• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Scaffolding

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hakikat Scaffolding"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Hakikat Scaffolding: Hakikat Scaffolding: Adi Nur Cahyono Adi Nur Cahyono

a)

a) ScaffoldingScaffolding merupakan pemberian sejumlah bantuan kepada peserta didik selama tahap-merupakan pemberian sejumlah bantuan kepada peserta didik selama tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan un

untutuk k memengngamambibil l alalih ih tatangnggugung ng jajawawab b yayang ng sesemamakikin n bebesasar r sesetetelalah h ia ia dadapapatt melakukannya.

melakukannya.  b)

 b) ScaffoScaffoldinglding merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik untuk belajar danmerupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik untuk belajar dan memecahkan masalah.

memecahkan masalah.

Indri Fitriani, Bambang Hudiono, dan

Indri Fitriani, Bambang Hudiono, dan HamdaniHamdani

Bimbingan atau bantuan yang dilakukan guru kepada siswa untuk memecahkan masalah Bimbingan atau bantuan yang dilakukan guru kepada siswa untuk memecahkan masalah agar

agar dapat dapat mengkmengkonstruonstruksi ksi pengpengetahuaetahuan. n. etiketika a kompkompetensi etensi siswa siswa meninmeningkat gkat makamaka  bantuan

 bantuan atau bimbingan atau bimbingan itu itu dapat dikurangi dapat dikurangi sampai sampai akhirnya akhirnya dihilangkan.dihilangkan. Ni Kt. Shanti Hartini, Ni Wyn. Rati

Ni Kt. Shanti Hartini, Ni Wyn. Rati

a)

a) lele!e!el l babantntuauan n yayang dibng diberierikakan n kekepapada siswda siswa a dedengngan an memempmpertertimimbabangngan tinan tingkgkatat kemajuan hasil belajar siswa, sehingga terbentuk proses belajar mengajar yang efektif. kemajuan hasil belajar siswa, sehingga terbentuk proses belajar mengajar yang efektif.  b)

 b) Bantuan Bantuan yang yang sifatnya sifatnya sementarasementara secara perlahan ketika siswa mengalami kesulitansecara perlahan ketika siswa mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran.

dalam proses pembelajaran.

Vales Fitri Lidia Sihaloho, Nurhayati Bialangi, Mangara Sihaloho Vales Fitri Lidia Sihaloho, Nurhayati Bialangi, Mangara Sihaloho

"enulis mengutip pendapat #amin $%&&'), yang menjelaskan bahwa metode pembelajaran "enulis mengutip pendapat #amin $%&&'), yang menjelaskan bahwa metode pembelajaran sca

scaffffololdiding ng memerurupapakakan n salsalah ah sasatu tu memetotode de yayang ng dadapapat t didigugunanakakan n ololeh eh gugururu, , dedengnganan memberikan bimbingan, dorongan $moti!asi), perhatian kepada siswa untuk mencapai tujuan memberikan bimbingan, dorongan $moti!asi), perhatian kepada siswa untuk mencapai tujuan  pembelajaran

 pembelajaran dimana dimana guru guru memberikan memberikan bantuan bantuan kepada kepada siswa siswa dalam dalam menyelesaikan menyelesaikan tugas- tugas-tug

tugas as secasecara ra berbertahtahap ap dardari i awaawal l pempembelbelajarajaran an kemkemudiudian an gurguru u menmenguguranrangi gi banbantuatuan n dandan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan sendiri tugas-tugas tersebut. memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan sendiri tugas-tugas tersebut. Ba

Bantntuan uan yayang ng didibeberikrikan an ololeh eh guguru ru dadapapat t beberurupa pa pepetutunjnjukuk, , peperinringagatatan, n, dadan n dodororongnganan $moti!asi)

$moti!asi) Dewi Puji

Dewi Puji stuti, !asmiwetti, bdullahstuti, !asmiwetti, bdullah Str

Strategategi i scafscaffolfoldinding g mermerupaupakan kan strastrategtegi i pempembelbelajarajaran an yanyang g dapdapat at memmemberiberikan kan laylayanaanann  pembelajaran

 pembelajaran sesuai sesuai dengan kemampuan dengan kemampuan yang dimiliki yang dimiliki oleh siswa. oleh siswa. Strategi Strategi ini meini memfasilitasimfasilitasi  perbedaan

 perbedaan kemampuan kemampuan siswa siswa dalam dalam belajar. belajar. Siswa Siswa dapat dapat belajar belajar dengan dengan kecepatan kecepatan yangyang sesuai dengan kemampuannya sehingga mereka dapat mengerjakan soal-soal yang diperoleh sesuai dengan kemampuannya sehingga mereka dapat mengerjakan soal-soal yang diperoleh dengan baik dan benar.

dengan baik dan benar. !osdiati

!osdiati mer

merupaupakan kan sebsebuah uah carcara a yanyang g digdigunaunakan kan untuntuk uk memmembanbantu tu memmemecahecahkan kan masmasalah alah yanyangg diberikan dan mengupayakan agar peserta didik mampu berfikir dan berusaha lebih lagi diberikan dan mengupayakan agar peserta didik mampu berfikir dan berusaha lebih lagi

(2)

dengan cara memancing peserta didik supaya peserta didik mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi

Pramudyo Kusworo, "rih Hardinto

Bantuan belajar sementara dari guru kepada siswa untuk membangun pengetahuan dan kemampuan berpikir dengan pemberian bantuan yang dikurangi sedikit demi sedikit dan akhirnya dihilangkan.

%. Bentuk Scafolding Adi Nur Cahyono

(alam hasil penelitian ini bentuk scaffolding berdasarkan pandangan konstrukti!isme sosial, ya i t u pengetahuan itu diperoleh secara indi!idu yaitu dengan mengkonstruksi sendiri  pengetahuannya dari proses interaksi dengan obyek yang dihadapinya serta pengalaman sosial. Sedangkan guru masuk Zone of Proximal Development $"() peserta didik dengan memberikan pertanyaan penyelidikan dan reprensentasi pemikiran. *dapun langkah-langkahnya:

a) +uru menanyakan pertanyaan biasa yang berkaitan dengan permasalahan kontekstual untuk membangun pemahaman dan bertukar pemahaman dari definisi matematika dari situasi. "ermasalahan dimungkinkkan mempunyai banyak strategi  pemecahan.

 b) "eserta didik mendesain prosedur langkah untuk menjawab pertanyaan menyelesaikan permasalahan. "rosedur melibatkan menggambar, beraksi, menulis dan menggunakan alat. "rosedur tersebut digunakan untuk berpikir tentang pusat  pemahaman konsep matematika.

c) +uru membantu peserta didik untuk memunculkan komunikasi dari  pemikirannya. +uru menanyakan pertanyaan yang lebih fokus untuk mendapatkan klarifikasi dari pemikiran peserta didik dan prosedur penyelesaian masalah. nteraks tersebut membantu menghubungkan bahasa informal biasa dari peserta didik dengan bahasa matematika formal.

d) "eserta didik menginterpretasikan hasil penyelesaian masalah yang diperolehnya dengan hasil yang diperoleh peserta didik lainnya. Setelah diber i waktu bebas untuk berpikir dan bekerja, peserta didik berdiskusi dengan peserta didik lainnya dengan membandingkan konjektur dan strategi mereka masing-masing.

e) "eserta didik melakukan negosiasi tentang cara menyelesaikan masalah dengan bimbingan guru dan saling memberikan pemahaman matematikanya.

(3)

f) "eserta didik menggeneralisasikan kata $konsep). (i akhir pelajaran, peserta didik mendemonstrasikan generalisasi kata yang berbeda antara peserta didik satu dengan lainnya dan saling bertukar pikiran dalam interaksi tersebut.

Indri Fitriani, Bambang Hudiono, dan Hamdani

melakukan tanya jawab, memberikan umpan balik langsung kepada siswa saat siswa ingin memastikan jawaban mereka, dan memberikan contoh soal lain, untuk  menganalogikan masalah yang ingin diselesaikan.

Ni Kt. Shanti Hartini, Ni Wyn. Rati

a. #enggunakan "embelajaran #oo"erati$ dengan model %LMMS &COOPERATIVE LEARNING TYPE MURDER WITH METACOGNITIVE   SCAFFOLDING). #odel /##S adalah suatu model pembelajaran kooperatif 

yang membandingkan serta mengatur pembelajaran siswa yang mengandung  perencanaan $ planning), pemantauan $monitoring), dan evaluasi (evaluation) terhadap pengetahuan siswa dengan memberikan dukungan berupa bantuan yang sifatnya sementara $ scaffolding). 0beili $%&&1) menyatakan, model /##S merupakan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe #23(43 dengan  bantuan metakognitif $metacognitive scaffolding ).

b' Mengguna#an Pembelajaran #oo"erati$ ti"e M(!D)!  menekankan akti!itas siswa melalui sintakslangkahlangkah:

*+ Mood , mengatur suasana hati yang cocok dengan cara relaksasi dan berfokus  pada tugas kelompok,

+ Understand , membaca bagian materi tertentu dari naskah tanpa menghafalkan oleh masing-masing dyaddalam suatu kelompok belajar, memberikan bimbingan  bagi kelompok yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan /S, berupa  pertanyaan pemandu dan pertanyaan metakognitif5

-+  Reca , salah satu anggota kelompok memberikan sajian lisan dengan mengulang materi yang dibaca. "eran guru adalah memilih secara acak anggota dyad sehingga mendorong kesiapan dari setiap anggota dyad ,

.+ Detect ,  dilakukan oleh anggota kelompok lain jika tedapat ketidaksesuaian dengan apa yang disampaikan oleh anggota dyad , sehingga diperlukan koreksi, /+  Ea!orate, dilakukan oleh sesama pasangan. Setiap pasangan dapat memberikan contoh materi yang telah dibaca, kemudian mengungkapkan  beberapa pertanyaan yang terkait dengan topik yang dibahas,

0+ Re"#e$ atau merangkum kembali hasil pekerjaan berdasarkan hasil diskusi yang  berlangsung dan menyimpulkan hasil diskusi. $#ohamad, dkk.,%&&6:67)

(4)

 Problem Posing merupakan istilah dalam bahasa nggris. Sebagai padanan katanya dalam bahasa ndonesia digunakan istilah 8merumuskan masalah $soal)9 atau 8membuat masalah $soal)9.

#enurut Herawati, dkk $%&&:%) pembelajaran dengan pendekatan  problem posing  adalah pembelajaran yang menekankan pada siswa untuk membentukmengajukan soal  berdasarkan informasi atau situasi yang diberikan. nformasi yang ada diolah dalam  pikiran dan setelah dipahami maka peserta didik akan bisa mengajukan pertanyaan. *danya tugas pengajuan soal $problem posing) akan menyebabkan terbentuknya  pemahaman konsep yang lebih mantap pada diri siswa terhadap materi yang telah

diberikan

Dewi Puji stuti, !asmiwetti, bdullah

"elaksanaan strategi pembelajaran scaffolding dilakukan dengan membagi siswa kedalam tiga kelompok berdasarkan ZPD (zone of proximal development) yang dilihat dari hasil belajar sebelumnya $prior learning). Siswa dikelompokkan menjadi kelompok berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. #asing-masing kelompok siswa ini diberikan bantuan berbeda sesuai dengan kesulitan yang dialami siswa. elompok  siswa berkemampuan tinggi diberikan pembelajaran mandiri. ;ujuan pembelajaran mandiri yang diterapkan pada kelompok siswa berkemampuan tinggi adalah agar  kelompok siswa tersebut dapat belajar menemukan suatu gagasan sendiri, melatih siswa mendiagnosis dirinya sendiri, dan merencanakan perbaikan atas kerjanya sendiri $<emar Hamalik, %&). Hal tersebut diperkuat oleh Sardiman $%&) yang menyatakan bahwa belajar adalah kegiatan yang aktif dimana si subjek belajar  membangun sendiri pengetahuannya. Subjek belajar juga mencari sendiri makna dari sesuatu yang mereka pelajari. elompok siswa berkemampuan sedang dan rendah diberikan penjelasan materi pembelajaran dan dipandu dalam mengerjakan /S. elompok siswa berkemampuan rendah diberikan pembelajaran ulang saat mengerjakan /S dan lebih dibimbing dan dibantu oleh guru untuk menemukan  jawaban /S.

"enerapan strategi pembelajaran scaffolding pada proses pembelajaran membuat siswa dengan kemampuan rendah dan sedang tidak mendapat tekanan dari siswa dengan kemampuan tinggi, sehingga siswa dengan kemampuan rendah dan sedang tidak merasa malu untuk bertanya dan menunjukkan kemampuannya. Siswa berkemampuan sedang dan rendah lebih leluasa untuk bertanya dan berdiskusi dengan temannya atau guru, serta belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan mereka. Siswa berkemampuan tinggi

(5)

akan lebih termoti!asi untuk belajar karena mereka dituntut untuk membangun  pengetahuan dengan kemampuannya sendiri. "embelajaran tersebut juga mendukung salah satu ciri siswa berkemampuan tinggi, yaitu cepat dalam bekerja dan melakukan tugas sehingga banyak memiliki waktu luang. =aktu luang tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk mempelajari materi selanjutnya atau untuk memperdalam  pemahaman tentang materi yang sedang dipelajari.

!osdiati

 bentuk pancingan-pancingan, agar peserta didik mau berfikir lebih jauh untuk memecahkan masalah yang diberikan.

ontoh dalam penelitian yaitu : kelompok yang kesulitan menjawab masalah pada /S, maka peneliti memberinya scaffolding de- ngan cara meminta siswa memperhatikan dengan teliti gambar yang ada dan memin- ta siswa menyebutkan barang apa saja yang ada disungai

1. ;eoritis Scaffolding Adi Nur Cahyono

"embelajaran matematika sebagai suatu proses interaksi sosial yang memandang kebenaran bahwa matematika tidak bersifat absolut dan hasil dari  pemecahan masalah serta pengajuan masalah oleh manusia. <leh karena itu dalam  pembelajaran matematika siswa harus mampu membangun pengalaman belajar senidir 

dan mengembangkan strategi-strategi untuk memecahkan masalah. Sesuai dengan  pandangan konstrukti!isme social yang menyatakan bahwa pengetahuan diperoleh secara indi!idu melalui mengkonstruksi sendiri pengetahuannya dari proses interaksi dengan obyek yang dihadapinya serta pengalaman sosial.

*da dua konsep penting dalam teori >ygotsky, yaitu  Zone of Proximal   Development $"() dan scaffolding . *plikasi pemikiran >ygotsky untuk mempelajari

matematika menumbuhkan pemahaman matematika dari koneksi pemikiran dengan  bahasa matematika yang baru dalam mengkreasi pengetahuan. +uru masuk dalam "(  peserta didik dan memberikan bahasa matematika untuk membantu pemahaman konsep mereka dalam diskusi dengan bahasa peserta didik. (engan Scaffolding yang diberikan oleh guru, peserta didik dapat menjelaskan dan menukar pemahaman matematika dalam kehidupan sosialnya sehingga pemahaman konsep dapat dicapai oleh peserta didik dan menumbuhkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik.

(6)

Seorang ahli psikologi dari 3usia /e! >ygotsky mengikuti konsep dari konstrukti!isme sosial. #enurut >ygotsky, proses konstruksi pengetahuan itu terjadi karena :

a. ?ungsi dan pentingnya bahasa dalam komunikasi sosial 5  b. one of "ro@imal (e!elopment $"() $Sugiatno, %&&A:A).

+uru bertugas sebagai mediator untuk menjembatani siswa untuk membangun dan mengembangkan pengetahuannya. "eran guru dalam pembelajaran dinamakan Scaffolding. ;erdapat dua tingkatan dari pembelajaran yang perlu dikenali dengan jelas, yaitu $) ;he actual de!elopment le!el, pada le!el ini tingkat  perkembangan fungsi mental anak yang telah ditetapkan sebagai hasil dari siklus  perkembangan tertentu sudah selesai dan $%) ;he potential de!elopment le!el,  pada le!el ini pemecahan masalah dilakukan dengan bimbingan orang dewasa atau kolaborasi dengan teman sejawat yang mampu. "erbedaaan antara dua le!el ini dinamakan 8one pro@imal of de!elopment $>ygotsky,AC').

<byek penelitian pada penelitian ini adalah tahapan scaffolding dalam  pembelajaran memecahkan masalah matematika. "rosedur yang dilakukan dalam  penelitian ini yaitu :

. tahap persiapan %. tahap pelaksanaan 1. analisis data. ;ahap persiapan

a. #enyusun desain penelitian yang mencakup pendahuluan, kajian teori, metode penelitian, dan rancangan instrument penelitian.

 b. Seminar desain penelitian.

c. #ere!isi desain penelitian berdasarkan hasil seminar desain.

d. #enyiapkan instrumen penelitian berupa 3"", kisi-kisi soal test, kunci e. jawaban tes, pedoman penskoran dan pedoman wawancara.

f. #elakukan !aliditas instrument penelitian. g. #elakukan re!isi instrument penelitian.

h. #elakukan uji coba soal di S#" D 7 "ontianak.

i. #elakukan analisis !aliditas empirik kriterium, reliabilitas, tingkat kesukaran  j. dan daya pembeda soal berdasarkan hasil uji coba soal.

k. #elakukan re!isi instrumen penelitian berdasarkan uji coba soal. ;ahap "elaksanaan

a. #elakukan perijinan dengan epala S#" A "ontianak.

 b. #enentukan waktu pelaksanaan pembelajaran menggunakan tahapan c. scaffolding kepada siswa.

d. #elaksanakan pembelajaran. e. #emberikan soal test.

(7)

g. #ewawancara siswa. *nalisis data

a. #engumpulkan hasil data kuantitatif dan kualitatif 

 b. #elakukan analisis data kuantitatif terhadap hasil tes dan analisis data c. #endeskripsikan hasil pengolahan data

d. #embuat kesimpulan

Ni Kt. Shanti Hartini, Ni Wyn. Rati

landasanteori tidak ditemukan dalam artikel tersebut)

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Saran  untuk  perbaikan  aspek dalam  proses   penilaian diusulkan.

This is a qualitative non-participant observational study dealing with request strategies used by English teachers of Senior High School in the teaching and

It has been observed that in the life cycle of a vehicle program, a simulationist may be involved in building at least four different models of a manufacturing system, namely

Jika diperhatikan benar-benar, ada suatu ciri yang umum dalam profesi bidang “Computer System &amp; Networking”, yaitu mengenai skill dalam pemprograman. Memang

Walaupun fokus pada fenomena sosial yang otomatis cakupannya sangat luas, namun dalam suatu penelitian kualitatif, suatu penelitian dilakukan dengan lebih

Studi Perbandingan (comparative study atau casual comperative study) merupakan bentuk penelitian deskriptif yang membandingkan dua atau lebih dari dua situasi, kejadian,

Renita Manurung, M.T., Koordinator Tugas Akhir Departemen Teknik Kimia dan dosen pembimbing II yang telah banyak memberikan masukan, motivasi dan bimbingan serta

OFDM modulation scheme used in Powerline Communication technology due to its immunity to powerline interference, high spectral efficiency, efficient implementation using FFT,