• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

SELF EVALUASI KEPALA RUANGAN Dalam melaksanakan MPKP

Nama : ... Ruangan : ... Tanggal : ... RS : ...

Jawab pertanyaan berikut sesuai dengan kegiatan MPKP yang telah saudaralakukan :

Petunjuk

1. Sl = selalu, jika kegiatan tersebut telah membudaya saudara lakukan

2. Sr = sering, jika kegiatan tersebut belum membudaya tetapi saudara sudah mampu melakukannya

3. Kd = kadang-kadang, jika kegiatan tersebut hanya sewaktu-waktu dilakukan 4. Tp = tidak pernah, jika kegiatan tidak pernah dilakukan

No. Pernyataan Sl 4 Sr 3 Kd 2 Tp 1

1. Apakah visi ruangan dikaitkan pada kegiatan yang dilakukan?

2. Apakah kegiatan ruangan berdasarkan pendekatan manajemen?

3. Apakah penetapan perawat di ruangan berdasarkan kemampuan

yang dimiliki?

4. Apakah hubungan kerja di ruangan ditata secara profesional?

5. Apakah asuhan keperawatan ditata berdasarkan standar?

6. Apakah saudara membuat rencana kerja harian?

7. Apakah saudara membuat rencana kerja dan kegiatan bulanan?

8. Apakah saudara membuat rencana kerja dan program kerja

tahunan?

9. Apakah struktur organisasi di ruangan saudara terdiri dari Karu,

Katim dan PP (perawat pelaksana)?

10. Apakah setiap perawat mempunyai uraian tugas?

11. Apakah jadwal dinas dibuat berdasarkan tim?

12. Apakah proporsi jumlah perawat yang dinas pagi > sore > malam?

13. Apakah daftar pasien disertai dengan perawat yang merawatnya?

14. Apakah daftar perawat yang merawat pasien tersedia sebelum dinas

berjalan?

15. Apakah operan berjalan tepat waktu?

16. Apakah saudara memimpin operan malam ke pagi?

17. Apakah saudara memimpin operan pagi ke sore?

18. Apakah saudara mengikuti pre –conference TIM?

(3)

hadir?

20. Apakah saudara mengikuti post-conference?

21. Apakah saudara memimpin post-conference jika KATIM tidak

hadir?

22. Apakah saudara memberikan pujian kepada perawat ruangan atas

aspek positif yang dimiliki?

23. Apakah saudara memberikan semangat kepada perawat yang

malas/putus asa/salah?

24. Apakah saudara mendelegasikan tugas kepada KATIM jika saudara

tidak hadir?

25. Apakah saudara memeriksa hasil kerja yang saudara delegasikan?

26. Apakah saudara mempunyai jadwal supervisi KATIM?

27. Apakah saudara mendiskusikan hasil supervisi dengan perawat

yang saudara supervisi?

28. Apakah setiap akhir bulan saudara menilai indikator mutu umum

BOR?

29. Apakah setiap akhir bulan saudara menilai indikator mutu umum

TOI?

30. Apakah setiap akhir bulan saudara menilai indikator mutu umum

AVLOS?

31. Apakah setiap akhir bulan saudara menilai indikator mutu umum

angka pengikatan?

32. Apakah setiap akhir bulan saudara menilai indikator mutu umum

angka lari?

33. Apakah setiap akhir bulan saudara menilai indikator mutu umum

angka cedera?

34. Apakah setiap akhir bulan saudara menilai indikator mutu umum

angka skabies?

35. Apakah saudara melakukan audit dokumentasi keperawatan kepada

pasien pulang?

36. Apakah saudara melakukan survey kepuasan pasien?

37. Apakah saudara melakukan survey kepuasan keluarga?

38. Apakah saudara melakukan survey kepuasan perawat?

39. Apakah saudara melakukan survey kepuasan TIM kesehatan?

40. Apakah saudara melakukan survey masalah kesehatan kepeawatan

pasien?

41. Apakah perawat yang bekerja di ruangan saudara melalui proses

rekruitmen?

42. Apakah perawat yang bekerja di ruangan saudara sesuai kriteria

yang ditetapkan?

43. Apakah perawat yang bekerja di ruangan saudara diseleksi melalui

test tulis?

44. Apakah perawatn yang bekerja di ruangan saudara diseleksi?

45. Apakah pemilihan kepala ruangan melalui test presentasi program?

46. Apakah perawat mempunyai komitmen mengembangkan ruangan

dengan menandatangani kontrak kerja?

47. Apakah sebelum bekerja di suatu ruangan ada program orientasi?

48. Apakah program orientasi berupa pelatihan aspek umum RS?

49. Apakah program orientasi berupa pelatihan aspek khusus

keperawatan?

(4)

51. Apakah saudara melakukan penilaian kinerja PP (perawat pelaksana)?

52. Apakah saudara membuat rencana pengembangan staf?

53. Apakah saudara melakukan pengembangan staf?

54. Apakah rapat keperawatan dilakukan secara periodik?

55. Apakah konferensi kasus dilakukan terjadwal?

56. Apakah rapat TIM KES dilakukan secara periodik?

57. Apakah rencana visit dokter terjadwal?

58. Apakah saudara menemani visit dokter jika KATIM tidak di

tempat?

59. Apakah saudara merawat pasien gangguan konsep diri : harga diri

rendah?

60. Apakah saudara merawat pasien risiko perilaku kekerasan?

61. Apakah saudara merawat pasien isolasi sosial?

62. Apakah saudara merawat pasien gangguan persepsi sensoris :

halusinasi?

63. Apakah saudara merawat pasien gangguan proses pikir : waham?

64. Apakah saudara merawat pasien resiko bunuh diri?

65. Apakah saudara merawat pasien defisit perawatan diri?

66. Apakah in teraksi dengan pasien menggunakan pola SP/strategi

komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan?

67. Apakah kemampuan pasien dievaluasi?

68. Apakah pasien mempunyai jadwal harian untuk melatih

kemampuannya?

69. Apakah TAK dilakukan di ruangan saudara?

70. Apakah yang memimpin TAK telah mendapat pelatihan khusus?

71. Apakah TAK dilaksanakan sesuai dengan jadwal?

72. Apakah pasien diseleksi untuk mengikuti TAK tertentu?

73. Apakah pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dijadwalkan?

74. Apakah pertemuan kelompok keluarga terjadwal?

75. Apakah kemampuan keluarga dievaluasi?

Sub total Total Skor

Nilai Self Evaluasi :

Nilai Self Evaluasi Kepala Ruangan : ... Total Skor x 100 300

(5)

Self Evaluasi KATIM Dalam Melaksanakan MPKP

Nama : ... Ruangan : ...

Tanggal : ... RS : ...

Jawab pertanyaan berikut dengan kegiatan MPKP yang telah saudara lakukan:

Petunjuk

1. Sl = selalu, jika kegiatan tersebut telah membudaya saudara lakukan

2. Sr = sering, jika kegiatan tersebut belum membudaya tetapi saudara sudah mampu melakukannya

3. Kd = kadang-kadang, jika kegiatan tersebut hanya sewaktu-waktu dilakukan 4. Tp = tidak pernah, jika kegaitan tidak pernah dilakukan.

