• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM)"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM)

Oleh

Nur Haerani 148820116072

DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN Nouval Rumaf, M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH (UNIMUDA) SORONG TAHUN 2019

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Kampung Malaus Distrik Salawati dapat terlaksana dengan lancar. Program ini dilaksanakan selama 30 hari dari tanggal 19 November 2019 s/d 18 Desember 2019. Terlaksananya Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini berkat bantuan dan kerjasama dengan berbagai pihak. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. Orang Tua tercinta, yang telah memberikan semangat yang tidak ternilai selama melaksanakan kuliah pengabdian masyarakat (KPM).

2. Bapak Dr. Rustamadji, M.Si., selaku Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong.

3. Bapak Teguh Yuliandri Putra, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UNIMUDA Sorong.

4. Bapak Nouval Rumaf,M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan. 5. Bapak Eko Supriramianto selaku Kepala Kampung Malaus.

6. Semua elemen masyarakat yang terlibat dalam proses pelaksanaan kuliah pengabdian masyarakat (KPM) ini.

7. Rekan-rekan kelompok yang telah bekerja sama di lapangan selama melakukan program kuliah pengabdian masyarakat (KPM).

8. Seluruh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIMUDA Sorong yang melaksanakan Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). 9. Semua pihak yang telah membantu kelancaran program ini yang belum

sempat kami sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari dalam pembuatan Laporan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini masih terdapat kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa yang baik. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka penulis menerima adanya

(4)

saran dan kritik yang membangun. Semoga amal baik semua pihak yang telah membantu kelancaran Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini mendapat imbalan yang sesuai dengan amalnya dari Allah SWT.

Aamiin.

Sorong, 13 Januari 2020 Penulis,

(5)

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Daftar Nama Anggota Kelompok ... ii

Halaman Pengesahan ... iii

Kata Pengantar ... iv

Daftar Isi ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Maksud dan Tujuan ... 2

C. Manfaat ... 2

BAB II PROGRAM KERJA (KELOMPOK DAN INDIVIDU) ... 4

A. Identifikasi Masalah ... 4

B. Rencana Kegiatan ... 6

BAB III HASIL PELAKSANAAN PROGRAM ... 8

BAB IV HAMBATAN DAN PENYELESAIAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KPM ... ... 13

BAB V PENUTUP ... 16

Lampiran A. Foto/Dokumentasi Hasil Pelaksanaan program ... 19

(6)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat di luar kampus. Sekaligus sebagai proses pembelajaran serta mengabdi kepada masyarakat yang sedang membangun dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang sedang dihadapi. KPM dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan misi dan bobot pendidikan pada mahasiswa untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi.

KPM ( Kuliah Pengabdian Masyarakat ) dilaksanakan dimasyarakat diluar kampus dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan, teknologi, agama serta seni untuk melaksanakan pembangunan yang makin meningkat serta meningkatkan persepsi mahasiswa tentang relevansi antara landasan teori yang diperoleh dibangku perkuliahan untuk diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat secara nyata. Bagi mahasiswa kegiatan KPM merupakan pengalaman belajar baru yang tidak diperoleh didalam kampus. Dengan selesainya KPM mahasiswa memiliki pengetahuan , kemampuan dan kesadaran baru tentang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Secara sosiologis dalam kemandirian manusia bahwa interaksi sosial adalah kebutuhan yang paling mendasar dalam menjalankan proses hidupnya. Interaksi sosial ini terbangun sebagai konsekuensi logis dari kesadaran manusia bahwa kebutuhan pada sisi–sisi tertentu kemanusiannya tidak dapat tercapai tanpa interaksi dengan sesamanya. Artinya manusiapun harus cerdas untuk menemukan model komunikasi yang mampu menjawab segala kebutuhan-kebutuhan tersebut tanpa ada diskriminasi atau dengan kata lain komunikasi yang terbangun harus mampu

(7)

mengakomodir semua kepentingan, menyatukan dan mensinergiskan gerakan segala elemen masyarakat dalam struktur sosial yang sangat kompleks.

Saling tolong-menolong, saling menghargai, adanya pengakuan terhadap hak-hak individu, munculnya simpati, empati dan kepedulian sosial serta segala bentuk tindakan sosial yang banyak kita saksikan dalam aktivitas keseharian kita adalah manifestasi dari cita-cita mulia untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. Makanya pranata sosial yang terbangun dalam masyarakat (community) harus dapat menciptakan keteraturan sosial, menjamin stabilitas sosial, jaminan rasa aman yang di peroleh setiap anggota masyarakat, menciptakan suasana yang nyaman dan tentram serta jaminan keselamatan lain.

Institusi Pendidikan tinggi adalah salah satu elemen Bangsa yang turut bertanggung jawab dalam usaha pencapaian cita-cita ideal Negara tersebut. Pendidikan tinggi merupakan benteng terakhir dalam menghadapi segala goncangan dan problematika kebangsaan. Pendidikan tinggi harus mampu berperan sebagai produsen pengetahuan, laboratorium pengujian kebenaran, menjaga aset pengetahuan, mampu mendiagnosa penyakit dan prolematika kebangsaan serta menformulasi resep alternatif yang solutif terhadap penyakit dan problematika tersebut, secara aktif dan kreatif menyusun metodologi yang proporsional dan profesional untuk mengaplikasikan segala gagasan dalam bentuk tindakan yang riil di masyarakat. Secara umum konsep operasional itu tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) adalah salah satu bentuk mengejawantahan tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat karena mahasiswa diberi kesempatan secara langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk mengaplikasikan segala bentuk pengetahuan yang telah diperoleh di perguruan tinggi sekaligus Kuliah Pengabdian Masyarakat adalah ruang pembelajaran yang baru bagi mahasiswa untuk pengembangan dirinya.

(8)

Adapun Maksud dan Tujuan dari Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini adalah sebagai berikut :

1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi strata satu di Universitas Pendidikan Muhammaiyah (UNIMUDA) Sorong.

2. Sebagai implementasi dari Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan & Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

3. Memberikan pengalaman belajar bagi Mahasiswa tentang pembangunan masyarakat dan pengalaman kerja nyata pembangunan.

4. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian Mahasiswa dan bertambah luasnya wawasan Mahasiswa.

5. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri.

6. Mendekatkan Perguruan Tinggi kepada masyarakat, Menjalin relevansi Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat

C. Sasaran KPM

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah ( UNIMUDA ) Sorong, mempunyai tiga kelompok sasaran yaitu Mahasiswa, Masyarakat bersama Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi, dengan mendapatkan manfaat dari sasaran tersebut yaitu :

a. Bagi Mahasiswa

1.) Memberikan Pengalaman langsung untuk memberikan konsep-konsep ilmu pengetahuan yang telah diperoleh Selama menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Muhammadiyah ( UNIMUA ) Sorong.

2.) Menemukan dan menerapkan konsep ilmiah yang telah dimilikinya secara komprehensif.

(9)

4.) Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait secara serasi, selaras dan sejalan.

b. Bagi Masyarakat dan Pemerintah Daerah

a) Membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam pelaksaaan pembangunan terutama dalam bidang Pendidikan, Persekolahan, dan Pendidikan luar sekolah. b) Meningkatan Kesadaran masyarakat untuk aktif dalam pembangunan Kampung. c) Membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan

kemampuan kader-kader penerus pembangunan Kampung.

c. Bagi UNIMUDA Sorong :

1) Mewujudkan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara terpadu, selaras dan seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

2) Mendapatkan umpan balik dari masyarakat guna memperbaiki kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3) Memantapkan program KPM sebagai sarana belajar praktis yang efektif dan efisien.

D. Lokasi Dan Waktu KPM a. Lokasi.

Wilayah pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Angkatan XIII Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, berlokasi di berbagai Daerah.

Dan pada kesempatan ini kami selaku peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ditempatkan di Kampung Malaus, Distrik Salawati dengan beranggotakan sebanyak 10 Orang, dari berbagai jurusan yang ada di kampus UNIMUDA Sorong.

(10)

Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UNIMUDA Sorong dilakukan dalam tiga tahap yaitu :

a. Pembekalan KPM dilaksanakana pada tanggal 16 November 2019.

b. Pelepasan oleh Bapak Sirojuddin, M.Pd. selaku Biro Kemahasiswaan UNIMUDA Sorong tanggal 18 November 2019.

c. Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat di lapangan akan dimulai dari tanggal 18 November sampai dengan 18 Desember 2019.

