MAKALAH REVISI MAKALAH REVISI PT MAYORA INDAH TBK PT MAYORA INDAH TBK MANAJEMEN STRATEJIK MANAJEMEN STRATEJIK UNIVERSITAS SURABAYA UNIVERSITAS SURABAYA JURUSAN MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMIKA FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMIKA
SEMESTER GASAL 2014 – 2015 SEMESTER GASAL 2014 – 2015 Disusun Oleh : Disusun Oleh : KP – B KP – B Debora
Debora Christina Christina Handjaja Handjaja 31220483122048 Lolita
Lolita Ika Ika Agus Agus Seputro Seputro 31220673122067 Michael
Michael Janitra Janitra Wihardjo Wihardjo 31220823122082 Ricky
Ricky Setiawan Setiawan 31220873122087
Wirata 3122122
Wirata 3122122
Arvian
Arvian Christanto Christanto 31221553122155 Sidarta
DAFTAR ISI DAFTAR ISI HALAMAN
HALAMAN JUDUL JUDUL ... ... ii DAFTAR
DAFTAR ISI ISI ... .. iiii BAB
BAB I I PENDAHULUAPENDAHULUAN N ... ... 11 Profil
Profil Perusahaan Perusahaan ... ... 11 BAB
BAB II TENTAII TENTANG PERNG PERUSAHAAN USAHAAN ... ... 33 Visi
Visi dan Misi dan Misi ... ... 33 Nilai – Nilai Perusahaan ...
Nilai – Nilai Perusahaan ... ... 33 BAB
BAB III HASIL III HASIL PENILAIAN PENILAIAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN EKSTERNAL EKSTERNAL DAN INTERNDAN INTERNAL AL ... ... 55 Matriks
Matriks Evaluasi Evaluasi Faktor EksFaktor Eksternal ternal (EFE) (EFE) PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... .... 55 Data Pen
Data Penunjang unjang Matriks Matriks Evaluasi FEvaluasi Faktor Eksternal aktor Eksternal (EFE) (EFE) ... ... 55 Matriks Pr
Matriks Profil Kofil Kompetompetitif itif (CPM) PT (CPM) PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 2020 Data
Data Penunjang Penunjang Matriks Matriks Profil Profil Kompetitif Kompetitif (CPM) (CPM) ... .. 2020 Matriks
Matriks Evaluasi Evaluasi Faktor Faktor Internal Internal (IFE) (IFE) PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 3434 Data
Data Penunjang Penunjang Matriks Matriks Evaluasi Evaluasi Faktor Faktor Internal Internal (IFE) (IFE) ... ... 3434 BAB
BAB IV IV ANALISIS ANALISIS DAN DAN PILIHAN PILIHAN STRATEGI STRATEGI ... ... 4343 Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Anca
Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (TOWman (TOWS) pada PT S) pada PT Mayora Indah Mayora Indah Tbk Tbk 4343 Matriks
Matriks Posisi Posisi Strategis dan Strategis dan Evaluasi Evaluasi Tindakan (SPATindakan (SPACE) CE) pada pada PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk . . 4444 Matriks
Matriks Boston Boston Consulting Consulting Group Group (BCG) (BCG) pada pada PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 5252 Matriks
Matriks Internal-Eksternal Internal-Eksternal (IE) (IE) pada pada PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 5555 Matriks
Matriks Strategi Strategi Besar Besar pada pada PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 5656 Matriks Perencanaan
Matriks Perencanaan Strategis KStrategis Kuantitatuantitatif if (QSPM) (QSPM) pada PT pada PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 5959 BAB
BAB V V DESAIN DESAIN IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI STRATEGI STRATEGI ... ... 6161 BAB
BAB VI DESAVI DESAIN EVAIN EVALUASI LUASI STRATEGI STRATEGI ... ... 6262 LAMPIRAN
LAMPIRAN ... ... 6363 CATATAN HA
DAFTAR ISI DAFTAR ISI HALAMAN
HALAMAN JUDUL JUDUL ... ... ii DAFTAR
DAFTAR ISI ISI ... .. iiii BAB
BAB I I PENDAHULUAPENDAHULUAN N ... ... 11 Profil
Profil Perusahaan Perusahaan ... ... 11 BAB
BAB II TENTAII TENTANG PERNG PERUSAHAAN USAHAAN ... ... 33 Visi
Visi dan Misi dan Misi ... ... 33 Nilai – Nilai Perusahaan ...
Nilai – Nilai Perusahaan ... ... 33 BAB
BAB III HASIL III HASIL PENILAIAN PENILAIAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN EKSTERNAL EKSTERNAL DAN INTERNDAN INTERNAL AL ... ... 55 Matriks
Matriks Evaluasi Evaluasi Faktor EksFaktor Eksternal ternal (EFE) (EFE) PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... .... 55 Data Pen
Data Penunjang unjang Matriks Matriks Evaluasi FEvaluasi Faktor Eksternal aktor Eksternal (EFE) (EFE) ... ... 55 Matriks Pr
Matriks Profil Kofil Kompetompetitif itif (CPM) PT (CPM) PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 2020 Data
Data Penunjang Penunjang Matriks Matriks Profil Profil Kompetitif Kompetitif (CPM) (CPM) ... .. 2020 Matriks
Matriks Evaluasi Evaluasi Faktor Faktor Internal Internal (IFE) (IFE) PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 3434 Data
Data Penunjang Penunjang Matriks Matriks Evaluasi Evaluasi Faktor Faktor Internal Internal (IFE) (IFE) ... ... 3434 BAB
BAB IV IV ANALISIS ANALISIS DAN DAN PILIHAN PILIHAN STRATEGI STRATEGI ... ... 4343 Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Anca
Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (TOWman (TOWS) pada PT S) pada PT Mayora Indah Mayora Indah Tbk Tbk 4343 Matriks
Matriks Posisi Posisi Strategis dan Strategis dan Evaluasi Evaluasi Tindakan (SPATindakan (SPACE) CE) pada pada PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk . . 4444 Matriks
Matriks Boston Boston Consulting Consulting Group Group (BCG) (BCG) pada pada PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 5252 Matriks
Matriks Internal-Eksternal Internal-Eksternal (IE) (IE) pada pada PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 5555 Matriks
Matriks Strategi Strategi Besar Besar pada pada PT PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 5656 Matriks Perencanaan
Matriks Perencanaan Strategis KStrategis Kuantitatuantitatif if (QSPM) (QSPM) pada PT pada PT Mayora Mayora Indah Indah Tbk Tbk ... ... 5959 BAB
BAB V V DESAIN DESAIN IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI STRATEGI STRATEGI ... ... 6161 BAB
BAB VI DESAVI DESAIN EVAIN EVALUASI LUASI STRATEGI STRATEGI ... ... 6262 LAMPIRAN
LAMPIRAN ... ... 6363 CATATAN HA
RINCIAN REVISI ...
BAB I
PENDAHULUAN Profil Perusahaan
Riwayat Singkat Perusahaan
PT. Mayora Indah Tbk. (Perseroan) didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di Tangerang. Menjadi perusahaan publik pada tahun 1990.
Kegiatan Usaha serta Jenis Produk yang Dihasilkan
Sesuai dengan Anggaran Dasarnya, kegiatan usaha Perseroan diantaranya adalah dalam bidang industri. Saat ini, PT. Mayora Indah Tbk. memproduksi dan memiliki 6 (enam) divisi
yang masing masing menghasilkan produk berbeda namun terintegrasi,
Divisi Merek Dagang
Biskuit Roma, Danisa, Royal Choice, Better, Muuch Better, Slai O Lai, Sari Gandum, Sari Gandum Sandwich, Coffeejoy, Chees’kress
Kembang
Gula Kopiko, Kopiko Milko, Kopiko Cappuccino, Kis, Tamarin, Juizy Milk
Wafer Beng Beng, Beng Beng Maxx, Astor, Astor Skinny Roll, Roma Wafer Coklat, Roma Zuperrr Keju
Coklat Choki-choki
Kopi
Torabika Duo, Torabika Duo Susu, Torabika Jahe Susu, Torabika Moka, Torabika 3 in One, Torabika Cappuccino, Kopiko Brown Coffee, Kopiko White Coffee, Kopiko White Mocca
Makanan
Kesehatan Energen Cereal, Energen Oatmilk, Energen Go Fruit
Di Indonesia, Perseroan tidak hanya dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi makanan dan minuman olahan, tetapi juga dikenal sebagai market leader yang sukses menghasilkan produk produk yang menjadi pelopor pada kategorinya masing masing. Produk-produk hasil inovasi Perseroan tersebut diantaranya:
1. Permen Kopiko, pelopor permen kopi 2. Astor, pelopor wafer stick
3. Beng Beng, pelopor wafer caramel berlapis coklat 4. Choki-choki, pelopor coklat pasta
5. Energen, pelopor minuman cereal
6. Kopi Torabika Duo dan Duo Susu, pelopor coffee mix
Hingga saat ini, Perseroan tetap konsisten pada kegiatan utamanya, yaitu dibidang pengolahan makanan dan minuman. Sesuai dengan tujuannya, Perseroan bertekad akan terus menerus berupaya meningkatkan segala cara dan upaya untuk mencapai hasil yang terbaik bagi kepentingan seluruh pekerja, mitra usaha, pemegang saham, dan para konsumennya.
BAB II
TENTANG PERUSAHAAN Visi dan Misi
Visi
Menjadi produsen makanan dan minuman yang berkualitas dan terpercaya di mata konsumen domestik maupun internasional dan menguasai pangsa pasar terbesar dalam kategori produk sejenis.
Misi
Dapat memperoleh Laba Bersih Operasi diatas rata rata industri dan memberikan value
added yang baik bagi seluruh stakeholders Perseroan.
Dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan negara dimana Perseroan
berada.
Sumber: http://www.Mayoraindah.co.id/profil/visi-dan-misi/
Nilai – Nilai Perusahaan 1. Konsumen
Prioritas pada kepuasan konsumen. 2. Orang
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, berani mengambil resiko, menghargai karya dan komitmen orang lain.
3. Kerja Tim
Membangun kepercayaan satu dengan yang lain, serta bekerjasama menjadi tim pemenang. 4. Keunggulan
Biasakan menjadi yang terbaik sebagai gaya hidup. Selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Terus meningkatkan proses dan cara kerja untuk memuaskan pelanggan.
BAB III
HASIL PENILAIAN LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN INTERNAL
Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) PT Mayora Indah Tbk.
Key External Factors Weight Rating Weighted Score Opportunities
O1. Dengan adanya Masyarakat Ekonomi
Asia 2015, maka jangkauan pasar meluas 0,07 3 0,21 O2. Meningkatnya jumlah penduduk
menjadi 273,2 juta pada 2025 0,15 2 0,3
O3. Gaya hidup instan 0,08 4 0,32
O4. Memiliki segmen pasar yang luas 0,09 3 0,27 O5. Konsumtif (Rasa ingin mencoba) 0.12 1 0,12
Threats T1. Kenaikan tarif dasar listrik dan bahan
bakar sebesar 65% 0,09 4 0,36
T2. Kenaikan Upah Minimum Regional
sebesar 11% 0,14 3 0,42
T3. Infrastruktur di Indonesia yang tidak
memadai 0,06 3 0,18
T4. Pengaruh pelemahan nilai tukar 0,08 4 0,32 T5. Pertambahan jumlah pesaing 0,12 2 0,24
Jumlah 1,0000 2,7400
Dapat dikatakan bahwa bisnis PT Mayora Indah Tbk. cukup berhasil karena skor bobot total sebesar 2,74 dapat menghasilkan keuntungan dari peluang dan ancaman yang timbul.
Data Penunjang Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) Opportunities
O1. MASYARAKAT EKONOMI ASIA 2015
Indonesia Siap Manfaatkan Peluang di MEA 2015 Metrotvnews.com, Jakarta: Pembentukan Masyarakat ASEAN sudah semakin dekat. Indonesia harus mampu memanfaatkan integrasi negara-negara anggota ASEAN yang akan dimulai pada 31 Desember 2015 ini, untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) misalnya, yang merupakan salah satu pilar Masyarakat ASEAN, bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.
Sebaliknya, MEA menyimpan peluang yang dapat dimanfaatkan dan dimenangkan Indonesia. Hal itu dinyatakan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, I Gusti Agung Wesaka Puja, dalam acara Media Briefing bertema membahas Kesiapan Indonesia Menghadapi Masyarakat ASEAN 2015 di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (16/122014). Menurut I Gusti Agung, MEA dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
"Pasar Indonesia mencapai 250 juta orang, tetapi pasar ASEAN itu mencapai 625 juta orang. Jadi, kita punya kesempatan untuk memasuki pasar lain yang lebih luas, sebesar 275 juta," ujar Dirjen Kerja Sama ASEAN itu.
Pada kesempatan itu, I Gusti Agung menggarisbawahi harapan Presiden Joko Widodo, bahwa dalam menyambut pembentukan Masyarakat ASEAN, terutama MEA, Indonesia diharapkan dapat terlebih dulu 'menyerbu' pasar-pasar di negara-negara ASEAN lain. Dengan begitu, kestabilan ekonomi dalam negeri bisa tetap terjaga. Selain itu, Indonesia juga perlu
menjadi bagian penting dari rantai produksi regional maupun global.
Dirinya juga menyampaikan pandangan Presiden Joko Widodo saat menghadiri KTT ke-24 ASEAN di Myanmar, November lalu, mengenai tiga hal utama agar dapat mewujudkan MEA. Pertama, mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas di negara ASEAN, antar negara ASEAN, dan dengan negara mitra. Percepatan pembangunan infrastruktur ini dilakukan sesuai koridor Masterplan on ASEAN Connectivity (MPAC).
Langkah kedua, adalah dengan melakukan kerjasama investasi, industri, dan manufaktur, yang lebih erat di antara negara-negara anggota ASEAN. Lalu yang ketiga, adalah meningkatkan perdagangan intra negara ASEAN yang saat ini masih rendah, baru mencapai 24,2 persen.
"Indonesia berharap dalam lima tahun ke depan nilai perdagangan intra ASEAN setidaknya bisa mencapai 35 sampai 40 persen.Untuk memastikan keberlanjutan pembangunan Masyarakat ASEAN, ASEAN sedang menyusun Visi Masyarakat ASEAN Pasca 2015," ujar I Gusti Agung.
"Dalam hal ini, Presiden RI juga menyampaikan dua aspirational goals sebagai elemen dari visi dimaksud, yaitu menggandakan PDB ASEAN dari USD2,2 triliun menjadi USD4,4 triliun dan memangkas separuh persentase kemiskinan di kawasan ASEAN dari 18,6 persen menjadi 9,3 persen pada tahun 2030," tutup dia.
http://internasional.metrotvnews.com/read/2014/12/16/332756/indonesia-siap-manfaatkan- peluang-di-mea-2015
http://www.neraca.co.id/perdagangan/47922/MEA-2015-Dianggap-Sebagai-Peluang-Produk-Lokal/2
O2. JUMLAH PENDUDUK MENINGKAT Proyeksi Penduduk 2000-2025
Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2000 menjadi 273,2 juta pada tahun 2025.
Sumber:
http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/index.php?Itemid=934&id=919&option=com_content&task=view&la ng=id
Proyeksi Penduduk menurut Provinsi, 2010-2035 (Ribuan)
Provinsi Tahun 2010 2015 2020 2025 2030 2035 Aceh 4523.10 5002.00 5459.90 5870.00 6227.60 6541.40 Sumatera Utara 13028.70 13937.80 14703.50 15311.20 15763.70 16073.40 Sumatera Barat 4865.30 5196.30 5498.80 5757.80 5968.30 6130.40 Riau 5574.90 6344.40 7128.30 7898.50 8643.30 9363.00 Jambi 3107.60 3402.10 3677.90 3926.60 4142.30 4322.90 Sumatera Selatan 7481.60 8052.30 8567.90 9000.40 9345.20 9610.70 Bengkulu 1722.10 1874.90 2019.80 2150.50 2264.30 2360.60 Lampung 7634.00 8117.30 8521.20 8824.60 9026.20 9136.10 Kepulauan Bangka Belitung 1230.20 1372.80 1517.60 1657.50 1788.90 1911.00 Kepulauan Riau 1692.80 1973.00 2242.20 2501.50 2768.50 3050.50 Pulau Sumatera 50860.30 55272.90 59337.10 62898.60 65938.30 68500.00 DKI Jakarta 9640.40 10177.90 10645.00 11034.00 11310.00 11459.60 Jawa Barat 43227.10 46709.60 49935.70 52785.70 55193.80 57137.30 Jawa Tengah 32443.90 33774.10 34940.10 35958.60 36751.70 37219.40
DI Yogyakarta 3467.50 3679.20 3882.30 4064.60 4220.20 4348.50 Jawa Timur 37565.80 38847.60 39886.30 40646.10 41077.30 41127.70 Banten 10688.60 11955.20 13160.50 14249.00 15201.80 16033.10 Pulau Jawa 37033.30 145143.6 0 152449.9 0 158738.0 0 163754.8 0 167325.6 0 Bali 3907.40 4152.80 4380.80 4586.00 4765.40 4912.40 Nusa Tenggara Barat 4516.10 4835.60 5125.60 5375.60 5583.80 5754.20 Nusa Tenggara Timur 4706.20 5120.10 5541.40 5970.80 6402.20 6829.10
Bali dan Kep. Nusa
Tenggara 13129.70 14108.50 15047.80 15932.40 16751.40 17495.70 Kalimantan Barat 4411.40 4789.60 5134.80 5432.60 5679.20 5878.10 Kalimantan Tengah 2220.80 2495.00 2769.20 3031.00 3273.60 3494.50 Kalimantan Selatan 3642.60 3989.80 4304.00 4578.30 4814.20 5016.30 Kalimantan Timur 3576.10 4068.60 4561.70 5040.70 5497.00 5929.20 Pulau Kalimantan 13850.90 15343.00 16769.70 18082.60 19264.00 20318.10 Sulawesi Utara 2277.70 2412.10 2528.80 2624.30 2696.10 2743.70 Sulawesi Tengah 2646.00 2876.70 3097.00 3299.50 3480.60 3640.80 Sulawesi Selatan 8060.40 8520.30 8928.00 9265.50 9521.70 9696.00 Sulawesi Tenggara 2243.60 2499.50 2755.60 3003.00 3237.70 3458.10 Gorontalo 1044.80 1133.20 1219.60 1299.70 1370.20 1430.10 Sulawesi Barat 1164.60 1282.20 1405.00 1527.80 1647.20 1763.30 Pulau Sulawesi 17437.10 18724.00 19934.00 21019.80 21953.50 22732.00 Maluku 1541.90 1686.50 1831.90 1972.70 2104.20 2227.80 Maluku Utara 1043.30 1162.30 1278.80 1391.00 1499.40 1603.60 Kep. Maluku 2585.20 2848.80 3110.70 3363.70 3603.60 3831.40 Papua Barat 765.30 871.50 981.80 1092.20 1200.10 1305.00 Papua 2857.00 3149.40 3435.40 3701.70 3939.40 4144.60 Pulau Papua 3622.30 4020.90 4417.20 4793.90 5139.50 5449.60 INDONESIA 238518.8 0 255461.70 271066.40 284829.00 296405.10 305652.40 Sumber: http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=12¬ab=12
O3. GAYA HIDUP INSTAN
Saat ini kita hidup dimasa yang serba praktis dan canggih, dimana semuanya dapat dilakukan dengan cepat dan cenderung instan. Gaya hidup seperti ini biasa kita kenal dengan gaya hidup modern, dimana timbulnya pola terbaru dari tingkah laku manusia dalam kehidupannya yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dari sini kita dapat telusuri lagi kalau gaya hidup modern umumnya cenderung fokus pada pola hidup yang serba terbuka pada kemajuan bidang apapun.
