• Tidak ada hasil yang ditemukan

Askep Tumor Mandibula

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Askep Tumor Mandibula"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

bengkak. Istilah bengkak. Istilah

Tumor Tumor

ini digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan biologikal jaringan yang tidak normal. Menurut

ini digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan biologikal jaringan yang tidak normal. Menurut Brooker,Brooker, 2001 pertumbuhan tumor dapat digolongkan sebagai ganas (malignant) atau

2001 pertumbuhan tumor dapat digolongkan sebagai ganas (malignant) atau jinak (benign).jinak (benign). Sel tumor pada tumor

Sel tumor pada tumor jinak bersifat tumbuh lambat, sehingga tumor jinak pada umumnya jinak bersifat tumbuh lambat, sehingga tumor jinak pada umumnya tidak cepattidak cepat membesar. Sel tumor mendesak jaringan sehat sekitarnya secara serempak sehingga

membesar. Sel tumor mendesak jaringan sehat sekitarnya secara serempak sehingga terbentuk simpaiterbentuk simpai (serabut pembungkus yang memisahkan jaringan tumor

(serabut pembungkus yang memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat). Oleh karena bersimpai makadari jaringan sehat). Oleh karena bersimpai maka pada umumnya tumor jinak mudah

pada umumnya tumor jinak mudah dikeluarkan dengan cara operasi (Robin dan Kumar, 1995).dikeluarkan dengan cara operasi (Robin dan Kumar, 1995).

Sedangkan

Sedangkankankerkankeradalah sebuah penyakit yang ditandai dengan peadalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel yang tidak teratur danmbagian sel yang tidak teratur dan kemampuan sel-sel ini untuk men

kemampuan sel-sel ini untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung diyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di  jaringan yang berseb

 jaringan yang bersebelahan (invasi) atau elahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastatempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhansis). Pertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di

yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrolgen vital yang mengontrol pembagian sel, dan fungsi lainnya (Tjakra, 1991).

pembagian sel, dan fungsi lainnya (Tjakra, 1991).

• Kelainan kongenital • Kelainan kongenital

Kelainan kongenital adalah kelainan yang dibawa sejak lahir, benjolannya dapat berupa benjolan yang timbul Kelainan kongenital adalah kelainan yang dibawa sejak lahir, benjolannya dapat berupa benjolan yang timbul sejak lahir atau timbul pada usia kanak-kanak bahkan t

sejak lahir atau timbul pada usia kanak-kanak bahkan terkadang muncul setelah usia dewasa. Pada kelainanerkadang muncul setelah usia dewasa. Pada kelainan ini ,benjolan yang paling sering terletak di

ini ,benjolan yang paling sering terletak di leher samping bagian kiri atau kanan di leher samping bagian kiri atau kanan di sebelah atas , dan juga disebelah atas , dan juga di tengah-tengah di bawah dagu. Ukuran benjolan bisa

tengah-tengah di bawah dagu. Ukuran benjolan bisa kecil beberapa cm tetapi bisa juga bekecil beberapa cm tetapi bisa juga besar seperti bolasar seperti bola tenis. Kelainan kongenital yang sering terjadi di daerah

tenis. Kelainan kongenital yang sering terjadi di daerah leher antara lain adalah hygroma colli , kistaleher antara lain adalah hygroma colli , kista branchial , kista ductus thyroglosus.

branchial , kista ductus thyroglosus. • Genetic

• Genetic • G

• Gender / jenis kelaminender / jenis kelamin • Usia

• Usia

• Rangsangan fisik berulang • Rangsangan fisik berulang

Gesekan atau benturan pada salah satu bagian

Gesekan atau benturan pada salah satu bagian tubuh yang berulang dalam waktu tubuh yang berulang dalam waktu yang lama merupakanyang lama merupakan

Askep Tumor

Askep Tumor

(Asuhan Keperawatan pada Klien Tumor)

(Asuhan Keperawatan pada Klien Tumor)

Konsep Dasar Tumor Konsep Dasar Tumor Pengertian Tumor Pengertian Tumor Tumor

Tumormerupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi berasal dari bahasa latin, yang berartimerupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi berasal dari bahasa latin, yang berarti

Pengertian Kanker Pengertian Kanker

Etiologi Tumor Etiologi Tumor

(2)

rangsangan yang dapat mengakibatkan terjadinya kanker pada bagian tubuh tersebut, karena luka atau cedera pada tempat tersebut tidak sempat sembuh dengan sempurna.