No. Pernyataan Sl 4 Sr 3 Kd 2 Tp 1 1. Apakah saudara membuat rencana kerja harian

2. Apakah saudara membuat rencana kerja dan kegiatan bulanan

3. Apakah saudara mengkoordinir jadual dinas tim saudara

4. Apakah proporsi jumlah perawat yang dinas pagi > sore > malam

5. Apkah saudara melengkapi daftar pasien dengan nama perawat yang bertanggung jawab pada tiap shift

6. Apakah daftar perawat yang merawat pasien tertera sebelum dinas berjalan

7. Apakah saudara memimpin pre conference 8. Apakah saudara memimpin post conference

9. Apakah saudara memberikan pujian kepada perawat tim saudara atas aspek positif yang dimiliki

10. Apakah saudara memberikan semangat kepada perawat yang malas/putus asa/salah

11. Apakah saudara mendelegasikan tugas kepada salah satu perawat pelaksana, jika saudara tidak hadir

12. Apakah saudara memeriksa hasil kerja yang saudara delegasikan

13. Apakah saudara mempunyai jadual supervisi terhadap perawat pelaksana di Tim saudara

(6)

dengan perawat yang saudara supervisi

15. Apakah saudara melakukan penilaian kinerja perawat pelaksana di Tim saudara

16. Apakah saudara menyiapkan resume kasus untuk konferensi kasus

17. Apakah saudara hadir pada konferensi kasus 18. Apakah saudara menemani visit dokter

19. Apakah saudara menyampaikan kondisi pasien saat visit dokter

20. Apakah saudara menyampaikan kemampuan pasien dan keluarga yang telah dicapai kepada dokter

21. Apakah saudara mendiskresikan

hambatan/masalah perawatan dengan dokter 22. Apakah saudara merawat pasien gangguan konsep

diri : Harga diri rendah

23. apakah saudara melakuka TAK untuk pasien Harga diri rendah

24. Apakah saudara melakukan pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan Harga diri rendah 25. Apakah saudara merawat pasien resiko perilaku

kekerasan

26. Apakah saudara melakukan TAK untuk pasien resiko perilaku kekerasan

27. Apakah saudara melakukan pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan resiko perilaku kekerasan

28. Apakah saudara merawat pasien isolasi sosial 29. Apakah saudara melakukan TAK untuk pasien

isolasi social

30. Apakah saudara melakukan pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan isolasi sosial 31. Apakah saudara merawat pasien waham

32. Apakah saudara melakukan TAK untuk pasien waham

33. Apakah saudara melakukan pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan waham

34. Apakah saudara merawat pasien risiko bunuh diri 35. Apakah saudara melakukan TAK untuk pasien

risiko bunuh diri

36. Apakah saudara melakukan pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan risiko bunuh diri 37. Apakah saudara merawat pasien halusinasi

38. Apakah saudara melakukan TAK untuk pasien halusinasi

39. Apakah saudara melakukan pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan halusinasi

40. Apakah saudara merawat pasien defisit perawatan diri

(7)

41. Apakah saudara melakukan TAK untuk pasien defisit perawatan diri

42. Apakah saudara melakukan pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan defisit perawatan diri

43. Apakah saudara menggunakan SP (Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan) saat interaksi dengan pasien

44. Apakah saudara mengevaluasi kemampuan pasien 45. Apakah pasien saudara mempunyai jadual harian

untuk melatih kemampuannya

46. Apakah saudara mengevaluasi kemampuan keluarga dalam merawat pasien

47. Apakah saudara menyiapkan keluarga untuk merawat pasien di rumah

48. Apakah saudara mendokumentasikan semua tindakan keperawatan

49. Apakah saudara membuat resume pasien yang pulang

50. Apakah saudara merujuk pasien yang pulang ke perawat kesehatan jiwa masyarakat (Community Mental Helath Nursing = CMHN)

Sub Total Total

Nilai Self Evaluasi = Total Skor X 100 200

Nilai Self Evaluasi Katim = ...

(8)

Nama : ... Ruangan : ...

Tanggal : ... RS : ...

Jawab pertanyaan berikut dengan kegiatan MPKP yang telah saudara lakukan:

Petunjuk

1. Sl = selalu, jika kegiatan tersebut telah membudaya saudara lakukan

2. Sr = sering, jika kegiatan tersebut belum membudaya tetapi saudara sudah mampu melakukannya

3. Kd = kadang-kadang, jika kegiatan tersebut hanya sewaktu-waktu dilakukan 4. Tp = tidak pernah, jika kegaitan tidak pernah dilakukan.

No. Pernyataan Sl 4 Sr 3 Kd 2 Tp 1 1. Apakah saudara membuat rencana kerja harian

2. Apakah saudara merawat pasien dengan gangguan konsep diri: Harga diri rendah

3. Apakah saudara berperan serta dalam TAK untuk pasien gangguan konsep diri: Harga diri rendah 4. Apakah saudara berperan serta dalam pendidikan

kesehatan kepada keluarga pasien dengan gangguan konsep diri: Harga diri rendah

5. Apakah saudara merawat pasien dengan resiko perilaku kekerasan

6. Apakah saudara berperan serta dalam TAK untuk pasien resiko perilaku kekerasan

7. Apakah saudara berperan serta dalam pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan resiko perilaku kekerasan

8. Apakah saudara merawat pasien dengan isolasi social

9. Apakah saudara berperan serta dalam TAK untuk pasien isolasi social

10. Apakah saudara berperan serta dalam pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan isolasi social

11. Apakah saudara merawat pasien dengan waham 12. Apakah saudara berperan serta dalam TAK untuk

pasien waham

13. Apakah saudara berperan serta dalam pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan waham 14. Apakah saudara merawat pasien dengan

(9)

15. Apakah saudara berperan serta dalam TAK untuk pasien halusinasi

16. Apakah saudara berperan serta dalam pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan halusinasi

17. Apakah saudara merawat pasien dengan risiko bunuh diri

18. Apakah saudara berperan serta dalam TAK untuk pasien risiko bunuh diri

19. Apakah saudara berperan serta dalam pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan risiko bunuh diri

20. Apakah saudara merawat pasien dengan defisit perawatan diri

21. Apakah saudara berperan serta dalam TAK untuk pasien defisit perawatan diri

22. Apakah saudara berperan serta dalam pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien dengan defisit perawatan diri

23. Apakah saudara menggunakan SP 9 Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan) saat interaksi dengan pasien

24. Apakah saudara mengevaluasi kemampuan pasien 25. Apakah pasien saudara mempunyai jadual harian

untuk melatih kemampuannya

26. Apakah saudara melatih keluarga merawat pasien selama berada di rumah sakit

27. Apakah saudara mengevaluasi kemampuan keluarga dalam merawat pasien

28. Apakah saudara menyiapkan keluarga merawat pasien di rumah

29. Apakah saudara mengevaluasi kemampuan kelaurga dalam merawat pasien

30. Apakah saudara mendokumentasikan semua tindakan keperawatan

Sub Total Total

Nilai Self Evaluasi = Total Skor X 100 200

(10)

PLANNING OF ACTION (POA) URAIAN KEGIATAN Minggu I 11 – 16 Juni 2012 Minggu II 18 – 23 Juni 2012 Minggu III 25 - 30 Juni 2012 Minggu IV 2 – 7 Juli 2012 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 2 3 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 2 3 4 5 6 7 Perkenalan ruangan

Menyusun instrumen pengkajian

Pengkajian masalah pasien dan ruang rawat

Tabulasi data pengkajian Analisa situasi

Rumusan masalah Role play

Persiapan presentasi Presentasi hasil pengkajian

Menentukan rencana implementasi Sosialisasi rencana implementasi Implementasi

Melaksanakan role play sosialisasi operan ruangan

Menyusun kuesioner tingkat kepuasan pelayanan

Melaksanakan case conference

Menganjurkan KARU untuk membuat jadwal petugas TAK

Menerapkan Strategi Pertemuan (SP)

Melaksanakan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)

Evaluasi

Sosialisasi evaluasi, menyiapkan laporan Evaluasi tindak lanjut pada pasien Terminasi

(11)

PRE PLANNING

PERSENTASI HASIL PENGKAJIAN

1. LATAR BELAKANG

Pelayanan asuhan keperawatan yang optimal akan terus menjadi tuntutan masyarakat bagi organisasi pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu asuhan keperawatan harus sesuai dengan tuntutan masyarakat dan IPTEK, oleh karena itu perlu dilakukan pengelolaan pelayanan dan asuhan keperawatan yang optimal.

Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Suamtera Utara merupakan rumah sakit tipe A, sekaligus rumah sakit pendidikan yang memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Hal ini seharusnya juga diimbangi dengan sistem manajemen yang baik agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik pula. Ruang Sipiso-Piso merupakan salah satu ruangan MPKP tempat praktik mahasiswa PBLK Fakultas Keperawatan USU yang dimulai pada mulai tanggal 11 Juni - 7 Juli 2012.

Dari hasil pengkajian yang dilakukan kelompok pada tanggal 13 Juni – 15 Juni 2012 melalui metode wawancara, observasi, dan kuesioner, kelompok menemukan beberapa masalah terkait dengan fungsi pengelolaan pelayanan dan pengelolaan asuhan keperawatan di ruang Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan dan akan dipersentasikan di depan perawat-perawat ruang Sipiso-Piso.