Kesibukan bekerja dan tuntutan hidup lainnya membuat berkurangnya waktu untuk memasak lauk dan sayur untuk makanan sehari- hariMakanan siap saji sekarang ini sudah menjadi gaya hidup, karena selain harganya terjangkau, makanan siap saji mudah diolah, cepat dan praktis, tahan lama, serta rasanya pun enak.
Sumber:
http://dicintai.com/2014/01/gaya-hidup-modern-pengaruh-dan-dampaknya-bagi-kehidupan.html
http://www.kantarworldpanel.com/id/News/makanan-siap-saji-gaya-hidup O4. SEGMENTASI KONSUMEN
Terdorong oleh Tumbuhnya Kelas Menengah
Marketing.co.id - Beberapa data telah menunjukkan bagaimana industri consumer goods memiliki pasar yang sangat besar di Indonesia. Meski begitu, persaingan yang ketat pun tak dapat dihindari.
Banyak kalangan pebisnis yang memprediksi bahwa tren pasarconsumer goods di Indonesia akan meningkat pada tahun 2013 sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Selain ditandai dengan GDP US$ 3.500 per kapita, faktor lain yang ikut memengaruhi adalah pertumbuhan kelas menengah yang mencapai 131 juta orang.
Tentunya, ini menyebabkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dapat memicu naiknya permintaan maupun konsumsi produk-produk fast moving consumer goods (FMCG). Tak
hanya itu, dibanding dengan negara-negara lain, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produkconsumer goods masih relatif rendah. Kondisi ini membuka peluang bagi peningkatan konsumsi yang akhirnya meningkatkan pertumbuhan industri FMCG. Menariknya
frekuensi belanja barang-barang domestik akan lebih besar dibandingkan barang-barang dari luar negeri.
Menurut Iwan Murty, Managing Director Ipsos Indonesia, pada tahun 2020,median age di Indonesia berkisar 32 tahun. Usia tersebut terbilang masih muda jika dibandingkan negara lain, seperti Jepang. Artinya, ini akan menarik para investor karena Indonesia dinilai produktif dari sisi konsumsi. “Kami juga melakukanonline survey ke seluruh dunia mengenai
ekonomi outlook . Dari hasil tersebut, terungkap bahwa 31% responden Indonesia menyatakan positif untuk outlook enam bulan ke depan. Dalam skala global, hasil yang diperoleh Indonesia terbilang tinggi jika dibandingkan negara lain,” kata dia. Pertumbuhan ekonomi ini juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kelas menengah yang berdampak pada meningkatnya permintaan terhadap pendidikan, kesejahteraan, dan pembangunan. Peningkatan permintaan bukan saja berimbas terhadap produkconsumer goods, tapi juga berpotensi
mendorong tumbuhnya produk dengan positioning yang mengarah pada kesehatan. Hal lain yang terjadi adalah adanya perubahan perilaku konsumen dan semakin terhubung secara digital.
Sejalan dengan kondisi tersebut, dapat dipastikan akan banyak pemain—baik yang sudah ada maupun baru—masuk ke Indonesia, yang melihat potensi besar untuk menumbuhkan bisnis di Indonesia. Tak ayal, persaingan di industri FMCG pun tak bisa dihindari. Persaingan pun bukan hanya terjadi antarperusahaan, tapi juga antarnegara. Meskipun demikian, pasar industriconsumer goods di Indonesia kian tumbuh positif. “Dengan peningkatan sebesar 9,6% di tahun 2011 dari tahun sebelumnya, nilai pasar industri ini telah
mencapai Rp165,95 triliun. Pada tahun 2010, nilai penjualanconsumer goods naik 11% dibanding tahun sebelumnya. Prediksi besaran penjualan pada tahun 2012 dan 2013, diasumsikan paling sedikit akan mengalami pertumbuhan seperti tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang terus-menerus positif tentunya akan turut menaikkan nilai investasi pada bidang ini nantinya,” kata Jeffrey Bahar, Managing Director Southeast Asia Spire Research
& Consulting.
Pertumbuhan pasar dalam industri ini sangat erat kaitannya dengan peningkatan penjualan di beberapa perusahaan, baik itu perusahaan multinasional maupun lokal. Tiap-tiap pemain dalam industri ini biasanya memiliki spesifikasi produk khusus yang menjadi andalan mereka. Setiap pemain di industri ini memiliki kategori produk yang beragam dan pangsa pasar yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya melibatkan banyak pemain yang mengakibatkan persaingan ketat untuk pasar. Salah satunya, persaingan pasar yang sangat sengit terjadi pada pasar produk sampo Tanah Air, yang didominasi oleh produk-produk Unilever Indonesia dan
P&G Indonesia sebesar 50% dan 40%. Jeffrey menambahkan, persaingan yang terjadi antara kedua perusahaan multinasional ini menarik jika melihat bagaimana strategi pemasaran para pemain dalam industri ini akan sangat berpengaruh, mengingat konsumen Indonesia semakin pintar dan kritis dalam memilih produk. Kondisi persaingan pasarconsumer goods pada tahun
2012 akan menjadi refleksi perusahaan-perusahaan.
Seiring berkembangnya pangsa pasar industri ini, tantangan serta hambatan pun akan menanti para pemain yang berkecimpung di dalamnya. Beberapa tindakan strategis dan efektif mau tak mau harus segera dilaksanakan, jika tak ingin kehilangan pasar yang selama ini sudah ada.
Sumber: http://www.marketing.co.id/terdorong-oleh-tumbuhnya-kelas-menengah/Konsumtif O5. KONSUMTIF
Konsumerisme Pada Remaja (Perilaku Konsumtif yang berlebihan)
Mengkonsumsi memang sesuatu hal yang lazim untuk memenuhi kebutuhan hidup individu, Tapi sekarang ini dunia menawarkan variasi kebutuhan baru agar individu mengkonsumsinya. Belanja, adalah kata yang sering digunakan sehari-hari dalam konteks perekonomian, baik di dunia usaha maupun di dalam rumah tangga. Namun kata yang sama telah berkembang artinya sebagai suatu cerminan gaya hidup dan rekreasi pada masyarakat kelas ekonomi tertentu. Belanja juga punya arti tersendiri bagi remaja.
Konsumerisme berhasil menciptakan kebutuhan baru di masyarakat dan menggiring mereka menjadi masyarakat konsumtif dan dependen.
Pada kondisi masyarakat sekarang ini, orang mulai mengkonsumsi barang bukan lantaran butuh secara fungsional, melainkan karena tuntutan prestige (gengsi), status, maupun sekadar gaya hidup (life style). Remaja adalah salah satu pasar yang potensial bagi banyak produsen.
Sumber: http://ahhafidh.blogspot.com/2014/09/konsumerisme-pada-remaja-perilaku.html
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELANJA DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA REMAJA
Remaja sangat mudah dipengaruhi oleh faktor yang ada diluar dirinya seperti keluarga,lingkungan pergaulannya,teman sebaya dan teman sekolah.Sifat – sifat seperti inilah yang mengakibatkan remaja dianggap sebagai sasaran pasar yang paling menguntungkan. Sehubungan dengan ini Yatman(1987) menganalisis keadaan di Indonesia dengan
mengungkapkan pandangan bahwa remaja merupakan kelompok sasaran pasaran yang paling potensial. Remaja memang sering dijadikan target pemasaran berbagai produk industri, antara lain karena karakteristik mereka yang labil, spesifik dan mudah dipengaruhi sehingga akhirnya mendorong munculnya berbagai gejala dalam perilaku membeli yang tidak wajar. Membeli tidak lagi dilakukan karena produk tersebut memang dibutuhkan.
Sumber: http://amin127.wordpress.com/artikel-tugas-desighn-web-bagian-2/hubungan-antara-kebiasaan-belanja-dengan-perilaku-konsumtif-pada-remaja/
Threats
T1. KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK
Ini Daftar Tarif Listrik Terbaru Usai Naik per 1 September
Liputan6.com, Jakarta - Sejak Juli 2014, pemerintah menaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) enam golongan pelanggan yang tertuang melalui Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 19 Tahun 2014. Enam golongan itu akan mengalami kenaikan tarif listrik secara berkala setiap dua bulan sekali. Keenam pelanggan ini terdiri dari tiga jenis golongan yaitu golongan rumah tangga, industri dan gedung atau fasilitas pemerintah. Seperti yang dikutipLiputan6.com dari data Kementerian ESDM, Rabu (3/9/2014), berikut daftar kenaikan tarif enam golongan pelanggan sampai September 2014:
- Industri I3 non terbuka (tbk) dinaikkan secara bertahap 11,57 persen.
Dari tarif normal sebelum kenaikan Rp 864 per kilo Watt hours (kWh), menjadi Rp 964 per kWh saat awal kenaikan Juli 2014 dan naik lagi menjadi Rp 1075 per kWh pada kenaikan tahap kedua September 2014.
- Pelanggan rumah tangga R3 dengan 3.500-5500 volt ampere (va), naik bertahap 5,7 persen. Dari tarif normal sebelum kenaikan Rp1.145 per kWh, menjadi Rp 1.210 per kWh saat awal kenaikan Juli 2014 dan naik lagi menjadi Rp 1.279 per kWh pada kenaikan tahap kedua September 2014.
- Pelanggan pemerintah (P2) dengan daya diatas 200 kva. Kenaikan secara bertahap setiap dua bulan sebesar 5,36 persen.
Dari tarif normal sebelum kenaikan Rp1026 per kWh, menjadi Rp 1081 per kWh saat awal kenaikan Juli 2014 dan naik lagi menjadi Rp 1139 per kWh pada kenaikan tahap kedua September 2014.
- Golongan Rumah Tangga (R1) dengan daya 2.200 VA yang kenaikan bertahap rata-rata 10,43 persen setiap dua bulan.
Dari tarif normal sebelum kenaikan Rp1004 per kWh, menjadi Rp 1109 per kWh saat awal kenaikan Juli 2014 dan naik lagi menjadi Rp 1224 per kWh pada kenaikan tahap kedua September 2014.
- Golongan pelanggan penerangan Jalan Umum (P3) dengan kenaikan bertahap sebesar 10,69%.
Dari tarif normal sebelum kenaikan Rp 997 per kWh, menjadi Rp 1104 per kWh saat awal kenaikan Juli 2014 dan naik lagi menjadi Rp 1221 per kWh pada kenaikan tahap kedua September 2014.
- Golongan pelanggan Rumah Tangga (R1) dengan daya 1.300 VA yang kenaikan bertahap 11,36 persen.
Dari tarif normal sebelum kenaikan Rp979 per kWh, menjadi Rp 1090 per kWh saat awal kenaikan Juli 2014 dan naik lagi menjadi Rp 1214 per kWh pada kenaikan tahap kedua September 2014.
Diretur Jenderal Ketenaga Listrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan, dengan tarif listrik secara berkala sampai November, penghematan anggaran mencapai Rp 8,51 triliun dan seluruh golongan pelanggan listrik di atas
sudah tidak lagi disubsidi. "Penghematan enam golongan Rp 8,51 triliun, November 2014 tanpa disubsidi," tutup Jarman. (Pew/Nrm)
Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2100185/ini-daftar-tarif-listrik-terbaru-usai-naik-per-1-september
Tarif Listrik Industri Naik Bertahap Mulai 1 Mei
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan peraturan ihwal kenaikan bertahap tarif listrik untuk tahun ini. Peraturan Menteri ESDM Nomor 9 Tahun 2014 itu menyebutkan tarif listrik akan naik setiap dua bulan, yaitu pada 1 Mei 2014, 1 Juli, 1
September, dan 1 November. Dalam beleid yang ditandatangani Menteri ESDM Jero Wacik ini, ditetapkan kenaikan tarif listrik untuk dua golongan pelanggan. Golongan pertama adalah pelanggan I-3 atau industri dengan daya di atas 200.000 watt yang mencatatkan saham di Bursa
Efek Indonesia. Yang kedua, pelanggan I-4 atau industri dengan daya 30.000 watt ke atas.
"Untuk golongan 3 perusahaan terbuka naik 8,6 persen per dua bulan dan golongan I-4 naik 13,3 persen per dua bulan,I-4; kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman, Rabu, 16 April 2014. Tarif listrik I-3 yang saat ini berlaku Rp 803 per kilowatt- jam akan naik bertahap menjadi Rp 1.115 per kilowatt-jam pada 1 November 2014 untuk perusahaan terbuka. Sedangkan tarif listrik untuk industri besar yang saat ini Rp 723 per
kilowatt-jam akan naik bertahap menjadi Rp 1.191 per kilowatt-jam.
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/04/16/090571199/Tarif-Listrik-Industri-Naik-Bertahap-Mulai-1-Mei
T2. UPAH MINIMUM REGIONAL
Upah Minimum Provinsi (UMP) 2014
Pemerintah Kota/Daerah di setiap tingkat pemerintahan (Propinsi, Kabupaten/Kotamadya) dibantu rekomendasi dari Dewan Pengupahan telah membuat dan menetapkan Upah Minimum baru untuk tahun 2014.
Berikut adalah daftar Provinsi yang sudah menetapkan Upah Minimum Provinsi 2014
NO. PROVINSI KETERANGAN
2013 2014 Persentase Kenaikan (%) 1 NANGGROE ACEH D. Rp 1,550,000 Rp 1,750,000 13% 2 SUMATERA UTARA Rp 1,375,000 Rp 1,505,850 10% 3 SUMATERA BARAT Rp 1,350,000 Rp 1,490,000 10% 4 RIAU Rp 1,400,000 Rp 1,700,000 21%
5 KEPULAUAN RIAU Rp 1,365,087 Rp 1,665,000 22% 6 JAMBI Rp 1,300,000 Rp 1,502,300 16% 7 SUMATERA SELATAN Rp 1,350,000 Rp 1,825,600 35% 8 BANGKA BELITUNG Rp 1,265,000 Rp 1,640,000 30% 9 BENGKULU Rp 1,200,000 Rp 1,350,000 13% 10 LAMPUNG Rp 1,150,000 Rp 1,399,037 22% 11 JAWA BARAT Rp 850,000 Rp 1,000,000 18% 12 DKI JAKARTA Rp 2,200,000 Rp 2,441,301 11% 13 BANTEN Rp 1,170,000 Rp 1,325,000 13% 14 JAWA TENGAH Rp 830,000 Rp 910,000 10% 15 YOGYAKARTA Rp 947,114 Rp 988,500 4% 16 JAWA TIMUR Rp 866,250 Rp 1,000,000 15% 17 BALI Rp 1,181,000 Rp 1,542,600 31% 18 N T B Rp 1,100,000 Rp 1,210,000 10% 19 N T T Rp 1,010,000 Rp 1,150,000 14% 20 KALIMANTAN BARAT Rp 1,060,000 Rp 1,380,000 30% 21 KALIMANTAN SELATAN Rp 1,337,500 Rp 1,620,000 21%
22 KALIMANTAN TENGAH Rp 1,553,127 Rp 1,723,970 11% 23 KALIMANTAN TIMUR Rp 1,752,073 Rp 1,886,315 8% 24 MALUKU Rp 1,275,000 Rp 1,415,000 11% 25 MALUKU UTARA Rp 1,200,622 Rp 1,440,746 20% 26 GORONTALO Rp 1,175,000 Rp 1,325,000 13% 27 SULAWESI UTARA Rp 1,550,000 Rp 1,900,000 23% 28 SULAWESI TENGGARA Rp 11,25,207 Rp 14,00,000 24% 29 SULAWESI TENGAH Rp 995,000 Rp 1,250,000 26% 30 SULAWESI SELATAN Rp 1,440,000 Rp 1,800,000 25% 31 SULAWESI BARAT Rp 1,165,000 Rp 1,400,000 20% 32 PAPUA Rp 1,710,000 Rp 1,900,000 11% 33 PAPUA BARAT Rp 1,720,000 Rp 1,870,000 9% Sumber: http://www.gajimu.com/main/gaji/gaji-minimum/ump-2014 T3. INFRASTRUKTUR
Masalah infrastruktur menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi, apalagi berdasarkan survei JBIC, Indonesia merupakan negara nomor satu tujuan investasi bagi para
investor asal Jepang, mengalahkan China. Infrastruktur menjadi perhatian utama agar industri manufaktur lebih cepat kita bangun dan tingkatkan, kemudian harus ada reformasi struktural agar kita tidak tergantung kepada bahan baku impor atau intermediate good impor.
Pembangunan infrastruktur belum memadai dan kurang mendapatkan dukungan dana. "Infrastruktur Indonesia tidak memadai sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi. Jumlah
investasi di bidang infrastruktur selama dekade terakhir oleh pemerintah pusat, pemda, BUMN, dan swasra kurang dari 4% PDB.
Bank Dunia memperkirakan Indonesia telah kehilangan setidaknya 1% pertumbuhan ekonomi setiap tahun selama dekade terakhir karena investasi yang rendah ini. rendahnya pertumbuhan arus barang melalui pelabuhan, terutama disebabkan kinerja pelabuhan yang
terkendala kondisi infrastruktur, seperti kedalaman kolam beberapa pelabuhan di Indonesia hanya sekitar 6 meter, sehingga kapal berukuran besar yang bisa mengangkut barang secara lebih efisien tidak bisa berlabuh di pelabuhan.
Sumber: http://jurnalmaritim.com/2014/7/1903/infrastruktur-tak-memadai-sebabkan-rendahnya- pertumbuhan-arus-barang-melalui-pelabuhan http://www.jia-xiang.biz/pengusaha-jepang-keluhkan-infrastruktur-kurang-memadai http://finance.detik.com/read/2014/06/23/122059/2616227/1034/bank-dunia-tak-bosan-ingatkan-ri-untuk-alihkan-subsidi-bbm-ke-infrastruktur T4. NILAI TUKAR
Laju nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan. "Berlanjutnya tren penguatan pada dolar Amerika membuat rupiah hilang kesempatan untuk mengalami kenaikan, Kurs
rupiah berada di level 11.790- 11.774 (kurs tengah BI). Pergerakan euro sempat menguat seiring pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang sepakat mengakhiri konflik dengan Ukraina. Laju dolar Australia juga sempat menguat seiring langkah bank sentralnya yang menolak memangkas nilai AUD ,Menguatnya dolar Amerika lantaran data-data makro-ekonomi Amerika membaik seperti data ketenaga kerjaan. Saat ini risiko pelebaran defisit anggaran kemungkinan akan memunculkan peluang untuk kembali dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Sumber:
http://www.tempo.co/read/news/2014/09/04/092604439/Tekanan-terhadap-Rupiah-Diperkirakan-Berlanjut
T5. PERSAINGAN TINGGI
Konsumsi domestik Indonesia tumbuh pesat dan berjasa menyelamatkan negeri ini dari krisis keuangan global. Di balik itu, selain menikmati pertumbuhan tinggi, para pelaku bisnis merasakan persaingan yang semakin meningkat. MEA akan membawa pada liberalisasi ekonomi yang semakin luas di ASEAN, ditandai dengan peredaran secara bebas tanpa hambatan baik barang, jasa, modal maupun tenaga kerja.
Kesepakatan tersebut tentunya akan membuat tatanan ekonomi baru di ASEAN dan akan membuka berbagai peluang untuk memperoleh manfaat. Namun disisi sebaliknya juga berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Produk impor dari kedua negara tersebut segera membanjiri pasar Indonesia sehingga terjadi pelebaran defisit neraca perdagangan. Seharusnya hal tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi Indonesia dalam berbagai kesepakatan liberalisasi ekonomi,
termasuk MEA.
Sumber: http://www.scribd.com/doc/216714812/Paper-Singkat-MEA-1-0-Small ANCAMAN PENDATANG BARU
Dengan adanya pendatang baru di dunia bisnis, maka hal ini juga menjadi salah satu ancaman bagi perusahaan manapun khususnya PT. Mayora Indah, Tbk sebagai perusahaan lama dalam menguasai pasar yang cukup lama pula karena datangnya pendatang baru/perusahaan baru ke dalam suatu industry akan membawa kapasitas baru, keinginan untuk merebut segmen pasar maupun market share, seperti adanya pendatang baru yakni PT. Magfood Inovasi Pangan yang berdiri tahun 2001 lalu ini masih cenderung menguasai segmen pasar yang ada dalam jumlah kecil.
Maka dapat diketahui bahwa dalam hal ancaman pendatang baru, masih cenderung kecil bagi PT. Mayora Indah, Tbk sebagai satu ancaman yang serius di dunia bisnis yang dikelolanya. Hal ini mungkin disebabkan karena kekuatan pendatang baru biasanya dipengaruhi besar kecilnya hambatan masuk ke dalam industri. Hambatan masuk kedalam industri itu contohnya antara lain : besarnya biaya investasi yang dibutuhkan, perijinan ,akses terhadap bahan mentah, akses terhadap
Bisa juga karena waktu dan biaya yang diperlukan untuk memasuki dunia industri tersebut cenderung tinggi, membutuhkan pengetahuan spesialis menegnai produk-produk makanan yang diproduksi, dan proteksi terhadap teknologi yang kurang baik. Biasanya semakin tinggi hambatan masuk , semakin rendah ancaman yg masuk dari pendatang baru.
Sumber: http://maritha-myworldmydream.blogspot.com/2013/04/analisa-porters-five-forces-pada- pt.html
Matriks Profil Kompetitif (CPM) PT Mayora Indah Tbk.
COMPETITIVE PROFILE MATRIX
MAYORA
TIGA PILAR SEJAHTERA
FOOD INDOFOOD
Faktor-faktor
Keberhasilan Penting Bobot
Peringka t Skor Peringka t Skor Peringka t Skor C1. CSR 0.05 2 0.1 4 0.2 3 0.15 C2. Harga Produk 0.35 3 1.05 2 0.7 3 1.05 C3. Posisi Keuangan 0.1 3 0.3 3 0.3 4 0.4 C4. Struktur Organisasi 0.05 3 0.15 3 0.15 4 0.2 C5. Distribusi penjualan 0.3 4 1.2 3 0.9 3 0.9 C6. Pengalaman Manajemen 0.15 4 0.6 1 0.15 3 0.45 Total 1 3.4 2.4 3.15
Dapat dinyatakan bahwa PT Mayora Indah Tbk. adalah suatu perusahaan yang cukup kuat bila dibandingkan dengan pesaingnya berdasarkan perolehan skor bobot total sebesar 3,4. Hasil
matriks profil kompetitif menunjukan bahwa Mayora memiliki manajemen yang terbaik diantara Indofood maupun Tigapilar. Dimana, Mayora mendapat total skor 3,4, Indofood mendapat total skor 3,15, sedangkan Tiga Pilar Sejahtera mendapat total skor 2,4.
Data Penunjang Matriks Profil Kompetitif (CPM)
C1. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
Corporate social responsibility merupakan suatu tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh pihak-pihak yang berkepentingan dalam kegiatan perusahaan, yaitu, konsumen, sumber daya manusia, pemegang saham, dan lingkungan. CSR mencakup beberapa aspek seperti ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan. Tujuan CSR adalah menjaga kelangsungan perusahaan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
PT. Mayora Indah Tbk.
Program CSR yang dilakukan Mayora memang tidak tercantum dalam website resmi Mayora, yaitu http://www.Mayoraindah.co.id/. Namun, terdapat data dari http://www.gerobaksampah.com/2010/11/indofood-group-dan-Mayora-dalam-csr.html,
yang mendokumentasikan program CSR Mayora.
Dalam website tersebut, tercatat bahwa Mayora pernah menyumbangkan alat kebersihan berupa mesin dan pengolah sampah di tahun 2010.
Mayora bersama dengan Indofood menyumbangkan gerobak sampah untuk kebutuhan di lingkungan warga sekitar pabrik.
Pada tahun 2013, Mayora sedang membangun perkebunan tebu di Kecamatan Tubang, Merauke. Mayora melakukan survei operasional dan pendekatan terhadap warga. Kelompok survei terbagi menjadi tiga, yaitu, di daerah Desa Yowid, Dokil dan Wamal, yang potensial menjadi area pelabuhan. Tim yang telah dibentuk berpencar, ada tim yang mengunjungi daerah Wobuyo dan Dodalim, dan yang ketiga di sekitar Bibikem, Ulili, dan Ilwayab. Staf perusahaan yang sudah mendapat izin selalu dikawal oleh petugas keamanan, anggota dari Brimob polisi. Data ini ditemukan dari website https://awasmifee.potager.org/?page_id=489&lang=id.
Dengan demikian, PT. Mayora diberikan peringkat 2 , karena program CSR Mayora tergolong jarang dan cukup sedikit bila dibandingkan dengan kompetitornya.
PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.
PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. memiliki website http://www.tigapilar.com/. Program CSR yang dicatat dalam website tersebut cukup banyak. Program CSR yang dilakukan oleh Tiga Pilar Sejahtera (TPS) sebagian besar adalah dari produk makanan ringannya yang khas, yaitu Taro.
Program CSR yang pernah dilakukan TPS antara lain, “Partisipasi Taro pada Potensi Pengembangan Anak-anak Penyandang Celebral Palsy melalui Kegiatan Petualangan”,
“Petualangan Taro
“Petualangan Taro Berbagi Berbagi Ceria dengan Ceria dengan Penyandang Tuna Penyandang Tuna Rungu”, SemiRungu”, Seminar Knar Kesehataesehatann Kanker, Buka Bersama Warga, Santunan Anak Yatim, Pembagian Sembako, Penyerahan Kanker, Buka Bersama Warga, Santunan Anak Yatim, Pembagian Sembako, Penyerahan Beasiswa Anak-anak Karyawan TPS, Go Green TPS, Donor Darah, Seminar Kesehatan Beasiswa Anak-anak Karyawan TPS, Go Green TPS, Donor Darah, Seminar Kesehatan Reproduksi Wanita, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, program CSR TPS diberi Reproduksi Wanita, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, program CSR TPS diberi peringkat 4
peringkat 4
..
PT. Indofood CBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.Sukses Makmur Tbk.
Sejak tahun 2011, Indofood memiliki komitmen untuk membangun program CSR Sejak tahun 2011, Indofood memiliki komitmen untuk membangun program CSR guna memberikan kontribusi kepada masyarakat. Beberapa program CSR yang dilakukan guna memberikan kontribusi kepada masyarakat. Beberapa program CSR yang dilakukan PT. Indofood berdasarkan website resmi PT. Indofood, PT. Indofood berdasarkan website resmi PT. Indofood, http://www.indofoodcbp.com/corporate/en-us/corporatesocialresponsibility.aspx adalah http://www.indofoodcbp.com/corporate/en-us/corporatesocialresponsibility.aspx adalah “Building Human Capital”, “Outreaching to the Community”, “Strengthening Economic “Building Human Capital”, “Outreaching to the Community”, “Strengthening Economic Value”, “Protecting the Environment”, “Solidarity for Humanity”. Dengan demikian, Value”, “Protecting the Environment”, “Solidarity for Humanity”. Dengan demikian, peringkat
peringkat program program CSR CSR untuk untuk PT. PT. Indofood Indofood adalah adalah 3, 3, karena karena prograprogram m CSR CSR PT. PT. IndofoodIndofood lebih banyak dari PT. Mayora, tetapi lebih sedikit dari PT. Tiga Pilar Sejahtera.
C2. HARGA PRODUK C2. HARGA PRODUK
Kategori produk yang akan dijadikan bahan perbandingan adalah kategori makanan ringan, Kategori produk yang akan dijadikan bahan perbandingan adalah kategori makanan ringan, seperti biskuit, wafer dan coklat, serta jenis makanan ringan lainnya.
seperti biskuit, wafer dan coklat, serta jenis makanan ringan lainnya.
PT. Mayora Indah Tbk.PT. Mayora Indah Tbk.
Harga yang ditawarkan oleh Mayora cukup tinggi, karena kualitas produk yang Harga yang ditawarkan oleh Mayora cukup tinggi, karena kualitas produk yang dihasilkan dapat dikategorikan sangat baik dibanding pesaingnya. Biskuit Roma, dihasilkan dapat dikategorikan sangat baik dibanding pesaingnya. Biskuit Roma, Beng-Beng, Astor, Choki-Choki merupakan beberapa produk dari Mayora. Makanan sejenis Beng, Astor, Choki-Choki merupakan beberapa produk dari Mayora. Makanan sejenis biskuit,
biskuit, Beng-Beng Beng-Beng dan dan Astor Astor mungkin mungkin juga juga dimiliki dimiliki oleh oleh perusahaaperusahaan n pesaing, pesaing, namunnamun produk
produk Choki-Choki Choki-Choki adalah adalah salah salah satu satu produk produk Mayora Mayora yang yang sempat sempat digemari digemari oleholeh konsumen anak-anak hingga remaja. Choki-Choki juga merupakan produk coklat pasta konsumen anak-anak hingga remaja. Choki-Choki juga merupakan produk coklat pasta pertama yang t
pertama yang terkenal. Harga proerkenal. Harga produk biskuit Mayorduk biskuit Mayora (tahun 2014) berkisar aa (tahun 2014) berkisar antara Rp 9000,-ntara Rp 9000,-hingga Rp 55.000,- tergantung kemasan. Sedangkan untuk produk wafer dan coklat berkisar hingga Rp 55.000,- tergantung kemasan. Sedangkan untuk produk wafer dan coklat berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 200.000,- tergantung kemasan.
antara Rp 10.000 hingga Rp 200.000,- tergantung kemasan.