• Hormon

Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon te rtentu secara

berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria).

• Infeksi • Gaya hidup

• karsinogenik (bahan kimia, virus, radiasi)

Zat yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan kanker paru pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama.Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita kanker.

Beberapa virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik.

Sinar ultra-violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia.

Kelainan congenital, Genetic, Gender / jenis kelamin, Usia, Rangsangan fisik berulang, Hormon, Infeksi, Gaya hidup, karsinogenik (bahan kimia, virus, radiasi) dapat menimbulkan tumbuh atau berkembangnya sel

tumor. Sel tumor dapat bersifat benign (jinak) atau bersifat malignant (ganas).

Sel tumor pada tumor jinak bersifat tumbuh lambat, sehingga tumor jinak pada umumnya tidak cepat membesar. Sel tumor mendesak jaringan sehat sekitarnya secara serempak sehingga terbentuk simpai (serabut pembungkus yang memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat). Oleh karena bersimpai maka pada umumnya tumor jinak mudah dikeluarkan dengan cara operasi.

Sel tumor pada tumor ganas (kanker) tumbuh cepat, sehingga tumor ganas pada umumnya cepat menjadi besar. Sel tumor ganas tumbuh me nyusup ke jaringan sehat sekitarnya, sehingga dapat digambarkan seperti kepiting dengan kaki-kakinya mencengkeram alat tubuh yang terkena. Disamping itu sel kanker dapat membuat anak sebar (metastasis) ke bagian alat tubuh lain yang jauh dari tempat asalnya melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening dan tumbuh kanker baru di tempat lain. Penyusupan sel kanker ke  jaringan sehat pada alat tubuh lainnya dapat merusak alat tubuh tersebut sehingga fungsi alat tersebut

menjadi terganggu.

Kanker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel yang tidak teratur dan kemampuan sel -sel ini untuk men yerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaring an yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke t empat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembagian sel, dan fungsi lainnya (Tjakra, Ahmad. 1991).

Adapun siklus tumbuh sel kanker adalah membelah diri, membentuk RNA, berdiferensiasi / proliferasi, membentuk DNA baru, duplikasi kromosom sel, duplikasi DNA dari sel normal, menjalani fase mitosis, fase istirahat (pada saat ini sel t idak melakukan pembelahan).

Ada tujuh gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kanker, yaitu :

1) Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan. 2) Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.

3) Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh. 4) Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor).

5) Andeng-andeng (tahi lalat) yang beru bah sifatnya, mejadi makin besar dan gatal. 6) Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh.

7) Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh. Patofisiologi Tumor

(3)

Berdasarkan asal jaringan, tumor dapat dibagi menjadi: 1) Tumor yang berasal dari epit helial

 Squamous epithelium : squamous cell papilloma, squamous cell carcinoma

 Transitional epithelium : transitional cell papilloma, transitional cell carcinoma.

 Basal cell (hanya di kulit): basal cell carcinoma.

 Glandular epithelium: adenoma, cystadenoma, adenocarcinoma.

 Tubules epithelium (ginjal): renal tubular adenoma, renal cell carcinoma (Grawitz tumor).

 Hepatocytes: hepatocellular adenoma, hepatocellular carcinoma

 Bile ducts epithelium: cholangiocellular adenoma, cholangiocellular carcinoma.

 Melanocytes: melanocytic nevus, malignant melanoma.

2) Tumor yang berasal dari mesen chymal

  Jaringan yang berhubungan

fibroma, fibrosarcoma myxoma, myxosarcoma chondroma, chondrosarcoma

osteoma, osteosarcoma (osteogenic sarcoma) lipoma, liposarcoma

 Otot:

leiomyoma, leiomyosarcoma

rhabdomyoma, rhabdomyosarcoma

 Endothelium:

Hemangioma (capillary h., cavernous h.), glomus tumor, hemangiosarcoma, Kaposi sarcoma Lymphangiosarcoma

 Tumor sel darah:

Hematopoetic cells: leukemia

Lymphoid cells: non-Hodgkin lymphoma, Hodgkin l ymphoma

 Tumor sel germ:

Teratoma (mature teratoma, immature teratoma)

Tumor epithelial dianggap ganas apabila telah menembus lamina basalis dan dianggap jinak bila tidak menembus lamina basalis.

2. Pemeriksaan Penunjang 1) Skrining

2) Laboratorium Klasifikasi Tumor

(4)

3) Teknik Pencitraan (Imaging)

4) Pemeriksaan Rontgen Konvensional 5) Radiografi Digital

6) Tomografi Komputer (CT Scan) 7) Ekhografi

8 ) Resonansi magnetik nuklear 9) Skintigrafi

3. Penatalaksanaan Medis

Pengobatan kanker pada dasarnya sama, yaitu salah satu atau kombinasi dari beberapa prosedur berikut : 1) Pembedahan (Operasi)

2) Penyinaran (Radioterapi)

3) Pemakaian obat-obatan pembunuh sel kanker ( sitostatika/khemoterapi) 4) Peningkatan daya tahan tubuh (imunoterapi)

5) Pengobatan dengan hormone

1. Pengkajian

Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh (Boedihartono, Manajemen Keperawatan Tumor

1994 : 10).

Pengkajian pasien Pre operatif (Marilynn E. Doenges, 1999) meliputi :

 Sirkulasi

Gejala : riwayat masalah jantung, GJK, edema pulmonal, penyakit vascular perifer, atau stasis vascular (peningkatan risiko pembentukan trombus).

 Integritas ego

Gejala : perasaan cemas, takut, marah, apatis ; factor-faktor stress multiple, misalnya financial, hubungan, gaya hidup.

Tanda : tidak dapat istirahat, peningkatan ketegangan/peka rangsang ; st imulasi simpatis.

 Makanan / cairan

Gejala : insufisiensi pancreas/DM, (predisposisi untuk hipoglikemia/ketoasidosis) ; malnutrisi (termasuk obesitas) ; membrane mukosa yang kering (pembatasan pemasukkan / periode puasa pra operasi).

 Pernapasan

Gejala : infeksi, kondisi yang kronis/batuk, merokok.

 Keamanan

Gejala : alergi/sensitive terhadap obat, makanan, plester, dan larutan ; Defisiensi immune (peningkaan risiko infeksi sitemik dan penundaan penyembuhan) ; Munculnya kanker / terapi kanker terbaru ; Riwayat keluarga tentang hipertermia malignant/reaksi anestesi ; Riwayat penyakit hepatic (efek dari detoksifikasi obat-obatan dan dapat mengubah koagulasi) ; Riwayat t ransfuse darah / reaksi transfuse.

Tanda : menculnya proses infeksi yang melelahkan ; demam.

(5)

Gejala : pengguanaan antikoagulasi, steroid, antibiotic, antihipertensi, kardiotonik glokosid, antidisritmia, bronchodilator, diuretic, dekongestan, analgesic, antiinflamasi, antikonvulsan atau tranquilizer dan juga obat yang dijual bebas, atau obat-obatan rekreasional. Penggunaan alcohol (risiko akan kerusakan ginjal, yang mempengaruhi koagulasi dan pilihan anastesia, dan juga potensial bagi penarikan diri pasca operasi).

Diagnosa keperawatan adalah suatu penyatuan dari masalah pasien yang nyata maupun potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Boedihartono, 1994 : 17).

Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien Pre Operatif (Wilkinson, M. Judith, 2006) meliputi : 1) Ansietas berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri, ancaman terhadap perubahan status kesehatan, ancaman terhadap pola interaksi dengan orang yang berarti, krisis situasi atau krisis maturasi. 2) Gangguan citra tubuh berhubungan dengan pembedahan, efek samping penanganan, factor budaya atau spiritual yang berpengaruh pada perubahan penampilan.