2. Tujuan Instruksional

a. Tujuan Umum

Setelah mengikuti pemaparan hasil pengkajian ini, perawat dapat mengetahui masalah-masalah pengelolaan pelayanan dan asuhan keperawatan yang ada di ruang Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan.

b. Tujuan Khusus

1) Mengetahui hasil pengkajian di ruang Sipiso-Piso melalui wawancara, observasi dan kuesioner.

(12)

3) Mengetahui kelemahan yang ada di ruang Sipiso-Piso. 4) Mengetahui kesempatan yang ada di ruang Sipiso-Piso. 5) Mengetahui ancaman yang ada di ruang Sipiso-Piso.

6) Mengetahui prioritas masalah yang ada di ruang Sipiso-Piso berdasarkan empat pilar MPKP

7) Mengetahui POA pengelolaan pelayanan dan asuhan keperawatan.

3. Pokok Bahasan : Persentasi Hasil Pengkajian

4. Sub Pokok Bahasan :

a. Gmbaran umum ruangan Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan

b. Prioritas masalah yang ada di ruang Sipiso-Piso sesuai dengan empat pilar MPKP

c. POA pengelolaan pelayanan dan asuhan keperawatan.

5. Waktu dan Tempat

Topik : Persentasi Awal Hari/ Tanggal : Jumat, 22 Juni 2012 Waktu Pertemuan : 1x30 menit

Pukul : 11.30-12.00 WIB

Tempat : Ruang Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan

6. Sasaran

Seluruh staf perawat ruang Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan

7. Pengorganisasian

a. Moderator : Nova Winda Saragih S.Kep b. Penyaji : Dewi Ramadhani Lubis S.Kep c. Fasilitator : Pratiwi S.S.Kep

(13)

8. Metode a. Ceramah b. Diskusi 9. Media/Alat Handout 10. Kegiatan

No. Kegiatan Kegiatan

Penyuluh

Kegiatan Peserta Media Waktu 1. Pembukaan • Moderator memberi salam • Memperkenalkan diri dan anggotanya. • Menjelaskan tujuan persentasi awal • Menjawab salam • Mendengarkan dan memperhatikan - 5 menit

2. Pelaksanaan • Menjelaskan hasil observasi

• Menjelaskan hasil pengkajian • Menjelaskan

kekuatan yang ada di ruang Sipiso-Piso • Menjelaskan kelemahan yang ada di ruang Sipiso-Piso • Menjelaskan kesempatan yang ada di ruang Sipiso-Piso • Menjelaskan ancamanyang ada di ruang Sipiso-Piso • Menjelaskan prioritas masalah di ruang Sipiso-Piso • Mendengarkan dan memperhatikan • Bertanya Handout 20 menit

(14)

3. Penutup • Memberikan kesempatan peserta untuk melakukan Tanya jawab dengan persentasi • Menutup persentasi • Menyimpulkan persentasi • Mengucapkan salam penutup • Menjawab pertanyaan • Mendengarkan dan memperhatikan • Menjawab salam Handout 5 menit 11. Kriteria Evaluasi a. Evaluasi Struktur

 Kesiapan perawat mengikuti penyegaran  Media dan alat memadai

 Tempat sesuai dengan kegiatan

b. Evaluasi Proses

 Kegiatan penyegaran dilakukan dengan waktu yang direncanakan  Peserta penyegaran mengikuti kegiatan dengan efektif dan kooperatif  Peserta menanyakan hal-hal yang kurang jelas

 Peserta menjawab pertanyaan yang diajukan

c. Evaluasi Hasil

Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta dapat menyebutkan kembali 80% pertanyaan yang diajukan.

(15)

PRE PLANNING

SOSIALISASI Case conference

1. LATAR BELAKANG

Manajemen didefenisikan sebagai suatu proses dalam menyelesaikan masalah pekerjaan melalui orang lain. Manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja melalui anggota staf keperawatan untuk member perawatan, pengobatan dan bantuan terhadap pasien (Gilies, 1989).

Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan merupakan Rumah Sakit tipe A yang berada di Medan. RSJD Provsu Medan telah menerapkan pengelolaan pelayanan keperawatan bersistem MPKP (Manajemen Pelayanan Keperawatan Profesional). Salah satu ruangan yang telah menerapkan pengelolaan pelayanan bersistem MPKP adalah ruangan Sipiso-Piso.

Dari hasil pengkajian yang dilakuakn kelompok pada tanggal 13 juni-15 juni 2012 melalui metode wawancara, observai, dan kuesioner, kelompok menemukan beberapa masalah terkait dengan fungsi manajemen berdasarkan 4 pilar MPKP di Ruang Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan dan akan dipersentasikan di depan perawat ruan Sipiso-Piso.

2. Tujuan Instruksional

a. Tujuan Umum

Setelah mengikuti sosialisasi case conference ini, diharapkan perawat yang ada di ruang Sipiso-Piso mengerti tenytang case conference dan akan melakukannya secara berkala.

b. Tujuan Khusus

1) Mengetahui bagaimana cara melakukan case conference

2) Mengetahui bagaimana perkembangan pasien yang ada di ruangan. 3) Mengetahui tindakan lanjutan asuhan keperawatan pada pasien.

(16)

3. Pokok Bahasan : Konferensi Kasus Kelolaan

4. Sub Pokok Bahasan :

a. Pengkajian pasien

b. Daftar masalah keperawatan c. Diagnosa keperawatan d. Intervensi keperawatan e. Implementasi keperawatan

5. Waktu dan Tempat

Topik : Konferensi kasus Hari/ Tanggal : 28 Juni 2012 Waktu Pertemuan : 1x30 menit Pukul : 11.30-12.00 WIB

Tempat : Ruang Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan

6. Sasaran

Seluruh staf perawat ruang Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan

7. Pengorganisasian

d. Moderator : Dewi Ramadhani Lubis S.Kep e. Penyaji : Nova Winda Saragih S.Kep f. Fasilitator : Pratiwi S.S.Kep

8. Metode

c. Ceramah d. Diskusi

9. Media/Alat

(17)

10. Kegiatan

No. Kegiatan Kegiatan

Penyuluh

Kegiatan Peserta Media Waktu 1. Pembukaan • Moderator memberi

salam • Memperkenalkan diri dan anggotanya. • Menjelaskan tujuan persentasi awal • Menjawab salam • Mendengarkan dan memperhatikan - 5 menit

2. Pelaksanaan • Menjelaskan hasil pengkajian • Menjelaskan masalah keperawatan yang didapat. • Menjelaskan diagnosa keperawatan pasien. • Menjelaskan intervensi keperawatan pasien. • Menjelaskan implementasi keperawatan. • Menjelaskan perkembangan pasien di ruangan. • Mendengarkan dan memperhatikan • Bertanya Handout 20 menit

3. Penutup • Berdiskusi dengan perawat ruangan tentang hambatan perkembangan pasien • Menutup persentasi • Menyimpulkan persentasi • Mengucapkan salam penutup • Menjawab pertanyaan • Mendengarkan dan memperhatikan • Menjawab salam Handout 5 menit 11. Kriteria Evaluasi a. Evaluasi Struktur

 Kesiapan perawat mengikuti penyegaran  Media dan alat memadai

(18)

b. Evaluasi Proses

 Kegiatan case conference dilakukan dengan waktu yang direncanakan  Peserta penyegaran mengikuti kegiatan dengan efektif dan kooperatif  Peserta menanyakan hal-hal yang kurang jelas

 Peserta menjawab pertanyaan yang diajukan

c. Evaluasi Hasil

Setelah mengikuti kegiatan case conference selama 30 menit diharapkan peserta dapat menyebutkan kembali 80% pertanyaan yang diajukan.

