• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG BERBASIS WEB YANG INTERAKTIF DAN DINAMIS. Naskah Publikasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG BERBASIS WEB YANG INTERAKTIF DAN DINAMIS. Naskah Publikasi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG BERBASIS WEB YANG INTERAKTIF DAN DINAMIS

Naskah Publikasi

Diajukan Oleh

Lidya Yulita 05.12.1405

Kepada

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM

YOGYAKARTA 2010

(2)

NASKAH PUBLIKASI

METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG BERBASIS WEB YANG INTERAKTIF DAN DINAMIS

Disusun oleh :

Lidya Yulita 05.12.1405

(3)

METHOD OF LEARNING JAPANESE USING INTERACTIVE AND DINAMIC WEBSITE

METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG BERBASIS WEB YANG INTERAKTIV DAN DINAMIS

Lidya Yulita Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ABSTRACT

The development of science n technology makes the world become more modern. It gives many kinds of easiness for people including in communication. In order to survive in this era, we are expected to be adaptable and more flexible. We need to change the misleading assumption that language is not significant. It is because mastering a foreign language is one key to compete in this globalization era. It is supported by the development of technology including the internet connection & faster stream of information. Based upon that fact, an electronic learning system, or in short E-learning, appeared

It appeared as a new method in the teaching n learning process. With e learning, the pupils do not need to attend any formal class to listen to what their teachers say directly. E-learning can also shorten the duration of learning plan targeted n of course save more money in the faculty. that is why the writer is interested in making "dynamic & interactive method of learning japanese" using e-learning that is expected able to make the e-learning process of foreign language, especially japanese, more attractive and exciting. Using some software like PHP & MySQL, Dreamweaver editor and Photoscape, Paint and Apache web browser. Key words :: e-learning, dynamic & interactive method of learning Japanese, japanase-indonesian, Learn Japanese, Nihongo Benkyoshimasu.

(4)

1. Pendahuluan

Perkembangan imu pengetahuan dan teknologi saat ini membuat zaman semakin canggih. Hal ini memberikan kemudahan manusia dalam berbagai hal termasuk dalam hal berkomunikasi. Untuk lebih beradaptasi dan lebih flexible

dalam segala hal. Kita perlu mengubah pola piker yang konvensional serta paradigma yang salah yaitu menganggap bahasa itu kurang penting. Hal ini karena dalam era globalisasi sekarang ini, untuk bisa bersaing kita harus menguasai salah satu bahasa asing. Hal ini didukung dengan kemajuan teknologi informasi, jaringan internet dan percepatan aliran informasi. Dengan dasar itu muncullah sistem pembelajaran elektronik atau yang lebih dikenal dengan istilah Electonik Learning disingkat e-learning. Ini merupakan sebuah cara baru dalam proses belajar mengajar. Dengan e-learning, peserta ajar tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.

Untuk itu penulis tertarik unutk membuat “ Metode Pembelajaran Bahasa Jepang Berbasis Web yang Interaktif dan Dinamis” yang berkonsep e-learning yang diharapkan bisa membuat belajar bahasa asing itu terutama bahasa Jepang menjadi lebih asyik dan menarik. E-learning ini mengunakan beberapa perangkat lunak seperti PHP , MySQL, editor Macromedia Dreamweaver, Photoscapegrafik editor, and Apacheweb server.

2. Landasan Teori

Metode pengajaran konvensional yang diselenggarakan di dalam kelas memiliki keterbatasan-keterbatasan yang dapat menghambat proses penyampaian ilmu pengetahuan yang berkembang demikian cepat. Beberapa

(5)

keterbatasan bisa disebabkan karena masalah waktu dan tempat. Orang yang tinggal di daerah terpencil tentunya akan kesulitan untuk hadir dalam kelas yang letaknya sangat jauh tempatnya. Demikian juga dengan orang yang hanya memiliki waktu luang sedikit tidak mungkin bisa menghadiri pendidikan yang diadakan di dalam kelas secara intensif. Dari kondisi seperti ini maka sistem e-learning diharapkan dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang ada.

3. Analisis Sistem

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai “penguraian dari sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.”1

Tahap analisis sistem merupakan tahap kritis dan sangat penting, karena pada tahap inilah semua proses bergantung. Jika pada tahap ini salah maka akan terjadi kesalahan pada tahap berikutnya.

1. Analisis Kelemahan Sistem Identifikasi Masalah :

1. Pengidentifikasian masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah dapat didefinisan sebagai suatu pertanyaan yang harus dipecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sebuah sistem tidak dapat tercapai.

2. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan mengenai metode pembelajaran konvensional, penulis menemukan beberapa permasalahan antara lain:

(6)

a. Adanya keterbatasan antara lain : jumlah pengajar, jumlah kelas, dan waktu yang diperlukan guna melakukan proses pembelajaran di periode yang sama dengan fasilitas maksimum yang disediakan masing- masing kelas untuk peserta didik.

b. Keterbatasan penyebaran informasi yang dapat diperoleh oleh peserta didik hanya pada saat proses pembelajaran berlangsung.

c. Adanya kesulitan bagi peserta didik untuk dapat mengejar pembelajaran yang telah tertinggal.

d. Informasi-informasi dari media cetak memerlukan proses yang lebih lama untuk menjadi hasil akhir dibanding proses yang dilalui media elektronik untuk menyebarkan informasi kepada peserta didik

e. Lembaga kursus dalam mengadakan pelatihan mengeluarkan biaya pengajaran yang cukup besar untuk biaya seperti: biaya untuk mencetak bahan materi (text book) dan penyebarluasannya, kewajiban pembayaran keuangan untuk karyawan, biaya alat tulis kantor, biaya sewa tempat, serta pajak negara.

f. Pelajar juga harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mengikuti kursus seperti biaya pelatihan/ kursus, text book, fotokopi,biaya transportasi dan biaya lain-lain.

