INDUSTRI HALAL DI INDONESIA, PERLUKAH? Oleh: Anggun Puspita Khoirun Nisa’
Fenomena industri halal yang akhir-akhir ini mulai berkembang di
Indonesia cukup menarik perhatian para pelaku bisnis maupun para konsumen
itu sendiri. Terlebih dengan jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas
beragam Islam, segala hal yang berlabel “halal” atau “ syariah” secara tidak
langsung akan memunculkan apa yang kemudian disebut dengan peluang bagi
para pelaku industri. Jika bertanya apakah industri halal ini diperlukan atau
tidak di Indonesia, tentu dengan tegas jawabannya adalah perlu.
Umat Islam bisa dikatakan merupakan sekelompok masyarakat yang
cukup kompleks pemenuhan kebutuhan hidupnya. Misalnya dalam makanan,
umat Islam hanya diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan yang halal. Tidak
hanya itu, kriteria halal pun mencakup proses produksi atau proses
pembuatannya tidak terbatas hanya pada halal atau tidaknya zat barang.
Terlebih bagi wanita, perintah menutup aurat yang di firmankan Allah dalam
surat Al-Ahzab ayat 59 menjadikan kebutuhan yang diperlukan wanita untuk
menjalankan perintah itu menjadi sangat beragam mulai dari ujung rambut
hingga ujung kaki. Mulai dari kebutuhan hijab yang merupakan perintah pokok
dari ayat tersebut hingga kaos kaki yang mungkin bagi beberapa kalangan
barang ini masih dianggap sebagai salah satu barang inferior.
Menurut crescentrating.com , salah satu layanan free website yang
menyediakan informasi mengenai rating atau akreditasi berbagai industri wisata
halal di seluruh dunia, rating industri halal di Indonesia masih tergolong rendah
jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya terlebih Malaysia. Dari segi
kualitas maupun jumlah, industri halal dalam negeri masih kalah jauh untuk
bersaing.
Jika kita berbicara mengenai industri halal, kita tidak hanya berbicara
tentang makanan saja tapi dapat dikaitkan lebih jauh lagi dengan industri
pariwisata di Indonesia. Menurut data dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif, pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia tahun 2014 mencapai
industri pariwisata ini dapat dihubungkan dengan kebutuhan akan hotel
berlabel halal, tempat wisata halal, mall serta spa dan lain sebagainya.
Demand yang tinggi di Indonesia akan barang-barang berlabel halal ini
belum diiringi dengan jumlah supply yang memadai. Alangkah sayang jika
peluang ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan adanya potensi yang luar
biasa besar ini, sudah selayaknya industri halal di Indonesia digarap cukup
serius oleh pemerintah dan juga oleh para pelaku industri itu sendiri. Industri ini
tidak hanya menawarkan keuntungan yang besar bagi para pengusaha tetapi
lebih kepada menunaikan kewajiban fard al kifayah atas pemenuhan kebutuhan
umat Islam di Indonesia. Jika bukan kita sendiri yang memenuhi, lantas siapa