Hukum Indonesia Tumpul Ke Atas, Tajam Ke Bawah
Penegakkan hukum di Indonesia terkesan masih berat sebelah. Selain itu hukum di Indonesia ini masih tumpul ke atas tetapi tajam kebawah. Maksudnya penegakkan hukum di Indonesia tidak sama antara rakyat kecil dan para pejabat Negara. Contoh saja para Koruptor ataupun para pejabat-pejabat Negara yang bermasalah mereka masih bisa lepas dari tahanan, sedangkan rakyat-rakyat kecil yang mempunyai masalah yang lebih rendah daripada koruptor, hukumannya lebih lama. Contoh saja kasusnya Asiani alias Bu Muaris (63) yang berasal dari Situbondo, seperti yang ditulis dalam okezone.com (11/3) bahwa nenek Asiani didakwa mencuri tujuh batang kayu jati milik Perhutani dan ia terancam hukuman lima tahun penjara sesuai Pasal 12 juncto pasal 83 UU Nomor 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan.
dengan tegas menghukum sesuai dengan tindak kriminalnya. Hukum Islam menjaga keefektifannya menekan angka kriminalitas, efektif membuat rakyat taat dan sadar hukum, efektif menciptakan ketertiban masyarakat dan efektif mencegah munculnya mafia hukum serta efektif mewujudkan keadilan yang hakiki. Penerapan sanksi dalam hukum Islam juga memiliki dua filosofi, yang pertama bahwa dalam hukum Islam sanksi akan dapat mencegah orang untuk melakukan tindakan dosa dan kriminal. Hal tersebut karena sanksi dalam Islam sangat tegas dan keras sehingga orang akan berpikir ribuan kali untuk melakukannya. Kedua, sanksi yang dijatuhkan akan menggugurkan dosa dan menggugurkan sanksinya di akhirat. Dengan demikian, jika hukum Islam diterapkan pasti akan efektif menekan angka kriminalitas dan penyimpangan hukum, terutama hukum yang ada di Indonesia. (Ani Sumiatun/ Mahasiswi Fakultas Sastra/ Sejarah 2013/ Universitas Jember)