• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I. KETERAMPILAN DASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I. KETERAMPILAN DASAR"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Dalam pengantar ini penulis menyampaikan tentang hal-hal yang melatar belakangi penulis untuk menyusun artikel mengenai permainan tenis antara lain karena langkahnya pedoman praktis dalam permainan tenis terutama dalam edisi bahasa Indonesia, dan sebagian terbitan yang ada masih menggunaan pola permainan dengan paradigma lama yang sudah tidak lagi dipraktekan oleh pemain professional tingkat dunia saat ini. Kondisi ini menyulitkan para pemain pemula untuk mendapatkan sumber bacaan yang dapat mendukung peningkatan keterampilan, serta pengembangan prestasi. Selain itu rasa prihatin dari penulis terhadap pemain amatir yang berhenti menekuni olah raga tenis karena cedera yang dialaminya, sebagai akibat dari kesalahan dalam penyiapan fisik sebelum bermain tenis seperti: pemanasan (warm-up) dan peregangan (stretching), juga kesalahan dalam teknik pukulan (stroke). Beberapa kendala di atas, menggugah penulis untuk menyusun artikel sederhana tentang permainan tenis, sehingga lebih mudah dicerna oleh para pembaca terutama para pemain pemula.

Dengan terbitnya artikel mengenai “Petunjuk Praktis Bermain Tenis” ini diharapkan dapat membantu para praktisi di bidang tenis terutama pemain dan penikmat permainan tenis dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan wawasan yang menjadi fundamental dari permainan tenis. Dalam artikel ini diulas mengenai elemen-elemen penting dalam permainan tenis yaitu: keterampilan (skill), kebugaran (fitness), dan ketangguhan mental (mental toughness) untuk membangun kematangan teknis, kebugaran, sportifitas, dan psikologi dalam bermain single dan double demi merahi kesuksesan dalam bermain tenis. Dengan pengetahuan dan cara bermain yang benar diharapkan dapat menghemat energi dalam memukul, terhindar dari cedera, dan memungkinkan bermain tenis hingga lanjut usia dengan aman.

Akhirnya penulis menyadari bahwa artikel ini masih jauh dari sempurna, sehingga saran perbaikan dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan artikel ini, dan diharapkan menjadi gagasan atau motivasi bagi penulis untuk menyusun artikel berikutnya. Semoga artikel ini bermanfaat sehingga menjadi catatan amal baik bagi penulis.

(3)

BAB I. KETERAMPILAN DASAR Pengembangan Keterampilan

Tahap awal pembelajaran tenis adalah tahap eksplorasi, di mana seorang pemain pemula berusaha untuk mempelajari gerakan urutan yang benar dari semua keterampilan dasar misalnya forehand, backhand, volley, serve, lob, drop shot dan smash. Pada awal program latihan banyak kesalahan dilakukan, dan sering pukulan yang dilakukan tampak tidak sesuai keinginan. Dengan program latihan yang baik dan disiplin pemain dalam berlatih, maka kelemahan tersebut dapat diperbaiki dengan cepat. perbaikan cepat dapat dirasakan pada tahap berikutnya. Pemain mulai mampu memainkan stroke, lebih konsisten, seimbang dan mobil. Pada tahap lanjutan pemain dapat menerapkan semua keterampilan secara otomatis dan lebih berkonsentrasi pada penempatan pukulan, serta memiliki pukulan yang bervariasi dan teknik tipuan. Pemain yang efektik akan mampu menunjukkan permainan taktis, memiliki kebugaran, dan ketangguhan mental. Filosofi modul ini adalah CO-OPERATION yaitu CONTROL + FRIENDSHIP (CO-OPERATION) = SUCCESS.

Gerakan dasar

Posisi Siap (Ready position)

Posisi siap adalah persiapan menjelang lawan melakukan pukulan ketika kita sedang bermain. Semakin cepat seorang pemain dapat bergerak atau bereaksi terhadap pukulan lawan maka akan semakin baik hasilnya. Pada prinsipnya ada tiga macam reaksi yang dapat dilakukan oleh seorang pemain, yaitu gerakan reaktif, gerakan aktif dan gerakan pro-aktif. Gerakan reaktif adalah gerakan atau rekasi yang dilakukan seorang pemain ‘sesudah’ bola dipukul lawan. Sedangkan gerakan aktif adalah gerakan atau reaksi yang dilakukan pemain ‘pada saat’ bola dipukul lawan. Selanjutnya, gerakan pro-aktif adalah gerakan yang dilakukan ‘sebelum’ bola dipukul lawan.

(4)

Posisi siap/Ready Position

Selain berada di tempat yang tepat di lapangan, pemain harus siap untuk memukul pada saat diperlukan.

(a) menempatkan raket dalam posisi sentral siap untuk bergerak baik di posisi forehand atau backhand.

(b) kaki selebar bahu, berat badan sedikit ke depan siap untuk bergerak ke arah mana pun.

(c) mata melihat bola sepanjang waktu untuk dapat memperkirakan terbang dan mentalnya bola.

Gambar 1. Posisi siap (ready position)

Cara bergerak (the way of moving)

Sesudah melakukan split step, langkah awal sangat perlu untuk diperhatikan, baik itu langkah atau pergerakan kearah samping (side step), kearah belakang (back step) atau ke depan (forward step). Ada tiga macam gerak atau langkah dalam permainan tenis. Gerak yang pertama kita sebut gerak yang teratur (sequential side step), sedangkan gerakan kedua adalah gerak bebas (free step), ketiga adalah gerak gabungan (combination

step). Pada gerakan yang teratur, apabila seorang pemain berdiri di tengah lapangan dan

berada pada posisi siap, maka dengan dua kali langkah ke samping (side step), pada langkah ke tiga pemain sudah berada pada posisi siap pukul. Hal ini berlaku untuk bergerak ke arah posisi forehand maupun pergerakan ke arah posisi backhand. Jika pemain mampu bergerak dengan gerak teratur maka ia akan dengan mudah menutup lapangan single (single court).

Pada gerak bebas dimana pemain berlari menuju ke arah bola, adalah pola gerak yang banyak dilakukan oleh para petenis. Pada pola gerak bebas sering terjadi pemain kelebihan langkah dalam melakukan posisi siap pukul (positioning), sehingga akan merugikan pemain dalam gerak selanjutnya ke posisi siap. Gerak kombinasi adalah gabungan dari gerak teratur dan gerak bebas. Pada dasarnya, setelah melakukan split step seorang pemain melakukan gerak side step terlebih dahulu, baru kemudian melakukan gerak berlari menuju bola. Hal ini dilakukan ketika pemain mendapat bola-bola jatuh jauh pada posisi dimana pemain berada.

(5)

Posisi siap pukul (positioning)

Lamanya bola terbang dari raket lawan meuju kita adalah waktu bagi kita untuk melakukan positioning. Jadi waktu positioning sangat tergantung pada cepat lambatnya bola dari raket lawan menuju ke posisi kita. Waktu tunggu bola yang cukup, selain dapat dipergunakan untuk mengontrol cara memukul, arah dan tujuan pukulan, juga dapat kita manfaatkan untuk men-set-up atau memprogram pukulan kita selanjutnya.

Prinsip Dasar

Tujuan permainan ini adalah untuk mengirim dan mengembalikan bola melewati net ke lapangan. Bola dikendalikan dengan mengontrol permukaan raket. Pemain berusaha agar permukaan raket bertemu bola pada sudut yang tepat untuk mengirim bola melewati net dan masuk ke lapangan. Dalam pemainan ini dua pemain

berdiri dekat net berusaha menjaga bola menyeberangi net satu sama lain (lihat Gambar

2.). Pemain dapat memilih untuk memukul bola baik setelah atau sebelum memantul

tetapi cobalah untuk bekerja sama dengan pasangan mereka. Pada tahap awal pelatih

harus memastikan bahwa peraturan dan ukuran lapangan sesuai dengan tingkat

perkembangan keterampilan pemain. Dengan semakin meningkatnya keterampilan

pemain makan posisi pemain semakin menjauh dari net ke arah baseline.

