• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSERVASI TANAH PADA BUDIDAYA PERTANIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KONSERVASI TANAH PADA BUDIDAYA PERTANIAN"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

KONSERVASI TANAH

PADA BUDIDAYA

PERTANIAN

BA

LIT

TA

NA

(2)

Definisi Konservasi Tanah:

Konservasi tanah dalam arti luas adalah penempatan setiap

bidang tanah pada cara

penggunaan yang sesuai dengan

kemampuan tanah

tersebut dan

memperlakukannya sesuai

dengan syarat-syarat

yang diperlukan agar tidak terjadi

kerusakan tanah (Arsyad,1989; 2010)

konservasi tanah : - upaya

mencegah kerusakan tanah

dan

(arti sempit) - memperbaiki tanah yang rusak akibat

erosi

Konservasi air : - efisiensi penggunaan air hujan yang jatuh

ke tanah

- mengatur waktu aliran -> tidak terjadi

banjir, tersedia cukup air saat musim

kemarau.

BA

LIT

TA

NA

(3)

Tools (Alat) KTA:

1. Kemampuan Lahan

2. Prediksi Erosi

3. Metoda Konservasi Tanah dan Air

BA

LIT

TA

NA

(4)

KKL

1

2

3

4

5

6

7

8

9

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

I. KELAS KEMAMPUAN LAHAN (KKL)

INTENSITAS DAN PILIHAN PENGGUNAAN MENINGKAT

1 = Cagar alam, hutan lindung ; 5 = Penggembalaan intensif

2 = Hutan produksi terbatas ; 6 = Garapan terbatas

3 = Penggembalaan terbatas ; 7 = Garapan sedang

4 = Penggembalaan sedang ;8,9 = Garapan intensif, s. Intensif

Semakin tinggi kelas

Hambatan, ancaman meningkat

Kesesuaian dan pilihan penggunaan ber(-)

BA

LIT

TA

NA

(5)

Tan. tahunan 25% Tan. semusim 75%

Tan. tahunan 50%

Tan. semusim 50% Tan. tahunan 100% Tan. tahunan 75%

Tan. semusim 25%

<15%

15-30%

30-45%

>45%

Proporsi tanaman tahunan dan tanaman semusim yang direkomendasikan pada kategori kemiringan lahan yang berbeda (Sumber: Sukmana et al. 1990)

Contoh penerapan KKL

BA

LIT

TA

NA

(6)

II. PREDIKSI EROSI :

Kenapa harus prediksi ?

Mengukur langsung mahal, dan lama

Kepentingan:

Untuk mengetahui perkiraan erosi

(potensial, aktual)

Untuk perencanaan implementasi KTA

BA

LIT

TA

NA

H 2

(7)

Definisi Erosi :

Peristiwa berpindahnya/ terangkutnya

tanah/bagian tanah dari satu tempat ke tempat

yang lain oleh media alami (air, angin)

BA

LIT

TA

NA

(8)

Jenis Erosi

Erosi lembar yang dibiarkan memunculkan perakaran tanaman

(Foto S. Sutono 2013)

Erosi lembar (

sheet erosion

)

BA

LIT

TA

NA

(9)

Erosi alur (

riil erosion

)

BA

LIT

TA

NA

(10)

Erosi parit (

gully erosion

)

BA

LIT

TA

NA

(11)

Longsor (

landslide

)

3 syarat terjadinya :

Lereng curam

Jenuh air

Lapisan kedap

BA

LIT

TA

NA

H 2

021

(12)

Pengukuran Erosi :

Prediksi

USLE

RUSLE (

revised

USLE)

MUSLE (

modified

USLE)

Answer

AGNPS, dll

Mengukur Langsung di Lapang

BA

LIT

TA

NA

H 2

(13)

USLE (

Universal Soil Loss Equation

)

A = KRLSCP

A= Erosi (t/ha/tahun)

