• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 ANALISIS VEKTOR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 ANALISIS VEKTOR"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3.1. Sistem Koordinat Silinder
Gambar 3.2.  Sistem Koordinat Polar
Gambar 3.3.  Sistem Koordinat Bola
Gambar 3.4.  Kerja yang dilakukan gaya F
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah vektor dengan arah berlawanan terhadap vektor ̅ tetapi memiliki besar atau panjang yang sama dinyatakan sebagai - ̅. Definisi ini sama dengan hukum jajargenjang

arah arus elektron yang mengalir pada kumparan jangkar. Poros motor DC dapat berputar searah jarum jam dan berlawanan

Sudut yang dibentuk antar sumbu koordinat adalah 90 0 atau dengan kata lain sumbu x tegak lurus dengan sumbu y dan sumbu z, demikian juga sumbu y tegak lurus dengan sumbu x dan z

– Hasil perkalian dot product antara dua vektor bukan-nol adalah nol jika dan hanya jika vektor-vektor tersebut saling tegak lurus. • Vektor a disebut ortogonal thd vektor b jika a•b

Sebuah himpunan vektor pada RHD dinamakan himpunan ortogonal jika semua pasangan vektor yang berbeda dalam himpunan tersebut adalah ortogonal (saling tegak

Mengingat data – data output mesin sensor tersebut telah mengalami pergeseran akibat pengambilan vektor arah sensor yang tidak tegak lurus dengan bidang ukur, maka setelah

panjang panah menyatakan besarnya vektor dan arah panah menunjukkan arah vektor.  Ekor panah dinamakan titik awal dan

Projeksi Orthogonal3 adalah vektor yang searah dengan maka Ingat bahwa: Sehingga didapat adalah vektor yang tegak lurus terhadap dimana , maka Karena , didapat adalah