(6)

BAB II. GRIP DAN CARA MEMUKUL BOLA Grip

Ada empat grip (pegangan) untuk melakukan pukulan/groundstroke yaitu barat (western), semi-barat (semi-western), timur (eastern), dan kontinental (continental). Grip

western secara luas digunakan dalam dua dekade pertama abad ke-20. Bill Johnston

pemain tenis era 1920-an dianggap oleh banyak orang memiliki forehand terbaik sepanjang masa, stroke dengan memukul setinggi bahu menggunakan western grip. Sedikit pemain top menggunakan western grip setelah tahun 1920-an, karena banyak dari mereka pindah ke eastern dan continental, tetapi pada akhir abad ke-20, ketika teknik pukulan dan peralatan berkembang secara radikal, forehand dengan grip western kembali populer dan sekarang digunakan oleh banyak pemain modern, bahkan beberapa orang menganggap sebagai grip ekstrim atau radikal. Maksimum topspin dapat dihasilkan dengan grip western, dan memberikan dampak yang luar terutama pada pemain tenis tanah liat, seperti Rafael Nadal.

GRIP FOREHAND

Eastern Western Semi-Western Continental

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 3. Tipe pegangan raket (grip)

Grip semi-western juga banyak digunakan sekarang, dan populer bagi pemain yang ingin memukul cukup banyak topspin. Banyak pemula mulai dengan grip eastern karena merasa nyaman. Grip eastern sering digambarkan sebagai berjabat tangan dengan raket. Memukul forehand dengan grip eastern dapat memiliki topspin atau backspin yang baik, tangan mencengkeram bidang yang sama dengan raket, dan dengan demikian agak mudah dimiringkan untuk pukulan topspin atau ke bawah

(7)

untuk pukulan backspin. Grip continental memiliki keuntungan untuk semua jenis pukulan/stroke: serve, volley, forehand, dan backhand, tanpa harus melakukan pergeseran di tangan, seperti pada grip yang lain. Grip continental sangat cocok untuk memukul bola rendah.

GRIP BACKHAND

Satu tangan Dua tangan (tangan bagian bawah di posisi backhand)

Dua tangan (tangan bagian bawah di posisi forehand) Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 4. Tipe pegangan raket (grip) backhand

Dalam rangka memukul bola dari belakang lapangan, melewati net ke bagian belakang lapangan lawan, kepala raket diayunkan ke bola di tempat yang tepat. Raket harus dipegang dengan nyaman sehingga grip yang digunakan pemain harus dipertimbangkan (Gambar 5)

• Jika tidak ada cukup ruang untuk jari telunjuk Kita, grip terlalu kecil. Jika ada ruang antara jari dan telapak tangan, grip terlalu besar.

• Grip yang terlalu kecil membutuhkan lebih banyak kekuatan otot untuk menjaga raket melilit di tangan Kita. Penggunaan berkepanjangan pegangan yang terlalu kecil dapat berkontribusi terhadap masalah siku tenis/tennis elbow problems.

• Grip yang terlalu besar menghambat snap pergelangan saat serve, membuat perubahan grip lebih sulit dan juga membutuhkan lebih banyak kekuatan otot. Penggunaan berkepanjangan pegangan yang terlalu besar dapat juga berkontribusi terhadap masalah siku tenis/tennis elbow problems.

(8)

Forehand

Forehand, pukulan yang paling dasar dan paling mudah diajarkan dalam tenis.

Forehand sendiri adalah pukulan yang ayunannya dari belakang badan menuju depan dan

bagian depan raket atau telapak tangan kita berhadapan dengan bola.

Pukulan ini biasanya selalu digunakan sebagai senjata utama pemain karena pukulan forehand biasanya lebih keras dari pukulan backhand. Ada dua grip (pegangan) forehand di tenis yang paling umum yaitu: Eastern dan Semi-Western. Penggunaan dari permukaan raket dan grip yang tepat akan menghasilkan groundstroke yang kuat. Hal paling utama untuk dapat memukul forehand dengan baik adalah kita sudah harus menunggu bola jatuh, sehingga mempermudah kita untuk melakukan pukulan. Setelah kita ada pada posisi siap pukul, yang pertama perlu diperhatikan adalah gerakan backswing (Gambar 6)

Sumber : Barron’s. 2000.

Gambar 6. Rangkaian melakukan pukulan forehand

Tahapan pergerakan:

• Pergerakan badan menuju arah bola dan kita telah menentukan tepatnya zona bola akan

dipukul. Zona yang baik untuk memukul dengan grip continental atau eastern adalah

pada daerah di depan badan, di daerah sekitar bawah perut. Tahapan pergerakan forehand

adalah dari posisi siap (1)

• Kemudian raket diayunkan ke belakang bersamaan dengan rotasi bahu tangan yang

tidak memegang raket ke depan. Kaki kiri maju ke depan dan badan tegak lurus terhadap

garis baseline atau net untuk melakukan closed stance. Tarik raket ke belakang (2-5)

Membuat koneksi halus antara backswing dan ayunan kedepan, melangkah untuk

memukul(6-7)

(9)

• Ketika bola telah masuk pada zona pukulan yang dikehendaki, raket diayunkan ke

depan menuju titik kontak antara bola dengan raket, diusahakan bola berada pada

sweetspot dari raket untuk kesempurnaan dari pukulan tersebut. Swing raket dari rendah

ke tinggi. Setelah terjadi kontak maka kita melakukan ayunan lanjutan (follow through)

dengan cara raket tetap diayunkan hingga melintasi badan kita ke arah kira-kira jam 11

(8-12),

• Kembali ke posisi siap (1)

Pemain pemula disarankan mempelajari pukulan forehand dengan gerakan yang

sederhana terlebih dahulu dengan ayunan yang klasik dan memakai grip continental atau

eastern. Apabila pemain telah dapat menguasai pukulan ini dengan baik, dan dapat

memukul bola melewati net dengan konsisten, selanjutnya dapat bereksperimen dengan

mencoba grip lain seperti semi-western atau western. Umumnya seiring dengan

perkembangan pemain dalam melakukan pukulan, maka footwork pemain juga semakin

baik sehingga menungkinkan untuk mencoba pukulan dengan grip yang lain.

Forehand top Spin

Pukulan topspin banyak dipakai pemain tipe baseliner, demikian juga dengan petenis yang bermain di lapangan gravel (clay court). Pemilihan jenis pukulan topspin disebabkan lapangan gravel merupakan lapangan jenis lambat. Orang yang bermain dengan topspin, biasanya lebih mengutamakan kontrol dibanding penggunaan kecepatan pukulan (speed) dan tenaga pukul (power). Bermain topspin berarti bermain dengan konsistensi dan akurasi pukulan sebagai senjata utama, selain itu permainan ini menguji tingkat ketelatenan dan kesabaran.

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

(10)

Gambar 7b.

Tahapan pergerakan

forehand top spin

Forehand drive/flat

Perbedaan utama pukulan ini dengan topspin terlihat dari cara backswing dan ayunan ke depan (forward swing). Kalau dalam topspin gerakan backswing diawali dari bawah, maka drive maupun flat dilakukan hampir mendatar. Backswing disini cenderung lebih tinggi posisi dibanding topspin, yaitu setinggi pinggang atau setinggi bahu. Ayunan depan hampir mendatar dengan posisi raket menutup. Follow through sama seperti topspin, berakhir dengan posisi seperti menyikut muka lawan. Jenis pukulan ini yang sekarang berkembang dan dipakai oleh banyak pemain, karena dengan jenis pukulan ini tipe speed and power game dimainkan.

(11)

Backhand

Sama halnya dengan forehand, setiap pemain harus memiliki backhand yang baik dan solid. Perbedaan utamanya terletak pada posisi pukulnya saja, tetapi caranya sama. Kalau dalam forehand kita memukul dengan bagian depan tangan (fore of the

hand), sedangkan dalam backhand kita memukul dengan bagian belakang tangan (back of the hand). Cara backswing dan impact point-nya sama, kecuali follow through, karena

tidak mungkin tangan ditekuk seperti forehand, jadi otomatis berakhir dengan posisi tangan lurus (kecuali pukulan backhand dengan dua tangan).

Sumber : Barron’s. 2000.

Gambar 9a.

Rangkaian melakukan pukulan backhand

Backhand topspin

Pada prinsipnya, gerakan backhand topspin tidak berbeda dengan forehand. Diawali dengan backswing dari bawah, posisi permukaan raket sedikit ditutup dan diakhiri dengan follow through lurus di atas bahu. Dalam backswing pun sama, jangan melewati sudut 90 derajad dari posisi pukul. Lakukan perkenaan (impact point) di depan badan dan ayunan lanjutan (follow through) berakhir dengan posisi pegangan raket di atas bahu.

Untuk dapat menimbulkan tenaga pukul, gunakan juga putaran bahu dan pinggang, selain menggunakan ayunan tangan, pegangan harus kokoh pada waktu

impact point. Yang paling penting adalah lakukan pemukulan dengan target kurang

lebih satu meter di atas net, karena dengan adanya putaran bola maka bola tidak akan keluar, justru bagus jatuhnya di daerah belakang lapangan lawan. Banyak tidaknya putaran bola tergantung dari sudut pukulan. Semakin tinggi sudutnya (semakin

(12)

vertikal), semakin banyak spin yang didapat. Tetapi jika sudut horisontalnya lebih lebar, maka spin menjadi semakin sedikit.

Gambar 9. Tahapan pergerakan backhand top spin

Untuk melakukan backhand top spin, pegangan dirubah menuju grip backhand, khususnya untuk yang memakai satu tangan. Sedang yang memakai dua tangan (double

handed backhand) grip forehand tinggal ditambah pegangan dengan tangan kiri,

kemudian merapatkan posisi tangan kanan dan kiri.

Backhand drive

Setelah kita melakukan split step dan mengadakan penyesuaian langkah ke posisi pukul backhand, lakukan backswing sebatas pinggang atau lebih sedikit, tetapi jangan melebihi bahu. Lakukan ayunan ke depan, tidak terlalu datar, tetapi sedikit condong ke atas. Lakukan perkenaan di depan badan dengan posisi permukaan raket sedikit tertutup, dan akhiri dengan gerakan follow through di atas bahu. Tahapan pergerakan dapat dilihat pada Gambar 10.

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 10. Tahapan pergerakan backhand drive

Drive dilakukan sebatas pinggang atau lebih tinggi sedikit, tetapi topspin dilakukan pada posisi lebih ke bawah. Pada drive ini lebih baik kalau kita menjemput bola.

(13)

Artinya bola dipukul pada waktu memantul ke atas (on the rise) atau memukul bola pada saat mencapai puncak pantulan (on the top).

Backhand Slice

Slice dilakukan pada semua kecepatan bola, artinya dapat dilakukan pada kecepatan bola lambat (after the top), saat di puncak pantulan (on the top) atau memantul ke atas (on the rise). Tentu saja jenis pukulan slice pada kecepatan bola on the rise yang paling bagus, seperti dilakukan ole Steffi Graf. Lakukan backswing dari atas bahu, posisi raket terbuka, tekan ke depan dengan susut kemiringan + 45 derajad. Lakukan perkenaan di depan badan, akhiri dengan follow through setinggi bahu (sudut pukulan dapat berubah sesuai dengan tinggi rendahnya bola).

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 10a.

Tahapan pergerakan

backhand slice (tangan kiri)

Gambar 10b.

Tahapan pergerakan

backhand slice (tangan kanan) Volley

Volley dalam tenis adalah pukulan yang dilakukan sebelum bola memantul di tanah. Umumnya seorang pemain memukul volley sambil berdiri di dekat net, walaupun kadang dilakukan lebih jauh ke belakang, di tengah lapangan tenis atau bahkan di dekat baseline. Tujuan utama dari volley adalah menuju ke posisi ofensif,

(14)

memotong waktu reaksi lawan. Lawan akan memiliki lebih sedikit waktu untuk memburu bola dari volley. Melalui pukulan volley seorang pemain menghilangkan kemungkinan pantulan yang buruk dari permukaan yang tidak rata seperti yang terdapat di beberapa lapangan rumput dan tanah liat.

Untuk mempercepat permainan para pemain biasanya maju ke depan mendekati

net melakukan volley

. Ketika sedang dekat net, pemain yang melakukan pukulan volley memiliki pilihan yang lebih luas sudut untuk memukul ke lapangan lawan. Pemain yang melakukan pukulan volley harus memiliki reflek yang cepat untuk membuat pukulan, dan membutuhkan koordinasi mata-tangan yang baik. Pemain yang melakukan pukulan volley juga harus siap menerima pukulan lob dari lawan.

Melatih

volley yang baik sama pentingnya dengan melatih groundstroke, serve, return serve dan

pukulan lainnya. Setiap pukulan dapat sangat berarti bagi pemain jika mereka

menggunakan pukulan-pukulan itu dengan tepat dan benar untuk mendapatkan poin

dalam suatu pertandingan.

Ilustrasi berikut menunjukkan forehand dan backhand volley secara berurutan. Pukulan forehand volley (eastern grip) dapat dilihat pada Gambar 11.

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 11.

Tahapan pergerakan

forehand volley Tahapan pergerakan:

• Mulai dari posisi siap (1), persiapan lebih awal. • Ambil backswing pendek (2)

• Level kontak bola dengan kaki depan pada jarak yang nyaman jauh dari tubuh dengan lengan sedikit ditekuk (3), melangkah untuk memukul

• pukulkan raket ke bola - tidak ada ayunan lanjutan (4) • Menjaga keseimbangan, kembali ke posisi siap (1)

(15)

Pukulan setengah volley (half volley) dalam tenis adalah pukulan yang dilakukan segera setelah bola memantul. Pemain yang memukul setengah volley seharusnya tidak mengambil backswing penuh, tapi harus tetap follow through. Grip untuk memukul adalah standar continental. Setengah pukulan adalah pukulan yang sulit untuk dilakukan, sering pemain memukul setengah volley hanya ketika dipaksa oleh lawan atau posisi terdesak. Namun, beberapa profesional seperti Pete Sampras memiliki pukulan setengah volley luar biasa yang dapat digunakan sebagai senjata.

Tahapan pukulan backhand volley seperti pada forehand volley dapat dilihat pada Gambar 12

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 12.

Tahapan pergerakan

backhand volley

(a) Jarak ideal panjangnya lengan tangan (b) Jarak ideal di depan badan

(16)

Serve

Bagi para pemula, serve adalah awal dari permainan, tetapi bagi pemain professional, serve bisa menjadi senjata yang mematikan. Saat ini para pemain berusaha untuk melakukan serve sekeras-kerasnya, karena bagi mereka serve bisa langsung mendapatkan poin, melalui “ace serve”. Seorang pemain memulai serve dengan melemparkan bola ke udara dan memukul (biasanya di dekat titik tertinggi lemparan) ke dalam kotak serve lawan secara diagonal tanpa menyentuh jaring. Biasanya serve para pemain di atas kepala, tapi serve dengan tangan dibawah bahu, meskipun tidak umum, diperbolehkan. Setelah melakukan pukulan serve seorang pemain harus dapat memanfaatkan waktu untuk bereaksi terhadap pukulan lawan (return serve).

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 14a.

Tahapan pergerakan serve (tampak samping)

Gambar 14b.

Tahapan pergerakan serve (tampak depan)

Serve merupakan pukulan yang lebih sulit untuk seorang pemula, tetapi begitu menguasai akan mendapat keuntungan yang cukup besar. Pemain yang sudah mahir dapat melakukan serve dalam berbagai cara, dan sering menggunakannya sebagai senjata menyerang (ofensif) untuk memperoleh poin. Karena itu, pemain profesional diharapkan dapat memenangkan sebagian besar permainan serve mereka, dan

(17)

kemampuan untuk mematahkan serve lawan memiliki peran penting dalam sebuah pertandingan.

Sebuah serve dinyatakan syah ketika bola mendarat pada posisi silang/diagonal dari kotak serve, jika bola mendarat di luar kotak tersebut dianggap suatu kesalahan. Jika dua kesalahan apapun yang diberikan pada suatu poin, itu adalah kesalahan ganda dan poin diberikan kepada penerima. Sebuah kesalahan kaki terjadi ketika kaki server (pemain yang melakukan serve) masuk ke posisi ilegal sementara serve. Kaki server tidak boleh menyentuh dasar atau garis tengah sampai bola dipukul. Berlari atau berjalan sementara serve tidak diperbolehkan.