Produk lain dari Mayora adalah permen Kopiko, yang merupakan permen kopi Produk lain dari Mayora adalah permen Kopiko, yang merupakan permen kopi pertama
pertama dikenal dikenal masyarakat. masyarakat. Harga Harga permen permen Kopiko Kopiko adalah adalah Rp Rp 8500,- 8500,- perper pack pack .. Selain itu,Selain itu, produk
produk makanan ringan tmakanan ringan tersebut serersebut sering dijadikan ing dijadikan sebagai sebagai isi hantaraisi hantaran atau parsel. Walaupun atau parsel. Walaupu nn makanan ringan, produk Mayora ini banyak dicari sebagai isi dari sebuah parsel, maka dari makanan ringan, produk Mayora ini banyak dicari sebagai isi dari sebuah parsel, maka dari itu, secara tidak langsung konsumen dapat menilai bahwa produk Mayora memang itu, secara tidak langsung konsumen dapat menilai bahwa produk Mayora memang berkualitas
berkualitas tinggi tinggi dan dan sudah sudah terjamin terjamin konsistenkonsistensi si kualitaskualitasnya, nya, sehingga sehingga tidak tidak heran heran jikajika produk
produk makanan makanan ringan ringan dari dari Mayora Mayora cukup cukup mahal mahal harganya. harganya. Maka Maka dari dari itu, itu, kamikami memberikan peringkat 4 untuk produk Mayora. (sumber harga dari website : memberikan peringkat 4 untuk produk Mayora. (sumber harga dari website : http://www.tokoparmo.com/printharga.php)
http://www.tokoparmo.com/printharga.php)
PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.
Produk makanan ringan kategori biskuit yang diproduksi oleh TPS adalah Growie. Produk makanan ringan kategori biskuit yang diproduksi oleh TPS adalah Growie. Biskuit Growie sangat jarang ditemukan pada etalase biskuit di supermarket. Mungkin Biskuit Growie sangat jarang ditemukan pada etalase biskuit di supermarket. Mungkin produk
Harga biskuit Growie adalah Rp 10.500,- per
Harga biskuit Growie adalah Rp 10.500,- per pack pack , dan tidak memiliki beragam kemasan., dan tidak memiliki beragam kemasan. Maka, kami memberikan peringkat yang paling rendah pada produk TPS, selain merek yang Maka, kami memberikan peringkat yang paling rendah pada produk TPS, selain merek yang diluncurkan jarang didengar oleh telinga konsumen, mutu produk juga belum terjamin diluncurkan jarang didengar oleh telinga konsumen, mutu produk juga belum terjamin 100%. Namun, ada pula satu produk yang terkenal dari TPS, yaitu
100%. Namun, ada pula satu produk yang terkenal dari TPS, yaitu snack snack Taro dan Mie Taro dan Mie Kremez.
Kremez.
Produk Taro rupanya menjadi pesaing bagi makanan ringan produksi Mayora, karena Produk Taro rupanya menjadi pesaing bagi makanan ringan produksi Mayora, karena sama-sama menjadi salah satu makanan favorit anak-anak. Harga Taro
sama menjadi salah satu makanan favorit anak-anak. Harga Taro snack snack mulai dari Rp 900,- mulai dari Rp 900,-hingga Rp 56.000,- tergantung kemasan.
hingga Rp 56.000,- tergantung kemasan.
Selain biskuit, TPS juga memproduksi permen yang cukup terkenal, yaitu permen Selain biskuit, TPS juga memproduksi permen yang cukup terkenal, yaitu permen Gulas. Permen yang memiliki rasa asam manis ini rupanya tidak banyak memiliki pesaing. Gulas. Permen yang memiliki rasa asam manis ini rupanya tidak banyak memiliki pesaing. Harga permen Gulas adalah Rp 5000,- per
Harga permen Gulas adalah Rp 5000,- per pack pack . Maka dari itu, kami memberikan peringkat. Maka dari itu, kami memberikan peringkat yang paling rendah dari semua produk pesaing, yaitu 2. (sumber harga dari website : yang paling rendah dari semua produk pesaing, yaitu 2. (sumber harga dari website : http://www.tokoparmo.com/printharga.php).
http://www.tokoparmo.com/printharga.php).
PT. Indofood CBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.Sukses Makmur Tbk.
PT. Indofood merupakan pesaing terberat Mayora, dengan produk-produk makanan PT. Indofood merupakan pesaing terberat Mayora, dengan produk-produk makanan ringannya yang bervariasi dan sangat dikenal masyarakat, yaitu Chitato, Chiki, JetZ, Qtela, ringannya yang bervariasi dan sangat dikenal masyarakat, yaitu Chitato, Chiki, JetZ, Qtela, Cheetos, Lays. Kualitas produk, terutama rasa, menjadi faktor keberhasilan penting bagi Cheetos, Lays. Kualitas produk, terutama rasa, menjadi faktor keberhasilan penting bagi produk
produk makanan makanan ringan ringan yang yang diproduksdiproduksi i Indofood. Indofood. Maka, Maka, tidak tidak heran heran bila bila harga harga makananmakanan ringan ini juga tergolong cukup mahal dibanding pesaing-pesaing di bawahnya. Harga ringan ini juga tergolong cukup mahal dibanding pesaing-pesaing di bawahnya. Harga makanan ringan berkisar antara Rp 900,- hingga Rp 100.000,- tergantung kemasan. makanan ringan berkisar antara Rp 900,- hingga Rp 100.000,- tergantung kemasan. Produk- produk
produk ini ini juga juga sering sering digunakan digunakan sebagai sebagai isi isi dari dari parsel parsel atau atau hantaran. hantaran. Tetapi, Tetapi, IndoIndofoodfood tidak memiliki produk permen yang sebanding dengan produk Mayora. Maka dari itu, kami tidak memiliki produk permen yang sebanding dengan produk Mayora. Maka dari itu, kami memberikan peringkat yang sama kepada Indofood, yaitu tiga.
memberikan peringkat yang sama kepada Indofood, yaitu tiga.
C3. POSISI KEUANGAN C3. POSISI KEUANGAN
Sumber:
https://www.ipotnews.com/index.php?level2=marketdata&menu=stockdetilmenu&frmStoc kCode=MYOR#fundamental
Data diatas menunjukkan rasio-rasio dasar keuangan dari kompetitor PT. Mayora Indah Tbk. yaitu Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. dan Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
Berdasarkan data diatas, menunjukkan sales growth dari PT. Mayora Indah Tbk. dan Indofood CBP Sukses Makmur. Sales growth PT. Mayora Indah Tbk. mencapai 27,97% sedangkan Indofood CBP Sukses Makmur 24,10% dan Tiga Pilar Sejahtera Tbk. adalah
34,94%. Angka tersebut menunjukkan bahwa sales growth Tiga Pilar Sejahtera Tbk. masih lebih baik dibandingkan PT. Mayora Indah Tbk. dan Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Total margin yang tersedia untuk menutupi beban operasi dan menghasikan laba atau kita kenal sebagai gross profit margin. Berdasarkan data diatas, gross profit margin PT. Mayora Indah Tbk. mencapai 1408,0 M, Tiga Pilar Sejahtera Tbk. mencapai 256,9 M dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mencapai 3967,4 M. Dari data diatas menunujukkan bahwa gross profit margin PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. lebih baik daripada PT. Mayora Indah Tbk dan Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
Operating profit margin adalah profitabilitas tanpa memperhitungkan pajak dan bunga. Berdasarkan data diatas, operating profit margin PT. Mayora Indah Tbk. mencapai 8,58%, Tiga Pilar Sejahtera Tbk. mencapai 16,14% dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mencapai 11,93 %. Dari data diatas menunujukkan bahwa operating profit margin PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk. lebih baik daripada PT. Mayora Indah Tbk. dan Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Laba setelah pajak penjualan dapat kita sebut sebagai net profit margin. Berdasarkan data diatas, net profit margin PT. Mayora Indah Tbk. mencapai 0,04, Tiga Pilar Sejahtera Tbk. mencapai 0,09 dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mencapai 0,09. Dari data diatas menunujukkan bahwa net profit margin PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. dan Tiga Pilar Sejahtera Tbk lebih baik daripada PT. Mayora Indah Tbk..
Earning per share (EPS) atau laba per saham menunjukkan laba yang tersedia bagi pemilik saham biasa. Berdasarkan data diatas, EPS PT. Mayora Indah Tbk. mencapai
679,70 kali, Tiga Pilar Sejahtera Tbk. mencapi 134,48 kali dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mencapai 460,0 kali. Dari data diatas menunujukkan bahwa EPS PT. Mayora Indah Tbk. lebih baik daripada PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. dan Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
Price Earning Ratio atau PER adalah rasio yang menunjukkan perbandingan harga saham perusahaan dan laba perusahaan. Berdasarkan data diatas, PER PT. Mayora Indah Tbk. mencapai 46,34 kali, Tiga Pilar Sejahtera Tbk. mencapai 18,79 kali dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mencapai 23,60 kali. Dari data diatas menunujukkan bahwa PER PT. Mayora Indah Tbk lebih baik daripada. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. dan Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
Price to Book Value (PBV) menunjukkan perbandingan antara harga saham dibandingkan nilai ekuitas per saham. Berdasarkan data diatas, PBV PT. Mayora Indah Tbk. mencapai 6,47 kali, Tiga Pilar Sejahtera Tbk. mencapai 2,90 kali dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mencapai 4,42 kali. Dari data diatas menunujukkan bahwa PBV PT. Mayora Indah Tbk lebih baik daripada. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. dan Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
Return On asset atau ROA menunjukkan tingkat pengembalian laba setelah pajak per dolar aser atau juga dikenal sebagai pengembalian investasi. Berdasarkan data diatas, ROA PT. Mayora Indah Tbk. mencapai 5,48%, Tiga Pilar Sejahtera Tbk. 7,57% dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mencapai 10,89%. Dari data diatas menunujukkan bahwa ROA PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. lebih baik dar ipada PT. Mayora Indah
Tbk. dan Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
Return On Equity atau ROE menunjukkan tingkat pengembalian laba setelah pajak per dolar investasi pemegang saham di perusahaan. Berdasarkan data diatas, ROE PT. Mayora Indah Tbk. mencapai 13,96%, Tiga Pilar Sejahtera Tbk. 15,44% dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mencapai 18,53%. Dari data diatas menunujukkan bahwa ROE PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. lebih baik daripada Tiga PT. Mayora Indah Tbk dan Pilar Sejahtera Tbk.
Dari data diatas, PT. Mayora Indah Tbk. unggul earning per share, PER dan PBV. Tiga Pilar Sejahtera Tbk. unggul sales growth, operating profit, net profit dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. unggul gross profit, net profit, ROA dan ROE.
Berdasarkan data diatas peringkat PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. memiliki peringkat empat yang menunjukkan sangat kuat dalam kondisi keuangan. PT. Mayora Indah
Tbk. memiliki peringkat tiga yang menunjukkan sangat kuat dalam kondisi keuangan dan Tiga Pilar Sejahtera Tbk. memiliki peringkat tiga yang menunjukkan sangat kuat dalam kondisi keuangan.
Dari bagan organisasi yang diimplementasikan, Indofood memiliki struktur organisasi yang lebih flat dibandingkan Mayora maupun Tiga Pilar Sejahtera Food. Sehingga untuk struktur organisasi Indofood mendapat peringkat paling tinggi.
Sumber: Laporan Tahunan 2013 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk halaman 13
Dari data yang ditampilkan Mayora mempunyai distribusi hingga internasional, Tiga Pilar Sejahtera Food hanya menpunyai di berbagai kawasan di indonesi, begitu pula Indofood dibidang snack.
Distribusi Penjualan Mayora
Distribusi Penjualan Indofood CPB C6. PENGALAMAN MANAJEMEN
Pengalaman manajemen dapat dilihat dari tahun berdirinya perusahaan. Mayora telah berdiri pada tahun 1977, Tiga Pilar Sejahtera Food mulai berdiri tahun 2003, sedangkan Indofood
telah berdiri 1982 tetapi Indofood mulai berbisnis makanan ringan pada tahun 1990.
Sumber: http://www.tigapilar.com/
Sumber: http://www.indofoodcbp.com/corporate/en-us/ourcompany/overview/ourhistory.aspx
Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE) PT Mayora Indah Tbk.
Strength(s) Bobot Peringkat Score
S1. Penjualan Bersih 2013 meningkat 14,3% 0,12 4 0,48
S2. Memiliki varian 6 kategori produk 0,1 3 0,3
S3. Didistribusikan kepada lebih dari 150.000 outlet ritel 0,14 4 0,56
S4. Iklan produk yang menarik 0,01 4 0,04
S5. Penggunaan teknologi yang tinggi
0,13 3 0,39
Weakness(es)
W1. Biaya periklanan yang tinggi 0,08 2 0,16
W2. Tingginya utang untuk belanja modal 0,07 2 0,14 W3. Perusahaan tidak dapat memaksimalkan utang yang ada,
nampak dari ROE yang rendah, yaitu 13,96% 0,1 1 0,1 W4. Pengalokasian modal perusahaan yang buruk, dikuasai oleh
masyarakat sebesar 67,07%, rawan untuk diambil alih oleh pihak
lain 0,05 2 0,1
W5. Kurang memperhatikan jenjang karir 0,09 2 0,18 W6. Produk menggunakan zat aditif berbahaya bagi kesehatan
bila dikonsumsi dalam jangka panjang dan berlebihan 0,11 1 0,11
TOTAL 1 2,56
Secara keseluruhan, perusahaan ini memperoleh skor bobot total sebesar 2.56 yang dalam skala 1 sampai 4 berada ditengah - tengah , mengindikasikan adanya ruang yang luas bagi perbaikan dalam keuangan, operasai, strategi, dan prosedur perusahaan.
Data Penunjang Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE) Strength
S1. PENJULALAN BERSIH MENINGKAT
PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk per Desember 2013 mencapai Rp1,04 triliun, laba tersebut naik bila dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp729,63 miliar. Dalam keterangan yang dipublikasikan, Jumat (28/3/2014), penjualan bersih naik 14,33 persen per Desember 2013 menjadi Rp12,02 triliun dari tahun sebelumnya Rp10,51 triliun. Sementara itu, total aset per Desember 2013 sebesar Rp9,71 triliun naik dari total aset per Desember 2012 yang sebesar Rp8,30 triliun.
Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/03/28/278/962249/laba-Mayora-tembus-rp1-04-triliun
S2. VARIAN KATEGORI PRODUK
Tingginya tingkat komsumsi kopi di Indonesia membuat pasar produk kopi juga terus tumbuh dari tahun ke tahun. Jenis produk minuman kopi yang beredar pun terus bertambah.
Sebelumnya hanya ada kopi tubruk (kopi hitam), belakangan jenis produk minum kopi sangat beraneka ragam, mulai dari kopi instan (tanpa ampas) sampai kopi yang ditambahi aneka rasa. Sejauh ini, pasar kopi susu masih didominasi pemain-pemain yang sebelumnya sudah eksis di pasar kopi hitam, grup Kapal Api pun masih menjadi pemimpin di kategori ini. Lewat dua merek besutannya, Kapal api Susu dan ABC Susu Posisi grup Kapal Api di tempel ketat oleh PT Mayora Indah Tbk. Lewat merek andalannya, Torabika.
Tak tanggung-tanggung Mayora mengepung pasar kategori ini dengan 9 varian sekaligus, yaitu Torabika Duo, Torabika Duo Susu, Torabika Jahe Susu, Torabika Moka, Torabika 3 in One, Torabika Cappuccino, Kopiko Brown Coffee, Kopiko White Coffee, Kopiko White Mocca. Kategori kopi susu Torabika menempati posisi strategis yang menghasilkan kontribusi signifikan pada penjualan produk kopi seduh di Mayora Sumber: http://ruslhysyam-motivasi.blogspot.com/2010_06_01_archive.html
S3. DISTRIBUSI
Produk Mayora didistribusikan kepada lebih dari 150.000 outletritel di seluruh Indonesia. Mengingat ukuran dan keragaman geografis pasar Indonesia, perusahaan telah memberikan usaha yang cukup besar untuk memperluas jaringan distribusi ke seluruh wilayah negara. Semua penjual produk di Indonesia saluran distribusi Mayora dan dikoordinasimelalui kelompok daerah yang terletak di dekat pasar. Jaringan distribusi yang kuat, produk PT Mayora Indah Tbk tidak hanya ada di Indonesia namun juga dapat kita jumpai di Negara seberang lautan seperti Malaysia, Thailand, philiphines, Vietnam, Singapore, Hong Kong, Saudi Arabia, Australia, Africa, America dan Italy.
Sumber:
http://www.scribd.com/doc/39311307/BAB-II
http://widiyaskyblue.blogspot.com/2013/05/analisis-manajemen-pt-Mayora-indah-tbk.html
S4. IKLAN PRODUK MENARIK
Permen Kiss adalah produk permen dari Mayora. Produk permen ini banyak ditemukan di supermarket, warung, asongan, ataupun di toko makanan. Permen Kis menawarkan produk permen mint yang dapat menyegarkan pernafasan. Permen ini dapat menambah percaya diri dalam pergaulan dengan kesegaran nafas mulut. Permen Kis juga dikemas secara inovatif. Pada bungkus permen terdapat tulisan tulisan untuk mengungkapkan perasaan. Dengan slogan 'Ga Cuma Wangi Juga Bisa Ngomong', permen ini menawarkan cara baru untuk mengungkapkan perasaan kepada teman atau pasangan. Permen Kis hadir dengan varian rasa mint, mint barley, mint cherry, mint grape.
Sumber: http://www.vemale.com/brand/18713-permen-kis-ga-cuma-wangi-juga-bisa-ngomong.html
Iklan yang menggambarkan ulat ingin meraih daun pucuk teh dengan suara “ pucuk, pucuk, pucuk” sudah pasti banyak orang yang mengetahuinya. Ya. Itulah iklan inspiratif dari minuman teh dalam kemasan Teh Pucuk Harum. Mengambil icon dua ekor ulat yang ingin mendapatkan daun the pucuk yang masih segar tapi sudah didahului para pemetik menjadi senjata mereka mengenalkan produk minuman dalam kemasan ini.
Merk Teh Pucuk Harum belum lama diperkenalkan ke khalayak ramai.
Baru tiga tahun berjalan dan ternyata anak perusahaan dari Mayora tersebut memberikan gambaran yang cukup baik. media iklan yang inspiratif menjadi corong utama mengenalkan produk itu.
Dengan slogan “Rasa teh terbaik ada di pucuknya” Mayora ingin menyampaikan bahwa minuman buatannya tercipta dari daun teh segar dan berada di pucuknya. Jadi bisa dipastikan bahwa rasanya akan terasa seperti teh yang diseduh langsung. Selain daun yang masih segar dan hanya diambil dari pucuknya saja, pengolahan yang dilakukan juga menggambarkan seperti sedang menyeduh teh secara nyata. Sebagai bukti warna
kecoklatan pada teh yang tercipta adalah karena efek dari proses menyeduh itu.
Varian Teh Pucuk Harum Less Sugar yang menjadi varian terbaru, bisa menjadi jawaban bagi mereka yang tidak suka kadar gula tinggi. Mayora melihat adanya kecenderungan
masyarakat yang sudah mengerti tentang pentingnya hidup sehat. Kadar gula dalam minuman teh dalam kemasan sering kali terlalu tinggi. jadi dengan varian rendah gula
itu, minuman teh dalam kemasan dari Teh Pucuk Harum bisa menjadi pilihan tepat dalam menghilangkan dahaga.
Sumber: http://mahasiswaekonomi.com/belajar-ekonomi/minuman-teh-dalam-kemasan-ingat-teh-pucuk-harum-less-sugar/
S5. PENGGUNAAN TEKNOLOGI YANG TINGGI
PT Mayora Indah Tbk induk dari produksi Mayora, terus menggenjot produksinya, cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan mesin buatan Denmark dan Italia. Hal ini disampaikan oleh Manufacturing Division Head pabrik Mayora Nurdin Lesmana saat acara media visit ke pabrik Mayora di Jatake Mayora bergerak di bisnis industri makanan dan minuman. Sejak 1992 perusahaan ini sudah melakukan kegiatan ekspor, dan saat ini Mayora sudah menggarap pasar di Afrika dan Timur Tengah.
Nurdin mengatakan, angka penjualan Mayora sudah mencapai Rp 9,5 triliun di 2011, sementara angka ekspor mencapai Rp 3,5 triliun. Mayora menggunakan mesin Schorch buatan Denmark untuk produksi makanan jenis butter cookies. Untuk memproduksi permen, Mayora menggunakan mesin bermerek Bosch buatan Italia dan satu mesin permen buatan Jepang yaitu Japan Automatic Mechine (JAM).
Kita adalah perusahaan yang mengaplikasikan produk halal dan bermutu juga aman. Kita mengandalkan teknologi tinggi dan tepat guna untuk mendapatkan kualitas terbaik
Sumber: http://finance.detik.com/read/2012/08/30/150244/2003380/1036/Mayora-pakai-mesin-buatan-eropa-untuk-kebut-produksi
Weakness
W1. BIAYA PERIKLANAN TINGGI
Apa kata Mayora? Hermawan Lesmana, Direktur Keuangan Mayora, membantah anggapan bahwa bintang perusahaan yang ikut didirikannya itu telah meredup. Katanya, Mayora tak mengurangi biaya promosi di tengah krisis sekalipun. Periode 2000-2, besaran
angka promosi bahkan terus diperbesar. Sepanjang 2000, Mayora menghabiskan Rp 49 miliar untuk promosi dan naik lagi menjadi Rp 52 miliar tahun berikutnya. Pada 2002, angka itu mencapai Rp 75 miliar. Hasilnya, penjualan Mayora sebesar Rp 998 miliar pada 2002 atau naik 19,2% dibanding tahun sebelumnya, Rp 833 miliar. Tahun ini, Mayora menargetkan penjualan Rp 1-1,2 triliun. Laba bersih tahun 2001 sebesar Rp 31,14 milliar dan naik hampir 400% pada 2002 yang mencapai Rp 119,49 milliar.
Prestasi ini adalah buah dari berbagai kebijakan baru. Salah satunya, perubahan strategi beriklan. Saat krisis tempo hari, iklan-iklan Mayora tampak berbeda dibanding sebelumnya. Iklan-iklan sebelumnya lebih menonjolkan citra korporat, sedangkan saat itu Mayora memilih menonjolkan merek-merek produk. Perusahaan makanan ringan ini tampaknya sadar bahwa tak semua produk Mayora dikenal masyarakat. Beng Beng, Choki-Choki dan Kopiko memang dikenal sebagai produk Mayora. Namun, Mayora hampir-hampir tak dikenali pada produknya yang lain seperti Wafer Sando, Suklat, Energen Sereal, permen Tamarin dan Kalsio meskipun gencar diiklankan.
Sumber: http://swa.co.id/listed-articles/ada-apa-lagi-dari-Mayoratanya
Melebihi Estimasi
Target penjualan ekspor Mayora tahun ini sebesar Rp 2,58 triliun sedikit di atas estimasi Departemen Riset IFT pada awal 2011 senilai Rp 2,55 triliun. Peningkatan ekspor akan didorong pertumbuhan permintaan pasar ekspor. Menurut Departemen Riset IFT, Mayora mulai menikmati upaya penetrasi ke pasar ekspor setelah melakukan biaya iklan, promosi, dan survei pasar yang tinggi tahun lalu.
Pada tahun 2010, Mayora merealisasikan biaya iklan, promosi, serta survei pasar sebesar Rp 661 miliar, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Biaya iklan dan survei pasar yang besar ini mencakup strategi Mayora untuk mengenali pasar ekspor serta mempromosikan produk-produknya. Pada kuartal I 2011, Mayora juga mengalokasikan biaya iklan, promosi, dan survei pasar yang besar. Biaya iklan dan promosi Mayora naik 35% menjadi Rp 131,8 miliar di kuartal I 2011 dibanding periode yang sama 2010, sedangkan biaya survei dan riset pasar naik delapan kali lipat menjadi Rp 2,3 miliar.
Kajian Departemen Riset IFT menunjukkan selama periode 2004-2010, setiap biaya iklan dan promosi serta survei dan riset yang dilakukan Mayora paling efektif mendorong penjualan ketika tahun 2009. Setiap Rp 1 biaya iklan, promosi, survei, dan riset yang dikeluarkan dapat menyumbangkan pendapatan senilai Rp 19,2 pada tahun 2009. Sementara efektivitas biaya iklan dan riset paling rendah terjadi pada 2005, dengan setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan hanya dapat menghasilkan Rp 9,6 penjualan.
Pada kuartal I 2011, setiap biaya iklan dan riset yang dikeluarkan Mayora dapat memberikan pendapatan senilai Rp 14,7, sedikit turun dibandingkan dengan efektivitas periode yang sama tahun 2010 dengan Rp 1 biaya yang dikeluarkan dapat mendorong penjualan Rp 15,6. Besarnya biaya riset dan survei, serta menurunnya efektivitas iklan dan promosi selama kuartal I 2011 mengakibatkan margin laba usaha Mayora harus melemah 480 basis poin ke level 7,8%, sekaligus mendorong margin laba bersih turun 320 basis poin menjadi 4,6%.
Sumber:
https://www.ipotnews.com/m/article.php?jdl=Mayora_Targetkan_Penjualan_Ekspor_Rp_2_58 _Triliun&level2=&level3=&level4=MYOR&news_id=315054&group_news=CLIPPING&tag
ing_subtype=COMPANYNEWS&popular=&search=y&q=MYOR W2. UTANG TINGGI
Mayora telah menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp 750 miliar. Utang ini membuat debt to equity ratio Mayora lebih dari satu kali.Mayora akan menjual produk ke China, Thailand, India, Vietnam, dan Myanmar. Selain itu juga ke negara Timur Tengah, Nigeria. Ini karena sejumlah produk biskuit dan wafer Mayora sudah cukup dikenal di Nigeria.
W3. UTANG KURANG MAKSIMAL
Sumber:
https://www.ipotnews.com/index.php?level2=marketdata&menu=stockdetilmenu&frmStoc kCode=MYOR#fundamental
Return On Equity atau ROE menunjukkan tingkat pengembalian laba setelah pajak per dolar investasi pemegang saham di perusahaan. Berdasarkan data diatas, ROE PT. Mayora Indah Tbk. mencapai 13,96%.
Sumber:
http://www.IDX.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/Corporate_Actions/New_Info _JSX/Jenis_Informasi/01_Laporan_Keuangan/04_Annual%20Report//2012/MYOR/MYOR _Annual%20Report%202012.pdf
W5. JENJANG KARIRS KURANG DIPERHATIKAN
Sumber: http://www.qerja.com/review/detail_review/Mayora-Indah-Tbk-PT/2#_=_ W6. KOMPOSISI ZAT ADITIF PRODUK
Permen Kiss dan berbagai permen wangi atau permen yang bisa ngomong lainnya yang perlu anda ketahui dengan jelas. Ada beberapa hal penting yang perlu anda ingat, di antaranya
adalah :
- Perlu anda ingat bahwa permen tersebut tidak jauh berbeda dengan permen pada umumnya yang mengandung banyak gula. Selain itu, di dalam permen seperti itu juga terdapat banyak bahan tambahan seperti gula sintesis, pengawet, pewarna, dan lainnya. Meskipun bahan
tersebut bisa digunakan untuk bahan pangan, namun tidak baik jika dikonsumsi oleh tubuh dalam jumlah yang banyak.
- Permen kiss bukanlah pengganti pasta gigi yang bisa menyegarkan nafas anda. Efek wangi yang ditimbulkan oleh permen ini hanyalah bersifat sesaat saja. Dengan kata lain, mulut anda tetap berbau tidak sedap walaupun anda sudah mengonsumsi permen ini.
- Sangat dianjurkan bagi anda untuk tidak mengonsumsi permen ini dan eprmen jenis apapu lebih dari 40 gram atau yang setara dengan 4 sampai 5 butir dalam satu hari. Adapun efek samping yang dihasilkan dari permen adalah kegemukan atau obesitas dan kencing manis yang berkaitan dengan tingginya kadar gula dalam sebutir permen.
BAB IV
ANALISIS DAN PILIHAN STRATEGI
Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (TOWS) pada PT Mayora Indah Tbk.
STRENGTH WEAKNESS
1 Penjualan Bersih 2013 meningkat 14,3% Biaya periklanan yang tinggi
2 Memiliki varian 6 kategori produk Tingginya utang untuk belanja modal 3
Didistribusikan kepada lebih dari 150.000 outlet ritel
Perusahaan tidak dapat memaksimalkan utang yang ada, nampak dari ROE yang rendah, yaitu 13,96%
4
Iklan produk yang menarik
Pengalokasian modal perusahaan yang buruk, dikuasai oleh masyarakat sebesar 67,07%, rawan untuk diambil alih oleh pihak lain
5 Penggunaan teknologi yang tinggi Kurang memperhatikan jenjang karir 6
-Produk menggunakan zat aditif berbahaya bagi
kesehatan bila dikonsumsi dalam jangka panjang dan berlebihan
OPPORTUNITY THREAT
1
Dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asia 2015, maka jangkauan pasar meluas
Kenaikan tarif dasar listrik dan bahan bakar sebesar 65%
2
Meningkatnya jumlah penduduk menjadi
273,2 juta pada 2025 Kenaikan Upah Minimum Regional sebesar 11% 3 Gaya hidup instan Infrastruktur di Indonesia yang tidak memadai 4 Segmen pasar industri yang luas Pengaruh pelemahan nilai tukar
5 Konsumtif (Rasa ingin mencoba) Pertambahan jumlah pesaing
STRATEGI SO STRATEGI WO
Menambah varian – varian produk baru setiap tahun (S2,O4,O5)
Mencariangel investor untuk menanamkan modal (W2,O1)
Melakukan penambahan varian rasa yang baru buat produk yang belum ada banyak varian
sehingga bisa memuaskan selera konsumen yang beragam (S2,O2)
Mencari pihak manajemen yang berkompeten dari MEA sehingga bisa meningkatkan ROE yang diterima (W2, O1)
STRATEGI ST STRATEGI WT
Menggunakan teknologi canggih yang hemat energi (S5, T1)
Mengiklankan produk pada media internet seperti Youtube (W1,T2, W5)
Memperbaiki jenjang karir kepada karyawan yang berkompeten (W4, T5)