K= Erodibilitas tanah (daftar nilai)

R= Erosivitas hujan (EI30,rumus)

L= Panjang lereng (m)

faktor LS

S= Kemiringan lereng (%)

C= Faktor Tanaman (konstanta, daftar)

P= Faktor pengelolaan/konservasi tanah

(konstanta, daftar nilai)

BA

LIT

TA

NA

H 2

(14)

Erosivitas hujan (R)

EI30

EI30= 2,21 R

(1,36)

EI30 = indeks erosivitas hujan

R = rata-rata curah hujan bulanan (cm)

Faktor LS

L= (Lo/22)

0,5

L=faktor panjang lereng

Lo = panjang lereng (m),

S= (s/9)

1,4

S= faktor kemiringan lereng

s= adalah kemiringan lereng dalam persen (%)

BA

LIT

TA

NA

H 2

(15)

Daftar Nilai K

Jenis tanah

Kisaran

Rata-rata

Latosol/Ox

Darmaga

0,02 –

0,04

0,03

Latosol/Ox

Citayam

0,08 –

0,09

0,09

Regosol/Ent

Tj.Harjo

0,11 –

0,16

0,14

Grumusol

Jegu/Erts

0,24 –

0,30

0,27

Podsolik

Jonggol/Ults

0,12 –

0,19

0,16

Mediteran

Citayam/Ults

0,09 –

0,11

0,10

Mediteran

Putat/Alfs

PMK. Lpung

0,16 –

0,29

/Ults

0,23

0,32

Kriteria nilai K

Nilai K

Kategori

0,00

0,10

Sangat rendah

0,11

0,20

Rendah

0,21

0,32

Sedang

0,33

0,40

Agak tinggi

0,44

0,55

Tinggi

0,56

0,64

Sangat tinggi

BA

LIT

TA

NA

H 2

021

(16)

TEKNIK_KONSERVASI Faktor P 1 Bedengan untuk sayuran 0.15

2 Mulsa kacang tanah 0.75

3 Padang rumput (permanent grass field) kondisi bagus 0.04 4 Padang rumput (permanent grass field) kondisi jelek 0.4 5 Penanaman menurut kontur dengan kemiringan > 20% 0.9 6 Penanaman menurut kontur dengan kemiringan 0-8% 0.5 7 Penanaman menurut kontur dengan kemiringan 9-20% 0.75 8 Pengolahan menurut kontur, panjang lereng max 120 m, kemiringan tanah 1-2% 0.6 9 Pengolahan menurut kontur, panjang lereng max 15 m, kemiringan tanah 21-25% 0.9 10 Pengolahan menurut kontur, panjang lereng max 18 m, kemiringan tanah 17-20% 0.8

11 Teras bangku 0.037

12 Teras berdasar lebar dengan kemiringan tanah 1-2% 0.12 13 Teras berdasar lebar dengan kemiringan tanah 13-16% 0.14 14 Teras berdasar lebar dengan kemiringan tanah 17-20% 0.16

15 Teras gulud, baik 0.15

16 Teras tradisional 0.4

Nilai Faktor P (Pengelolaan Konservasi Tanah)

BA

LIT

TA

NA

(17)

PENUTUPAN_LAHAN FAKTOR_C Kedalaman Efektif 1 Cabe, bawang, sayuran lain 0.7 990

2 Hutan tak terganggu 0.001 500 3 Jagung + ubi jalar 0.4 200 4 Kacang hijau 0.161 150 5 Kacang tanah 0.452 150 6 Kacang tunggak 0.161 150 7 Kebun campuran (rapat) 0.1 500 8 Kebun campuran gude + kacang tanah (jarang) 0.495 500 9 Kebun campuran ubi kayu + kedelai 0.2 500

