strategi bisnis di masa mendatang