3. Adapun penyebab timbulnya masalah tersebut adalah metode pembelajaran bahasa Jepang konvensional masih belum memanfaatkan teknologi internet. Agar terciptanya metode pembelajaran yang komprehensif dan inovatif yaitu dengan metode pembelajaran E-Learning secara spesifik yaitu pembelajaran bahasa Jepang.dengan menggunakan media komputer sehingga tercipta suatu sistem baru yang lebih efisien dalam penggunaannya.

(7)

Analisis PIECES

Untuk menganalisis sistem yang lama dimaksudkan untuk menemukan penyebab sebenarnya permasalahan-permasalahan yang terjadi sehingga sistem yang lama tidak berfungsi. Sistem yang lama akan diganti dengan sistem yang baru. Permasalahan-permasalahan di sistem yang lama perlu ditemukan dan diperbaiki. Jika sistem yang baru merupakan teknologi informasi maka perbaikan dari sistem yang lama berupa perbaikan-perbaikan dalam bentuk informasi yang disediakan oleh sistem yang baru. Supaya sistem yang baru berhasil, informasi-informasi yang dihasilkan harus sesuai dengan kebutuhan pemakainya. Menganalisis kebutuhan informasi pemakai perlu dilakukan untuk menghasilkan informasi yang relevan.

Dengan dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan yang berhubungan dengan analisis PIECES (Performances,Informations,Economics,Control,Eficiency,and Service) 4. Implementasi Sistem

Setelah melakukan analisis dan perancangan sistem yang telah dibahas pada Bab III, maka untuk tahap selanjutnya yaitu implementasi sistem. Implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem yang baru dikembangkan supaya nantinya sistem tersebut siap untuk dioperasikan sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan dari tahap implementasi ini adalah menyiapkan semua kegiatan penerapan sistem sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan.

5. Kesimpulan

Mengintegrasikan metode pembelajaran bahasa Jepang yang konvensional menjadi metode pembelajaran bahasa Jepang berbasis web yang interaktif dan dinamis yaitu dengan cara memanfaatkan teknologi atau jaringan internet, komputer dan file multimedia.

(8)

Hasil rancangan yang dibangun adalah sebuah web based e-learning yang memberikan :

 Informasi tentang unit-unit yang terkait dalam proses belajar mengajar pada modul materi, tugas, berita, tips trik, ekspresi, dan link

 Registrasi secara online

 Diskusi atau sharing pada modul konsultasi

 Sistem ujian online dan pengumpulan feedback. Adapun kelebihan dari web e-learning Jepang ini adalah :

1. Memberikan kemudahan bagi siswa untuk memperoleh bahan ajar dengan mengunduh materi dan tugas. Sedangkan bagi sensei memudahkan dalam mengatur distribusi bahan ajarnya, dengan mengunggah materi pelajaran dan tugas.

2. Menyediakan fitur ujian online yang memudahkan sensei untuk menilai sejauh mana pemahaman siswa selama mengikuti proses belajar.

3. Format ujian sudah dapat menangani soal bergambar dan soal dengan multiple answer.

4. Komunikasi dan tukar pikiran antara member dan sensei dapat dijembatani dengan fitur konsultasi pelajaran.

Sedangkan beberapa kekurangan dari webe-learningJepang adalah :

1. Sistem belum mampu menangani konsultasi online pelajaran secara interaktif. 2. Belum ada nya fasilitas forum.

3. Fitur ujianonlinebelum mampu menangani soal format essaydan belum ada histori jawaban dari siswa.

4. Belum tersedianya fasilitas untuk belajarlistening. Saran

1. Kelemahan dari aplikasi web based learning ini adalah belum mampu mengoreksi dan menampilkan daftar nilai tugas secara otomatis, belum ada

(9)

verifikasi data saat mengunduh materi, belum ada resource link dari luar sebagai referensi dan runut balik jawaban ujian dari siswa.

2. Aplikasi yang dihasilkan ini memerlukan pengembangan lebih lanjut yaitu dari segi keamanan situs seperti enkripsi data, penambahan fitur kursus dan pengembangan tipe soal ujian.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Empy Effendy, 2001, Hartono Zhuang, E-Learning,Konsep &Aplikasi, Yoyakarta: ANDI Offset.

Linda Marlinda, 2004.Sistem Basis Data,Yogyakarta: ANDI Offset. http://blog.unila.ac.id/satriamadangkara/2008/06/05/definisi-e-learning Akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/media-pembelajaran www.youngstatistician.com/skripsi/ks10233-3.pdf http://blog.unila.ac.id/satriamadangkara/2008/06/05/definisi-e-learning http://wwwe-learningtp0406.blogspot.com/2008_04_01_archive.html http://blog.unila.ac.id/satriamadangkara/2008/06/05/definisi-e-learning www.dikmenum.go.id/dataapp/kurikulum/1 www.litbang.depkes.go.id/tik/media/Pengantar_WWW.doc

Referensi

Dokumen terkait

Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi

Analisis sistem dapat didefenisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan

Analisis sistem adalah suatu penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian dengan maksud mengidentifikasikan dan mengevaluasi

Analisis sistem yaitu penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi

Analisa sistem yaitu penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi

Analisis sistem (system analysis) adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian atau komponen komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk

Analisis sistem (system analysis) didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk