• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

2

Frequently Asked Questions (FAQS)

Atas Peraturan Bank Indonesia No. 9/2/PBI/2007 tanggal 5 Maret 2007 tentang Laporan Harian Bank Umum

Q. Dalam LHBU, terdapat formulir yang bersifat transaksional dan non transaksional. Apakah sama cara melaporkan kedua formulir tersebut?

A. Cara melaporkan formulir LHBU:

a. Informasi yang bersifat transaksional (From 101 s.d. 301) disampaikan segera setelah terjadi transaksi (real time)

b. Informasi yang bersifat posisi dan laporan proyeksi (disampaikan sebelum jam tutup).

Q. Informasi apa yang didiseminasi melalui sistem LHBU ? A. Informasi yang didiseminasi melalui sistem LHBU:

a. Dari sisi bisnis, informasi yang didiseminasi LHBU adalah seluruh form yang telah dikirim oleh bank dan diolah secara agregat (bukan individual transaksi/bank). Transaksi/laporan individual hanya bisa dilihat oleh bank pelapor yang bersangkutan. b. Dari sisi teknologi, informasi dapat diakses melalui ekstranet dimana aspek keamanan

didesain untuk menjamin kerahasiaan data/informasi.

Q. Apakah BI membuat backup data history, sehingga bank dapat melakukan query terhadap data history tersebut setiap saat?

A. BI melakukan back up seluruh data LHBU untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka pengambilan kebijakan. Pada dasarnya kebutuhan back up data history merupakan tanggungjawab masing-masing bank, namun dalam kondisi tertentu apabila bank memerlukan data history, BI dapat menyediakan data sesuai kebutuhan bank, sepanjang menyangkut data bank yang bersangkutan.

(2)

3

A. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku laporan yang bersifat transaksional hendaknya segera dilaporkan setelah terjadinya transaksi. Apabila karena batch posting yang mengakibatkan terjadinyan keterlambatan penerimaan laporan di BI maka bank akan dikenakan sanksi.

Q. Apakah bank akan memperoleh konfirmasi bila telah mengirimkan laporan? Apakah sistem akan mengecek validasi secara content?

Referensi

Dokumen terkait

A : Dalam perhitungan nilai setelmen penjualan repo, haircut ditentukan oleh Bank Indonesia untuk masing-masing jenis dan seri

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada tanggal 9 Januari 2006 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 12,75%.Ω Dengan kebijakan tersebut, Bank Indonesia

FLIS adalah fasilitas pendanaan yang disediakan Bank Indonesia kepada Bank Umum Syariah (BUS)/ Unit Usaha Syariah (UUS) dalam kedudukan sebagai peserta Sistem

FLIS adalah fasilitas pendanaan yang disediakan Bank Indonesia kepada Bank Umum Syariah (BUS)/ Unit Usaha Syariah (UUS) dalam kedudukan sebagai peserta Sistem

Untuk itu, BI menerbitkan ketentuan bahwa bank yang telah memiliki Unit Usaha Syariah diperbolehkan untuk juga melayani transaksi syariah di kantor-kantor cabang bank

Dalam rangka memperlancar penerapan TSA dimaksud, Pemerintah memerlukan uji coba penerapan TSA (Uji Coba TSA) dengan melibatkan beberapa Bank Peserta Sistem Bank Indonesia Real Time

Khusus untuk transaksi bukan penduduk dalam rangka transaksi surat berharga yang mempengaruhi rekening ’4A’ atau ’4B’ di masing- masing bank pelapor, maka record

Dalam hal dana pada rekening giro rupiah Bank pembayar di Bank Indonesia tidak mencukupi sampai dengan batas waktu setelmen dana di Sistem BI-RTGS (cut-off warning)