BAB 4 HASIL PENELITIAN. penelitian ini adalah dengan wawancara mendalam sebagai alat untuk mengetahui

Teks penuh

(1)

HASIL PENELITIAN

Sesuai metodologi yang telah diuraikan sebelumnya, salah satu teknik dalam penelitian ini adalah dengan wawancara mendalam sebagai alat untuk mengetahui komunikasi pemasaran LFCIass dalam meningkatkan brand awreness. Hasil wawancara ini dianalisa melalui pendekatan data deskriptif berdasarakan pandangan setiap informan.

Sebelum dilakukan pendeskripsian, sebelumnya dilakukan kategorisasi terhadap temuan-temuan penelitian agar nantinya dapat ditemukan sesuai pola. Pengkategorian tersebut dapat dilihat melalui tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4.1 Pola wawancara

Analisi Strategi Public Relation Dalam Meningkatkan Brand Awreness

Strategi Program pelatihan LFCIAss Kegiatan

Komunikasi Pemasaran

Strategi yang digunakan Upaya

Public Relations Peran PR & Event Kendala Brand Awrenes Strategi peningkatan

(2)

Setiap informan memiliki informasi berbeda seperti tema-tema di atas. Maka pertanyaan pada setiap informan akan disesuaikan dengan kebutuhan informasi yang diperlukan sesuai penilaian peneliti berdasarkan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti, yaitu untuk mendapatkan data-data, fakta-fakta, informasi atau keterangan lainnya yang berhubungan dengan masalah penelitian metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.

4.1 Penyajian Data

Dalam penyajian data, penulis mendeskripsikan hasil wawancara dengan setiap informan berdasarkan tema-tema yang akan dibahas, yaitu strategi yang di lakukan LFCIAss yaitu diantaranya program, perencanaan dan planning komunikasi pemasaran yang dilakukan, peran Public Relations, Brand Awareness dalam meningkatkan brand awareness itu sendiri, adapun kendala-kendala dan upaya serta evaluasi yang dilakukan oleh LFCIAss.

A. Informan Penelitian 1

Informan penelitian yang pertama adalah M.s Qatrunnada Salma selaku Public Relations and Event yang mencakup image dan brand perusahaan beserta events yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan dan acara dari LFC IFAss termasuk promo product.

(3)

1. Strategi

Tabel 4.2 Informan 1 Program

Pelatihan LFCIAss

Mengenai pelatihan LFCIAss yang dilaksanakan di Glora Bung Karno –Senayan. Ms. Qatrunnada menyatakan bahwa bahwa program-program yang dilaksanakan sesuai standar level International. Program-program yang telah dibuat oleh LFCIAss akan dilaksanakan sangat comprehensive diantaranya: talent scout contest, junior league, soccer school, soccer camps, SEA junior tournament. Dengan program ini diharapkan anak laki-laki dan anak perempuan mulai dari usia 6 – 16 tahun yang hobi dan mau menjadi pemain prefesional dengan “Liverpool Way” dapat segera bergabung LFCIAss.

Kegiatan Kegiatan LFCIAss dalam pelaksanaan program-program jangka panjang seperti yang telah disebutkan oleh Ms. Qatrunnada sebelumnya. Program-program tersebut adalah kegiatan jangka panjang yang akan dilakukan oleh LFCIAss. Ms. Qatrunnada Salma memaparkan kegiatan pelatihan sekolah sepak bola LFCIAss dilaksanakan pada hari, Jumat, Sabtu dan minggu pada pukul tiga sore sampai dengan lima sore. Pelatihan ini disesuaikan dengan standar International dan bermain bola dengan “Liverpool Way”.

