• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancang Bangun Alat Pengering Pakaian Sistem Hibrida Dengan Kapasitas Ruang Pengering Satu Meter Kubik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Rancang Bangun Alat Pengering Pakaian Sistem Hibrida Dengan Kapasitas Ruang Pengering Satu Meter Kubik"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pengeringan adalah proses mengurangi kadar air dari objek yang

dikeringkan. Proses ini sudah dikenal dan digunakan manusia sejak jaman dahulu.

Proses pengeringan buah anggur menjadi kismis dengan menggunakan energi

matahari, berdasarkan penelusuran, telah dilakukan di Yunani pada tahun 1490

sebelum Masehi (Sharma, 2007). Pada awalnya proses pengeringan hanya

ditujukan untuk mengawetkan makanan. Tetapi, saat ini proses pengeringan telah

berkembang luas pada bidang-bidang lain seperti agroindustri, kimia, biokimia,

farmasi, industri kertas, dan industri lainnya. Metode pengeringan juga semakin

berkembang, tidak hanya sekedar mengurangi kadar air tetapi juga mengontrol

proses pengeringan untuk mendapatkan kualitas produk pengeringan yang lebih

baik.

Selama beberapa dekade terakhir, penelitian telah banyak dilakukan untuk

menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan proses pengeringan dan

perubahan-perubahan yang terjadi selama proses pengeringan. Tujuan utamanya

adalah untuk mendapatkan proses-proses pengeringan yang lebih efektif dan

efisien. Diperkirakan sekitar 250 paten Amerika dan 80 patent Eropa yang

berhubungan dengan proses pengeringan telah diterbitkan setiap tahunnya

(Mujumdar, 2004).

Proses pengeringan termasuk bidang yang banyak mengkonsumsi energi.

Pada beberapa negara industri, konsumsi energi nasional yang digunakan untuk

pengeringan sangat signifikan. Negara-negara seperti USA, Kanada, Francis, dan

Inggris melaporkan bahwa 10- 15% konsumsi energi nasionalnya digunakan

untuk pengeringan. Bahkan negara-negara seperti Jerman dan Denmark bahkan

lebih besar lagi, sebesar 20-25%. Fakta-fakta tersebut di atas menunjukkan

pengeringan merupakan salah satu bidang ilmu yang sedang berkembang dengan

(2)

Di Indonesia, salah satu industri kecil dan menengah yang banyak

menggunakan proses pengeringan adalah industri pencucian pakaian atau laundry.

Saat ini jasa industry laundry banyak digunakan oleh masyarakat, hotel, rumah

sakit, dan industri pakaian. Pada umumnya proses pengeringan pakaian yang

dilakukan masyarakat adalah secara alami dengan memanfaatkan energi matahari.

Meskipun murah metode pengeringan alami ini mempunyai kelemahan

utama, yaitu prosesnya sangat lambat dan sangat tergantung alam. Karena sudah

merupakan industri, proses pengeringan pada laundry ini tidak lagi menggunakan

metode pengeringan alami. Mesin pengering untuk industri ini harus mempunyai

ciri-ciri berikut: proses pengeringan cepat, tidak tergantung alam, dan mudah

dioperasikan. Berdasarkan survey awal yang telah dilakukan untuk kota di kota

Medan (Himsar, 2013), semua industri laundry yang disurvey tidak ada lagi

menggunakan pengeringan konvensional tetapi telah menggunakan mesin

pengering buatan. Mesin pegering tersebut menggunakan udara panas sebagai

medium pengering. Sementara, sumber energi utama yang digunakan pada mesin

pengering buatan ini antara lain minyak, bahan bakar gas, dan listrik. Survey ini

juga menunjukkan bahwa bagian terbesar biaya operasional adalah energi untuk

pengeringan ini. Dengan semakin meningkatnya harga minyak, bahan bakar gas

dan listrik, maka industri laundry ini akan mengalami kesulitan dari sisi

pengadaan energi. Sehingga perlu dicari sumber energi alternatif yang lebih

murah untuk dapat digunakan.

Pada kota-kota besar di Indonesia, demi kenyamanan umumnya digunakan

siklus kompresi uap untuk melakukan pengkondisian udara. Pada siklus ini, panas

akan diserap dari ruangan yang dikondisikan dan bersama energi input dari

kompresor akan dibuang di kondensor. Temperatur pembuangan panas di

kondensor ini adalah masih relatif tinggi.

Berdasarkan fakta ini, panas yang terbuang pada suhu yang relatif tinggi

ini dapat digunakan sebagai pengganti sumber energi untuk pengeringan pada

industri laundry ini. Pemanfaatan energi terbuang dari kondensor untuk

menggantikan kebutuhan energi untuk proses pengeringan pada industri laundry

(3)

Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan rancang bangun mesin

pengering dengan memanfaatkan panas buang dari sistem pengkondisian udara.

Komponen yang dimanfaatkan dari sistem pengkondisian udara tersebut adalah

kondensornya. Maka mesin pengering ini biasanya disebut pompa kalor. Dengan

melakukan rancangan bangun dan pengujian yang baik akan didapatkan mesin

pengering berdasarkan sistem pompa kalor yang dapat melakukan pengeringan

dengan baik atau tidak kalah dari mesin pengering komersial yang ada di

lapangan.

