INDONESIA COAL
Angga AL-Amin Husain
D62113
301
INDONESIA COAL
2010
2011
2012
2013
2014
0
50
100
150
200
250
300
350
400
450
500
275
352
407
421
435
Produksi (Juta/Ton)
Sumber (BPPT, 2014)
4/28/18
INDONESIA COAL
Negara Indonesia memproduksi batubara sebanyak 275juta ton pada
tahun 2010 dan terus meningkat rata-rata sebesar 15% tiap tahunnya
hingga tahun 2014 diproduksi sebesar
435juta ton
(BPPT, 2014)
4/28/18
INDONESIA COAL
2010
2011
2012
2013
2014
0
50
100
150
200
250
300
350
400
450
500
275
352
407
421
435
210
287
340
349
359
Expor (Juta/Ton)
Produksi
Ekspor
4/28/18
ANGGA ALAMIN HUSAIN | MINING ENGINEERING HASANUDDIN UNIVERSITY 4 Sumber (BPPT,
INDONESIA EXPORT
Hasil produksi batubara rata-rata lima tahun terakhir
82% diekspor
keluar negeri
dan sebesar 18% digunakan dalam negeri
(BPPT, 2014)
4/28/18
WHAT’S THE
PROBLEM
?
4/28/18
“...Indonesia telah
gagal
melakukan
distribusi
energi
secara merata untuk memberantas
kemiskinan
...”
“...Hal ini terlihat adanya
kesenjangan
skala nasional
yaitu kesenjangan perkembangan antar provinsi...”
“...Ini menunjukan bahwa warga Indonesia masih
miskin
akan akses
kebutuhan
energi
...”
(Wishanti, 2015)
4/28/18
SOLUTION
IS . . .
4/28/18
MINIMIZE
COAL
EXPORT
4/28/18
and
Use
it for
Nation Main
Source Energy
4/28/18
Pemerintah
seharusnya
dapat mengelolah
sumber daya alam bukan hanya untuk
kepentingan pemerintahan
atapun
pendapatan negara
, melainkan untuk ...
“
Kesejahteraan Warga
Negara Republik Indonesia”
4/28/18
ALTERNATIVE
SOLUTION
4/28/18
“...Indonesia memiliki
105,2 miliar ton
sumber daya batubara...”
“...dimana sekitar 21,1 miliar ton merupakan
cadangan.
20,2% (21,25 miliar ton)
adalah
Batubara Kualitas Rendah
...”
(Soelistijo, et al., 2013)
4/28/18
Jika setiap ton batubara peringkat rendah ini diubah menjadi dua barel
minyak sintetis, kita akan mendapatkan
42,5 miliar barel.
Jumlah ini
10,5 kali cadangan (terbukti)
minyak Indonesia
,
yang saat ini
4,04 miliar barel
(Soelistijo, et al., 2013)
4/28/18
THE CHALANGE
FOR INDONESIA GOVERMENT
4/28/18
Pemerintah juga harus mampu menerapkan
sustainable development
yaitu, pembangunan yang
memenuhi
kebutuhan masa kini
tanpa mengorbankan
kemampuan generasi mendatang untuk
memenuhi kebutuhan mereka sendiri
(Burchart-Korol, et al., 2014).
4/28/18
THANKS
4/28/18
ANGGA ALAMIN HUSAIN | MINING ENGINEERING HASANUDDIN UNIVERSITY 24
Referensi
Achsan, H. T. Y. & Barcah, Q., 2015. Indonesia Coal Trade System: A
Knowledge-Based Application Software.
Elsavier,
Volume 100, pp. 622-629.
Burchart-Korol, D. et al., 2014. Development of Sustainability Assessment Method of
Coal Mines.
Journal of Sustainable Mining,
13(4), pp. 5-11.
Soelistijo, U. W., Wibowo, A. P. & Abdullah, M., 2013. The Contribution of Low Rank
Coal Liquefaction in Indonesian Economy in 2025.
Elsavier,
Volume 6, pp.
301-310.
Tim Penyusun Outlook Energi Indoensia, 2014.
Outlook Energi Indonesia 2014 :
Pengembangan Energi untuk Mendukung Program Subtitusi BBM.
Jakarta:
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Wijarso, 1981. National Energy Planning in Indonesia.
Elsavier,
6(8), pp. 737-744.
Wishanti, D. A. P. E., 2015. Alleviating energy poverty as Indonesian development