(4)

2. Komunikasi Pemasaran

Tabel 4.3 Informan 1 tema 2 Strategi yang

digunakan

Terkait dengan komunikasi pemasaran yang dilakukan LFCIAss ini strategi yang digunakan untuk meningkatkan brand awareness LFCIAss sebagai pendidikan sepak bola beliau menjawab kegiatan pemasaran dilakukan dengan berinteraksi masyarakat lewat facebook pages dan twitter, selain itu membuat games-games melibatkan pengguna twitter agar terjalin ikatan yang lebih kuat juga menjadi salah satu agenda rutin LFCIAss, selain berinterkasi dengan masyarkat melalui media LFCIAss mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan coaching clinic. Ms. Qatrunnada mengatakan juga bahwa LFCIAss melakukan research dan memanfaatkan dengan partner seperti BigDaddy Entertainment, Big Red – Official Fans Club of Liverpool FC.

Upaya Terkait dengan meningkatkan brand awareness adapun upaya-upaya yang dilakukan oleh LFCIAss menurut Ms. Qatrunnada yaitu melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait seperti PSSI. Selain itu juga melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak yang dapat menunjang fasilitas-fasilitas seperti baru-baru ini bekerjasama

(5)

dengan Sinar Mas World Academy. Selain itu LFCIAss juga sedang melakukan kerjasama dengan partner di luar kota untuk membuka cabang di kota-kota lain di Indonesia.

3. Public Relations

Tabel 4.4 Informan 1 tema 3

PR & Event Dalam proses tugas yang dilakukan LFCIAss peran dan tugas dari public relations menurut Ms. Qatrunnada sejauh ini berjalan lancer, mengapa dinamakan PR & Event karena secara umum memiliki 2 tugas sekaligus, tugas Public Relations yang mencakup image dan brand perusahaan beserta Events yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan dan acara dari LFC IFAss termasuk promo product.

Kendala Dalam komunikasi dan dalam melakukan strategi public relations dalam meningkatkan brand awreness, tentunya ada hambatan-hambatan atau kendala-kendala, disini Ms. Qatrunnada memaparkan bahwa saat ini LFCIAss masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan sebuah fasilitas yang lengkap yang dapat mendukung visi dan misi perusahaan, dan situasi sepak bola Indonesia yang dari sis organisasi induk PSSI masih diliputi banyak kemelut sedikit banyaknya berdampak pada LFCIAss.

(6)

4. Brand Awreness

Tabel 4.5 Informan 1 tema 4 Strategi

Peningkatan

Dalam meningkatkan brand awresness sangat penting merupakan tahap kursia strategi marketing ditahap ini image sebuah brand mulai dibangun agar masyarakat mulai sadar akan keberadaam LFCIAss. Brand Awreness layak ditingkatkan karena semakin public sadar akan keberadaan sebuah brand, image yang tercipta pun semakit kuat. Bulan Desember lalu, LFC IFAss mengadakan Football Camp dan dalam waktu 1 bulan seluruh kursi sudah terjual habis. Media promosi yang digunakan “hanya” melalui jejaring social sperti facebook dan twitter, website resmi, dan brochure. Ini merupakan suatu pencapaian yang cukup baik karena ini menunjukkan bahwa LFCIFAss sudah dikenal baik oleh target market.

evaluasi Sebagian besar hasil dari evaluasi tersebut masih memerlukan keputusan dari pihak-pihak lain. LFCIAss sendiri masih terus berusaha melakukan pendekatan karena keputusan-keputusan semua tidak serta merta dari pihak LFCIAss .

(7)

B. Informan Penelitian 2

Informan yang kedua adalah Ms. Diliana Siswati. Beliau menjabat sebagai Merchandiser LFCIAss .

1. Strategi

Tabel 4.6 Informan 2 tema 1 Program

pelatihan LFCIAss

Program pelatihan di dasarkan oleh visi dan misi untuk mencapai tujuan sekolah sepak bola LFCIAss. Menurut Ms. Dili strategi yang dilakukan cukup signifikan yaitu dengan program Soccer Camps program yang di adakan bulan Desember lalu dalam waktu 1 bulan seluruh kursi sudah habis terjual. Media promosi yang dilakukan hanya melalui jejaring sosial seperti facebook dan twitter, website resmi dan brochure.

Kegiatan Kegiatan LFCIAss dalam pelaksanaan program-program adalah kegiatan jangka panjang yang akan dilakukan oleh LFCIAss. Kegiatan pelatihan sekolah sepak bola LFCIAss dilaksanakan pada hari, Jumat, Sabtu dan minggu pada pukul tiga sore samapi dengan lima sore. Pelatihan ini disesuaikan dengan standar International dan bermain bola dengan “Liverpool Way”.

(8)

2. Komunikasi Pemasaran

Tabel 4.7 Informan 2 tema 2 Strategi yang

digunakan

Menurut Ms. Diliana strategi yang di gunakan yaitu Melakukan promosi melalui twitter, facebook, camp dan juga ke sekolah2. Dengan adanya kerja sama LFCIAss dengan big daddy, liverpool juga menggunakan kesempatan ini untuk promosi dengan memasang stand dan menampilkan video di setiap kesempatan atau acara.

Upaya Upaya dalam strategi ini adalah dengan menghasilkan good quality dari merchandise itu sendiridalam hal persiapan. ersiapannya sama seperti upaya-upaya sebelumnya. Dalam upayanya meningkatkan brand awareness yaitu performance dari service kepada customer, produk dan fasilitas

(9)

3. Public Relations

Tabel 4.8 Informan 2 tema 3 PR & event

kendala

Mengenai peran seksi Public Relations di LFCIAss dan di Indonesia, peran PR pada perusahaan swasta yang bertugas membentuk citra suatu produk. Di mana suatu event merupakan kegiatan eksternal bidang Public Relations yang merencanakan program dan publikasi melalui situ jejaring sosial. Dalam hal ini peran merchandise lebih kepada mengahasilkan good quality dari merchandise itu sendiri dan service kepada customer.

Untuk sementara ini LFCIAss belum mendapatkan satu suplier yang pas untuk menangani semua merchandise yang akan diproduksi.

4. Brand Awareness

Tabel 4.9 Informan 2 tema 4 Strategi

peningkatan

Dalam proses meningkatkan brand awreness Ms. Diliana Menyatakan bahwa dengan brand awareness customer tau dengan keberadaan LFCIAss di Indonesia. Bulan Desember lalu, LFC IFAss mengadakan Football Camp dan dalam waktu 1 bulan seluruh kursi sudah terjual habis. Media promosi yang digunakan “hanya” melalui jejaring sosial

(10)

sperti facebook dan twitter, website resmi, dan brochure. Ini merupakan suatu pencapaian yang cukup baik karena ini menunjukkan bahwa LFCIFAss sudah dikenal baik oleh target market

Evaluasi Untuk sementara ini, startegi-strategi yang telah dilakukan telah mendapatkan respon positif dari masyarakat. .

C. Informan Penelitian 3

Informan Penelitian yang ketiga adalah Paul Barratt sebagai Head Coach Pekerjaan beliau dapat dikatakan sangat berpengaruh kepada pelatihan sepak bola dilihat dari kegiatannya yang bersentuhan langsung dengan pelatihan dan teknik bermain bola dalam “Liverpool Way”.

1. Strategi

Tabel 4.10 Informan 3 tema 1 Program

Pelatihan LFCIAss

Mengenai program dan pelatihan yang dilakukan melalui prosedur yang berlaku di LFCIAss, menurut Mr. Paul Barratt yang melatar belakangi sebagai pelatih LFCIAss yaitu Semua pelatih sangat dibutuhkan untuk mempunyai UEFA / Asia Soccer License. Semau Pelatih di Liverpool telah dilatih oleh pelatih Liverpool Academy dan telah bekerja di proyek pelatihan dengan Liverpool di UK Eropa dan Asia. Semua pelatih Indonesia membantu Head Coach

(11)

dalam pelatihan. Jadi mereka semua (Pelatih dari Liverpool dan Indonesia) mempunyai standard pelatihan sama seperti LFCIA. Untuk anak-anak yang masih muda LFCIAss memberikan perhatian lebih untuk koordinasi tubuh dan pelatihan dasar, seperti memberhentikan bola, menendang bola, dan mengoper bola. Untuk anak-anak yang lebih dewasa menghabiskan waktu latihan lebih ke ketrampilan yang lebih unik dan meningkatkan kekuatan badan dan daya tahan. Rencana pelatihan tergantung berdasarkan grup umur dan tingkat ketrampilan dari anak tersebut. Beberapa minggu rencana program pelatihan di bentuk untuk lebih menyenangkan dan reksreasi, dan pada minggu lainya di bentuk untuk lebih pembentukan serius, didua kasus tersebut, setiap program mingguan memiliki tujuan yang spesifik.

