• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oksidimetri Dan Valensi - Kelompok A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oksidimetri Dan Valensi - Kelompok A"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KIMIA DASAR

MAKALAH KIMIA DASAR

“OKSIDIMETRI”

“OKSIDIMETRI”

DISUSUN OLEH

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 7

KELOMPOK 7

Afriyanti

Afriyanti

Anggit Akmaliya

Anggit Akmaliya

Fierda Rizanty

Fierda Rizanty

Maria Pusuma R.

Maria Pusuma R.

Mayu Dini A.

Mayu Dini A.

Putri Ayupertiwi W.

Putri Ayupertiwi W.

(2)

PENGERTIAN OKSIDIMETRI

PENGERTIAN OKSIDIMETRI

Oksidimetri adalah metode titrasi redoks yang dimana larutan baku yang digunakan Oksidimetri adalah metode titrasi redoks yang dimana larutan baku yang digunakan bersifat sebagai oksidator.

bersifat sebagai oksidator.

Yang termasuk titrasi oksidimetri adalah : Yang termasuk titrasi oksidimetri adalah :

Permanganometri, larutan bakunya : KMnO Permanganometri, larutan bakunya : KMnO

 44

Dikromatometri, larutan bakunya : K Dikromatometri, larutan bakunya : K

 22Cr Cr 22OO77

Serimetri, larutan bakunya : Ce(SO Serimetri, larutan bakunya : Ce(SO

 44))22, Ce(NH, Ce(NH44))22SOSO44

Iodimetri, larutan bakunya : I Iodimetri, larutan bakunya : I

 22

Ti

Titrtrasasi i okoksisididi-re-reduduktktomometetri ri memerurupapakakan n teteknknik ik tittitrarasi si yayang ng memeliblibatatkakann perpindahan elektron dengan pelibatan unsur yang

perpindahan elektron dengan pelibatan unsur yang mengalami perubahan tingkatmengalami perubahan tingkat oksidasi (Darusman 2001). Titrasi I

oksidasi (Darusman 2001). Titrasi I22 dan natrium sulfat merupakan salah satudan natrium sulfat merupakan salah satu

teknik yang menggunakan prinsip reduktometri. Iodometri dapat pula digunakan teknik yang menggunakan prinsip reduktometri. Iodometri dapat pula digunakan dalam analisis kuantitatif kandungan vitamin C karena I

dalam analisis kuantitatif kandungan vitamin C karena I22 dapat mengoksidasidapat mengoksidasi

vitamin C vitamin C..

Dasar reaksi oksidimetri ialah reaksi oksidasi-reduksi antara zat penitrasi dan Dasar reaksi oksidimetri ialah reaksi oksidasi-reduksi antara zat penitrasi dan yang dititrasi. Permanganometri merupakan titrasi yang dilakukan berdasarkan yang dititrasi. Permanganometri merupakan titrasi yang dilakukan berdasarkan reaksi oleh kalium permanganat (KMnO

reaksi oleh kalium permanganat (KMnO44). Reaksi ini difokuskan pada reaksi). Reaksi ini difokuskan pada reaksi

oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO

oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO44 dengan bahan baku tertentu.dengan bahan baku tertentu.

Titrasi dengan KMnO

Titrasi dengan KMnO44 sudah dikenal lebih dari seratus tahun. Kebanyakan titrasisudah dikenal lebih dari seratus tahun. Kebanyakan titrasi

dilakukan dengan cara langsung atas alat yang dapat dioksidasi seperti Fe+, dilakukan dengan cara langsung atas alat yang dapat dioksidasi seperti Fe+, asam atau garam oksalat yang dapat larut dan sebagainya. Beberapa ion logam asam atau garam oksalat yang dapat larut dan sebagainya. Beberapa ion logam ya

yanng g titiddak ak ddioioksksididaasi si dadapapat t ddititititrarassi i seseccarara a titiddak ak llanangsgsunung g dedengngaann permanganometri seperti: (1) ion-ion Ca, Ba, Sr, Pb, Zn, dan Hg (I) yang dapat permanganometri seperti: (1) ion-ion Ca, Ba, Sr, Pb, Zn, dan Hg (I) yang dapat diendapkan sebagai oksalat. Setelah endapan disaring dan dicuci, dilarutkan diendapkan sebagai oksalat. Setelah endapan disaring dan dicuci, dilarutkan dalam H

dalam H22SOSO44 berlebih sehingga terbentuk asam oksalat secara kuantitatif. Asamberlebih sehingga terbentuk asam oksalat secara kuantitatif. Asam

oksalat inilah yang akhirnya dititrasi dan hasil titrasi dapat dihitung banyaknya ion oksalat inilah yang akhirnya dititrasi dan hasil titrasi dapat dihitung banyaknya ion logam yang bersangkutan. (2) ion-ion Ba dan Pb dapat pula diendapkan sebagai logam yang bersangkutan. (2) ion-ion Ba dan Pb dapat pula diendapkan sebagai ga

gararam m khkhroromamat. t. SeSetetelalah h didisasariringng, , didicucucici, , dadan n didilalarurutktkan an dedengngan an asasamam,, ditambahkan pula larutan baku FeSO

ditambahkan pula larutan baku FeSO44 berlebih. Sebagian Fe2+ dioksidasi olehberlebih. Sebagian Fe2+ dioksidasi oleh

khromat tersebut dan sisanya dapat ditentukan banyaknya dengan menitrasinya khromat tersebut dan sisanya dapat ditentukan banyaknya dengan menitrasinya dengan KMnO

(3)

PRINSIP PERCOBAAN PRINSIP PERCOBAAN

Reaksi oksidasi reduksi antara zat penitrasi dan zat yang dititrasi menjadi dasar  Reaksi oksidasi reduksi antara zat penitrasi dan zat yang dititrasi menjadi dasar  dalam reaksi oksidi-reduktometri. Dalam reaksi redoks pasti ditemukan unsur yang dalam reaksi oksidi-reduktometri. Dalam reaksi redoks pasti ditemukan unsur yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi dan unsur lain yang mengalami penurunan mengalami kenaikan bilangan oksidasi dan unsur lain yang mengalami penurunan bilangan oksidasi pada waktu yang bersamaan. Pada titrasi redoks ada dua jenis bilangan oksidasi pada waktu yang bersamaan. Pada titrasi redoks ada dua jenis indikator, yaitu indikator khusus yang bereaksi dengan salah satu komponen yang indikator, yaitu indikator khusus yang bereaksi dengan salah satu komponen yang bereaksi dan indikator oksidasi-reduksi yang sebenarnya yang tidak tergantung dari bereaksi dan indikator oksidasi-reduksi yang sebenarnya yang tidak tergantung dari sa

salalah h sasatu tu zazat, t, tetetatapi pi hahanynya a adada a peperurubabahahan n popotetensnsiaial l lalarurutatan n seselamlama a tititrtrasasi.i. Pot

Potensensial ial saasaat t terterjadjadinyinya a perperubaubahan han warwarna na tertergangantuntung g dardari i potpotensensial ial stastandandar r  indikator yang bersangkutan. (Harjadi 1986)

indikator yang bersangkutan. (Harjadi 1986) Oksidimetri merupakan s

Oksidimetri merupakan suatu teknik titrasi yang uatu teknik titrasi yang menggunakan titrant menggunakan titrant sebagai suatusebagai suatu oksidator. Permanganometri merupakan salah satu contoh reaksi oksidimetri. Reaksi oksidator. Permanganometri merupakan salah satu contoh reaksi oksidimetri. Reaksi tersebut termasuk titrasi oksidimetri yang melibatkan KMnO4 dalam suasana asam tersebut termasuk titrasi oksidimetri yang melibatkan KMnO4 dalam suasana asam yang bertindak sebagai oksidator sehingga ion MnO4- berubah menjadi Mn2+ yang bertindak sebagai oksidator sehingga ion MnO4- berubah menjadi Mn2+ sesuai dengan reaksi berikut: 5 e + 8 H+ + MnO4- → Mn2+ + 4 H2O. Kalium sesuai dengan reaksi berikut: 5 e + 8 H+ + MnO4- → Mn2+ + 4 H2O. Kalium Permanganat telah banyak digunakan sebagai agen pengoksidasi selama lebih dari Permanganat telah banyak digunakan sebagai agen pengoksidasi selama lebih dari 100 tahun. Reagen ini dapat diperoleh dengan mudah, tidak mahal, dan tidak 100 tahun. Reagen ini dapat diperoleh dengan mudah, tidak mahal, dan tidak membutuhkan indikator terkecuali untuk larutan yang amat encer. Permanganat membutuhkan indikator terkecuali untuk larutan yang amat encer. Permanganat ber

bereakeaksi si cecepat pat dendengan gan babanyanyak k ageagen n perperedueduksi ksi berberdasdasarkarkan an reareaksi ksi iniini, , namnamunun beberapa substansi membutuhkan pemanasan atau penggunaan sebuah katalis beberapa substansi membutuhkan pemanasan atau penggunaan sebuah katalis untuk mempercepat reaksi. Kalau bukan karena fakta banyak bahwa banyak reaksi untuk mempercepat reaksi. Kalau bukan karena fakta banyak bahwa banyak reaksi permanganat berjalan lambat akan lebih banyak kesulitan lagi yang akan ditemukan permanganat berjalan lambat akan lebih banyak kesulitan lagi yang akan ditemukan dalam reagen ini. Penentuan konsentrasi KMnO4 misalnya dapat dilakukan dengan dalam reagen ini. Penentuan konsentrasi KMnO4 misalnya dapat dilakukan dengan larutan baku Natrium Oksalat. (Harjadi 1986)

larutan baku Natrium Oksalat. (Harjadi 1986)

Reduktometri merupakan teknik titrasi yang menggunakan titrant sebagai suatu Reduktometri merupakan teknik titrasi yang menggunakan titrant sebagai suatu reduktor . Iodometri merupakan contoh dari reaksi reduktometri. Dasar dari cara reduktor . Iodometri merupakan contoh dari reaksi reduktometri. Dasar dari cara iodometri adalah reaksi keseimbangan dari iodom dan iodida. Normal potensial iodometri adalah reaksi keseimbangan dari iodom dan iodida. Normal potensial reduksi dari system

reduksi dari system reversible adalah reversible adalah I2 + 2e → 2I………..0.5354 I2 + 2e → 2I………..0.5354 volt.volt. Titrasi iodometri ada 2 cara yaitu :

Titrasi iodometri ada 2 cara yaitu : - - Cara Cara LangsungLangsung

Menurut cara ini suatu zat reduksi dititrasi langsung oleh iodom. Misal pada titrasi Menurut cara ini suatu zat reduksi dititrasi langsung oleh iodom. Misal pada titrasi Na

Na22SS22OO33 oleh Ioleh I2.2.

(4)

Dalam hal ini ion iododa sebagai pereduksi diubah menjadi iodium-iodium yang Dalam hal ini ion iododa sebagai pereduksi diubah menjadi iodium-iodium yang terbentuk dititrasi dengan larutan standart Na

terbentuk dititrasi dengan larutan standart Na22SS22OO33. Jadi cara ini digunakan untuk. Jadi cara ini digunakan untuk

menentukan zat pengoksidasi. Misal pada penentuan suatu zat oksidator ini (H menentukan zat pengoksidasi. Misal pada penentuan suatu zat oksidator ini (H22OO22).).

Pada oksidator ini ditambahkan larutan KI dan asam sehingga akan terbentuk Pada oksidator ini ditambahkan larutan KI dan asam sehingga akan terbentuk iodium yang kemudian dititrasi dengan larutan.

iodium yang kemudian dititrasi dengan larutan. Na

Na22SS22OO33 . H. H22OO22 + KI + 2HCl → I2 + 2 KCl +2 H+ KI + 2HCl → I2 + 2 KCl +2 H22O (Harjadi 1986).O (Harjadi 1986). TUJUAN

TUJUAN

Percobaan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa menganalisis ion-ion dengan cara Percobaan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa menganalisis ion-ion dengan cara redoks, yang merupakan latihan

redoks, yang merupakan latihan pendahuluan analisis redoks lainnya.pendahuluan analisis redoks lainnya.

PROSEDUR PROSEDUR

Prosedur kerja dalam percobaan “Oksidi-Reduktometri” sama dengan yang terdapat Prosedur kerja dalam percobaan “Oksidi-Reduktometri” sama dengan yang terdapat pada buku “Penuntun Praktikum Kimia Analitik” Departemen Kimia

pada buku “Penuntun Praktikum Kimia Analitik” Departemen Kimia FMIPA IPB.FMIPA IPB.

HASIL PERCOBAAN HASIL PERCOBAAN

Tabel 1 Standardisasi Na

Tabel 1 Standardisasi Na22SS22OO33

Ul

Ulanangagann VoVolulume me KI (KI (mlml)) Volume NaVolume Na22SS22OO33(ml)(ml) [Na[Na22SS22OO33] (N)] (N)

aawwaall aakkhhiirr tteerrppaakkaaii

11 1100 1111 2211..66 1100..66 00..00994433 22 1100 11..11 1111..22 1100..11 00..00999900 33 1100 1111..22 2211..55 1100..33 00..00997711 Rata-rata [Na Rata-rata [Na22SS22OO33]] 00..00996688 Reaksi

Reaksi : : KIOKIO33 + 5 KI + 6 HCl → 6 KCl + 3 I+ 5 KI + 6 HCl → 6 KCl + 3 I22 + 3 H+ 3 H22 │x1│x1

3 Na

3 Na22SS22OO33 + 3 I+ 3 I22 → 6 NaI + 3Na→ 6 NaI + 3Na22SS44OO33│x3│x3

3

3 NaNa22SS22OO33 + KIO+ KIO33 + 5 KI + 6 HCl → 6 NaI ++ 5 KI + 6 HCl → 6 NaI +

Na

Na22SS44OO66 + 6 KCl + 3 H+ 6 KCl + 3 H22OO

Indikator

Indikator : : amilumamilum Perub

Perubahan ahan warna warna : : coklcoklat at kemekemeraharahan n kuninkuning g muda muda (kem(kemudian udian ditambditambahkaahkann amilum)

amilum) biru biru tidak tidak berwarnaberwarna Contoh perhitungan

Contoh perhitungan

• Konsentrasi KIOKonsentrasi KIO33

Pada ulangan pertama Pada ulangan pertama (VxN)KIO (VxN)KIO33= (VxN) Na= (VxN) Na22SS22OO33 10 ml x 10 ml x 0.1 N 0.1 N = 10.6 ml = 10.6 ml x Nx N N N == N N = = 0.0943 0.0943 NN •

(5)

Rata-

Rata- rata rata = = NN

= 0.968 N = 0.968 N Bobot KIO

Bobot KIO33 percobaan percobaan = = 0.1787 0.1787 gramgram

N KIO

N KIO33 percobaaan percobaaan = = 0.1002 0.1002 NN

Bobot KIO

Bobot KIO33 percobaan =percobaan =

0.1787 0.1787 gram gram == N N = = 0.1002 0.1002 NN Tabel 2 Standardisasi I Tabel 2 Standardisasi I22 Ulangan

Ulangan Volume IVolume I22(ml)(ml) [I[I22] (N)] (N)

aawwaall aakkhhiirr tteerrppaakkaaii

11 00 1100..33 1100..33 00..00994400 22 1100..33 2200..77 1100..44 00..00993311 33 2200..77 3311..11 1100..44 00..00993311 Rata-rata I Rata-rata I22 0.09340.0934 Reaksi

Reaksi : : 2Na2Na22SS22OO33 + I+ I22 → 2NaI +Na→ 2NaI +Na22SS44OO33

Indikator

Indikator : : amilumamilum Perubahan

Perubahan warna warna : : tidak tidak berwarna berwarna menjadi menjadi birubiru Contoh perhitungan

Contoh perhitungan

• Konsentrasi IKonsentrasi I22

Pada ulangan pertama Pada ulangan pertama (VxN)I (VxN)I22= (VxN) Na= (VxN) Na22SS22OO33 10.3 ml x N = 10 ml 10.3 ml x N = 10 ml x 0.0968 Nx 0.0968 N N N == N = 0.0940 N N = 0.0940 N •

• Rata-rata normalitas IRata-rata normalitas I22

Rata-

Rata- rata rata = = NN

= 0.0934 N = 0.0934 N

Tabel 3 Penentuan Kadar vitamin C Tabel 3 Penentuan Kadar vitamin C JJeerruukk UUllaannggaann BobotBobot

(gram) (gram) Volume I Volume I22(ml)(ml) % b/b % b/b A

Awwaall AAkkhhiirr TTeerrppaakkaaii A A 11 1100..00551133 00..55 11 00..55 00..00440099 22 1100..00661122 11 11..55 00..55 00..00440088 33 1100..00000000 11..55 22 00..55 00..00441111 R Raattaa--rraattaa 00..00440099 B B 11 1100..0000550 30 3 33..44 00..44 00..00332299 22 1100..00000000 33..44 33..88 00..44 00..00332299

(6)

33 1100..00002277 33..88 44..22 00..44 00..00332299 R Raattaa--rraattaa 00..00332299 Reaksi Reaksi : : HCHC66HH77OO66 + I+ I22 → C→ C66HH66OO66 + 2 HI+ 2 HI Indikator

Indikator : : amilumamilum Perubahan

Perubahan warna warna : : Orange Orange biru biru kehitamankehitaman Contoh Perhitungan

Contoh Perhitungan

• Konsentrasi jeruk AKonsentrasi jeruk A

(N·V) jeruk (N·V) jeruk = (N·V) I= (N·V) I22 N N x x 50 50 ml ml = = 0.0934 0.0934 N N x x 0.5 0.5 mlml N N x x 50 50 ml ml = = 0.04670.0467 N N = = 9.34 9.34 x x 1010-4-4NN • • N N rata-rata rata-rata == = = 9.34 9.34 x x 1010-4-4NN

• Bobot vitamin Bobot vitamin C jeruk C jeruk A (ulangan A (ulangan pertama)pertama)

BE

BE asam asam askorbat askorbat = = BM BM = = x x 176 176 = = 8888 Bobot

Bobot vitamin vitamin C C = = BE BE x x [jeruk] [jeruk] x x V V jerukjeruk =

= 88 88 x x 9.34 9.34 x x 1010-4-4 N x 0.05 mlN x 0.05 ml

=

= 4.1096 4.1096 x x 1010-3-3 gramgram

• Kadar vitamin C jeruk A (ulangan pertama)Kadar vitamin C jeruk A (ulangan pertama)

Kadar

Kadar vitamin vitamin C C = = x x 100 100 %% =

= x x 100 100 %% = 0.0409 % = 0.0409 %

• Konsentrasi jeruk BKonsentrasi jeruk B

(N·V) jeruk (N·V) jeruk = (N·V) I= (N·V) I22 N N x x 50 50 ml ml = = 0.0934 0.0934 N N x x 0.4 0.4 mlml N N x x 50 50 ml ml = = 0.03740.0374 N N = = 7.472 7.472 x x 1010-4-4NN • • N N rata-rata rata-rata == = = 7.472 7.472 x x 1010-4-4NN

• Bobot vitamin Bobot vitamin C pada C pada jeruk B (ulangjeruk B (ulangan pertama)an pertama)

BE

BE asam asam askorbat askorbat = = BM BM = = x x 176 176 = = 8888 Bobot

Bobot vitamin vitamin C C = = BE BE x x [jeruk] [jeruk] x x V V jerukjeruk = 88 x 7.472x 10

= 88 x 7.472x 10-4-4 N x 0.05 mlN x 0.05 ml

=

(7)

• Kadar vitamin C pada jeruk B (ulangan pertama)Kadar vitamin C pada jeruk B (ulangan pertama)

Kadar

Kadar vitamin vitamin C C = = x x 100 100 %% = = x x 100 100 %% = 0.0329 % = 0.0329 % PEMBAHASAN PEMBAHASAN

Istilah oksidasi mengacu pada setiap perubahan kimia dimana terjadi kenaikan Istilah oksidasi mengacu pada setiap perubahan kimia dimana terjadi kenaikan bil

biloksoks, , sedsedangangkakan n redreduksuksi i digdigunaunakan kan untuntuk uk setsetiap iap penpenuruurunanan n bilbiloksoks. . OksOksidaidator tor  ada

adalah lah sesenyanyawa wa dimdimana ana atoatom m yanyang g terterkankandundung g menmengagalamlami i penpenuruurunan nan bilbiloksoks.. Seb

Sebalialiknyknya a padpada a redreduktuktor, or, atoatom m yanyang g terterkankandundung g memengangalamlami i kekenainaikan kan bilbiloksoks.. Ba

Banynyaak k tititrtrasasi i reredodokks s ddililakakukukaan n ddenengagan n memengngununaakakan n inindidikkatator or wawarnrnaa (Khopkhar,2003).

(Khopkhar,2003).

Dalam banyak prosedur analitik, analit ada dalam lebih dari satu keadaan oksidasi Dalam banyak prosedur analitik, analit ada dalam lebih dari satu keadaan oksidasi dan harus dirubah menjadi keadaan oksidasi tunggal sebelum dilakukan titrasi. dan harus dirubah menjadi keadaan oksidasi tunggal sebelum dilakukan titrasi. Pereaksi redoks yang digunakan harus mampu untuk mengubah analit secara Pereaksi redoks yang digunakan harus mampu untuk mengubah analit secara lengkap dan cepat kedalam oksidasi yang diinginkan (Underwood, 1990).

lengkap dan cepat kedalam oksidasi yang diinginkan (Underwood, 1990). Tit

Titrasrasi i redredoks oks mermerupaupakakan n salsalah ah satsatu u carcara a penpenententuan uan berberbagbagai ai sensenyawyawa a yanyangg mud

mudah, ah, cecepat pat dan dan teptepat. at. AkaAkan n tettetapiapi, , sebsebeluelum m titrtitrasi asi redredoks oks dadapat pat dijdijalaalankankan,n, senyawa yang akan ditentukan harus diubah seluruhnya terlebih dahulu menjadi senyawa yang akan ditentukan harus diubah seluruhnya terlebih dahulu menjadi ben

bentuk tuk terteredueduksiksinynya a ataatau u benbentuk tuk oksoksidaidasinsinyaya. . KalKalium ium perpermanmanganganat at mermerupaupakankan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat

oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam (Rivai, 1995).asam (Rivai, 1995). Iod

Iodium ium empempunyunyai ai potpotensensial ial stastandndar ar + + 0,50,54 4 V, V, karkarenaenanya nya mermerupaupakan kan perpereakeaksisi oksidasi jauh lebih lemah, dari pada kalium permanganat. Sebaliknya ion iodida oksidasi jauh lebih lemah, dari pada kalium permanganat. Sebaliknya ion iodida merupakan suatu pereaksi reduksi yang cukup kuat. Iodium digunakan sebagai merupakan suatu pereaksi reduksi yang cukup kuat. Iodium digunakan sebagai pereaksi oksidasi (iodimetri) dan ion iodida digunakan sebagai pereaksi reduksi pereaksi oksidasi (iodimetri) dan ion iodida digunakan sebagai pereaksi reduksi (iodometri). Telah diketahui bahwa iodium ditahan karena adsorpsi pada permukaan (iodometri). Telah diketahui bahwa iodium ditahan karena adsorpsi pada permukaan endapan tembaga (II) iodium dan berwarna lebih baik abu-abu dari pada putih endapan tembaga (II) iodium dan berwarna lebih baik abu-abu dari pada putih (Underwood, 1981).

(Underwood, 1981).

Banyaknya pereaksi oksidasi kuat dapat dianalisa dengan menambahkan kalium Banyaknya pereaksi oksidasi kuat dapat dianalisa dengan menambahkan kalium iodida berlebih dan dari iodium titrasi yang dibebaskan. Karena banyaknya pereaksi iodida berlebih dan dari iodium titrasi yang dibebaskan. Karena banyaknya pereaksi oks

oksidaidasi si memmemerlerlukaukan n larlarutautan n berberasaasam m untuntuk uk bebereareaksksi i dendengagan n iodiodidaida, , natnatriuriumm tiosulfat biasanya sebagai titran (Rivai, 1995).

tiosulfat biasanya sebagai titran (Rivai, 1995). Vit

Vitamiamin n mermerupaupakan kan mikmikronronutrutrien ien orgorganianik k eseesensinsial. al. NamNama a vitvitamamin in perpertamtama a kakalili digunakan bagi mikronutrien organik spesifik yang dibutuhkan untuk mencegah digunakan bagi mikronutrien organik spesifik yang dibutuhkan untuk mencegah

(8)

penyakit kekurangan gizi yang di sebut beri-beri, selain itu juga untuk mencegah penyakit kekurangan gizi yang di sebut beri-beri, selain itu juga untuk mencegah terjadinya sariawan, dan lain sebagainya. Karena faktor ini mempunyai sifat-sifat terjadinya sariawan, dan lain sebagainya. Karena faktor ini mempunyai sifat-sifat sua

suatu tu amamin, in, makmaka a CasCasimir imir FunFunk, k, seseoraorang ng ahlahli i biobiokimkimia ia PolPolandandia ia menmenyeyebutbutnyanya vi

vitatamimin. n. KeKemumudidian an sesetetelalah h sesejujumlmlah ah mimikrkrononututrierien n ororgaganinik k esesenensisial al lalainninnyaya dit

ditemuemukakan n hurhuruf uf “e” “e” ditditiadiadakaakan n karkarena ena diteditemukmukan an bahbahwa wa tidtidak ak semsemua ua vitvitamiaminn me

merurupapakakan n amaminin. . AdAdapapun un vivitatamimin n didibebedadakakan n memenjnjadadi i dudua a kekelalas s ,y,yaiaitutu:: Vitamin yang larut dalam air : Tiamin(vitamin B1), Riboflavin (vitamin B2), Asam Vitamin yang larut dalam air : Tiamin(vitamin B1), Riboflavin (vitamin B2), Asam nikotinat, Asam pantotenat, Piridoksin (vitamin B6), Biotin, Asam folat, Vitamin B12, nikotinat, Asam pantotenat, Piridoksin (vitamin B6), Biotin, Asam folat, Vitamin B12, Asam askorbat (vitamin C). Selanjutnya yaitu Vitamin yang larut dalam lemak Asam askorbat (vitamin C). Selanjutnya yaitu Vitamin yang larut dalam lemak ::VViittaammiin n AA, , VViittaammiin n DD, , VViittaammiin n EE, , VViittaammiin n KK.. Asam askorbat (vitamin C) banyak diperlukan dalam metabolisme. Sumber vitamin Asam askorbat (vitamin C) banyak diperlukan dalam metabolisme. Sumber vitamin C adalah buah sitrun, arbei, semangka, cabai, tomat, apel, jeruk, kol merah, dan C adalah buah sitrun, arbei, semangka, cabai, tomat, apel, jeruk, kol merah, dan sayur-sayuran yang berdaun hijau. Meskipun telah diketahui sejak tahun 1970-an, sayur-sayuran yang berdaun hijau. Meskipun telah diketahui sejak tahun 1970-an, bahwa suatu faktor di dalam jeruk mencegah penyakit sariawan, faktor tersebut bahwa suatu faktor di dalam jeruk mencegah penyakit sariawan, faktor tersebut belum diisolasi dan diidentifikasi sampai tahun 1933, ketika C. Glenking dan Waught belum diisolasi dan diidentifikasi sampai tahun 1933, ketika C. Glenking dan Waught di Amerika akhirnya mengisolasi faktor anti sariawan dari sari jeruk. Vitamin C di Amerika akhirnya mengisolasi faktor anti sariawan dari sari jeruk. Vitamin C mungkin merupakan vitamin yang larut dalam air yang paling kurang stabil. Vitamin mungkin merupakan vitamin yang larut dalam air yang paling kurang stabil. Vitamin C tahan terhadap

C tahan terhadap pembekuan.pembekuan.

Pada percobaan tidak dilakukan percobaan oksidimetri, sehingga praktikan hanya Pada percobaan tidak dilakukan percobaan oksidimetri, sehingga praktikan hanya melakukan percobaan reduktometri dan penentuan kadar vitamin C pada buah jeruk. melakukan percobaan reduktometri dan penentuan kadar vitamin C pada buah jeruk. Pa

Pada da prprakaktitikukum m rereduduktktomometetri ri didilaklakukukan an pepercrcobobaaaan n dedengngan an NaNa22SS22OO33 sebagaisebagai

titrannya. Sebelum dititrasi, larutan Na

titrannya. Sebelum dititrasi, larutan Na22SS22OO33 distandardisasi dengan menggunakandistandardisasi dengan menggunakan

larutan baku primer KIO

larutan baku primer KIO3,3,yaitu dengan menambahkan 10 ml KI 1 N dan 10 ml HCl 1yaitu dengan menambahkan 10 ml KI 1 N dan 10 ml HCl 1

N. Titrasi dilakukan secara triplo dengan menggunakan indikator amilum. Pada N. Titrasi dilakukan secara triplo dengan menggunakan indikator amilum. Pada ulangan pertama volume Na

ulangan pertama volume Na22SOSO33 yang terpakai sebanyak 10.6 ml, pada ulanganyang terpakai sebanyak 10.6 ml, pada ulangan

kedua sebanyak 10.1 ml, dan voleme yang terpakai pada ulangan ketiga sebanyak kedua sebanyak 10.1 ml, dan voleme yang terpakai pada ulangan ketiga sebanyak 10.3 ml. Normalitas yang diperoleh dari percobaan yaitu 0.0943 pada ulangan 10.3 ml. Normalitas yang diperoleh dari percobaan yaitu 0.0943 pada ulangan pertama, 0.0990 pada ulangan kedua, dan 0.0971 pada ulangan ketiga, sehingga pertama, 0.0990 pada ulangan kedua, dan 0.0971 pada ulangan ketiga, sehingga di

dipeperoroleleh h raratata-r-ratata a nonormrmalalititas as seseninilalai i 0.0.090968 68 N. N. TiTitrtrasasi i didilalakukukakan n dedengnganan me

mengnggugunanakakan n amamiluilum m sesebabagagai i inindidikakatotornrnyaya. . PePenanambmbahahan an amamiluilum m inini i haharuruss menunggu hingga mendekati titik akhir titrasi yaitu ketika iod tinggal sedikit, tampak menunggu hingga mendekati titik akhir titrasi yaitu ketika iod tinggal sedikit, tampak dari larutan yang berwarna kuning muda. Perlakuan tersebut dilakukan dengan dari larutan yang berwarna kuning muda. Perlakuan tersebut dilakukan dengan maksud agar amilum tidak membungkus iod dan menyebabkannya sukar lepas maksud agar amilum tidak membungkus iod dan menyebabkannya sukar lepas kembali. Kompleks berwarna biru tua yang masih sangat jelas dibentuk oleh amilum kembali. Kompleks berwarna biru tua yang masih sangat jelas dibentuk oleh amilum

(9)

dengan I

dengan I22 sekalipun Isekalipun I22 sedikit sekali. Pada titik akhir, iod yang terikat itu pun hilangsedikit sekali. Pada titik akhir, iod yang terikat itu pun hilang

bereaksi dengan titrant sehingga warna biru lenyap mendadak dan perubahan bereaksi dengan titrant sehingga warna biru lenyap mendadak dan perubahan warnanya tampak sangat jelas.

warnanya tampak sangat jelas.

Percobaan kedua yaitu standardisasi I

Percobaan kedua yaitu standardisasi I22, hasil standardisasi yang berupa konsentrasi, hasil standardisasi yang berupa konsentrasi

ppaasstti i ddaarri i II22 inini i akakan an didigugunanakakan n papada da pepercrcobobaaaan n seselalanjnjututnynya. a. PrPrakaktitikakann

menggunakan data sekunder pada percobaan kedua. Hal tersebut dikarenakan oleh menggunakan data sekunder pada percobaan kedua. Hal tersebut dikarenakan oleh ke

kegagagagalalan n beberurulalang ng kakali li yayang ng didialalamami i prprakaktiktikan an sasaat at memelalakukukakan n pepercrcobobaaaan.n. Kegagalan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah Kegagalan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah kondisi-kon

kondisdisi i dardari i larlarutautan n yanyang g susudah dah tidtidak ak bagbagus us laglagi. i. BerBerdasdasarkarkan an datdata a seksekundunder,er, didapat konsentrasi dari I

didapat konsentrasi dari I22 adalah sebesar 0.0934 N.adalah sebesar 0.0934 N.

Percobaan ketiga yang dilakukan oleh praktikan yaitu penentuan kadar vitamin C Percobaan ketiga yang dilakukan oleh praktikan yaitu penentuan kadar vitamin C dari buah jeruk. Kadar vitamin C yang ditetapkan secara iodimetri menggunakan iod dari buah jeruk. Kadar vitamin C yang ditetapkan secara iodimetri menggunakan iod sebagai penitar. Vitamin C dalam Contoh bersifat reduktor kuat akan dioksidasikan sebagai penitar. Vitamin C dalam Contoh bersifat reduktor kuat akan dioksidasikan oleh I

oleh I22 dalam suasana asam dan Idalam suasana asam dan I22 tereduksi menjadi ion iodide. Indikator yangtereduksi menjadi ion iodide. Indikator yang

dig

digunaunakakan n adaadalah lah amiamilum lum dendengargari i perperubaubahan han warwarna na dardari i oraorangnge e menmenjadjadi i birbiruu kehitaman.

kehitaman.

Reaksi: Reaksi:

Pada percobaan digunakan 2 buah jeruk pada percobaan yaitu jeruk A dan jeruk B Pada percobaan digunakan 2 buah jeruk pada percobaan yaitu jeruk A dan jeruk B dengan berat masing-masing 79.3116 gram dan 69.2346 gram. Masing-masing dengan berat masing-masing 79.3116 gram dan 69.2346 gram. Masing-masing buah jeruk dilakukan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil percobaan didapat kadar  buah jeruk dilakukan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil percobaan didapat kadar  vitamin C dari buah jeruk A adalah 0.0409 %

vitamin C dari buah jeruk A adalah 0.0409 % untuk ulangan pertama, 0.0408% untukuntuk ulangan pertama, 0.0408% untuk ulang

ulangan kedua, dan 0.0411% untuk ulangan kedua, dan 0.0411% untuk ulangan ketiga, an ketiga, sehinsehingga diperogga diperoleh rataanleh rataan sebesar 0.0409% dengan volume I

sebesar 0.0409% dengan volume I22 yang dibutuhkan untuk semua ulangan adalahyang dibutuhkan untuk semua ulangan adalah

0.5 ml. Sedangakan untuk kadar vitamin C dari buah jeruk B yaitu 0.0329 % untuk 0.5 ml. Sedangakan untuk kadar vitamin C dari buah jeruk B yaitu 0.0329 % untuk semua ulangan sehingga diperoleh rataan sebesar 0.0329% dengan volume I

semua ulangan sehingga diperoleh rataan sebesar 0.0329% dengan volume I22yangyang

di

dibubututuhkhkan an ununtutuk k sesemumua a ululanangagan n adadalalah ah 0.0.4 4 mlml. . KaKadadar r vivitatamimin n C C dadari ri hahasisill percobaan tersebu

percobaan tersebut tergolong masih sat tergolong masih sangat rendah sekngat rendah sekali ali karena kurang dkarena kurang dari 5%.ari 5%.

KESIMPULAN KESIMPULAN

Dasar reaksi Titrasi Oksidimetri ialah reaksi oksidasi reduksi antara zat penitrasi dan Dasar reaksi Titrasi Oksidimetri ialah reaksi oksidasi reduksi antara zat penitrasi dan zat yang dititrasi. Pada percobaan ini praktikan menitrasikan KIO

zat yang dititrasi. Pada percobaan ini praktikan menitrasikan KIO33 dengan Nadengan Na22SS22OO33..

Perubahan warna (menandai akhir titrasi) terjadi lebih cepat setelah ditambahkan Perubahan warna (menandai akhir titrasi) terjadi lebih cepat setelah ditambahkan indikator amilum daripada penambahan KI dan HCl sebelumnya. Dalam hal ini kanji indikator amilum daripada penambahan KI dan HCl sebelumnya. Dalam hal ini kanji

(10)

merupakan suatu indikator yang spesifik karena mampu bereaksi dengan cara yang merupakan suatu indikator yang spesifik karena mampu bereaksi dengan cara yang sp

spesesififik ik dedengngan an sasalalah h sasatu tu dadari ri rereagagenen-r-reaeagegennnnya ya dadalam lam susuatatu u tititrtrasasi i ununtutukk me

mengnghahasisilklkan an sesebubuah ah wawarnrna. a. HaHasisil l dadari ri pepercrcobobaaaan n ststanandadardrdisisasasi i didipeperorolelehh konsentrasi Na

konsentrasi Na22SOSO33 sebesar 0.0968 N. Kadar vitamin C rataan pada buah jeruk Asebesar 0.0968 N. Kadar vitamin C rataan pada buah jeruk A

sebesar 0.0409 % dan bobot vitamin C sebesar 4.1096 x 10

sebesar 0.0409 % dan bobot vitamin C sebesar 4.1096 x 10-3-3 gram untuk ulangangram untuk ulangan

pertama, kedua dan ketiga. Sedangkan kadar vitamin C pada buah jeruk B sebesar  pertama, kedua dan ketiga. Sedangkan kadar vitamin C pada buah jeruk B sebesar  0.0329 % dan bobot vitamin C sebesar 3.2877 x 10

0.0329 % dan bobot vitamin C sebesar 3.2877 x 10-3-3 gram baik untuk ulangangram baik untuk ulangan

pertama, kedua dan ketiga. pertama, kedua dan ketiga.

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA http://diantox.blogspot.com/2009/12/oksidimetri-laporankyu.html http://diantox.blogspot.com/2009/12/oksidimetri-laporankyu.html http://ekanuryana.blogspot.com/2009/11/titrasi-oksidimetri.html http://ekanuryana.blogspot.com/2009/11/titrasi-oksidimetri.html

(11)

Gambar

Tabel 1 Standardisasi Na
Tabel 3 Penentuan Kadar vitamin CTabel 3 Penentuan Kadar vitamin C JJeerruukk U Ullaannggaann BobotBobot

Referensi

Dokumen terkait

Dimethyl phthalate adalah salah satu jenis plasticizer yang banyak digunakan, dimana dalam proses pembuatannya menggunakan Phthalic Anhydride yang bereaksi secara esterifikasi dengan

ANI yang menggunakan jenis Landing Gear (roda pendarat) retractable. Pada Landing Gear jenis retractable mempunyai beberapa Bagian komponen, salah satu komponen

Beberapa jenis tumbuhan beracun mengandung dua atau lebih senyawa racun yang berbeda komponen kimianya satu dengan lainnya. Hanenson (1980) menyatakan bahwa

Dioda merupakan salah satu jenis komponen aktif yang berfungsi sebagai komponen penyearah.”[6] Dioda disusun menggunakan semikonduktor jenis P atau kutup positif (+)

Salah satu komponen dari peralatan tata cahaya yang akhir-akhir ini sering dipergunakan adalah lampu efek yang terbagi dalam 2 (dua) jenis, yaitu scanner dan moving light..

CHIPSET  Komponen pada motherboard yang satu ini kebanyakan terdiri atas dua buah chip, north bridge dan south bridge  Fungsi utama chipset adalah mengatur aliran data antar

Sindrom Patau Sindrom Patau adalah salah satu jenis Sindrom Patau adalah salah satu jenis kelainan kromosom, di mana jumlah kelainan kromosom, di mana jumlah kromosom 13 yang

Kelangsusungan kehidupan di alam ini pun saling terkait yang jika salah satu komponen mengalami gangguan luar biasa maka akan berpengaruh terhadap komponen yang lain.3 Dalam perspektif