Hasil yang diharapkan dari penelitian ini akan dapat digunakan sebagai

inovasi pemanfaatan energi terbuang (heat recovery) yang pada akhirnya dapat

meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

1.2. Rumusan Masalah

Proses rancang bangun suatu mesin pengering dengan memanfaatkan gas

buang kondensor sebagai sumber energi masih mempunyai banyak permasalahan

yang harus diteliti. Proses pengambilan panas dari kondensor diharuskan tidak

akan mengganggu fungsi utama sikus kompresi uap. Pada temperatur berapa

sebaiknya kondensor dioperasikan untuk menjaga laju pengeringan yang

optimum. Kemudian karakteristik pengeringan dengan menggunakan sumber

energi panas buangan ini juga harus diteliti. Kemudian susunan dan konfigurasi

pakaian di dalam ruang pengering juga harus diteliti.

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang telah disebutkan di atas maka

dirancang sebuah penelitian yang merupakan gabungan rancang bangun dan

pengujian untuk menentukan performansi mesin hasil rancangan. Sebagai sumber

energi pengeringan, akan digunakan sebuah sistem pengkondisian udara AC Split

dengan daya kompresor 1 PK. Sistem pengkondisian udara ini akan digunakan

sebagai acuan melakukan rancang bangun. Tujuan khusus pada penelitian ini

dapat dijabarkan sebagai berikut:

1) Melakukan rancang bangun mesin pengering dengan memanfaatkan sisa

(4)

2) Melakukan uji performansi pada mesin pengering yang sudah

direncanakan dengan melakukan pengeringan langsung terhadap pakaian.

Parameter performansi yang akan digunakan terhadap mesin pengering

antara lain laju pengeringan, waktu pengeringan, penggunaan energi

spesifik, dan laju ekstraksi spesifik.

3) Melakukan perbandingan performansi mesin pengering yang dirancang

bangun dengan mesin pengering yang digunakan industri laundry.

4) Mendapatkan karakteristik pengeringan pakaian dengan menggunakan

mesin pengering yang telah dirancang bangun.

1.4 Batasan Masalah

Batasan Masalah dari penelitian ini adalah :

1. Panas yang dihasilkan mesin pengering ini sepenuhnya dari gas buang

kondensor dengan bantuan blower sebagai pengirim gas buang ke lemari

pengering.

2. Daya kondensor AC yang dipakai yaitu 1 PK

3. Bahan yang diuji yaitu pakaian dari beberapa jenis bahan.

1.5. Keutamaan Penelitian

Berdasarkan hasil survey saat ini industri laundry sudah menjadi

kebutuhan masyarakat dan jumlahnya semakin banyak. Salah satu proses yang

mengkonsumsi energi yang cukup besar pada industri ini adalah pengeringan.

Medium pengering yang umum digunakan adalah udara panas yang masih lembab

dipanaskan dengan menggunakan sumber energi dari minyak, gas alam atau dari

listrik.

Dengan menggunakan mesin ini nantinya ongkos produksi dapat dikurangi

dan lamanya proses pengeringan dapat dipercepat. Hasil ini akan memberikan

sumbangan yang signifikan dalam usaha pemerintah untuk meningkatkan efisiensi

penggunaan energi di Indonesia juga pengurangan emisi GRK.

1.6. Sistematika Penulisan

Agar penulisan skripsi ini tersusun secara sistematis dan mudah untuk

(5)

Bab I Pendahuluan

Membahas mengenai latar belakang dari judul skripsi, tujuan penelitian, manfaat

penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan.

Bab II Tinjauan Pustaka

Membahas mengenai dasar teori-teori yang berhubungan dengan penulisan skripsi

dan digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah. Dasar teori

diperoleh dari berbagai sumber dan literatur, diantaranya: buku-buku literatur,

jurnal, e-book, dan website.

Bab III Metodologi Penelitian

Membahas mengenai metode yang akan digunakan untuk menyelesaikan

penulisan skripsi. Pada bab ini dibahas mengenai langkah-langkah penelitian data

dan analisa data yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dari

topik yang diangkat, dan beberapa aspek yang menunjang metode penelitian.

Bab IV Rancang Bangun dan Analisa Data

Pada bab ini berisi tentang rancang bangun dan dianalisa mengenai data-data yang

telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

Bab V Kesimpulan dan Saran

Di dalam bab ini berisi kesimpulan dari penulisan tugas akhir dan saran-saran

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian adalah : (a) merancang dan membuat mesin pengering pakaian, (b) mengetahui kecepatan pengeringan pakaian yang dibuat dengan berbagai variasi

Rancang bangun pengering pakaian sistem pompa kalor dengan penambahan alat penukar kalor dilatar belakangi dengan dibutuhkannya untuk pengeringan pakaian yang dapat

Karakteristik Laju Pengeringan Pada Mesin Pengering Pakaian Sistem Pompa Kalor Dengan Daya 1 PK..

Rancang bangun pengering pakaian sistem pompa kalor dengan penambahan alat penukar kalor dilatar belakangi dengan dibutuhkannya untuk pengeringan pakaian yang dapat

Rancang Bangun Kondensor Untuk Mesin Pengering Pakaian Sitem Pompa Kalor Dengan Daya 1PK.. Jurnal tugas

Dari hasil penelitian keberhasilan alat dalam melakukan pengeringan padi berdasarkan kadar air sesuai SNI dengan kandungan kadar air 14%RH, rancang bangun mesin pengering

mesin pengering pakaian sistem pompa kalor daya 1 PK serta mengetahui.. karakteristik laju

Adapun judul Skripsi ini adalah “ RANCANG BANGUN MESIN PENGERING PAKAIAN SISTEM POMPA KALOR DENGAN PENAMBAHAN ALAT PENUKAR KALOR TIPE PLAT DATAR ”Dalam penulisan Skripsi ini