E.Peserta KPM

Peserta KPM kelompok Kampung Malaus, Distrik Salawati merupakan mahasiswa semester VII Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, berjumlah 10 orang terdiri dari 3 laki-laki dan 7 perempuan dari berbagai program studi yaitu program studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PGSD, IPA dan Biologi.

 Nur Haerani Bahasa Indonesia  Helena Yeblo Bahasa Indonesia  Martha Endang Resley PGSD

 Wiska Ambarau PGSD  Julaiha Umbalak PGSD  Ailis Soge Biologi  Florce Kaliele Biologi  Chamim Ihwanur Robi IPA

 Hironimus Kocu Bahasa Inggris  Kaleb Samber Pendidikan Jasmani F. Peranan Mahasiswa Dalam Kegiatan KPM

(11)

Dalam pendidikan mahasiswa berperan sebagai komunikator yang berhubungan dengan pendidikan. Contoh kegiatannya setiap mahasiswa ikut membantu dalam pembelajaran di dalam kelas dan sekaligus memberikan penyuluhan kepada siswa akan pentingnya belajar minimal 9 tahun .

B. Mahasiswa berperan sebagai dinamisator

Dalam Pendidikan mahasiswa berperan sebagai penggerak dalam masalah pendidikan. Dalam hal ini seorang mahasiswa fakultas keguruan harus dapat memberikan contoh pembelajaran didalam kelas sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah dan berlaku didunia pendidikan.

C. Mahasiswa berperan sebagai motivator

Dalam Pendidikan mahasiswa harus dapat memberikan motivasi atau pendorong semangat kepada siswa bahwa pendidikan sangatlah penting untuk masa depan dalam meraih cita-cita. Contoh kegiatan yang dilakukan oleh peserta KPM adalah memberikan dorongan kepada siswa untuk sekolah minimal 9 tahun harus dicapai.

D. Mahasiswa berperan sebagai trainer

Dalam pendidikan mahasiswa harus dapat memberikan pelatihan kepada siswa terhadap suatu kegiatan yang berhubungan kegiatan sekolah. Contohnya pelaksanaannya dalam kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah seperti latihan pramuka, olahraga dan lain sebagainya.

(12)

BAB II

PROGRAM KERJA INDIVIDU A. Identifikasi Masalah

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dilaksanakan dengan kedatangan mahasiswa KPM ke lapangan (masyarakat) sebagai pengabdian diri kepada masyarakat memerlukan tahapan untuk mempersiapkan diri saat tampil didepan masyarakat luas. Oleh karena itu, tahapan yang perlu dilaksanakan setelah pembekalan adalah observasi wilayah. Observasi wilayah merupakan tahapan yang wajib dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat dalam segi pendidikan, kultur sosial dan budaya, serta keagaaman.

Hal ini dilaksanakan untuk merumuskan program yang hendak dilaksanakan di lapangan. Hal tersebut dirancang dengan melihat permasalahan yang dihadapi di masyarakat, sehingga program kerja tersebut dapat menjawab permasalahan yang ada. Observasi wilayah yang dilakukan berlangsung di kampung yang bersangkutan. Pada tahap ini mahasiswa KPM melakukan pengamatan secara langsung tentang kondisi Kampung Malaus Distrik Salawati dengan bertanya langsung dan bersilaturahmi kepada perangkat desa untuk pencarian data dalam segi pendidikan, kultur sosial dan budaya, serta keagaaman yang diterapkan di desa. Dari keseluruhan observasi yang dilakukan dapat diperoleh informasi sebagai berikut:

1. Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, Kampung Malaus memiliki 3 sekolah yang setiap jenjangnya dari TK, SD, SMP/MTs masing-masing sekolah sangat berdekatan. Namun saat ini yang menjadi permasalahan adalah lingkungan pendidikan diluar sekolah yang belum ada, sehingga membuat kurangnya minat siswa untuk belajar sepulang sekolah yang membuat kurangnya seni kreativitas siswa dalam berkarya, sehingga waktu luang yang dimiliki

(13)

siswa atau anak-anak yang masih menduduki bangku sekolah, banyak digunakan untuk bermain-main.

2. Bidang Keagamaan

Masyarakat Kampung Malaus mayoritas beragama Islam dari keseluruhan jumlah penduduk dan sebagian beragama Kristen.

Pendidikan agama islam di Kampung Malaus sangat kental, tempat pengajian bagi anak-anak dan masyarakat masih tersedia, seperti adanya TPA (Tempat Pengajian Al-Qur’an), dalam minggu pertama setiap bulan di adakan pengajian ibu-ibu PKK, di hari-hari besar Islam warga juga mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ceramah, maulid, doa bersama dan lainnya. Namun yang menjadi permasalahan yang kami temui saat melakukan survei kurangnya kegiatan seperti belajar mengaji atau TPA untuk anak-anak sangat kurang, karena disebabkan kurangnya tenaga pengajar di kampung Malaus.

3. Bidang Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat Kampung Malaus dirasa kurang. Rutinitas penduduk pergi ke ladang pada pagi hari dan baru pulang sore hari menjadi salah satu faktor penyebab terabaikannya kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah kondisi social ekonomi masyarakat yang tidak memadai untuk kebutuhan hidup masyarakat Kampung Malaus.

Banyaknya peternakan sapi Kampung Malaus yang berkeliaran di lingkungan warga masyarakat diduga berpengaruh pada kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat Kampung Malaus. Hal ini terlihat dengan ditemukannya kotoran sapi di beberapa jalan dan gang-gang yang ada di lingkungan Kampung Malaus. Kurangngnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan juga terlihat dari tempat-tempat pengambilan air minum dan tempat-tempat mandi yang terdapat di setiap RT di Kampung Malaus.

(14)

Kesadaran warga Kampung Malaus akan pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan serta kesehatan terlihat masih kurang. Hal ini disebabkan karena kesibukan mereka dalam menjalankan rutinitas pekerjaan yang banyak menyita waktu. Rata-rata aktivitas keseharian mereka adalah berangkat ke ladang pada pagi hari dan pulang pada sore hari. Hal ini mengakibatkan waktu yang tersisa untuk mengurusi urusan lain diluar pekerjaan sangat sedikit, termasuk mengurusi lingkungan kebersihan dan kesehatan masyarakatnya. Sehingga lingkungan terlihat kurang terawat karena rendahnya kepedulian penduduk terhadap kebersihan lingkungan Kampung Malaus.

4. Bidang Sosial dan Budaya

Sosial budaya masyarakat kampung Malaus masih sangat kental, gotong royong masih ada dan tata krama yang sangat hangat yang menerapkan 3S (senyum, sapa dan salam). Selain itu juga masih ada acara dan lain-lain yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan gotong royong.

5. Bidang Sarana dan Prasarana

Keadaan yang dapat menunjang kebutuhan sarana dan prasarana bagi masyarakat Kampung Malaus merupakan hal utama dalam kebutuhan bermasyarakat baik untuk menunjang kebutuhan pemerintahan kampung maupun untuk kebutuhan yang lainya.

Adanya sarana dan prasarana yang memadai dalam menunjang fasilitas dan kebutuhan masyarakat dapat meningkatkan potensi desa di segala bidang, sarana dan prasarana yang ada di Kampung Malaus yang dapat meningkatkan kebutuhan adalah : sarana pendidikan, keagamaan , pemerintahan desa, kebutuhan masyarakat (ekonomi, sosial budaya). .

(15)

B. Rencana Kegiatan

Dari identifikasi masalah diatas, kami membuat rencana-rencana kegiatan selama 1 bulan kedepan untuk menjawab permasalahan yang ada di lingkungan Kampung Malaus. Adapun rencana kegiatannya di bagi menjadi 2 kegiatan yaitu :

1. Kegiatan Non Fisik a. Penyuluhan Kesehatan b. Pembinaan PAUD dan TK

c. Pembinaan Perpustakaan SMPN 14 Salawati

d. Kompetensi mahasiswa (kegiatan individu dalam bidang prodi masing-masing mahasiswa)

2. Kegiatan Fisik

a. Pembuatan Tempat Sampah Kampung b. Pembuatan Papan Posyandu

c. Kerja Bakti d. Jum’at Bersih e. Pengecetan Posko

(16)

BAB III

HASIL PELAKSANAAN PROGRAM A. Kegiatan Non Fisik

1. Penyuluhan Kesehatan bersama Ibu PKK

Dalam kegiatan ini, mahasiswa sangat terbantu oleh Bidan setempat yang mau mengundang pemateri dari Dinas Kesehatan. Dimana dalam penyuluhan ini melibatkan Bidan yang memberikan penyuluhan tentang Produksi ASI pada ibu-ibu yang masih MengASI-hi anak-anaknya. Penyuluhan ini melibatkan organisasi PKK dan tertuju kepada ibu-ibu se Kampung Malaus..