(19)

PROPOSAL KEGIATAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI

Oleh:

Nova Winda Saragih, S.Kep 071101031

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS TAHAP PROFESI FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2012

(20)

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI

SESI I

A. Topik : Mengenal Halusinasi

B. Tujuan

1. Klien dapat mengenal halusinasi

2. Klien dapat mengenal waktu terjadinya halusinasi 3. Klien dapat mengenal situasi terjadinya halusinasi

4. Pasien dapat mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi

C. Tempat

1. Perawat dan klien duduk bersama dalam lingkaran 2. Ruangan nyaman dan tenang

D. Alat

1. Spidol

2. Kertas Karton

3. Buku catatan dan pulpen

E. Metode

1. Dinamika kelompok 2. Diskusi dan Tanya jawab 3. Bermain peran/simulasi

F. Langkah Kegiatan

(21)

a. Memilih pasien sesuai dengan indikasi yaitu pasien dengan perubahan sensori persepsi: halusinasi

b. Membuat kontrak dengan pasien

c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan 2. Orientasi

a. Salam terapeutik

1) Salam dari terapis kepada pasien

2) Perkenalkan nama dan panggilan terapis (perawat memakai papan nama)

3) Menanyakan nama dan panggilan semua pasien (beri papan nama)

b. Evaluasi

1) Perawat menanyakan perasaan klien saat ini 2) Perawat menanyakan masalah yang dirasakan c. Kontrak

1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu mengenal suara-suara yang didengar

2) Terapis menjelaskan aturan main berikut:

a) Jika ada pasien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada terapis

b) Lama kegiatan 45 menit

c) Setiap pasien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai 3. Tahap Kerja

a. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu menegnal suara-suara yang didengar (halusinasi) tentang isinya, waktu terjadinya, situasi terjadinya dan perasaan pasien pada saat tejadi. b. Terapis meminta pasien menceritakan isi halusinasi, kapan

terjadinya, situasi yang membuat terjadi dan perasaan pasien saat terjadi halusinasi. Mulai dari pasien yang sebelah kanan, secara berurutan sampai semua pasien mendapat giliran. Hasilnya ditulis di kertas karton.

(22)

c. Beri pujian pada pasien yang melakukan dengan baik

d. Simpulkan isi, waktu terjadi, situasi terjadi dan perasaan pasien dari suara yang biasa didengar

4. Tahap Terminasi a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan pasien setelah mengikuti TAK 2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok b. Tindak lanjut

Terapis meminta pasien untuk melaporkan isi, waktu, situasi dan perasaannya jika terjadi halusinasi

c. Kontrak yang akan datang

1) Menyepakati TAK yang akan datang, yaitu cara mengontrol halusinasi

2) Menyepakati waktu dan tempat

G. Evaluasi dan Dokumentasi

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

H. Pengorganisasian

1. Leader:

- Dewi Rahmadani Lubis, S.Kep Tugas:

- Membuka kegiatan terapi aktivitas kelompok

- Memperkenalkan asal institusi dan memperkenalkan tim perawat - Memberi kesempatan pada peserta untuk memperkenalkan diri

(nama, ruangan, alasan masuk)

- Menjelaskan topik dan tujuan permainan

(23)

- Menetralisir keadaan jika terjadi masalah

- Memberi kesempatan peserta untuk express feeling 2. Co. Leader:

- Nova Saragih, S.Kep Tugas:

- Menjelaskan tata cara permainan - Membagi kelompok bermain - Membagikan hadiah

3. Fasilitator:

- Sri Dewi Siregar, S.Kep - Dewi Rahmadani Lubis, S.Kep Tugas:

- Mempersiapkan tempat bermain

- Mempersiapkan dan menyediakan alat dan media permainan - Menyiapkan hadiah untuk peserta

- Memfasilitasi kebutuhan saat permainan berlangsung - Memberi motivasi dan dukungan pada setiap kelompok 4. Observer:

- Nova Saragih, S.Kep Tugas:

- Menjelaskan kriteria penilaian permainan - Mengawasi jalannya kegiatan sesuai rencana - Menilai kelompok dan menentukan pemenang - Mengumumkan pemenang

I. Waktu dan Tempat

Terapi aktivitas kelompok akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Sabtu, 22 Juni 2012

Waktu : 10.00 – 10.45 WIB (45 menit)

(24)

J. Kriteria Pasien

Pasien yang dijadikan peserta pada terapi aktivitas adalah klien dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran dan penglihatan, karena kegiatan ini dapat membantu klien untuk mengontrol halusinasi yang dialaminya. Proses seleksi peserta yakni klien yang berada di Ruangan Sipiso-Piso dan Ruangan Cempaka yang sudah kooperatif. Peserta dikumpulkan dan didampingi oleh perawat.

K. Setting Keterangan: Л : Leader © : Co.Leader Ω : Observer α : Peserta TAK

Л ©

Ω

α

α

α

α

(25)

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI

SESI II

A. Topik : Mengontrol Halusinasi dengan Menghardik

B. Tujuan

1. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi halusinasi

2. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi 3. Klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi

C. Tempat

1. Perawat dan klien duduk bersama dalam lingkaran 2. Ruangan nyaman dan tenang

D. Alat

1. Spidol

2. Kertas Karton

3. Buku catatan dan pulpen

E. Metode

1. Dinamika kelompok 2. Diskusi dan Tanya jawab 3. Bermain peran/simulasi

F. Langkah Kegiatan

1. Persiapan

a. Mengingatkan kontrak kepada pasien yang telah mengikuti sesi 1. b. Mempersiapkan alat dan tempat permainan

(26)

2. Orientasi

a. Salam terapeutik

1) Salam dari terapis kepada pasien 2) Pasien dan terapis pakai papan nama b. Evaluasi/validasi

1) Perawat menanyakan perasaan klien saat ini

2) Perawat menanyakan pengalaman halusinasi yang terjadi: isi, waktu, situasi dan perasaan

c. Kontrak

1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu dengan latihan satu cara mengontrol halusinasi

2) Menjelaskan aturan main (sama seperti pada sesi 1) 3. Tahap Kerja

a. Terapis meminta pasien menceritakan apa yang dilakukan pada saat mengalami halusinasi dan bagaimana hasilnya. Ulangi sampai semua pasien mendapat giliran

b. Berikan pujian setiap pasien selesai bercerita

c. Terapis menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik halusinasi saat halusinasi muncul

d. Terapis memperagakan cara menghardik halusinasi, yaitu “Pergi!, jangan ganggu saya, kamu tidak benar, kamu suara palsu!”

e. Terapis meminta masing-masing pasien memperagakan cara menghardik halusinasi dimulai dari pasien sebelah kiri terapis, berurutan searah jarum jam sampai semua peserta mendapat giliran f. Terapis memberikan pujian dan mengajak semua pasien bertepuk

tangan saat setiap pasien selesai memperagakan menghardik halusinasi

4. Tahap Terminasi a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan pasien setelah mengikuti TAK 2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

(27)

b. Tindak lanjut

1) Terapis menganjurkan pasien untuk menerapkan cara yang telah dipelajari jika halusinasi muncul

2) Memasukkan kegiatan menghardik ke dalam jadwal kegiatan harian pasien

c. Kontrak yang akan datang

1) Terapis embuat kesepakatan dengan pasien untuk TAK yang berikutnya, yaitu belajar cara mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan

2) Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya

G. Evaluasi dan Dokumentasi

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

H. Pengorganisasian

1. Leader:

- Dewi Rahmadani Lubis, S.Kep Tugas:

- Membuka kegiatan terapi aktivitas kelompok

- Memperkenalkan asal institusi dan memperkenalkan tim perawat - Memberi kesempatan pada peserta untuk memperkenalkan diri

(nama, ruangan, alasan masuk)

- Menjelaskan topik dan tujuan permainan

- Mengarahkan dan memimpin jalannya permainan - Menetralisir keadaan jika terjadi masalah

- Memberi kesempatan peserta untuk express feeling 2. Co. Leader:

(28)

Tugas:

- Menjelaskan tata cara permainan - Membagi kelompok bermain - Membagikan hadiah

3. Fasilitator:

- Sri Dewi Siregar, S.Kep - Dewi Rahmadani Lubis, S.Kep Tugas:

- Mempersiapkan tempat bermain

- Mempersiapkan dan menyediakan alat dan media permainan - Menyiapkan hadiah untuk peserta

- Memfasilitasi kebutuhan saat permainan berlangsung - Memberi motivasi dan dukungan pada setiap kelompok 4. Observer:

- Nova Saragih, S.Kep Tugas:

- Menjelaskan kriteria penilaian permainan - Mengawasi jalannya kegiatan sesuai rencana - Menilai kelompok dan menentukan pemenang - Mengumumkan pemenang

I. Waktu dan Tempat

Terapi aktivitas kelompok akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Sabtu, 23 Juni 2012

Waktu : 10.00 – 10.45 WIB (45 menit)

Tempat : Ruang Makan Cempaka RSJD Provsu Medan

J. Kriteria Pasien

Pasien yang dijadikan peserta pada terapi aktivitas adalah klien dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran dan penglihatan, karena kegiatan ini dapat membantu klien untuk mengontrol halusinasi yang

(29)

dialaminya. Proses seleksi peserta yakni klien yang berada di Ruangan Sipiso-Piso dan Ruangan Cempaka yang sudah kooperatif. Peserta dikumpulkan dan didampingi oleh perawat.