Serve dan return serve

Aturan tidak membeda-bedakan antara serve pertama dan kedua. Namun, taktik yang digunakan adalah berbeda. Serve pertama bersifat menyerang dengan kekuatan maksimum, keterampilan, dan gerakan tipuan pemain dengan tujuan memenangkan poin secara langsung atau pada stroke berikutnya, dengan memaksa para penerima ke dalam posisi yang tidak menguntungkan. Serve kedua biasanya lebih konservatif untuk menghindari kesalahan ganda, dan biasanya memukul dengan kekuatan lebih kecil atau kurva yang lebih tinggi.

Permainan tenis sebenarnya diawali oleh dua macam pukulan. Yang pertama adalah serve, bagi pemain yang memulai permainan dan return serve bagi yang mengembalikan bola. Pengembalian serve (return serve) adalah pukulan yang sama dengan pukulan grounstroke biasa, bedanya tekanan yang terjadi pada return serve sangat besar. Pemain penerima serve harus dapat mengembalikan bola, apabila return serve gagal, artinya permainan rally tidak mungkin berlangsung.

Lob

Sebuah lob dalam tenis adalah memukul bola tinggi dan jauh ke lapangan lawan. Dapat digunakan sebagai senjata ofensif atau defensif, tergantung pada situasi. Lob dilakukan ketika lawan berdiri di dekat net, menunggu untuk voli. Bola harus melambung di atas lawan dan masuk ke lapangan yang terbuka di belakangnya. Jika kita melihat lawan di depan net, ada dua cara untuk mengatasinya yaitu dengan melakukan passing-shot atau lob. Cara yang biasa dilakukan oleh pemain untuk

(18)

melakukan lob yaitu dengan membuka permukaan raket dan mengangkat bola dari bawah dengan smoothly (lembut).

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 15a.

Tahapan pergerakan

forehand lob

Hal yang penting dilakukan:

• buka wajah raket di depan ayunan untuk mengangkat bola • ayunan lanjutan (follow through) yang tinggi

• badan condong dan bergerak maju

• Gunakan gerakan tipuan untuk mengecoh lawan

• Tekan bola ke posisi baseline untuk memberikan efek terbesar • Bergerak ke net mengikuti lob yang sukses

Lob yang baik Lob yang buruk

Gambar 15b.

Kurva pergerakan bola pada

forehand lob

Drop Shot

Salah satu senjata yang paling berguna setelah melakukan rally-rally panjang dalam permainan tenis adalah dropshot. Sebuah drop shot dalam tenis adalah mengiris (slicing), menempatkan backspin pada bola hanya melewati net. Drop shot yang baik berjalan sedemikian rupa sehingga lawan tidak dapat berlari cukup cepat untuk mengambilnya. Drop shot yang baik memerlukan sentuhan (tauch) besar. Bola harus

(19)

memantul rendah dan dekat net, kadang-kadang menggunakan underspin (atau backspin). Seringkali jika backspin cukup besar, yang memantul dari bola akan lebih singkat, dan dalam beberapa kasus yang ekstrim bahkan akan menyebabkan bola memantul kembali ke arah net. Meskipun jenis pukulan ini baik, tetapi jangan terlalu banyak dilakukan., karena jika pelaksanaannya tidak sempurna dapat berakibat fatal, yaitu kehilangan poin gara-gara dropshot yang terlalu tinggi. Dalam prakteknya, dropshot dilakukan dengan pukulan slice yang ditahan follow through-nya dan touch menjadi kunci utamanya.

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 16a.

Tahapan pergerakan f

orehand drop-shot

Gambar 16b.

Posisi badan pada f

orehand drop-shot

Hal yang harus diperhatikan:

• mengurangi kecepatan pukulan

• bola harus jatuh hanya melewati net

•gerakan tipuan adalah penting untuk memastikan lawan tidak cukup waktu untuk

membaca pukulan

(20)

Gambar 16c.

Tahapan pergerakan back

hand drop-shot Smash

Sebuah smash dalam tenis adalah pukulan di atas kepala dengan gerak seperti serve. Smash biasanya memukul dengan kekuatan besar dan sering kali berakhir dengan poin. Kebanyakan smash dilakukan cukup dekat net atau pada pertengahan lapangan sebelum bola memantul. Umumnya smash dilakukan sebagai respon terhadap lobs yang dilakukan lawan belum cukup tinggi atau dalam. Seorang pemain juga dapat melakukan smash pada bola yang sangat tinggi dari baseline, pada saat setelah memantul, meskipun sering kali smash-nya kurang kuat.

Sumber: Anne Pankhurst. 1990. Gambar 17.

Tahapan pergerakan

Smash Hal-hal yang perlu diperhatikan:

• pemain perlu untuk menyesuaikan posisi mereka sampai bola di posisi yang tepat • pemain harus menggunakan lengan untuk menjaga keseimbangan

• pemain harus memukul bola di ketinggian penuh

• bola diusahakan dengan sudut sangat miring ke baseline

(21)

Jimmy Connors menciptakan dan mempopulerkan “skyhook”, sebuah versi smash overhead menggunakan grip eastern untuk memukul bola jauh di belakang tubuh daripada yang dapat dilakukan dengan sebuah smash overhead tradisional. Pete Sampras mempopulerkan smash melompat, di mana ia melompat dan kemudian menabrak bola pada saat melambung di udara. Smashing biasa dipukul bersama dengan gaya gravitasi ke bawah, membuat jenis pukulan ini hampir tidak dapat dipatahkan. Pukulan gaya sperti ini sering juga disebut “slam dunk”, seperti dalam basket. Saat ini, smash gaya ini banyak dipraktekan oleh pemain-pemain profesional seperti Roger Federer, Rafael Nadal, Andy Roddick, Jo-Wilfried Tsonga dan Andre Agassi yang terbukti memiliki smash paling konsisten dan efektif. Martina Hingis sering menggunakan smash slice yang kurang kuat tetapi sangat efektif.

Gambar 17b.

Posisi badan pada saat smash (tampak samping dan depan)

BAB III. PERMAINAN Dasar posisi lapangan.

Posisi dasar untuk permainan single harus sering dipraktekkan sebagai bagian dari proses latihan. Dasar posisi untuk bermain single disajikan pada Gambar 18.

• Posisi yang melakukan serve (server) sedekat mungkin dengan pusat untuk menutupi kembali ke kedua sisi.

• Posisi penerima serve (reciever) pada atau di belakang baseline sehingga mereka dapat menutupi kedua sisi forehand atau backhand.

(22)

'X1' pada posisi reli groundstroke - sebagian besar defensif karena berada di bagian belakang lapangan. 'X2' yang posisi volley- posisi penyerang.

Sumber: Anne Pankhurst. 1990. Gambar 18. Posisi dasar untuk single Sedang posisi dasar untuk double dapat dilihat pada Gambar 19.

Sumber: Anne Pankhurst. 1990. Gambar 19. Posisi dasar untuk double

Posisi dasar untuk double:

• posisi server 'X1' - lebih ke arah sisi lebar garis untuk menutup pengembalian lebar. • mitra server 'X2' - dalam posisi menyerang dan menutupi pengembalian garis lurus (ke "tramlines")

• Penerima 'Y1' pada dasarnya seperti dalam single.

• Penerima mitra 'Y2' - pada garis serve, siap untuk bergerak untuk menyerang atau bertahan, tergantung pada pengembalian dari penerima.

• Posisi penggalangan yang tepat dilakukan segera setelah serve dan pengembalian serve selesai.

Pada permainan tenis double, kedua pasangan harus berdampingan sesegera mungkin seperti yang diperlihatkan pada Gambar 20. Salah satu pasangan: 'X1' posisi rally

(23)

groundstroke pada atau di belakang garis/baseline (posisi defensif) atau di: 'X2' posisi volley (posisi menyerang)

a. X1:baseline/defensif; X2: volley/ofensif b. perpindahan defensif ke ofensif Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 20. Posisi rally pada double

Mengembangkan permainan

Setelah pemain menguasai teknik memukul, teknik bergerak (footwork) dengan baik serta mampu menguasai lapangan. Maka dalam teknik bermainnya harus mampu mengarahkan setiap pukulannya sesuai dengan target yang ingin dicapai (akurasi pukulan). Untuk dapat mengarahkan pukulan dengan baik dan akurat, maka diperlukan kemampuan dalam membaca daerah pertahanan lawan dengan baik, artinya mampu mengontrol posisi lawan. Dengan mampu mengetahui posisi lawan, kita akan tahu daerah lawan yang kosong sehingga dapat mengarahkan pukulan ke daerah yang kosong tersebut (Gambar 21).