10 Kedelai 0.399 150

11 Padi (lahan kering) 0.561 200 12 Sawah tadah hujan 0.05 200 13 Semak belukar/padang rumput 0.3 150

14 Tebu 0.2 300

15 Teh 0.5 400

16 Ubi kayu + jagung - kacang tanah 0.45 300 17 Ubi kayu + kacang tanah 0.195 200 18 Ubi kayu + kedelai 0.181 200

19 Ubikayu 0.363 200

Nilai Faktor C (Pengelolaan tanaman)

BA

LIT

TA

NA

(18)

Contoh Perhitungan

Diketahui :

Rata2 CH bulanan = 350 mm/bulan

K tanah ultisol = 0,35 (dari daftar)

L = panjang lereng = 45 m

S = kemiringan = 30°

C = tanaman = ubi kayu = 0,80 (dari daftar)

P = konservasi ext = teras bangku jelek = 0,5

(dari daftar)

Erosi potensial/aktual ?

BA

LIT

TA

NA

(19)

Contoh Perhitungan (lanjutan)

A = RKLSCP

R = EI30= 2,21 R

(1,36)

= 2,21 (3,5)

(1,36)

= 43,18

K = 0,35

LS = 7,71

L= (45/22)

0,5

= 1,43

S= (30/9)

1,4

= 5,39

C = 0,80

P = 0,5

Erosi aktual/potensial ?

A-p = 43,18x0,35x7,71x1 = 116,52 t/ha/tahun

A-ak = 43,18x0,35x7,71x0,8x0,5 =46,61 t/ha/tahun

BA

LIT

TA

NA

H 2

021

(20)

Pengukuran Erosi :

Mengukur Langsung di Lapang

1. Metoda Petak Kecil

2. Stik/tongkat

3.

Tipping Bucket

(

micro

catchment

)

4. AWLR (skala DAS)

BA

LIT

TA

NA

(21)

1. Metoda Pengukuran Erosi Petak Kecil (Sketsa)

BA

LIT

TA

NA

(22)

Metoda Pengukuran Erosi Petak Kecil

Kerinci (2011)

BA

LIT

TA

NA

(23)

Metoda Pengukuran Erosi Petak Kecil

Kerinci

BA

LIT

TA

NA

(24)

Metoda Pengukuran Erosi Petak Kecil

Kerinci

BA

LIT

TA

NA

(25)

Metoda Pengukuran Erosi Petak Kecil

BA

LIT

TA

NA

(26)

Pada awas, Pasir wangi, Garut

BA

LIT

TA

NA

(27)

Metoda Pengukuran Erosi Petak Kecil

(Karya Mekar, Pasir wangi, Garut)

BA

LIT

TA

NA

(28)

Skat plot erosi dg seng (Karya Mekar, Pasir

wangi, Garut

)

BA

LIT

TA

NA

(29)

BA

LIT

TA

NA

(30)

BA

LIT

TA

NA

(31)

Perhitungan Erosi dan Run-off

Diukur dan dicatat setiap kali kejadian hujan :

Curah hujan yang terjadi (mm), setiap jam 07.00

Timbang basah tanah yang tertampung

Diukur volume run-off (di bak dan drum)

Diukur kadar air tanah

Diakumulasi selama musim hujan

Catat : Hal hal yang mempengaruhi erosi

BA

LIT

TA

NA

(32)

2. Mengukur erosi dengan Stik /Tongkat

Tentukan titik2 pengamatan yang

refresentatif/mewakili

Diulang (tergantung kondisi)

Tandai awal permukaan tanah

Catat penurunan permukaan tanah

BA

LIT

TA

NA

H 2

(33)

3.