K. Setting Keterangan: Л : Leader © : Co.Leader Ω : Observer α : Peserta TAK

Л ©

Ω

α

α

α

α

(30)

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI

SESI III

A. Topik : Mengontrol Halusinasi dengan Melakukan Kegiatan

B. Tujuan

1. Klien dapat memahami pentingnya melakukan kegiatan untuk mencegah munculnya halusinasi

2. Klien dapat menyusun jadwal kegiatan untuk mencegah terjadinya halusinasi

C. Tempat

1. Perawat dan klien duduk bersama dalam lingkaran 2. Ruangan nyaman dan tenang

D. Alat

1. Spidol

2. Kertas Karton

3. Buku catatan dan pulpen

E. Metode

1. Dinamika kelompok 2. Diskusi dan Tanya jawab 3. Bermain peran/simulasi

F. Langkah Kegiatan

1. Persiapan

a. Mengingatkan kontrak dengan pasien yang telah mengikuti Sesi 2 b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

(31)

2. Orientasi

a. Salam terapeutik

1) Salam dari terapis kepada pasien 2) Pasien dan terapis pakai papan nama b. Evaluasi/validasi

1) Terapis menanyakan keadaan pasien saat ini

2) Terapis menanyakan cara mengontrol halusinasi yang sudah dipelajari

3) Terapis menanyakan pengalaman pasien menerapkan cara menghardik halusinasi

c. Kontrak

1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mencegah terjadinya halusinasi dengan melakukan kegiatan

2) Menjelaskan aturan main 3. Tahap Kerja

a. Terapis meminta pasien menceritakan apa yang dilakukan pada saat mengalami halusinasi, dan bagaimana hasilnya. Ulangi sampai semua pasien mendapat giliran.

b. Berikan pujian setiap pasien selesai bercerita

c. Terapis menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik halusinasi saat halusinasi muncul

d. Terapis memperagakan cara menghardik halusinasi, yaitu “Pergi jangan ganggu saya”, “saya mau bercakap-cakap dengan…”

e. Terapis meminta masing-masing pasien memperagakan cara menghardik halusinasi dimulai dari pasien sebelah kiri terapis, berurutan searah jarum jam sampai semua peserta mendapat giliran f. Terapis memberikan pujian dan mengajak semua pasien bertepuk

tangan saat setiap pasien selesai memperagakan menghardik halusinasi

(32)

4. Tahap Terminasi a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan pasien setelah mengikuti TAK 2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok b. Tindak Lanjut

1) Terapis menganjurkan pasien untuk menerapkan cara yang telah dipelajari jika halusinasi muncul

2) Memasukkan kegiatan menghardik dalam jadwal kegiatan harian pasien

c. Kontrak yang akan datang

1) Terapis membuat kesepakatan dengan pasien untuk TAK yang berikutnya, yaitu belajar cara mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan

2) Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya

G. Evaluasi dan Dokumentasi

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

H. Pengorganisasian

1. Leader

- Dewi Rahmadani Lubis, S.Kep Tugas:

- Membuka kegiatan terapi aktivitas kelompok

- Memperkenalkan asal institusi dan memperkenalkan tim perawat - Memberi kesempatan pada peserta untuk memperkenalkan diri

(nama, ruangan, alasan masuk)

- Menjelaskan topik dan tujuan permainan

(33)

- Menetralisir keadaan jika terjadi masalah

- Memberi kesempatan peserta untuk express feeling

2. Co Leader

- Nova Saragih, S.Kep Tugas:

- Menjelaskan tata cara permainan - Membagi kelompok bermain - Membagikan hadiah

3. Fasilitator

- Sri Dewi Siregar, S.Kep - Nova Winda Saragih, S.Kep Tugas:

- Mempersiapkan tempat bermain

- Mempersiapkan dan menyediakan alat dan media permainan - Menyiapkan hadiah untuk peserta

- Memfasilitasi kebutuhan saat permainan berlangsung - Memberi motivasi dan dukungan pada setiap kelompok

4. Observer

- Dewi Rahmadani Lubis, S.Kep Tugas:

- Menjelaskan kriteria penilaian permainan - Mengawasi jalannya kegiatan sesuai rencana - Menilai kelompok dan menentukan pemenang - Mengumumkan pemenang

I. Waktu dan Tempat

Terapi aktivitas kelompok akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Sabtu, 22 Juni 2012

(34)

Waktu : 10.00 – 10.45 WIB (45 menit)

Tempat : Ruang Makan Cempaka RSJD Provsu Medan

J. Kriteria Pasien

Pasien yang dijadikan peserta pada terapi aktivitas adalah klien dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran dan penglihatan, karena kegiatan ini dapat membantu klien untuk mengontrol halusinasi yang dialaminya. Proses seleksi peserta yakni klien yang berada di Ruangan Sipiso-Piso dan Ruangan Cempaka yang sudah kooperatif. Peserta dikumpulkan dan didampingi oleh perawat.

K. Setting Keterangan: Л : Leader © : Co.Leader Ω : Observer α : Peserta TAK

Л ©

Ω

α

α

α

α

(35)

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI

SESI IV

A. Topik : Mencegah halusinasi dengan Bercakap-cakap

B. Tujuan

1. Pasien memahami pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain untuk mencegah munculnya halusinasi

2. Pasien dapat bercakap-cakap dengan orang lain untuk mencegah halusinasi

C. Tempat

1. Perawat dan klien duduk bersama dalam lingkaran 2. Ruangan nyaman dan tenang

D. Alat

1. Spidol

2. Kertas Karton

3. Buku catatan dan pulpen

E. Metode

1. Dinamika kelompok 2. Diskusi dan Tanya jawab 3. Bermain peran/simulasi

F. Langkah Kegiatan

(36)

a. Mengingatkan kontrak dengan pasien yang telah mengikuti sesi 3 b. Terapis membuat kontrak dengan pasien

c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi

a. Salam Terapeutik

1) Salam dari terapis kepada pasien

2) Pasien dan terapis memakai papan nama b. Evaluasi/validasi

1) Menanyakan perasaan pasien saat ini

2) Menanyakan pengalaman pasien setelah menerapkan dua cara yang telah dipelajari

c. Kontrak

1) Terapis menjelaskan tujuan, yaitu mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap

2) Terapis menjelaskan aturan main 3. Tahap Kerja

a. Terapis menjelaskan pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain untuk mengontrol dan mencegah halusinasi

b. Terapis meminta setiap pasien menyebutkan orang yang biasa diajak bercakap-cakap

c. Terapis meminta setiap pasien menyebutkan pokok pembicaraan yang biasa dan bisa dilakukan

d. Terapis memperagakan cara bercakap-cakap jika halusinasi muncul “Suster, ada suara di telinga, saya mau ngobrol saja dengan suster”, “Suster, kpn saya boleh pulang?”

e. Terapis meminta pasien untuk memperagakan percakapan dengan orang di sebelahnya

f. Berikan pujian atas keberhasilan pasien

(37)

4. Tahap Terminasi a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan pasien setelah mengikuti TAK 2) Terapis menanyakan TAK mengontrol halusinasi yang sudah

dilatih

3) Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok b. Tindak Lanjut

Menganjurkan pasien untuk menggunakan tiga cara mengontrol halusinasi, yaitu menghardik, melakukan kegiatan harian, bercakap-cakap.

c. Kontrak yang akan datang

1) Terapis membuat kesepakatan dengan pasien untuk TAK berikutnya, yaitu belajar cara mengontrol halusinasi dengan patuh minum obat

2) Terapis menyepakati waktu dan tempat

G. Evaluasi dan Dokumentasi

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

H. Pengorganisasian

1. Leader:

- Sri Dewi Siregar, S.Kep Tugas:

- Membuka kegiatan terapi aktivitas kelompok

- Memperkenalkan asal institusi dan memperkenalkan tim perawat - Memberi kesempatan pada peserta untuk memperkenalkan diri

(nama, ruangan, alasan masuk)

(38)

- Mengarahkan dan memimpin jalannya permainan - Menetralisir keadaan jika terjadi masalah

- Memberi kesempatan peserta untuk express feeling 2. Co. Leader:

- Nova Saragih, S.Kep Tugas:

- Menjelaskan tata cara permainan - Membagi kelompok bermain - Membagikan hadiah

3. Fasilitator:

- Sri Dewi Siregar, S.Kep - Nova Winda Saragih, S.Kep Tugas:

- Mempersiapkan tempat bermain

- Mempersiapkan dan menyediakan alat dan media permainan - Menyiapkan hadiah untuk peserta

- Memfasilitasi kebutuhan saat permainan berlangsung - Memberi motivasi dan dukungan pada setiap kelompok 4. Observer:

- Dewi Rahmadani Lubis, S.Kep Tugas:

- Menjelaskan kriteria penilaian permainan - Mengawasi jalannya kegiatan sesuai rencana - Menilai kelompok dan menentukan pemenang - Mengumumkan pemenang

I. Waktu dan tempat

Terapi aktivitas kelompok akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Senin, 25 Juni 2012

(39)

Tempat : Ruang Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan

J. Kriteria Pasien

Pasien yang dijadikan peserta pada terapi aktivitas adalah klien dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran dan penglihatan, karena kegiatan ini dapat membantu klien untuk mengontrol halusinasi yang dialaminya. Proses seleksi peserta yakni klien yang berada di Ruangan Sipiso-Piso dan Ruangan Cempaka yang sudah kooperatif. Peserta dikumpulkan dan didampingi oleh perawat.

K. Setting Keterangan: Л : Leader © : Co.Leader Ω : Observer α : Peserta TAK

Л ©

Ω

α

α

α

α

α

(40)

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI

SESI V

A. Topik : Mengontrol halusinasi dengan Patuh Minum Obat

B. Tujuan

1. Pasien memahami pentinganya patuh minum obat 2. Pasien memahami akibat tidak patuh minum obat 3. Pasien dapat menyebutkan lima benar minum obat

C. Tempat

1. Perawat dan klien duduk bersama dalam lingkaran 2. Ruangan nyaman dan tenang

D. Alat

1. Spidol

2. Kertas Karton

3. Buku catatan dan pulpen

E. Metode

1. Dinamika kelompok 2. Diskusi dan Tanya jawab 3. Bermain peran/simulasi

F. Langkah Kegiatan

1. Persiapan

(41)

b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan 2. Orientasi

a. Salam Terapeutik

1) Salam dari terapis kepada pasien

2) Terapis dan pasien memakai papan nama b. Evaluasi/validasi

1) Menanyakan perasaan pasien saat ini

2) Terapis menanyakan pengalaman pasien mengontrol halusinasi setelah menggunakan tiga cara yang telah dipelajari

c. Kontrak

1) Terapis menjelaskan tujuan, yaitu mengontrol halusinasi dengan patuh minum obat

2) Menjelaskan aturan main 3. Tahap Kerja

a. Terapis menjelaskan untungnya patuh minum obat, yaitu mencegah kambuh karena obat memberi perasaan tenang, memperlambat kambuh

b. Terapis menjelaskan kerugian tidak patuh minum obat, yaitu penyebab kambuh

c. Terapis meminta pasien menyampaikan obat yang dimakan dan waktu memakannya. Buat daftar di whiteboard.

d. Menjelaskan lima benar minum obat yaitu benar obat, benar waktu minum obat, benar orang yang minum obat, benar cara minum obat, benar dosis obat.

e. Minta pasien menyebutkan lima benar cara minum obat, secara bergiliran

f. Berikan pujian pada pasien yang benar

g. Mendiskusikan perasaan pasien sbelum minum obat h. Mendiskusikan perasaan pasien setelah teratur minum obat

i. Menjelaskan keuntungan patuh minum obat, yaitu salah satu mencegah halusinasi/kambuh

(42)

j. Meminta pasien menyebutkan kembali keuntungan patuh minum obat dan kerugian tidak patuh minum obat

k. Memberi pujian tiap kali pasien benar

4. Tahap Terminasi a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan pasien setelah mengikuti TAK 2) Terapis menanyakan jumlah cara mengontrol halusinasi yang

sudah dipelajari

3) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok b. Tindak lanjut

Menganjurkan pasien untuk menggunakan empat cara mengontrol halusinasi, yaitu menghardik, melakukan kegiatan harian, bercakap-cakap, dan patuh minum obat.

c. Kontrak yang akan dating

1) Terapis mengakhiri sesi TAK stimulasi persepsi untuk mengontrol halusinasi

2) Buat kesepakatan baru untuk TAK yang lain sesuai dengan indikasi pasien

G. Evaluasi dan Dokumentasi

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

H. Pengorganisasian

1. Leader:

(43)

Tugas:

- Membuka kegiatan terapi aktivitas kelompok

- Memperkenalkan asal institusi dan memperkenalkan tim perawat - Memberi kesempatan pada peserta untuk memperkenalkan diri

(nama, ruangan, alasan masuk)

- Menjelaskan topik dan tujuan permainan

- Mengarahkan dan memimpin jalannya permainan - Menetralisir keadaan jika terjadi masalah

- Memberi kesempatan peserta untuk express feeling 2. Co. Leader:

- Nova Saragih, S.Kep Tugas:

- Menjelaskan tata cara permainan - Membagi kelompok bermain - Membagikan hadiah

3. Fasilitator:

- Sri Dewi Siregar, S.Kep - Nova Winda Saragih, S.Kep Tugas:

- Mempersiapkan tempat bermain

- Mempersiapkan dan menyediakan alat dan media permainan - Menyiapkan hadiah untuk peserta

- Memfasilitasi kebutuhan saat permainan berlangsung - Memberi motivasi dan dukungan pada setiap kelompok 4. Observer:

- Dewi Rahmadani Lubis, S.Kep Tugas:

- Menjelaskan kriteria penilaian permainan - Mengawasi jalannya kegiatan sesuai rencana - Menilai kelompok dan menentukan pemenang - Mengumumkan pemenang

(44)

I. Waktu dan tempat

Terapi aktivitas kelompok akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Senin, 25 Juni 2012

Waktu : 10.00 – 10.45 WIB (45 menit)

Tempat : Ruang Sipiso-Piso RSJD Provsu Medan

J. Kriteria Pasien

Pasien yang dijadikan peserta pada terapi aktivitas adalah klien dengan masalah keperawatan halusinasi pendengaran dan penglihatan, karena kegiatan ini dapat membantu klien untuk mengontrol halusinasi yang dialaminya. Proses seleksi peserta yakni klien yang berada di Ruangan Sipiso-Piso dan Ruangan Cempaka yang sudah kooperatif. Peserta dikumpulkan dan didampingi oleh perawat.

K. Setting Keterangan: Л : Leader © : Co.Leader Ω : Observer α : Peserta TAK

Л ©

Ω

α

α

α

α

α

(45)

PROSEDUR ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI HALUSINASI

Perawat melakukan 1. Pengkajian

a) Pasien bicara sendiri, senyum, tertawa sendiri b) Mata tertuju pada satu arah

c) Mengatakan mendengar suara, melihat, mengecap, menghirup (mencium) dan merasa sesuatu yang tidak nyaman

2. Menentukan masalah keperawatan

a) Gangguan persepsi halusinasi dengar, lihat, cium, raba dan kecap b) Potensial mencederai diri sendiri/ orang lain/ lingkungan

3. Perencanaan 3.1 Tujuan

a)Pasien dapat mengontrol halusinasi

b) Pasien tidak mencederai diri sendiri/ orang lain c) Pasien dapat melakukan asuhan mandiri

3.2 Rencana Tindakan

a) Bina hubungan saling percaya

b) Bimbing pasien mengungkapkan perasaannya c) Bimbing pasien mengontrol halusinasinya d) Beri obat sesuai dengan program medis e) Siapkan lingkungan terapeutik

4 Tindakan Keperawatan

a) Perawat mendekati pasien dengan sikap ramah, jujur dan terbuka

b) Perawat mendengarkan pernyataan tentang halusinasi pasien tanpa menentang/ menyetujui

(46)

c) Perawat memberi kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan halusinasinya

d) Perawat mengajak pasien membicarakan hal-hal nyata yang ada dilingkungannya, menyarankan pada pasien agar segera memberitahukan perawat bila halusinasinya timbul

e) Perawat membantu dan membimbing pasien melaksanakan kebersihan diri sendiri

f) Perawat membimbing pasien melakukan kegiatan sehari-hari

g) Perawat memberikan obat kepada pasien dengan prinsip 5 benar + 1 W h) Perawat mempersiapkan lingkungan terapeutik, menciptakan rasa aman dan

tenang di ruangan

i) Perawat mendokumentasikan asuhan keperawatan, menandatangani dan menulis nama jelas

5 Evaluasi

a) Pasien dapat menyebutkan saat terjadinya halusinasi b) Pasien dapat memilih cara untuk mengatasi halusinasi

(47)

PROSEDUR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH

Perawat melakukan 1. Pengkajian

a) Pasien menyatakan hal-hal yang kurang terhadap dirinya

b) Pasien menyatakan tidak berharga tidak berguna dan tidak mampu c) Menarik diri

d) Produktifitas menurun

2. Menentukan masalah keperawatan a) Isolasi sosial

b) Perubahan proses pikir : curiga

c) Perubahan interaksi sosial : menarik diri

3. Menentukan rencana keperawatan 3.1 Tujuan

a) Pasien mampu melakukan interaksi dengan lingkungannya b) Pasien tidak mengalami distress

c) Pasien tidak memperlihatkan perasaan curiga terhadap lingkungannya d) Pasien mampu melakukan hubungan interpersonal yang baik

4. Tindakan keperawatan

a) Perawat melakukan hubungan terapeutik

b) Perawat mendengarkan dengan penuh perhatian dan minat pernyataan pasien

c) Perawat menganjurkan pasien untuk mengungkapkan segala sesuatu yang dirasakan seperti hubungannya dengan orang lain, pekerjaan, urusan rumah tangga, sekolah dan sebagainya.

(48)

e) Perawat menganjurkan pasien untuk menulis minimal 5 kelebihan kekuatan yang dimiliki

f) Dukung pernyataan pasien tentang kelebihan kekuatan yang ada

g) Jelaskan kepada pasien kegagalan adalah pelajaran untuk masa akan mendatang

h) Membantu pasien memilih prioritas tujuan yang pasti dapat dicapai i) Memberi penghargaan yang sesuai

j) Perawat mendokumentasikan keadaan umum dan tindakan yang telah dilakukan serta menandatangani dan nama jelas perawat pada rekam medik pasien.

5. Evaluasi

a) Pasien dapat melakukan interaksi dengan orang lain dan lingkungannya b) Pasien tidak mengalami distress

c) Pasien mampu berinteraksi dengan orang lain tanpa curiga d) Pasien dapat melakukan hubungan interpersonal dengan baik

(49)

PROSEDUR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN WAHAM

Perawat melakukan 1. Pengkajian

a. Usaha membunuh diri atau membunuh orang lain b. Menolak makan dan obat

c. Tidak ada perhatian terhadap asuhan mandiri d. Ekspresi muka : sedih, gembira

e. Gerakan tidak terkontrol f. Mudah tersinggung

g. Isi pembicaraan tidak sesuai dengan kenyataan

h. Tidak bisa membedakan antara yang nyata dengan yang tidak nyata i. Menghindar dari orang lain

j. Mendominasi pembicaraan k. Berbicara kasar

l. Menjalankan kegiatan keagamaan secara berlebihan atau sama sekali tidak melaksanakan

2. Menentukan masalah keperawatan

a. Risiko mencederai orang lain, diri sendiri, atau merusak lingkungan b. Kerusakan interaksi social

c. Resiko gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh d. Risiko mutilasi diri

3. Perencanaan 3.1 Tujuan

a. Pasien tidak mencederai diri sendiri, orang lain, atau merusak lingkungan

b. Pasien mampu membina dan mempertahankan hubungan akrab dengan orang lain tanpa perasaan tertekan atau terancam.

(50)

c. Pasien dapat mempertahankan keseimbangan keseimbangan nutrisi, cairan, dan eliminasi

d. Pasien dapat melakukan asuhan mandiri 3.2 Rencana Tindakan

a. Psiko Teraupetik

- Bina hubungan saling percaya

- Bantu pasien meningkatkan harga diri

- Bantu pasien menemukan cara menyelesaikan masalah (koping) yang konstruktif

b. Pendidikan kesehatan pada pasien

- Bantu pasien memenuhi kebutuhan nutrisi

- Bimbing pasien mempertahankan keseimbangan kegiatan, istirahat, dan tidur

- Bimbing pasien melaksanakan asuhan mandiri c. Terapi Somatik

- Beri obat sesuai dengan program terapi dokter - Perhatikan prinsip pemberian obat 5 benar d. Lingkungan Terapeutik

- Sediakan lingkungan fisik yang dapat menguatkan realita - Sediakan lingkungan social

- Beri pujian atas keberhasilan pasien

4. Tindakan Keperawatan

a. Membina hubungan saling percaya

b. Membantu pasien meningkatkan harga diri

c. Membantu pasien dalam menemukan cara menyelesaikan masalah (koping) yang konstruktif

d. Membantu pasien mengenal wahamnya

e. Membantu pasien mengidentifikasi cara-cara untuk mengontrol wahamnya f. Mengikutsertakan keluarga dalam mengatasi masalah pasien

(51)

h. Membimbing pasien mempertahankan keseimbangan kegiatan dan istirahat tidur

i. Membimbing pasien melaksanakan asuhan mandiri j. Memberi obat sesuai dengan ketentuan

k. Menyediakan lingkungan fisik yang dapat menguatkan realita l. Menyediakan lingkungan sosial

m. Memberi pujian atas keberhasilan pasien

n. Mendokumentasikan keadaan umum dan tindakan yang telah dilakukan serta menandatangani dam mencantumkan nama jelas pada rekam medik pasien

(52)

PROSEDUR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PERILAKU DEPRESI

Perawat melakukan 1. Pengkajian

a) Ekspresi wajah murung, mudah menangis

b) Mengatakan keinginan bunuh diri secara langsung maupun tidak langsung c) Bicara dan gerakan lambat

d) Merasa kesepian

e) Inisiatif dan ide kurang

f) Mudah tersinggung dan cepat marah 2. Menentukan masalah keperawatan

a) Resiko mencederai diri/ bunuh diri b) Isolasi sosial

c) Gangguan pemasukan nutrisi tidak sesuai dengan kebutuhan d) Gangguan aktifitas

e) Gangguan pola tidur 3. Perencanaan

3.1 Tujuan

a) Pasien dapat mengontrol perilaku emncederai diri

b) Pasien mampu membina dan meningkatkan hubungan sosial c) Pasien mampu memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang d) Pasien mampu melakukan kegiatan sehari-hari

e) Pasien mampu memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur 3.2 Rencana Tindakan

a) Psiko terapeutik

- Bina hubungan saling percaya

- Bantu pasien untuk menemukan koping yang konstruktif b) Pendidikan kesehatan pada pasien

- Bantu pasien untuk menemukan cara penyelesaian masalah yang konstruktif

(53)

- Beri dorongan untuk mencoba koping yang telah dipilih c) Kegiatan sehari-hari (ADL)

- Bimbing pasien untuk memenuhi keseimbangan cairan dan nutrisi

- Bimbing pasien untuk memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur - Bimbing pasien untuk melakukan asuhan mandiri

d) Terapi somatik

- Beri obat sesuai dengan program terapi dokter - Perhatikan prinsip pemberian obat 5 benar e) Lingkungan terapeutik

- Ciptakan lingkungan yang terapeutik baik fisik maupun sosial - Beri pujian atas keberhasilan pasien

4 Tindakan keperawatan

a) Perawat membina hubungan saling percaya dengan sikap empati, sabar dan lebih banyak menggunakan bahsa non verbal, berbicara dengan suara rendah, jelas, singkat dan mudah dimengerti.

b) Perawat membantu pasien menemukan cara penyelesaian masalah yang konstruktif

c) Perawat melibatkan keluarga dalam mengatasi masalah pasien d) Perawat membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan nutrisi

e) Perawat membantu pasien untuk memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur f) Perawat membantu pasien dalam melaksanakan asuhan mandiri

g) Perawat memberi obat sesuai dengan terapi dokter

h) Perawat menciptakan fisik yang aman dengan cara menjauhkan alat-alat yang membahayakan

i) Perawat mengikutsertakan pasien dalam terapi aktifitas kelompok j) Perawat memberikan pujian pada pasien atas perilaku yang positif

k) Perawat mendokumentasikan keadaan umum dan tindakan yang telah dilakukan serta menandatangani dan nama jelas perawat pada rekam medic pasien.

(54)

PROSEDUR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN AMUK

Perawat melakukan :

1. Pengkajian adanya perilaku pasien a. Menyerang orang lain

b. Mencederai diri sendiri c. Sikap bermusuhan d. Nada suara tinggi e. Pandangan mata liar

f. Menolak berinteraksi dengan orang lain 2. Menentukan masalah keperawatan

a. Risiko tinggi cedera

b. Koping individu tidak efektif 3. Perencanaan

3.1 Tujuan

a. Pasien dapat mengungkapkan rasa marah tanpa membahayakan dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan

3.2 Rencana Tindakan

a. Bina hubungan saling percaya

b. Bantu pasien mengungkapkan rasa marah

c. Anjurkan pasien untuk mencoba mengendalikan diri 4. Tindakan Keperawatan

a. Perawat menyapa pasien dengan penuh empati

b. Memberi kesempatan kepada pasien untuk mengekspresikan perasaannya bila perlu mengalihkan energy pasien kea rah aktivitas yang konstruktif c. Mendokumentasikan keadaan pasien dan tindakan yang telah dilakukan

(55)

5. Evaluasi

a. Pasien dapat mengungkapkan perasaan tertekan, marah tanpa merusak alat, menyakiti orang lain maupun diri sendiri

b. Pasien dapat menggunakan energy marah yang konstruktif

c. Pasien dapat menyatakan alternatif cara mengatasi perasaan marah dan agresifnya

(56)

URAIAN TUGAS KEPALA RUANGAN

1. Mengatur pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan pasien

2. Mengatur penempatan tenaga keperawatan di ruangan

3. Mengatur penggunaan dan pemeliharaan logistic keperawatan agar selalu siap pakai

4. Memberi pengarahan dan motivasi kepada ketua tim/ grup agar melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, etis dan professional

5. Melaksanakan program orientasi pada: - Tenaga baru

- Siswa/ mahasiswa peserta didik - Pasien baru

6. Mendampingi dokter/ supervisor selama kunjungan visite

7. Mengelompokkan pasien, mengatur penempatannya di ruangan menurut tingkat kegawatan untuk mempermudah asuhan keperawatan

8. Menciptakan, memelihara suasana kerja yang baik antar petugas, pasien/ keluarga sehingga memberi ketenangan

9. Mengadakan pertemuan berkala tenaga keperawatan minimal dua kali perhari untuk membicarakan pelaksanaan kegiatan di ruangan

10. Memeriksakan dan meneliti:

- Pengisian daftar permintaan makanan - Pengisian sensus harian

- Pengisian buku register - Pengisian rekam medik

11. Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan 5 (lima) tahapan: - Pengkajian keperawatan

- Prognosa keperawatan - Perencanaan keperawatan - Pelaksanaan keperawatan

(57)

- Evaluasi keperawatan

12. Pertemuan secara rutin dengan pelaksana keperawatan 13. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan di ruangan

(58)

URAIAN TUGAS

KETUA TIM/GRUP KEPERAWATAN

1. Bersama anggota tim/ grup melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar 2. Bersama anggota tim/grup mengadakan serah terima tugas dengan tim/grup

lain (grup petugas ganti) mengenai : a. Kondisi pasien

b. Logistik keperawatan c. Administrasi rekam medis

d. Pelayanan pemeriksaan penunjang e. Kolaborasi program pengobatan

3. Melanjutkan tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan oleh grup sebelumnya 4. Merundingkan pembagian tugas dengan anggota grupnya

5. Menyediakan perlengkapan untuk pelayanan dan visite dokter

6. Mendampingi dokter visit, mencatat dan melaksanakan program pengobatan dokter

7. Membantu melaksanakan rujukan

8. Melakukan orientasi terhadap pasien/keluarga baru mengenai : a. Tata tertib ruangan/rumah sakit

b. Perawat yang bertugas

9. Menyiapkan pasien pulang dan memberi penyuluhan kesehatan 10. Memelihara kebersihan ruangan dengan :

a. Mengatur tugas cleaning service

b. Mengatur tata tertib ruangan yang ditujukan kepada semua petugas, peserta didik, dan pengunjung ruangan

11. Membantu kepala ruangan membimbing peserta didik keperawatan

12. Membantu kepala ruangan untuk menilai mutu pelayanan asuhan keperawatan serta tenaga keperawatan

(59)

URAIAN TUGAS PERAWAT PELAKSANA

1. Melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar

2. Mengadakan serah terima tugas dengan tim/ grup lain ( grup petugas pengganti) mengenai:

- Kondisi pasien - Logistik keperawatan - Administrasi rekam medis

- Pelayanan pemeriksaan penunjang - Kolaborasi program pengobatan

3. Melanjutkan tugas-tugas yang belum dapat diselesaikan oleh grup sebelumnya

4. Merundingkan pembagian tugas dengan anggota grupnya 5. Menyediakan perlengkapan untuk pelayanan dan visite dokter

6. Mendampingi dokter visite, mencatat dan melaksanakan program pengobatan dokter

7. Membantu melaksanakan rujukan

8. Melakukan orientasi terhadap pasien/keluarga baru mengenai: - Tata tertib ruangan/ rumah sakit

- Perawat yang bertugas

9. Menyiapkan pasien pulang dan memberi penyuluhan kesehatan 10. Memelihara kebersihan ruangan dengan:

- Mengatur tugas cleaning service

- Mengatur tata tertib ruangan yang ditujukan kepada semua petugas, peserta didik dan pengunjung ruangan

11. Membantu kepala ruangan membimbing peserta didik keperawatan

12. Membantu kepala ruangan untuk menilai mutu pelayanan asuhan keperawatan serta tenaga keperawatan

13. Menulis laporan tim mengenai kondisi pasien dan lingkungannya 14. Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien/keluarga

(60)

Referensi

Dokumen terkait

Pembelian bahan makanan dengan cara seperti itu mempunyai tujuan, seperti dalam jangka waktu tertentu (sesuai dengan kontrak), hotel/restoran tidak perlu sulit- sulit

pengamatan aspek diatas dapat diketahui bahwa dari hasil observasi aktivitas siswa dengan menggunakan pembelajaran langsung dari kegiatan III adalah nilai tertinggi

Seda ngkan dalam Undang-undang Perikanan tidak mengatur nelayan tradisional yang ada adalah nelayan kecil (dengan ukuran kapal di bawah 5 GT) dan dalam kenyataannya menggunakan

Peneliti bermaksud mengadakan penelitian mengenai pengendalian persediaan bahan baku di PG Madukismo menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), karena selama

shell akan mengeksekusi instruksi1 , dan bila exit status instruksi1 adalah FALSE, maka hasil dari AND tersebut sudah pasti sama dengan FALSE, sehingga.. instruksi2 tidak

PENGEMBANGAN KOLEKSI ANAK DI BALAI LAYANAN PERPUSTAKAAN BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH.. PROVINSI DAERAH

Kendala yang dialami guru yakni proses pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran yang di samapaikan guru sehingga pelajaran yang di sampaikan tidak hanya di sampaikan

sebaiknya dirumah mengurus urusan rumah tangga dan menjaga anak. Ada juga suami yang tidak keberatan bila istrinya bekerja karena mereka tidak ingin membunuh cita-cita sang istri