(24)

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 22. Area rawan saat permainan rally pada double

Macam pukulan

Memukul dalam permainan tenis pada prinsipnya dibagi menjadi tiga kategori: 1. pukulan bertahan (defend)

2. pukulan menyerang (attacking) 3. pukulan membunuh (killing)

Pukulan bertahan banyak dilakukan dari bagian belakang lapangan (baseline). Ketika seorang pemain mendapat serangan dari lawan, tindakan yang pertama dilakukan adalah melakukan pertahanan (defensif). Pukulan bertahan dimasa lalu dikenal dengan sebutan ‘keep the ball in play’ atau menjaga bola tetap dalam permainan. Biasanya pemain dalam keadaan bertahan akan mencoba memukul bola panjang ke daerah belakang lawan dan jenis pukulan cenderung topspin. Tujuan utama pukulan bertahan adalah sebagai penetrasi, jika penetrasi berhasil artinya pemain akan memposisikan diri baik pada posisi netral saat lawan melakukan pukulan selanjutnya.

Untuk dapat membedakan antara pukulan menyerang dan pukulan bukan menyerang biasanya dilihat berdasarkan daerah pukul, jika pukulan dilakukan di daerah belakang lapangan (baseline) maka pukulan itu termasuk pukulan membangun serangan, sedang jika pukulan dilakukan di daerah tengah lapangan maka pukulan itu termasuk jenis pukulan menyerang. Target utama pukulan menyerang adalah untuk mempersulit lawan.

Diantara ketiga jenis pukulan, pukulan membunuh adalah pukulan yang paling mudah. Karena pukulan ini biasanya dilakukan pasa saat lawan sudah dalam keadaan

(25)

terjepit atau lawan melakukan pengembalian bola tanggung yang mudah dimatikan. Mengenai cara dan jenis pukulan ditentukan oleh situasi pada saat itu, jika berada di depan net otomatis berupa killing volley sedangkan kalau bola tinggi datangnya maka berupa overhead smash, sedangkan untuk bola yang jatuh ditengah lapangan dilakukan groundstroke (killing shot). Dalam melaksanakan eksekusi harus tetap konsentrasi dan jangan terburu-buru untuk menghindari kesalahan yang tidak perlu (unforced error).

Konsep Spin

Spin memiliki dua efek pada bola • Mengubah arah lambungnya bola. • mengubah pantulan

Kedua efek ini yang membuat penerima lebih sulit mengantisipasi dan mengembalikan bola. Sangat penting bahwa siswa memahami konsep spin, berbagai jenis spin dan dapat diterapkan dalam situasi latihan (lihat Gambar 2.2).

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 23. Rotasi dan arah pergerakan bola pada saat top spin back spin dan side spin

Topspin adalah pukulan dimana bola menggelinding seolah-olah berputar dalam arah yang sama seperti yang bergerak. Topspin pada pukulan menanamkan gaya ke bawah yang menyebabkan bola turun, karena interaksinya dengan udara. Hal ini dapat dihasilkan dengan memukul bola dengan ayunan up-and-forward, dengan raket menghadap ke bawah. Pukulan topspin adalah kebalikan dari slice; topspin itu sendiri adalah kebalikan dari backspin (Gambar 23 dan 24).

(26)

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 24. Pergerakan bola pada saat top spin dan slice Taktik bermain single

Taktik yang diterapkan dalam permainan single adalah bagaimana mengekploitasi kelemahan lawan. Dengan menggunakan berbagai penempatan bola untuk mencari titik lemah dan menggunakan groundstrokes untuk:

(1) menemukan kelemahan lawan.

(2) berapa banyak poin dapat dimenangkan dengan memanfaatkan kelemahan ini? (3)berapa banyak poin yang kehilangan ketika kelemahan pemain dieksploitasi? Mengapa dan mana?

 Apakah kelemahan selalu di posisi yang pemain harapkan? (mungkin backhand.)

 Apakah kelemahan selalu pada stroke? Mungkinkah mereka menjadi miskin taktik, misalnya; seorang lawan mungkin tidak kembali ke posisi sentral di lapangan antara pengambilan pukulan dalam rally.

 Apakah kelemahan yang disebabkan oleh gaya permainan tertentu? Contoh: lawan dengan backhand dua tangan mungkin mengalami kesulitan dalam menjangkau bola yang lebar. Lawan menggunakan western forehand grip sulit untuk memukul bola memantul rendah. Bagaimana

 Apakah kita bisa mengatasi kelemahan pribadi?

 Bagaimana kita membuat lebih mudah untuk menyerang kelemahan lawan. Mencari poin di permainan tunggal

1. Konsistensi

(27)

3. Berada dalam posisi yang tepat pada saat yang tepat 4. "Membaca" permainan

Taktik bermain ganda

Taktik yang diterapkan dalam permainan ganda adalah bergerak ke net sebagai sebuah tim. Apa? Adopsi dari strategi menyerang yang akan mengurangi waktu reaksi lawan, dan memberikan kesempatan pemain di net untuk menggunakan sudut tambahan dan "meletakkan bola jauh dari jangkauan lawan".

Bagaimana?

(1) Pada saat lawan di baseline – memukul mendalam “hit deep”.

(2) Pada saat lawan di net – memukul lambung “overhead” kemudian menyerang balik mereka. Pemain rally dengan tujuan menjadi tim pertama untuk mendapatkan posisi di net. Mengapa dan mana?

 Bola macam apa dari lawan memungkinkan mereka untuk bergerak ke net? Bola yang lebih pendek/lebih lembut. Dibutuhkan kerja sama dengan mitra. Alasan keuntungan dari posisi di net: mereka dapat memukul volley bola ke bawah; mengurangi waktu reaksi lawan, serta membuat lawan di bawah tekanan karena mereka harus menerima pukulan sulit.

 Pada saat lawan melakukan lob, keduanya lari ke belakang, memutuskan siapa yang mengejar lob. Dengan menggunakan taktik ini dalam ganda merupakan kebutuhan untuk menguasai net. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa tempat memukul bola ke lapangan lawan akan sangat menentukan pengembalian lawan. Daerah sasaran untuk memukul bola disajikan pada Gambar 25.

Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

(28)

Taktik baik permainan tunggal dan ganda dapat dikembangkan dengan menerapkan: • Exploit daerah lapangan yang berbeda: kedalaman, melebar, menyudut.

•Bermain dengan kekuatan: serve dan volley, serta konsistensi baseline Khusus untuk ganda:

• menutupi net secara bersama-sama • permainan dengan serve wining

Ada dua pertimbangan taktis lebih lanjut yang harus dipertimbangkan: • gaya permainan

• Faktor-faktor lingkungan

Gaya permainan

• Selalu bermain dengan kekuatan sendiri

• Adaptasi diperlukan untuk menghadapi kekuatan lawan

Faktor-faktor lingkungan

• permukaan lapangan • kondisi cuaca

Pelatih harus menciptakan kondisi permainan dan latihan keterampilan untuk simulasi kondisi tertentu yang kemungkinan dihadapi pada saat bertanding.

Memukul dengan spin dan penggunaan variasi stroke. Dasar Tenis stroke dapat dikembangkan dalam dua cara:

• Dengan mengubah cara permukaan raket memukul bola, sehingga menimbulkan putaran, yang membuat bola berperilaku berbeda

• Dengan mengubah arah ayunan raket, untuk menghasilkan pukulan seperti lob, drop shot dan smash

Mencari poin di permainan ganda tergantung kemampuan untuk: 1. melakukan “cross court rally”

2. mendekati net dan volley

3. melakukan serve dan volley secara terkontrol

(29)

Peraturan permainan

Tenis dapat dimainkan sebagai kontes individu antara dua pemain atau permainan tim antara dua pasang pemain. Setiap pertandingan terdiri dari serangkaian poin yang membentuk suatu game; sejumlah game akan membentuk suatu set, dan akhirnya jumlah set akan membentuk suatu match. Kejuaraan tenis profesional pria utama dimainkan dengan dasar lima set terbaik (the best of five sets basis); sedang untuk wanita dengan dasar tiga set terbaik (the best of three sets basis).

Kategori game

Game dapat dimainkan baik sebagai tunggal atau ganda, dan dibagi menjadi beberapa kategori berikut:

•Tunggal dan ganda pria dan wanita • Ganda Campuran

Ini adalah kategori turnamen resmi, tapi di tingkat akademi tidak ada keharusan untuk mematuhi secara ketat seperti pada turnamen internasional.

Skor

Sistem penilaian dalam tenis dibagi menjadi poin, game dan set. Untuk

memenangkan permainan pemain harus menang 4 poin dengan margin 2 poin di atas

lawan. Dalam hal kedua pemain memiliki 3 poin, bermain terus sampai salah satu pemain

telah memenangkan 2 poin berturut-turut. Pemain pertama yang memenangkan enam

pertandingan berarti memenangkan set. Pada saat nilai kedua pemain mencapai 6 game

sama berlaku tie-break..

Skor disebut sebagai:

1. poin pertama 15

2. poin kedua 30

3. poin ketiga 40

Jika kedua pemain memiliki 3 poin skor disebut sebagai jus

“deuce”

, dengan poin

kemenangan berikutnya disebut sebagai keuntungan server atau keuntungan penerima.

(30)

Jika pemain yang sama menang pada poin berikutnya mereka memenangkan game. Jika

lawan yang menang skor kembali ke Deuce.

Tie break

Dalam hal berkepanjangan set di mana skor mencapai enam game sama, tie-break mulai

berlaku. Dalam tie-break pemain atau pasangan yang menang 7 poin (dengan 2 poin

margin) memenangkan tie-break dan set. Tie-break adalah nilai numerik (mis. 1, 2, 3, dan

bukan 15, 30, 40) dan skor set akan dicatat sebagai 7-6.

BAB IV. FUNDAMENTAL TENIS Physical Conditioning

Tiga elemen yang bergabung untuk menghasilkan petenis yang paling efektif yaitu: keterampilan (skill), kebugaran (fitness), dan ketangguhan mental (mental

toughness) dirangkum dalam pie-chart (Gambar 26). Untuk mencapai potensi penuh

seorang pemain harus menyadari ketiga persyaratan tersebut karena: •Tanpa keterampilan mereka tidak bisa bermain.

•Tanpa kebugaran mereka tidak dapat bertahan atau menutup lapangan untuk mencapai semua pukulan lawan.

•Tanpa ketangguhan mental mereka tidak bisa menang. Kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemain tenis yaitu:

 teknik memukul yang bagus

 kondisi positioning dan ready position yang baik  footwork tang prima

 memiliki court coverage yang baik  memiliki taktik dan strategi yang jitu  mampu membaca permainan lawan  kondisi fisik/kebugaran yang prima  memiliki mentalitas tangguh

Sebelumnya sebagian besar pemain profesional mempersiapkan turnamen hanya dengan bermain tenis. Kebanyakan sekarang menyadari bahwa kebugaran fisik dan

(31)

makan diet seimbang memungkinkan mereka mencapai potensi sepenuhnya. Program pelatihan fisik dan mental memainkan peranan penting dalam pendidikan tenis.

a. Tiga elemen b. Komponen spesifik Sumber: Anne Pankhurst. 1990.

Gambar 26. Tiga elemen untuk menghasilkan petenis paling efektif; dan komponen spesifik dalam tenis

Pemanasan dan peregangan

Pemanasan (warm-up) dan peregangan (stretching) sangat penting untuk dilakukan sebelum berlatih atau berolahraga pada umumnya. Keduanya dapat berguna untuk memperbaiki performa, mencegah resiko cedera, melenturkan otot tubuh, bahkan hingga pencegahan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan tulang (orthopedic). Sebenarnya terdapat perbedaan mendasar antara pemanasan dengan peregangan. Meskipun pemanasan sama sekali tidak sama dengan peregangan namun keduanya dapat saling meningkatkan manfaatnya masing-masing.

Pemanasan dilakukan sebagai persiapan sebelum berlatih, berolahraga dan beraktivitas. Pemanasan menjadi semakin penting ketika usia bertambah, apalagi jika menderita cedera atau penyakit orthopedic lainnya. Pemanasan biasanya diselesaikan dengan kondisi tubuh sedikit berkeringat. Kondisi tersebut akan menaikkan temperatur tubuh sehingga jaringan otot-otot tubuh akan menjadi lebih elastis dan lentur akibatnya dapat mengurangi resiko cedera, keseleo atau kram otot. Otot-otot dan tendon (urat-urat daging) mempunyai sifat viscoelasticity. Maksudnya adalah otot dan tendon akan bereaksi berbeda pada kondisi temperatur tubuh yang berbeda pula. Sifat fisik otot dan tendon sangat berbeda. Ketika kondisinya dingin, maka keduanya menjadi mudah kaku

(32)

dan tegang. Sebaliknya jika kondisinya menghangat maka otot dan tendon menjadi lebih elastis bagaikan tali bungee jumping. Berdasar pada sifat tersebutlah maka pemanasan sebelum berolahraga atau berlatih sangatlah penting. Kondisi otot yang dingin akan mudah keseleo.

Gambar 27a. Variasi gerakan peregangan

Pemanasan sangat mudah dilakukan agar tubuh bisa sedikit memanas dan berkeringat. Pemanasan biasanya dapat dilakukan dengan aktivitas kardiovaskular atau aerobik singkat seperti berlari di tempat, mengayuh sepeda statis (stationary bike), atau dengan melompat (jumping jacks). Sementara peregangan sangatlah berbeda. Jika diatas disebutkan bahwa kondisi otot yang dingin akan mudah keseleo (karena itu pemanasan sangat penting), maka kondisi otot atau kelompok otot yang tegang dan kaku juga akan mudah keseleo. Disinilah peran peregangan menjadi penting. Peregangan memerlukan manuver atau gerakan yang bisa memperpanjang atau mengulur dengan lembut dan hati-hati bagian otot dan tendon tubuh. Waktu yang sangat tepat untuk melakukan peregangan adalah setelah pemanasan yang cukup. Kita juga dapat meregangkan otot yang kondisinya dingin, namun harus lebih berhati-hati agar tidak terjadi keseleo berat, peregangan yang berlebihan, atau malah dapat mencederai otot. Peregangan dapat dilakukan dengan aman setiap hari dan harus melibatkan semua kelompok otot mayor.

(33)

Umumnya, orang-orang dewasa mempunyai empat titik otot tegang yang dapat diperkirakan sebelumnya. Empat titik tersebut adalah bahu bagian depan, punggung bagian bawah, otot-otot lutut, dan betis. Jika terlanjur mengalami otot yang tertarik atau bagian otot yang cedera, maka kemungkinannya telah terjadi juga ketegangan otot di sekitar empat titik tadi.

Gambar 27b. Variasi gerakan peregangan

Perlu diingat bahwa kombinasi antara pemanasan dan peregangan dibutuhkan sebelum aktivitas olahraga. Apalagi untuk olahraga atau aktivitas yang melibatkan pola gerakan yang mendadak dan gerakan melompat. Jika akan bermain tenis atau basket, maka pemanasan dan peregangan harus lakukan dahulu. Beberapa kelompok otot tertentu yang membutuhkan peregangan lebih lama. Misalnya, jika akan bermain tenis, maka dianjurkan melakukan gerakan lari di tempat, shadow boxing atau jumping jacks selama beberapa menit sampai sedikit berkeringat. Kemudian bisa mulai gerakan

(34)

peregangan simpel yang terfokus pada otot atau kelompok otot yang penting dalam permainan tenis seperti bagian betis, lutut, punggung bawah, siku, lengan bawah dan bahu. Perlu diingat sekali lagi, lakukanlah pemanasan terlebih dahulu dan kemudian disusul peregangan.

Persiapan mental

Bermain tenis yang baik adalah kombinasi dari tiga keterampilan yang berbeda. • keterampilan fisik seperti waktu, keseimbangan dan kebugaran.

• keterampilan teknis seperti groundstrokes, serve dan volley.

• keterampilan mental seperti konsentrasi, mengatasi kekhawatiran dan kegelisahan, dan visualisasi.

Biasanya orang menggambarkan keterampilan mental dalam hal ketahanan mental. Sukses pemain seperti Boris Becker, Ivan Lendl, Steffi Graf dan Monica Seles sering digambarkan sebagai bermental tangguh. Hal ini sering berarti mereka merespons tekanan dengan memainkan beberapa tenis terbaik mereka. Namun, ketahanan mental adalah hasil dari berbagai keterampilan mental seperti kemampuan untuk berkonsentrasi di bawah tekanan dan untuk mengatasi kekhawatiran dan kecemasan adalah beberapa bahan ketangguhan mental. Konsentrasi adalah tindakan memfokuskan perhatian. Ini berarti menjaga pikiran kita di sini dan sekarang. Hal ini dimungkinkan untuk memusatkan perhatian internal (pada pikiran dan perasaan) dan eksternal (pada hal-hal yang terjadi di dunia sekitar).

Kecemasan

Kecemasan ini disebabkan oleh antisipasi terhadap peristiwa yang mengancam seperti takut gagal, takut terlihat buruk, atau tidak sesuai harapan dapat menyebabkan pemain merasa cemas. Sensasi kecemasan meliputi:

 detak jantung yang cepat  merasa sakit

 sakit perut  iritabilitas

 kehilangan nafsu makan  kelelahan

(35)

Banyak pemain mampu menggunakan kecemasan mereka untuk membantu kinerja. Beberapa pemain mempersiapkan diri untuk turnamen besar, dan mulai menggunakan kecemasan secara konstruktif, dengan menggunakan keterampilan mental yang disebut “stres inokulasi”. Perasaan cemas berkurang secara bertahap ketika pemain menjadi terbiasa dengan persaingan dalam pertandingan. Dalam rangka untuk mengendalikan kecemasan dan menjaga konsentrasi, pemain harus mempelajari berbagai teknik yang telah dikembangkan untuk membantu mengatasi kecemasan.

Ritual, relaksasi dan kontrol nafas

Tenis adalah olahraga di mana aktivitas bermain ada waktu sela " interrupted ". Antara poin dan antara game terdapat tantangan konstan pada keterampilan berkonsentrasi. Banyak pemain top mengembangkan ritual untuk membantu memfokuskan perhatian mereka. Relaksasi bertujuan menurunkan ketegangan pada otot-otot tubuh. Relaksasi tidak berarti jatuh tertidur. Penting untuk merasakan ketegangan di lapangan, namun jika otot-otot tubuh terlalu terlalu tegang akan mempengaruhi performa.

Kita bernapas berbeda ketika cemas atau gugup daripada ketika kita tenang dan percaya diri. Takut dan ketegangan menyebabkan dangkal, bernapas tersentak-sentak. Semakin santai dan tenang Kita merasa semakin mudah untuk bernapas dalam-dalam, secara berirama. Bernapas keluar adalah salah satu cara alami tubuh yang santai. Dengan menghembuskan napas dalam keadaan terkontrol, dengan cara terus-menerus adalah lebih mungkin bahwa seorang pemain bisa melakukan stroke yang terkontrol.

Cedera di tenis

Ada empat penyebab utama cedera dalam tenis : (1) fasilitas dan peralatan tidak layak, seperti raket terlalu berat, salah ukuran grip, sepatu kurang sesuai, dan permukaan lapangan yang licin; (2) latihan yang salah seperti miskin teknik akan menyebabkan cedera, seperti tennis elbow dan kejang otot; (3) kebugaran, dimana kebugaran yang baik akan sangat mengurangi kemungkinan cedera. Pemain harus memastikan melakukan peregangan sebelum dan setelah bermain. Pemain top seperti

(36)

Ivan Lendl dan Steffi Graf akan memotivasi diri pada kondisi terbatas saat bermain dan mengatasi cedera. Risiko cedera dapat dikurangi jika pemain:

 menggunakan fasilitas peralatan yang baik dan benar  mengembangkan teknik yang baik

 pada kondisi fit untuk tenis

Kecelakaan dapat terjadi dalam olahraga, oleh karena itu sangat penting bagi pelatih dan pemain tahu cara mengobati cedera atau luka sederhana.

Psikologi dalam permainan tenis

Dalam pertandingan, pemain penting untuk menyikapi kekalahan dalam pertandingan dengan sabar dan introspeksi, serta kemenangan dengan rendah hati dan ceria seperti seorang olahragawan. Tujuan pertandingan adalah bermain untuk menang, tapi tidak ada kredit poin bagi pemain yang menang secara tidak adil. Menang adalah tujuan, dan untuk mencapainya harus bermain hingga akhir kekuatan, akhir napas, dan akhir keberanian. Jika pemain telah melakukannya dan kalah, berarti yang lebih baik menjadi pemenangnya.

Penting untuk mempelajari lawan baik di dalam maupun di luar lapangan. Mencari kelemahan, dan menemukannya, selanjutnya melawan tanpa ampun. Pemain memutuskan modus serangannya berdasarkan kelemahan lawan. Apabila lawan menginginkan kita bermain dekat net, maka kita tetap bermain di belakang dan memaksa lawan untuk masuk ke pola permainan kita. Sedang bila lawan menyerang secara kejam, lakukan dengan serangan yang sama kuat. Ingat bahwa pertahanan terbaik adalah menyerang, karena pada saat lawan sibuk dalam serangan kita, dia akan memiliki waktu lebih sedikit untuk memformulasikan sistemnya. Pada saat kita bermain sangat stabil, jangan berusaha untuk mengalahkan lawan dengan permainannya. Dalam banyak kasus lawan lebih baik daripada kita, masuk dalam permainan kita dan menekan untuk menang. Di sisi lain, jika kita menghadapi lawan sedang ketinggalan poin, bermain aman dan menuai hasil dari kesalahan lawan. Ini akan menyelamatkan kita dari kesulitan dan menghilangkan rasa percaya diri lawan.

Permainan single di tenis penuh dengan tekanan yang merupakan perpaduan usaha, mental dan fisik individu. Pada permainan single selalu memukul dengan

(37)

penuh tenaga di banding pada permainan ganda, biasanya semakin berpeluang untuk mendapat poin akan semakin tinggi resiko yang akan dihadapi. Kunci keberhasilan dari permainan ganda adalah kerjasama tim, bukan keunggulan individu. Tipe dari kerjasama tim tergantung dari kemampuan individu. Jika kedua pemain pada klas yang sama maka tipe permainan yang diterapkan adalah memberikan beban yang sama pada masing-masing individu pemain. Sedangkan pada keadaan salah satu pemain lebih kuat dari pasangannya, tim akan menjadi baik jika pemain yang lebih kuat dapat melindungi dan mendukung pemain yang lebih lemah. Hal penting dalam permainan ganda adalah mempertahankan bola dalam kondisi main “put the ball in play”. Kesalahan ganda dalam serve adalah buruk dalam permainan single, tetapi tak dapat dimaafkan dalam permainan ganda. Dalam permainan ganda harus selalu menyerang. Net adalah satu-satunya tempat di lapangan untuk permainan ganda, dan pasangan pemain harus selalu berusaha untuk mencapai posisi net.

Jika pasangan kita mulai bermain buruk maka kita mencoba bermain aman hingga pasangan kita menemukan permainannya kembali. Jangan pernah menunjukkan kejengkelan atau memarahi pasangan kita, karena dia sudah berusaha melakukan yang terbaik yang ia bisa, dan berkelahi dengan dia tak ada gunanya. Terus memotivasi dia dan jangan khawatir percayakan pada dia untuk mengatasi masalahnya. Sebuah tim yang sedang “bertengkar” sendiri akan memiliki sedikit waktu tersisa untuk bermain tenis, sehingga akan mudah bagi lawan untuk mengalahkannya. Kita boleh menawarkan saran-saran untuk pasangan kita selama pertandingan, tetapi tidak memaksa dia untuk mengikuti. Setiap tim ganda harus memiliki seorang pemimpin untuk mengarahkan permainan, tetapi pemimpin harus bersedia untuk menjatuhkan kepemimpinan ketika pasangan kita posisi lebih unggul. Hal yang tidak kalah penting adalah memilih partner yang kita suka dan ingin bermain bersama kita, karena akan mengurangi banyak friksi/gesekan. Gaya permainan tidak harus sama yang penting bisa saling menutupi kekurangan masing-masing pemain, dan saling memberikan motivasi untuk memenangkan pertandingan.