3) Koping individu, ketidakefektifan berhubungan dengan perubahan penampilan, keluhan terhadap reaksi orang lain, kehilangan fungsi, diagnosis kanker.

4) Proses keluarga, perubahan berhubungan dengan terapi yang kompleks, hospitalisasi/perubahan lingkungan, reaksi orang lain terhadap perubahan penampilan.

5) Ketakutan berhubungan dengan proses penyakit/prognosis (misalnya kanker), ketidakberdayaan. 6) Mobilitas fisik, hambatan berhubungan dengan penurunan rentang ge rak, kerusakan saraf/otot, dan nyeri.

Intervensi adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan (Boedihartono, 1994:20)

Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan (Effendi, 1995:40).

Intervensi dan implementasi keperawatan pasien Pre Operatif (Wilkinson, M. Judith, 2006) adalah :

1) Ansietas adalah suatu keresahan, perasaan ketidaknyamanan yang tidak mudah atau dread yang disertai dengan respons autonomis ; sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu ;

perasaan khawatir yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.ini merupakan tanda bahya yang memperingatkan bahaya yang akan terjadi dan memampukan individu untuk me mbuat pengukuran untuk mengatasi ancaman.

Tujuan : ansietas berkurang/terkontrol.

Kriteria hasil : - klien mampu merencanakan strategi koping untuk situasi-situasi yang membuat stress. - klien mampu me mpertahankan penampilan peran.

- klien melaporkan tidak ada gangguan persepsi sensori.

- klien melaporkan tidak ada manifestasi kecemasan secara fisik. - tidak ada manifestasi perilaku akibat kecemasan.

 Kaji dan dokumentasikan tingkat kecemasan pasien.

Rasional : memudahkan intervensi.

 Kaji mekanisme koping yang digunakan pasien untuk mengatasi ansietas di masa lalu.

Rasional : mempertahankan mekanisme koping adaftif, meningkatkan kemampuan mengontrol ansietas.

 Lakukan pendekatan dan berikan motivasi kepada pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan.

Rasional : pendekatan dan motivasi membantu pasien untuk mengeksternalisasikan kecemasan yang dirasakan.

Diagnosa Keperawatan Tumor

(6)

 Motivasi pasien untuk memfokuskan diri pada realita yang ada saat ini, harapan-harapan yang positif 

terhadap terapy yang di jalani.

Rasional : alat untuk mengidentifikasi mekanisme koping yang dibutuhkan untuk mengurangi kecemasan.

 Berikan penguatan yang positif untuk mene ruskan aktivitas sehari-hari meskipun dalam keadaan cemas.

Rasional : menciptakan rasa percaya dalam diri pasien bahwa dirinya mampu mengatasi masalahnya dan memberi keyakinan pada diri sendri yang dibuktikan dengan pengakuan orang lain atas kemampuannya.

 Anjurkan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi.

Rasional : menciptakan perasaan yang tenang dan nyaman.

 Sediakan informasi faktual (nyata dan benar) kepada pasien dan keluarga menyangkut diagnosis, perawatan

dan prognosis.

Rasional : meningkatkan pengetahuan, mengurangi kecemasan.

 Kolaborasi pemberian obat anti ansietas.

Rasional : mengurangi ansietas sesuai kebutuhan.

2) Gangguan citra tubuh adalah konfusi pada gaambaran mental dari fisik seseorang. Tujuan : pasien memiliki persepsi yang positif t erhadap penampilan dan fungsi tubuh. Kriteria hasil : - pasien melaporkan kepuasan terhadap penampilan dan fungsi tubuh. - memiliki keinginan untuk menyentuh bagian tubuh yang mengalami gangguan. - menggambarkan perubahan actual pada fungsi tubuh.

 Kaji dan dokumentasikan respons verbal dan non verbal pasien tentang tubuhnya.

Rasional : factor yang mengidentifikasikan adanya gangguan persepsi pada citra t ubuh.

 Kaji harapan pasien tentang gambaran tubuh.

Rasional : mungkin realita saat ini berbeda dengan yang diharapkan pasien sehingga pasien tidak menyukai keadaan fisiknya.

 Dengarkan pasien dan keluarga secara aktif, dan akui realitas adanya perhatian terhadap perawatan,

kemajuan dan prognosis.

Rasional : meningkatkan perasaan berarti, memudahkan saran koping, mengurangi kecemasan.

 Berikan perawatan dengan cara yang tidak menghakimi, jaga privasi dan martabat pasien.

Rasional : menciptakan suasana saling percaya, meningkatkan harga diri dan perasaan berarti dalam diri pasien.

3) Koping individu, ketidakefektifan adalah ketidakmampuan membuat penilaian yang tepat terhadap stressor, pilihan respons untuk bertindak secara tidak adekuat, dan atau ketidakmampuan untuk

(7)

menggunakan sumber yang tersedia.

Tujuan : pasien menunjukkan koping yang efektif.

Kriteria hasil : - pasien akan menunjukkan minat terhadap aktivitas untuk men gisi waktu luang. - mengidentifikasikan kekuatan personal yang dapat mengembangkan koping yang e fektif. - menimbang serta me milih diantara alternative dan konsekuensinya.

- berpartisipasi dalam aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS).

 Kaji pandangan pasien terhadap kondisinya dan kesesuaiannya dengan pandangan pemberi pelayanan

kesehatan.

Rasional : mengidentifikasi persepsi pasien terhadap kondisinya.

 Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan.

Rasional : menghindari ketakutan dan menciptakan hubungan saling pe rcaya, memudahkan intervensi

 Anjurkan pasien untuk mengidentifikasi gambaran perubahan peran yang realitas.

Rasional : memberikan arahan pada persepsi pasien tentang kondisi nyata yang ada saat ini.

 Bantu pasien dalam mengidentifikasi respons positif dari orang lain.

Rasional : meningkatkan perasaan berarti, memberikan penguatan yang positif.

 Libatkan sumber-sumber yang ada di rumah sakit dalam memberikan dukungan emosional untuk pasien

dan keluarga.

Rasional : menciptakan suasana saling percaya, perasaan berarti, dan mengurangi kecemasan.

4) Proses keluarga, perubahan adalah suatu perubahan dalam hubungan dan/atau fungsi keluarga. Tujuan : pasien dan keluarga memahami perubahan perubahan dalam peran keluarga.

Kriteria hasil : - pasien/keluarga mampu mengidentifikasi koping.

- paien/keluarga berpartisipasi dalam proses membuat keputusan berhubungan dengan perawatan setelah rawat inap.

 Kaji interaksi antara pasien dan keluarga.

Rasional : mengidentifikasi masalah, memudahkan int ervensi.

 Bantu keluarga dalam mengidentifikasi perilaku yang mungkin menghambat pengobatan.

Rasional : mempengaruhi pilihan intervensi.

 Diskusikan dengan anggota keluarga tentang tambahan ketrampilan koping yang digunakan.

Rasional : membantu keluarga dalam memilih mekanisme koping adaptif yang tepat .

 Dukung kesempatan untuk mendapatkan pengalaman masa anak-anak yang normal pada anak yang

(8)

Rasional : memudahkan keluarga dalam menciptakan/memelihara fungsi anggota keluarga.

5) Ketakutan adalah ansietas yang disebabkan oleh sesuatu yang dikenali secara sadar dan bahaya nyata dan dipersepsikan sebagai bahaya yang nyata.

Tujuan : pasien akan memperlihatkan pengendalian ketakutan. Kriteria hasil : - mencari informasi untuk menurunkan ketakutan. - menggunakan teknik relaksasi untuk me nurnkan ketakutan. - mempertahankan penampilan peran dan hubungan social.

 Kaji respons takut subjektif dan objektif pasien.

Rasional : mengidentifikasi masalah, memudahkan intervensi.

 Berikan penguatan positif bila pasien mendemonstrasikan perilaku yang dapat menurunkan atau

mengurangi takut.

Rasional : mempertahankan perilaku koping yang efektif.

 Lakukan pendekatan dan berikan motivasi kepada pasien untuk mengungkapkan pikiran dan pe rasaan.

Rasional : pendekatan dan motivasi membantu pasien untuk mengeksternalisasikan kecemasan yang dirasakan.

 Motivasi pasien untuk memfokuskan diri pada realita yang ada saat ini, harapan-harapan yang positif 

terhadap terapy yang di jalani.

Rasional : alat untuk mengidentifikasi mekanisme koping yang dibutuhkan untuk mengurangi kecemasan.

6) Mobilitas fisik, hambatan adalah suatu keterbatasan dalam kemandirian, pergerakkan fisik yang bermanfaat dari tubuh atau satu ekstremitas atau lebih.

Tujuan : pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal. Kriteria hasil : - penampilan yang seimbang..

- melakukan pergerakkan dan perpindahan.

- mempertahankan mobilitas optimal yang dapat di toleransi, dengan karakteristik : 0 = mandiri penuh

1 = memerlukan alat Bantu.

2 = memerlukan bantuan dari orang lain untuk bantuan, pengawasan, dan pengajaran.

3 = membutuhkan bantuan dari orang lain dan alat Bantu. 4 = ketergantungan; tidak berpartisipasi dalam aktivitas.

 Kaji kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan kebutuhan akan peralatan.

Rasional : mengidentifikasi masalah, memudahkan intervensi.

 Tentukan tingkat motivasi pasien dalam melakukan aktivitas.

Rasional : mempengaruhi penilaian terhadap kemampuan aktivitas apakah karena ketidakmampuan ataukah ketidakmauan.

(9)

Rasional : menilai batasan kemampuan aktivitas optimal.

 Ajarkan dan dukung pasien dalam latihan ROM aktif dan pasif.

Rasional : mempertahankan /meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot.

 Kolaborasi dengan ahli terapi fisik atau okupasi.

Rasional : sebagai suaatu sumber untu k mengembangkan perencanaan dan mempertahankan/meningkatkan mobilitas pasien.

Evaluasi addalah stadium pada proses keperawatan dimana taraf keberhasilan dalam pencapaian tujuan keperawatan dinilai dan kebutuhan untuk memodifikasi tujuan atau intervensi keperawatan ditetapkan (Brooker, Christine. 2001).

Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan Pre Operasi Tumor adalah : 1) Ansietas berkurang/terkontrol.

2) Pasien memiliki persepsi yang positif t erhadap penampilan dan fungsi tubuh. 3) Pasien menunjukkan koping yang efektif.

4) Pasien dan keluarga memahami perubahan perubahan dalam peran keluarga. 5) Pasien akan memperlihatkan pengendalian ketakutan.

6) Pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal.

Boedihartono. 1994. Proses Keperawatan di Rumah Sakit. Jakarta. Brooker, Christine. 2001. Kamus Saku Keperawatan. Jakarta : EGC.

Marilynn E. Doenges. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian pasien, ed.3. Jakarta : EGC.

Nasrul Effendi. 1995. Pengantar Proses Keperawatan. EGC : Jakarta. Robin S.L. dan Kumar V. 1995. Buku Ajar Patologi I. Jakarta : EGC. Tjakra, Ahmad. 1991. Patologi. Jakarta : Bagian Patologi FKUI

Wilkinson, Judith M. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan, edisi 7. EGC : Jakarta. Evaluasi

Referensi

Dokumen terkait

Kanker darah merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh pertumbuhan secara tidak normal dari sel-sel pembentuk darah

Kanker serviks merupakan suatu golongan penyakit yang timbul akibat pertumbuhan sel-sel jaringan yang tidak normal yang akhirnya berkembang menjadi sel kanker

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di

Kanker adalah salah satu penyakit paling berbahaya yang disebabkan oleh pertumbuhan atau pembelahan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal, yang berkembang

• Kanker kulit ialah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuh

Kanker Serviks adalah pertumbuhan sel-sel mulut rahim/serviks yang abnormal dimana sel-sel ini mengalami perubahan kearah displasia atau mengarah keganasan. Kanker ini hanya

Kanker merupakan penyakit kompleks yang terjadi pada jaringan dan organ ketika kerusakan genetik pada sel menyebabkan mutasi pada onkogen atau gen supresor tumor yang

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal