JURNAL SKRIPSI
PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS PADA SISWA KELAS X IPS 3 SMA NEGERI 1 JERUKLEGI CILACAP
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
SKRIPSI
Oleh:
YOGA RIDHO LAKSONO K4612155
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA OKTOBER 2016
PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS PADA SISWA KELAS X IPS 3 SMA NEGERI 1 JERUKLEGI CILACAP
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Yoga Ridho Laksono K4612155
Pembimbing I : Drs. Agus Margono, M.Kes Pembimbing II : Pomo Warih Adi S.Pd., M.Or
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta
Email : [email protected]
ABSTRAK
Yoga Ridho Laksono . PENGGUNAAN ALAT BANTU
PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS PADA SISWA KELAS X IPS 3 SMA NEGERI 1 JERUKLEGI CILACAP TAHUN PELAJARAN 2016/2017, Skripsi. Surakarta : Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, September 2016.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas pada siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacap tahun pelajaran 2016/2017.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacap yang berjumlah 31 siswa yang terdiri dari 7 siswa putra dan 24 siswa putri. Sumber data berasal dari guru, siswa dan peneliti. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan dokumentasi atau arsip. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan
teknik deskriptif komparatif dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.
Hasil analisis data dapat disampaikan sebagai berikut: hasil belajar renang gaya bebas siswa pada Siklus I dari 31 siswa mencapai 67,21% atau sebanyak 21 siswa sudah masuk kriteria tuntas dan pada Siklus II meningkat mencapai 83,87% atau sebanyak 26 siswa sedangkan 5 siswa lainnya belum tuntas dengan KKM 75.
Dari hasil analisis data diatas dapat disimpulan bahwa penggunaan alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas pada siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacap tahun pelajaran 2016 / 2017.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Renang Gaya Bebas, Penggunaan Alat Bantu
Pembelajaran.
ABSTRACT
Yoga Ridho Laksono. THE USE OF LEARNING AID TO IMPROVE THE
FREESTYLE SWIMMING LEARNING ACHIEVEMENT IN THE X IPS 3 GRADERS OF SMA NEGERI 1 JERUKLEGI CILACAP IN THE SCHOOL YEAR OF 2016/2017. Thesis. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of
Surakarta Sebelas Maret University, September 2016.
The objective of research was to improve the freestyle swimming learning achievement in the x ips 3 graders of sma negeri 1 jeruklegi cilacap in the school year of 2016/2017.
This study was a Classroom Action Research (CAR). This research was taken place in two cycles, each of which consisted of planning, acting, observing, and reflecting. The subject of research was the X IPS 3 graders of SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacap consisting of 31 students: 7 boys and 24 girls. Data source derived from teacher, students and author. Techniques of collecting data used were observation and documentation or archive. Data validation was carried out using data triangulation technique. Data analysis was conducted using a descriptive comparative technique with percentage technique to see the tendency occurring in learning activity.
The result of data analysis was as follows. The learning freestyle swimming showed that 21 (67.21%) of 31 students had passed successfully in cycle I and 26 (83,87%) had passed successfully in Cycle II, while other 5 students had not passed successfully with KKM (Minimum Passing Criterion) of 75.
From the result of data analysis, it could be concluded that the use of learning aid could improve the freestyle swimming learning achievement in the X IPS 3 graders of SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacap in the school year of 2016/2017.
Keywords: Learning Outcome, freestyle swimming, Learning Aid Use.
PENDAHULUAN
Dunia pendidikan merupakan tempat terpenting dalam pembentukan diri seseorang. Pembentukan disini mencakup banyak aspek dalam kehidupan manusia. Utamanya pada pendidikan sekolah menengah atas, dimana merupakan tempat seorang anak mengenyam dunia pendidikan secara formal. Oleh sebab itu semuanya diatur dan berlandaskan hukum.
Pelaksanaan proses
pembelajaran tidak terlepas dari adanya pendidik itu sendiri yaitu guru. Proses pembelajaran memiliki pedoman-pedoman baku yang terdapat dalam kurikulum. Seorang guru memiliki tugas mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki sekolah masing masing. Guru diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri jalan supaya meraih kesuksesan mengajar dan mendidik peserta didik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Pengembangan kurikulum juga dilaksanakan seorang guru penjasorkes guna meningkatkan ketrampilan gerak dan menjaga kebugaran jasmani peserta didik. Sesuai slogan yang mengatakan “didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Melalui pendidikan jasmani diharapkan seseorang akan terjaga kesehatan jasmani maupun rohaninya sehingga tujuan besar bangsa Indonesia akan terwujud.