Tipping bucket

BA

LIT

TA

NA

(34)

4. AWLR (

Automatic Water Level Recorder

)

AWLR (Automatic Water Level Recorder) di DAS Mikro Bunder, Gunungkidul, DIY

Debit simulasi dan hasil pengamatan pada bulan Januari tahun 2000

BA

LIT

TA

NA

(35)

AWLR

BA

LIT

TA

NA

(36)

Tingkat Bahaya Erosi

Kedalaman

tanah (cm)

Tingkat Bahaya Erosi (t/ha/th)

I

(<15)

II

(15-60)

III

(60-180)

IV

(180-480)

V

(>480)

Dalam (>90)

SR

R

S

B

SB

Sedang (60-90)

R

S

B

SB

SB

Dangkal (30-60)

S

B

SB

SB

SB

S. dangkal (<30)

B

SB

SB

SB

SB

Sumber: Keputusan Dirjen Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan No.

41/Kpts/V/1998

SR =Sangat Ringan (skor 5), R = Ringan (skor 4), S = Sedang

(skor 3), B= Berat (skor 2), SB = Sangat Berat (skor 1)

BA

LIT

TA

NA

H 2

(37)

Indeks Bahaya Erosi (IBE)

Nilai Indeks Bahaya

Erosi

Kategori

<1,0

Rendah

1,0 –

4,0

Sedang

4,0 –

10,0

Tinggi

> 10,0

Sangat tinggi

IBE = Erosi Potensial / TSL

Erosi Potensial = RKLS (t/ha/th), CP=1

TSL =

tolerable soil loss

(t/ha/th)

= ((De*Df)/U)*BV=(250*0,8*/400)*1,2*10

= 6 t/ha/th,

De=ked effektif

Df =faktor ked.

U =umur guna

BV=berat isi/BD

BA

LIT

TA

NA

H 2

021

(38)

III. Metoda Konservasi Tanah & Air

Metoda Mekanik :

perlakuan fisik mekanik terhadap

tanah dan pembuatan bangunan

mengurangi run-off dan

erosi dan meningkatkan kemampuan penggunaan tanah

Metoda Vegetatif :

penggunaan tanaman dan

tumbuhan atau bagian tumbuhan atau sisanya untuk

mengurangi EK butir hujan

me(-) runoff dan erosi

Metoda Kimia:

penggunaan preparat kimia baik

senyawa sintetik maupun alami yg telah diolah untuk

meningkatkan stabiliitas agregat dan mencegah erosi

Kombinasi Mekanik dan vegetatif/kimia

BA

LIT

TA

NA

H 2

(39)

Rancangan teknis beberapa jenis teras bangku

(Sumber:Sukmana

et al

. 1990)

Teknik

Konservasi

Mekanik

Teras Bangku

BA

LIT

TA

NA

H 2

021

(40)

Komponen kelengkapan teras bangku : tanaman penguat teras(kiri),

SPA dan BTA dari bambu(tengah), dan SPA dan BTA dari batu(kanan)

BA

LIT

TA

NA

(41)

Rancangan teknis teras gulud beserta dimensinya pada kemiringan

lahan < 15 % (Sumber : Sukmana

et al

. 1990)

Teras gulud

BA

LIT

TA

NA

(42)

Sistem pertanaman lorong(

alley cropping

) dengan tanaman pagar

Flemingiacongesta

(kiri dan tengah) dan gamal/glirisidia (

Glirisidea

sepium

) (kanan)

Teknik Konservasi Vegetatif

BA

LIT

TA

NA

(43)

Teknik konservasi tanah vegetatif

dengan strip rumput

BA

LIT

TA

NA

(44)

Pertanaman kentang searah kontur

(Sumber[1]

: Haryati

et al

. 2013)

BA

LIT

TA

NA

(45)

Kedalaman

tanah

> 90 cm

40

90 cm

< 40 cm

Kepekaan

erosi

Kurang Tinggi

Kurang Tinggi Kurang Tinggi

Kemiringan

(%)

(Jenis teras)

<15

B/G

B/G

B/G

B/G

G

G

15 - 30

B/G

B/G

B/G

G

G

G

30

45

B/G

G

G

G

G/I

I

> 45

G/I

I

I

I

I

I

Alternatif teknik konservasi tanah dan air menurut kemiringan lahan,

kedalaman solum dan kepekaan tanah terhadap erosi

Keterangan: B = teras bangku + rumput/legum penguat teras , G = Teras gulud +

rumput/legum penguat teras , I = Teras individu + rumput/legum penutup tanah

Sumber: Sukmana

et al.

(1990)

BA

LIT

TA

NA

(46)

Konservasi Tanah

Diarahkan pada teknik vegetatif

(alley cropping, strip rumput, wana

tani, dll)

BA

LIT

TA

NA

(47)

Aplikasi Biochar

Berfungsi untuk

meningkatkan kemampuan

tanah memegang air

Bahan baku: sekam, ranting

legume, tongkol jagung

Aplikasi: dalam lubang atau

larikan

BA

LIT

TA

NA

(48)

Konservasi Tanah di NTT

Diarahkan pada teknik konservasi

vegetatif dan mekanik

Tabatan watu untuk memperkuat bedengan tanaman

Teras batu searah kontour untuk memcegah erosi dan aliran permukaan Tanaman rumput raja ditanam sebagai penguat kebekolodan tabatan watu

Rumput raja sebagai penguat kebekolo dan

tabatan watu

BA

LIT

TA

NA

(49)

Jika sebaran batuan > 40 % (Gunung Kidul ?)

Penguat teras (bibir dan tampingan ) dari batu

dikombinasikan dengan rumput pakan ternak

BA

LIT

TA

NA

(50)

Lahan sayuran di datarang tinggi yang belum

menerapkan teknik konservasi tanah dengan baik

Lahan sayuran di datarang tinggi yang telah

menerapkan teknik konservasi tanah dengan baik

BA

LIT

TA

NA

(51)

Saluran pengelak

Pertanaman tanaman

tahunan (cengkih)

BA

LIT

TA

NA

H 2

021

(52)

Bronjong bambu untuk mencegah

erosi lebih lanjut (

gully erosion

)

(Sumber: Rachman

et al

. 2007)

Cara aplikasi biochar dan pembenah

tanah lain pada tanaman tahunan.

(Foto: Sutono)

BA

LIT

TA

NA

(53)

Sketsa (kiri) dan teras individu pada tanaman kelapa sawit (kanan) (Sumber:Dariah et al. 2004 ;Foto: Sutono)

Tanaman penutup tanah (

legume cover

crop

)

Arachis pintoi

pada pertanaman lada

(Foto: F. Agus)

BA

LIT

TA

NA

(54)

Terima kasih

BA

LIT

TA

NA

Referensi

Dokumen terkait

Judul : Apresiasi Budidaya Pert anian Berbasis Konservasi Tanah dan Air di Desa Jayamekar Kecamatan Cibugel Kabupat en Sumedang.. Ket ua

Adapun teknik konservasi tanah yang disarankan adalah penggunaan teras bangku yang terawat baik dengan tanaman keras serta kerapatan yang tinggi...

yang dapat dilakukan untuk mencegah erosi adalah dengan konservasi tanah. Konservasi tanah meliputi konservasi tanah secara fisik, kimia,

Berdasarkan asas ini ada tiga cara pendekatan dalam teknik konservasi tanah, yaitu (1) menutup tanah dengan tumbuh-tumbuhan dan tanaman atau sisa-sisa tanaman/tetumbuhan

Penanggulangan yang dapat dilakukan di kawasan kampus II UIN SGD Bandung dapat menggunakan teknik konservasi tanah dengan tiga prinsip utama yaitu perlindungan

Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah,

Buku ini membahas tentang Penguasaan Lahan dan Konservasi Tanah yang meliputi: Kebijakan Penguasaan Lahan, Konservasi Tanah untuk Lingkungan Lestari, Kepemilikan

Untuk perencanaan konservasi tanah pada skala yang lebih luas, akan lebih realistis jika digunakan model-model yang merupakan pengembangan dari USLE, sehingga data-data dari