Kegiatan Peran sebagai head coach Mr. Paull Barrat mengutarakan bahwa pelatihan yang di berikan pada LFCIAss yaitu mengimplementasikan sistem dan tehnik yang sama seperti yang digunakan di Liverpool. Ini berarti banyak waktu yang yang dihabiskan untuk melatih pelatih yang ada di Indonesia untuk menjadi pelatih yang mempunyai standard yang sama di Liverpool. Ketika di LFCIAss di Indonesia. Mr. Paul Barratt melatih sebanyak 5 kali setiap minggu dan bermain

(12)

satu atau dua pertandingan di tiap minggu. Sesi latihan sekaitar 3 atau 4 jam. Kadang- kadang kekuatan fisik, latiahn kemampuan atau kerja sama.

2. Komunikasi Pemasaran

Tabel 4.11 Informan 3 tema 2 Strategi yang

digunakan

Salah satu kelemahan terbesar dari anak – anak yang muda ataupun yang lebih dewasa adalah ruang apresiasi dan kebutuhan untuk bergerak. Kita bekerja dengan waktu yang lama untuk melatih kepekaan ruang dan pergerakan.

Upaya Upaya-upaya yang dilakukan oleh Mr. Paul Barratt yaitu Pembelajaran adalah proses dan kita selalu memotivasi anak-anak dengan mengingatkan mereka bahwa anak-anak belajar dengan ‘Liverpool Way”telah menghasilkan bintang internasional seperti Steven Gerard.

(13)

3. Public Relations

Tabel 4.12 Informan 1 tema 3

PR & Event Peran PR lebih kepada hubungan kepada publik eksternal. Membuat press release dan menghadapi media yang ingin meliput serta dalam hal mengundang media.

Kendala Permaasalahan utama adalah daya tahan tubuh yang diikuti dengan disiplin dari para murid. Kebanyakan murid cepat lelah membuat proses belajar dan berlatih menjadi lebih susah. Banyak anak hanya ingin bermain dengan bola dan tidak ingin menbagi bola dengan yang lainya dan mereka tidak mempunyai disiplin untuk mendengar dan berlatih.

4. Brand Awreness

Tabel 4.13 Informan 3 tema 4

Evaluasi Tiap anak mempunyai perbedaan kemajuan dan ini tergantung dari motivasi pribadi. Jika mereka termotivasi, disiplin dan mendengar mereka akan memiliki kemajuan yang sangat cepat. Setiap anak memiliki kemajuan tetapi beberapa anak memiliki kemajuan yang sangat lambat.

(14)

Berdasarkan data di atas, Liverpol FC International Academy & Soccer School (LFCIAss), masih memiliki beberapa kendala yang dirasakan oleh masing-masing personil. Namun kendati demikian hasil dari meningkatkan brand awresness sangat signifikan, dan dapat ditarik kesimpulan bahwa kendala-kendala yang terjadi hal tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan dari publik tentang LFCIAsserta kurangnya persiapan dari anak-anak itu sendiri, dan kurangnya penyebaran luas kemasyarakat mengenai sekolah sepak bola LFCIAss ini.

4.2 Pengolahan Data

4.2.1 Komunikasi Pemasaran

Terkait komunikasi Pemasaran yang dilakukan LFCIAss setiap informan menyebutkan cara-cara meningkatkan brand awreness sekaligus mempromosikan sesuai pendapat mereka yang dilakukan LFCIAss, yaitu:

Tabel 4.14 Tema 2

Ms. Qatrunnada Salma Kegiaatan pemasaran dilakukan melalui komunikasi eksternak seperti website, social media (facebook dan twitter), materi-materi dan design untuk promosi, membangun dan menciptakan sebuah citra yang baik dalam masyarkat serta menjadi chanel

(15)

komunikasi internal perusahaan dengan publik.

Ms. Diliana Siswati Melakukan promosi melalui twitter facebook, camp dan juga ke sekolah-sekolah. Dengan adanya kerja sama LFCIAss dengan big daddy, Liverpool juga menggunakan kesempatan ini untuk promosi dengan memasang stand dan menampilkan video di setia kesempatan atau acara yang dia dakan oleh LFCIAss.

Mr. Paul Barratt Promosi dilakukan melalui kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan coaching clinic dan pelatihan Liverpool FC, untuk menarik perhatian masyarkat dengan adanya sekolah sepak bola LFCIAss di Indonesia khusunya Jakarta.

Dalam tema ini, tidak setiap informan mengerti komponen-komponen pemasaran. Kegiatan promosi yang dilakukan adalah:

(16)

a. Kegiatan public relations: mengadakan press conference, dimana pihak LFCIAss mengundang media untuk meliput kegiatan dan peresmian LFCIAss tersebut.

b. Advertising: melalui banner yang dipasang di depan gedung LFCIAss, memasang poster, spanduk bergambar bintang-bintang pemain Liverpool, serta umbul-umbul yang di pasang di lapangan latihan sepak bola LFCIAss, serta penyebaran brosur kegiatan LFCIAss.

c. Melalui Internet advertising: berkomunikasi langsung dengan masyarakat melalui jejaring sosial, seperti facebook, twitter serta website. Meskipun dapat menyebutkan cara-cara yang dianggap efektif, namun belum bisa dipraktekkan dalam ini umumnya mengatakan kendala pada anggaran.

4.2.2 Public Relation

Tabel 4.15 Tema 3

Ms. Qatrunnada Salma Dinamakan PR & Event Karena secara umum memiliki 2 tugas sekaligus. Tugas Public Relations yang mencakup image dan brand perusahaan beserta Events yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan dan acara dari LFC IFAss termasuk promo product. Secara umum

(17)

tugasnya sama yang berbeda adalah lingkup tanggung jawab dalam LFC IFAss lebih besar karena menangani Marketing, Promotions, dan Events.

Ms. Diliana Siswati Seksi merchandise belum mendapat peran yang jelas.

Mr, Paul Barratt Peran PR lebih kepada hubungan kepada publik eksternal. Membuat press release dan menghadapi media yang ingin meliput serta dalam hal mengundang media.

Berdasarkan pendapat informan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran seorang public relations officer dalam LFCIAss ini tanggung jawab dalam LFC IFAss lebih besar karena menangani Marketing, Promotions, dan Events pada kegiatan publikasi, serta hubungan dengan media.

4.2.3 Brand Awareness

Tabel 4.16 Tema 4

Ms. Qatrunnada Salma Brand awareness sangat penting merupakan tahap krusial dari strategi marketing. Ditahap ini image sebuah

(18)

brand mulai dibangun agar masyarakat mulai sadar akan keberadaan produk tersebut. Brand awareness layak ditingkatkan karena semakin public sadar akan keberadaan sebuah bran, image yang tercipta pun akan semakin kuat.

Ms. Diliana Brand dan Brand Awarness itu penting karena dengan brand awareness customer mengetahui dengan keberadaan LFCIAss di Indonesia Khususnya di Jakarta.

Mr. Paul Barratt Meningkatkan brand awareness sangat penting untk meningkatkan kesadaran masyarkat dengan adanya sekolah LFCIAss di Indonesia Khususnya di Jakarta untuk menjadikan anak bangsa menjadi pemain bola yang prefesional. .

Berdasarkan pernyataan dari informan di atas, proses meningkatkan brand awareness dalam jurusan komunikasi pemasaran selama ini kegiatan berjalan lancar. Hambatan yang ada dirasakan situasi sepak bola Indonesia yang dari sisi organisasi induk PSSI masih diliputi banyak kemelut sedikit banyak berdampak

(19)

pada LFCIAss ini, selain itu juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan sebuah fasilitas yang lengkap seperti lapangan sepak bola di Jakarta masih belum memenuhi standar dan kualitas yang bagus.

4.3 Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian dalam penyajian dan pengolahan data, kesimpulan yang dapat kita ambil adalah LFCIAss suda melakukan kegiatan meningkatkan brand awareness sedikit banyaknya telah memberikan peningkatan yang signifikan, informasi LFCIAss melalui media digital (jejaring sosial) seperti facebook, twitter, website resmi serta kunjungan ke beberapa sekolah untuk memberikan coaching clinic. Namun ada beberapa kendala atau hambatan yang terdapat pada sistem yang berpengaruh pada LFCIAss yaitu situasi sepak bola Indonesia yang dari sisi organisasi induk PSSI masih diliputi banyak kemelut sedikit banyak berdampak pada LFCIAss.

4.3.1 Analisis Strategi Public Relations LFCIAss Dalam meningkatkan

Brand Awarenes

Liverpool International Academy Soccer & School dalam meningkatkan brand awareness menerapkan 4 (empat) langkah proses Public Relations.

4 (empat) langkah proses public relations seperti yang dikemukakan oleh Cutlip, Center dan Broom (2005: 268-269) dan penerapanya di LFCIAss adalah sebagai berikut:

1. Analisis situasi mendefinisikan Masalah

Langkah ini mencakup peneyelidikan dan pemantauan pengetahuan, sikap dan perilaku yang berpengaruh oleh tindakan dan kebijakan perusahaan.

(20)

Langkah ini memberikan landasan bagi semua langkah berikutnya dengan menentukan “Apa yang sedang terjadi saat ini?”

Dikutip oleh penulis dari PR & Event dari LFCIAss mengenai strategi yang di lakukan dalam meningkatkan brand awareness.

” Kita saat ini masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan sebuah fasilitas yang lengkap yang dapat mendukung visi dan misi perusahaan. Situasi sepak bola Indonesia yang dari sisi organisasi induk PSSI masih diliputi banyak kemelut sedikit banyak berdampak pada industry ini, dan beberapa kenadala yang dihadapi saat melakukan meningkatkan brand awareness”

Berdasarkan wawancara yang dikutip penulis maka dapat dianalisis situasi yang tengah dialami oleh LFCIAss merupakan masih kurangnya fasilitas yang dapat mendukung visi dan misi dari LFCIAss tersebut. Dengan alasan tersebut maka adapun upaya yang dilakukan yaitu Melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait seperti PSSI. Selain itu juga melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak yang dapat menunjang fasilitas-fasilitas seperti baru-baru ini bekerjasama dengan Sinar Mas World Academy. Selain itu kami juga sedang melakukan kerjasama dengan partner di luar kota untuk membuka cabang di kota-kota lain di Indonesia.

Brand Awreness yang selama ini telah dicapai oleh LFCIAss sebagaimana yang dikutip oleh penulis dari public relations LFCIAss adalah sebagai berikut:

“Bulan Desember lalu, LFC IFAss mengadakan Football Camp dan dalam waktu 1 bulan seluruh kursi sudah terjual habis. Media promosi yang digunakan “hanya” melalui jejaringf social sperti facebook dan twitter, website resmi, dan brochure. Ini merupakan suatu pencapaian yang cukup baik karena ini menunjukkan bahwa LFCIFAss sudah dikenal baik oleh target market.”

(21)

Brand Awareness sangat penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat pada LFCIAss, maka sudah selayaknya public relations mempertimbangkan strategi-strategi yang harus dilakukan dalam mempertahankan brand awareness yang telah dicapai hal ini dikuatkan oleh pernyataan dari PR & Event LFCIAss, di bawah ini

“Melakukan market research dan memanfaatkan kerjasama dengan partner seperti BigDaddy Entertainment, BigReds – Official Fans Club of Liverpool FC.”

Dari pernyataan yang diberikan oleh PR & Event dapat ditarik kesimpulan bahwa brand awareness memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia bisnis, termasuk kelangsungan bisnis perusahaan seperti Academy Liverpool di Indonesia khususnya di Jakarta, dan disinilah Public Relations juga memiliki peran yang penting sebagai ujung tombak PR & Event dalam membentuk awareness terhadap brand yang bersangkutan.

Dengan kesimpulan dari keseluruhan diatas penulis menyimpulkan bahwa LFCIAss di Indonesia dalam meningkatkan brand awarenes sangat signifikan yaitu menjadi top of mind yaitu merek yang pertama kali disebutkan atau yang pertama kali muncul dibenak konsumen (Rangkuti, 2008: 40-41)

2. Strategi

Setelah perusahaan menganalisa situasi dan berdasarkan fakta-fakta maupun informasi yang telah didapat seperti yang telah dipaparkan penulis pada langkah pertama, perusahaan memutuskan untuk melakukan beberapa strategi dalam rangka meningkatkan brand awareness. Program-program yang

(22)

akan dilaksanakan sangat comprehensive diantaranya, talent contest, junior league, soccer school, soccer camps, SEA junior tournament, dengan program ini diharapkan anak laki-laki dan anak perempuan mulai dari usia 6 – 16 tahun yang hobi dan mau menjadi pemain prefesional dengan “Liverpool Way” dapat segera bergabung LFCIAss.

3. Komunikasi Pemasaran

Upaya dalam strategi ini adalah dengan menghasilkan good quality dari merchandise itu sendiridalam hal persiapan. persiapannya sama seperti upaya-upaya sebelumnya. Dalam upaya-upayanya meningkatkan brand awareness yaitu performance dari service kepada customer, produk dan fasilitas.

4. Evaluasi Secara Keseluruhan

Sebagian besar hasil dari evaluasi tersebut masih memerlukan keputusan dari pihak-pihak lain. LFCIAss sendiri masih terus berusaha melakukan pendekatan karena keputusan-keputusan semua tidak serta merta dari pihak LFCIAss. Untuk sementara ini, startegi-strategi yang telah dilakukan telah mendapatkan respon positif dari masyarakat dan menjadi top of mind dalam proses meningkatkan brand awareness.

Figur

Tabel 4.1 Pola wawancara

Tabel 4.1

Pola wawancara p.1
Tabel 4.2 Informan 1   Program

Tabel 4.2

Informan 1 Program p.3
Tabel 4.3  Informan 1 tema 2  Strategi yang

Tabel 4.3

Informan 1 tema 2 Strategi yang p.4
Tabel 4.4 Informan 1 tema 3

Tabel 4.4

Informan 1 tema 3 p.5
Tabel 4.5 Informan 1 tema 4  Strategi

Tabel 4.5

Informan 1 tema 4 Strategi p.6
Tabel 4.6 Informan 2 tema 1  Program

Tabel 4.6

Informan 2 tema 1 Program p.7
Tabel 4.7 Informan 2 tema 2  Strategi yang

Tabel 4.7

Informan 2 tema 2 Strategi yang p.8
Tabel 4.8 Informan 2 tema 3  PR & event

Tabel 4.8

Informan 2 tema 3 PR & event p.9
Tabel 4.10 Informan 3 tema 1  Program

Tabel 4.10

Informan 3 tema 1 Program p.10
Tabel 4.11 Informan 3 tema 2  Strategi yang

Tabel 4.11

Informan 3 tema 2 Strategi yang p.12
Tabel 4.12 Informan 1 tema 3

Tabel 4.12

Informan 1 tema 3 p.13
Tabel 4.13 Informan 3 tema 4

Tabel 4.13

Informan 3 tema 4 p.13
Tabel 4.14 Tema 2

Tabel 4.14

Tema 2 p.14
Tabel 4.16 Tema 4

Tabel 4.16

Tema 4 p.17

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :