i
ANALISA RESIKO HSE (HAZARD IDENTIFICATION,
RISK ASSESTMENT, AND DETERMINING CONTROL)
PADA OPERASI PENERIMAAN, PENIMBUNAN, DAN
PENYALURAN DI TBBM SURABAYA GROUP
LAPORAN KERJA PRAKTIK
PT. PERTAMINA (Persero) MARKETING OPERATION REGION
(MOR) V SURABAYA
Oleh:
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PERTAMINA
2019
Andi Muhammad Syafii
102316057
ii
LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KERJA PRAKTIK
Judul Kerja Praktik
: Analisa Resiko HSE (Hazard Identification, Risk
Assessment, and Determining Control/ HIRADC) pada
Operasi Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran di TBBM
Surabaya Group
Nama Mahasiswa
: Andi Muhammad Syafii
Nomor Induk Mahasiswa
: 102316057
Program Studi
: Teknik Kimia
Fakultas
: FTI
Tanggal Seminar
: Jumat, 19 Juli 2019
Surabaya, 19 Juli 2019
MENYETUJUI,
Pembimbing Instansi
Pembimbing Program Studi
Eddy Kurniawan
Agung Nugroho, Ph.D
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya lah sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Kerja Praktek (KP) yang berjudul ” Analisa Resiko HSE (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control/ HIRADC) pada Operasi Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran di TBBM Surabaya Group” dengan baik dan lancar.
Kerja Praktek ini merupakan salah satu syarat kelulusan program Sarjana pada Program Studi Teknik Kimia Universitas Pertamina. Laporan Kerja Praktek ini dapat terselesaikan dengan baik dan benar atas dukungan, saran, dan bantuan pemikiran dari berbagai pihak. Maka dari itu penulis ini berterimakasih kepada:
1. Bapak Agung Nugroho, Ph.D selaku dosen pembimbing KP 2. Bapak Eddy Kurniawan sebagai pembimbing lapangan KP 3. Bapak Sigit Trahmawan sebagai pembina lapangan KP
4. Bapak Ahmad Jani Lauma sebagai Operation Head Pertamina TBBM Surabaya Group 5. Bapak Taufiq Hidayat sebagai pembimbing di Departemen HSSE
6. Bapak Irpan Friyadi sebagai pembimbing di Departemen Quality and Quantity 7. Bapak Cak To dan Mas Teguh sebagai custumer service di Departemen HSSE
Penulisa meminta maaf apabila terdapat kesalahan atau kekurangan pada penulisan laporan ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik maupun saran yang membangun demi menyempurnakan laporan Kerja Praktek ini. Penulis juga berharap laporan Kerja Praktek ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sehingga para pembaca dapat mengetahui dunia industri dengan jelas.
Surabaya, 19 Juli 2019
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
KATA PENGANTAR... iii
DAFTAR ISI……….………..………... iv
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR TABEL ... vii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan Penulisan ... 4
1.3 Manfaat Penulisan ... 4
1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ... 5
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah TBBM ... 5
2.2 Pola Suplai dan Distribusi TBBM Surabaya Group... 7
2.3 Visi dan Misi PT. Pertamina (Persero) ... 9
2.4 Makna Logo PT. Pertamina... 10
2.5 Struktur Organisasi ... 10
2.6 Ketenagakerjaan ... 13
2.7 Spesifikasi Produk ... 13
BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK 3.1 Waktu dan Tempat ... 16
3.2 Jurnal Aktivitas ... 20
BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK 4.1 Sarana dan Prasarana Kerja Praktik ...………...…...…... 26
4.2 Teori Dasar Dermaga ... 29
4.3 Teori Dasar Pompa ... 30
4.4 Teori Dasar Pipa ... 31
4.5 Teori Dasar Tangki Timbun ... 32
v BAB V TINJAUAN TEORITIS
5.1 Bahaya, Kejadian, dan Akibat ... 48
5.2 Identifikasi Bahaya ... 50
5.3 Pemeriksaan/Audit Surat Ijin Kerja ... 53
5.4 Upaya Penurunan Resiko ... 57
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 58
5.2 Saran ... 58
DAFTAR PUSTAKA ... 59
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Lokasi TBBM Surabaya Group ... 5
Gambar 2.2 Wilayah Kerja TBBM Surabaya Group... 7
Gambar 2.3 Pola Penerimaan dan Pendistribusian TBBM SG ... 9
Gambar 2.4 Makna Logo PT. Pertamina... 10
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 List Kegiatan ... 21 Tabel 4.6 Hazop Study Report ... 29
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk terbesar di Dunia, 252.370.792 jiwa penduduk di tahun 2018. Dengan data tersebut dipastikan ada perbandingan lurus terhadap permintaan BBM dan Non-BBM serta Petrokimia karena produk-produk tersebut sangat berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bahan Bakar Minyak (Petroleum) adalah salah satu energi yang sangat diperlukan dalam kelangsungan hidup manusia. Bahan bakar minyak (BBM) menjadi sesuatu yang penting bagi manusia terlihat dalam berbagai aktivitas manusia hampir seluruhnya membutuhkan energi dari BBM. Salah satu contoh tentang pentingnya BBM dalam kehidupan ialah meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor seperti di Indonesia sebesar 104,2 Juta per tahun. Hal ini menunjukan bahwasanya kebutuhan bahan bakar minyak mengalami peningkatan setiap harinya. Selain konsumsi transportasi, BBM juga digunakan untuk industri dan rumah tangga yang mana jumlah penggunaanya tidak dapat dibatasi.
Indonesia sebagai salah satu negara penghasil minyak di dunia pada resalisasinya ternyatavmasih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Indonesia sampai saat ini hanya bisa memenuhi kebutuhan sebesar ±60%. Sedangkan saat ini harga minyak dunia sedang mengalami masalah, yang mana akibat produksi minyak yang berlebih menyebabkan harga minyak dunia mengalami penurunan. Penurunan harga minyak dunia menjadi pengaruh cukup besar terhadap harga minyak dalam negeri.
Setiap negara di dunia memiliki badan atau perusahaan nasional yang bertugas dalam pengelolan minyak, mengingat betapa pentingnya minyak bagi kelangsungan hidup masyarakat. Indonesia memiliki Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang mengelola tentang pertambangan dan perminyakan di Indonesia. Hal ini menunjukan Pertamina memiliki peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia.
PT PERTAMINA (PERSERO) selaku BUMN yang bergerak di bidang Energi seperti Pertambangan Minyak, Gas Bumi serta Energi Baru dan Terbarukan bertugas mengolah Hasil Bumi tersebut agar produk BBM, Non-BBM, dan Petrokimia dapat diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pertamina membagi bisnisnya menjadi dua sektor besar yaitu sektor hulu dan sektor hilir. Sektor hulu memiliki aktvitas dalam pencarian sumber minyak dan proses produksi minyak atau yang dikenal Pertamina EP (Exploration Production) sedangkan sektor hilir terdiri dari aktivitas refinery unit yang mengolah crude oil menjadi produk bahan bakar (refinery) dan aktivitas marketing and trading.
2 Produk yang dipasarkan oleh Pertamina bukan hanya produk bahan bakar minyak (BBM) namun juga Petrokimia, Aspal dan LPG. Karena berbagai macam produk yang dijual oleh Pertamina, hal ini mengharuskan Pertamina bekerja sama dengan anak perusahaan dan perusahaan patungan. Selain itu Pertamina selalu meningkatkan kinerja perusahaan dan mutu produk sehingga dapat menjadi perusahaan yang bergerak di bidang migas dan dapat bersaing secara global.
Saat ini persaingan bisnis minyak sangat ketat, terlihat masuknya perusahaan minyak asing ke Indonesia. Selain itu untuk mewujudkan visi dan misi Pertamina serta tujuan perusahaan sehingga Pertamina dituntut untuk melakukan managemen yang baik dan perbaikan disegala bidang termasuk perbaikan mutu produk. Pengawasan mutu produk BBM mesti dilakukan dengan baik mulai dari proses pengolahan hingga proses pemasaran. Selain itu ketersediaan sarana dan fasilitas dalam proses penerimaan, penimbunan, dan penyaluran harus digunakan dengan maksimal mungkin.
Terminal Bahan Bakar Minyak Surabaya Group (TBBM) merupakan salah satu unit pemasaran di bawah wilayah kerja Pertamina Persero bidang Marketing Operation Region V fungsi suplai dan distribusi. Ranah kerja di TBBM Surabaya Group meliputi proses penerimaan, penimbunan, dan penyaluran. Tugas TBBM Surabaya Group yaitu memberikan pelayanan maksimal dengan tepat jumlah, tepat mutu dan tepat waktu. Pada proses ini, sarana fasilitas yang memadai sangat diperlukan dalam menunjang kelancaran proses operasi di TBBM Surabaya Group. Bukan hanya kelengkapan sarana fasilitas, namun juga kehandalan dari sarana fasilitas yang digunakan. Hal ini menuntut TBBM Surabaya Group melakukan pemeliharaan yang terjadwal, terpadu dan berkesinambungan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat semakin menuntut setiap calon tenaga kerja untuk dapat memiliki kemampuan yang kompeten untuk dapat bersaing di dunia kerja profesional. Namun, banyak mahasiswa yang hanya mendapatkan teori saja selama masa perkuliahan tanpa mengetahui penerapannya di dunia kerja. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang aktif antara pihak kampus dengan pihak perusahaan.
Salah satu upaya yang dilakukan Universitas Pertamina adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian mata kuliah yang relevan dengan kondisi yang dibutuhkan di pasar, salah satunya adalah mata kuliah Kerja Praktek (KP). Kegiatan kerja praktek adalah salah satu syarat kelulusan pada Program Studi Teknik Kimia Universitas Pertamina
Melalui kegiatan praktek kerja lapangan, mahasiswa diberikan kesempatan untuk dapat merasakan dunia kerja dan menerapkan teori yang telah dipelajari semasa perkuliahan.Kegiatan kerja praktek juga merupakan sarana pembekalan serta tempat pembelajaran dan pengalaman bagi para mahasiswa sebelum terjun langsung pada dunia kerja yang sesungguhnya.
Dalam kesempatan ini praktikan memilih PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Surabaya sebagai tempat kerja praktek sesuai dengan konsentrasi jurusan yang diambil praktikan dalam perkuliahan yaitu Teknik Kimia. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis
3 mengambil judul “Analisa Resiko HSE (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control/ HIRADC) pada Operasi Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran di TBBM Surabaya Group” yang menjadi laporan praktik kerja lapangan di Pertamina Persero TBBM Surabaya Group.
1.2. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Sebagai persyaratan mahasiswa dalam menyelesaikan studi di program S1 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Pertamina.
b. Untuk mendapatkan pengalaman praktis yang dapat digunakan sebagai bekal untuk terjun ke dunia kerja di lingkungan masyarakat sehingga memberikan nilai tambah bagi setiap lulusan.
c. Untuk mengetahui perbandingan serta relevansi teori-teori atau materi yang telah penulis dapatkan dalam kegiatan perkuliahan dengan kegiatan di lapangan atau tempat kerja. d. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berfikir cerdas, tanggap, kreatif, dan tangkas
dalam menghadapi masalah dunia kerja.
e. Sebagai pengalaman kerja dan bekal pengetahuan bagi mahasiswa dalam kehidupan di masyarakat pada masa yang akan datang.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui gambaran umum PT. Pertamina (Persero) MOR V terutama berkaitan dengan gambaran perusahaan, struktur organisasi, dan aktivitas organisasi di unit TBBM Surabaya Group.
b. Untuk menambah wawasan dan memperluas pengetahuan khususnya di bidang analisa resiko operasi penerimaan, penimbunan, dan penyaluran di unit TBBM Surabaya Group.
1.3 Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
a. Untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan.
b. Dapat menguji kemampuan pribadi dalam berkreasi pada ilmu yang dimiliki serta dalam tata cara hubungan dengan masyarakat di lingkungan kerja.
c. Dapat mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dalam dunia kerja di masa yang akan datang.
d. Sebagai sarana untuk memperoleh pengalaman kerja guna meningkatkan kemampuan diri. e. Untuk menciptakan pola pikir yang lebih maju dalam menghadapi berbagai permasalahan.
4
2. Bagi Lembaga Perguruan Tinggi
a. Sebagai bahan evaluasi atas laporan hasil Magang yang dilakukan oleh mahasiswa untuk penyesuaian kurikulum di masa yang akan datang agar menjadi lebih baik.
b. Sebagai media untuk menjalin hubungan kerja dengan instansi yang dijadikan sebagai tempat Magang.
c. Sebagai tolok ukur kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan.
3. Bagi Perusahaan (PT. Pertamina)
a. Sebagai salah satu sarana penghubung antara pihak perusahaan dengan Fakultas Teknologi Industri Universitas Pertamina untuk bekerja sama lebih lanjut baik bersifat akademis maupun non akademis.
b. Dapat melaksanakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan
1. Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek
a. Nama Instansi : PT. Pertamina TBBM Surabaya Group. b. Alamat : Jalan Perak Barat No. 277
Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
2. Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek
Pelaksanaan kerja praktek di PT. Pertamina TBBM Surabaya Group dimulai pada tanggal 17 Juni 2019 – 19 Juli 2019.
5
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Singkat Terminal Bahan Bakar Minyak
Terminal Bahan Bakar Minyak Surabaya Group (TBBM Surabaya Group) merupakan salah satu diantara 18 TBBM yang dibawahi oleh fungsi Suplai dan Distribusi MOR V yang terletak di kawasan Surabaya, Jawa Timur. TBBM Surabaya Group dikategorikan sebagai TBBM terbesar ketiga, yang memiliki luas lahan sebesar ±31 hektare yang terbagi menjadi dua wilayah operasi.
TBBM Surabaya Group terbagi menjadi dua lokasi operasi, yaitu ;
1. TBBM Tanjung Perak yang beralamat di Jalan Perak Barat No 277 Surabaya dengan luas area untuk TBBM Tanjung Perak yaitu ± 14 hektare yang mana tanah ini merupakan tanah sewa milik Pelindo III
2. TBBM Bandaran Jalan Pati Unus Ujung Surabaya, dengan luas area ini sebesar ± 17 hektare yang mana tanah ini milik TNI AL.
TBBM Surabaya Group sebagai bagian dari MOR V memiliki tugas dan fungsi yang utama yaitu penerimaan, penimbunan dan penyaluran. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah kerjanya.
Adapun tugas dan fungsi pokok dari TBBM Surabaya Group yaitu ;
1. Menerima, menimbun serta menyalurkan BBM/BBK sesuai standard mutu yang telah ditetapkan.
2. Menyerahkan BBM/BBK langsung kepada konsumen secara tepat jumlah, mutu dan aman. 3. Menyediakan informasi yang diperlukan untuk mendukung operasi dan pemantauan proses pelayanan penyedian BBM/BBK.
Lokasi TBBM Surabaya Group yang terbagi menjadi dua lokasi yaitu Perak dan Bandaran dapat dilihat pada gambar 2.1
6
Gambar 2.1 Lokasi TBBM Surabaya Group
Untuk wilayah kerja dari TBBM Surabaya Group dapat dilihat pada gambar 2.2
Gambar 2.2 Wilayah Kerja TBBM Surabaya Group
TBBM Surabaya Group menerima BBM dari beberapa Refinery Unit (Kilang) dan Import. Stock BBM yang diterima oleh TBBM Surabaya Group yaitu;
1. RU III Plaju : Avgas dan Premium
2. RU VI Balongan : Premium, Pertamax dan Pertamax Plus 3. RU V Balikpapan : Avtur dan Kerosine
4. TTU Tuban : Premium dan Solar
5. Import (Singapura, China dan Arab) : Avgas dan Premium.
Penerimaan produk yang dilakukan oleh TBBM Surabaya Group melalui dua jalur yaitu jalur laut dan jalur darat. Penerimaan yang berasal dari kilang dan import melalui jalur laut menggunakan
7 kapal Tanker. TBBM Surabaya Group menyediakan dua dermaga yaitu Dermaga Semampir Barat dan Semampir Timur milik TNI AL yang masing masing berkapasitas 35.000 DWT dan Dermaga Gosphier wilayah Pelindo III dengan kapasitas 35.000 DWT. Sedangkan penerimaan melalui jalur darat menggunakan pipa Ø16” 139 km dengan sistem Single Line Multi Produk dengan flowrate 600 KL/jam. Produk yang disalurkan dari TTU Tuban ke TBBM Surabaya Group yaitu Premium yang didorong dengan Solar dan yang baru dilakukan adalah Premium dengan Pertamax. Volume penerimaan premium dari TTU Tuban yaitu 200.000 KL/ bulan dan Solar 170.000 KL/bulan.
Stock BBM yang diterima oleh TBBM Surabaya Group selanjutnya akan ditimbun di tangki-tangki produk yang terbagi di dua wilayah yaitu di Perak dan Bandaran. TBBM Perak memiliki tangki timbun sebanyak 27 buah dengan total kapasitas sebesar 144.941 KL sedangkan pada TBBM Bandaran terdapat 24 buah tangki dengan total kapasitas sebesar 105.090 KL. Produk BBM yang telah ditimbun selanjutnya akan disalurkan. Pelayanan penyaluran yang dilakukan oleh TBBM Surabaya Group berupa sales dan konsinyasi. Konsumen TBBM Surabaya Group meliputi SPBU, Industri dan Militer. Model transportasi yang digunakan untuk penyaluran berupa RTW yang digunakan untuk konsinyasi, pipeline ke PLTU dan DPPU Juanda, Backloading menggunakan tanker dan juga mobil tangki yang digunakan untuk menyalurkan ke SPBU.
2.2 Pola Suplai dan Distribusi TBBM Surabaya Group
Proses penerimaan, penimbunan dan penyaluran atau yang disebut sebagai proses PPP merupakan fungsi utama dari sebuah terminal BBM termasuk TBBM Surabaya Group. Sebagai bagian dari MOR V, TBBM Surabaya Group memiliki peran yang penting dalam memenuhi kebutuhan BBM yang ada di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Penerimaan produk BBM dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal tanker dan jalur darat menggunakan pipanisasi. Produk BBM yang telah diterima akan ditimbun di area penimbunan milik TBBM Surabaya Group yang selanjutnya di salurkan ke wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Pola Suplai dan Distribusi diapat dilihat pada gambar 2.3
8
Gambar 2.3 Pola Penerimaan dan Pendistribusian TBBM SG
Proses penerimaan yang dilakukan oleh TBBM Surabaya Group melalui dua jalur yaitu jalur darat yang menggunakan sarana berupa pipanisasi dan jalur laut dengan sarana berupa Tanker. Proses penerimaan melalui jalur pipanisasi berasal dari TBBM Tuban yang mana menyalurakan produk Premium dan Solar dengan sistem Single Line Multi Product dengan rata rata flowrate sebesar 600 KL/Jam. Produk BBM jenis Premium yang diterima oleh TBBM Surabaya Group yaitu sebesar 200.000 KL/bulan dan Solar sebesar 170.000 KL/bulan. Sedangkan proses penerimaan yang melalui jalur laut membutuhkan dermaga sebagai lokasi penerimaan. TBBM Surabaya Group memiliki dua dermaga untuk mendukung proses penerimaan produk BBM yang berasal dari kilang yang jaraknya cukup jauh dari Surabaya, seperti RU III Plaju, RU V Balikpapan, dan kilang luar negeri untuk produk produk import. Dermaga terbagi menjadi dua yaitu Dermaga Semampir yang terletak pada area TNI AL. Dermaga Semampir dibagi menjadi Dermaga Semampir Barat yang memiliki kapasitas maksimal sebesar 35.000 DWT (Dead Weight Tonnage). Kegiatan yang dilakukan adalah discharge dan backloading produk BBM dengan call rata rata sebesar 20 call/bulan. Produkyang diterima di Semampir Barat yaitu Premium, Solar, Avtur, Bio Solar, MDF dan MFO. Dermaga Semampir yang lainya terletak di wilayah Semampir Timur dengan kegiatan serta kapasitas yang sama dengan dermaga Semampir Barat. Dermaga yang kedua terletak di area Pelindo yang mana dermaga ini dinamakan sebagai Gosphier dengan kapasitas yang sama dengan Dermaga Semampir yaitu 35.000 DWT. Produk yang diterima di Goshpier adalah Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, Fame dan Avtur. Kegiatan yang dilakukan yaitu discharge dan backloading untuk penyaluran konsinyasi antar TBBM.
Proses penimbunan adalah tahap kedua setelah proses penerimaan. TBBM Surabaya Group sebagai TBBM yang dikategorikan besar di Indonesia sehingga produk produk yang diterima dalam
9 jumlah yang sangat besar. Produk yang bermacam macam dengan volume yang besar menyebabkan TBBM Surabaya Group membutuhkan tempat penyimpanan atau yang disebut dengan storage tank yang memadai. Lokasi penimbunan produk BBM yang ada di TBBM Surabaya Group terbagi menjadi dua yaitu TBBM Tanjung Perak dan TBBM Bandaran.
TBBM Tanjung Perak menyediakan 27 tangki timbun dengan total kapasitas 144.941 KL dengan produk yang ditimbun adalah Premium, Solar, Biosolar, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, Avtur, Fame, Feed Stock A dan B. Sedangkan pada TBBM Bandaran memiliki 24 tangki dengan kapasitas total yaitu 105.090 KL untuk produk Premium, Solar, Biosolar, Avtur, MFO, MDF. Tangki yang dimiliki oleh TBBM Surabaya Group memiliki kapasitas total sebesar 250.031 KL untuk menampung produk produk yang akan disalurkan ke konsumen.
Produk yang telah ditimbun di TBBM Surabaya Group kemudian disalurkan hingga sampai ke konsumen. Penyaluran yang dilakukan dibagi menjadi dua yaitu penyaluran konsinyasi dan backloading. Penyaluran Konsinyasi yaitu pemindahan produk dari instalasi besar ke terminal BBM yang lebih kecil tanpa adanya transaksi jual beli. Kegiatan konsinyasi ini dilakukan ke TBBM diwilayah Jawa Timur seperti TBBM Madiun, TBBM Malang dan DPPU Juanda. Sedangkan proses backloading dilakukan menggunakan tanker untuk TBBM di wilayah Indonesia Timur seperti TBBM Camplong, Tanjung Wangi, dan Manggis. Proses penyaluran tidak hanya konsinyasi dan backloading tetapi juga pelayanan sales untuk SPBU yang dilakukan menggunakan mobil tangki. SPBU yang dilayani sebanyak 318 buah tersebar di 14 kabupaten yang ada di wilayah Jawa Timur. Penyaluran menggunakan mobil tangki menerapkan pola sewa dan pola tarif. Penerapan pola sewa lebih diutamakan sedangkan pola tarif hanya digunakan pada keadaan yang sangat medesak/emergency. Selain penyaluran konsinyasi dan pelayanan SPBU, terdapat pelayanan Aviasi untuk produk BBMP dimana disalurkan ke DPPU Juanda, Malang dan Madiun menggunakan bridger namun saat ini sudah diutamakan menggunakan pipa untuk DPPU Juanda karena pipa lebih efektif dengan volume yang besar bila dibanding dengan bridger dan juga karena faktor keselamatan. Penyaluran yang lain adalah pelayanan ke lokasi tertentu yang menggunakan ISO Tank dan drum. Produk yang disalurkan yaitu pertamax dan pertamax plus ke Makasar dan Papua sedangkan avgas dan avtur ke NTB, Papua dan sekitarnya.
2.3 Visi dan Misi PT Pertamina (Persero)
Visi : Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.
Misi: Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegras, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.
10
2.3.1 Tata Nilai PT. Pertamina (Persero)
Pertamina menetapkan enam tata nilai perusahaan yang menjadi pedoman bagi seluruh karyawan dalam menjalankan perusahaan. Keenam tata nilai perusahaan Pertamina adalah sebagai berikut:
a) Clean (Bersih)
Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik;
b) Competitive (Kompetitif)
Mampu berkompetisi dalam skala internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja;
c) Confident (Percaya Diri)
Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa;
d) Customer Focus (Fokus Pada Pelanggan)
Berorientasi pada kepentingan pelanggan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan;
e) Commercial (Komersial)
Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat;
f) Capable (Berkemampuan)
Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi. Selain itu juga berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.
11
2.4 Makna Logo PT. Pertamina
Gambar 2.4 Logo PT. Pertamina (Persero)
Makna dari logo Pertamina adalah:
a. Warna biru memiliki arti andal, dapat dipercaya dan bertanggung jawab. b. Warna hijau memiliki arti suber daya energi yang berwawasan lingkungan.
c. Warna merah memiliki arti keuletan dan ketegasan serta keberanian dalam menghadapi berbagai macam kesulitan.
Simbol Grafis memiliki arti:
a. Bentuk anak panah menggambarkan aspirasi organisasi pertamina untuk senantiasa bergerak ke depan, maju dan progresif.
b. Simbol ini juga mengisyaratkan huruf “P” yakni huruf pertaman dari Pertamina.
c. Tiga elemen berwarna melambangkan pulau-pulau dengan berbagai skala yang merupakan bentuk negara Indonesia
2.5 Struktur Organsisasi
Gambar 2.5 Struktur Organisasi Pertamina TBBM SG
Catatan ; Tenaga Kerja Jasa Penunjang
* Jabatan terisi : 36 Orang (TKJP/OS : 214 Orang) * Jabatan Vacant : 11 Orang * TKJP RSD Tg. Perak = 40 Orang
* TKJP RSD Bandaran = 36 Orang * TKJP HSE = 25 Orang * TKJP PMS = 5 Orang * TKJP SS = 3 Orang * TKJP QQ = 4 Orang * TKJP GAS = 2 Orang * TKJP Security (PTC) = 42 Orang
S & D REGION MANAGER V
OH Terminal BBM Surabaya Group
Region Manager
Superintendent Rec,Storage&Dist Tg.Perak Sr Spv Storage & Distribution Bandaran Sr Spv Maintenance Planning & Services Sr Spv HSSE
Sr Loading/Discharge Master Tg. Perak Loading/Discharge Master Bandaran Spv Maintenance Planning Assistant Fire & Safety
Jr Spv Maintenance Services Jr Assistant Environ. Hygiene & Industry Spv Receiving & Storage Tg. Perak Spv Receiving & Storage Bandaran
Jr Spv Security
Sr Spv Sales Services & Administration Spv Distribution Tg. Perak Spv Distribution Bandaran
Spv Formality Sr Spv Quantity & Quality Jr Spv Bunker
Jr Spv Retail Fuel Sales Services Spv Quantity & Quality
Jr Spv Industrial Fuel Sales Services KEUANGAN
Jr Spv General Affairs MARINE
12 Pada gambar 2.5 dapat dilihat bahwa PT.Pertamina TBBM Surabaya Group mempunyai struktur organisasi yang menerangkan hubungan kerja antar bagian yang satu dengan yang lainnya dan juga mengatur hak dan kewajiban masing-masing bagian. Tujuannya dibuat struktur organisasi adalah untuk memperjelas dan mempertegas kedudukan suatu bagian dalam menjalankan tugas sehingga akan mempermudah untuk mencapai tujuan organisasi itu sendiri. Struktur organisasi PT.Pertamina TBBM Surabaya Group terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi dan tanggung jawab masing-masing yaitu sebagai berikut:
2.5.1 OH (Operation Head)
a. Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan dari seluruh pekerjaan, kontraktor, tamu, dan masyarakat ketika berada di areal TBBM Surabaya Group.
b. Bertanggung jawab menciptakan kebijakan mutu dan K3LL (Kesehatan Keselamatan Kerja Lingkup Lingkungan).
c. Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peraturan perundang undangan di bidang mutu dan K3LL berlaku bagi perusahaan telah dilaksanakan atau terpenuhi.
d. Berwenang dalam menentukan suatu pekerjaan dapat diteruskan atau harus dihentikan berdasarkan penilaian dari aspek resiko dari pekerjaan tersebut.
e. Berwenang untuk memberlakukan situasi dalam keadaan darurat.
2.5.2 Receving, Storage, and Distribution Departement (P3)
a. Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua proses penerimaan, penimbunan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) maupun bahan bakar khusus (BBK) telah dilakukan identifikasi aspek, serta penilaian resiko.
b. Bertanggung jawab memastikan bahwa seluruh proses yang bisa memberikan resiko terhadap kesehatan, keselamatan pekerja, kontraktor, tamu dan masyarakat sekitar telah dikendalikan.
c. Bertanggung jawab atas seluruh alat-alat dan ukuran keselamatan, dan apabila terjadi penyimpangan wajib melaporkannya.
d. Memastikan perencanaan dan program peningkatan di area P3 diterapkan secara efektif dan direkan dengan tepat.
2.5.3 Maintenance & Service Departement
a. Bertanggung jawab untuk pemeliharaan sarana dan peralatan operasi berfungsi dengan baik dan aman.
b. Bertanggung jawab untuk melakukan inspeksi terhadap saran dan peralatan operasi agar selalu siap operasi.
13 c. Memastikan bahwa kontrak yang dilakukan dengan pihak keetiga sesuai dengan kebijakan
mutu dan K3LL perusahaan.
d. Berwenang untuk mengeluarkan lapora ketidaksesuaian dan tindakan pencegahan dan perbaikan.
2.5.4 HSSE (Health Safety Security Environment)
a. Memastikan bahwa peraturan yang diacu perusahaan seuai dengan peraturan yang berlaku. b. Bertanggung jawab melakukan evaluasi bahaya-bahaya dari proses yang ada atau yang baru
sekaligus untuk mengurangi resiko terjadinya.
c. Bertanggung jawab untuk menetapkan dan mengembangkan tanggap darurat.
d. Berwenang mengeluarkan laporan ketidaksesuaian dan laporan tindak pencegahan atau perbaikan.
e. Memastikan perencanaan dan program peningkatan di area P3 diterapkan secara efektif dan direkam dengan tepat.
2.5.5 Sales and Service Departement
a. Bertanggung jawab terhadap arah uang yang masuk. b. Bertanggung jawab terhadap order BBM dari costumer,
c. Bertanggung jawab terhadap pembuatan mapping, waktu untuk BB disalurkan.
d. Bertanggung jawab atas rekaman dokumen pengorderan BBM untuk diserahkan kepada P3.
2.5.6 General Affairs and Security Departement
a. Berkewajiban untuk menjamin pelayanan administrasi terhadap seluruh pekerja TBBM Surabaya Group.
b. Berkewajiban untuk membuat program pengembangan terhadap pekerja TBBM Surabaya Group.
c. Bertanggung jawab memastikan pelatihan dan kesadaran aspek K3 diberikan kepada seluruh pekerja serta selalu menjaga rekaman pelatihan.
d. Bertanggung jawab dalam mengkoordinir pengamanan di TBBM Surabaya Group.
e. Bertanggung jawab memastikan bahwa seluruh pekerja telah mendapatkan fasilitas APD (Alat Pelindung Diri) yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.
2.5.7 Quality dan Quantity Departement
a. Mengontrol produk agar mendapatkan mutu yang terbaik ketika dipasarkan. b. Mengontrol produk saat proses penerimaan, penimbunan, dan penyaluran.
14
2.6 Ketenagakerjaan
Tenaga kerja di PT Pertamina TBBM Surabaya Group terdiri atas tenaga kerja tetap dan tenaga kerja tidak tetap. Segi ketenagakerjaan meliputi:
a. Penerimaan (requirement) Tenaga kerja
Penerimaan tenaga kerja dilakuka pada saat perusahaan memerlukan tenaga kerja baru untuk pengembangan dan peningkatan mutu. Penerimaan tenaga kerja diambil sesuai dengan kebutuhan.
b. Tenaga kerja tidak tetap
Tenaga kerja tidak tetap biasanya merupakan tenaga kerja kontrak yang direkrut melalui kerja sama dengan vendor, yaitu orang yang memiliki kemampuan dibidangnya.
PT Pertamina Patra Niaga yang bergerak dalam bidang pemeliharaan kilang dan depot Pertamina, dalam pelaksanaannnya PT Pertamina Patra Niaga selalu selektif terhadap proyek-proyek yang dikerjakannya, yang mencakup jasa rekayasa teknik (engineering).
PT Pertamina bekerjasama dengan PT Pertamina Patra Niaga. Dimana peran utama dari PT Pertamina Patra Niaga adalah mengatur penjadwalan pembongkaran BBM oleh mobil tangki di filling shed untuk dikirimkan ke SPBU dan pengecekan kesehatan dan tes fisik dari supir mobil tangki. Tenaga kerja memiliki jam kerja yang berbeda-beda, pekerja tetap umumnya hanya melakukan pekerjaan nya saat jam kerja yaitu; 07.00 WIB s/d 16.00 WIB, sedangkan tenaga kerja kontrak memiliki jam kerja shift pagi dan malam.
2.7 Spesifikasi Produk 2.7.1 Premium
Premium adalah bahn bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium merupakan BBM untuk kendaraan bermotor yang paling populer di Indonesia. Premium di Indonesia di pasarkan oleh Pertamina dengan harga yang relatif murah karena memperoleh subsidi dari APBN. Premium merupakan NNM dengan oktan atau Research Octane Number (RON) terendah di antara BBM untuk kendaraan bermotor lainnya, yaitu hanya 88. Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline atau petrol.
2.7.2 Pertamax
Pertamax adalah bahan bakar minyak andalan Pertamina. Pertamax, seperti halnya premium merupakan produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya di kilang minyak. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tanggal 10 Desember 1999 sebagai pengganti Premix 1994 dan Super TT 1998
15 karena unsur MTBE yang ramah bagi lingkungan. Selain itu, Pertamax memiliki keunggulan dibandingkan dengan Premium.
2.7.3 Pertalite
Pertalite diluncurkan pada tanggal 24 Juli 2015 yang merupakan bahan bakar gasoline yang memiliki angka oktan 90 dan berwarna hijau terang dan jernih. Bahan bakar Pertalite memiliki angka oktan yang lebih tinggi daripada bahan bakar premium 88, sehingga lebih tepat digunakan untuk kendaraan bermesin bensin yang saat ini berdar di Indonesia.
2.7.4 Biosolar
Biosolar merupakan bahan bakar campuran yang terdiri dari solar dan biodiesel. Biodiesel sendiri dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari minyak nabati. Biodiesel memiliki sifat pembakaran mirip dengan diesel dari minyak bumi dan dapat digunakan sebagai penambahuntuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni.
2.7.5 Pertamina DEX
Pertamina DEX singkatan dari Pertamina Diesel Environment Extra adalah salah satu jenis BBM yang dipergunakan untuk kendaraan bermotor dengan mesin diesel modern. Pertamina DEX memiliki kelebihan dibanding bahan bakar diesel lainnya, yaitu:
1. Memiliki angka performa tinggi dengan Cetane Number minimal 53. 2. Memiliki kandungan sulfur paling rendah di Indonesia.
3. Memiliki additive yang berfungsi untuk membersihkan dan juga melindungi mesin kendaraan.
2.7.6 Dexlite
Dexlite adalah bahan bakar minyak terbaru dari Pertamina untuk kendaraan bermesin diesel di Indonesia. Dexlite diluncurkan tangg 12 April 2016 sebagai varian baru bagi konsumen yang menginginkan BBM dengan kualitas diatas Solar biasa dengan Cetane Number 48 minimal, tetapi harganya lebih murah dari pertamina DEX Cetane Number minimal 53. Peluncuran Dexlite ini diharapkan dapat mengurangi subsidi solar sebesar Rp 16 Triliyun yang lebih baik digunakan untuk sektor produktif seperti infrastruktur atau subsidi langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
16
BAB III
KEGIATAN KERJA PRAKTIK
3.1 Waktu dan Tempat Kerja Praktik
Kegiatan kerja praktek ini dilaksanakan di PT Pertamina (Persero) TBBM Surabaya Group yang berlokasi di Jalan Perak Barat No. 277 Surabaya, Jawa Timur. Kerja praktek ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2019 sampai dengan 19 Juli 2019. Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 hari selama seminggu yaitu mulai hari Senin hingga hari Jumat dan tempat pelaksanaan kegiatan tersebut berada di berbagai departemen.
3.2 Jurnal Aktivitas Kerja Praktek
Daftar kegiatan yang dilakukan pada saat Kerja Praktek dilaksanakan di PT Pertamina (Persero) TBBM Surabaya Group adalah sebagai berikut:
1. Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-1 Hari, Tanggal : Senin, 17 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB Kegiatan : Safety Induction Lokasi : Ruang HSSE
Uraian Kegiatan : Sebelum melakukan kegiatan di PT Pertamina TBBM Surabaya Group, pada hari pertama saya disuruh untuk ikut Safety Induction terlebih dahulu bersama para kontraktor. Gunanya untuk mengetahui apa saja alat pelindung diri yang harus digunakan dan diwilayah mana saja alat pelindung diri tersebut digunakan.
2. Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-2 Hari, Tanggal : Selasa, 18 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB Kegiatan : Pengenalan Tempat Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya diajak oleh Pak Sigit selaku Sr Spv HSSE untuk berkeliling kantor dan mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan di TBBM Surabaya Group.
3. Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-3 Hari, Tanggal : Rabu, 19 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : APQ Award & Forum Komet MOR V Lokasi : Kantor Pusat PT Pertamina MOR V
17 Uraian Kegiatan : Kali ini saya diajak oleh Pak Sigit untuk ikut ke acara perimaan penghargaan beliau di kantor pusat PT Pertamina MOR V di Jl. Jagir Wonokromo, Surabaya. Beliau menerima pengharaan karena telah mendapat predikat GOLD pada event CIP, acara tahunan PT Pertamina dalam hal inovasi produk.
4. Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-4 Hari, Tanggal : Kamis, 20 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Kunjungan ke CSR TBBM Surabaya Group Lokasi : CSR Jambangan
Uraian Kegiatan : Kali ini saya diajak oleh Pak Edi selaku Jr Ass Enviro untuk mengunjungi salah satu CSR di daerah Jambangan. Di tempat CSR kita juga dikunjungi oleh salah satu komisaris dari pusat untuk memantau hasil proyek CSR di beberapa tempat, salah satunya di daerah Jambangan.
5. Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-5 Hari, Tanggal : Jumat, 21 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Senam Pagi & Pembekalan Teori HSSE Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Pagi ini dibuka dengan melakukan senam pagi dengan semua karyawan TBBM Surabaya Group dan dilakukan setiap hari Jumat. Setelah itu saya dibekali buku dan teori mengenai HSSE untuk dipelajari.
6. Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-6 Hari, Tanggal : Senin, 24 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Safety Briefing & Overview Pembuatan Tangki Timbun Baru Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Setiap hari Senin pagi ada Safety Briefing yang dipimpin oleh Pak Sigit. Gunanya untuk selalu mengingatkan kepada pekerja kontraktor untuk selalu menjaga keselamatan dan etika- etika yang berlaku dikawasan TBBM ISG. Setelah itu saya diajak Pak Sigit untuk ikut mengamati progress pembuatan dua tangki timbun bersama Pak Lison selaku Sr Spv Maintenance Planing & Service dan juga Pak Tegar selaku Jr Spv General Affairs.
7. Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-7 Hari, Tanggal : Selasa, 25 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB Kegiatan : Pengecekan Mobil Tanki Lokasi : TBBM Surabaya Group
18 Uraian Kegiatan : Kali ini saya diajak Pak Teguh dan Cak To selaku Admin dan Costumer Service dari PT Pertamina Patra Jasa untuk mengecek kelayakan mobil tanker sebelum berangkat menyalurkan BBM. Gunanya untuk memastikan mobil tanker dalam situasi aman sebelum keluar dari area TBBM. Dicek dengan cara di cek list bagian-bagian penting seperti ban, lampu, p3k, dll.
8. Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-8 Hari, Tanggal : Rabu, 26 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Pembekalan Teori Proper 2019 Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya di kasi materi teori proper oleh Pak Edi untuk dipelajari. 9. Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-9
Hari, Tanggal : Kamis, 27 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Pembekalan Teori Proper 2019 Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya di kasi materi teori proper oleh Pak Edi untuk dipelajari. 10.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-10
Hari, Tanggal : Jumat, 28 Juni 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB Kegiatan : Kick Off Meeting Proyek Lokasi : Ruang Teknik TBBM SG
Uraian Kegiatan : Kali ini saya diajak oleh Pak Sigit untuk ikut kickoff meeting dalam proyek pembongkaran pipa untuk tangki di TBBM Bandaran.
11.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-11 Hari, Tanggal : Senin, 1 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Pembekalan dan Persiapan audit POSE 2019 Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya di kasi materi oleh Pak Sigit dan Pak Edi untuk mempelajari bahan-bahan dan elemen apa saja yang ada pada audit POSE nanti.
12.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-12 Hari, Tanggal : Selasa, 2 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Penjelasan Proses Bisnis di TBBM ISG Lokasi : TBBM Surabaya Group
19 Uraian Kegiatan : Kali ini materi proses bisnis di TBBM ISG dijelaskan oleh Pak Edi di ruang rapat HSSE. Selain itu juga dijelaskan mengenai aspek teknis dan lingkungan.
13.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-13 Hari, Tanggal : Rabu, 3 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Mengerjakan File Proper untuk KLH dan Overview Fungsi Quality dan Quantity (QQ)
Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya membantu Pak Edi untuk mengupload jawaban-jawaban dalam bentuk foto dan komentar untuk keperluan proper. Selain itu juga diajak untuk berkunjung dan belajar di fungsi QQ mengenai pengecekan
14.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-14 Hari, Tanggal : Kamis, 4 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Pembukaan Audit POSE 2019 Mid Year Lokasi : TBBM Surabaya & TBBM Bandaran
Uraian Kegiatan : Hari pertama audit POSE 2019. Kali ini saya diajak Pak Sigit untuk ikut opening audit di ruang rapat bersama para atasan. POSE 2019 ini terbagi atas 13 elemen penilaian dan akan diaudit satu per satu oleh auditor.
15.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-15 Hari, Tanggal : Jumat, 5 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Penutupan Audit POSE 2019 Mid Year Lokasi : TBBM Surabaya
Uraian Kegiatan : Hari kedua audit POSE 2019. Kali ini saya diajak Pak Edi untuk ikut menuju dermaga bersama para auditor untuk diaudit dan evaluasi.
16.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-16 Hari, Tanggal : Senin, 8 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Overview Work in Progress (WiP) Kontraktor Lokasi : TBBM Bandaran
Uraian Kegiatan : Kali ini saya dan pak Taufik berkunjung ke TBBM Bandaran untuk mengamati kinerja para safetyman dalam mengamati pengerjaan proyek. Selanjutnya akan dinilai dalam bentuk lembaran surver untuk dievaluasi.
17.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-17 Hari, Tanggal : Selasa, 9 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
20 Kegiatan : Pengerjaan Laporan
Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Hari ini saya mulai menyicil laporan terutama bagiaan admisnistrasi yang diperlukan untuk kebutuhan pihak PT Pertamina dan kampus.
18.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-18 Hari, Tanggal : Rabu, 10 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB Kegiatan : Pengerjaan Laporan Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya mengerjakan laporan dan mencari data-data yang masih kurang dan juga membantu Pak Taufik untuk mengerjakan beberapa file.
19.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-19 Hari, Tanggal : Kamis, 11 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Overview Work in Progress (WiP) Kontraktor & Pengecekan MT Lokasi : TBBM Perak
Uraian Kegiatan : Kali ini saya dan pak Taufik masuk ke area tangki TBBM SG untuk mengamati kinerja para safetyman dalam mengamati pengerjaan proyek. Selanjutnya akan dinilai dalam bentuk lembaran surver untuk dievaluasi. Selain itu juga membantu Pak Teguh selaku CS untuk pengecekan Mobil Tangki (MT)
20.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-20 Hari, Tanggal : Jumat, 12 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB Kegiatan : Pengerjaan Laporan Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Hari ini saya melanjutkan pengerjaan laporan dan mulai mengambil topik yang berjudul “Analisa Resiko HSE (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control/ HIRADC) pada Operasi Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran di TBBM Surabaya Group.”
21.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-21 Hari, Tanggal : Senin, 15 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Overview Work in Progress (WiP) Kontraktor Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya dan Pak Taufik masuk ke area tangki TBBM SG untuk mengamati kinerja para safetyman dalam mengamati pengerjaan proyek. Selanjutnya akan dinilai dalam bentuk lembaran surver untuk dievaluasi
21 22.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-22
Hari, Tanggal : Selasa, 16 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Overview Tangki Timbun dan Sarana Fasilitas TBBM ISG Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya dan Pak Taufik kembali ke lapangan untuk overview kinerja kontraktor dan juga diperlihatkan sarana dan fasilitas di tangki timbun.
23.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-23 Hari, Tanggal : Rabu, 17 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB Kegiatan : Pengerjaan Laporan Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya mulai menyelesaikan laporan dengan menganalisis data HIRADC TBBM ISG.
24.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-24 Hari, Tanggal : Kamis, 18 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB Kegiatan : Pengerjaan PPT
Lokasi : TBBM Surabaya Group
Uraian Kegiatan : Kali ini saya menyusun dan menyelesaikan PPT untuk presentasi laporan kerja praktek tanggal 19 Juli.
25.Laporan Aktivitas Kerja Praktek Hari ke-25 Hari, Tanggal : Jumat, 19 Juli 2019 Waktu : 07.00- 15.30 WIB
Kegiatan : Presentasi Laporan Kerja Praktek Lokasi : Ruang Rapat HSSE
Uraian Kegiatan : Kali ini saya mempresentasikan hasil laporan kerja praktek bersama para pembimbing di unit HSSE TBBM Surabaya Group.
22
Tabel 3.1 List Kegiatan
17 18 19 20 21 24 25 26 27 28 1 2 3 4 5 8 9 10 11 12 15 16 17 18 19
1 Orientasi + Safety Induction 2 Pembekalan Teori HSSE 3 APQ Award & Forum Komet MOR V 4 Kunjungan ke CSR Jambangan 5 Overview Pembuatan Tangki Timbun Baru 6 Pengecekan Mobil Tanker 7 Pembekalan Teori Proper 2019 8 Meeting Proyek Pembongkaran Pipa 9 Pembekalan dan Persiapan POSE 2019 10 Overview Fungsi Maintenance Service
11 Audit POSE 2019
12 Overview Fungsi Distribusi (P3) 13 Overview Fungsi Quantity & Quality (QQ) 14 Pembuatan Laporan
15 Presentasi
Juni Agenda
23
BAB IV
HASIL KERJA PRAKTIK
4.1 Sarana dan Fasilitas TBBM Surabaya Group
Sarana dan Fasilitas di Pemasaran dan Niaga adalah semua alat yang berfungsi untuk menunjang operasional yang dilakukan sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Sarana dan Fasilitas TBBM Surabaya Group meliputi sarana dan fasilitas (sarfas) penerimaan, penimbunan serta penyaluran yang masing masing dilengkapi oleh alat penunjang keselamatan (HSE). Sarfas merupakan alat operasional yang penting sehingga pemeliharaan dan perawatannya juga perlu dilakukan secara intensif.
4.1.1 Sarana Fasilitas Penerimaan
TBBM Surabaya Group memiliki thruput yang cukup besar yaitu ±18.000 KL sehingga kebutuhan suplai cukup tinggi. Operasi penerimaan di TBBM Surabaya Group dilakukan melalui jalur darat yaitu Transfer Pipe Line (TPL) dari TTU Tuban berupa produk Solar dan Premium serta Premium dan Pertamax. Selain melalui pipanisasi, suplai BBM juga didapat melalui jalur laut menggunakan kapal Tanker yang berasal dari Impor, Kilang Balongan, dan Kilang Cilacap. Penerimaan menggunakan jalur laut berupa produk Premium, Solar, Fame, Avtur, MDF, MFO, Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamina Dex.
Penerimaan menggunakan jalur darat dari TTU Tuban menggunakan pipa dengan Ø16’’ sepanjang 139 km. Pipa merupakan sarana yang berfungsi untuk menerima dan menyalurkan BBM dari satu tempat ke tempat lain misalnya dari dermaga ke penimbunan, kilang ke instalasi atau tangki ke tangki.
Metode pipanisasi digunakan dari TTU Tuban ke TBBM Surabaya Group adalah single line multi product. Tujuan dari pembangunan pipa ini yaitu;
1. Meningkatkan keandalan pasokan Pertamax, Premium dan Solar di kawasan Jawa Timur 2. Menggantikan floating storage ship to ship (STS) Kalbut
3. Terminal BBM Surabaya Group digunakan sebagai terminal penyaluran BBM ke Terminal BBM Wilayah Indonesia Timur.
Pipa penerimaan yang digunakan memiliki flowrate aliran sebesar 600 KL/jam. Pipanisasi dilengkapi dengan sarana dan fasilitas penunjang untuk kelancaran operasional, meliputi :
24 1. Pompa penyaluran dari TTU Tuban berupa
- Pompa Suction @3 unit 350 KL/h ; 145 KW
- Pompa Transfer @3 unit 700 KL/h ;1015 KW ( 2 unit beroprasi, 1 unit cadangan) 2. Jalur Pipa Penyaluran
Pipa penyaluran menggunakan pipa carbon steel dengan standar API 5L x 46 Ø16 inchi . Pipa ini ada yang ditanam di bawah permukaan tanah sedalam 2 m dan juga ada yang di atas permukaan dengan total panjang yaitu 139 km . Volume isi pipa total yaitu ±16.100 KL. 3. Metering Skid
Metering Skid digunakan untuk mengukur volume, kualitas, dan komposisi.Terdapat dua jenis metering skid yaitu metering skid launcher yang ada di TTU Tuban dan metering skid receiver yang berada di TTBM Surabaya Group.
4. Pig Launcer dan Receiver
Pig Launcer dan Receiver adalah alat yang digunakan untuk flushing sludge atau membersihkan endapan disepanjang jalur pipa. Pig launcher terdapat di TTU Tuban sedangkan pig receiver di TBBM Surabaya Group.
5. Emergency Shutdown Valve (ESDV)
Alat yang berfungsi ketika terjadi emergency akan langsung menutup valve sehingga bisa menghentikan aliran. ESDV bekerja jika terdapat selisih pada pressure upstream dan pressure downstream sebesar 4 kg/cm2. Lokasipenempatan ESDV yaitu;
- Terminal Launcher (TTU Tuban)
- Terminal Reciever (TBBM Surabaya Group) - River Crossing (sebelum dan sesudah sungai)
- Root Crossing ( sebelum dan sesudah akar yang besar dan kuat ) - Rail Crossing ( sebelum dan sesudah melewati rel kereta api ). 6. Densitometer
Densitometer merupakan alat elektromekanikal yang berfungsi untuk mengukur density dari suatu aliran fluida. Jalur pipa yang menyalurkan BBM dari TTU Tuban ke TBBM Surabaya Group memiliki 2 (dua) densitometer yaitu:
25 - Densitometer I terletak di kilometer 137 yang ditanam di bawah tanah
- Densitometer II terletak di TBBM Surabaya Group 7. Control Room
Ruangan pengatur jalannya operasi penerimaan dan penyaluran. Control Room terdapat pada terminal penyalur yaitu TTU Tuban dan terminal penerima yaitu TBBM Surabaya Group. 8. Manifold
Adalah sekumpulan valve yang dideretkan untuk mengatur aliran masuk fluida dari header dan separator yang dikehendaki.
9. MOV (Motor Operated Valve )
Alat ini penting pada industri migas khususnya pada instalasi sistem perpipaan. MOV sering disebut sebagai on off valve, karena motor yang digunakan bertujuan untuk full open dan full close valve pada pipa. Tipe dari valve yang dioperasikan berupa Gate, Ball dan Butterfly valve.
10. Pressure Gauge
Pressure Gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan fluida dalam tabung tertutup. Sedangkan pada Transfer Pipe Line , pressure gauge digunakan untuk mengetahui laju aliran minyak di pipa. Satuan dari pengukuran pressure gauge adalah psi ( pound per square inch) atau kg/cm2.
11. Valve
Alat ini merupakan alat yang penting pada sistem perpipaan. Fungsi dari valve untuk mengatur laju aliran dari cairan dan gas serta campuran dari keduanya melalui pipa.
Sarana fasilitas penerimaan melalui jalur laut, sebagai berikut : a. Dermaga
b. Marine Loading Arm ( MLA) c. Pipa Discharge
d. Manifold e. Pressure Gauge f. Valve
26 g. Sample Cock h. Bounding Cable i. Rubber Hose j. Manometer k. Strainer
l. Filter Water Separator (dikhususkan untuk penerimaan Avtur)
4.1.2 Sarana Fasilitas Penimbunan
Penimbunan adalah proses yang dilakukan setelah BBM diterima. Sarfas yang diperlukan pada proses penimbunan adalah tangki timbun. Tangki timbun yang terdapat di TBBM Surabaya Group berbentuk vertical tank dengan jenis atap fix cone roof tank. Kapasitas total tangki timbun TBBM Surabaya Group yaitu 250,031,287 KL yang terdiri 24 tangki yang terletak di TBBM Bandaran dengan total kapasitas 105,090,253 KL dan 27 tangki yang terletak di TBBM Tanjung Perak dengan kapastitas total 144,941,034 KL.
Tangki yang ada di TBBM Surabaya Group dilengkapi peralatan pendukung yaitu antara lain, Shell dan Roof Manhole, Water Sprinkel dan pipanya, Splash Plate, Handrail, Dip hatch, Slot dipping device. breather valve, spiral star ways, foam piping dan chamber, drain nozzle, grounding cable, valve inlet nozzle, relief valve, flexible joint. MOV inlet outlet, ATG dan floating suction (khusus pada tangki timbun produk Avtur). Peralatan pelengkap ini sangat penting dipasang guna mendukung operasi penimbunan dan untuk safety/keselamatan.
4.1.3 Sarana Fasilitas Penyaluran
Sarana dan fasilitas penyaluran di TBBM Surabaya Group terdapat di dua lokasi yaitu wilayah Perak Barat dan Bandaran. Sarana dan fasilitas penyaluran di TBBM Perak antara lain yaitu: 1. Pipa Penyaluran 2. Filling Shed 3. Gate Keeper 4. Pompa Produk 5. Flow Meter
27
6. Bottom Loader
Sedangkan sarana dan fasilitas penyaluran di wilayah TBBM Surabaya Group Bandaran antara lain : 1. Pipa Penyaluran 2. Filling Shed 3. Gate Keeper 4. Pompa Produk 5. Flow meter
6. Spoor /bangsal pengisian untuk RTW 7. Valve
TBBM Surabaya Group menggunakan moda angkutan berupa Mobil Tangki, Tanker, Pipa, dan RTW. Selain itu dalam proses penyaluran, terdapat sarfas yang berperan penting yaitu Pompa Produk dan Meter Arus. Jumlah meter arus yang digunakan di TBBM Surabaya Group yang ada di wilayah Perak sebanyak 51 buah sedangkan di wilayah Bandaran sebanyak 40.
4.2 Teori Dasar Dermaga
Dermaga adalah sarana penyandaran atau penambatan tanker/tongkang, serta tempat pembongkaran muatan. Besar dan bentuk dari dermaga disesuaikan kapasitas kapal yang akan sandar dengan satuan Dead Weight Tonnage (DWT). Untuk mendukung operasinya, dermaga dilengkapi beberapa fasilitas meliputi;
- Jetty Head, merupakan tempat penyandaran/penyambatan tanker atautongkang. Berfungsi pula sebagai tempat pembongkaran muatan.
- Trestle, berfungsi sebagai penghubung antara dermaga dengan darat - Cat Walk, berfungsi sebagai penghubung antar Breasting Dolphin
- Breasting Dolphin yaitu bangunan untuk fasilitas tambat tanker/ tongkang yang biasanya dikombinasikan dengan jetty/wharf
28 - Rubber Fender adalah bantalan karet yang berfungsi untuk mencegah benturan langsung antara kapal dengan dinding dermaga yang akan mengakibatkan kerusakan, baik pada sisi kapal yang sandar atau dermaga yang menahan badan kapal
- Mooring Post adalah bangunan untuk menali kapal agar kapal tetap pada tempatnya - Cathodic Protection adalah sistem perlindungan dari korosi pada tiang pancang dermaga. 4.2.1 Marine Loading Arm (MLA)
Merupakan sarana untuk menghubungkan pipa peneriman BBM ke manifold kapal. Bagian dari MLA antara lain ;
- Inboard arm : bagian ini dapat bergerak naik dan turun sejajar dengan base/riser. - Outboard arm : bagian ini bergerak maju dan mundur sejajar dengan inboard
- Base/ Riser : bagian ini tidak bergerak dan berfungsi sebagai penahan dari inboard dan outboard.
4.3 Teori Dasar Pompa 4.3.1 Definisi Pompa
Pompa adalah suatu peralatan mekanik untuk memindahkan sejumlah cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan menambahkan energi pada cairan tersebut. Pemindahan ini berasal dari tempat yang lebih rendah ( elevasi suction, kecepatan suction, tekanan suction) ke tempat yang lebih tinggi (elevasi discharge, kecepatan discharge, tekanan discharge).
4.3.2 Kasifikasi Pompa
Berdasarkan pada prinsip kerja dan pemakaian pompa dikategorikan dalam dua kelompok yaitu :
- Positive Displacement Pumps
Pompa ini disebut dengan volumetric yang berprinsip mentransfer cairan dengan merubah energi volume per volume menjadi energi tekanan (potensial), contohnya yaitu pompa reciprocating dan pompa rotary
- Non Posive Displacement Pumps
Pompa ini disebut dengan pompa dinamis yang berprinsip mentransfer cairan dengan perubahan energi kinetis menjadi energi tekanan (potensial) contohnya yaitu pompa centrifugal.
29
4.3.3 Metode Pemilihan Pompa
1. Kapasitas dan Head Total
Menentukan besar kecilnya pompa yang dipilih 2. SG dan Viskositas
Mempengaruhi daya motor yang diperlukan 3. NPSH instalasi
Mempengaruhi performansi pompa tanpa adanya kavitasi 4. Temperatur kerja, korosivitas dan abrasivitas zat cair
Sangat mempengaruhi dalam perubahan sifat sifat zat cair dalam pemilihan material pompa 5. Kondisi Kerja
Pemakaian yang terus menerus atau terputus putus akan mempengaruhi perawatan atau pemeliharaan
6. Penggerak
Mempengaruhi besarnya daya dan safety factor dalam penggerak pompa, kondisi lapangan serta perawatan dan pemeliharaan
7. Poros tegak dan mendatar
Pemilihan antara poros tegak atau mendatar dipengaruhi oleh kondisi lapangan. 8. Kondisi suction atau discharge
Tinggi permukaan pada suction atau discharge serta peubahan tinggi permukaan harus dipertimbangkan dalam pemilihan pompa.
4.4 Teori Dasar Pipa 4.4.1 Definisi Pipa
Pipa merupakan fasilitas untuk memindahkan fluida dari tempat satu ke tempat yang lain. Pipa yang dilengkapi dengan fitting, valves, flanges disebut dengan sistem perpipaan. Pipa tidak akan berfungsi jika tidak menjadi bagian dari sistem perpipaan begitu juga dengan komponen yang lain.
30
4.4.2 Dasar Pemilihan Pipa
Inslatasi pipa memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda sehingga pemilihan pipa dan alat bantunya berdasarkan beberapa faktor ;
- Jenis dan sifat fluida yang mengalir didalamnya
- Diameter pipa sesuai debit/ kapasitas, tekanan dan kecepatan fluida yang dilanyani - Tebal pipa sesuai dengan tekanan dan temperature yang ada
- Faktor gesekan dan hambatan yang mungkin timbul
- Fitting dan kerangan memenui syarat sesuai penggunaan, dan mudah dalam pengoperasian maupun pemeliharaannya.
4.5 Teori Dasar Tangki Timbun 4.5.1 Definisi Tangki Timbun
Tangki timbun (storage tank) di depot/instalasi digunakan untuk menyimpan produk minyak, gas, chemical, dan air. Persyaratan konstruksi tangki meiputi Standarisasi, Kekuatan, Material, dan Safety.
4.5.2 Klasifikasi Tangki
Klasifikasi menurut NFPA ( National Fire Protection Association) menurut NFPA tangki timbun diklasifikasikan menjadi ;
1. Tangki Atmosferis
Tekanan sampai 0.5 psig dengan standard rancang bangun API 650. 2 Tangki Tekanan Rendah
Tekanan antara 0.5 psig sampai 15 psig, dirancang dengan kode API 620.
3 Tangki Tekanan Tinggi
Tekanan 15 psig ke atas, dirancang berdasarkan standard code ASME VIII.
Klasifikasi menurut Shell dan Royal Dutch Standard Tank (1986) diklasifikasikan menjadi :
1. Tangki Tanpa Atap (Open Top Tank) 2. Tangki Atap Tetap (Fixed Roof Tank)
31 3. Berbentuk keruut (Cone Roof Tank )
4. Berbentuk lengkungan bola (Dome Roof Tank )
4.5.3 Penglengkapan Tangki Timbun
Untuk menjaga operasional penimbunan secara optimal, maka tangki timbun dilengkapi dengan peralatan yang memiliki kehandalan, antara lain berfungsi untuk;
- Melindungi cairan/minyak di dalam tangki agar aman
- Memudahkan dalam pengoperasian maupun pemeliharaan/perawatan.
- Sarana pemadam kebakaran (bila terjadi kebakaran baik di luar/ sekeliling tangki maupun pada tangki sendiri).
Beberapa perlengkapan yang ada pada tangki timbun antara lain; 1. Roof manhole 9. Free vent 2. Shell manhole 10. Water Sprayer 3. Inlet and outlet nozzeles 11. Tank Gauge 4. Nozzel for roof vent 12. Foam Chamber 5. Gauge hatch 13. Breather Valve 6. Flange for water draw off 14. Splash Plate 7. Stairway 15. Floating Suction 8. Hand Rail
32
4.6 Hazop Study Report (TUGAS KHUSUS)
Section/design intent: Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran
Type of Danger
Deviation from operating condition
What event can cause this deviation
Consequences of this deviation on item of equipment under
consideration
Safeguards Action Required (recommendation)
Parameter: Penerimaan Tanker via Dermaga
Health Produk BBM terpapar secara
langsung atau terbawa angin ketika
dilakukan pemasangan selang, pelaksanaan sounding level BBM, pengambilan sample BBM dan selama proses pembongkaran BBM
Paparan produk BBM Penyakit Akibat Kerja E: S: Eng: -Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-010/F10300; TKO B-006/F10300; Medical Check Up; APD: Masker kimia;
E:
-S: Masker hepa filter Eng: -Adm: Memastikan
pekerja berkerja sesuai pedoman
APD:
-Health Selang berukuran besar dan berat sehingga berpotensi
cedera punggung
Beban berat selang Tidak cedera hingga cedera ringan E: S: Eng: -Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-010/F10300; TKO B-006/F10300; APD: Safety helmet;
Safety shoes; E: S: Eng: -Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai pedoman APD: Wearpack Safety Ketinggian gelombang dan kecepatan arus laut yang melebihi batas
Benturan kapal tanker dengan kapal pandu atau dengan dermaga
Cedera Ringan hingga fatality E: S: Eng: E: S: -Eng: Perbaikan dermaga sehingga
33 aman sehingga kapal
berpotensi tidak terkendali kemudian
terjadi benturan antara kapal dengan dermaga yang dapat
mengakibatkan pekerja terjatuh ke laut sehingga berpotensi tenggelam Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-010/F10300; TKO B-006/F10300; Pelatihan awak kapal/mooring gank;
APD: Safety helmet; Wearpack; Life vest;
memiliki desain yang aman;
Adm: Pelaksanaan ISPS Code; Refreshment pelatihan; Fit to work; APD: Standarisasi life
vest yang digunakan;
Safety Ketinggian gelombang dan kecepatan arus laut yang melebihi batas aman sehingga kapal
berpotensi tidak terkendali kemudian
terjadi benturan antara kapal dengan dermaga yang dapat
mengakibatkan kerusakan sarfas
Benturan kapal dengan dermaga
Kerugian material, finansial dan citra
E: - S: -
Eng: Desain dermaga sesuai arus laut; Adm: Pedoman 001/F10300; Pedoman
A-002/F10300; TKO 005/F10300; TKO B-006/F10300; Pelatihan awak kapal; Data cuaca;
APD: -
E: - S: -
Eng: Perbaikan dermaga sehingga memiliki desain yang aman; Adm: Pelaksanaan ISPS
Code; Refreshment pelatihan; Fit to work;
Inspeksi berkala; APD: -
Environment Ketinggian gelombang dan kecepatan arus laut yang melebihi batas aman sehingga kapal
berpotensi tidak terkendali kemudian
terjadi benturan antara kapal dengan dermaga yang dapat
mengakibatkan
Benturan kapal dengan dermaga Pencemaran laut E: - S: - Eng: - Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-010/F10300; TKO B-006/F10300; Pelatihan E: - S: Bioremediasi Eng: - Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD: -
34 bocoran produk BBM pada lambung kapal sehingga berpotensi terjadi pencemaran awak kapal/mooring gank; APD: -
Parameter: Penerimaan Melalui Jalur Pipa
Health Produk BBM terpapar secara langsung atau terbawa angin ketika dilakukan pembukaan valve atau pengambilan sample BBM dan selama proses penerimaan BBM
Paparan produk BBM Penyakit Akibat Kerja E: - S: - Eng: - Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-011/F10300; TKO B-007/F10300; Medical Check Up APD: Masker kimia;
E: -
S: Masker hepa filter Eng: - Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD: -
Safety Produk menetes/ tumpah dari tabung
sample dan membuat area
sample cock menjadi licin
Ceceran BBM/BBK Tidak cedera hingga cedera ringan E: S: Eng: -Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-011/F10300; TKO B-007/F10300; APD: Safety shoes;
E: -S: Sepatu anti licin
Eng: -Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD:
-Fire Gesekan antara tabung sample
dengan jalur pengambilan sample
BBM
Listrik statis Cedera ringan hingga fatality, kerugian material, finansial dan
citra E: S: -Eng: Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman E: S: -Eng: Pemasangan bounding/grounding
35 A-002/F10300; Pedoman A-011/F10300; TKO B-007/F10300; Pedoman A-700/F00200; APD: Wearpack; Sarung tangan; Safety
shoes;
Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD:
-Environment BBM/BBK keluar karena adanya packing pipa yang
pecah atau pipa mengalami
kebocoran
Tumpahan BBM/BBK Pencemaran lingkungan E: S: Eng: -Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-011/F10300; TKO B-007/F10300; APD: E: S:
-Eng: Melapisi pipa dengan carbon steeel Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD:
-Parameter: Penerimaan Melalui ISO Tank / MT
Health Paparan bising dari pompa penerimaan BBM secara terus-menerus Paparan bising pompa penerimaan BBM
Penyakit Akibat Kerja E: S: Eng: -Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-008/F10300; TKO B-008/F10300; Medical Check Up; APD: Ear plug/ear
muff;
E: S:
-Eng: Membuat rumah pompa
Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD:
-36 Safety Pekerja berada di
jalur parkir MT/ISO Tank
Proses memakirkan MT/ISO Tank di area
penerimaan
Cedera ringan hingga fatality E: - S: - Eng: - Adm: Pedoman 001/F10300; Pedoman 002/F10300; Pedoman A-008/F10300; TKO B-008/F10300; APD: Safety helmet;
Wearpack; Sarung tangan; Safety shoes;
E: - S: - Eng: - Adm: - APD: -
Safety Selang berukuran besar dan berat sehingga berpotensi
adanya anggota tubuh terjepit
Terjepit selang pembongkaran
Cedera ringan hingga fatality E: S: Eng: -Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-008/F10300; TKO B-008/F10300; APD: Safety helmet; Sarung tangan; Safety
shoes;
E: S:
-Eng: Adanya rambu-rambu di lokasi parkir
MT
Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD: Wearpack
Fire Gesekan antara tabung sample
dengan jalur pengambilan sample
BBM
Listrik statis Cedera ringan hingga fatality, kerugian material, finansial dan
citra E: S: -Eng:; Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-008/F10300; TKO B-008/F10300; Pedoman A-700/F00200; E: S: -Eng:Pemasangan bounding/grounding Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD: Wearpack
37 APD: Sarung tangan;
Safety shoes; Environment BBM/BBK keluar
karena adanya packing pipa yang
pecah atau pipa mengalami
kebocoran
Tumpahan BBM/BBK Pencemaran lingkungan E: S: Eng: -Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; Pedoman A-008/F10300; TKO B-008/F10300; APD: E: S:
-Eng Melapisi pipa dengan carbon steel Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD:
-Parameter: Penimbunan BBM di Tangki Timbun
Health Pada saat membuka/menutup
valve dan ketika monitoring penerimaan BBM/
BBK
Terkilir Tidak cedera hingga cedera ringan E: S: Eng: -Adm: Pedoman 001/F10300; Pedoman A-002/F10300; TKO 012/F10300; TKO B-024/F10300; APD: Sarung tangan;
E: S: Eng: -Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD:
-Safety Jatuh dari tangki ketika naik ke atas tangki
timbun/berada di atas tangki timbun karena kondisi tangga/roof yang licin/rusak
Tangga yang licin/rusak Cedera berat hingga fatality E: S: Eng: -Adm: Pedoman A-001/F10300; Pedoman A-002/F10300; TKO 012/F10300; TKO B-024/F10300; E:
-S: Desain mobil tangki anti licin Eng: Maintenance
berkala Adm: Memastikan pekerja berkerja sesuai
pedoman APD: Body harness