2. Penyuluhan Kebersihan Lingkungan (PKHS)

Penyuluhan Kecakapan Hidup Sehat (PKHS) adalah salah satu program kegiatan kerja yang diarahkan pada upaya pembentukan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak dini. Sehingga sasaran dari penyuluhan tersebut adalah masyarakat, dan lingkungan tempat tinggalnya yang nantinya akan membiasakan hidup bersih dan sehat mulai dari rumah, lingkungan dan jalan raya. Materi penyuluhan yang dibicarakan pada penyuluhan kebersihan lingkungan adalah menjaga kebersihan lingkungan baik lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan di sekitarnya termasuk di gang-gang dan parit yang melintasi pertengahan Kampung Malaus.

3. Pembinaan PAUD dan TK

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enam) perkembangan: agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini. untuk membentuk anak Indonesia yang

(17)

berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa. Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.

4. Pembinaan Perpustakaan

Perpustakaan sekolah ialah Suatu Unit kerja dari sebuah lembaga persekolahan yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka penunjang proses pendidikan, yang diatur secara sistematis, untuk digunakan secara berkesinambungan sebagai sumber informasi untuk memperkembangkan dan memperdalam pengetahuan, baik oleh pendidik maupun yang dididik disekolah tersebut. Sehingga dengan adanya pembinaan perpustakaan sesuai dengan standar perpustakaan yang menarik dan dapat menumbuhkan minat baca anak di ruang perpustakaan. 5. Kompetensi mahasiswa (kegiatan individu dalam bidang prodi

masing-masing mahasiswa)

Dalam program kerja ini, mahasiswa KPM kelompok moswaren membuat proker sesuai bidang yang di kuasai. Namun, di karenakan waktu penerjunan kuliah pengabdian masyarakat (KPM) yang bertepatan dengan berakhirnya semester ganjil sekolah, sehinga kami tidak bisa membantu tenaga pendidik yang ada di kampung Malaus di sekolah-sekolah.

Karena hal tersebut, kami melakukan kegiatan alternatif, namun kami membagi menjadi 2 kelompok yaitu islam dan Kristen. Dalam hal ini bagi mahasiswa muslim membantu mengajar mengaji di TPQ dan bagi mahasiswa Kristen membantu para pengurus gereja dalam melakukan kegiatan-kegiatan gereja.

(18)

B. Kegiatan Fisik

1. Pembuatan Tempat Sampah

Berdasarkan survei yang telah dilakukan, kami melihat banyaknya sampah yang berserakan sehingga kami berfikir perlu membuat dan melaksanakan program pembuatan dan penempatan tong sampah agar masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya. Melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di Gampong Beutung Perlak merupakan tujuan utama dalam setiap program yang dilaksanakan.

2. Kerja Bakti

Program kerja ini merupakan program yang harus ada di antara program-program lain, mengingat kampus UNIMUDA Sorong merupakan kampus yang mencintai keindahan dan kebersihan, sehingga kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan ligkungan tempat-tempat umum dan memungut sampah-sampah yang ada di sekitar jalan raya. Diharapkan kegiatan ini dapat menyadarkan bahwa pentingnya menjaga kebersihan lingkugan dan masyarakat selalu menjaga kebersihan di mana pun kita berada.

3. Jum’at Bersih

Jumat bersih adalah gerakan massal pembersihan desa dengan mesjid secara serentak dan berkelanjutan setiap hari Jumat. Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan kepada masyarakat untuk senantiasa secara aktif menjaga kebersihan lingkungan dan budaya hidup bersih yang di mulai dari diri sendiri, lingkungan rumah tangga sampai .pada ruang publik. Kegiatan ini dikordinir langsung oleh Koordinator Kampung di setiap RT/RW masing-masing yang dilaksanakaan setiap minggunya.

(19)

BAB IV

HAMBATAN DAN PENYELESAIAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT

Lancarnya pelaksanaan kegiatan pengabdian bukan berari tanpa hambatan. Selama pengabdian ada beberapa hal yang diidentifikasi sebagai factor penghambat kegiatan pengabdian dan penyelesaian pelaksanaan program diantaranya :

1. Pembagian kelompok dan tempat KPM oleh UPT yang mendadak dan penerjunang mahasiswa yang berselang satu hari. Sehingga kami belum menyiapkan kebutuhan-kebutuhan proker kami kedepan ditambah kami belum mengenal satu sama lain dan tempat KPM yang jauh dan masih kami belum mengetahuinya.

Penyelesaiannya : Kami rapatkan proker setelah sampai di tempat KPM. 2. Pembagian kelompok KPM yang di atur secara system, sehingga kami dalam

satu kelompok yang berbeda-beda prodi belum saling mengenal satu sama lainnya.

Penyelesaiannya : Kami mengadakan briefing setiap minggu dan melaksanakan kegiatan dengan penuh suka cita agar kita kompak dalam satu tim.

3. Listrik dan jaringan seluler yang sering padam dan tidak terjadwal, sehingga membuat proker yang berhubungan dengan listrik kami terhambat dan menunda sampai listrik menyala.

Penyelesaiannya : Menggunakan yang berhubungan dengan listrik dan HP dengan bijak dan seperlunya

4. Pelaksanaan KPM yang bertepatan dengan libur akhir semester, sehingga kami mahasiswa FKIP tidak bisa menjalankan proker kami yang sesuai bidang prodi dan melakukan kegiatan-kegiatan yang menjadikan anak-anak

(20)

SD, MTS dan SMK sebagai target kami dalam melakukan pemberdayaan kurang maksimal.

Penyelesaiannya : Pada proker individu masing-masing di alihkan untuk membantu mengajar mengaji untuk mahasiswa muslim dan ikut serta dalam kegiatan gereja untuk mahasiswa Kristen. Pada kegiatan-kegiatan pengembangan untuk anak-anak sekolah tetap berjalan meski yang mengikuti kegiatan tersebut tidak maksimal.

5. Cuaca yang tidak mendukung, membuat proker yang di lakukan di luar ruangan jadi terhambat dan di tunda. Begitu juga dengan proker pengembangan anak-anak sekolah tidak datang pada saat jadwal yang telah di tentukan.

Penyelesaiannya : Dalam hal ini penyelesaian yang di lakukan yaitu menunggu hujan reda dan alternative lain yaitu menunda proker.

6. Barang-barang ATK atau material yang tidak ada untuk keperluan proker sangat mahal.

Penyelesaiannya : Untuk barang-barang ATK, kami menitip pesanan pada dosen pembimbing lapangan yang akan mengunjungi di posko.

7. Pada kegiatan–kegiatan tertentu, waktu pelaksanaan kurang tepat karena beriringan dengan aktifitas kerja penduduk sehingga sulit sekali mengumpulkan warga atau melakasanakan kegiatan pada siang hari maupun pagi hari. Oleh karena itu tidak dimungkinkan untuk melaksanakan secara tepat sesuai jadwal yang telah disusun sebelumnya.

Penyelesaiannya : Tetap melanjutkan kegiatan meski waktunya telat dari yang di tentukan.

8. Panitia KPM yang terlambat membagikan spanduk posko sehingga masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan mahasiswa KPM. Penyelesaiannya : Kami aktif mengikuti kegiatan-kegaiatan masyarakat dan silaturahmi kepada perangkat-perangkat desa lainnya agar kami diketahui keberadaannya. Kami juga inisiatif membuat spanduk dari kertas dan di

(21)

tempel pada depan posko. Untuk spanduk PMB, kami menitipkan kepada dosen pembimbing lapangan untk membawakan ke posko karena jarak kampus dan tempat posko kami yang jauh.

(22)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dengan melihat, mengkaji dan merasakan secara langsung semua kejadian pengalaman selama pelaksanaan KPM di Kampung Malaus Distrik Salawati. Maka kami mencoba untuk menarik kesimpulan sebagai bahan pertimbangan dan kritikan atau usulan yang sifatnya konstruktif dan sebagai bahan kajian untuk meningkatkan pembangunan Kampung Malaus, serta untuk memajukan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong pada umumnya.

1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat kami kemukakan dalam laporan KPM ini adalah sebagai berikut ;

a Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UNIMUDA Sorong di Kampung Malaus Distrik Salawati mendapat sambutan, tanggapan dan perhatian yang cukup baik dari warga Kampung Malaus.

b Program memerlukan kesiapan yang matang, yang meliputi kesiapan fisik maupun mental, tak kalah penting ilmu pendidikan dan keterampilan yang memadai sebagai bekal untuk aktivitas dalam kehidupan masyarakat sebenarnya.

c Pada dasarnya masyarakat sangat memerlukan dukungan untuk dapat meningkatkan kesejateraannya, maka kita sebagai mahasiswa harus menjadi motivator bagi masyarakat Kampung Malaus.

d KPM adalah kegiatan yang salah satu fungsinya mengajarkan mahasiswa untuk tampil sebagai motivator masyarakat kearah yang lebih maju

e Mahasiswa sebagai anggota masyarakat harus lebih banyak belajar dari masyarakat karena mahasiswa itu dipandang sebagai orang yang serba bisa dan serba tahu maka perlu adanya kontrol diri.

f Dengan adanya kegiatan KPM ini, hubungan antara lembaga perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan masyarakat dan pemerintah setempat

(23)

semakin baik, sehingga penanganan di berbagai bidang pembangunan akan terintegrasi.

2. Saran-saran

a. Saran Kepada Pihak Lembaga UNIMUDA Sorong

Pihak lembaga sebagai pihak penyelenggara kegiatan KPM seharusnya mempuyai data base terlebih dahulu tentang desa-desa yang ada di Kabupaten Sorong sehingga peserta KPM dapat mengorientasi program kerja secara maksimal.

b. Saran Kepada Aparat Pemerintah Lokasi KPM

Dari hasil obserbvasi hendaknya pemerintah Kampung Malaus harus lebih meningkatkan peran dan fungsi kampung sebagai lembaga pemerintahan yang ada di tingkat kampung seperti dalam bidang pembangunan, pendidikan, kebersihan lingkungan, serta koordinasi dengan masyarakat dan organisasi-organisai kepemudaaan khususnya karang taruna yang ada di kampung.

c. Saran kepada peserta KPM

1. Diantara para peserta KPM hendaknya menjalin kerja sama dan kekompakan. 2. Para peserta KPM hendaknya mawas diri dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

3. Para peserta KPM hendaknya mampu menunjukan peranannya sebagai insan intelektual yang sesungguhnya, mampu melakukan perubahan kearah yang lebih baik dalam menunjang proses pembangunan yang ada.

4. Hendaknya peserta KPM bersikap lebih dewasa dan bisa menerima serta beradaptasi dengan situasi dan kondisi pada saat KPM.

(24)

LAMPIRAN:

Foto/Dokumentasi Kegiatan

(25)
(26)
(27)
(28)
(29)

Penarikan Mahasiswa/I KPM dan Penyerahan Sertifikat oleh Dosen Pembimbing Lapangan Kepada Kepala Kampung

(30)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil tabulasi yang dilakukan terhadap jawaban 72 responden terhadap pengembangan sumber daya manusiadalam melaksankan peran dan fungsi lembaga penelitian dan

Seminar ini merupakan salah satu program kerja Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Amikom Yogyakarta yang dimana untuk meningkatkan minat publikasi hasil pengabdian

Hasil akhir yang diharapkan adalah peserta pelatihan dapat membuat jaringan komputer sehingga terbentuk hubungan jaringan komputer di Lembaga Pelatihan dan Kursus

Sasaran yang dituju dalam kegiatan yaitu meningkatnya fungsi kelembagaan pemerintahan kampung dengan target kinerja 100% dengan tingkat capaian 100%.

Pengembangan sistem KPM ini berdasarkan penelitian terdahulu yang berjudul sistem infor- masi manajemen KPM di Unipdu Jombang berbasis web dengan hasil sistem dapat

Dengan adanya kegiatan sedekah ruwah di desa Kampung Baru sehingga setiap warga dapat berkumpul bersama dan saling bersilaturahmi, adakalanya mereka saling

Berdasarkan kegiatan tim abdimas Universitas Gunadarma di wilayah Kampung Bedahan RW 02, Pabuaran Mekar, Cibinong – Kabupaten Bogor telah dilaksanakan Program Pendampingan

Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: • Mengetahui tingkat higienitas dan sanitasi masyarakat • Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang higienitas