• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemicu 1 Blok Respirasi Kelompok 12...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemicu 1 Blok Respirasi Kelompok 12..."

Copied!
109
0
0

Teks penuh

(1)

Pemicu 1

Pemicu 1

Blok Respirasi

Blok Respirasi

Kelompok 12

Kelompok 12

(2)
(3)

Kelompok 12 Respirasi Kelompok 12 Respirasi Pemicu

Pemicu : : 11

Tutor

Tutor :: drr. d . JJuulliia a HHeerrddiimmaann

Ketua

Ketua :: FeerrdF diiaan n ((440055114400220099))

Sekretaris

Sekretaris :: VeerraanV ni i AAgguusstthhiiyyaannttii. . H H ((440055114400110055))

Penulis

Penulis :: ChChrriissttiinny y ((440055114400222211))

Anggota Anggota :: 1.

1. DelmDelmi i SanjaySanjaya a (40514(405140007)0007) 2

2.. DDeelllla a AAnniissaahh ((440055114400001199)) 3

3. W. Weennnny y DDaammaayyaannttii ((440055114400004499)) 4.

4. RifRiffany fany KrisdKrisdiana iana (4051(405140055)40055) 5

5.. HHaarrttoommaas s BBuummiihhaarrjjoo ((440055114400006655)) 6

(4)

Skenario

Skenario

Atlet Kok Sesak

Atlet Kok Sesak

S

Seeoorraanngg llaakkii--llaakkii bbeerruussiiaa 2288 ttaahhuunn mmaassuukk ddaallaamm ttiimm nnaassiioonnaall sseeppaakk bboollaa.. TTiimm tteerrsseebbuutt bbiiaassaa llaattiihhaann sseellaammaa 55 jjaamm ttiiaapp hhaarrii.. KKaarreennaa aakkaann mmeenngghhaaddaappii lloommbbaa,, ppeellaattiihhaann mmeennggaaddaakkaann llaattiihhaann ppaaddaa ddaattaarraann ttiinnggggii.. PPaaddaa hhaarrii ppeerrttaammaa llaattiihhaann,, llaakkii--llaakkii tteerrsseebbuutt mmeerraassaakkaann h

hiidduunnggnnyyaa tteerrssuummbbaatt,, ddaaddaannyyaa sseeddiikkiitt sseessaakk,, ddaann nnaaffaassnnyyaa tteerrsseenng gaall--sseennggaall,, ppaaddaahhaall mmeerreekkaa bbaarruu llaattiihhaann sseellaammaa 11 jjaamm.. DDiiaa mmeerraassaa k

khhaawwaattiirr,, kkaarreennaa sseebbeelluummnnyyaa ddiiaa jjuuggaa sseerriinngg mmeerraassaa tteennggggoorrookkaannnnyyaa k

keerriinngg ddaann bbaattuukk--bbaattuukk bbiillaa teterrkkeennaa aassaapp kkeennddararaaaann aattaauu rrookkookk.. TTeettaappi,i, ssaaaatt ddiiaa mmeemmeerriikkssaakkaann ddiirrii kkee ddookktteerr ddaann ddiillaakkuukkaann bbeebbeerraappaa  pemeriksaan

 pemeriksaan penunjang,penunjang, kemudiankemudian dinyatakandinyatakan sehat.sehat. Dokter Dokter  m

meemmbbeerriikkaann bbeebbeerraappaa ssaarraann aaggaarr ddiiaa ddaappaatt mmeennggiikkuuttii llaattiihhaann sseellaannjjuuttnnyyaa ddeennggaann ooppttiimmaall.. SSeetteellaahh bbeebbeerraappaa hhaarrii llaattiihhaann,, ggeejjaallaa se

semmakakinin mmenenghghililanang,g, dadann ddiaia bbisisaa lalatitihahann ssepeperertiti bibiasasa.a. A

(5)

Langkah 1 : Unfamiliar terms

Tidak Ada

(6)

Langkah 2 : Rumusan masalah

1. Apa pengaruh latihan pada dataran tinggi terhadap keluhan pasien?

2. Pemeriksaan penunjang dan pemriksaan fisik yang akan dilakukan pada  pasien terebut?

3. Apa yang menyebabkan dadanya sesak, hidungnya tersumbat dan nafasnya tersengal-sengal?

4. Mengapa PP normal tetapi pasien mempunyai gejala tersebut?

5. Mengapa laki-laki tersebut mengeluh tenggorokan kering dan batuk saat menghirup asap rokok dan kendaraan?

6. Mengapa setelah beberapakali latihan gejala semakin berkurang dan menghilang?

7. Saran apa yang kira-kira diberikan oleh dokter tersebut?

8. Apakah keluhan yang dialami pasien normal bila dikaitkan dengan umur? 9. Apakah ada hubungan batuk-batuk terhadap asap dengan keluhan yang

(7)

Langkah 3 : Curah Pendapat

1&3. nafas tersengal karena PO2 berkurang yang memfaktori karena tekanan atmosfir yang tinggi dan difusi O2 yang menurun pada dataran tinggi. Dadanya sesak karena hiperventilasi dan hidungnya tersumbat karena udara yang dingging sehingga merangsang

pengeluaran mukus.

2. PF dilakukan Pemeriksaan Tanda vital dan PP dilakukan rintgen dan sinus paranasal.

4 & 6. karena Gejala pasien merupakan gejala fisiologi pada dataran tinggi kebutuhan O2 bertambah karena ada kompensasi tubuh dengan

lingkungan yaang sebelumnya dan yang sekarang. 7. Latihan secara Bertahap

(8)

Langkah 4 : Mind Map

Pasien •Laki-laki •28 tahun Keluhan : •Dataran tinggi : hidung tersumbat , sesak dan nafas tersengal-sengal •Asap rokok/ken daraan : tenggorok an kering dan batuk” PF & PP : •Normal Normal •Proses Fisiologi •Anatomi •Biokimia Sistem Respirasinya •Histologi •KIE Abnormal •Tidak di bahas

(9)

Langkah 5 : Learning Objectives

1. Anatomi Sistem Respirasi 2. Histologi Sistem Respirasi 3. Fisiologi Sistem Resprasi 4. Biokimia Sistem Respirasi

5. Pemeriksaan Fisik Dan Pemeriksaan Penunjang Pada Sistem Respirasi 6. KIE

(10)

LO 1

(11)

Janin

Janin

(12)

MINGGU KE-4 KEHAMILAN MINGGU KE-4 KEHAMILAN

• SetiSetiap tonjolap tonjolan wajah dibentan wajah dibentuk dari prolifuk dari proliferasi sel cristerasi sel crista neuralisa neuralis

yang bermigrasi menuju lengkung crista neuralis yang bermigrasi menuju lengkung crista neuralis

• ProPromiminennentia tia frofrontontonasnasalialis s (to(tonjonjolalan n frofrontontonasnasal) al) : : akaakan n memenjanjadidi

dahi dan dorsum apex hidung dahi dan dorsum apex hidung

• Prominentia Prominentia nasalis latenasalis lateralis : ralis : akan menjakan menjadi sisi-siadi sisi-sisi (alae) si (alae) hidunghidung •

• Prominentia Prominentia nasalis medinasalis medialis : alis : akan menjaakan menjadi nasal di nasal septumseptum •

• PromPromineninentia maxitia maxillarllaris : akan menjadi regis : akan menjadi regio pipi dan bibio pipi dan bibir sebelir sebelahah

atas atas

• PromPromineninentia mandtia mandibulaibularis : ris : akan menjakan menjadi dagu, bibiadi dagu, bibir bawah, danr bawah, dan

daerah pipi sebelah bawah daerah pipi sebelah bawah

• PrPromomininenentitia a fafacicialalis is (m(mesesenenkikim m papada da totonjnjololan an wawajajah) h) : : akakanan

menjadi berbagai otot dan derivatnya, serta tulang wajah menjadi berbagai otot dan derivatnya, serta tulang wajah  AKHIR

 AKHIR MINGGU MINGGU KE-4KE-4

• Tonjolan Tonjolan maxilla maxilla terdapat terdapat di sedi sebelah belah laterallateral •

(13)

 AWAL

 AWAL MINGGU MINGGU KE-5 KE-5 KEHAMILANKEHAMILAN

• ToTonjnjololan an mamaxixilllla a mememmbebesasar r dadan n tutumbmbuh uh ke ke ararah ah veventntraral l dadann

medial medial

• BagiBagian ektodean ektodermal menermal menebal (disebal (disebut juga sebagabut juga sebagai nasal placodei nasal placodes)s)

pada prominentia frontonasalis dan mulai melebar pada prominentia frontonasalis dan mulai melebar  AKHIR

 AKHIR MINGGU MINGGU KE-5KE-5

Ektoderm pada bagian tengah nasal placodes mengalami invaginasi Ektoderm pada bagian tengah nasal placodes mengalami invaginasi un

untutuk k memembmbenentutuk k lulubabang ng ororal al dadari ri lulubabang ng nanasasal, l, memembmbelelah ah ririmama pl

placacodode e memenjnjadadi i prpromomininenentitia a nanasasalilis s lalateteraralilis s dadan n prpromomininenentitiaa nasalis medialis

nasalis medialis  AWAL

 AWAL MINGGU MINGGU KE-6KE-6

(14)

 AKHIR MINGGU KE-6

• Prominentia nasalis medialis dan lateralis menyatu •   Prominentia maxillaris mulai membentuk rahang

atas, garis tengah dari prominentia nasalis medialis membentuk septum nasal

• Tonjolan mandibula telah bergabung membentuk bibir

bawah primordal

• Rongga nasal menjadi lebih dalam dan menyatu

menjadi bentukan tunggal yang lebih luas  AWAL MINGGU KE-7

• Penyatuan prominentia nasalis medialis meluas ke

lateral dan ke inferior membentuk prominentia intermaxillaris

• Ujung hidung terangkat di antara prominentia nasalis

medialis

• Penonjolan kelopak mata

(15)

 AKHIR MINGGU KE-7

• Pola wajah sudah tampak seperti manusia

• Proporsi wajah akan berkembang pada masa fetal

• Penyatuan prominentia nasalis medialis (prominentia

intermaxillaris) akan membentuk aksis sentral hidung dan philtrum pada bibir hingga lengkap.

