• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meity Arianty.,Psikolog

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Meity Arianty.,Psikolog"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Komunikasi dalam konseling

(2)

PENGERTIAN KOMUNIKASI

• Komunikasi adalah pertukaran verbal dari pemikiran atau gagasan (Hoben, 1954)

• Komunikasi adalah proses yang melaluinya kita dapat memahami orang lain dan pada gilirannya berusaha untuk dapat dipahami orang lain. Proses itu dinamis, berubah dan berganti secara konstan dalam

merespon setiap situasi (Anderson, 1953)

Komunikasi ; suatu proses

penyampaian pesan,ide, gagasan dr 1 pihak kep pihak yg lain. Agr terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.

(3)

•Umumnya dilakukan menggunakan

kata2 yg dpt dimengerti o/ 2 pihak

•Melalui komunikasi sikap, perasaan

seseorg/se klp org dpt dipahami

o/pihak lain

•Komunikasi yg baik agr hubg dpt

berjln dg baik & lancar

•Dpt membuat tercapainya 7an/misi

yg hendak dicapai

(4)

MACAM KOMUNIKASI

1. Komunikasi Tatap Muka 2. Komunikasi Interpersonal 3. Komunikasi Kelompok

Komunikasi kelompok kecil

(5)

Burgon & Huffner (2002) mengkategorikan 3 jenis komunikasi, yaitu:

❑ Komunikasi Intrapersonal

(komunikasi intim)

Contoh : komunikasi yang terjadi saat kita merenung, berdialog dengan diri sendiri (baik sadar maupun secara tidak sadar, misalnya sedang tidur).

❑ Komunikasi interpersonal :

Contoh : komunikasi dengan pacar, teman, guru, orang tua dan lain sebagainya.

❑ Komunikasi massa :

Contoh : komunikasi yang terjadi di website, blog, dan sebagainya.

(6)

1, Kom. Verbal/perkataan, mencakup bbrp aspek ;

a. Vocabulary/perbendaharaan kata. Komunikasi tdk akan efektif bila pesan disampaikn dg kata2 yg tdk dimengerti,sehingga olah kata2 menj penting dlm berkomunikasi

b. kecepatan/racing. Kcepatn bicara dpt di atur dg baik,tdk terlalu cepat/lambat c. Intonasi suara. Ini mempengaruhi arti pesan sec dramatis sehingga pesan menj lain ( bila diucapkn dg intonasi suara yg berbeda. Intonasi suara yg tdk proporsional merpk hambatn dlm berkomunikasi.

d. Humor. Aspek ini dpt meningkatkan kehidupan yg bahagia. Dugan(1989) memberikan cat bahw tertawa dpt membantu menghilangkn stress & nyeri. Tertawa mempunyai hubg fisik & psikis. Bisa menjadi selingan dlm

berkomunikasi.

MACAM-MACAM

(7)

2. KOMUNIKASI NONVERBAL/BHS TUBUH

Penyampaian pesan tanpa kata2. bbrp hal yg termasuk dlm komunikasi nonverbal ;

a. Ekspresi wajah. Wjh merupk sumber yg kaya dg komunikasi, sebab ekspresi wjh mencerminkan suasana emosi sesorg

b. Kontak mata, yg merpk sinyal alamiah u/berkomunikasi. Dg mengadkn kontak mata selm berinteraksi/tanya jwb, artiy org itu terlibat & menghargai lawan bicaray dg kemauan u/memeprhatikan buk sekedr mendengarkn, bias jg digunakn u/observasi.

c. Sentuhan (bentuk komunikasi personal ) krn sifatnya spontan drp komunikasi verbal. Bbrp pesan seperti perhatian yg sungguh2,dukungan emosional,kasih saying,impati dpt dilakuakn melalui sentuhan

d. Postur tubuh & gaya berjln ( bisa memperlihtkn ekspresi dirinya. Postur tubuh & gaya berjl merefleksikan emosi,konsep diri & tingakt kesehatannya.

e. Suara. Rintihan,menarik napas panjag &tangisan merupk ungkpn perasaan & pikirn yg dpt dijadikan komunikasi.bila dikombinasikn dg bentuk komunikasi nonverbal lainnya, desis/suara dpt menjd pesan yg jelas.

f. Gerak isyarat ( dpt mempertegas pembicaraan), mengetukkan kaki, menggerakkan tangan slm berbicara menunjukan sesrg dlm keadaan stress,bingung atau upaya u/menghilangkn stress.