Sebagai pedoman
pengembangan kurikulum tersebut adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam standar isi pendidikan sehingga seluruh lembaga pendidikan memiliki keseragaman acuan. Dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut telah dijelaskan hal-hal pokok minimal ketuntasan mata pelajaran penjasorkes yang harus ditempuh oleh peserta didik.
Usaha pencapaian ketuntasan pembelajaran tersebut tidak terlepas dari adanya suatu kendala. Kemampuan
peserta didik dalam melakukan keterampilan
gerak berbeda-beda. Seorang guru harus mencari jalan keluar untuk mengatasi kendala yang ada. Guru harus mengatasi permasalahan supaya tujuan utama ketuntasan minimal pembelajaran dapat dicapai. Akan lebih bagus apabila bisa mencapai hasil lebih dari minimal.
Penggunaan alat bantu pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang di dalamnya menggunakan alat bantu sebagai sarana untuk mempermudah siswa dalam menguasai teknik suatu cabang olahraga tertentu. Penggunaan alat bantu yang diberikan kepada siswa harus sesuai dengan tujuan untuk mempermudah siswa dalam menguasai teknik suatu cabang olahraga yang akan dipelajari meskipun dengan sarana yang berbeda dengan cabang olahraganya. Dengan menggunakan alat bantu pembelajaransiswadiharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan fisik, mental, emosional, intelektual dan sosial.
Berdasarkan hasil observasi saat melaksanakan pengamatan saat pembelajaran di SMA Negeri 1 Jeruklegi dan hasil diskusi dengan guru Penjasorkes, pelaksanaan pembelajaran penjasorkes secara keseluruhan telah berjalan. Namun dalam sub pokok bahasan aktifitas renang kususnya materi gaya bebas , masih banyak siswa yang belum maksimal dalam hasil belajarnya seperti siswa hanya mampu berpindah tempat tanpa memperhatikan cara berenang yang benar. Dari jumlah 31 siswa, hanya 6 siswa atau 18,75% mampu melakukan rangkaian gerakan renang gaya bebas dengan baik. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya siswa kurang tertarik terhadap mata pelajaran renang, faktor perencanaan, pengemasan dan penyajian pembelajaran yang kurang menarik,siswa terlihat kurang bersemangat, tidak bersungguh-sungguh, dan juga terlihat dari hasil wawancara dengan siswa dari 6 siswa yang tuntas, mereka semua menyatakan bahwa mereka memang sudah mengikuti les renang dari kecil dan hasil wawancara dengan 25 orang siswa
yang tidak tuntas semua mejawab tidak pernah ikut les renang dan semua menyatakan takut saat pembelajaran renang. Kesulitan yang sering dialami siswa pada renang gaya bebasdi antaranya, badan tidak lurus saat melakukan luncuran, kepala tidak masuk kedalam air, gerakan yang di lakukan terlalu terburu-buru, gerakan tidak berurutan sehingga siswa mudah lelah saat berenang.
Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian yang mendalam untuk mengetahui keefektifan penggunaan alat bantu pembelajaran sebagai salah satu alternatif dalam permasalahan pembelajaran renang gayabebas. Hal itu dilakukan sebagai upaya keberhasilan dalam pembelajaran renang di SMA Negeri 1 Jeruklegi khususnya pada siswa kelas X-IPS 3. Maka diperlukan upaya pengoptimalan hasil belajar siswa melalui penelitian dengan judul “Penggunaan Alat Bantu Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Renang Gaya Bebas Pada Siswa Kelas
X-IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacap Tahun Pelajaran 2016/2017”.
KAJIAN PUSTAKA
mengenai pengertian renang Tim redaksi (2008 :1-2) berpendapat, “Renang merupakan salah satu aktifitas di kolam (air) yang diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu gerakan yang teratur. Renang terdiri atas empat gaya yaitu gaya bebas,gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya punggung.“
Sedangkan menurut Tri Aprilijanto Utomo (2010 : 1) berpendapat bahwa, “Renang merupakan kegiatan jasmani untuk manusia yang telah lama usianya. Dimulainya adanya peradaban manusia yang hidup di dunia membutuhkan makan yang harus memburu mangsanya didalam air sehingga mereka harus mendapatkanya dengan berenang.”
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa berenang adalah aktifitas di kolam (air) yang diatur sedemikian rupa sehingga
menghasilkan suatu gerakan yang teratur. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi, olahraga dan latihan bertahan hidup.
David G. Thomas (1998 :113 ), bahwa :
Gaya bebas merupakan esensi dari renang. Gaya ini akan memungkinkan anda bergerak didalam air lebih cepat dari pada gaya lainya, serta memungkinkan anda untuk melihat ke depan. Jenis ayunan tangan yang digunakan dalam gaya bebas ini tidak akan menghemat tenaga anda, sehingga untuk keperluan penyelamatan, anda perlu menggunakan gaya renang yang lain. Tetapi, ayunan dalam gaya bebas menggunakan tenaga anda dengan sangat efisien. Meskipun begitu, gaya ini akan selalu menjadi pilihan anda setiap kali anda ingin berenang.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2013: 295), “belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar”.
Menurut Aunurrahman (2009: 34), “Pembelajaran berupaya mengubah masukan berupa siswa yang belum terdidik, menjadi siswa yang terdidik, siswa yang belum memiliki pengetahuan tentang sesuatu, menjadi siswa yang memiliki pengetahuan”.
Menurut Nana Sudjana (2000: 3), “hasil belajar adalah perubahan
tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotor yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya”.
Menurut pendapat Gerlach & Ely yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011:3) mengatakan bahwa “media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap”.
Menurut Mc Luhan yang dikutip Basuki Wibawa dan Farida Mukti (1992 : 7) bahwa “Media ialah semua saluran pesan yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dari seseorang ke orang lain yang tidak ada dihadapannya”.
Agus Kristiyanto (2010: 128) menyatakan bahwa “alat bantu pembelajaran merupakan alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran. Alat bantu ini sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan mempraktekan sesuatu sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran”.
Basuki Wibawa dan Farida Mukti (2001: 14) menyatakan bahwa keuntungan yang akan diperoleh dengan penggunaan alat bantu diantaranya :
1) Guru mempunyai lebih banyak waktu untuk membantu siswa yang lemah. Sementara siswa sibuk belajar sendiri, guru dapat memberikan bantuan
kepada siswa yang
membutuhkannya.
2) Siswa akan belajara secara aktif
3) Siswa akan belajar dengan gaya dan kecepatan masing-masing.
Dalam pembelajaran renang gaya bebas terdapat peralatan dan perlengkapan standart yang digunakan antara kolam dan pelampung, namun dalam pengajaran renang gaya bebas di SMA yang sudah berfokus pada teknik renang gaya bebas gaya menyamping, maka dapat digunakan beberapa alat bantu pembelajaran yang dapat dibuat oleh guru secara sederhana dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dalam pembelajaran renang gaya bebas , ada beberapa alat bantu pembelajaran yang dapat digunakan yaitu: ban dalam bekas, jerigen, tali, botol air bekas
Beberapa macam alat bantu pembelajaran renang gaya bebas antar lain:
1) Ban dalam bekas
2) Jerigen 3) Jerigen bertali
4) Botol air mineral bekas 5) Balon
Alat bantu pembelajaran yang digunakan yaitu: ban dalam bekas, jerigen, tali, botol air bekas. Penyajian pembelajaran renang gaya bebas untuk siswa di SMA melalui alat bantu pembelajaran sebaiknya dibuat semenarik mungkin.
Berikut ini adalah renang gaya bebas dengan menggunakan alat bantu pembelajaran, antara lain:
1) Pembelajaran dengan Alat Bantu 1 (ban dalam bekas)
2) Pembelajaran dengan Alat Bantu 2 (jerigen )
3) Pembelajaran dengan Alat Bantu 3 (jerigen bertali)
4) Pembelajaran dengan Alat Bantu 4 (botol air mineral bekas)
5) Pembelajaran dengan Alat Bantu 5 (balon)
Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu melibatkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar yakni menggunakan kegiatan siswa sendiri secara efektif di dalam
pembelajaran. Siswa diarahkan untuk melakukan latihan yang sesuai dengan konsep pembelajaran yang sedang dipelajari. Dalam hal ini peran guru hanya sebagai motivator dan fasilitator. Siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dengan melakukan latihan yang sesuai dengan materi pembelajaran.
METODE PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di kolam renang Tirta Sidanegara Indah yang beralamat di jalan rinjani, Desa Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah Cilacap Kode Pos 5322.
Subjek yang diteliti dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas X-IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacap tahun pelajaran 2016 / 2017, yang berjumlah 31 siswa.Yang terdiri dari 7 siswa putra dan 24 siswa putri.
Teknik pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri atas: tes dan observasi.
1. Tes 2. Observasi
Teknik pengujian validitas data pada penelitian tindakan kelas ini menggunakan triangulasi yang merupakan salah satu cara yang digunakan untuk peningkatan validitas data dalam penelitian. Triangulasi yaitu teknik yang didasari pola pikir fenomenologi yang bersifat multiperspektif yang artinya untuk menarik kesimpulan yang mantap diperlukan tidak hanya satu cara pandang.
Triangulasi yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini yaitu triangulasi data. Triangulasi data yaitu data yang sama akan lebih mantap kebenarannya bila digali dari beberapa sumber data yang berbeda sehingga data yang diperoleh benar – benar objektif. Data dapat diperoleh dari siswa, dan observasi guru sebagai kolaborator.
Teknik analisis data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik presentase untuk melihat kecenderungan yang
terjadi dalam kegiatan pembelajaran,yaitu Hasil renang gaya bebas, Sikap dan keaktifan siswa, Kognitif siswa.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pratindakan
Berdasarkan hasil deskripsi data awal sebelum diberikan pembelajaran melalui penggunaan alat bantu jelas terlihat bahwa siswa yang tuntas dan yang tidak tuntas berbanding jauh. Hal ini menandakan bahwa siswa belum mampu mencapai kompetensi yang diharapkan untuk pembelajaran renang gaya bebas gaya menyamping. Jumlah siswa yang masuk dalam kriteria tuntas (mampu mencapai KKM=75) yaitu sebanyak 8 siswa, dan siswa yang masuk dalam kriteria tidak tuntas sebanyak 18 siswa dengan prosentase kriteria nilai sebagai berikut: Cukup sebesar 30,77%, Kurang sebesar 61,54% dan Kurang Sekali sebesar 7,69%. Melalui deskripsi awal untuk hasil belajar renang gaya bebas, peneliti menerapkan pembelajaran dengan
penggunaan alat bantu pembelajaran dalam membantu siswa untuk mencapai kompetensi untuk materi renang gaya bebas. Penerapan penggunaan alat bantu pembelajaran ini berupa pembelajaran yang didalamnya menggunakan alat bantu pembelajaran untuk menerapkan teknik-teknik dasar renang gaya bebas. Pembelajaran ini juga menggunakan sistem kompetisi agar siswa lebih aktif, tertarik dan tertantang dalam mengikuti proses pembelajaran
B. Deskripsi Hasil Tindakan Tiap Siklus
1. Siklus 1
a. Perencanaan Tindakan
b. Subjek yang diteliti dalam
Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas X-IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacap tahun pelajaran 2016 / 2017, yang berjumlah 31 siswa.Yang terdiri dari 7 siswa putra dan 24 siswa putri.
. Melalui RPP siklus I tersebut disepakati bahwa pelaksanaan pembelajaran siklus I diadakan selama dua kali
pertemuan. Rancangan rencana pelaksanaan siklus I adalah sebagai berikut:
Peneliti dan kolaborator merancang rencana pelaksanaan pembelajaran Siklus I sebagai berikut :
1. Peneliti dan kolaborator merancang skenario model pembelajaran melalui penggunaan alat bantu untuk meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas gaya. 2. Peneliti dan kolaborator
menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) renang gaya bebas gaya melalui penggunaan alat bantu pembelajaran.
3. Peneliti dan kolabolator menyiapkan alat yang akan digunakan dalam pelaksanaan proses pembelajaran renang gaya bebas
4. Peneliti dan kolaborator menyusun instrumen penilaian yang akan digunakan meliputi instrumen penilaian observasi. Instrumen ini dinilai
berdasarkan pedoman observasi yang dilakukan peneliti dengan mengamati siswa selama mengikuti pembelajaran melalui pedoman rubrik penilaian dalam RPP yang telah tersedia.
c. Peneliti dan kolaborator
menyusun standar penilaian pada penguasaan teknik renang gaya bebas ga
Pelaksanaan Tindakan
Siklus I
dilaksanakan selama dua kali pertemuan, selama dua minggu yaitu pada setiap hari Kamis tanggal 28 Juli 2016 dan 4 Agustus 2016, di kolam renang Tirtamas Cilacap. Masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 2 x 45 menit. Sesuai dengan RPP pada siklus I ini pembelajaran dilakukan oleh peneliti dan guru yang bersangkutan, dan sekaligus melakukan observasi terhadap proses pembelajaran.
Materi pada pelaksanaan siklus I, adalah materi
pembelajaran renang gaya bebas dengan penggunaan alat bantu pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan gerak, mengembangkan fisik dan kesegaran jasmani.
d. Observasi Tindakan
Observasi tindakan dilakukan ketika dalam proses
pembelajaran sedang
berlangsung oleh peneliti dan kolaborator. Pengamatan menggunakan lembar observasi dan lembar pengamatan siswa.
e. Refleksi Tindakan
f. Berdasarkan hasil diskripsi
data siklus I diatas, hasil belajar renang gaya bebas siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi tahun pelajaran 2016/2017 setelah pelaksanaan Siklus I adalah sebagai berikut: Sejumlah 21 Siswa telah mencapai kriteria Tuntas (67,74%), sedangkan 10 Siswa Tidak Tuntas (33,26%).
2. Siklus II
a. Perencanaan Tindakan
Perencanaan tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II merupakan tidak lanjut dari hasil analisis dan refleksi yang dilakukan pada siklus I berikut perencanaan yang akan dilaksanakan pada siklus II.
b. Pelaksanaan Tindakan
Siklus II dilaksanakan selama dua kali pertemuan, selama dua minggu yaitu pada setiap hari kamis tanggal 11 Agustus 2016 dan 18 Agustus 2016, di kolam renang Tirtamas Cilacap. Masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 2 x 45 menit. Sesuai dengan RPP pada siklus II ini pembelajaran dilakukan oleh peneliti dan guru yang bersangkutan, dan sekaligus melakukan observasi terhadap proses pembelajaran. Seluruh proses pembelajaran dalam siklus II ini adalah penguatan materi pada siklus I, karena materi dasar telah diberikan pada siklus I.
Pelaksanaan
pembelajaran dilakasanakan sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya dalam Rencana Pembelajaran. Materi pembelajaran renang gaya bebas dengan penggunaan alat bantu pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan gerak, mengembangkan fisik dan kesegaran jasmani.
c. Observasi Tindakan
Observasi tindakan dilakukan ketika dalam proses pembelajaran sedang berlangsung oleh peneliti dan kolaborator. Pengamatan menggunakan lembar observasi dan lembar penilaian pada kemampuan siswa dalam pembelajaran.
d. Refleksi Tindakan
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada proses pelaksanaan siklus II, peneliti melakukan analisis dan refleksi. Pelaksanaan proses belajar mengajar telah sesuai dengan rencana yang
dibuat pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II. Hasil dari pelaksanaan siklus II sudah menunjukkan peningkatan dari pencapaian pada pelaksanaan siklus I, karena sudah lebih dari target capaian yang diperkirakan. Untuk hasil yang lebih terperinci hasil yang dicapai pada pelaksanaan pembelajaran siklus II. Hasil belajar renang gaya bebas pada siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacaptahun pelajaran 2016/2017 setelah pelaksanaan siklus II adalah sebagai berikut: Berdasarkan hasil diskripsi data siklus II diatas, hasil renang gaya bebas pada siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi tahun pelajaran 2016/2017 setelah pelaksanaan siklus II adalah sebagai berikut: Sejumlah 26 Siswa telah mencapai kriteria Tuntas (83,87%), sedangkan 5 Siswa Tidak Tuntas (16,13%).
C. Rekapitulasi Hasil Tindakan
bahwa ketercapaian ketuntasan hasil belajar renang gaya bebas siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi cilacap tahun pelajaran 2016/2017 dari Siklus I ke siklus II mengalami peningkatan dari 67,74% menjadi 83,87% atau naik 16,13%. Dengan kata lain dari kondisi 21 siswa yang lulus pada siklus I dan pada siklus II menjadi 26 siswa.. Hal ini dapat dilihat dalam tabel prosentase hasil belajar setiap siklus dibawah ini:
Keterangan Prosentase
Siklus I Siklus II
Tuntas 17 Siswa 23 Siswa Prosentase Ketuntasan 65,38% 88,46%
Tidak Tuntas 9 Siwa 3 Siswa Prosentase
Ketidaktuntasan 34,62% 11,54%
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa ketercapaian ketuntasan hasil belajar renang gaya bebas gaya menyamping siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi cilacap tahun pelajaran 2016/2017 dari Siklus
I ke siklus II mengalami peningkatan dari 65,38% menjadi 88,46% atau naik 23,08%. Dengan kata lain dari kondisi 17 siswa yang lulus pada siklus I dan pada siklus II menjadi 23 siswa.
D. Pembahasan
Dari hasil analisis diperoleh peningkatan yang bertahap mulai dari pra siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Hal ini terlihat dari hasil belajar renang gaya bebas siswa prasiklus menunjukan dari 31 siswa terdapat 6 siswa atau sebesar 19,35% yang tuntas dan tidak tuntas sebanyak 25 siswa atau sebesar 80,65%. Kemudian hasil belajar renang gaya bebas yang ditunjukan siswa pada siklus I menunjukan peningkatan sebesar 48,39%, 21 siswa atau sebesar 67,74% masuk dalam kategori tuntas dan sisanya 10 siswa 32,26% masuk kategori tidak tuntas. Pada siklus II peningkatan hasil belajar siswa lebih baik yaitu sebesar 16,13% dari siklus I atau sebesar 64,52% dari Prasiklus. Sebanyak 26 siswa atau sebesar 83,87% masuk kategori tuntas dan 5
siswa atau sebesar 16,13% siswa masuk kategori tidak tuntas.
Dari hasil analisis deskriptif yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran renang gaya bebas melalui penggunaan alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas pada siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi tahun pelajaran 2015/2016.
. Hal tersebut disebabkan media atau alat bantu pembelajaran yang digunakan untuk materi renang gaya bebas belum tepat, sehingga siswa cepat merasa bosan dan tidak tertarik terhadap pembelajaran dan berakibat pada hasil belajar siswa yang kurang maksimal.
Pada siklus I hasil belajar renang gaya bebas gaya menyamping sudah menunjukkan peningkatan, pada kriteria Baik 7,69%, Cukup 57,69% dan kriteria Kurang 34,62% jumlah siswa yang tuntas adalah 17 siswa dan 9 siswa tidak tuntas. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat, siswa merasa senang dengan pembelajaran yang diberikan sehingga
muncul antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran dan membuat hasil belajar mereka meningkat.
Siklus II merupakan tidak lanjut dari hasil analisis dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti dan kolabolator pada siklus I. Keberhasilan yang ada pada pelaksanaan pembelajaran siklus I akan dipertahankan dan ditingkatkan pada pelaksanaan pembelajaran siklus II. Dengan cara yaitu menambah level kompleksitas penerapan alat bantu pada pembelajaran siklus 1. Hasil Belajar renang gaya bebas gaya menyamping pada pembelajaran siklus II yaitu kriteria Baik 30,77%, Cukup 57,69%, dan kriteria Kurang 11,54% jumlah siswa yang tuntas adalah 23 siswa dan 3 siswa tidak tuntas.
Peningkatan terjadi pada siklus I dan siklus II setelah diberikan pembelajaran, yaitu melalui penggunaan alat bantu pembelajaran. Hasil belajar renang gaya bebas gaya menyamping meningkat secara bertahap. Pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II menyebabkan hasil belajar renang gaya bebas gaya
menyamping meningkat menjadi lebih baik dan tercipta proses pembelajaran yang lebih aktif, efektif, efisien, dan menyenangkan sehingga bisa mendukung suatu proses pembelajaran yang berkualitas.
Melalui peningkatan yang terjadi sejak kondisi awal hingga diberikan pembelajaran Siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat bantu pembelajaran pada materi pembelajaran renang gaya bebas gaya menyamping dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas gaya menyamping kelas X IPS 5 SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali tahun pelajaran 2015/2016.
Prosentase Pencapaian Hasil Belajar Renang gaya bebas Gaya Menyamping Siswa Pada Kondisi Awal dan Setelah Diberikan Pembelajaran Melalui Penggunaan Alat Bantu Pembelajaran.
SIMPULAN,IMPLIKASI DAN SARAN
A. Simpulan
Penelitian Tindakan Kelas pada siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi tahun pelajaran 2015/2016. dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan: peneliti bersama kolaborator merancang pembelajaran renang gaya bebas dengan penggunaan alat bantu pembelajaran dengan
mempersiapkan berbagai macam alat bantu dan tujuan penggunaan alat bantu yang akan diberikan kepada siswa dan instrument penilaian dengan menggunakan Lembar Penilaian RPP
Aspek yang diukur Presentase capaian Keteranga n Kondisi Awal Siklu s I Siklus II Hasil Belajar Renang gaya bebas Gaya Menyampin g 30,77% 65,38% 88,46 % Dinilai ketika pembelajaran renang gaya bebas dengan penggunaan alat bantu pembelajaran (Observasi) dan saat proses pembelajaran siklus I dan siklus II dengan menggunakan Lembar Penilaian RPP (Afektif, Kognitif dan Psikomotor) dan disesuaikan dengan KKM sekolah sebesar 77
(Afektif, Kognitif dan Psikomotor), mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran sesuai dengan rancangan pembelajaran, (2) pelaksanaan tindakan: melaksanakan proses pembelajaran sesuai yang telah dirancang dengan penggunaan alat bantu pembelajaran, (3) observasi: observasi dilakukan selama proses pembelajaran dengan melakukan penilaian psikomotor siswa, dan afektif siswa menggunakan lembar observasi sesuai RPP dan (4) Refleksi: melakukan refleksi apakah indikator pembelajaran telah tercapai, apabila belum maka harus merencanakan usaha perbaikan agar indikator tercapai pada siklus berikutnya. Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah diungkapkan pada BAB IV, dapat disimpulkan bahwa:
Pembelajaran melalui penggunaan alat bantu pembelajaran menjadikan siswa lebih aktif selama pembelajaran, lebih termotivasi dan lebih senang, karena pembelajaran ini berupa pembelajaran yang menggunakan alat bantu yang lebih
bervariasi. Siswa lebih mudah dalam menyerap pelaksanaan kegiatan dengan alat bantu, siswa dapat secara cepat mengadaptasi materi karena sudah melihat gerakan yang diinstruksikan sebelumnya oleh peneliti. Situasi kelas lebih menyenangkan dan terkomando dengan baik, materi yang diberikan lebih terarah sehingga akan lebih mudah menuju pada tujuan yang di harapkan.
Dari hasil analisis diperoleh peningkatan yang bertahap mulai dari pra siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Hal ini terlihat dari hasil belajar renang gaya bebas siswa prasiklus menunjukan dari 26 siswa terdapat 8 siswa atau sebesar 30,77% yang tuntas dan tidak tuntas sebanyak 18 siswa atau sebesar 69,23%. Kemudian hasil belajar renang gaya bebas gaya menyamping yang ditunjukan siswa pada siklus I menunjukan peningkatan sebesar 34,61%, 17 siswa atau sebesar 65,38% masuk dalam kategori tuntas dan sisanya 9 siswa 34,62% masuk kategori tidak tuntas. Pada siklus II peningkatan hasil belajar siswa lebih baik yaitu
sebesar 23,08% dari siklus I atau sebesar 57.69% dari Prasiklus. Sebanyak 23 siswa atau sebesar 88,46% masuk kategori tuntas dan 3 siswa atau sebesar 11,54% siswa masuk kategori tidak tuntas.
Dari hasil analisis deskriptif yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran renang gaya bebas gaya menyamping melalui penggunaan alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas gaya menyamping pada siswa kelas X IPS 5 SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali tahun pelajaran 2015/2016.
B. Implikasi
Berdasarkan simpulan penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diketahui bahwa pembelajaran renang gaya bebas gaya menyamping melalui pengguanaan alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas gaya menyamping pada siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Jeruklegi tahun pelajaran 2015/2016. Dengan demikian, implikasi penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Penelitian ini memberikan suatu gambaran yang jelas bahwa keberhasilan proses pembelajaran tergantung pada beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut berasal dari pihak guru maupun siswa serta alat/media pembelajaran yang digunakan. Faktor dari pihak guru yaitu kemampuan guru dalam
mengembangkan materi,
kemampuan guru dalam
menyampaikan materi, kemampuan guru dalam mengelola kelas, metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, alat/media pembelajaran yang tepat sesuai materi ajar, serta teknik yang digunakan guru sebagai sarana untuk menyampaikan materi. Sedangkan faktor dari siswa yaitu minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.
2. Memberikan deskripsi yang jelas bahwa dengan melalui penggunaan alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas, sehingga penelitian ini dapat digunakan sebagai suatu pertimbangan bagi guru penjas
untuk meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas siswa dalam olahraga atletik lainya dengan penggunaan alat bantu pembelajaran khususnya pada olahraga uji diri.
3. Penggunaan alat bantu pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas siswa, sehingga siswa memperoleh pengalaman baru dan berbeda dalam proses pembelajaran penjasorkes biasanya. Pembelajaran Penjasorkes yang pada awalnya membosankan bagi siswa, menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.
4. Penggunaan alat bantu pembelajaran terbukti dapat meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas siswa dalam pelajaran penjasorkes maka mempengaruhi pula hasil belajar siswa secara
keseluruhan sehingga
meningkatkan kualitas sekolahan tersebut.
5. Penggunaan alat bantu pembelajaran menjadikan siswa lebih aktif dalam pembelajaran,
karena merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang didalamnya memperlihatkan bentuk-bentuk pembelajaran yang bervariasi, mudah dipelajari, dan pada akhirnya dapat merangsang ranah afektif, ranah kognitif dan terutama ranah psikomotor siswa sehingga pembelajaran penjas khususnya atletik menjadi lebih efektif.
6. Penggunaan alat bantu pembelajaran berjalan dengan baik jika setiap siswa sudah mempunyai teknik dasar yang baik. Sedangkan siswa yang belum mempunyai teknik dasar yang baik akan kesulitan dalam melakukan gerakan dan akan berdampak pula pada lamanya proses pembelajaran.
C. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disarankan beberapa hal, khususnya pada guru SMA Negeri 1 Jeruklegi Cilacap, sebagai berikut: 1. Guru hendaknya terus berusaha
untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengembangkan materi, menyampaikan materi, serta dalam
mengelola kelas, sehingga kualitas pembelajaran yang dilakukannya dapat terus meningkat seiring dengan peningkatan kemampuan yang dimilikinya.
2. Guru hendaknya mau membuka diri untuk menerima berbagai bentuk masukan, saran, dan kritikan agar dapat lebih memperbaiki kualitas mengajarnya.
3. Guru hendaknya lebih inovatif dalam menerapkan metode untuk menyampaikan materi pembelajaran. 4. Sekolah hendaknya berusaha menyediakan fasilitas yang dapat mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar.
5. Kepada guru yang belum menerapkan model pembelajaran dengan alat bantu pembelajaran hendaknya mencoba dalam pembelajaran Penjasorkes sehingga nantinya dapat bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar anak didiknya.
6. Penelitian ini dapat diterapkan di kelas lain maupun di sekolah lain. Namun tentu saja dalam penerapannya harus diikuti oleh
penyesuaian dan modifikasi seperlunya sesuai dengan karakteristik oleh masing-masing individu yang ada di kelas atau sekolah masing-masing.
7. Sebelum menggunakan alat bantu pembelajaran pastikan bahwa siswa sudah mengetahui teknik dasar agar nantinya dalam pelaksanaan dapat berjalan dengan baik.
8. Dalam penggunaan alat bantu pembelajaran juga harus diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai agar semua siswa aktif selama pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Kristiyanto.(2010). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dalam Pendidikan Jasmani dan Kepelatihan Olahraga. Surakarta: UNS Press.
Aip syarifudin dan Muhadi. (1992). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.Jakarta:
Anita Puspa Ningrum. (2015) .
Biomekanika Renang
(http://pardedewimpi.blogspot.c
o.id/p/biomekanika-renang.html)
AsepJihad dan AbdulHaris. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo. Aunurrahman. (2009). Belajar dan
Pembelajaran. Bandung : CV. Alfabeta.
Azhar Arsyad. (2008). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Benny A. Pribadi. (2009). Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat.
David G. Thomas. (1998). Renang Tingkat Pemula. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Depdikbud. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Dimyati & Mudjiono, (2013). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.
Hamdani. (2011).StrategiBelajar Mengajar. Bandung: PustakaSetia.
Muhajir. (2007). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMP Kelas VII. Bandung: Ghalia Indonesia Printing.
Nana Sudjana. (2000). PenilaianHasil Proses BelajarMengajar.
Bandung: PT
RemajaRosdaKarya.
Novi Sefriana . (2012). Analisis Gerak Renang.
(https://www.academia.edu/6893896/A nalisis_gerakan_renang)
Slameto. (2003).Faktor Internal Dan
Eksternal Yang
MempengaruhiPrestasiBelajarS iswa. Diperoleh 7 April 2015 darihttp://m.kompasiana.com/po
internal-dan-eksternal-yang- mempengaruhi-prestasi-belajar-siswa.html
Syaiful Sagala. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Tim Redaksi. (2008). Buku Pintar Renang. Jakarta: Media Pusindo.
Tri Aprilijanto Utomo. (2010). Sejarah dan Teknik Berenang. Surakarta: UNS Press
Wilhelm Mielke. (1997). Renang Membahas Teknik, Sarana & Fasilitasnya. Semarang : Dahara Prize.
Wina Sanjaya. (2011). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.