(38)

SUMBER BACAAN

Anne Pankhurst. 1990. Tennis. Prepared for The Royal Navy in Association with The Lawn Tennis. Association and Produced by Education & Youth Limited, London. Education Director.

Murti, H. 2002. Tenis sebagai prestasi dan profesi. Penerbit: Tyas Biratno Pallal. ISBN: 979-97169-0-X. 135p.

The fundamental and psychology of tennis. http://1tennisbabes.blogspot.com/

ISTILAH DALAM TENIS

A.

Ace

Approachshot Attacking area After the top

: : : :

Servis yang tidak mampu dijangkau lawan Pukulan bola tengah yang diikuti maju ke net Daerah menyerang

Pukulan yang dilakukan pada saat bola turun sesudah mencapi puncak pantulan B. Backhand Backhand grip Backhand topspin Backhand drive Backhand slice Backstep Baseliner : : : : :

Pukulan pada tenis di sebelah kiri pemain atau disebelah kanan (kidal) Cara pengangan untuk backhand

Pukulan backhand ayunannya diawali dari bawah ke atas Pukulan backhan yang dilakukan hampir mendatar

Pukulan backhand dengan cara memotong bola dari atas ke bawah Langkah ke belakang

Pemain yang bermain di belakang lapangan

C. Combination step Court coverage Contact point Clay court : : : :

Gabungan antara langkah teratur dan berlari bebas Kemampuan menutup/menguasai lapangan Saat bola kena di raket

Jenis lapangan tanah liat

D. Dropshot Dangerous area Double : : :

Pukulan dari daerah belakang lapangan dengan target lapangan depan lawan

Daerah lapangan di bagian belakang (+ 1 meter dari baseline) Main berpasangan (dua orang)

E.

Endurance : Daya tahan tubuh

F.

Forehand Forward step Forehand side step Free step Footwork Flat Follow through Forehand topspin : : : : : : : :

Jenis pukulan di sebelah kanan Langkah ke depan

Langkah teratur ke arah forehand Langkah bebas (berlari)

Pergerakan/cara melangkah

Cara memukul dengan permukaan raket menghadap/sejajar Ayunan ke depan

Pukulan forehand dengan ayunan raket dari bawah ke atas dan bola biasanya dipukul pada kecepatan pukul after the top

(39)

Forehand drive/flat Forehand volley Forced error Forehand grip : : : :

Cara memukul forehang dengan permukaan raket menhadap/sejajar net Pukulan bola tengah di daerah forehand diikuti dengan maju ke net Pukulan yang memaksa lawan membuat kesalahan

Pegangan untuk pukulan forehand

G.

Groundstroke : Pukulan-pukulan dasar pada permainan tenis (forehand, backhand, serve, volley dan overhead smash)

H.

Hard court : Jenis lapangan keras

I.

Impact point : Saat perkenaan bola

J.

Jumping forehand : Pukulan forehand sambil melompat

K.

Keep the ball in play Killing shot

Kick serve

: : :

Menjaga bola tetap dalam permainan Pukulan membunuh

Servis dengan permukaan raket menhadap ke net

L.

Lob : Pukulan dengan cara melambungkan bola melewati kepala lawan yang berada di depan net

M. Mental toughness Management mistake Management pressure : : : Kekuatan mental

Kemampuan mengatur/mengurangi kesalahan yang tidak perlu Kemampuan menahan/mengurangi tekanan yang timbul

N.

Net

Neutral zone : : Pembagi lapangan Daerah tengah lapangan

O. Overhead smash On the rise On the top Open stand Overconfident Out of position : : : : : :

Pukulan dari atas kepala

Pukulan yang dilakukan saat bola memantul ke atas Pukulan dilakukan saat pola mencapai puncak pantulan Posisi pukul dengan badan menhadap ke net

Percaya diri yang berlebihan

Posisi pemain dalam keadaan terdesak

P. Power game Positioning Pressure Powerfull : : : :

Pola permainan yang mengandalkan pukulan keras Posisi saat hendak melakukan pukulan

Tekanan Bertenaga

R.

Return serve Ready position Reading the game Rally

: : : :

Pukulan yang dilakukan untuk mengembalikan servis Posisi siap

Membaca permainan

Mengadu pukulan dalam waktu yang lama

S.

Speed and power game Serve and volley game

: :

Pola permainan yang mengandalkan kecepatan dan tenaga pukul Pola permaina yang mengandalkan sevis keras dan maju ke net untuk volley sebagai penyelesaian akhir

(40)

Serve Split step Servis line Side step

Sequential side step Single court Single Snapping Spin Sparring Slice serve : : : : : : : : : :

Pukulan awal permainan (servis)

Loncatan dua kaki bersamaan sebagai langkah pertama menjelang melakukan gerakan/berlari

Langkah ke samping Langkah ke samping teratur

Lapangan permainan untuk perorangan Perorangan/tunggal

Pecutan Putaran Lawan tanding

Serve yang dilakukan dengan cara mengiris dari pinggir sebelah kanan bola

T.

Topspin lob The game of tennis Touch

The way of moving The way of stroking Tie break Twist serve : : : : : : :

Melambungkan bola dengan cara pemukulan topspin Pola permainan tenis

Sentuhan Cara bergerak

Cara/teknik memukul

Mencari poin tambahan setelah kedudukan sama 6-6 untuk mencari pemenang

Cara serve dengan posisi badan kayang untuk mengambil tenaga

U.

Unforced error : Kesalahan tidak perlu

V. Volley Volley backhan Volley forehand Volley winner : : : :

Pukulan yang dilakukan tanpa bola menyentuh tanah

Pukulan langsung di bagian sebelah kiri pemain atau kanan (kidal) Pukulan langsung di bagian sebelah kanan pemain atau kiri (kidal) Pukulan volley yang menghasilkan poin

W.

Waiting for the ball Winning area Winning shot

: : :

Posisi pemain sudah menunggu bola datang Daerah membunuh

Pukulan kemenangan

Gambar

Gambar 4. Tipe pegangan raket (grip) backhand
Gambar 6. Rangkaian melakukan pukulan forehand  Tahapan pergerakan:
Gambar 7b.  Tahapan pergerakan  forehand top spin
Gambar 9a.  Rangkaian melakukan pukulan backhand
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pelaksanaan uji kompetensi profesi di LSP PPT Migas, memungkinkan peserta melakukan tes dalam jaringan internet maupun

Untuk itu pada umumnya dapat dilakukan dari bagian belakang yaitu dengan mengukur pulsus pada coccygea, memeriksa mukosa pada vulva, mengukur temperatur rektal, setelah

Penutup Bersama peserta didik guru menyimpulkan materi yang dipelajari dengan mengaitkan dengan kondisi social peserta didik..

Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Nomor : 19/Pan-AlkesPustu/DINKES/2013 tanggal 21 Juni 2013, maka Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin

Hasil analisis varians satu jalur untuk burnout ditinjau dari dukungan sosial pada atlet Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia, diperoleh F hitung > F tabel

Kriterianya adalah Pencatatan harus dilakukan segera setelah melaksanakan asuhan pada formulir yang tersedia ( Rekam Medis / KMS / Status pasien dan Buku KIA), kemudian

1) Guru menjelaskan materi hadits persaudaran kepada para peserta didiknya. 2) Guru memberikan contoh bacaan hadits persaudaran secara benar.. 3) Guru siap melatih peserta

Seiring dengan penggunaan teknologi satelit di bidang telekomunikasi di Indonesia , Stasiun Pengendali Utama (SPU) Cibinong merupakan stasiun pusat pengendali satelit di Indonesia