MINGGU KE-10

• Ektoderm dan mesoderm dari prominentia frontalis

dan masing-masing prominentia nasalis medialis berproliferasi membentuk garis tengah septum nasalis

• Cavitas nasal terbagi menjadi dua lintasan yang

terbuka sampai pharynx di belakang palatum sekunder, melalui choana

(16)

15

Hidung

Os. Nasale

Cartilago nasi lateralis

Cartilago alaris major, Crus laterale, crus mediale

Cartilagines alares minores

Cartilago septi nasi

(17)

Cavitas Nasi

• Batas-batasnya cavitas nasi :

- Anterior : nares - Posterior : choana

- Lateral : choncha nasalis

- Atap : os nasalis, os frontalis, os ethmoidalis, os sphenoidalis

- Dasar : palatum durum

• Dibagi oleh septum nasi menjadi 2 bagian, kanan dan kiri.

• Concha : penonjolan tulang yang melengkung dari dinding lateral rongga hidung

• Concha nasalis membagi cavitas nasi atas recessus (meatus):

o Recessus sphenoethmoidalis  muara sinus sphenoidalis

o Meatus nasi superior  muara sinus ethmoidales posteriores o Meatus nasi media  muara

sinus frontalis, sinus ethmoidales anteriores, media, muara sinus maxillaris.

o Meatus nasi inferior  muara ductus nasolacrimalis

(18)

17 17

Cavitas Nasi

Cavitas Nasi

Concha nasalis media Concha nasalis media

Concha nasalis inferior  Concha nasalis inferior 

Limen nasi Limen nasi

Vesti

Vestibulum bulum nasinasi T

Tonsilla phonsilla pharyngeaaryngea Sinus sphenoidalis Sinus sphenoidalis

(19)

Cavitas Nasi

Cavitas Nasi

Sinus sphenoidalis Sinus sphenoidalis Cellulela ethmoidalis Cellulela ethmoidalis posterior  posterior  Sinus frontalis Sinus frontalis

Concha nasalis superior  Concha nasalis superior  Concha nasalis media Concha nasalis media

(20)

Perdarahan

Perdarahan

• A. A. sphenopalasphenopalatinatina •

• Aa. ethAa. ethmoidmoidalisalis antanterioerior etr et posterior

posterior •

• A. paA. palalatintinaa majmajoror •

• CaCababangng A. A. ffacaciaialiliss ::

o

o A. A. labiallabialisis supesuperiorrior o

o A. A. palatpalatinaina ascenascendensdens o

o A. A. nasalinasaliss latlateraleralisis

Berupa plexus venosus (

Berupa plexus venosus (



utk termoregulasi) padat di

utk termoregulasi) padat di

submukosa terutama di

submukosa terutama di

bagian bawah septum.

bagian bawah septum.

• •

V. Ophthalmica

V. Ophthalmica

• •

V. Sphenopalatina

V. Sphenopalatina

• •

V.facialis

V.facialis

Arteri

(21)
(22)

Sinus Paranasal

Fungsi :

Pengatur kondisi udara

Penahan suhu

Membantu keseimbangan kepala

Membantu resonansi suara

Peredam perubahan tekanan udara

Membantu produksi mukus

(23)
(24)

PEMBEDA S MAXILLARIS S FRONTALIS S SPHENOIDALIS S ETHMOIDALIS

LETAK Dalam corpus

maxillaris Dalam os frontale; dipisahkan oleh septum tulang Dalam corpus ossis sphenoidalis Dalam os ethmoidalis, di antara hidung dan orbita

MUARA Dalam meatus nasi

medius Dalam meatus nasi medius Dalam recessus sphenoethmoidal is di atas concha nasalis superior Anterior : dalam meatus nasi medius Media : dalam meatus nasi medius, pada atau diatas bulla ethmoidalis Posterior : meatus nasi superior PERSARAFAN MEMBRAN MUCOSA n. Alveolaris superior dan n. Infraorbitalis n. Supraorbitalis n. Ethmoidalis posterior n. Ethmoidalis anterior dan posterior

(25)

Pharynx

Pars nasalis pharyngis

Pars oralis pharyngis

Pars laryngea pharyngis

Palatum molle

Tonsilla lingualis

Tonsilla pharyngea

Tonsilla palatina Plica vestibularis; Plica vocalis

(26)

25

Larynx

Membrana throidea Cartilago epiglottica Cartilago thyroidea Os hyoideum Cartilago arytenoidea Cartilago cricoidea Cartilagines tracheales

(27)

Larynx: Cartilago Thyroidea

Cornu superius

Lamina sinistra Lamina dextra

Cornu inferius Incisura thyroidea superior 

Prominentia laryngea

(28)

27

Cartilago Cricoidea & Cartilago Arytenoidea

Cartilago arytenoidea Proc. vocalis Proc. muscularis Lamina cartilaginis cricoideae  Arcus cartilaginis cricoideae Cartilago corniculata

(29)

Cartilago Epiglottica

Cartilago epiglottica

(30)

29

Trachea & Bronchi

Cartilago thyroidea

Cartilago cricoidea

Cartilagines tracheales;

Ligg. anularia Bifurcatio tracheae

Broncus principalis dexter 

Broncus principalis sinister 

Bronchus lobaris superior dexter  Cartilagines bronchiales Bronchus lobaris medius dexter  Bronchus lobaris inferior dexter 

Bronchus lobaris superior sinister 

(31)

Paru-paru

Fissura obliqua Fissura

horizontalis

 Apex pulmonis Lobus superior,Facies costalis

Lobus inferior, Facies costalis Incisura cardiaca Margo anterior  Lobus superior, Facies costalis Lobus medius, Facies costalis Margo posterior  Margo posterior 

(32)

LO 2

(33)

Sistem respirasi berfungsi sebagai tempat pertukaran O2dan CO2

Secara fungsional terdapat komponen sistem respirasi :

(34)

Nasal cavity

• Kanan dan kiri nasal cavity

mempunyai 2 komponen :

External, dilated vestibule dan internal nasal cavity

• Vestibule  epitelnnya

kehilangan keratin dan

mengalami transisi menjadi pseudostratified columnar epithelium sebelum masuk ke nasal cavity

• Nasal cavity  terdapat didalam

tengkorak membentuk chamber yang dipisahkan oleh osseus septum nassal

• Terdapat shelflike projection pada

dinding lateral  conchae

• Mukosa yang menutupi  lamina

propria  plasma cell

secreting IgA

• Terdapat loops of capillaries 

carry blood, mengeluarkan panas

• Seromucous humidified air by

secreting water

• (+) goblets cell

• Middle dan inferior conchae

dilapisi o/ Respiratory epithelium

• Roof of nasal cavities & superior

conchae dilapisi o/ specialized olfactory epithelium

(35)
(36)
(37)

Sinus Paranasal

• Merupakan cavitas bilateral pada

os frontalis, maxillaris,

ethmoidalis dan sphenoidalis

• Epitel respirasinya >> tipis, >>

goblet cells

• Communicate dgn nasal cavity

mukus yg dihasilkan di aliri ke nasal o/ sel epitel yang bersilia

• The nasal cavities open

posteriorly into the nasopharynx,

• which is the first part of the

pharynx and continuous caudally

• with the oropharynx, the

posterior part of the oral cavity leading

• to the larynx (Figure 17 –1). The

nasopharynx is lined with

• respiratory epithelium, and its

mucosa contains the medial

(38)

Sinus Paranasal

Merupakan cavitas bilateral

pada os frontalis,

maxillaris, ethmoidalis dan

sphenoidalis

Epitel respirasinya >> tipis,

>> goblet cells

Communicate dgn nasal

cavity

mukus yg

dihasilkan di aliri ke nasal

o/ sel epitel yang bersilia

(39)

Pharynx

Bagian belakang yang terbuka

pada cavitas nasalis menjadi

Nasopharynx (1

st

part of

pharynx)

Oropharynx

Larynx

Nasopharynx

(+) respiratory

epithelium, (+) mucosa

contains medial pharyngeal

tonsil, (+) bilateral openings of

The nasal cavities open posteriorly into the nasopharynx,

which is the first part of the pharynx and continuous caudally

with the oropharynx, the posterior part of the oral cavity leading

to the larynx (Figure 17 –1). The nasopharynx is lined with

respiratory epithelium, and its mucosa contains the medial

(40)

Larynx

Merupakan short passage u/ udara diantara pharynx

dan trachea

Dindingnnya rigid yg diperkuat o/ kartilago hialin (

pada thyroid, cricoid dan inferior arythenoid

cartilages) dan kartilago elastis yg lebih kecil( pada

epiglottis,cuneiform,corniculate, dan superior

arythenoid cartilage) yang berhub dgn ligamen

Maintain open airway

cartilage movement by

(41)

Epiglottis

• Terdapat pada bagian atas larynx

• Mencegah makanan/minuman

agar (x) masuk ke airways

• Bgian atas, lingual dan permukaan

stratified squamous epithelium

• Pd pagian permukaan 

mengalami transisi dr stratified squamous epithelium 

respiratory epithelium

• Pada lamina propria dibawah

epitel  (+) gabungan kel. Mukosa

The epiglottis, a flattened structure projecting from the upper rim of the larynx, serves to prevent swallowed food or fluid from entering that passage. Its upper, or lingual, surface

(42)
(43)

Trachea

• Pada org dewasa panjang nya 10-12cm

• Dilapisi o/ typical respiratory mucosa

• Lamina propria  (+++) kel. Seromukosa yg menghasilkan mukus yg cair

• (+) C-shaped rings of hyaline cartilage pada submukosa yg

memperkuatkan dinding trakea dan menjaga agar lumen trakea tetap trbuka

• Terbukanya ujung dari cartilage rings  due to smooth muscle called trachealis muscle & sheet of fibroelastic tissue yang melekat pada perichondrium

• Seluruh organ dikelilingi o/ adventitia • Trachealis muscle

(44)
(45)
(46)

Bronchial Tree and Lungs

Trachea membagi bronkus menjadi 2 bagian

primer yang masuk ke paru pada hilum

After entering lungs

secondary (lobar) (

right 3, left 2) bronchi

tertiary (segmental)

bronchi

smaller bronchi (bronchioles)

enter pulmonary lobes

terminal bronchiles

(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)

LO 3

(62)

UKURAN PARU-PARU

Dalam perkembangannya dinding

toraks lebih besar dibandingkan

paru-paru

memberikan ruang bagi paru

untuk mengembang

FAKTOR YG MEMPENGARUHI

Internal

a.

Kohesi cairan intrapleura

b. Tekanan transmural

Eksternal

a.

Muskulus

(63)

Sistem Pernapasan manusia terdiri atas

:

 – Sistem saluran udara:

• Berfungsi menyalurkan udara dari dalam dan keluar paru. • Pada bagian ini tidak ada proses pertukaran udara

 – Organ pertukaran gas atau sistem alveol paru : tempat

terjadinya pertukaran O2 dan CO2 secara cepat melalui proses difusi

 – Mekanisme pompa ventilasi paru:

• meliputi struktur dinding dada dan otot pernapasan

• fungsi : memompa udara luar yang mengandung O2 kealveol paru

serta mengeluarkan hasil pertukaran gas antara alveol dengan kapiler paru

(64)

Fungsi respirasi

Utama : memperoleh O2 untuk digunakan oleh

sel tubuh dan mengeluarkan CO2 yang diproduksi

sel

Rute mengeluarkan air (pelembapan udara) dan

eliminasi panas (dihangatkan lalu dihembuskan)

Mempertahankan keseimbangan asam basa

dengan mengubah jumlah CO2 penghasil H+ yang

dikeluarkan

Sistem pertahanan terhadap benda asing yang

dihirup

Mengatur metabolisme tubuh

Meningkatkan venous return

Proses vokalisasi

(65)

Fisiologi Respirasi

2 Proses

Respirasi selular : proses metabolik intrasel

yang dilaksanakan di dalam mitokondria, yang

menggunakan O2 dan menghasilkan CO2

selagi mengambil energi dari molekul nutrien

(66)
(67)

4 Tahap Respirasi Eksternal:

• Tahap 1 (ventilasi)

 – Keluar masuk udara dari paru

pertukaran udara atmosfir & alveoli

 – Terjadi akibat proses mekanik

bernafas / ventilasi

 – Kerja ventilasi bergantung pada

kebutuhan metabolisme uptake O2 dan pengeluar CO2

• Tahap 2 (difusi)

 – Terjadi pertukaran O2 dan CO2

pada alveoli dengan darah di kapiler paru melalui proses difusi

• Tahap 3 (transportasi)

 – Darah mengangkut O2 dan CO2

antara paru dengan jaringan tubuh lainnya

(68)

Hidung

(fungsi pelembab udara)

1. Udara dihangatkan oleh permukaan konka & septum yang luas, dengan total area 160 cm

2. Udara dilembabkan – hampir lembab sempurna bahkan sebelum udara meninggalkan hidung

3. Udara disaring sebagian

Laring

1. konstriksi dinding pharynx ketika menelan

2. memperpendek pharynx & larynx ketika menelan & bicara

Faring

Memproduksi suara

Bronkus

Lempeng kartilago kecil & melengkung  m’pertahankan rigiditas namun memungkinkan pergerakan yg cukup 

paru dapat mengembang & mengempis Trakea

Bronkiolus

Alveoli Pertukaran O2 & CO2 Fungsi :

(69)
(70)
(71)
(72)

Secara anatomis :

Udara dihirup melalui

hidung

Faring

Laring

Trakea

Bifurcatio Trakea

Bronkus

Brionkiolus

Alveoli

(73)

Dari bifurkatio trakea ada 20-23 kali percabangan

yang menghasilkan kurang lebih 1 juta bronkiolus

terminalis

Masing masing memiliki 2

 –

4 cabang alveoli

(74)

Struktur sesuai Hukum Fick ; <jarak dan >luas penampang

>kecepatan

Dalam lumen alveolus ada makrofag

Pori-pori khon pada dinding alveolus

aliran udara antar

alveolus yg berdekatan di sbt Ventilasi kolateral

penting

untuk menyalurkan udara pd alveolus yg saluran udaranya

tersumbat akibat penyakit

Sel alveolus :

Sel tipe 1 : selapis epitel pd dinding alveolus

Sel tipe 2 : menghasilkan surfaktan paru

kompleks

fosfolipoprotein

mempermudah expansi paru

(75)

Surfaktan

Surfaktan menurunkan tegangan

permukaan pada saat alveol mengempis

agar paru lebih mudah mengembang

compliance paru meningkat.

Surfaktan berkurang

→ compliance

paru

menurun

Surfaktan mencegah paru agar tidak kolaps

(76)

Karena peningkatan luas penampang, udara

melambat

Perlambatan aliran udara memungkinkan

pertukaran udara secara difusi antara

pembuluh kapiler dengan alveoli (sel

alveolar I)

(77)
(78)
(79)
(80)

Transport CO2 Dalam Sel Dan

Mekanika Pernapasan

Larut secara fisik

Terikat dengan Hb

Sebagai ion bikarbonat

(karbonat anhidrase)

Mekanika pernapasan:

Prinsip yg harus dipegang

:

1. Volume naik , tekanan menurun

2. Volume turun, tekanan naik 3. Udara selalu mengalir dari

gradien tekanan tinggi ke rendah

4. Ruangan bertekanan tinggi selalu mendorong ruangan bertekanan rendah

(81)

4 Jenis Tekanan

1. Tekanan atmosfer

 –

Tekanan di luar rongga

thoraks

 –

760 mmHg

2. Tekanan

intra-alveolar/intra-pulmonal

 –

Tekanan di dalam

alveolus = tekanan di

dalam ronnga paru

3. Tekanan intra-pleura

 – Tekanan ruang tertutup

 – Keadaan normal = 756 mmHg  – Inspirasi = 754 mmHg

 – Ekspirasi = 756 mmHg

4. Tekanan transmural

 – Tekanan di seluruh permukaan

paru dan dinding toraks, yg mencegah paru dan dinding toraks terpisah  agar tidak kolaps

(82)

Keadaan tekanan-tekanan paru saat

bernapas

Paru tanpa inspirasi dan ekspirasi inspirasi ekspirasi 760 756 760 760 759 754 761 760 756

(83)

756 760 760

Intra-alveol/intra-pulmonal

Intra-pleural 760 760 760 760760

(84)

OTOT PERNAPASAN

Otot Hasil kontraksi Waktu stimulasi

Inspirasi

Diafragma Turun m↑ dimensi

vertikal

Setiap inspirasi (primer) m.Intercostalis externus Mengangkat costae ke

depan dan ke luar 

Setiap inspirasi (sekunder)

m. Skalenus dan

m.sternocleidomastoideu s

Mengangkat sternum dan 2 costae pertama

memperbesar bag atas toraks

Inspirasi paksa

Ekspirasi

Otot abdomen m↑ tekanan intra

abdomen gaya ke atas

diafragma m↓ dimensi

vertikal toraks

Ekspirasi aktif 

m.Intercostalis interus Menarik costae ke bawah

dan dalam toraks datar 

(85)

Mekanisme Respirasi (inspirasi)

Tulang rusuk

terangkat karena kontraksi otot antar tulang rusuk

Udara masuk

Mekanisme Inspirasi :

• Otot-otot interkostal berkontraksi akibatnya tulang rusuk terangkat.

• Kontraksi otot interkostal diikuti oleh kontraksi otot diafragma.

• Akibat kontraksi kedua otot ini, rongga dada menjadi membesar.

(86)

Mekanisme Respirasi (ekspirasi)

Tulang rusuk turun karena otot interkostal berelaksasi Udara keluar Diaphragma berelaksasi (naik) Ekspirasi Mekanisme Ekspirasi :

• Otot-otot interkostal berelaksasi akibatnya tulang rusuk turun.

• Relaksasi otot interkostal diikuti oleh berelaksasinya otot diafragma.

• Akibat relaksasi kedua otot ini, rongga dada menjadi menjadi mengecil.

• Rongga dada yang mengecil menyebabkan tekanan udara di paru-paru menjadi besar.

• Akibatnya udara keluar dari dalam paru-paru ke lingkungan.

(87)
(88)

Chapter 13 The Respiratory System

Oxygen and Carbon Dioxide Exchange Across Pulmonary and Systemic Capillaries Caused by Partial Pressure Gradients

(89)
(90)

Perfusi >> ventilasi

CO2 ke paru meningkat

Aktivasi simpatis

bronkodilatasi

Resistensi sal. Napas berkurang Aliran O2 ke paru meningkat paru a. pulmonal a. sistemik Mengimbangi aliran CO2 yg tinggi ke paru

vasokonstriksi

Aliran darah ke paru menurun

CO2 ke paru berkurang

Mengurangi aliran CO2 ke paru vasodilatasi Aliran darah ke sistemik meningkat O2 ke seluruh jaringan tubuh meningkat

(91)

Ventilasi >> perfusi

O2 ke paru meningkat

Aktivasi parasimpatis

bronkokonstriksi Resistensi sal. Napas

bertambah Aliran O2 ke paru

menurun vasodilatasi

Aliran darah ke paru meningkat Eritrosit yg menjemput O2 meningkat vasokonstriksi Aliran darah ke sistemik menurun O2 ke seluruh jaringan tubuh menurun

(92)
(93)
(94)

LO 4

(95)
(96)
(97)
(98)

LO 5

Pemeriksaan Fisik Dan Pemeriksaan

Penunjang Pada Sistem Respirasi

(99)

Keluhan Utama Dan Anamnesa

Dispnea

Batuk

Hemoptysis

Nyeri dada

Riwayat keluarga dan sosial

 –

Riwayat pengobatan,

alergi

 –

Riwayat pekerjaan

 –

Riwayat bepergian

(100)

Pemeriksaan Fisik

Tanda-tanda vital (TTV) : tekanan darah (hipertensi, normal, hipotensi),

denyut nadi, respirasi rate, dan suhu badan

 Pemeriksaan kuku dan kulit :

 Inspeksi :

 Inspeksi kulit dan kuku untuk mengetahui vaskularisasinya.apakah terdapat kebiruan atau pucat. Clubbing finger terjadi bila seseorang mengalami hipoksia kronik (lebih dari enam bulan), infeksi paru, dan keganasan paru (kanker paru)

Pemerikasaan mata, hidung, dan mulut.

Inspeksi :

 Amati konjungtiva mata dengan menarik kelopak mata dan pasien diminta melihat keatas dan kita inspeksi apakah tampak pucat atau tidak, karena bila pucat bisa dicurigai

anemia.

Kemudian amati allae nasi (cuping hidung) pasien. Biasanya pada pasien yang sangat sesak cuping hidung pasien kembang kempis ketika bernafas. Kondisi ini dinamakan pernafasan cuping hidung. Amati adanya sianosis pada bibir pasen.

 Pemeriksaan faring, laring, dan trakea.

 Inspeksi :

 Yang diamati pada faring adalah warna, pembesaran tonsil, adanya udema atau ulserasi, dan mucopolurent. Kemudian inspeksi laring dengan laringoscope. Amati kesimetrisan leher dan trakea, amati adanya massa, udema ( pembengkakan), dan memar.

(101)

Pemeriksaan Thoraks Dan Perkusi

 Pemeriksaan Thoraks.

 Inspeksi :Pertama-tama yang harus kita amati adalah

kemungkinan adanya kelainan bentuk dada pasien, seperti Barrel chess ( bentuk dada mengembung), Funnel chess (bentuk dada cekung,

terutama pada daerah sternum), pigeon chest ( bentuk dada seperti burung dara). Kemudian amati juga bentuk vertebrae (tulang belakang pasien) dan kaji kemungkian adanya kelainan seperti lordosis (melengkung ke belakang), kifosis

 Jenis ritme pernafasan meliputi :

 Apnea ( Tidak ada pernafasan)

 Hiperventilasi (Pernafasan dalam namun kecepatan normal)

 Cheyne stokes (Secara bertahap semakin cepat kemudian dalam periode tertentu melambat dan diselingi oleh apnea)

 Biot (Cepat dan dalam dengan berhenti tiba-tiba diantaranya)

 Kussmaul (cepat dan dalam tanpa berhenti)

 Apneuis (inspirasi tersenggal-senggal dan lama sedangkan ekspirasi sangat pendek).

• Perkusi :Perkusi dilakukan dengan cara mengetuk jari tengah

tangan yang tidak dominan oleh jari tengah tangan dominan. Perkusi pada dinding thoraks dilakukan pada intercostal space (ICS)/celah antara tulang rusuk. Perkusi dinding thoraks t idak boleh dilakukan pada sternum karena akan menimbulkan nyeri dan mudah fraktur.

(102)

Auskultasi Normal dan Tidak Normal

• Suara abnormal auskultasi paru.

 – a.Rales/ Crackels : dihasilkan

oleh eksudat lengket saat

saluran-saluran halus pernafasan mengembang pada inspirasi

 – b. Ronchi :terjadi akibat

terkumpulnya cairan mucus pada trakea atau bronkus-bronkus besar (bernada rendah dan sangat kasar)

 – c. Wheezing : terjadi karena ada

eksudat lengket yang tertiup aliran udara (terdengar “ngiii…k” pada fase ekspirasi)

 – d. Pleural Friction-Rub: terjadi

karena peradangan pleura

(terdengar “kering” seperti suara gosokan amplas pada kayu)

(103)

Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan sitologi hidung.

 Ditemukan eosinofil dalam jumlah

banyak menunjukkan kemungkinan alergi inhalen.

 Jika basofil mungkin disebabkan

alergi makanan, sedangkan jika ditemukan PMN menunjukkan adanya infeksi bakteri.

2. Hitung eosinofil dalam darah tepi.

Jumlah eosinofil dapatatau

• Uji kulit alergen penyebab dapat dicari secara

invivo. Beberapa cara :

 Uji intrakutan/ intradermal yang tunggal atau berseri (Skin End-pointTitration/SET)

 Uji cukit (Prick Test)  Uji gores (Scratch Test).

 Kedalaman kulit yang dicapai pada kedua uji kulit (uji cukit dan uji gores) sama.

 SET dilakukan untuk alergen inhalan dengan

menyuntikkan alergen dalam berbagai

konsentrasi yang bertingkat kepekaannya.

 Keuntungan SET, selain alergen penyebab, juga derajat alergi serta dosis inisial untuk desensitisasi dapat diketahui.

(104)

Spirometri

• Spirometri adalah alat sederhana yang

digunakan untuk mengukur volume udara dalam paru.

• Spirometri dapat digunakan untuk mengukur

volume statik dan volume dinamik paru.

• Volume statik terdiri atas volume tidal (VT),

volume cadangan inspirasi (VCI), volume cadangan ekspirasi (VCE), volume residu (VR), kapasitas vital (KV), kapasitas vital paksa (KVP), kapasitas residu fungsional (KRF) dan kapasitas paru total (KPT) Memantau

• - Menilai hasil pengobatan

• - Menjelaskan perjalanan penyakit yang

mempengaruhi fungsi paru

• - Memonitor individu yang pekerjaannya

terpajan zat berbahaya

• - Memonitor reaksi obat yang mempunyai

efek toksis terhadap paru

• Spirometri merupakan pemeriksaangold standard untuk diagnosis dan monitor penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) dan asma.

• Selain itu juga digunakan

sebagaiscreening awal untuk mendeteksi PPOK pada perokok.

• INDIKASI SPIROMETRI

Diagnostik

• - mengevaluasi hasil pemeriksaan yang

abnormal

• - mengukur efek penyakit terhadap fungsi

paru

• - menyaring individu dengan risiko penyakit

paru

• - menilai risiko prabedah • - menilai prognosis

• - menilai status kesehatan sebelum masuk

(105)

Manuver Spirometri

• Hasil spirometri berupa spirogram yaitu kurva

volume paru terhadap waktu akibat manuver yang dilakukan subjek. Usaha subjek diobservasi di layar monitor untuk meyakinkan bahwa usaha yang dilakukan subjek benar dan maksimal

• Manuver KV, subjek menghirup udara sebanyak

mungkin dan kemudian udara dikeluarkan sebanyak mungkin tanpa manuver paksa.

• Manuver KVP, subjek menghirup udara

sebanyak mungkin dan kemudian udara dikeluarkan dengan dihentakkan serta melanjutkannya sampai ekspirasi maksimal. Apabila subjek merasa pusing maka

manuver segera dihentikan karena dapat

• Manuver APE (arus puncak

ekspirasi). APE adalah kecepatan arus ekpirasi maksimal yang

dapat dicapai saat ekspirasi paksa. Tarik napas semaksimal mungkin, hembuskan dengan kekuatan maksimal segera setelah kedua bibir dirapatkan pada mouthpiece.

• Manuver MVV (maximum

(106)

HASIL SPIROMETRI

Minimal terdapat 3 hasil acceptable

Inspirasi penuh sebelum pemeriksaan dimulai

Memenuhi syarat awal ekspirasi yaitu dengan

usaha maksimal dan tidak ragu-ragu

Tidak batuk atau glottis menutup selama detik

pertama

Memenuhi lama pemeriksaan yaitu minimal 6

detik atau sampai 15 detik pada subjek dengan

kelainan obstruksi

Tidak terjadi kebocoran

(107)

LO 6

KIE

(108)

Upaya Pencegahan Dan Diet

• Tidak/berhenti merokok

• Hindari menjadi perokok pasif  • Cuci tangan dengan sabun

• Waspada terhadap polusi udara

• Melindungi diri dari bahaya terhadap sistem

pernapasan dari lingkungan kerja

• 1. Apel dan tomat

• Apel dan tomat berpotensi besar untuk

melindungi paru-paru Anda dari polutan atau asap rokok atau racun dari udara lainnya. Kedua makanan ini mengandung tinggi

antioksidan serta nutrisi lainnya yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan fungsi paru-paru, mengurangi mengi, dan membantu bagi penderita asma agar dapat bernapas dengan lebih mudah.

• 2. Buah jeruk

• Vitamin C Buah-buahan seperti jeruk,

lemon dan limausebagai antioksidan & secara alami sebagai agen anti inflamasi yang dapat mengurangi pembengkakan jaringan paru-paru seperti asma. Vitamin C juga akan meningkatkan kesehatan paru-paru, serta dapat mengurangi risiko penyakit paru obstruktif kronik pada para perokok.

(109)

Diet

• 1. Apel dan tomat

• Apel dan tomat berpotensi besar untuk melindungi paru-paru Anda

dari polutan atau asap rokok atau racun dari udara lainnya. Kedua makanan ini mengandung tinggi antioksidan serta nutrisi lainnya yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan fungsi paru-paru,

mengurangi mengi, dan membantu bagi penderita asma agar dapat bernapas dengan lebih mudah.

• 2. Buah jeruk

• Vitamin C Buah-buahan seperti jeruk, lemon dan limau 

sebagai antioksidan & secara alami sebagai agen anti inflamasi yang dapat mengurangi pembengkakan jaringan paru-paru seperti asma. Vitamin C juga akan meningkatkan kesehatan paru-paru, serta

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan soal Bahasa Indonesia di Kelas V MIN 2 Banda Aceh berupa 25 % soal yang diberikan

Kementerian kesehatan RI, khususnya subdit P2 Masalah Penyalahgunaan Napza telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 50 tahun 2015 tentang Petunjuk

bahwa dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan pada RSUD Gemolong Kabupaten Sragen perlu adanya Pola Tarif tentang Retribusi

Selain sifat anti mikroba yang terdapat pada ekstrak pegagan ini juga terdapat senyawa antioksidan yang dipercayai mampu menahan dan menangkal radikal bebas dalam

Setiap kata “Nasabah” dalam SKU–Pembukaan Rekening ini atau dokumen lain yang terkait dengan Rekening Gabungan harus diartikan/dibaca sebagai Nasabah pemilik

Alright  +- No problem b. Can you gie your attention to me,please?, Yes Miss/Sir/Ma’am !. Excuse me, please loo$ at me, attention please #, No problem %. Attention, please#

Syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembuatan pakan ikan adalah kandungan nutrisi suatu bahan pakan harus cukup sesuai dengan kebutuhan ikan, disukai oleh ikan, mudah dicerna