(8)

KOMUNIKASI NONVERBAL DLM

KONSELING

Yaitu proses komunikasi yg tdk menggunkn kata2 dlm menyampaikn pesan; gerak isyart, bhs tubuh, ekspresi wjh, kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, simbol2, cara berbicara, ntoasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, gaya berbicara.

Ahli bid komunikasi nonverbal menggunkn defenisi “ tdk menggunkn

kata “ dg ketat & mreka tdk menyamakn komunikasi nonverbal dg

komunikasi nonlisan ( bhs isyarat & tulisn tdk dianggap sbg

(9)
(10)

Komunikasi nonverbal

memiliki jenis ;

1. Komunikasi objek, yg plg umum menggunkn pakaian, org sering dinilai dari pakaian yg digunakan, wlo agak streotip missal org lebih disukai dr caranya berpakaian, saat lamar pkerjaan misalnya. 2. Sentuhan, Haptik adlh bid yg mempelajari sentuhan sbg

komunikasi nonverbal. Misal; bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan punggung, mengelus-elus,pelukan dsb. Semua itu menyampaikn pesan ttg 7an/perasaan yg menyentuh ( +/-)

3. Kronemik, bid yg mempelajari penggunaan wkt dlm komunikasi nonverbal. Durasi yg dianggap cocok bagi suatu aktivitas, byknya aktivitas yg dianggap patut u/ dilakukan dlm jangka wkt trtu serta keceptn wkt

4. Gerakan tubuh, kontak mata, ekspresi wjh, isyarat, sikap tubuh. Gerkn tubuh biasay /menggantikn suatu kata/frase, missal

mengangguk u/ mengatan ‘ ya “. Maupun u/ meunjukkan perasaan

5. Vokalik. Atau paralanguange adlh unsur nonverbal dlm suatu ucaan yaitu cara berbicara. Misal nada bicara, nada suara, keras lmahny, keceatan berbicara kualias suara, intonasi dll

6. Lingkungan. Diantaranya penggunaan ruang, jarak, temeratur, enerangan dan warna.

(11)

Tanda Perilaku Non Verbal

Dalam Konseling

(12)

Lanjutan …..

• Berdiam diri, untuk memberikan kesempatan kepada

konseli berbicara secara leluasa, mengatur pikirannya atau menenangkan diri. Bila konseli diam, konselor bisa berdiam diri sebentar.

• Mimik (ekspresi wajah, roman muka, air muka, raut muka), yaitu untuk menunjang, mendukung dan menyertai reaksi-reaksi verbal. Misalnya mengerutkan kening, mengangkat alis, senyum

• Kontak mata, untuk menunjang atau mendukung tanggapan verbal atau menyatakan sikap dasar. Cara menatap muka

klien harus wajar. Kontak mata juga berfungsi sebagai sarana pengamatan terhadap perasaan yang dialami.

(13)

• Nada suara. Variasi nada suara dan kecepatan bicara untuk menyesuaikan diri dengan ungkapan perasaan konseli. Misalnya konselor berbicara lebih lemah

lembut, lambat, lebih cepat, nada suara lebih tinggi atau lebih rendah.

• Sentuhan, untuk menunjang tanggapan verbal dan menyatakan sikap dasar. Kontak fisik antara konselor dan klien secara potensial bisa membahayakan!!. Disarankan konselor mengendalikan diri dalam

menggunakan sentuhan sebagai tanda perhatian dan keprihatinan.

(14)

Fungsi Perilaku Non Verbal

• Mengulangi perilaku verbal. Misal: menganggukan kepala untuk “Ya”, atau menggelengkan kepala untuk “Tidak”

• Memperteguh, menekankan atau melengkapi perilaku verbal. Misal:melambaikan tangan sambil mengucapkan “Selamat

jalan”, “Sampai jumpa lagi” atau “Bye, bye”. Atau gerakan tangan dengan telapak tangan mengarah ke depan sebagai pengganti kata tidak

• Meregulasi perilaku verbal. Misal:mhs mengenakan jaket, atau membereskan buku atau melihat jam tangan ketika jam kuliah, atau ketika menjelang kuliah berakhir, sebagai tanda keinginan mhs agar kuliah segera usai.

• Membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal. Misal: suami mengatakan,”Bagus!Bagus!” ketika mengomentari gaun yang baru dibeli istrinya sambil terus membaca surat kabar

(15)

PRINSIP KOMUNIKASI INTERPERSONAL

1. Komunikasi interpersonal bersifat relasional

✓ Afek, perasaan yang saling dirasakan oleh partisipan

✓ Kontrol, tingkat dominasi seseorang terhadap yang lain, ada dua sifat:

➢ Komplementer -> seseorang membiarkan yang lain

menentukan siapa yang mempunyai pengaruh lebih besar ➢ Simetris -> seseorang tidak sepakat pada siapa yang berada

(16)

Lanjutan ….

2. Komunikasi interpersonal mengandung maksud

Contoh, ketika Busro berjalan mendahului Alwi di jalan, kebutuhan sosialnya harus dipenuhi dengan

mengatakan, “Hai Alwi, apa kabar?”. Maksud Busro akan tercapai jika Alwi memberikan respon.

3. Komunikasi interpersonal bisa dipelajari

Misal: keluarga yg berbicara dalam bahasa Inggris,

anakpun belajar berkomunikasi dalam bahasa Inggris; keluarga yg percaya bahwa menatap mata orang secara langsung ketika berbicara adalah tindakan yang tidak sopan, anakpun akan belajar untuk menundukkan pandangan saat berbicara.

(17)

Untk menumbuhkan & meningktk hubg interpersonal, perlu meningktkn kualitas komunikasi, faktor yg

mempengaruhi komunikasi interpersonal ;

1. Percaya /trust, bila ssorg yakin ia tdk akan dirugikan & dikhianati o/org lain mk ia pst lebih mudah membuka diri.

Percaya trhdp org lain akn tumbuh bila ;

a. Org trsb memiliki kemampuan,ketrm,pengalam dlm bid trt. Bisa diandalkan,jujur & konsisten

b. Hubg kekuasaan ( org akan mudh tunduk bila memiliki kekuasaan)

c. Kualitas komunikasi & sifatnya menggmbrk adanya keterbukaan.bila maksud & 7an sdh jelas,harapan sudh dinyatakan,mk sikp percay akan tumbuh.

(18)

2. Perilaku sportif akan meningktkn komunikasi. Ciri prilaku sportif ;

a. deskripsi; penyampaian pesan,perasaan & persepsi tanpa menilai/mengecam kelemahan & kekurangannya b. Orientasi mslh,

mengomunikasikan keinginan u/bekerja sama, mencari

pemecahan mslh.mengajk org lain bersama2 menetapkan 7an & menentukn cara mencapai 7an

c. Spontanitas; sikap jujur &

dianggp tdk menyelimuti motif yg terpendm

d. Empati; mengangp org lain sbg persona

e. Persamaan; tdk mempertegas perbedaan,komunikasi tdk melihat perbedaan,wlupn status

berbeda.memberikn penghargaan & rasa hormat trdhp perbedaan

pandngn & keyakinan

f. profesionalisme; kesediaan u/meninjau kembali pendapat sendiri.

(19)

3. Sikap terbuka, kemampuan menilai sec objektiff, kemampuan membedakan dg

mudh,kemampuan melihat nuansa,orientasi ke isi,pencarian informasi dari berbagai sumber, kesediaan mengubah keyakinan,profesional dsb.

* Kita perlu bersikap terbuka & menggantikan sikap dogmatis agr komunikasi interpersonal menghasilkn hubg. Yg efektif & bekerja sama bisa ditingkatkan.

•Perlu memiliki sikap percaya, mendukung & terbuka yg

mendorong timbulnya sikap saling memahami, menghargai & mengembangkan kualitas

•Menumbuhkn & meningkatkan hubgn interpersonal dg bekerja sama antara berbagai pihak,tdk terkecuali lembg pendk

(20)

FAKTOR PENGHAMBAT KOMUNIKASI

1. Masalah Motivasional

• M’p’tahankan diri dari kemungkinan terlihat

inadekuat, mis. diam karena takut t’lihat konyol

• Takut akan kemungkinan dipengaruhi orang lain, so t’dapat banyak tdk m’beri informasi & informasi

tidak tepat

• Konselor & klien berespon thd pikiran mereka sendiri

• B’usaha m’evaluasi motif2 dari pihak yg lain, shg krn tdk m’dengarkan, yg tjd adalah kehilangan sebagian informasi, & komunikasi defensif dari pihak lain

(21)

2. Halangan Psikologis

Mengakibatkan kegagalan memori. Kemungkinan yg terjadi:

- Lupa → tdk ada informasi, yg diingat & dilupakan b’sifat selektif

- Distorsi dari informasi → ketidakmampuan psikologis utk m’produksi informasi krn ada kekuatan2 emosional yg m’halangi

3. Kesulitan dalam Bahasa

• Sulit menemukan kata2 yg tepat utk m’gambarkan

sesuatu, lalu apakah lawan bicara memiliki pemahaman kata yg sama

(22)

4. Communication Anxiety

Mrp kecemasan yg diasosiasikan dgn komunikasi data pribadi

Timbul karena:

• Cemas moral judgment dari konselor → takut dikritik atau dinilai buruk konselor

• Merasa bahwa informasi yg diberikan dapat m’beri kekuasan bagi orang lain utk m’celakai dirinya

• Karena konselor orang yg khusus, cemas kalau

konselor tahu ttg horrible truth klien yg klien sendiri tdk tahu

• Cemas karena pertanyaan2 konselor m’datangkan pikiran2 yg selama ini dihindari

(23)

Referensi

Dokumen terkait

Lagi pula, mata kamu pasti kelayapan ke mana-mana, jadinya nggak lihat di depan ada orang.”. “Ye…, nggak salah di Kisi semua dong,

Jumlah dan jenis konflik yang terjadi pada suatu persimpangan (belok kiri, lurus, dan belok kanan) masingmasing akan menghasilkan titik konflik yang berbeda setelah bertemu

Visi Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral yakni: Terwujudnya sektor energi dan sumberdaya mineral yang menghasilkan nilai tambah sebagai salah satu sumber kemakmuran

Warga negara asing yang telah bekerja paling singkat 6 (enam) bulan wajib mengikuti program jaminan sosial kesehatan. Ketidakpatuhan Setiap Orang Selain Pemberi Kerja,

Nilai koefisien difusi dalam bentonit Nanggulan tersebut bila dibandingkan dengan koefisien difusi untuk jenis bentonit lain (Kunipia, Jepang) berada pada orde magnifik puluhan

Petani sayur adalah merupakan suatu pekerjaan yang dimana penghasilannya tidak menentu dan tidak tetap, pengeluaran dan kebutuhan mereka untuk keluarga juga sangat

wa pemberian minyak goreng yang telah difortifi - kasi dengan vitamin A lebih efektif dalam mence- gah kejadian morbiditas (ISPA dan diare) baik pada ibu maupun anak

Menurut pernyataan Bu Risma sebelumnya dapat diartikan sebagai sebuah alasan utama bagi penulis memilih lahan ini selain untuk mengembalikan dan mengembangkan