• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TANYA JAWAB

Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/17/PBI/2007 perihal Perubahan atas Surat

Edaran Bank Indonesia Nomor 7/13/PBI/2005 tentang Laporan Bulanan Bank Perkreditan

Rakyat Syariah (LB-BPRS)

Pertanyaan

Jawaban

1.

Apa yang dimaksud dengan Laporan

Bulanan Bank Perkreditan Rakyat

(LB-BPRS)?

Adalah

suatu

laporan

keuangan

yang

menggambarkan kinerja keuangan BPRS dan

disusun sesuai dengan pedoman penyusunan

LB-BPRS serta disampaikan BPRS kepada Bank

Indonesia secara bulanan.

2.

Hal apa saja yang diatur dalam Surat

Edaran No.9/17/DPbS tanggal 8 Agustus

2007 tersebut ?

Yang diatur dalam ketentuan ini adalah

tatacara penyusunan laporan keuangan BPRS

antara lain bentuk format laporan termasuk

tatacara pengisiannya.

3.

Apa latar belakang dilakukan perubahan

buku pedoman LB-BPRS tahun 2005

menjadi LB-BPRS tahun 2007?

Latar

belakang

dilakukan

perubahan

tersebut, antara lain :

a.

Adanya

perubahan

ketentuan

ketentuan

yang

terkait

dengan

operasional perbankan syariah, yaitu :

(1) Ketentuan Kualitas Aktiva BPRS dan

(2) Ketentuan Kewajiban Pemenuhan

Modal Minimum BPRS.

b.

Adanya

perkembangan

produk

perbankan syariah.

c.

Adanya kebutuhan statistik perbankan

syariah yang lebih comprehensive.

d.

Adanya perubahan sistem perhitungan

Tingkat Kesehatan BPRS

4.

Sebutkan bentuk perubahan laporan

dalam LB-BPRS 2007?

Perubahan yang dilakukan pada LB-BPRS

tahun 2007 meliputi penambahan form

rincian laporan, penambahan kolom pada

beberapa form rincian, penambahan pos

dan metode penggabungan rekening pada

form rincian laporan

5.

Berapa penambahan form rincian dalam

LB-BPRS 2007 dan apa saja?

(2)

Pertanyaan

Jawaban

menjadi 25 (dua puluh lima) form.

Penambahan form tersebut, yaitu :

1).

Daftar

Rincian

Piutang

Transaksi

Multijasa (Form-20)

2).

Daftar Rincian Penyisihan Penghapusan

Aktiva (Form-21)

3).

Daftar Rincian Agunan Yang Diambil

(Form-22)

4).

Daftar Rincian Kewajiban Segera

(Form-23)

5).

Daftar Rincian Pembiayaan/Pinjaman

Diterima (Form-24)

6).

Laporan Mingguan Cash Ratio (Form –

25).

6.

Apa saja penambahan pos dalam

LB-BPRS?

Pos – pos baru dalam LB-BPRS meliputi:

1).

Pos

transaksi

multijasa,

merupakan

transaksi baru.

2).

Pos agunan yang diambil alih dan rincian

cadangan PPA, terkait dengan ketentuan

kualitas aktiva dan laporan KPMM.

3).

Kewajiban segera, terkait dengan pos

dalam laporan publikasi

4).

Laba ditahan, terkait dengan laporan

KPMM.

5).

Bagi hasil berdasarkan profit sharing,

terkait dengan perhitungan TKS.

7.

Apa saja penambahan kolom dari rincian

form laporan dan apa tujuannya?

Adanya penambahan kolom tersebut ditujukan

agar data keuangan yang disampaikan oleh

bank dapat digunakan dalam perhitungan TKS,

data statistik perbankan dan beberapa data

untuk laporan pengawasan lainnya.

Tambahan kolom tersebut, meliputi :

1).

Kolom metode bagi hasil sumber dana

dan pembiayaan

2).

Kolom penjamin

3).

Kolom golongan nasabah

4).

Kolom lokasi usaha nasabah

5).

Kolom golongan piutangan (UMK/Non

UMK)

(3)

Pertanyaan

Jawaban

8.

Mengapa terdapat kolom metode bagi

hasil sumber dana dan pembiayaan?

Kolom metode bagi hasil baik dari sisi sumber

dana maupun pembiayaan diperlukan untuk

kepentingan

perhitungan

KPMM

BPRS.

Mengingat risiko yang berbeda apabila suatu

sumber dana tersebut (profit sharing atau non

profit sharing) digunakan untuk mendanai

pembiayaan yang dilakukan.

9.

Mengapa LB-BPRS baru berlaku pada

tanggal 1 Desember 2007 sedangkan

ketentuan

pedoman

LB-BPRS

telah

dikeluarkan pada tanggal 8 Agustus

2007?

Referensi

Dokumen terkait

Disampaikan oleh bank pelaksana bahwa iklan layanan masyarakat yang disampaikan pemerintah melalui Menteri Koperasi dan UMKM, yang menyatakan bahwa KUR adalah kredit

Namun demikian, keberadaan perbankan juga tidak dapat lepas dari kesadaran masyarakat untuk menyimpan dana di bank yang dari sudut pandang perbankan dianggap sebagai

Berdasarkan data ekspor dan impor yang diolah dari Direktorat Statistik Ekonomi dan M oneter (DSM ) Bank Indonesia, kinerja ekspor non migas Jaw a Tengah, yang dalam hal ini

Untuk mengatasi permasalahan segmentasi di Pasar Uang Antar Bank (PUAB), Bank Indonesia juga memutuskan penurunan tingkat bunga fasilitas pinjaman harian ( overnight )

A: Tidak, pencantuman kata syariah setelah kata Bank atau setelah nama Bank hanya berlaku bagi Bank yang mendapatkan izin usaha setelah disahkan Undang-undang Perbankan

(2) Dalam hal Bank telah memperoleh persetujuan Bank Indonesia untuk menggunakan Model Internal dalam perhitungan KPMM dengan memperhitungkan Risiko Pasar, Bank

Bank Pelapor yang tidak menyampaikan Laporan dan/atau menyampaikan Laporan yang tidak benar dan tidak lengkap sejak data bulan Mei 2009 yang disampaikan pada bulan Juni

Pada bulan Januari, Bank Indonesia secara resmi mengeluarkan Paket Kebijakan Perbankan Januari 2006 sebagai bagian dari upaya untuk membuka ruang gerak perbankan agar dapat