Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dengan Menggunakan Senjata Tajam yang Dilakukan Secara Bersama-Sama (Studi Kasus Nomor 266 Pid.B 2014 Pn.Sbg)
Teks penuh
Dokumen terkait
Kedua, pertimbangan hakim dalam menangani tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama, Jaksa Penuntut Umum dapat membuktikan bahwa terdakwa adalah yang
3.1 Kesesuaian Formulasi Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Dalam Perkara Pidana Nomor: 868/Pid.B/2010/PN.Bwi Dengan Tindakan Terdakwa
Menimbang, bahwa oleh semua unsur-unsur yang terdapat dalam dakwaan jaksa Penuntut Umum telah terpenuhi, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa terdakwa telah
Bahwa dengan terpenuhinya semua unsur dari tindak pidana yang didakwakan kepada para terdakwa sebagaimana dirumuskan dalam dakwaan alternative Jaksa Penuntut Umum
Hal tersebut kerena dalam bentuk dakwaannya dipergunakan hanya satu tindak pidana saja yang didakwakan yaitu pasal 368 ayat (1) 1 KUHP tentang pemerasan yang dilakukan
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka penulis berpendapat bahwa penerapan hukum terhadap tindak pidana secara tanpa hak membawa atau menyimpan senjata tajam yang dilakukan oleh
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa adalah tindak pidana perkosaan terhadap anak kandung sebagaimana dakwaan jaksa penuntut
Dakwaan tunggal yang digunakan oleh jaksa penuntut umum yang mendakwakan Pasal 310 ayat 4 (empat) UU No.22 tahun 2009, menuntut terdakwa dengan pidana penjara